p-Index From 2021 - 2026
4.657
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Industri Jurnal Kebidanan PROSIDING SEMINAR NASIONAL JURNAL LITBANG JURNAL KESEHATAN FIKkeS Jurnal Teknik ITS SURYA SENI Perspektif : Review Penelitian Tanaman Industri Rekayasa Sipil Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JI@P) Journal of Civil Engineering Fondasi: Jurnal Teknik Sipil PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH The Southeast Asia Law Journal Prosiding Seminar Nasional Pakar Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Jurnal Ilmiah Ecobuss JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan IJIES (International Journal of Innovation in Enterprise System) Menara Ilmu JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS INDONESIA Journal of Vocational Education Studies Buletin Palma Perspektif, Review Penelitian Tanaman Industri Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) El-kahfi : Journal of Islamic economics Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat EKONOMIKA45 JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Sci-Tech Journal Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti JURNAL TEKNIK INDUSTRI Media Ekonomi Concept: Journal of Social Humanities and Education Journal of Sustainable Development Issues Indonesian Journal of Science, Technology, and Humanities Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Prosiding Seminar Nasional Unimus Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI PESHUM Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK SIWI PENI GUNTUR DEMAK Eka Puji Hastuti; Siti Aisah; Budi Santosa
FIKkeS Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.389 KB)

Abstract

Peran aktif orangtua terhadap perkembangan sangat diperlukan pada saat mereka masih berada dibawah usia lima tahun. Peran aktif orangtua tersebut yang dimaksud adalah usaha langsung terhadap anak seperti membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Siwi Peni Guntur Demak. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak di TK. Siwi Peni Guntur Demak sebanyak 64 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai Continuity corection sebesar 20,631 dengan nilai p=0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran orangtua dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak prasekolah di TK Siwi Peni Guntur Demak. Diharapkan kepada orangtua agar menambah wawasan tentang prilaku hidup sehat pada anak sehingga dapat berperan aktif kepada anak-anaknya agar dapat melakukan kebiasaan mencuci tangan untuk kebersihan diri dengan cara menyediakan sarana-prasarana mencuci tangan, memberikan teladan dan memberikan pemahaman arti pentingnya kebersihan diri pada anak.Kata Kunci : Peran orangtua, Kebiasaan mencuci tangan
PELAKSANAAN FUNGSI DPRD KABUPATEN KARANGANYAR Budi Santosa
JI@P Vol 11 No 1 (2022): JI@P
Publisher : Master of Public Administration, Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jp.v11i1.1557

Abstract

This study aims to analyze and describe the implementation of the NgawiRegent's regulation policy number 14 of 2019 regarding the instructions forimplementing regional regulations regarding smoke-free areas in the KarangjatiDistrict, Ngawi Regency. This type of research is descriptive qualitative. Datacollection was carried out through interviews with the person in charge of the KTRsuch as the sub-district head, the head of the health center, the village head andreinforced by the responses of community leaders in the Karangjati sub-district,Ngawi district. Data analysis using Miles and Huberman Model. Implementationof the research refers to the theory of Van Metter and Van Horn. The results of thestudy found that the implementation of the policy has not run optimally, asevidenced by the occurrence of violations, there are no special employees whoregulate the implementation of the KTR policy and the funds to implement the KTRpolicy are still limited, the implementing agent has not obtained the Regent'sDecree, public awareness of the dangers of smoking and orderly implementation ofthe policy. KTR is low, coordination between agencies is not optimal because itfocuses on its own work area, and environmental conditions around KTR do notsupport the implementation of KTR policies. Suggestions that can be submitted are(1) it is necessary to appoint an implementing officer for controlling KTR policiesto be strengthened through a Regent's Decree; (2) Provision of special funds tocreate various kinds of socialization media about KTR. Keywords: size and policy objectives, resources, characteristics; attitude orinclination, communication
Resource-constrained project scheduling with ant colony optimization algorithm Niken Anggraini Savitri; I Nyoman Pujawan; Budi Santosa
Journal of Civil Engineering Vol 35, No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v35i2.8115

