Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Investment in Green Technology and Renewable Technology Adoption on Energy Efficiency and Carbon Emissions Reduction in Indonesian Manufacturing Companies Rusmayadi, Gusti; Salawati, Umi; Haslinah, Andi; Judijanto, Loso
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 11 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i11.347

Abstract

This research explores the interactions between green technology investment, renewable technology adoption, and their effects on carbon emission reduction, energy efficiency, and job satisfaction in manufacturing firms. Using a diverse sample of manufacturing firms, this study employs Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) to analyze the relationships among these key variables. The findings suggest a strong positive impact of green technology investment and renewable technology adoption on carbon emission reduction. In addition, green technology investment emerged as a significant driver of energy efficiency. The study also highlights the challenges in fully optimizing energy efficiency and reveals the positive impact of renewable technology adoption on job satisfaction. These insights have far-reaching implications for policymakers and industry leaders looking to drive sustainable practices in the manufacturing sector.
The Role of Psychological Adaptation in Facing Climate Change Impacts Rusmayadi, Gusti; Salawati, Umi; Priyana, Yana
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 02 (2024): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v2i02.667

Abstract

Climate change presents a multifaceted challenge requiring not only physical adaptation but also psychological resilience from individuals and communities. Despite its significance, the literature on psychological adaptation to climate change remains fragmented. This study conducts a comprehensive bibliometric analysis to systematically examine the existing research on psychological adaptation to climate change, aiming to identify key themes, gaps, and trends. The analysis reveals a growing interest in understanding the psychological dimensions of climate change adaptation, with research spanning topics such as mental health impacts, social adaptation strategies, and ecological responses. Key thematic clusters identified underscore the interdisciplinary nature of climate change research, highlighting the need for collaborative efforts to address this complex issue effectively. The findings provide valuable insights for advancing our understanding of psychological adaptation to climate change and informing the development of evidence-based adaptation strategies.
Keberlanjutan dalam Pertanian Organik: Kajian Bibliometrik tentang Standar Sertifikasi dan Dampaknya terhadap Praktik Pertanian Gusti Rusmayadi; Umi Salawati; Ivonne Fitri Mariay; Veronica L. Tuhumena; Liz Yanti Andriyani
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 09 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i09.1607

Abstract

Pertanian berkelanjutan telah menjadi fokus utama dalam upaya mengatasi tantangan global terkait kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan. Penelitian ini melakukan analisis bibliometrik terhadap literatur yang membahas standar sertifikasi pertanian organik dan dampaknya terhadap praktik pertanian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kata kunci seperti "praktik pertanian berkelanjutan," "petani," dan "dampak lingkungan" mendominasi literatur, menunjukkan pentingnya peran petani dan dampak lingkungan dalam praktik pertanian. Selain itu, inovasi teknologi seperti nanoteknologi semakin mendapatkan perhatian sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sumber daya. Kajian ini menyoroti perlunya dukungan kebijakan dan akses teknologi yang lebih luas bagi petani, terutama di negara berkembang, untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang dalam sektor pertanian. Kesimpulannya, pertanian berkelanjutan memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan teknologi, kebijakan, dan praktik lokal.
Analisis Nilai Tambah dan Keuntungan Industri Kerajinan Purun sebagai Produk Lahan Basah di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru (Studi Kasus pada Kelompok Pengrajin Purun Galuh Cempaka) Hamzan Wadi; Yusuf Azis; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dari berbagai jenis produk kerajinan purun, menganalisis biaya tetap dan biaya variabel kerajinan purun, serta untuk menganalisis kelayakan usaha kerajinan purun di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan studi kasus dan untuk menganalisis nilai tambah digunakan metode Hayami. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 hingga Januari 2021 menggunakan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil analisis, nilai tambah untuk bakul yaitu Rp 72.500/kg , nilai tambah tas yaitu Rp 387.592/kg dan nilai tambah topi yaitu Rp 52.500/kg. Nilai tambah terbesar yakni pada pengolahan purun menjadi tas dengan rasio nilai tambah 96,90%. Ini disebabkan karena tas memiliki nilai tambah paling besar yaitu Rp 387.592/kg bahan baku. Sedangkan nilai tambah terkecil yaitu pada pengolahan purun menjadi topi dengan rasio nilai tambah 87,50% dengan nilai tambah Rp 52.500/kg bahan baku. Keuntungan dari setiap jenis output yaitu meliputi; keuntungan dari kerajinan bakul Rp 66.500 dengan tingkat keuntungan 83,13%, kerajinan tas Rp 381.592, dengan tingkat keuntungan 95,40% dan kerajinan topi Rp 46.500 dengan tingkat keuntungan 77,74 %, maka keuntungan terbesar adalah pada kerajinan tas. Usaha pengolahan kerajinan tangan dari tanaman purun menjadi bakul, tas, dan topi memiliki RCR sebesar 5,56, artinya setiap Rp 1 biaya yang digunakan akan memberikan Rp 5,56 penerimaan, sehingga usaha ini layak dijalankan karena RCR > 1.
Analisis Pemasaran Jagung Manis (Zea Mays L.) di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Gugun Aditama; Muzdalifah Muzdalifah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1306

