Claim Missing Document
Check
Articles

HIGIENE DAN SANITASI RUMAH MAKAN DI KOMPLEKS WANEA PLAZA KOTA MANADO Hitipeuw, Michelle Regina Christanty; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higiene dan Sanitasi Rumah Makan merupakan faktor yang penting dalam mencegah adanya penyakit dan keracunan maupun gangguan kesehatan lain melalui makanan yang ada di rumah makan atau restoran. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana higiene dan sanitasi rumah makan di Kompleks Wanea Plaza Kota Manado. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di RM. WD berdasarkan hasil uji laboratorium pada air bersih dan adannya angka kuman (E.coli) yaitu 23, pemeriksaan makanan jadi angka kuman (E.coli) yaitu 0. RM. MB berdasarkan hasil uji laboraturium pada air besih didapati adanya angka kuman (E.coli) yaitu 17, pemeriksaan makanan jadi angka kuman (E.coli) yaitu 540 terdapat E.coli. Pada RM. MS berdasarkan hasil uji laboraturium pada air bersih didapati adanya angka kuman (E.coli) yaitu 79 pada pemeriksaan makanan jadi angka kuman yaitu 34 terdapat E.coli. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: nilai RM. WD 773,5 (sudah baik), nilai pada RM. MB 557,5 (tidak baik) dan nilai pada RM. MS 514,5 (tidak baik). Adapun saran yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melakukan Dinas Kesehatan Kota Manado untuk lebih rutin dalam melakukan inspeksi dan uji laboratorium yaitu 1 tahun dilakukan 2 kali pada RM yang ada di Kompleks Wanea Plaza dan melakukan pelatihan/kursus bagi karyawan RM atau pada penjamah makanan.Kata Kunci :Higiene dan Sanitasi, E.coli, Rumah MakanABSTRACTThe hygiene and sanitation of Restaurant are important factors to prevent disease and food powering or any others ailments that was caused by foods from the restaurants. The purpose of this reasearch is to know how hygiene and sanitary are the restaurants in Kompleks Wanea Plaza Manado City. The reasearh descriptive method with doservational approach. The result revealed that based on laboltory check on the water of WD. Restaurant, it was indicted that the micro nmber (E.coli) in the water is 23 and the task on the disihes of restaurant indicates that there are 0 E.coli there. At MB. Restaurant, based on labolatory check on the water, it was indicated that the microbe number (E.coli) is 17 and the test on the dishes od the resturant medicated that there are 540 E.coli there. At MS. Restaurant, based on labolatory check o the water of the restaurant, it was medicatedtaht the microbe number is 79 and the test on the dishes of restaurants indicated that the microbe number is 34. Based on the research that hs been done, it was concluded that WD. Restaurant god 775,5 as the score, MB. Restaurant god 557,5 and MS. Restaurant 514,5. The suggestion that could be given from this research is that Dinas Kesehatan Manado City should do inspection and labolatory check more rastinely, such s twice in year at the restaurants in Kompleks Wanea Plaza and give some training/course to the employes of the restaurant o any other people who will have to stya in contct with the food.Key words: Hygiene and Sanitation, E.coli, Restaurant
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MURID SEKOLAH DASAR GMIM 9 DAN SEKOLAH DASAR NEGERI INPRES PINANGUNIAN KOTA BITUNG Bawole, Belliani B.; Umboh, Jootje M.L.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak sejak dini harus ditanamkan pendidikan dan pembinaan tentang kesehatan, diharapkan mereka memiliki perilaku hidup bersih dan  sehat dan dapat dipraktekkan dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah agar kebiasaan berperilaku yang sehat dapat dibawah hingga beranjak dewasa nanti. Hasil data diare yang diambil dari Dinas Kesehatan Kota Bitung yang di rekapitulasi laporan penyakit diare pada tahun 2016 adalah jumlah penderita pada anak laki-laki dan anak perempuan yaitu berjumlah 279 orang. Penelitian ini yaitu penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan study cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini yaitu semua murid kelas IV, V dan VI yang ada di Sekolah Dasar GMIM 9 yaitu berjumlah 50 murid dan Sekolah Dasar Negeri Inpres yaitu berjumlah 33 murid. Analisis bivariat uji Chai Square (α=0,05) dengan menggunakan program komputer SPPS Statistik 21. Penelitian ini menggunakan Uji Chi-square Sekolah Dasar GMIM 9 dan Sekolah Dasar Negeri Inpres yaitu pengetahuann 62.7% atau sebanyak 52 murid di katakana baik dan 37.3%  atau sebanyak 31 murid dikatakan kurang baik. Sikap 50.6% atau 42 murid dikatakan baik dan 49.4% atau 41 murid dikatakan kurang baik. Tindakan 54.2% atau 45 murid dikatakan baik dan 45.8% atau 38 murid dikatakan kurang baik. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSTRACTEarly childhood must be educated and educated on health, it is hoped that they will have a clean and healthy lifestyle and can be practiced in the school environment and outside the school so that healthy behavioral habits can be brought down until they grow up later. The results of diarrhea data taken from the Bitung City Health Office in the recapitulation of reports of diarrheal diseases in 2016 were the number of patients in boys and girls, amounting to 279 people. This research is analytic survey research using cross sectional study design. The population in this studyn were all students of grade IV, V and VI who were in GMIM 9 elementary School, which amounted to 50 studens and SDN Inpres, amounting to 33 students. Bivariate analysis of Chai Square test (α=0,05) using a computer program SPSS Statistics 21. This study uses Chi Square SD GMIM 9 and SDN Inpres, namely knowledge 62.7% or as many as 52 students saig to be good and 37.3% or as many as 31 students said to be lacking. Attitudes of 50.6% or 42 students were said to be good 49.4% or 41 students were said to be lacking. The actions of 54.2% or 45 students were said to be good and 45.8% or 38 students were said to be lacking. Keywords: Knowledge, Attitude, Action 
HIGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DAN ANGKA KUMAN PERALATAN MAKAN (PIRING) DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM KOTA MANADO Syahlan, Vioni L. G.; Joseph, Woodford B. S.; Sumampouw, Oksfriani Jufri
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higiene dan sanitasi sangatlah penting, terutama di tempat-tempat umum yang melayani orang banyak, salah satunya Rumah Sakit (RS) upaya penyediaan pelayanan kesehatan ini pula dapat menjadi tempat penularan serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan. Penanganan sanitasi yang kurang baik dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang merugikan seperti keracunan. Peranan pencucian peralatan makan secara baik dapat menghasilkan peralatan makanan yang bersih dan sehat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran hygiene sanitasi pengelolaan makanan dan angka kuman peralatan makan (piring) di RS Pancaran Kasih GMIM Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif observasional. Subyek penelitian yaitu 6 buah piring yang diambil secara acak dari ruangan kelas I, II, dan III. Pemeriksaan hygiene sanitasi menggunakan lembar observasi. Aspek pengukuran memenuhi syarat jika nilai yang diperoleh >90% dari total penelitian. Pemeriksaan mikrobiologi usap alat makan yang dilakukan di laboratorium Badan Teknik Kesehatan Lingkungan Kota Manado semua sampel yang diambil tidak memenuhi syarat dengan persyaratan angka kuman >100 koloni/cm2(28.000-72.000 koloni/cm2). Hasil observasi hygiene sanitasi pengelolaan makanan dengan menggunakan lembar observasi mendapat skor 15 sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat. Perlu diadakannya pengawasan dan penyuluhan oleh instalasi gizi RS Umum Pancaran Kasih GMIM Kota manado tentang pentingnya hygiene sanitasi pengelolaan makanan dan pearalatan makan sehingga memenuhi syarat kesehatan. Kata Kunci: Higiene sanitasi, angka kuman, instalasi gizi, rumah sakit ABSTRACT Hygiene and sanitation are very important, especially in public places that serve many people, one of which is the hospital's efforts to provide health services can also be a place of transmission and enable environmental pollution and health problems. Handling poor sanitation can cause harmful things such as poisoning. The role of cleaning or washing equipment properly, will produce clean and healthy food processing equipment. The purpose of this study was to describe the hygiene sanitation of food management and the number of plate feeding germs in the Pancaran Kasih GMIM Hospital in Manado City. The type of research used is descriptive observational research. The population of this study was all food trays, samples in this study were 6 samples, taken from class I, II, III. Sanitation hygiene checks using observation sheets, measurement aspects meet the requirements if the value obtained> 90% of the total study with a score of> 16.2. Microbiological examination of cutlery made at the Manado City Environmental Engineering Agency laboratory, all samples taken did not meet the requirements with germ number requirements> 100 colonies / cm2. The results of observation of hygiene sanitation in food management using the observation sheet got a score of 15, said to be ineligible due to the score obtained <16.2. Examination of plate feeding germ number is done at 11.00-11.46 WITA and the total germ number obtained varies from 28,000-72,000 colonies / cm2. Need to hold supervision and counseling by nutrition installation of public hospitals Pancaran Kasih of Manado City GMIM about the importance of sanitation hygiene in food management and food equipment so that it meets health requirements. Keywords: Hygiene Sanitary, number of Microbes, diet instalation, hospital
