p-Index From 2021 - 2026
10.655
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Vektor Penyakit ASPIRATOR VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Majalah Geografi Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Riset Kesehatan JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Dunia Kesmas Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Jurnal Biomedika dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Science Midwifery BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Indonesian Journal of Global Health research Insights in Public Health Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Cahaya Mandalika Epidemiology and Society Health Review (ESHR) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Lux Mensana: Journal of Scientific Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Jurnal of Community Health Development (JCHD) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Holistik Jurnal Kesehatan ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Diseases Studies Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Epidemiologi Deskriptif Talasemia Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Nurhayati, Nunung; Supriyanto, Supriyanto; Kartikasari, Elva
Kesmas Vol. 7, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talasemia adalah penyakit kelainan darah akibat kekurangan atau penurunan produksi hemoglobin. Jumlah penderita talasemia di Yayasan Talasemia Indonesia cabang Banyumas terus meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik penderita talasemia di Yayasan Talasemia Indonesia cabang Banyumas tahun 2012. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional ini dilakukan terhadap 64 sampel yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling . Data dikumpulkan meliputi melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita talasemia rata-rata berusia 12,28 tahun, berjenis kelamin laki-laki (51,6%), sedang sekolah SD (40,6%), bukan angkatan kerja (92,2%), talasemia β-mayor (90,6%), tidak splenektomi (84,4%), jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) (73,4%), kadar feritin ≥ 2000 ng/mL (90,4%), kelasi deferioprone, vitamin C, dan deferioksamin (81,2%), tinggal di Kabupaten Banyumas (79,7%), trans-fusi darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas (95,3%), rata-rata terdiagnosis usia 3,7 tahun, usia rata-rata mulai transfusi darah adalah 3,78 tahun. Frekuensi transfusi darah 1 bulan 1 kali (87,5%), dan frekuensi terapi kelasi zat besi mengonsumsi vitamin C 30 kali dalam 1 bulan (95,3%). Thalassaemia is blood disorder caused by deficiency or decrease in production/formation of hemoglobin. Number of thalassaemia patients in Yayasan Talasemia Indonesia (Indonesian Thalassemia Foundation) Banyumas branch countinue to increase. The research purpose is to describe the characteristics of thalassemia patients in YTI Banyumas. The research type is a quantitative approach with cross sectional research design. Sample of 64 people taken by proportionate stratified random sampling. Data collected includes characteristics of the respondents based on the variables of people, places, and time was obtained through interviews using a questionnaire. The univariate descriptive analysis were use to describe the characteristics of the respondents. The results showed that thala-ssaemia patients at YTI Banyumas have several characteristics: average age of 12,28 years, male (51,6%), elementary students (40,6%), the labor force (92,2%), b-thalassemia major (90,6%), no splenectomy (84,4%), Jamkesmas (73,4%), ferritin levels ≥ 2000 ng/mL (90,4%), sailor deferio-prone, vitamin C, and deferioksamin (81,2%), live in Banyumas (79,7%), blood transfusions in hospitals Banyumas (95,3%), the average age of diagnosis of 3,7 years, the average age of starting a blood transfusion was 3,78 years. Once a month blood transfusion (87,5%), and the frequency of iron chelation therapy by consuming vitamin C 30 times in one month (95,3%).
Pemberdayaan kader posyandu lansia untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam perawatan pasca stroke Upoyo, Arif Setyo; Sri Rejeki, Dwi Sarwani; Sutrisna, Eman
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v12i1.7991

