Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Minat Belajar Siswa Melalui Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik Efi Yulia; Maskun Maskun; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 5 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.354 KB)

Abstract

The purpose of this study was to find out "Whether the interests of learning history taught using student worksheets can be increased for the students of XII IPS in Yadika Natar High School". The method used is experimental research with design of the One Group Pretest-Posttest and the population was all students of XII IPS in Yadika Natar High School, which are 31 students. The type of sample is a saturated sample and simple linear regression analysis technique. Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that the learning interest taught using student worksheets increases for XII IPS students in Yadika Natar High School in 2018.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “Minat belajar sejarah yang diajarkan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik dapat meningkat pada siswa kelas XII IPS di SMA Yadika Natar”. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen menggunakan desain One Group Pretest-Posttes dengan populasi seluruh siswa Kelas XII IPS di SMA Yadika Natar sejumlah 31 Siswa. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh dan teknik analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa minat belajar yang diajarkan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) meningkat pada siswa Kelas XII IPS di SMA Yadika Natar Tahun 2018.Kata kunci: lembar kerja, minat, penggunaan
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIVMENT DIVISIONS)TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA Ni Komang Windari Purnani; Ali Imron; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 4, No 3 (2016): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.093 KB)

Abstract

This study aimed to determine whether there was any influence and how great significance level of influence of (STAD) Student teams Achivment Division model to increase interpersonal intelligence of X students at SMA Pancasila Seputih Mataram in the academic year 2015/2016. This study used experiment with the type of one group pretest posttest design. Based on the analysis of quantitative data using paired test, it could be concluded that there was a significant influence and the a mount of influence given of STAD (Student Teams Achivment) model is 0,457 which if it is put into an interpretation of the correlations, it was included into the category of quite significant.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dan seberapa besar taraf signifikansi pengaruh penggunaan model STAD (Student Teams Achivment Division) pada mata pelajaran sejarah terhadap Kecerdasan Interpersonal siswa kelas X SMA Pancasila Seputih Mataram Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen dengan tipe One Group Pretest Posttest Design. Berdasarkan analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan uji t paired dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan Besarnya pengaruh yang diberikan model STAD (Student Teams Achivment Division) sebesar 0,457 yang jika di masukkan kedalam interpretasi korelasi termasuk kategori cukup signifikan.Kata kunci: kecerdasan interpersonal, model pembelajaran, stad
PENGARUH MODEL THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA Resi Irmayati; Ali Imron; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 5 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.908 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine whether there is a significant effect fand how much the significant effect the effect of Think Talk Write (TTW) model on the cognitive achievement of students in social studies class VIII SMP AL-Azhar 3 Bandar Lampung in academic year 2014/2015. This research used experimental method with pretest-posttest control group design. Based on the analysis of quantitative data, it can be concluded that there is significant influence and magnitude of the effect of the application of the model significance level of Think Talk Write (TTW) is at 0.51, which means enough.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dan besarnya taraf signifikan pengaruh model Think Talk Write (TTW) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada Mata Pelajaran IPS kelas VIII di SMP AL-AZHAR 3 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Berdasarkan analisis data secara kuantitatif dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dan besarnya taraf signifikansi pengaruh penerapan model Think Talk Write (TTW) adalah sebesar 0,51 yang berarti cukup.Kata kunci: hasil belajar kognitif, model pembelajaran, think talk write (ttw)
Remaja Putus Sekolah dalam Perspektif Gender di Desa Baktirasa Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan Rizaludin Rizaludin; Muhammad Basri; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 5 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.287 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine factors causing teenagers dropped out school from the gender perspective in Baktirasa Village, Sragi District, South Lampung Regency. The method of the study was done using Descriptive Qualitative Method. The results of the study on teenagers dropping out school was caused by several factors including economic factor, social factor and cultural factors. There was a cultural perspective in the community of Baktirasa Village that girls do not need to go for higher education - it is enough for them to be able to read and write because they will eventually become housewives whose activities are mainly in the kitchen, wells and mattresses.  From the gender perspective according to Liberalism Feminism gender theory, such condition is a deviant matter in gender because it demeans the position of women for being school dropouts since the position of men and women should be uqual in any matter.Tujuan Penelitian mengetahui faktor- faktor penyebab remaja putus sekolah dalam persfektip gender di Desa Baktirasa Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan. Metode Penelitian menggunakan Metode Deskriptif Kualitatif  Hasil Penelitian Remaja Putus sekolah disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor Ekonomi, faktor Sosial dan faktor Budaya, masyarakat di Desa Baktirasa masih mempunyai sudut pandang dan budaya yang mana anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi- tinggi cukup bisa membaca dan menulis saja dikarenakan mereka nantinya akan menjadi ibu rumah tangga yang kegiatannya hanya di dapur, sumur dan di kasur. Hal tersebut dalam sudut pandang gender menurut Teorigender Liberalisme Feminisme merupakan suatu hal yang menyimpang dalam gender karena merendahkan kedudukan perempuan yang putus sekolah yang mana selayaknya kedudukan laki- laki dan perempuan harus sama dalam hal apa pun menurut teori gender tersebut.Kata kunci: gender, putus sekolah, remaja
Propaganda Jepang dalam Melancarkan Kebijakan Pendudukan di Indonesia Tahun 1942-1945 Titin Apriani Putri; Syaiful M; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 6, No 1 (2018): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.014 KB)