Abstract

Resource allocation commonly becomes one of the critical problems in project scheduling. This issue usually occurs because project managers estimate the schedule of activities and network time without considering resource availability. Resource-Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) links to the allocation of resource or set of resources into certain activities in order to accomplish particular objectives. Various approaches have been performed to overcome RCPSP, including the heuristic approach. In this research, we used the Ant Colony Algorithm in solving RCPSP. We used 11 examples of projects with dissimilarity in-network and several activities. The implementation of the Ant Colony Algorithm resulted in the percentage of a near-optimal solution of 63.64%. Besides, the duration obtained from the algorithm above the manual scheduling (assumed optimal) was only 4.29%. Sensitivity analysis was performed to understand how substantial the changes of ACO parameters influenced the result obtained from the algorithm. Based on the result, we could conclude that the parameters of ACO have no significant effect to project duration.
Analisis Faktor-Faktor Pemilihan Suplier Material pada Jasa Usaha Konstruksi dengan Metode Fuzzy AHP Nur Cholidah Fitriana; Budi Santosa
Jurnal Fondasi Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i1.7440

Abstract

Salah satu faktor kesuksesan sebuah perusahaan konstruksi adalah pemilihan pemasok. Pemilihan pemasok yang tepat dapat menjamin ketersediaan bahan baku untuk menjaga lintasan produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun prioritas faktor yang dapat digunakan oleh para kontraktor dalam memilih pemasok material sehingga pengusaha konstruksi dapat menentukan suplier mana yang dapat memberikan performa dari kriteria terbaik. Salah satu metode pemilihan supplier adalah dengan The analityc hierarchy process yang selanjutnya disebut AHP, adalah salah satu bentuk model pengambilan keputusan yang pada dasarnya berusaha menutupi semua kekurangan dari model-model sebelumnya. Penggunaan AHP dalam pengambilan keputusan dengan banyak kriteria bersifat subjektif. Selain itu para pengambil keputusan lebih yakin menentukan pilihannya terhadap tingkat kepentingan antar kriteria dengan memakai penilaian dalam interval dibandingkan penilaian dengan angka eksak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dikembangkan teknik memodifikasi dan teknik himpunan fuzzy dalam AHP yang disebut Fuzzy AHP. Berdasarkan hasil studi literatur penelitian ini mengidentifikasi 18 faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan supplier material. Faktor-faktor tersebut dikelompokkan dalam 4 kategori yaitu Struktur Umum dan Organisasi, Kemampuan produksi, Kualitas pelayanan, dan Harga. Kemudian melalui kuisioner penelitian ini mengumpulkan penilaian dari 15 narasumber terkait tingkat kepentingan dari masing-masing faktor. Pengolahan data kuisioner untuk menentukan bobot dilakukan dengan metode Fuzzy AHP. Hasil dari penellitian ini menunjukkan bahwa Kesesuaian material, Harga Bahan Baku, dan Kesesuaian tanggal pengiriman berada pada prioritas paling tinggi. KATA KUNCI: supplier material, fuzzy AHP
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PDRB KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI JAWA BARAT 2010 – 2015 Wahyu Sunan Hidayat; Budi Santosa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v5i1.6421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Belanja Modal (BM) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten dan Kota di Jawa Barat 2010-2015. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Penelitian ini membuktikan bahwa PAD, DAU, dan BM, secara signifikan dan positif mempengaruhi PDRB. Sementara itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Secara bersamaan, PAD, DAU, BM, dan DAK memiliki pengaruh signifikan terhadap PDRB.
Analisa Optimasi Diameter Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih Dengan Menggunakan Software EPANET, LINGO di Jalur Sentul City PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor Nuryani Nuryani; Budi Santosa
Rekayasa Sipil Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2020.014.02.8

Abstract

One of the most important roles of water system supply is piping networking. Performance of water supply sistem service is determined not only by a capacity from the source, but also by water volume which must also be up to the vertices with high flow and adequate pressure as needed. Besides, the effectiveness of a pipline is measured from the cost of investment and operational cost over life of specified order. In order to achieve adequate pressure and flow conditions it must be analyzed the size carefully. Linear programming represents the completion of operations research techniques that can solve optimization problems. Linear prograsmming is used to minimize cost size of pipe. On this research, a sample informartion taken by a clean water distributin network in PDAM Tirta Khuripan, Bogor, West Java. By using the method of linear programing the result of optimization in PDAM Tirta Khuripan, Bogor, West Java diameter on each pipe  in with the selection of the main pipe diameter between 8 inch to 22 inch and pressure energy or relative energy is 2 metes into 7 metes by license set. 
Karakteristik dan Potensi Pengembangan Kelapa Dalam Bido [Characteristict and Potential for The Development of Bido Tall Coconut ] Meity Aneke Tulalo; Sukmawati Mawardi; Budi Santosa; Ismail Maskromo; Meldy Hosang; Hengky Novarianto
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.387 KB) | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.11-18