Abstract

Abstrak. Salah satu kendala yang dihadapi petani jagung di Kelurahan Landasan Ulin Utara adalah melakukan pemasaran, dimana petani masih kurangnya informasi tentang pemasaran. Tetapi kebutuhan jagung terus meningkat sehingga perlu adanya penelitian pemasaran agar pendapatan petani dan keuntungan lebih meningkat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru dari bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Januari 2019. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling, yaitu sebanyak 42 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran yang ada di Kelurahan Landasan Ulin Utara memiliki empat pola. Total biaya pemasaran yang tertinggi pada empat saluran adalah pada saluran IV yaitu tujuan Pasar Banjarbaru sebeesar Rp. 791,91 dan biaya terkecil pada saluran I sebesar Rp. 191,27 yaitu petani menjual langsung ke konsumen akhir. Margin total terbesar Rp. 1.100,00 terdapat pada saluran IV yaitu tujuan pemasaran di Pasar  Banjarbaru, sedangkan margin total terkecil pada saluran II tujuan pemasaran di Pasar Ulin Raya yaitu sebesar Rp. 400,00. Farmer’s share tertinggi tertinggi terdapat pada saluran I yaitu pada tingkat petani sebagai pedagang pengecer sebesar 100%, sedangkan farmer’s share rendah terdapat pada saluran IV tujuan pemasaran di Pasar Banjarbaru yaitu sebesar 63,33%. Berdasarkan hasil anaisis penelitian, maka saluran I lebih efisien dari sisi efisiensi ekonomis, sedangkan dari sisi efisiensi teknis adalah saluran II tujuan Pasar  Banjarbaru. Permasalahan yang sering dihadapi oleh petani adalah sering tanaman jagung terkena penyakit kuning pada daunnya dan mahal harga obat-obatan. Permasalahan yang sering dihadapi pedagang adalah kualitas jagung kurang bagus. Kata kunci: pemasaran, jagung manis, Zea Mays L
Analisis Usaha Jamu Tradisional di Kelurahan Alalak Utara Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin (Studi Kasus Pada Usaha Jamu Tradisional “Mam Go”) Nur Najwa; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha, dan titik impas pada usaha Jamu Tradisional “Mam Go” yang berlokasi di Jl. Brigjend H. Hasan Basri, Komplek Simpang Gusti IV No. 18 33/003 kelurahan Alalak Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Berdasarkan hasil penelitian jumlah biaya total yang dikeluarkan oleh usaha Jamu Tradisional “Mam Go” pada bulan November dan Desember 2021 yaitu sebesar Rp22.225.106, dengan rincian jumlah biaya tetap sebesar Rp1.175.106 dan jumlah biaya variabel sebesar Rp21.050,000. Total penerimaan usaha ini pada bulan November dan Desember 2021 yaitu sebesar Rp44.721.000 dengan keuntungan yang diterima Rp22.495.894. Nilai kelayakan usaha Jamu Tradisional “Mam Go” sebesar 2,012. Titik impas produk jamu tradisional dengan varian kunyit asam sirih pinang sebanyak 46,8 botol dengan jumlah penjualan Rp939.626. Titik impas produk jamu tradisional dengan varian gula jahe sebanyak 55,7 botol dengan jumlah penjualan Rp946.116. Titik impas produk jamu tradisional dengan varian beras kencur sebanyak 12,7 botol dengan jumlah penjualan Rp215.772. Titik impas produk jamu tradisional dengan varian kunyit putih sebanyak 5,8 botol dengan jumlah penjualan Rp115.851. Titik impas produk jamu tradisional dengan varian temulawak sebanyak 3,0 botol dengan jumlah penjualan Rp51.048. Titik impas produk jamu tradisional dengan varian sambiloto sebanyak 2,3 botol dengan jumlah penjualan Rp46.381.
