p-Index From 2021 - 2026
10.141
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Vektor Penyakit ASPIRATOR VISIKES Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Majalah Geografi Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Riset Kesehatan JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Collaborative Medical Journal (CMJ) Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Jurnal Dunia Kesmas Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Jurnal Biomedika dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Indonesian Journal of Global Health research Insights in Public Health Journal Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Lux Mensana: Journal of Scientific Health Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Jurnal of Community Health Development (JCHD) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Holistik Jurnal Kesehatan ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Diseases Studies Jurnal Kesehatan Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal) Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASMA DI WILAYAH PEDESAAN: LITERATURE REVIEW Putri, Suci Amalia; Rahayu, Prasepti Ageng; Suciwati, Alya Regina; Nabila, Adibah; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47426

Abstract

Asma merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan inflamasi dan penyempitan saluran napas, yang menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi. Prevalensi kejadian asma di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penduduk di wilayah pedesaan juga menghadapi risiko signifikan terhadap penyakit asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian asma di wilayah pedesaan secara global. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan PRISMA. Pencarian artikel melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, hingga diperoleh delapan artikel yang sudah sesuai kriteria penelitian. Berdasarkan hasil literature review ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kejadian asma di pedesaan, antara lain obesitas, polusi udara seperti paparan asap rokok, asap hasil pembakaran kayu bakar, dan asap dari penggunaan obat nyamuk bakar, udara dingin, riwayat genetik, serta alergi. Alergi merupakan penyebab yang paling umum ditemukan di lingkungan pedesaan.
Literature Review MULTI-FACTORIAL INFLUENCES ON MALARIA TRANSMISSION DYNAMICS IN INDONESIA: INSIGHTS FROM CLIMATE TO COMMUNITY INTERVENTIONS Ghozi, Muhammad Ali; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Kesmas Indonesia Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2025.17.2.13933

Abstract

Indonesia is a tropical climate country with one of its characteristics having high rainfall and lasting relatively long. High rainfall levels cause waterlogging which has the potential to increase the number of mosquito populations. The purpose of this literature review is to determine the effect of weather conditions, namely rainfall and air temperature on the possibility of a malaria outbreak. The method used is to review selected articles with a search engine via Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect by entering the keywords rainfall, climate and malaria. The search process to exclude articles used for this literature review uses the PRISMA method. And the results of the literature review show 11 articles discussing weather conditions that affect mosquito populations in Indonesia (Yogyakarta, Bengkulu and Ambon), India, Nigeria, Ethiopia, Mali, Uganda and South Africa. Research in Bengkulu City and Ambon City found a negative correlation between rainfall and temperature on malaria infections. In Limpopo Province, South Africa, data shows the seasonal dynamics of the role of rainfall identified where the December to February rainy season plays a major role in influencing malaria cases in the following year. In Oyam district, Uganda, a malaria outbreak was facilitated by aquatic habitats of Anopheles near houses created by human activities, following increased rainfall.
Studi Kasus Implementasi Kebijakan Penggunaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan di Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Cilacap Prastyo, Hutomo Eko; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Suratman, Suratman
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i9.4776

Abstract

Kebijakan pemberian bantuan dana bantuan operasional kesehatan ( BOK) dari pemerintah tujuannya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dalam menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Hanya saja dengan anggaran BOK yang sudah diberikan oleh Pemerintah untuk Puskesmas, realisasinya belum bisa terserap dengan optimal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait informasi implementasi kebijakan penggunaan dana BOK di Puskesmas Kabupaten Cilacap. Informan dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan purposive sampling. Informan penelitian ini terdapat informan kunci dan pendukung. Sebagai informan kunci yaitu Kepala Puskesmas, Ka Sub Bag TU, Bendahara BOK, petugas pengelola perencanaan BOK di Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Implementasi kebijakan penggunaan dana BOK di Kabupaten Cilacap dari segi komunikasi dilakukan melalui koordinasi dengan pengelola BOK melalui Wa Grup, pertemuan offline dan onlain, dan supervisi langsung oleh Dinas Kesehatan. Hanya saja masih ditemukan adanya misskomunikasi terkait pemahaman penggunaan dana BOK. Terkait sumber daya di Kabupaten Cilacap, masih terjadi penumpukan tugas dikarenakan belum ada kebijakan khusus untuk tenaga pengelola BOK yang latar pendidikannya seperti ekonomi maupun akuntan. Disposisi terkait kebijakan BOK dirasa tepat hanya saja kurang fleksibel terkait petunjuk teknis penggunaan dana BOK itu sendiri. Dari struktur birokrasi di Kabupaten Cilacap tidak ada pembentukan birokrasi ataupun organisasi khusus terkait BOK. Namun, masih terdapat tata urutan dalam melaporkan hasil kegiatan terkait penggunaan dana BOK di Kabupaten Cilacap. Penggunaan dana bantuan operasional dalam pelaksanaannya tidak bisa fleksibel karena sudah ada petunjuk teknis yang ditetapkan.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE PADA USIA PRODUKTIF : LITERATURE REVIEW Al fasih, Hana Mumtazah; Febrianti, Syaira Aisha; Rahman, Cahya Aulia; Witdodo, Pandu Suryonoto; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47084