Abstract

Introduction: The problems that post-stroke patients still face after being hospitalized are weakness in one side of the body (hemiparesis), speech disorders (dysarthria/aphasia), difficulty swallowing (dysphagia) and psychological disorders such as post-stroke depression and the risk of recurrent attacks. The purpose of the service is to improve the knowledge and skills of partners about: early detection of stroke, post-stroke care, post-stroke physical exercise, post-stroke speech therapy, post-stroke swallowing therapy, post-stroke psychological management. The method carried out is training with lectures, discussions and demonstrations, the media used are modules and videos. The participants were elderly Posyandu cadres and families who took care of family members after a stroke totaling 19 people. The success of the training was evaluated by comparing pre and posttest scores and assessing the participants' ability to demonstrate the actions taught. The results obtained by the knowledge of early detection, psychological management and post-stroke care of participants were 100% improved. Skills about early detection of stroke, ROM exercises, swallowing exercises and speech therapy 89.47% of participants improved. Conclusion: The training is effective in improving the knowledge and skills of cadres and families in caring for post-stroke patients. Key word: post-stroke, training, cadres, family, care
Pemetaan dan Analisis Faktor Risiko Leptospirosis Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Nurlaela, Sri; Octaviana, Devi
Kesmas Vol. 8, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai dengan tahun 2013 dilaporkan ada 13 kasus leptospirosis di Kabupaten Banyumas.Terjadinya peningkatan kasus selama dua tahun terakhir perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak agar kasus leptospirosis bisa segera ditangani. Tujuan penelitian ini adalah memetakan kasus leptospirosis dan menganalisis faktor risiko lingkungan dan perilaku yang memengaruhi leptospirosis. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional kasus kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pengukuran. Analisis data menggunakan analisis spasial, analisis univariat, dan bivariat. Kasus adalah penderita leptospirosis berjumlah 13 orang dan kontrol adalah tetangga kasus yang tidak menderita leptospirosis berjumlah 52 orang. Hasil pemetaan menunjukkan kasus leptospirosis di Kabupaten Banyumas termasuk daerah aliran sungai dengan radius 600 meter ke sungai; seluruh kasus dekat dengan sawah (jarak < 1 km); sebagian besar memiliki vegetasi ³ 3 jenis dan berada di daerah dengan curah hujan tinggi. Faktor lingkungan yang terbukti berhubungan dengan leptospirosis adalah kondisi jalan yang buruk sekitar rumah (OR = 4,90; CI 95% = 1,35 - 17,10). Faktor perilaku yang berhubungan dengan leptospirosis adalah kebiasaan mandi/mencuci di sungai (OR = 4,35; 95% CI = 1,21 - 15,60), riwayat peran serta dalam kegiatan sosial yang beresiko (OR = 12,00; 95% CI = 1,45 - 99,09) dan penggunaan alat pelindung diri (OR = 7,50; 95% CI = 1,00 - 62,18). There were 13 Leptospirosis cases in Banyumas in 2013. The increasing incidents in last 2 years should get an attention from all institutions. The study conducted was to map incidence of leptospirosis and analyze the environmental and behavior risk factors which associated leptospirosis case. This research was observational by case-control approach. The data was collected through interviews, observation and test. For analyzing the data, the researcher applied spatial analysis, univariate, and bivariate analysis. It was 13 leptospirosis cases and 52 people as the controls; they are the neighbors who are free from leptospirosis.The mapping showed that leptospirosis cases in Banyumas were along the riverin 600 meters radius, all cases with the distance of 0 - 1 km into the rice field, had vegetation 3 species and those were in areas with high rainfall intensity. Environmental risk factor associated with leptospirosis was a bad road conditions around the house (OR = 4,90; CI 95% = 1,35 - 17,10). Behavior risk factors werethe bathing/washing habit in the river (OR = 4,35; 95% CI = 1,21 - 15,60, a history of participation in social activities (OR = 12,00; 95% CI = 1,45 - 99,09)and the use of personal protective equipment (OR = 7,50; 95% CI = 1,00 - 62,18).
Model Prediksi Kebutuhan Darah untuk Penderita Talasemia Mayor Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Pradani, Putri; Nurhayati, Nunung; Supriyanto, Supriyanto
Kesmas Vol. 8, No. 7