Abstract

Coconut is a commodity that has an important role in the economy and culture. The various types of coconuts is significant capital in order to support coconut breeding program to obtain coconut varieties according to the needs of farmers and the market in general. North Maluku is one of the coconut center provinces in Indonesia. The research conducted from 2015 to 2017 in Bido Village, North Morotai District, Morotai Island Regency, North Maluku Province. The purpose of this study was to determine the origin of Bido coconut, as well as characterize and evaluate the morphological character, production, fruit components and fatty acid content and the potential development of Bido coconut. Bido coconut research method is done through direct observation. Data collected included the origin of varieties, morphological characters, production, fruit components and fatty acid content. The results showed that coconut Bido has copra yield potential about 4,36 tons/ha/year with main features including fast fruiting, high fruit production, large fruit size and slow growing height with a distance between leaves is + 3 cm. Fatty acid content is 64,50%, with the highest fatty acid content was 48,39% lauric acid. As a source of seeds, 113 PIT of Bido coconut have been selected, with potential to produce 120 nut/tree/year, or around 10.848 seeds that can be used for the development or rejuvenation of coconut plants covering an area of 54,24 ha/year. Rejuvenation and development of Bido tall coconut main plantations have been carried out to increase the potential of seed production and future use in industry. Fast fruit bearing, high production and slow growing stems possessed by Bido coconut have the potential to be a source of pollen in assembling fast-bearing coconut, high production and slow to high.ABSTRAKKelapa merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian maupun budaya.  Tersedianya beragam jenis kelapa merupakan modal yang sangat  berarti dalam mendukung program pemuliaan kelapa untuk mendapatkan varietas  kelapa sesuai kebutuhan petani maupun pasar pada umumnya.  Maluku Utara merupakan salah satu Provinsi sentra kelapa di Indonesia.  Penelitian dilakukan sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asal usul kelapa Bido, mengkarakterisasi dan mengevaluasi karakter morfologi, produksi, komponen buah dan kandungan asam lemak serta potensi pengembangan kelapa Bido. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung. Data yang dikumpulkan meliputi asal usul varietas, karakter morfologi, produksi, komponen buah dan kandungan asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelapa Bido memiliki potensi hasil kopra 4,36 ton/ha/tahun dengan ciri karakter utama cepat berbuah, produksi buah tinggi, ukuran buah besar dan lambat bertambah tinggi dengan jarak antar bekas daun + 3 cm. Kadar asam lemak rantai medium 64,50% dengan kadar asam lemak tertinggi adalah  asam laurat  48,39%.  Sebagai sumber benih, telah diseleksi sebanyak 113 PIT kelapa Bido  yang memiliki potensi produksi buah sebanyak 120 butir/pohon/tahun, atau sekitar 10.848 butir benih yang dapat digunakan untuk pengembangan atau peremajaan tanaman kelapa seluas 54,24 ha/tahun. Perbanyakan dan pembangunan kebun induk kelapa Dalam Bido telah dilakukan untuk meningkatkan potensi produksi benih maupun pemanfaatannya di bidang industri ke depan. Karakter cepat berbuah dan produksi tinggi serta karakter spesifik batang pendek/lambat tumbuh tinggi yang dimiliki kelapa Bido sangat potensial untuk dijadikan sumber polen dalam merakit kelapa cepat berbuah, produksi tinggi dan lambat menjadi tinggi.
PENAMPILAN BIBIT DAN TANAMAN BELUM MENGHASILKAN DELAPAN KOMBINASI PERSILANGAN SAWIT [THE APPEARANCE OF SEEDLINGS AND IMMATURE PLANTS EIGHT COMBINATIONS OF OIL PALM CROSSES] Budi Santosa; Yulianus R. Matana; Ismail Maskromo; Donata S. Pandin; Steivie Karouw
Buletin Palma Vol 22, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v22n2.2021.107-118