Analisis Nilai Tambah, Keuntungan dan Prospek Pengembangan Usaha Keripik Singkong (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Keripik Singkong Cap “Kita” di Martapura Kota Kabupaten Banjar) Nurul Rohmatul Alfiani Nigsih; Umi Salawati; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan, nilai tambah, pola saluran pemasaran dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha keripik singkong cap “KITA”. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu pada usaha pengolahan industri rumah tangga keripik singkong cap “KITA” di Kelurahan Murung Kenanga, Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar. Periode data yang dianalisis adalah data produksi dari bulan April – Juni 2019. Hasil penelitian yang diperoleh, biaya total yang dikeluarkan selama bulan April – Juni 2019 sebesar Rp 431.549.594, penerimaan total sebesar Rp 892.500.000,-, dan keuntungan sebesar Rp 460.950.406,-. Nilai kelayakan (RCR) adalah 2,07. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tersebut layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis nilai tambah, besarnya nilai tambah keripik singkong dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 13.280/kg bahan baku. Keuntungan dari pengolahan keripik singkong sebesar Rp 10.870 /kg dengan persentase 52%. Pola saluran pemasaran keripik singkong ada 3 macam, yaitu (i) offline dan online dimana produsen menjual langsung ke konsumen akhir, (ii) produsen  pedagang kios/toko/warung di Pasar Batuah Martapura/Basar Sekumpul  konsumen akhir dan (iii) produsen  pedagang pengecer/reseller di luar kota Martapura  konsumen akhir. Permasalahan yang dihadapi produsen dari aspek pasar yaitu belum mampu menjual dengan aplikasi online shopee, tokopedia atau lapak online lainnya, dari aspek teknis yaitu (i) kualitas kemasan masih belum sempurna karena belum menggunakan klip standing pouch, plastic zipper dan plastic klip pouch, dan (ii) belum melakukan kemitraan usaha secara berkelanjutan dengan petani singkong dan belum ada petani di luar Kabupaten Kapuas; permasalahan dari aspek manajemen yaitu pencatatan keuangan dan administrasi belum tertata dengan baik, dan permasalahan dari aspek modal yaitu pemilik usaha belum berkeinginan untuk memperbesar usaha dengan menambah modal dengan pinjaman dari lembaga keuangan/perbankan.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI PROGRAM BANJAR SAPA DI DESA TAKUTI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR Nurul Syaubah; Muhammad Fauzi; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2938