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dua tahun pertama kehidupan penderita talasemia mayor, umumnya menderita anemia dan membutuhkan tranfusi darah. Penelitian ini bertujuan membuat model prediksi kebutuhan darah bagi penderita talasemia mayor. Penelitian observasional dengan desain studi pendekatan potong lintang ini dilakukan pada sampel 79 penderita talasemia mayor yang melakukan transfusi rutin minimal satu bulan satu kali di Rumah Sakit Umum Banyumas, selama tahun 2012. Analisis regresi linier ganda digunakan untuk membuat model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,7% kebutuhan darah penderia talasemia mayor dijelaskan oleh variabel usia, berat badan, dan kadar hemoglobin sedangkan 19,3% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain. Rumus prediksi menyatakan setiap kenaikan usia 1 tahun maka kebutuhan darah akan bertambah sebanyak 0,816 mililiter dan setiap kenaikan 1 kilogram berat badan maka kebutuhan darah akan bertambah 13,4 mililiter serta apabila kadar hemoglobin mengalami penurunan 1 g/dL maka kebutuhan darah akan bertambah sebesar 81 mililiter. Patients with thalassemia major usually present within the first two years of life with severe anemia, need red blood cell transfusion. The objective of this study was to create a prediction model of blood transfusion need for patients with thalassemia mayor. This type of research was observational with cross sectional design. Samples are 79 patients with thalassemia major who perform routine transfusion at least once in a month at Banyumas hospital in 2012. Multiple linier regression analysis was used to create the model. The results showed that 80.7% blood requirements can be explained by variables of weight, haemoglobin level and age, while 19.3% is explained by other causes. Prediction formula states every increment of one year in age, the need for blood will increase by 0.816 millilitres and every increment of one kilogram of body weight, the need for blood will increase 13.4 millilitres, and when the haemoglobin level decreased 1 gr/dL the need for blood will increase by 81 millilitres.
Annual Parasite Incidence Malaria di Kabupaten Banyumas Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Sari, Ruthi Armita; Nurhayati, Nunung
Kesmas Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banyumas merupakan kabupaten endemis malaria di Provinsi Jawa Tengah. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2008 - 2013 menunjukkan angka annual paracite incidence (API) yang selalu mengalami fluktuasi. Dari 27 kecamatan, 22 di antaranya termasuk dalam kategori medium case incidence (MCI) dan low case incidence (LCI). Faktor lingkungan, perilaku, sosial ekonomi, dan iklim berdampak pada tinggi rendahnya kejadian malaria. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan API di Kabupaten Banyumas. Data dikumpulkan dari Januari 2011 - Desember 2013 menggunakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian potong lintang dan menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas. Populasi adalah seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling, sebanyak 27 kecamatan dengan pengamatan selama 3 tahun menjadi 81 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 44,4% pengamatan termasuk kategori LCI dan MCI, 48,1% termasuk kategori curah hujan tinggi, 49,4% termasuk kategori wilayah yang luas, 49,4% termasuk kategori jumlah pendatang tinggi, 48,1% termasuk kategori kepadatan penduduk sedang. Sementara itu, dari 27 kecamatan, yang termasuk ketinggian rendah adalah 63,0%. Faktor yang terbukti berhubungan dengan API adalah luas wilayah, jumlah pendatang, kepadatan penduduk, sedangkan yang tidak berhubungan adalah curah hujan dan ketinggian. Banyumas is malaria endemic district in Central Java. Banyumas Health Office data of 2008 - 2013 showed that, the Annual Parasite Incidence (API) always fluctuated. From 27 subdistricts in Banyumas, there are 22 subdistricts which fall into the category of middle case incidence (MCI) and low case incidence (LCI). Malaria is a disease that closely associated with the enviroment, behaviour, social economy, and climate. The purpose of this study was to determine factors associated with API in Banyumas. Data were collected from Januari 2011 - Desember 2011 using an analytic crosssectional design using secondary data from Banyumas Health Office, Agriculture Office and Statistic Center. The population in this study were all subdistricts in Banyumas and samples were taken using total sampling technique. The sample of this study was 27 districts. The results showed that from 81 samples we obtained 44.4% of observations included in LCI and MCI category, 48.1% with high rainfall, 49.4% with large areas, 49.4% with high number of entrants, 48.1% with medium population density. Meanwhile, from 27 districts, 63.0% included in low altitude category. Factors associated with API in Banyumas were the extensive areas, the number of entrants, and population density. The factors that are not associated to the API were the rainfall and altitude regions.
Risk Factors of Covid-19 Transmission among Health Workers in Southeast Asia Prathiwi, Qonitah Fitri; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pratama Mars
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3453