Abstract

Oil palms in the nursery phase and young oil palms in the Immature Plant (TBM) phaseare one of the important stages to consider so that the plants can grow well. The purpose of this study was to determine oil palm plantations in the nursery phase and oil palm young plants in the Immature Plant phase 8 combination accessions of oil palms. The research was conducted at the Sitiung Experimental Garden, Dharmasraya Regency, West Sumatra from 2017 - 2019 using the Single Block method and Complete Randomized Block Design (CRBD).  The characters observed included: plant height, number of leaves, length of petiole, length of rachis, length of leaves, speed of leaf breaking.The data obtained were analyzed using the SAS program and its genetic diversity. In the nursery phase until the age of 12 months, 8 combination accessions of oil palms were based on statistical analysis and there was no significant difference for the character of plant height and number of leaves. The plant height has moderate genetic diversity, and the plant height increases around 4.95 - 6.50 cm per month. Oil palm accession D2.3 x P 108 (88.80 cm) was the highest combination accession of crossed palms with the highest plant height increase of 6.5 cm per month. The number of leaves ranged from 10.30 - 13.00 leaves with low to moderate genetic diversity. Accession T23.3 x P109 had the highest number of leaves, namely 13.00 leaves with an increase in the number of leaves of 0.81 leaves per month. The eight combined accessions of crossed palms began to break leaves at about 7 months of age.In the Immature Plant (IP) phase, based on the results of statistical analysis for the observed characters, the results were no significant difference. Oil palm plants in the TBM 1 phase have the characters of plant height more than 222 cm, number of leaves more than 15 leaves, and petiol length of more than 33 cm with generally moderate genetic diversity, except for the length of the petiole for oil palm accession T 23.8 x P108, D2.3 x P108 and P108 T23.2 x has a fairly high genetic diversity. Oil palm accession T23.8 x P108 had the highest plant height (241.17 cm), while oil palm accession D91.8 x DL7 / 1 had the highest number of leaves, namely 18.44 leaves, and palm accession T23.2 x P108 has the longest case of 37.72 cm. Oil palm plants in the IP 2 phase have the characters of the number of leaflets, petiol lengths, rachis lengths, and leaf lengths between the combination of palm crossings which have low diversity. The spiny leaf midrib and the position of the leaflets alternate, the number of leaflets between the left and right sides is not the same.Accession D43.7 x P109 has a number of leaflets at most about 86 leaflets. Palm accession T23.3 x P109 has the longest characters for the length of the petiol, the length of the rachis, and the length of the leaves. The fastest combination accession of crossed palms produced the first flowers, namely T23.8 x P108, T23.3 x P109, and T23.3 x P108.Abstrak               Tanaman sawit pada fase pembibitan dan  tanaman muda sawit pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)  merupakan salah satu tahap yang penting untuk diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanaman sawit pada fase pembibit dan tanaman muda sawit pada fase Tanaman Belum Menghasilkan  8 aksesi kombinasi persilangan sawit. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat sejak tahun 2017 – 2019 dengan menggunakan metode Blok Tunggal dan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Karakter yang diamati antara lain: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang petiol, panjang rachis, panjang daun, kecepatan pecah daun. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan program SAS  dan keragaman genetiknya. Pada fase pembibitan sampai umur 12 bulan, 8 aksesi kombinasi persilangan sawit berdasarkan analisis statistik tidak ada beda nyata untuk karakter tinggi tanaman dan jumlah daun. Tinggi tanaman memiliki keragaman genetik termasuk sedang, dan pertambahan tinggi tanaman sekitar 4,95 – 6,50 cm per bulan. Aksesi sawit D2.3 x P 108 (88,80 cm)  merupakan aksesi kombinasi persilangan sawit paling tinggi dengan pertambahan tinggi tanaman paling tinggi 6,5 cm per bulan. Jumlah daun berkisar 10,30 – 13,00 daun dengan keragaman genetik rendah sampai sedang. Aksesi T23.3 x P109 memiliki jumlah daun paling banyak yaitu 13,00 daun dengan pertambahan jumlah daun 0,81 daun per bulan. Delapan aksesi kombinasi persilangan sawit mulai pecah daun pada umur  sekitar 7 bulan. Pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), berdasarkan hasil analisis statistik untuk karakter yang diamati hasilnya tidak ada beda nyata.  Tanaman sawit pada fase TBM 1 memiliki karakter tinggi tanaman  lebih dari  222 cm, jumlah daun lebih dari 15 daun, dan panjang petiol lebih dari 33 cm dengan keragaman genetik pada umumnya termasuk sedang, kecuali karakter panjang petiol untuk aksesi sawit T 23.8 x P108, D2.3 x P108, dan T23.2 x P108 memiliki keragaman genetik cukup tinggi. Aksesi sawit T23.8 x P108 memiliki tinggi tanaman paling tinggi (241,17 cm), sedangkan aksesi sawit D91.8 x DL7/1 memiliki jumlah daun paling banyak yaitu 18,44 daun, dan aksesi sawit T23.2 x P108 memiliki  petiol paling panjang 37,72 cm. Tanaman sawit pada  fase TBM 2 mempunyai karakter jumlah anak daun, panjang petiol, panjang rachis, dan panjang daun antar kombinasi persilangan sawit memiliki keragaman rendah. Pelepah daun berduri dan posisi anak daun selang-seling, jumlah anak daun antara sebelah kiri dan kanan tidak sama. Aksesi D43.7 x P109 memiliki jumlah anak daun paling banyak sekitar 86 anak daun. Aksesi sawit T23.3 x P109 memiliki karakter paling panjang untuk  panjang petiol, panjang rachis, dan panjang daun. Aksesi kombinasi persilangan sawit paling cepat keluar bunga pertama yaitu T23.8 x P 108, T23.3 x P109, dan T23.3 x P 108.   
Penampilan Bibit Kelapa Dalam Bido dan Hibrida Kelapa Genjah x Dalam Bido [Appearance Seed Bido Tall coconut and Hybrids Dwarf x Bido Tall Coconut] Budi Santosa; Sukmawati Mawardi; Meity Aneke Tulalo; Hengky Novarianto
Buletin Palma Vol 20, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n1.2019.19-26

