ABSTRAKKeterbatasan pemahaman peserta didik terhadap kearifan lokal dan nilai sosial budaya di lingkungan sekitar menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran IPS yang kontekstual. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta didik mengenai kearifan lokal serta nilai sosial dan budaya yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPS. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, dengan mitra peserta didik SMP Negeri 2 Gunung Sugih sebanyak 35 orang. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, sosialisasi, tanya jawab, diskusi kelompok, identifikasi kearifan lokal, dan presentasi hasil. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi terhadap keaktifan, kemampuan mengidentifikasi kearifan lokal, menghubungkannya dengan materi IPS, dan menyampaikan hasil diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 68,43 pada pre-test menjadi 87,14 pada post-test, atau meningkat 18,71 poin (27,35%). Peserta didik juga mampu mengidentifikasi nilai gotong royong, kerja sama, toleransi, tanggung jawab, kepedulian, kebersamaan, dan penghargaan terhadap budaya. Kegiatan ini mendukung pembelajaran IPS yang lebih kontekstual, partisipatif, dan bermakna. Kata kunci: kearifan lokal; pembelajaran IPS; peserta didik; nilai sosial budaya; pembelajaran kontekstual. ABSTRACTLimited understanding of local wisdom and socio-cultural values in the surrounding environment is one of the challenges in developing contextual social studies (IPS) learning. This community service program aimed to strengthen students’ understanding of local wisdom and socio-cultural values that can be integrated into social studies learning. The program was conducted at SMP Negeri 2 Gunung Sugih, Central Lampung Regency, involving 35 students as the community service partners. The implementation methods included material delivery, socialization, question-and-answer sessions, group discussions, identification of local wisdom, and presentation of the results. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, as well as observations of students’ participation, ability to identify local wisdom, relate it to social studies learning materials, and present the results of their discussions. The results showed an increase in the students’ average scores from 68.43 on the pre-test to 87.14 on the post-test, representing an increase of 18.71 points (27.35%). Students were also able to identify values of mutual cooperation, teamwork, tolerance, responsibility, concern, togetherness, and appreciation of culture. The program contributed to more contextual, participatory, and meaningful social studies learning. Keywords: local wisdom; social studies learning; students; socio-cultural values; contextual learning.