HIGIENE DAN SANITASI DEPOT AIR MINUM SERTA KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR ISI ULANG PADA DEPOT AIR MINUM DI KECAMATAN SULUUN TARERAN DAN KECAMATAN AMURANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2019 Mondoringin, Dyna C.; Sondakh, Ricky C.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah sumber yang sangat dibutuhkan oleh hidup manusia selain udara. Air yang dikonsumsi manusia harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan yaitu dari aspek kimia, fisik, radioaktif dan mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hygiene dan sanitasi depot air minum serta kualitas mikrobiologi yang terdapat pada air isi ulang pada DAM di Kecamatan Suluun Tareran dan Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah dengan uji laboratorium sekaligus observasi lapangan dan wawancara serta lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Suluun Tareran dan Kecamatan Amurang Timur dan waktu penelitian ini dimulai pada bulan Agustus hingga Oktober tahun 2019. Populasi dan sampel adalah 6 DAM. Pemeriksaan kualitas mikrobiologi air isi ulang di depot air minum diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Manado dengan parameter yang diukur yaitu bakteri E.coli  dan Total Coliform, dan hasil uji laboratorium mengacu pada Permenkes RI Nomor 492 Tahun 2010. Hasil dari observasi sekaligus wawancara hygiene dan sanitasi DAM terdapat 3 depot air minum yang tidak memenuhi syarat. Berdasarkan hasil yang didapatkan ini, maka disarakan untuk pemerintah terkait baik itu yang ada di kecamatan maupun kabupaten dan pusat agar melakukan pengawasan yang lebih ketat dan berkala terhadap DAM agar lebih menjamin kualitas air minum yang dihasilkan dan tetap terjaga keamanannya. Kata Kunci: Higiene dan Sanitasi, Kualitas Mikrobiologi, Depot Air Minum ABSTRACTWater is the most important requirement in human life after air. Safe drinking water must be meet established standards starting from the physical, chemical, microbiological, and radioactive aspects. This research aims to determine the quality of microbiology and hygiene sanitation of drinking water depots. The design of this research is based laboratory with observational and interview approaches, with research locations in Suluun Tareran District and East Amurang District, and the time of the research is in August until September 2019. The population and sample are 6 drinking water depots. Microbiological quality examination of refill water in drinking water depots was examined at the Manado City Health Laboratory Office with measured parameters, namely E. coli bacteria and Total Coliform, and the results of laboratory tests referring to the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Law Number. 492 of 2010. The results of the examination of the quality of microbiology with E. coli and total Coliform parameters which did not meet the requirements contained 3 drinking water depots. The results of interviews and observation of drinking water depot sanitation hygiene, there are 3 drinking water depots that do not meet the requirements. Based on the results obtained, it is recommended for the government related both in the sub-district and district and central level to conduct more stringent and periodic supervision of the dam in order to better guarantee the quality of drinking water produced and maintain its safety. Keywords: Sanitary and Hygiene, Quality of Microbiology, Drinking Water Depot
GAMBARAN KEBERADAAN BAKTERI ESCHERCHIA COLI PADA SAYUR KEMANGI PELENGKAP MAKANAN LALAPAN DI RUMAH MAKAN DI KELURAHAN TUMINTING KOTA MANADO Duhupo, Dewinta; Joseph, Woodford B.S.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Makan adalah salah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat disebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatanan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman bagi umum ditempat usahanya. Makanan yang telah dicemari oleh bakteri seperti Eschercia Colisetelah dikonsumsi biasanya menimbulkan gejala-gejala seperti muntah-muntah, demam, sakit perut, gejala terjadi 4-12 jam yang memberi kesan langsung pada lapisan usus dan menyebabkan peradangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak bakteri Escherchia coli pada pada sayur kemangi pelengkap makanan lalapan di rumah makan di Kelurahan Tuminting Kota Manado.