Abstract

Coconut seedlings are growing well with an important role in supporting the success of planting coconut in the field. The higher seed viability are growing well, the more the seed that grew into a coconut seedlings. This study aims to determine seed viability, growth and development of the Bido Tall coconut (DBO) seeds, Hybrid Dwarf x DBO and Khina-1. Coconut variety Bido Tall  is a coconut variety that was just released in 2017 originating from Bido village. This coconut has the advantage of large fruit, fast flowering, short stems,  and stalks slowly getting higher. The research was conducted at the Mapanget Experimental Garden, Indonesion  Palm Crops Research Institute from 2016 - 2018 using a single block method. The material used in this study is derived seed from coconut DBO, Hybrid Genjah x DBO, and Khina-1 coconut. The results showed that the viability seeds of Bido Tall coconut ranged from 73,15% - 88,10%, while the Hybrid Dwarf  x Bido Tall coconut 46,18% - 85,19%. Coconut seedlings do not all grow normally, there are some seeds were stunted (dwarf or a rosette), and the seeds are dead. Besides that, there are seeds that grow with two shoots (polyembriony) and dwarf. Characteristics of plant height, stem girth and leaves number of DB0 coconut are generally higher than Hybrid coconuts Dwarf x DBO and Khina-1. Hybrid Coconut GMW x DBO and GSK x DBO are the two best Hybrid coconut  that has characteristics of plant height, stem girth and leaves number close to or equal to the DBO coconut elders, which is more vigorous than other Hybrid coconuts included with the comparison Khina-1. Red Waingapu and Salak Dwarf coconuts are thought to be the best combining ability with DBO coconut.ABSTRAKBibit kelapa yang tumbuh baik mempunyai peranan penting dalam menunjang keberhasilan penanaman kelapa di lapangan. Semakin tinggi viabilitas benih yang tumbuh baik, semakin banyak benih yang tumbuh menjadi bibit kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih, pertumbuhan dan perkembangan bibit kelapa Dalam Bido (DBO), Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Varietas kelapa DBO adalah varietas kelapa yang baru dirilis tahun 2017 yang berasal dari Desa Bido. Kelapa ini memiliki keunggulan yaitu buahnya besar, cepat berbunga, batang pendek, batangnya lambat bertambah tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Mapanget, Balai Penelitian Tanaman Palma dari tahun 2016 – 2018 dengan menggunakan metode blok tunggal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih yang berasal dari kelapa DBO, Hibrida Genjah x DBO, dan Khina-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas benih kelapa DBO berkisar 73,15% – 88,10%, sedangkan kelapa Hibrida Genjah x DBO 46,18% – 85,19%. Bibit kelapa tidak semuanya  tumbuh normal, terdapat beberapa bibit yang terhambat pertumbuhannya (kerdil atau roset), dan  bibit yang mati. Selain hal tersebut,  terdapat  benih yang tumbuh  dengan dua tunas (poliembrioni) dan kerdil. Karakter tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun kelapa DBO pada umunya lebih tinggi dibandingkan kelapa Hibrida Genjah x DBO dan Khina-1. Kelapa Hibrida Genjah merah Waingapu (GMW)  x DBO dan Genjah Salak (GSK) x DBO merupakan dua kelapa Hibrida terbaik yang memiliki karakater tinggi tanaman, lingkar batang dan jumlah daun mendekati atau sama dengan tetua kelapa DBO, dan lebih vigor dibandingkan kelapa Hibrida lainnya termasuk dengan pembanding Khina-1. Kelapa Genjah Merah Waingapu dan Genjah Salak diduga paling baik daya gabungnya dengan  kelapa DBO.
STATUS PEMULIAAN TANAMAN KELAPA DALAM PENYEDIAAN BENIH UNGGUL DI INDONESIA BUDI SANTOSA
Perspektif Vol 13, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Puslitbang Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.714 KB) | DOI: 10.21082/p.v13n2.2014.%p

