Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Pendapatan Usahatani Karet Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Bamban Kecamatan Banua Lima Kabupaten Barito Timur Perikultos Leluani; Luthfi Fatah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10327

Abstract

Karet adalah salah satu komoditas ekspor utama Indonesia yang menghasilkan pendapatan yang signifikan, terutama dari perkebunan milik rakyat. Desa Bamban, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, mempunyai luas lahan serta jumlah petani terbesar yang mengusahakan tanaman karet di wilayahnya. Desa Bamban dipilih sebagai lokasi penelitian dalam bidang perkebunan karet rakyat. Tujuan penelitian adalah menganalisis pendapatan usahatani karet, kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga petani karet, serta mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi petani beserta solusinya. Metode survei digunakan untuk menarik contoh dari populasi petani, dengan 179 petani menjadi populasi tersebut dan diambil sampel sebanyak 17% dari jumlah tersebut. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan metode acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan dari usahatani karet mencapai Rp 34.917.572 per usahatani atau Rp 15.853.170 per hektar lahan. Usahatani karet berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Bamban, Kecamatan Benua Lima, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebesar 52%. Beberapa permasalahan yang dihadapi petani meliputi ketidakstabilan harga getah, fluktuasi curah hujan, penurunan produksi dari pohon karet, kurangnya peran aktif pemerintah dan penyuluh pertanian, serta rasa enggan petani untuk meremajakan pohon karet. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan langkah-langkah solutif yang tepat guna meningkatkan keberlanjutan dan produktivitas usahatani karet di Desa Bamban.
Analisis Efektivitas Subsidi Pupuk Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Ayubbi Syalehuddin; Yusuf Azis; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7794

Abstract

Ketersediaan pupuk subsidi meningkat per tahunnya. Hal ini kemungkinan akan semakin tidak efisien penggunaan pupuk dari petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan subsidi pupuk dan faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan pupuk Urea di Kabupaten Banjar. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda tipe model double log. Berdasarkan hasil penelitian, keempat indikator kebijakan subsidi pupuk belum dapat dikategorikan efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pupuk Urea di Kabupaten Banjar adalah harga pupuk Urea, harga pupuk NPK, harga pupuk SP-36, harga gabah dan luas tanam padi.
Analisis Efisiensi Pemasaran Jeruk Siam di Desa Mahang Sungai Hanyar Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Rahmah Hidayah; Muhammad Husaini; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.808

Abstract

Jeruk siam merupakan jenis jeruk yang cukup banyak mendapat perhatian dibandingkan dengan jenis jeruk yang lain. Desa Mahang Sungai Hanyar merupakan salah satu desa dengan produksi jeruk siam tertinggi diantara desa yang lain di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Salah satu aspek yang berperan penting dalam usahatani jeruk siam yaitu pemasaran. Dalam pemasaran jeruk siam yang perlu diperhatikan yaitu efisiensi, selain hal tersebut dalam pemasaran jeruk juga banyak pihak yang terlibat sehingga membentuk saluran pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, lembaga pemasaran yang terlibat, fungsi pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan dan efisiensi pemasaran. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara dengan 30 responden dan kepada lembaga pemasaran yang terlibat menggunakan snowball sampling sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran terdiri dari 6 saluran yang terbentuk (petani pedagang keliling– konsumen, petani pasar desa-konsumen, petani – pedagang pengecer – konsumen pasar desa, petani – pedagang pengecer – konsumen pasar barabai, petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, dan petani – pedagang pengumpul, pedagang pengecer– konsumen). Saluran yang paling banyak dipilih oleh petani adalah saluran II dengan presentase 42,86%. Lembaga pemasaran yang terlibat yaitu petani, pedagang besar, pengumpul dan pengecer. Fungsi pemasaran yaitu fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian), fungsi fisik (sortasi, penyusutan, pertukaran, dan pengepakkan) dan fungsi fasilitas (retribusi dan penanggungan resiko). Saluran pemasaran yang efisien berdasarkan analisis margin, farmer’s share dan rasio keuntungan yaitu saluran IIA dengan nilai margin sebesar Rp.2.629/kg, farmer’s share sebesar 72%, dan rasio keuntungan sebesar 2,17%.Kata kunci : saluran pemasaran, margin, efisiensi pemasaran
ANALISIS PEMASARAN KACANG TANAH DESA BELANGIAN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR Novita Dewi Utami; Muhammad Husaini; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2930