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif.Populasi dalam penelitian ini adalah sayur kemangi dan berjumlah 6 sampel.Penelitian dilakukan menggunakan Uji Laboratorium. Hasil penelitian menyatakan bahwa seluruh sampel sayur kemangi pelengkap makanan lalapan dirumah makan di kelurahan tuminting kota manado, mengandung bakteri Escherichia colisebanyak ˂ 3 APM/gram. Sebagai saran, Perlu adanya perhatian dari pemerintah tentang makanan-makanan yang sudah mengandung bahan berbahaya untuk dikonsumsi dan perlu dilakukan pengawasan dan juga sidak di setiap rumah makan yang ada di Manado agar dapat mencegah penjualan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Kata Kunci: Eschercia Coli, Sayur Kemangi, Rumah Makan Abstract Restaurant is one type of food service business which is located in part or all permanent buildings equipped with equipment and equipment for the process of making, storing, serving and selling food and drinks for the public at their place of business. Foods that have been contaminated by bacteria such as Eschercia Coli after consumption usually cause symptoms such as vomiting, fever, abdominal pain, symptoms occur 4-12 hours which give a direct impression on the intestinal lining and cause inflammation. The purpose of this study was to determine how many Escherchia coli bacteria in basil vegetables complemented fresh vegetables at a restaurant in Tuminting Village, Manado City.This type of research is exploratory research. The population in this study was basil vegetables and amounted to 6 samples. The study was conducted using Laboratory Tests. The results of the study stated that the entire sample of basil vegetables supplemented with fresh food at a restaurant in the tuminting urban village of Manado, contained Escherichia colis as much as ˂ 3 APM / gram. As a suggestion, there needs to be attention from the government about foods that already contain hazardous ingredients for consumption and needs to be monitored and also inspected at every restaurant in Manado in order to prevent the sale of foods containing hazardous ingredients.Keyword: Eschercia Coli, Basil, Restaurant
HUBUNGAN ANTARA POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA ANAK BUAH KAPAL DI PANTAI PELABUHAN PERIKANAN TUMUMPA KOTA MANADO Kasenda, Jeniffer Febriyanti; Kawatu, Paul A. T.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah suatu kondisi yang dapat mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang dan membuat seseorang merasakan keluhan dari yang sangat ringan dan sampai sangat sakit. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan sistem muskuloskeletal yaitu: peregangan otot yang berlebihan, aktivitas berulang, sikap kerja atau posisi kerja tidak alamiah, faktor penyebab sekunder (tekanan, getaran dan suhu), serta faktor individu (umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, kesehatan jasmani, kekuatan fisik, dan ukuran tubuh). Posisi tubuh pekerja pada saat melakukan aktivitas kerja ditentukan oleh jenis pekerjaan yang dilakukan dan masing-masing posisi kerja mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap tubuh salah satunya dapat menyebabkan adanya keluhan muskuloskeletal. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada anak buah kapal di Pantai Pelabuhan Perikanan Tumumpa Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional (Potong Lintang), yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk mempelajari suatu kejadian yang dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi spearman didapatkan nilai p value (0,000) dengan nilai α = 0,05 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal dengan nilai r value (0,492) dengan tingkat kekuatan hubungan sedang dan tanda korelasi positif memiliki makna bahwa kedua variable memiliki arah hubungan yang searah. Kata Kunci: Posisi Kerja, Keluhan Muskuloskeletal, Pantai Pelabuhan Perikanan Tumumpa. ABSTRACTMusculoskeletal complaints are a condition that can interfere with the function of joints, ligaments, muscles, nerves and tendons, as well as the spine and make a person feel complaints from very mild to very painful. The factors that affect complaints of the musculoskeletal system are: excessive muscle stretch, repetitive activity, unnatural work attitudes or work positions, secondary causative factors (pressure, vibration and temperature), as well as individual factors (age, gender, smoking habit, physical health, physical strength, and body size). The position of the worker's body when carrying out work activities