Abstract

ABSTRAKTanaman  kelapa  merupakan  tanaman  yang  sangat bermanfaat  bagi  manusia  dan  tersebar  di  seluruh propinsi di Indonesia dengan banyak aksesi sehingga keragaman genetik tinggi. Hal tersebut menyebabkan produktivitas kelapa secara nasional  masih  rendah yaitu sekitar 1 ton kopra/ha/tahun. Pemerintah melalui Balitka yang sekarang telah berganti nama menjadi Balit    Palma    telah    melakukan    penelitian    dan mendapatkan  varietas  kelapa  unggul  yang  potensi produktivitas berkisar 2,5 - 3,5 ton kopra/ha/tahun. Varietas  Kelapa  Unggul  yang  telah  dilepas  adalah Kelapa Dalam, Kelapa Genjah, Kelapa Hibrida, dan Kelapa Kopyor. Varietas Kelapa Unggul sebagian besar merupakan hasil seleksi dari eksplorasi aksesi-aksesi kelapa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang   telah   ditanam   di   dalam   kebun   percobaan maupun areal Blok Penghasil Tinggi (BPT). Pengadaan benih kelapa unggul yang diperlukan oleh para petani atau  perusahaan  perkebunan  kelapa  dapat  diambil dari kebun percobaan maupun area BPT. Pengadaan benih   kelapa   kopyor   telah   dilakukan   dengan memanfaatkan   teknik   bioteknologi   yaitu   kultur jaringan,  karena  bibit  kelapa  kopyor  sangat  sulit bahkan   tidak   mungkin   diusahakan   dengan   cara konvensional.    Teknik    kultur    jaringan    dengan menggunakan  metode  penyelamatan  embrio  pada kelapa kopyor telah berhasil menghasilkan tanaman kelapa kopyor.  Pada saat ini tanaman kelapa kopyor yang berasal dari kultur jaringan telah  ditanam di kebun percobaan Balit Palma dan telah menghasilkan buah kelapa kopyor sekitar 90 persen per tandan.Kata kunci: pemuliaan, kelapa, benih unggul, kultur jaringan The Status of Coconut Plant Breeding to Support  Providing of Superior Seed  in Indonesia  ABSTRACTCoconut is an estate crop that give many advantages to human being and  distributed in all of provinces in Indonesia  with  a  lot  of  accessions  that  have  high genetic   diversity.   These   causes   coconut   national productivity is still low that is 1 ton of copra/ha /year.  The  Government  through  Indonesian  Coconut  and Other Palmae Research Institute present has renamed to  Indonesian  Palmae  Research  Institute (IPRI)  has conducted research and obtain some superior coconut varieties that potential productivity around 2.5 - 3.5 tons of copra/ha/year. Superior coconut varieties that have been released are tall Coconut Dwarf, Coconut, Hybrid   Coconut,   and   Kopyor   Coconut.   Coconut varieties of superior largely are result of selection of the  exploration    coconut  accessions  derived  from various regions in Indonesia, which has been planted in the experimental garden or high yield block (HYB) area. The procurement of superior coconut seedlings needed by farmers or coconut plantation companies can be taken from an experimental garden or HYB areas.  