Abstract

Kacang tanah yang merupakan usahatani musiman yang memiliki banyak manfaat. Melihat prospek usahatani kacang tanah dengan produktivitas yang semakin meningkat, maka dari itu usaha tani kacang tanah di Desa Belangian perlu penanganan yang tepat agar kedepan dapat semakin berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi-fungsi dan saluran pemasaran, mengetahui besarnya share harga, biaya, margin  serta keuntungan yang diterima produsen/petani dan lembaga pemasaran, dan mengetahui efisiensi pemasaran kacang tanah. Metode yang digunakan adalah metode survey. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan mayoritas masyarakatnya menanam kacang tanah. Pengambilan sampel menggunakan metode proportional random sampling diambil 30 sampel orang petani, selanjutnya pengepul sebanyak 5 orang dan pengecer sebanyak 7 orang ditentukan menggunakan metode snow ball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pemasaran terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi penyimpanan. Terdapat dua pola saluran pemasaran yaitu saluran I terdiri dari petani-pengepul, saluran II terdiri dari petani-pengepul-pengecer, share harga pada saluran I di tingkat petani sebesar 80% dan di tingkat pengepul sebesar 20%, sedangkan pada saluran II share harga di tingkat petani sebesar 75%, sedangkan pengepul dan pengecer masing-masing sebesar 12,5% dan 12,5%, Total biaya yang dikeluarkan petani sebesar Rp. 2.000.000 per musim tanam dan pengepul sebesar Rp.46,89/kg sedangkan untuk saluran II biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp. 2.000.000 per musim tanam dan pengepul sebesar Rp.81,32/kg dan pengecer sebesar Rp.35,82/kg. Margin pemasaran pada saluran I sebesar Rp.1.500/kg dan margin pada saluran II sebesar Rp.2.000/kg. Dari nilai margin tersebut terlihat bahwa saluran I lebih kecil dibanding margin pada saluran II, karena saluran I lembaga yang terlibat lebih sedikit dibanding dengan saluran II. Keuntungan yang diterima oleh pengepul saluran I lebih besar dibanding saluran II yaitu sebesar Rp.1.453,11/kg, keuntungan yang diterima pengecer pada saluran II sebesar Rp.964,18/kg. Tingkat efisiensi teknis pada saluran I adalah sebesar Rp.133,56/km sedangkan saluran II sebesar Rp.333,73/km,  untuk efisiensi ekonomis saluran I 0,63% sebesar dan saluran II sebesar 1,47%.Hal ini menunjukkan bahwa saluran I lebih efisien di banding saluran II.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Jagung Manis di Desa Suka Ramah Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Nur Hidayah; Umi Salawati; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9484

Abstract

Rendahnya produksi jagung manis disebabkan berbagai faktor, diantaranya teknologi. Untuk meningkatkan produksi jagung manis petani menggunakan pilihan faktor produksi. Kalimantan Selatan daerah yang banyak produksi jagung manis, dimana, produksi terbesar ada di Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi dan elastisitas terhadap produksi jagung manis di Desa Suka Ramah Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Metode pengumpulan data menggunakan metode sensus, karena semua populasi petani jagung manis menjadi responden dengan jumlah 49 orang. Variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu: luas lahan (X1), jumlah benih (X2), jumlah pupuk (X3), jumlah pestisida (X4), dan jumlah tenaga kerja (X5). Berdasarkan hasil analisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas didapat bahwa pengujian secara bersama-sama (uji F), semua variabel faktor produksi berpengaruh nyata, sedangkan pengujian secara parsial (uji t), hanya variabel jumlah benih dan jumlah pupuk yang berpengaruh nyata, sedangkan variabel luas lahan, jumlah pestisida dan jumlah tenaga kerja tidak berpengaruh nyata. Elastisitas produksi menunjukkan bahwa luas lahan, jumlah benih berada pada daerah I, dimana pada daerah ini bersifat inelastis/ belum efisien artinya belum mencapai produksi maksimum. Sedangkan untuk jumlah pupuk berada pada daerah II, dimana, pada daerah ini bersifat elastis/ efisien. Dan untuk jumlah pestisida dan jumlah tenaga kerja berada pada daerah III, dimana, pada daerah ini bersifat elastis/ efisien yang artinya mencapai produksi maksimum.
Analisis Penerapan Prinsip Good Agricultural Practice (Gap) Untuk Pertanian Berkelanjutan pada Usahatani Sawi (Brassica juncea L.) di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru Fauziah Fauziah; Umi Salawati; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1324