is determined by the type of work being performed and each work position has different effects on the body, one of which can cause musculoskeletal complaints. The purpose of this study was to determine the relationship between work position and musculoskeletal complaints on crew members at the Tumumpa Fishery Port Beach, Manado City. This research is an analytical survey research with a cross sectional design, which is a study used to study an event that is carried out simultaneously or at once. The results of data analysis using the Spearman correlation test obtained p value (0.000) with a value of α = 0.05 (p <0.05), this indicates that there is a relationship between work position and musculoskeletal complaints with r value (0.492) The strength of the relationship is moderate and the sign of positive correlation means that the two variables have a unidirectional relationship. Keywords: Work Position, Musculoskeletal Complaints, Tumumpa Fishing Port Beach.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI PERSEROAN TERBATAS PEMBANGKIT LISTRIK NEGARA UNIT LAYANAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI LAHENDONG Roya, Jisia Natasia; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Kaunang, Wulan Pingkan Julia
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan keadaan yang disertai dengan penurunan ketahanan dan efisiensi dari fisik, mata, dan syaraf. Kelelahan kerja merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit akibat kerja atau kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kelelahan kerja pada pegawai PT. PLN (Persero) Unit Layanan PLTP Lahendong. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2020, tempat penelitian di PT. PLN (Persero) Unit Layanan PLTP Lahendong Sampel pada penelitian ini yaitu total populasi sebanyal 32 responden. Kelelahan kerja adalah seorang yang mengalami penurunan ketahanan tubuh serta mengalami penurunan daya kerja dalam melakukan suatu pekerjaan. Alat ukur kelelahan kerja yang digunakan kuesioner IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) aspek yang diukur yaitu pelemahan kegiatan, pelemahan motivasi, dan kelelahan fisik. penilaian kelelahan subjektif dengan 4 skala likert dengan skor 0 jika tidak pernah merasakan, skor 1 kadang-kadang merasakan, skor 2 sering merasakan, skor 3 sering sekali merasakan. Langkah berikut adalah menghitung jumlah skor pada masing-masing kolom dari ke-30 pertanyaan yang diajukan dan menjumlahkannya menjadi total skor individu. Skor individu terendah adalah 0 dan skor individu tertinggi adalah 90. Hasil  analisi dalam penelitian ini meliputi variable univariat dan bivariate dengan menggunakan uji spearmen. Beban kerja adalah sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh organisasi atau perusahaan dalam waktu yang sudah ditetapkan, faktor beban kerja yaitu faktor internal dan ekterna. Untuk hasil dari karakteristik responden menunjukkan paling banyak pada ketegori umur <40 tahun (93.8%), dan untuk jenis kelamin yang paling banyak yaitu laki-kali (90.6%), dengan nilai p sebesar 0.010<0.05 sehingga ada hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pegawai di PT. PLN (Persero) Unit Layanan PLTP Lahendong. lDari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pegawai PT. PLN (Persero) Unit Layanan PLTP Lahendong paling banyak memiliki beban kerja yang ringan,  pegawai PT. PLN (Persero) Unit Layanan PLTP Lahendong paling banyak memiliki kelelahan kerja yang tinggi, dan beban kerja berhubungan dengan kelelahan kerja pada pegawai PT. PLN (Persero) Unit Layanan PLTP Lahendong dimana semakin rendah beban kerja maka semakin rendah pula kelelahan kerja. Untuk saran dari penelitian ini, saran teoritis bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian sejenis namun dapat menambahkan variabel lainnya seperti produktivitas kerja,strees kerja, iklim kerja, dan lain-lain, saran praktis bagi perusahaan dan tenaga kerja agar lebih mempertimbangkan waktu istirahat dan penyesuaian jam kerja, serta saran kebijakan memberikan pelatihan tentang pentingnya sikap kerja yang baik dan benar (ergonomis). Kata kunci : Kelelahan kerja, pegawai ABSTRACTFatigue at work is a condition accompanied by decreased endurance and efficiency of the physical, eye, and nervous system. Fatigue at work is one of the causes of occupational diseases or work accidents. The purpose of this study is to describe the work fatigue of employees of PT. PLN (Persero) Lahendong PLTP Service Unit. This research is a quantitative analytic survey research using a cross sectional design. This research was conducted in June-July, the place of research at PT. PLN (Persero) PLTP Lahendong