The procurement of Kopyor coconut seed has been doing by biotechnology techniques such as tissue culture, due to kopyor coconut seedlings could not be cultivated by conventional technique. Tissue culture techniques by using the embryo rescue method on kopyor  coconut  has  managed  to  generate  kopyor coconut plants. Recently the kopyor coconut obtained through   tissue   culture   have   planted   in   IPRI experimental  garden  and  fruit  is  kopyor  coconuts reach to 90 % /bunches.Keywords: breeding, coconut, superior seeds, tissue culture.
Co-Authors Abshar Ramadhanny Subhan Ade Lia D. Safitri ade rahmawati Afrinaldi Afrinaldi Agus Alex Yanuar Agustin Rahmawati Ahmad Fauzan Abdurrahman Ahmad Yazid Lubis Aisyah Aji Sukarno Alfi Rahmi Alfita Ayu Irmawati Ali Ridho Barakbah Andika Arbi Rayhansyah Andri Sukeksi Anita Anita Annisa Nurul Hikmah Antoni Antoni Ari Yanuar Ridwan Aris Budi Setyawan Azzati Nur Laili Bagus Nurcahyo Bambang Utoyo Cakti Indra Gunawan Dassaad, Dassaad Didik Sumanto Ditiya Himawati Donata S. Pandin Dwi Aries Himawanto Dwi Sulistyoningsih Dyah Palupi Eka Puji Hastuti Fadhilla Yusri Fasnia Septa Utama Fatwa Tentama Fitriani Nur Damayanti Hafiz Mukaromah Hani Harlan HARYONO Haryono Haryono Haryono Haryono Hengky Novarianto Henna Ria Sunoko Herlisa Anggraini Herminarto Sofyan Hidayani Syam I Nyoman Pujawan I Wayan Arsana Iman Pasu Marganda Hardianto Purba Ismail Maskromo Iswantir M Joko Budi Santosa Joko Utomo Ketut Purwantoro Lasminiasih Linda Yarni M. Arif Maria R Nindita Radyati Martino Wibowo Masnia Mahardi Yanuar MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Megandaru Widhi Kawuryan Mei Raharja Meisin Nabilah Meity Aneke Tulalo Meity Aneke Tulalo Meldy Hosang Meutia Srikandi Fitria Muh Ilham Muhammad Evy Prastiyanto Muji Rahayu Nidia Fertisia S Niken Anggraini Savitri Nur Cholidah Fitriana Nurdiansyah Rudi NURUL QOMARIYAH Nuryani Nuryani Nuzul Husnah Oksiana Jatiningsih Prasetyo Bonifasius Sitanggang Prihandoko Rachmi Ridho Ragil Saptaningtyas Rahmanu Wijaya Rahmi Andayani Ranny Wahyu Ningrat Ratih Juwita Rehulina Apriyanti Rina Sugiarti Rini Megawati Rino Andias Anugraha Rio Aurachman Risma Widia Ramadhanti Riyanti Riyanti Rizka Nindya Wulandari Rizka Rahmadani Rizki Muti Agustiani Sampara Lukman Sarmini Saskia Dyah Satria Mandala Sid Suntrayuth Sidi Asmadi SITI AISAH Soeharjoto Soeharjoto Sri Astuti Eka Putri Sri Darmawati Sri Nawangsari Stanty Aufia Rachmat Stanty Aufia Rahmat Stefanus Eko Wiratno Steivie Karouw Sudarsono, Bambang Sukarno, Aji Sukmawati Mawardi Sumiyarti Sumiyarti Supriyadi Supriyadi Suyanto Suyanto SUYONO Syawaluddin Syawaluddin Tahta Alfina Tertio Kunto Dewo Tiananda Widyarini Tri Mulyani Wahyuningsih Umar Affandi Veronika Widi Prabawasari Waenah . . Wahyu Prakosa Wahyu Sunan Hidayat Wardoyo Warsono Willy Arafah Wiyono Sutari Yanto Sidik Pratiknyo Yuli Sari Yeni Yulia Rosyada, Fani YULIANUS R. MATANA Zela Ubaidillah