Abstract

Abstrak. Eratperdagangan globalipangan tidak lagi mengandalkann hambatanntarif, tetapi lebih menekankani pada persyaratan mutu dan keamanan pangan. Kondisilini menuntut negara-negara produsen untuk meningkatkan dayalsaing produk antara lain buah dan sayur. Menghadapi tuntutan persyaratann tersebuti dan dalamm rangka menghasilkan produki buah dan sayur yang aman konsumsi, bermutu dan diproduksilsecara ramah lingkungann maka perlu diterapkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). GAPPmencakup kegiatan pertanaman  hingga penanganan pascapanen dalam upaya menghasilkan produk buah dan sayur segar yang aman dikonsumsi, bermutuLbaik, ramah lingkungan, berkelanjutanidan berdayalsaing. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui tingkat penerapan  prinsip GAP pada usahatani sawi dan untuk mengetahui kendala  yang dihadapi petani dalam penerapan prinsip GAP. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2018 sampai bulan Maret 2019. Tempat penelitian di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang yang merupakan sentra penghasil hortikultura terbesar di Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan metode survey, Pemilihan responden petani sawi secara  proportionated  simple random sampling. Data dianalisis deskriptif, dengan menggunakan pedoman Peraturan Menteri Pertanian  Tahun 2009 tentang GAP.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan  prinsip GAP usahatani sawi tergolong tinggi, yaitu sebesar 89,02% pada aspek persiapan  lahan & teknik pengolahan, penggunaan benih dan varietasitanaman, penanaman, pupuk, perlindungan tanaman, pengairan, panen, serta penanganan panen dan pascapanen. Kendala yang dihadapi petani dalam usahatani sawi, adalah sikap petani yang ingin cepat mendapatkan hasil dalam budidaya, teknis produksi, modal, harga dan kemitraan penjualan sayur organik.Kata kunci: Good Agricultural Practice, pertanian berkelanjutan, tingkat penerapan.
ANALISIS USAHA MAKARONI DI KELURAHAN JAWA KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR (STUDI KASUS PADA USAHA MAKARONI KERING CAP “ONENG” MILIK BAPAK SYAIFUL) Mochammad Misbakhul Khoiron; Umi Salawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2935

Abstract

Sektor industri dan perdagangan merupakan sektor penting dalam perekonomian negara dan diyakini sebagai sektor yang dapat memimpin sektor-sektor lainnya dalam sebuah perekonomian menuju kemajuan. Sektor industri perdagangan lebih diminati karena proses dan penanganannya lebih bisa dikendalikan oleh manusia serta produk pada industri juga mempunyai nilai tambah dan lebih menguntungkan dibandingkan produk-produk sektor lain. Salah satunya yang termasuk dalam jenis sektor industri, yang terdapat di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar adalah usaha makaroni kering cap “Oneng”. Cemilan makaroni ini permintaannya cukup tinggi dan juga menjadi produk andalan pada usaha cap “Oneng”, dengan melihat prospek dari usaha makaroni kering cap “Oneng”, perlu adanya penyelesaian yang tepat agar kedepannya usaha berkembang dan mampu bersaing dengan usaha yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar biaya, penerimaan, keuntungan, titik impas, kelayakan usaha dan permasalahan yang dihadapi perusahaan dan juga alternatifnya. Analisis ini dilakukan selama satu bulan yaitu pada bulan November 2019. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu peneliti hanya fokus kepada satu kasus saja. Berdasarkan hasil penelitian didapat biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 39.331.199, penerimaan sebesar         Rp 43.260.000, keuntungan sebesar Rp 3.928.801. Usaha makaroni kering cap “Oneng” mengalami kondisi seimbang atau kondisi tidak mendapatkan laba dan juga tidak mengalami kerugian (Break even point) adalah pada saat jumlah produksi minimal 150 kg atau pada nilai penjualan minimal sebesar sebesar Rp 5.255.539 dan untuk tingkat kelayakan dinyatakan bahwa RCR >1 yaitu 1,09 yang artinya bahwa usaha makaroni kering cap “Oneng” ini menguntungkan dan layak diteruskan. Permasalahan yang dihadapi adalah cabai bubuk hanya didapatkan di luar daerah/Tasikmalaya, harga minyak goreng, kenaikan harga akan dapat mempengaruhi peningkatan biaya produksi, dan masih kurangnya jaringan kemitraan dan promosi yang dimiliki. Pengembangan produk disarankan dengan dilakukan variasi ukuran yang akan dijual.
Prospek Pengembangan Usahatani Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) di Kota Banjarbaru Seli Andriani; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1272