Abstract

The purposeofthis researchisto find outtheJapaneseform ofpropaganda run by outside agencies of theSendenbudepartmentto launch the Japanese Occupation Policy in Indonesia 1942-1945.This researchmethod uses the historical method with the stages ofHeuristic, Criticism, Interpretation, and Historiography.The data analysis technique uses the analysis ofhistoricaldata. The results obtained are propaganda performed by outside agencies of department Sendenbu to launch policy of Occupation in Indonesia year 1942-1945 through radio channel, news agency, newspaper and film.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk propaganda Jepang yang dijalankan oleh badan-badan luar departemen Sendenbu untuk melancarkan Kebijakan Pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1942-1945.Metode penelitian ini menggunakan metode historis dengan tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Teknik analisis data menggunakan analisis data historis. Hasil penelitian yang diperoleh adalah propaganda yang dilakukan oleh badan-badan luar departemen Sendenbu untuk melancarkan kebijakan Pendudukan di Indonesia tahun 1942-1945 melalui saluran radio, kantor berita, surat kabar dan film.Kata kunci: kebijakan, pendudukan Jepang, propaganda
Kayu Ara Pada Acara Begawi Adat Lampung Pepadun Buay Nyerupa Lampung Tengah Farisa Syarifah; Iskandar Syah; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 5, No 5 (2017): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.387 KB)

Abstract

This research aims to elaborate the symbolic meaning of Kayu Ara in Begawi for Lampung Pepadun society of Marga Buay Nyerupa Central Lampung. The method used in this research was Hermeneutic by qualitative approach. The data collecting techniques used in this research were observation, interview, informant, documentation and literature. The results obtained by the researcher that the purpose of Kayu Ara was to preserve the Lampung cultural heritage so that it would not be vanished from the instruments of Cakak Pepadun ritual. The symbolic meaning of Kayu Ara symbolized the door of life.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna simbolis Kayu Ara pada acara begawi masyarakat adat Lampung Pepadun Marga Buay Nyerupa Kabupaten Lampung Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Hermeneutika dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, informan, dokumentasi, dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Hasil yang didapat oleh peneliti yaitu tujuan dilaksanakan Kayu Ara untuk melestarikan budaya Lampung supaya tidak hilang dari peralatan adat dalam upacara adat cakak pepadun. Makna Simbolis Kayu Ara melambangkan pintu kehidupan. Kata Kunci : begawi, kayu ara, pepadun
Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Penerima Program Keluarga Harapan di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Tomi Rizki Putra; Muhammad Basri; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 4 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.194 KB)