Abstract

The transmission of Covid-19 to health workers is an important issue in the pandemic era. Health workers are the front line in handling Covid-19 so they are very vulnerable to being exposed to and even contracting Covid-19 disease. It is necessary to conduct an assessment of the factors that influence the transmission of Covid-19 to health workers, especially in the Southeast Asian Region. The aim of the systematic review is to examine the factors that influence the transmission of Covid-19 cases to health workers in Southeast Asia. The research journal database was retrieved by accessing PubMed and Google Scholar, and using the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA) method using the keywords “risk factors” AND “transmission” AND “Covid-19” AND “health workers”. After going through a series of selections, 11 research journals of 241 journals found that were published in 2020-2023 and were considered relevant for study. Based on the results and discussion of the systematic review, it is known that the factors that influence the transmission of Covid-19 to health workers in Southeast Asia are: average age, type of profession, comorbid history, travel history, community contact at work, contact with Covid-19 patients, adherence to the use of PPE and implementing health protocols, levels of workload, levels of stress and immunization status of health workers.
LITERATURE REVIEW : GANGGUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Gunawi, Cindy Juwita Sari; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27330

Abstract

Keterbatasan dalam segi kognitif, fisik dan motorik pada Anak Berkebutuhan Khusus dapat menimbulkan masalah pada gigi dan mulut sehingga mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut. Kelainan erupsi gigi, kerusakan lingkungan rongga mulut, karies gigi dan penyakit periodontal adalah gangguan kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terkait permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan merupakan studi literatur tahun 2014 sampai 2023 dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Data yang diolah diperoleh dari database science direct,  pubmed dan, google scholar, dengan keywords gangguan kesehatan gigi dan mulut, karies, gingivitis, kelainan periodontal, anak berkebutuhan khusus. Hasil tinjauan Studi literatur ini didapatkan 17 artikel dengan kriteria inklusi dan eksklusi, diketahui adanya gangguan kesehatan gigi dan mulut berupa karies dan penyakit periodontal yaitu gingivitis pada anak berkebutuhan khusus. Kejadian karies pada anak downsyndrome lebih rendah karena erupsi gigi yang terlambat. Pada anak tunagrahita angka kejadian karies lebih tinggi karena keterbatasan dalam membersihkan area gigi dan mulut. Kondisi gingiva pada anak-anak tunagrahita (disabilitas intelektual) menunjukkan hasil yang tidak lebih baik daripada kondisi anak dengan keterbatasan fisik.
A LITERATURE REVIEW: FACTORS INFLUENCING THE INCIDENCE OF ANEMIA IN FARMERS IN THE WORLD Radi, Radi; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Octaviana, Devi
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v12i1.30876

Abstract

Background: Studies on anemia have so far focused more on the incidence of anemia in pregnant women and adolescent girls even though farmers are one of the vulnerable groups suffering from anemia. The incidence of anemia in farmers has not been well documented, and there is still very limited research related to the determinants of anemia incidence in farmers. Objective: The study aim to know risk factor anemia in the farmers around the world Method: This study used the literature review method by collecting journals from google scholar, PubMed, and cienceDirect. Data collection using Anaemi A keywords Anemia AND farmers AND risk faktor. The results of the livelihood obtained a total of 4,959 articles which were then carefully selected so that 8 of the most relevant articles were obtained for article review. Result: The results showed that there are three main faktors that cause the incidence of anemia in farmers, namely individual factors, environmental factors, and sociodemographic factors. Conclusion: Risk factor of anemia in the farmers is individual factors, environmental factors, and sociodemographic factors Keyword: Anemia, Farmers, Risk Factor
Literature Review: Risk Factors Affecting The Incidence Of Soil-Transmitted Helminths (Sth) Infection In Adults Rachmawati, Farras Arlinda; Radi, Radi; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Wijayanti, Mars
Jurnal Riset Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v14i1.12367