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani padi peserta program Banjar Sapa dengan petani bukan peserta Banjar Sapa dan mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh petani terhadap keberadaan program Banjar Sapa di Desa Takuti Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode sensus yaitu dengan dengan mengambil seluruh  anggota kelompok tani Bina Bersama yang mengikuti program Banjar Sapa yang berjumlah 25 orang sebagai responden dan Purposive Sampling yaitu kelompok tani Bunga Mawar yang berjumlah 18 orang karena hanya kelompok tani tersebut yang melakukan penanaman 2 kali dalam setahun sehingga jumlah responden keseluruhan berjumlah 43 orang. Hasil  penelitian produksi anggota Banjar Sapa varietas padi lokal adalah sebesar 221 blek/ha dengan harga jual sebesar Rp. 65.000/blek dengan rata-raat luas lahan yaitu 0,88 ha, sedangkan produksi padi lokal petani bukan anggota Banjar Sapa sebesar 217 blek/ha dengan harga jual Rp. 60.000/blek dengan rata-rata luas lahan yaitu 1,02 ha. Produksi padi unggul pada petani anggota Banjar Sapa sebesar 238 blek/ha dengan harga jual sebesar Rp. 50.000/blek dengan rata-rata luas lahan yaitu 0,80 ha, sedangkan produksi padi unggul petani bukan anggota Banjar Sapa sebesar 203 blek/ha dengan harga jual sebesar Rp. 50.000/blek dengan rata-rata luas lahan yaitu 0,99 ha. Pendapatan petani padi lokal peserta Banjar Sapa sebesar Rp. 10.517.669/ha, sedangkan pendapatan petani bukan peserta Banjar Sapa sebesar Rp. 8.915.564/ha. Pendapatan petani  padi unggul peserta Banjar Sapa sebesar Rp. 7.777.343/ha, sedangkan pendapatan petani bukan peserta Banjar Sapa sebesar Rp. 6.156.359/ha. Hasil pengujian statistik disimpulkan bahwa pendapatan petani peserta program Banjar Sapa dengan varietas unggul dan lokal lebih besar dibandingkan pendapatan petani bukan peserta Banjar Sapa.
Analisis Keuntungan Usaha Pengolahan Kacang Jaruk di Desa Haruyan Seberang Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Studi Kasus Usaha Kacang Jaruk Hj. Ati) Muhammad Ruzhan; Artahnan Aid; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6007

Abstract

Industri pengolahan hasil pertanian merupakan memanfaatkan produk pertanian sebagai bahan baku untuk menyediakan alat dan jasa serta mengubah. Produk industri pengolahan hasil pertanian dapat berupa produk bahan baku indsutri ataupun berupa produk akhir yang bisa langsung dikonsumsi. Salah satu agroindustri adalah industri kacang jaruk. Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah terdapat lima belas usaha pengolahan kacang jaruk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Salah satunya usaha Kacang Jaruk Hj. Ati milik Hj. Sriyati. Penelitian ini dilaksanakan dari Juni 2020 hingga Agustus 2020. Jenis data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan produk kacang jaruk Hj. Ati yang hanya memiliki satu varian yaitu yang varian 250 gram. Kemudian menunjukan besarnya biaya yang dikeluarkan dalam satu periode penelitian untuk usaha pengolahan kacang jaruk yaitu biaya total sebesar Rp 897.465.970, total penerimaan Rp 1.106.265.000, keuntungan sebesar Rp 208.799.030, kelayakan usaha sebesar 1,23, dan titik impas ada 2 jenis yaitu berdasarkan unit sebesar 35.616 unit dan berdasarkan penjualan dalam rupiah sebesar Rp. 591.698.173. Hambatan yang dihadapi oleh usaha kacang jaruk Hj. Ati ialah keterbatasan modal, harga bahan penolong naik turun serta akibat dari adanya musim hujan berpengaruh pada menurunnya produksi kacang tanah dan menghambat produksi kacang jaruk.
Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Jagung Manis (Zea Mays L.) di Desa Kambat Utara Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Media Madiani; Umi Salawati; Emy Rahmawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6033