Abstract

The aims of this study was to determine the socio-economic conditions of the poor recipients of the Family Hope Program in Hatta Village, Bakauheni Subdistrict, South Lampung Regency, the research method used descriptive methods, the results of the study were the low level of community education, the occupation was generally farmers and laborers with income levels ranging from Rp. 400,000.- Rp.600,000.- per month, While the fulfillment of basic needs is very simple, just eat twice a day, for treatment enough to go to the health center using BPJS. Movable or immovable property is very simple, physical condition of a house with tile roofs, rough cement floors, red brick walls, with lighting using wall lamps with kerosene.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat miskin penerima Program Keluarga Harapan di Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan, metode penelitian menggunakan metode deskriftif, hasil penelitian yakni rendahnya pendidikan masyarakat, pekerjaan umumnya adalah petani dan buruh dengan tingkat pendapatan berkisar antara Rp.400.000.- Rp.600.000.- perbulan, Sedangkan pemenuhan kebutuhan pokok sangat sederhana,cukup makan dua kali sehari, untuk pengobatan cukup ke puskesmas menggunakan BPJS. Harta bergerak atau tidak bergerak sangat sederhana, kondis fisik rumah ber atap genteng, lantai semen kasar, dinding dari bata merah, dengan penerangan pakai lampu tembok dengan minyak tanah.Kata kunci: kondisi social ekonomi, kemiskinan, program keluarga harapan
TRADISI SEBAMBANGAN (LARIAN) PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN Siti Sopiah Arafah; Iskandar Syah; Suparman Arif; Maskun Maskun
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 2, No 1 (2014): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.813 KB)

Abstract

Sebambangan (Larian) is a way of escape marriage with the girl who would marry with the consent of the girl to avoid customs procedures are considered too protracted.The aims of the research to know how Sebambangan(Larian) implementation process on indigenous peoples Pepadun in Lampung Regency Village Srimenanti Waykanan.The method in this research is deskriptif method.Data analysis technique used is qualitative data.The results of this research is implamantation proces Sebambangan is Preparation Sebambangan first man and girl have a relationship(dating),Meranai give something to Muli (Bekadu) and expressed his intention to Muli(Meset) to married.If want Sebambangan before Sebambangan Muli Meranai should determine the timing of the previous Sebambangan and make Tengepik(money and mandate) made by Meranai which will be submitted to the Muli and placed in room.Process Sebambangan.Sebambangan Settlement the settlement parties Muli Meranai coming home party for Pemandai or ngatak salah(rope relaxants). Sebambangan(Larian) merupakan perkawinan dengan cara melarikan gadis yang akan dinikahi dengan persetujuan gadis tersebut untuk menghindarkan diri dari tata cara adat yang dianggap terlalu berlarut-larut.Penelitian ini bertujuan mengetahui Bagaimanakah Proses pelaksanaan Sebambangan(Larian) pada masyarakat adat Lampung Pepadun di Kampung Srimenanti Kabupaten Waykanan.Metode yang digunakan metode deskriptif.Teknik analisis data yang digunakan analisis data kualitatif.Hasil penelitian ini proses pelakasanaan Sebambangan terdiri Persiapan Sebambangan  terlebih dahulu bujang gadis memiliki hubungan(pacaran),Meranai memberikan sesuatu kepada Muli Bekadu) dan menyampaikan niatnya pada Muli(Meset) untuk meminang nya.Jika ingin sebambangan sebelum Sebambangan Muli Meranai tersebut harus menentukan waktu dilakukannya Sebambangan dan harus membuat Tengepik(uang dan surat) yang dibuat oleh Meranai yang akan diserahkan kepada Muli dan diletakan dikamar Muli.Proses Sebambangan. Penyelesaian Sebambangan,dalam penyelesaian ini pihak Meranai datang kerumah pihak Muli untuk Pemandai atau ngatak salah(tali pengendur). Kata kunci : meranai, muli, tradisi sebambangan
TRADISI PEMACAKHAN PADA ACARA PERKAWINAN ADAT SAIBATIN DI PEKON SANGGI Neti Gempayani; Iskandar Syah; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 3, No 6 (2015): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.803 KB)