Abstract

Abstrak. Prospek pengembangan jamur tiram di Indonesia cukup menjanjikan. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat dalam mengonsumsi jamur juga semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memilih gaya hidup sehat secara vegetarian. Jamur tiram merupakan sayuran yang pada saat ini sangat digemari oleh masyarakat Kota Banjarbaru karena kandungan gizi yang tinggi serta rasanya yang lezat, hal ini dapat dilihat dari menu pilihan di restoran, cafe dan makanan penjual dipinggir jalan yang menyediakan menu ini.Berdasarkan hasil wawancara pada petani, usahatani jamur tiram di Kelurahan Landasan Ulin Timur tumbuh danberkembang pada tahun 2016 hingga saat ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis budidaya jamur tiram dan penerapan GAP, analisis finasial jamur tiram, perkembangan usahatani jamur tiram, dan permasalahan-permasalahan dalam usahatani budidaya jamur tiram. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat Kegiatan usahatani budidaya jamur tiram ini secara teknis dapat dijalankandan tergolong cukup mudah tetapi petani belum mengetahui bagaimana menerapkan GAP. Panen jamur tiram dilakukan setiap hari pada pagi hari dan petani mengganti baglog kurang lebih 3 bulan sekali.Secara finansial usaha budidaya jamur tiram putih ini memiliki nilai RCR pada strata I sebesar 3,87 dan pada strata II sebesar 3,28. Ini berarti usaha budidaya jamur tiram putih dapat dikatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Usahatani budidaya jamur tiram putih ini pada umumnya masih dalam skala usaha kecil dan masih dalam tahap pengembangan, banyaknya permintaan dipasaran dapat menjadi motivasi petani dalam mengembangkan usahanya. Permasalahanyang dihadapi oleh petani adalah cuaca yang terkadang tidak stabil, dan cenderung panas yang berkepanjangan setiap hari hal ini dapat menurunkan hasil panen petani. Kata kunci:jamur tiram putih, prospek, analisis finansial
Analisis Usaha Pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis” (Studi Kasus pada Usaha Kue Rangai Bapak Muhammad Darwis Nur) Inna Sisbi Laillasa; Umi Salawati; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5986

Abstract

Salah satu UKM Binaan Dinas Koperasi UMKM di Kecamatan Liang Anggang yaitu usaha Kue Tradisional atau Kue Rangai “Mahabbah Salwis”. Penelitian ini dilaksanakan pada usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis”, dimulai dari bulan Januari sampai Maret 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan usaha, besar biaya, penerimaan dan keuntungan dari usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis” serta menganalisa kelayakan usaha pengolahan Kue Rangai “Mahabbah Salwis”. Mahabbah Salwis adalah industri makanan kue kering (Kue Rangai) khas Kalimantan Selatan. Bahan baku yang digunakan kelapa dan tepung beras (beras menir). Kue rangai banyak dijumpai di sejumlah toko atau pusat oleh-oleh khas Kalimantan Selatan di seputaran Banjarmasin Banjarbaru-Martapura. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total selama 8 minggu pada usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” sebesar Rp 15.938.321. Penerimaan yang diperoleh selama 8 minggu sebesar Rp 28.140.000. Hal ini menunjukkan usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” mengalami keuntungan sebesar Rp 12.201.679 selama 8 minggu. Dengan kelayakan secara finansial diperoleh nilai RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 1,76 yang menunjukkan usaha Kue Rangai “Mahabbah Salwis” layak diusahakan.
Analisis Finansial Usaha Pembibitan Karet di Kecamatan Salam Babaris Kabupaten Tapin Novia Susanty; Umi Salawati; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5929