Service Unit. The sample in this study was a total population of 32 respondents. Fatigue is a person who has decreased endurance and decreased work power in doing a job. The measuring instrument for work fatigue used is the IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) questionnaire. The aspects measured are the weakening of activities, attenuation of motivation, and physical fatigue. Assessment of subjective fatigue with 4 Likert scale with a score of 0 if you never feel, a score of 1 sometimes feels, a score of 2 is often felt, a score of 3 is often felt. The next step is to calculate the total score in each column of the 30 questions posed and add them to the individual total score. The lowest individual score was 0 and the highest individual score was 90. The results of the analysis in this study included univariate and bivariate variables using the spearmen test. Workload is a number of activities that must be completed by an organization or company within a specified time, the factors of workload include qualitative and quantitative workloads. The results of the characteristics of the respondents showed that most of them were in the age category <40 years (93.8%), were male (90.6%), with a p value of 0.010 <0.05 so that there was a relationship between workload and work fatigue on employees at PT. PLN (Persero) Lahendong PLTP Service Unit. From the research results, it can be concluded that the employees of PT. PLN (Persero) PLTP Lahendong Service Unit has the most light workload, employees of PT. PLN (Persero) PLTP Lahendong Service Unit has the highest work fatigue, and workload is related to work fatigue on employees of PT. PLN (Persero) PLTP Lahendong Service Unit where the lower the workload, the lower the work fatigue. For suggestions from this research, theoretical suggestions for future researchers are expected to be able to carry out similar research but can add other variables such as work productivity, work stress, work climate, etc., practical suggestions for companies and workers to consider more rest periods and adjustments. working hours, as well as policy advice provide training on the importance of a good and correct work attitude (ergonomics). Keywords : Fatigue at work, employees
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN LAMA KERJA DENGAN BEBAN KERJA FISIK PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA PEMBUATAN KERAMIK DI DESA PULUTAN KABUPATEN MINAHASA Pola, Priska Karla; Kawatu, Paul A.T.; Sumampouw, Oksfriani Jufri
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja fisik merupakan kemampuan tubuh seseorang dalam menerima pekerjaannya yang diberikan. Gizi kerja adalah nutrisi yang diperlukan oleh tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan yang ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan serta mengupayakan daya kerja tenaga kerja yang optimal. Lama kerja merupakan lama seseorang atau berapa jam seseorang bekerja dalam sehari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan lama kerja dengan beban kerja fisik pada industri rumah tangga pembuatan keramik di desa pulutan kabupaten minahasa. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Populasi yang digunakan yaitu seluruh pekerja pembuatan keramik industri pembuatan keramik yang ada di Desa Pulutan, dengan jumlah keseluruhan 83 orang. Jumlah sampel yang didapatkan yaitu 70 orang. Data penelitian diuji dengan menggunakan uji kolerasi Spearmen Rank. Hasil uji Spearmen Rank terdapat hubungan antara status gizi dengan beban kerja fisik mendapatkan nilai p=0,000 (<0,05) dan terdapat hubungan antara lama kerja dengan beban kerja fisik mendapatkan nilai p=0,003 (<0,05). Simpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan bermakna antara status gizi dan lama kerja dengan beban kerja fisik pada industri rumah tangga pembuatan keramik di desa pulutan kabupaten minahasa. Kata kunci: Status gizi, Lama kerja, Beban kerja fisik ABSTRACTPhysical workload is the ability of a person's body to accept his or her given work. Working nutrition is a nutrient required by the workforce to meet the needs in accordance with the type of work intended to maintain and improve the degree of health and strive for optimal labor. The length of work is a person's length or how many hours a person works in a day. This study aims to find out the relationship between nutritional status and length of work and physical workload in the household industry of ceramic making in pulutan village minahasa district. This type of research is observational analytics with latitude cut design. The population used is all workers making ceramics industrial