Abstract

The aim of this study was to know the process of pemacakhan program marriage custom of Saibatin in Pekon Sanggi. Method that used was descriptive method. The data collecting technique that used was a deep interviews technique, observation, and documentation, meanwhile the data analysis technique used qualitative data analysis technique. The result of the research in process of pemacakhan program marriage custom of Saibatin in Pekon Sanggi consist of three steps, they are: (1) arrangement phase, which arranging the equipment of pemacakhan (2) the implementation phase, namely the used of pacakh by family members (3) closing phase, praying for the bride and groom.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemacakhan pada acara perkawinan adat Saibatin di Pekon Sanggi.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara mendalam, teknik observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian proses pemacakhan pada acara perkawinan adat Saibatin di Pekon Sanggi ialah terdiri dari tiga tahap yaitu: (1) tahap persiapan, yaitu mempersiapkan perlengkapan pemacakhan (2) tahap pelaksanaaan, yaitu pemakaian pacakh oleh anggota keluarga, (3) tahap penutup, pembacaan doa untuk kedua mempelai.Kata kunci: perkawinan adat saibatin, proses, tradisi pemacakhan
Tabuh Rah pada Ritual Yajna Masyarakat Bali di Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Wayan Winda Angel; Risma Margaretha Sinaga; Suparman Arif
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 2 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.366 KB)