Abstract

Salam Babaris adalah salah satu Kecamatan penghasil bibit karet yang ada di Kabupaten Tapin dengan luas lahan yang berbeda beda tiap desanya. Luas lahan pembibitan paling luas berada di Desa Suato Baru dan Pantai Cabe dan pembibitan yang dilakukan terdiri dari hasil perbanyakan generatif (benih) maupun vegetatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan menganalisis permasalahan pada usaha pembibitan karet. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2020 sampai Februari 2021 adapun data yang dipakai berupa data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sensus dengan jumlah 3 responden yang diambil menjadi sumber data peneliti ini. Biaya rata-rata pembibitan karet di Kecamatan Salam Babaris terdiri dari biaya ekplisit yang berjumlah sebesar Rp.79.018.045, biaya implisit berjumlah sebesar Rp.39.059.970 sehingga biaya total yang dikeluarkan petani sebesar Rp.118.075.015 dengan penerimaan sebesar Rp. 195.000.000, biaya total pendapatan yang didapat oleh petani sebesar Rp.115.981.955 dengan keuntungan sebesar Rp.76.924.985. Permasalahan yang dihadapi petani selama proses produksi pembibitan karet yakni karena serangan hama dan penyakit yang mengakibatkan bibit karet banyak yang layu/tidak tumbuh dan petani pembibitan karet mengalami permasalahan pada harga bibit karet yang turun naik dan tidak stabil.
Co-Authors Aahmes Rafi Gani Adriani, Dewi Erika Ahmad Yousuf Kurniawan Ahmad, Muh. Ihsan Said Aldi Renaldi Andi Haslinah Andi Suci Anita Andri Widianto Artahnan Aid Ayu Cahya Amalia Ayubbi Syalehuddin Dewa Oka Suparwata Dewi Erika Adriani Dolok Saribu Eka Radiah Emmy Sri Mahreda Emy Rahmawati Etty Sri Hertini Fauziah Fauziah Ferrianta, Yudi Gugun Aditama Gusti Rusmayadi Gusti Rusmayadi Hairi Firmansyah Hamdani Hamzan Wadi Hartoni Hartoni Haslinah, Andi Hendrik Fahrudin Hertini, Etty Sri Hikmah Hikmah Hilda Susanti Idiannor Mahyudin Inna Sisbi Laillasa Ivonne Fitri Mariay Januar Khodari Judijanto, Loso Kamiliah Wilda Khairatul Mahmudah Liz Yanti Andriyani Liz Yanti Andriyani Loso Judijanto Luki Anjardiani M. Mahardika Syahti Marhan Marhan Mariay, Ivonne Fitri Masniati Masniati Masyhudah Rosni Media Madiani Mira Yulianti Misbahrudin Misbahrudin Mochammad Misbakhul Khoiron Muh. Ihsan Said Ahmad Muhammad Adnan Muhammad Ersal Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Rizqi Aulia Muhammad Ruzhan Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Nor Haidah Nor Latifah Norsyifa Norsyifa Novia Rahmadanti Novia Susanty Novita Dewi Utami Nur Hidayah Nur Najwa Nurlina Ayu Hasanah Nurmelati Septiana Nurul Rohmatul Alfiani Nigsih Nurul Syaubah Pareira, Magdalena Sunarty Perikultos Leluani Priyana, Yana Rahmah Hidayah Ratna Sari Utami Rezky Fauji Rifiana Rifiana Rima Sapitri Rosdiana Rosdiana Rossydatul Hasanah Rusmiawati Rusmiawati Sabil Mokodenseho Sadik Ikhsan Saidy, Akhmad Rizalli Sandy Angga Saputra Seli Andriani Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Sapnah Sri Ismiati Rahayu Sutiharni Sutiharni Sutiharni, Sutiharni Sweking Sweking Syamsu Rijal Syamsu Rijal Tahir, Usman Tino Hartono Tuhumena, Veronica L. Usamah Hanafie Usman Tahir Uswatun Khasanah Veronica L. Tuhumena Wahyu Heldayanti Widi, Riantin Hikmah Widia Ariyanti Yana Priyana Yanti, Nuri Dewi Yousuf Kurniawan Yusuf Azis