Abstract

Background: Soil-transmitted helminths (STH) infection is still a problem in many countries. Studies on risk factors for soil-transmitted helminths (STH) infection are still more focused on children, while studies in adults are limited. This study aims to summarize risk factors for soil-transmitted helminths (STH) infection in adults. Method: This study used a literature review method by collecting journals from Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. Data was collected using the keywords risk factor, soil-transmitted helmet, and adult.  The article to be reviewed is a research conducted in 2019 - 2023. Result: The results of the article search were obtained as many as 861 articles which were then selected using inclusion and exclusion criteria so that as many as 10 articles were received for review. The results of the review of the entire article found that the risk factors for soil-transmitted helminths (STH) infection in adults are individual factors (Education level, gender, age, and type of occupation ), socioeconomic (Community ethnicity, area of residence, and population density), and Personal hygiene (habit of washing food before consumption, nail hygiene, interaction with animals, waste or dirt removal, handwashing habit, soil-eating habit, and boiling drinking water)). Conclusion: Risk factors for soil-transmitted helminths (STH) are individual, socioeconomic, and personal hygiene
Literature Review: Determinan Penyebab Penyakit Scabies pada Santri di Pondok Pesantren Rakhmawati, Pebriyani Dwi; Izzati, Azkiya Nur; Hutama, Aryasatya Putra; Palupi, Alya Ratna; Sri Rejeki, Dwi Sarwani; Mars Wijiyanti, Siwi Pramatama
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.21070