Abstract

This study aims to describe the tradition of Tabuh Rah in the Yajna ritual of Balinese community in Balinuraga Village, Sub-District of Way Panji, South Lampung Regency. This study applied descriptive method with qualitative approach. The data collection techniques were carried out through interview, observation, literature and documentation. The data analysis technique was done using qualitative data analysis. The results showed that the tradition of Tabuh Rah in the Yajna ritual of Balinese community of Balinuraga Village is still being preserved, yet the implementation has shifted from the literature, because during Tabuh Rah ritual, there is no du'a making (spell) on the cocks, and not even followed by upakara tradition like candlenut fighting, coconut fighting and egg fighting after the Sata war. Thus, in its development, Tabuh Rah is undergoing desacralization with the emergence of tajen (propan) which made Tabuh Rah its shield through legalizing gambling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi tabuh rah pada ritual yajna Masyarakat Bali di Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tabuh rah pada ritual yajna Masyarakat Bali di Desa Balinuraga masih dilaksanakan namun dalam pelaksanaanya tidak sesuai dengan sastra, karena saat ritual tabuh rah ayam tidak diberi doa (mantra) dan tidak diikuti dengan upakara seperti adu kemiri, kelapa dan telor setelah perang sata selesai. Tabuh Rah pada perkembanganya mengalami desakralisasi dengan munculnya tajen (propan) yang menjadikan Tabuh Rah sebagai tamengnya dengan melegalisasi perjudian.Kata kunci: masyarakat bali, ritual yajna, tabuh rah
Co-Authors . Iskandarsyah Adelia, Dea Nuci Adi Wiranata Afip Firmansyah Agustina, Velina Ahmad Arif Alfonsa Anggun K.W Ali Imron Ali Imron Ali Imron Ambika Luhitadati Amerza Fransiska Ana, Yuliana Andre Mustofa Meihan Angel, Wayan Winda Anggun Puspawati Anggun Puspawati, Anggun Anis Fitriana Anni Azizah Antariksa, M. Dian Antonius Joko Wardoyo Arif Rahman Muhayat Ariyani, Suci Eka Arwati, Yuli Asep Junairi Azizah Apriyani Azizah, Anni Bella Pratiwi Utami Berta Safitri Budi Budi Carlos Hendrawan Cheri Saputra Chyng, Nur Fajar Dadang Ansory Dadang Ansory, Dadang Deka Satriya Imanda Deka Satriya Imanda, Deka Satriya Dela Hapmita Desi Puspitasari Desi Puspitasari Dewi, Tri Tunggal Dhiba, Sarah Dian Nur Pertiwi Dimas Aditia Dora Arcella Dora Arcella, Dora Dwi Oktavia Edi Hartono Edi Hartono Efi Yulia Elsandi, Feri Emilda Rani Erlangga Andalas Sakti Erlangga Andalas Sakti, Erlangga Andalas Erni Dian Pertiwi Fai?zatun, Itsna Farisa Syarifah Fauziyah, Latifah Asmul Feri Elsandi Fernando, Josua Fitriana, Anis Fitriani, Ulan Giananjar Saputro Giananjar Saputro, Giananjar Hasvindo, Welly Hendrawan, Carlos Henry Susanto Henry Susanto Herdius mafilindo Hidayat, Wahyu Nur Holong Simanjuntak Ika Yulitha Indah Nina Yusti Irwansyah, Royadi Iskandar Syah Iskandar Syah Itsna Fai’zatun Joko Saganta Joni Pranata Josua Fernando Junairi, Asep Karsini Karsini Kasmudin Mustapa Kemalawati Kemalawati Kemalawati, Kemalawati Ketut Leni Yanti Kurniawati, Feni Land Roma Nafiah Lestari, Erika Sukma Lilis Suryana Lilis Suryana, Lilis Luhitadati, Ambika Lusia Dwi Indriati Lusia Dwi Indriati, Lusia Dwi M. Dian Antariksa Maftuchin Maftuchin Maftuchin Maftuchin, Maftuchin Mahdi, Sufi Sopan Mantira, Zhera Junius Marzius Insani, Marzius Masitoh, Siti Nur Maskun Maskun Maskun Maskun Maskun Maskun Mawardani, Syanila Indah Megi Trihandini Mudinillah, Adam Muhammad Agung Sujadi Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad, Ulul Azmi Muhayat, Arif Rahman MYRISTICA IMANITA Nafiah, Land Roma Nasikha, Siti Rohmatun Nasution, Annio Indah Lestari Neti Gempayani Neti Gempayani, Neti Ni Komang Windari Purnani Ni Komang Windari Purnani, Ni Komang Windari Nugroho, Rachmat Agung Nur Fajar Chyng Nur Hidayat, Wahyu Nur Indah Lestari Nur Indah Lestari Pertiwi, Erni Dian Pranata, Joni Pratama, Rinaldo Adi Puji Puspita Sari Putra, Tomi Rizki Putra, Yogi Putri, Destania Melina Putri, Titin Apriani Rachmat Agung Nugroho Rahmawati, Rahmawati Ratna Ratna Redi Almuzaki Resi Irmayati Resi Irmayati, Resi Resti Ratnawati Restra Hutama Rianiza, Sabda Muhammad Risma Margaretha Sinaga Riswandi Riswandi Rizaludin Rizaludin Rizaludin, Rizaludin Royadi Irwansyah Rudi Salam Saputra, Sidiq Sarah Dhiba Sari, Puji Puspita Satria Putra SEPTIANA SEPTIANA Septiana Septiana Sidiq Saputra Simanjuntak, Holong Sisca Devita Aprilia Siti Nur Masitoh Siti Rohmatun Nasikha Siti Sopiah Arafah Sri Umiyati Sri Umiyati, Sri Sujadi, Muhammad Agung Sumargono Susi Susanti Susi Susanti Susilo Susilo Syaiful M Syaiful M. Syarifah, Farisa Tabligh Setiawan Tabligh Setiawan, Tabligh Tiawati, Yulis Tirawati, Yunika Titin Apriani Putri Tomi Rizki Putra Tontowi Amsia Tontowi Tontowi Tontowi Tontowi Tri Tunggal Dewi Triaristina, Aprilia Ulan Fitriani Ulul Azmi Muhammad Umar Sabiring Utami, Bella Pratiwi Valensy Rachmedia Valensy Rachmedita Valensy Rachmedita Velina Agustina Virio Ilham Virio Ilham, Virio Vivi Hardiana Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wardoyo, Antonius Joko Wayan Winda Angel Welly Hasvindo Wiranata, Adi Yeni Agustin Yogi Putra Yohanes Susilo Yuli Arwati Yulia, Efi Yuliana Ana Yulitha, Ika Yuni Istiani Yunika Tirawati Yusti, Indah Nina Yustina Sri Ekwandari Yusuf Perdana Zhera Junius Mantira