Abstract

Pertanian adalah sektor yang berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Peran sektor pertanian diantaranya sebagai pembangunan ekonomi, sebagai sumber pendapatan, pembukaan kesempatan kerja, pemberantas kemiskinan, dan peningkatan ketahanan pangan nasional. Jagung manis (Zea Mays L.) juga merupakan komoditas yang strategis, karena jagung adalah bahan makanan penghasil karbohidrat kedua setelah padi dan juga sebagai sumber penghasilan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan keluarga petani jagung manis, mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani jagung manis dan mengetahui permasalahan yang dialami petani jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September sampai Desember 2020. Data yang digunakan adalah data primer dari responden yang dipilih secara purposive yaitu petani jagung manis. Metode penarikan contoh dilakukan dengan cara proportioned random sampling dari 8 (delapan) kelompok tani di Desa Kambat Utara. Jumlah sampel adalah 30 orang responden yang menanam jagung manis 2 kali dalam 1 tahun. Data sekunder didapatkan dari dinas terkait diantaranya BPS Kalimantan Selatan, BPS Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Pandawan dan Kantor Kepala Desa Kambat Utara. Data yang diambil dalam penelitian sebagai periode analisis adalah data penanaman di Bulan April sampai Juni 2020 dan Bulan September sampai November 2020. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pendapatan rata-rata petani jagung manis pada musim tanam pertama sebesar Rp.5.531.602 dan musim tanam kedua sebesar Rp.6.191.898, sehingga rata-rata pendapatan per tahun berjumlah Rp.11.723.500. Adapun tingkat kesejahteraan petani jagung manis menurut kriteria World Bank dengan persentase terhadap jumlah total petani responden tingkat kesejahteraan sedang sebesar 43,33% dan tingkat kesejahteraan sejahtera 56,67%. Selanjutnya permasalahan yang dihadapi oleh petani diantaranya perubahan iklim, keterbatasan modal dan terbatasnya kemampuan petani dalam pemasaran.
Co-Authors Aahmes Rafi Gani Adriani, Dewi Erika Ahmad Yousuf Kurniawan Ahmad, Muh. Ihsan Said Aldi Renaldi Andi Haslinah Andi Suci Anita Andri Widianto Artahnan Aid Ayu Cahya Amalia Ayubbi Syalehuddin Dewa Oka Suparwata Dewi Erika Adriani Dolok Saribu Eka Radiah Emmy Sri Mahreda Emy Rahmawati Etty Sri Hertini Fauziah Fauziah Ferrianta, Yudi Gugun Aditama Gusti Rusmayadi Gusti Rusmayadi Hairi Firmansyah Hamdani Hamzan Wadi Hartoni Hartoni Haslinah, Andi Hendrik Fahrudin Hertini, Etty Sri Hikmah Hikmah Hilda Susanti Idiannor Mahyudin Inna Sisbi Laillasa Ivonne Fitri Mariay Januar Khodari Judijanto, Loso Kamiliah Wilda Khairatul Mahmudah Liz Yanti Andriyani Liz Yanti Andriyani Loso Judijanto Luki Anjardiani M. Mahardika Syahti Marhan Marhan Mariay, Ivonne Fitri Masniati Masniati Masyhudah Rosni Media Madiani Mira Yulianti Misbahrudin Misbahrudin Mochammad Misbakhul Khoiron Muh. Ihsan Said Ahmad Muhammad Adnan Muhammad Ersal Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Rizqi Aulia Muhammad Ruzhan Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Nor Haidah Nor Latifah Norsyifa Norsyifa Novia Rahmadanti Novia Susanty Novita Dewi Utami Nur Hidayah Nur Najwa Nurlina Ayu Hasanah Nurmelati Septiana Nurul Rohmatul Alfiani Nigsih Nurul Syaubah Pareira, Magdalena Sunarty Perikultos Leluani Priyana, Yana Rahmah Hidayah Ratna Sari Utami Rezky Fauji Rifiana Rifiana Rima Sapitri Rosdiana Rosdiana Rossydatul Hasanah Rusmiawati Rusmiawati Sabil Mokodenseho Sadik Ikhsan Saidy, Akhmad Rizalli Sandy Angga Saputra Seli Andriani Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Sapnah Sri Ismiati Rahayu Sutiharni Sutiharni Sutiharni, Sutiharni Sweking Sweking Syamsu Rijal Syamsu Rijal Tahir, Usman Tino Hartono Tuhumena, Veronica L. Usamah Hanafie Usman Tahir Uswatun Khasanah Veronica L. Tuhumena Wahyu Heldayanti Widi, Riantin Hikmah Widia Ariyanti Yana Priyana Yanti, Nuri Dewi Yousuf Kurniawan Yusuf Azis