Abstract

Tingginya prevalensi scabies di lingkungan pesantren menjadi fokus utama dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok santri yang tinggal di area yang padat dan terbatas. Situasi ini semakin buruk akibat minimnya akses informasi, sarana kebersihan, serta pola hidup bersama yang memudahkan penyebaran penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mereview secara mendalam beragam hasil artikel yang berhubungan dengan faktor-faktor yang menyebabkan tingginya prevalensi skabies di pondok pesantren melalui tinjauan literatur. Artikel dipilih dari basis data Google Scholar, ResearchGate, dan PubMed dengan kriteria inklusi tertentu, menghasilkan 10 artikel yang relevan untuk direview secara kualitatif deskriptif. Hasil survei mengindikasikan adanya pola yang konsisten antara situasi hidup di pesantren dengan meningkatnya risiko penularan skabies. Pemahaman yang mendalam mengenai konteks ini penting untuk menyusun strategi pencegahan yang efisien dan berkelanjutan melalui pendekatan promosi kesehatan yang terfokus serta peningkatan infrastruktur lingkungan pesantren. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi laju penularan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup seluruh santri secara keseluruhan.
Co-Authors . Yulistyaningrum Abiyanti, Tabitha Li-Ulinnuha Al fasih, Hana Mumtazah Aldila, Salsa Adi Alifka Deti Sri Maharani Alya Zahiya Maulida Amala, Qoshdan Amalina, Putri Nur Anandari, Dian Anastasya Rafi Zahra Ardiani, Intan Henda Arif Setyo Upoyo Arih Diyaning Intiasari Artanti Karunia Ageng Asmara, Dhiya Azizah Ayanasva, Khafina Azijah, Pipit Nur Azizah Azzahra, Amaliyah Balqis, Safira Barandi Sapta Widartono Budi Aji Budi Aji Budi Aji, Budi Chairunnisa, Nur Indah Chasanah, Imah Nur Destika Dhaniasri Devi Ayu Rokhayati Devi Octaviana Devi Oktaviana Devi Oktaviana, Devi Devinta Muthia Sani Dewati, Carissa Auliya Dewi, Jasmine Palupi Dita Riski Khasanah Dona Prima Fierda Dwi Rastuti, Bunga Dwita Darmawati Dyah Susanti Dyah Umiyarni Purnamasari Dyah Umiyarni Purnamasari E. Elsa Herdiana Murhandarwati Edi Basuki Edi Basuki Elsyta Fretty Asmara Elva Kartikasari Elva Kartikasari Eman Sutrisna Endang Srimurni Kusmintarsih ENDANG SRIMURNI KUSMINTARSIH Eri Wahyuningsih Erna Kusumawati Fajri, Azhar Kautsar Fani, Gresia Farah Nurul Yanis Syarifa Fatika, Zanna Rahma Febianti Rahayu Febrianti, Syaira Aisha Fita Amanda Putri Fitri Arofiati Gadis Rinaty Susanty Ghea Efrananditha Sukendar Ghina Roudhatul Jannah Ghozi, Muhammad Ali Gunawi, Cindy Juwita Sari Hajrah Merdian Punky Saputri Hamimah, fa Ayu Hari Kusnanto Hartanti, Diah Tri Haryanto, Trisno Hasan, Nurmaliza Hasna Tri Rachmatika Hasyim, Ashlikhatul Fuadah Al Hennanda Annastya Annisa Indarko Herawati, Maghitsa Ayu Hernayanti Hernayanti Ho, Veronika Angellina Hiberto Hutama, Aryasatya Putra Ida Rosilawati Ilmi, Khalimah Nur Izzati, Azkiya Nur Jayanti, Rosita Dwi Kartikasari Kartikasari Kinasih, Annastya Kirana, Meirany Sasitha Kundari, Asih Kusnanto, Hari Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Libna Aththohiroh Maajid, Sekar Khofidfah Maharani, Rizqi Putri Chyntia Mars Wijiyanti, Siwi Pramatama Miftakhul Janah Miftakhul Janah MISBAKHUL MUNIR Misbakhul Munir Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat Muthmainah, Suci Hilmia Mutiara Dea Sasmita Nabila Allaeyda Said Nabila, Adibah Nafisyah, Hana Amada Nareshwari, Himamayasuri Nashriati, Fatma Nasywa Carrisa Winata Natavany, Azarine Raissa Nisa, Fauzia Annafiun Nisrina Linas Nugraheni Nugroho, Amirah Nadia Putri Nugroho, Pramudya Dhiwang Nujaba, Dayan Rifqy Nunung Nurhayati Nur Indah Indah Wardani Nur Indah Indah Wardani, Nur Indah Indah Nurfaizi, Almas NURHALIZA, AINA Nurhalizah, Marsha Nurzakia, Wawa Najwa Palupi, Alya Ratna Paramita Adi Nurmutia Perdana, Clarissa Amorita Pradani, Ashifa Wulan Pramatama, Siwi Prastyo, Hutomo Eko Prathiwi, Qonitah Fitri Puspita, Anggraeny Dian Putra, Taradhiya Dhasta Putri Pradani Putri Pradani Putri, Suci Amalia Putri, Zhafira Marifta Putu, Ayu Pratiwi R. Suharyadi Rachmani, Nadia Nurazizah Rachmawati, Farras Rachmawati, Farras Arlinda Radi Radi Radi Radi Rafi Ashza Sejati Rahadjo, Setiyowati Rahayu, Febianti Rahayu, Prasepti Ageng Rahman, Cahya Aulia Rahmatika, Nanda Tri Rakhmawati, Pebriyani Dwi Raniand Cucuomi Putri Ratu Matahari Rikawati, Afni Andini Rizkiana, Cantika Sondra Rumbrawer, Sila Olivia Ruthi Armita Sari Ruthi Armita Sari, Ruthi Armita Saefurrohim, Muhamad Zakki Safitri, Dyah Retno Salsabila, Aina Shofi Sani, Devinta Muthia Saputri, Hajrah Merdian Punky Sari, Ellin Evitha Sasmita, Mutiara Dea Sejati, Rafi Ashza Sekaryudha, Jasmine Ayumaharani Septina Dwi Astuti Setiyowati Rahardjo Setyowati Raharjo Setyowati, Endang Ariyani Sholihah, Fidyatus Siska Nur Aisyah Rohman Siti Masfiah Siti Masfiah Siti Nurhayati Siwi Pramatama Siwi Pramatama Mars Wijayanti Siwi Pramatama Mars Wijayanti Siwi Pramatama Mars Wijayanti SIWI PRAMATAMA MARS WIJAYANTI Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Siwi Pramatama Solikhah Solikhah Sri Nurlaela Sri Nurlaela Suciwati, Alya Regina Sudrajat, Nida Fauziah Sukendar, Ghea Efranandhita Supriyanto Supriyanto Suratman Suratman Suratman Suratman Susina Yatapya Sutini, Kristina Syahputra, Rieko Alysa Syaira, Hanifah Teguh Dhika Teguh Dhika, Teguh Tri Baskoro Tunggul Satoto Trisnowati Budi Ambarningrum Triwibowo Ambar Garjito Ulhaq, Syifa Dhia Wibowo, Ronggo Adi Widayati, Hesti Prawita Widyadhana, Fatiha Ardelia Wijaya, Yulia Arthemisia Wijayanti , Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Mars Wijayanti, Siwi Pramatama M Wijayanti, Siwi Pratama Mars Windariyanti, Nunuk Wiranti, Bella Witdodo, Pandu Suryonoto Yatapya, Susina Yulistyaningrum, . Yulistyaningrum, . Yustisia, Ananda Bela Zulfa Maulani Syamil