ceramics in Pulutan Village, with a total of 83 people. The number of samples obtained is 70 people. The research data was tested using Spearmen Rank collegiate test. Spearmen Rank test results have a relationship between nutritional status and physical workload get a value of p = 0.000 (<0.05) and there is a relationship between the length of work and the physical workload gets a value of p = 0.003 (<0.05). The conclusion of this research is that there is a meaningful relationship between nutritional status and length of work with physical workload in the household industry of ceramic making in pulutan village minahasa district. Keywords: Nutritional status, Length of work, Physical workload
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN PESISIR DI DESA WATULINEY KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA TAHUN 2021 Tolondang, Andre Stif; Joseph, Woodford B.S.; Sumampouw, Oksifriani J.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan adalah usaha mengendalikan semua faktor fisik lingkungan manusia yang mungkin menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik kesehatan dan daya tahan hidup manusia. Perumahan sehat merupakan tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga sekitarnya. Penyediaan air bersih merupakan air yang layak dikonsumsi oleh manusia setelah dilakukan pengolahan dan memiliki kualitas. Metode yang digunakan yaitu deskriptif  observasional. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa kondisi jamban responden memenuhi syarat 60%, tidak memenuhi syarat 28%, penyediaan air bersih responden memenuhi syarat 85%, tidak memenuhi syarat 15%, dan sanitasi rumah sehat responden memenuhi syarat 52.5%  tidak memenuhi syarat 47.5%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu kondisi jamban sehat, penyediaan air bersih, dan sanitasi rumah sehat berada dalam kategori memenuhi syarat. Saran dalam penelitian adalah diharapkan untuk edukasi pentingnya menjaga kondisi sanitasi rumah sehat dan lingkungan. Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Perumahan Sehat, Penyediaan Air Bersih. \ABSRACTEnvironmental sanitation is an effort to control all physical factors of the human environment which may cause adverse effects on the physical development of health and human survival. Healthy housing is a gathering place for all family members and spends most of their time, so that the health conditions of the housing can act as a medium for disease transmission among family members or neighbors. The provision of clean water is water that is fit for human consumption after processing and has quality. The method used is descriptive observational. The sample used was 40 respondents. The results of the research indicated that the condition of the respondent's latrine fulfills the 60% requirement, 28% does not meet the requirements, the respondent's clean water supply meets the 85% requirement, does not meet the 15% requirement, and the respondent's healthy home sanitation meets the 52.5% requirement does not meet the requirements 47.5% . The conclusion of this research is that the condition of healthy latrines, clean water supply, and healthy home sanitation are in the eligible category. Suggestions in the research are expected to educate the importance of maintaining a healthy home and environmental sanitation conditions.                                                     Keywords : Environmental Sanitation, Healthy Housing, Clean Water Provision
GAMBARAN PRILAKU PENCEGAHAN PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 PADA MASYARAKAT PESISIR DESA ATEP OKI KECAMATAN LEMBEAN TIMUR Lowing, Van Grayen; Sumampouw, Oksfriani J.; Pinontoan, Odi
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Virus corona merpakan salah satu klompok virus yang dapat memyebabkan penyakit pada hewan dan mamusia. Pada manusia virus korona dapat menyebabkan penyakit infeksi pernafasan mulai dari flu ringan, batuk, pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus ini ditemukan dikota Wuhan, provinsi Hubei dicina pada tahun 2019. Sehingga virus corona jenis baru ini diketahui menyebabkan penyakit Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, survey deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Atep Oki Kecamatan Lembean Timur dan waktu pelaksanaanya bulan Agustus 2020 sampai Januari 2021 dengan responden berjumlah 80 yang terdiri dari masyarakat berdomisili di Desa Atep Oki. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa 61,3% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 57,5% responden memiliki sikap yang baik dan 65,0% responden memiliki Tindakan yang baik. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian adalah masyarakat Desa Atep Oki memiliki pengetahuan, sikap, dan Tindakan yang baik dalam melakukan pencegahan virus corona. Kata kunci: Gambaran perilaku pencegahan penyebaran covid-19 ABSTRAKBackground: Corona virus is the one of a group of viruses that can cause disease in animal and humans.  In human corona virus can cause disease infection respiratory ranging from flu mild, cough, runny nose until the more serious such as the Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). The virus is found in the city of Wuhan, the Province of Hubei, China in the year 2019. So the virus corona kind of new is found to cause disease Corona Virus Disease 2019 (Covid19). Method:  The Reserchis using resecrh quantitative, survey descriptive. The research was conducted in Atep Oki Village, East Lembean District and time implementation in August 2020 until January 2021 with the respondent amounted to 80 sample consist of people who live in the village of Atep Oki. Results : The results of the study showed that 61,3% of respondents have a level of knowledge that is good, 57,5% of respondents have an attitude that is good and 65,0% of respondents have action good. Conclusion : The Conclusion of the study is the community village of Atep Oki has the knowledge, Attitudes, and actions are good in doing measures of prevention virus corona.  Keywords : Overview of behavioral preventive deployment covid-19
Co-Authors Aaltje Ellen Manampiring Adam, Jeanne d’arc Zafera Anisa T Lubis Anneke Tahulending Anneke Tahulending Arlin Debora Tongkotou Awuy, Stiffany Clara B H. R. Kairupan Bawole, Belliani B. Blessy Ezra Dompas Boky, Harvani B. Bryan Rawung Budi Tamardy Ratag Butarbutar, Risca Natalia Cahya Kamila Sugiarta Cicilia Pali Cindy Meisy Kairupan Dajoh, Ireine Norma Damopoli, Apricillia Veronika Paulin Diane M. Tengker Dina Rombot Doda, Diana V.D. Duhupo, Dewinta Dwi Istanti Elshaday Mangembulude Ester, Sangian Farikah, Tetris Febi Kornela Kolibu Ferika Sumerah Fince L. Sambeka Fione, Vega Roosa Gebby Gabriele Tania Walujo Gidion Kolondam Grace Debbie Kandou Harvani Boky, Harvani Henry Palandeng Hitipeuw, Michelle Regina Christanty I Ketut Harapan Jacobs, Rivald Semuel Jeana Lydia Maramis Jeana Maramis Jeanne d’Arc Zafera Adam Jeanne d’arc Zafera Adam Jeineke Ellen Ratuela Jeineke Ellen Ratuela Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jos Narande Josefien Rolita Tiwow Josep, Woodford h B. S. Joseph, Woodford Baren Soleiman Juergen Geovane Rambing Jusuf Ondang Kaparang, Leticia Wulandari Karamoy, Youla Kasenda, Jeniffer Febriyanti Kaunang, Wulan P.J Kawatu, Paul A.T Kesek, Mutiara Koch, Novarita Mariana Kolibu, Febi K. Kuhon, Frelly Valentino Lariwu, Jemima Kisy Olga Laura Wulandary Kaeng Lidya Streisand Leiwakabessy Linoe, Ribka Gloria Logor, Fione Vesty Lombogia, Orianly Lowing, Van Grayen Lumantow, Marfil Lumi, Christi Natalia Maddusa, Sri Seprianto Mamusung, Nicia Indira Manayang, Yubilarisa Mandas, Grifith Vanesa Manoppo, Jeannette I. Ch. Maramis, Franckie R.R. Maramis, Jeana Lydia Maria Sophia Muaja Mondoringin, Dyna C. Musa, Ester Candrawati Musfanto, Cheren P. Mutiara Kesek Nelwan, Ester Jeini Ni Wayan Dimkatni Nova Hellen Kapantow Novarita M. Koch Novie Homenta Rampengan Oddi R Pinontoan Odi Roni Pinontoan Odi Roni Pinontoan Odi Roni Pinontoan Pangau, Rianne Rollin Pangerapan, Sinthia Brigyta Pasolang, Gloriya Bida Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Pinontoan, Odi Pinontoan, Odi Roni Pinontoan, Odie Roni Pola, Priska Karla Ponga, Fine Claudia Pontororing, Maria E.I Powa, Veidi Punusingon, Axel Brayen Rabia Ani Ohoirat Rahayu H. Akili, Rahayu H. Rany, Pongkorung Desi Ratuela, Jeineke Ellen Rengkung, Tammy Sinthya Ribka Elisabeth Wowor Ribka Gloria Linoe Ricky C. Sondakh Ronald Alexander Wenas Ronald Imanuel Ottay Ronald Immanuel Ottay Roya, Jisia Natasia Runtuwene, Kurviasni S. Sapulete, Ivonny Melinda Sapulete, Margareth Rosalinda Sapulete, Margaretha Rosalinda Sasiang, Evani Sekeon, Sekplin A.S Sekeon, Sekplin Steven Sindy Naomi Kasenda Sopacua, Victoria Greimar Sri Seprianto Maddusa Sri Seprianto Maddusa Sumual, Agatha E.G Syahlan, Vioni L. G. Syalom Mikha Tiwa Tahulending, Anneke A. Tangkilisan, Sharon Laurenzi Mariabie Ticoalu, Eliza Rolanda Ticoalu, Jansje Vera Ticoalu, Rosalin Tolondang, Andre Stif Trivena Mantow Tuda, Josef Sem Berth Vania Sartika Putri Lahinda Walewangko, Aprilia Anastasya A. Warouw, Finny Wenny Tilaar Wewengkang, Militia Christy Woodford B. S. Joseph Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wowor, Ribka Elisabeth Wulan Pingkan Julia Kaunang Yenni Wahani Yuliana, Ni made Yunus, Yasero Lazarus