Abstract

Stroke tidak hanya menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan pada usia lanjut, tetapi kini menunjukkan tren peningkatan pada kelompok usia produktif. Penulisan artikel ini dilakukan dengan tujuan untuk mereview faktor risiko dominan yang berkontribusi terhadap kejadian stroke pada usia produktif di masyarakat Indonesia berdasarkan kajian literatur ilmiah terkini. disusun dengan pendekatan Literature review, menggunakan referensi dari publikasi ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016 hingga 2025. Seluruh sumber diperoleh melalui pencarian pada basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Artikel dipilih melalui proses skrining, kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil terhadap sepuluh artikel menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling dominan mencakup faktor hipertensi, kurangnya aktivitas fisik, diabetes melitus, dan perilaku merokok. Faktor tambahan seperti stres, obesitas, konsumsi makanan berlemak, serta riwayat keluarga juga memiliki peran dalam kejadian stroke usia produktif. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa kejadian stroke pada usia produktif merupakan hasil dari kombinasi kompleks berbagai faktor risiko klasik dan khusus. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif yang personal dan berbasis karakter individu sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian stroke sejak usia muda.
Analisis kategori wilayah tempat tinggal dengan status calon pengantin wanita terhadap risiko melahirkan anak stunting Yustisia, Ananda Bela; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Nisa, Fauzia Annafiun; Aldila, Salsa Adi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.969

Abstract

Background: Stunting in Indonesia still has a high prevalence at 21.5% in 2023. Stunting is also caused by the mother's condition before marriage. Prospective brides still have low awareness about the importance of preventing stunting at a young age. Premarital health conditions can be influenced by various factors, including the type of ​​residence which may influence physical, social and economic environmental conditions. Purpose: To determine whether the regional category affects the status of prospective brides who run the risk of having children who are stunted. Method: A quantitative analytical study used a cross-sectional method and was conducted in June-July 2024 in Banyumas Regency, Central Java. The sampling technique used total sampling with a sample size of 3.399 respondents. The independent variables in this study were rural and urban areas of residence, while the dependent variable was stunting. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using chi-square. Results: The chi-square test results showed a p-value of 0.216 (>0.050). This means that there is no significant relationship between rural and urban areas and the risk of stunting in prospective brides. Conclusion: The status of prospective brides by category puts them at risk of giving birth to stunted children, and this risk does not differ between rural and urban areas. Pre-marital and pregnancy education should be provided evenly across all regions, and assistance should be provided to prospective brides at risk to delay pregnancy until conditions are more ideal.   Keywords: Premarital Health; Stunting; Town; Village.   Pendahuluan: Stunting di Indonesia masih memiliki prevalensi yang tinggi, yaitu 21,5% pada tahun 2023. Stunting ikut dipengaruhi oleh kondisi ibu sejak sebelum menikah. Namun, calon pengantin wanita cenderung memiliki kesadaran yang rendah akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Kondisi kesehatan pranikah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk wilayah tempat tinggal yang memungkinkan adanya kondisi lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi. Tujuan: Untuk mengetahui apakah kategori wilayah tempat tinggal berhubungan dengan status calon pengantin wanita berisiko melahirkan anak stunting. Metode: Penelitian kuantitatif analitik menggunakan metode cross sectional, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 3399 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah wilayah tempat tinggal perdesaan dan perkotaan, sedangkan variable dependen adalah stunting. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan chi square. Hasil: Uji chi square menunjukkan p-value 0.216 (>0.050). Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara wilayah perdesaan dan perkotaan dengan risiko stunting pada calon pengantin wanita Simpulan: Status calon pengantin wanita oleh kategori berisiko melahirkan anak stunting, dan risiko tersebut tidak berbeda antara wilayah perdesaan maupun perkotaan. Edukasi pranikah dan kehamilan secara merata di seluruh wilayah, serta pendampingan bagi calon pengantin berisiko untuk menunda kehamilan hingga kondisinya lebih ideal.   Kata Kunci: Kesehatan Pranikah; Perdesaan; Perkotaan; Stunting.
Tingkat Resistensi Lipas Jerman (Blattella germanica L.) asal Tiga Pasar di Kota Purwokerto terhadap Fipronil Menggunakan Metode Kontak dan Umpan: Resistance Level of German Cockroaches (Blattella germanica L.) Origin of Three Traditional Markets in Purwokerto City to Fipronil Ambarningrum, Trisnowati Budi; Kusmintarsih, Endang Srimurni; Haryanto, Trisno; Basuki, Edi; Rejeki, Dwi Sarwani Sri
Aspirator Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Aspirator Volume 14 Nomor 1 2022
Publisher : Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/asp.v14i1.4495

Abstract

Abstract. German cockroaches in Indonesia have developed resistance to various insecticides. Although cases of german cockroach resistance have been reported in several areas in Indonesia, there have been no reports of such resistance cases in Purwokerto. The specific purpose of this study was to determine the resistance status of german cockroaches from three traditional markets (pasar) in Purwokerto to fipronil. The method used was the contact and bait method, using ten male cockroaches and repeated five times for each strain. The data obtained were analyzed using probit analysis to calculate the time of  death (Lethal Time), and then the resistance level was calculated. The results showed that the time of death (LT50) for field cockroaches using the contact method, the highest resistance level was obtained from the Pasar-1 strain with an LT50 value of 3.05 hours, while the lowest was in the Pasar-3 strain with an LT50 value of 1.83 hours. In testing with the bait method using gel bait containing 0.03% fipronil, the LT50 value of cockroaches from Pasar-1 was 14.16 hours, while cockroaches from Pasar-3 had an LT50 value of 8.02 hours. The resistance ratio value (RR50) calculation showed that all cockroaches from three traditional markets in the city of Purwokerto did not show resistance to fipronil which was tested with the resistance ratio value of all field strains below 1. Susceptible to insecticides with the active ingredient fipronil. The active ingredient fipronil in bait formulations may be used for monitoring and control of German cockroaches. Abstrak. Lipas jerman telah resisten terhadap berbagai macam insektisida, dibuktikan dengan adanya kasus resistensi lipas jerman yang dilaporkan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Meskipun demikian, di wilayah Kota Purwokerto sampai saat ini belum ada laporan mengenai kasus resistensi tersebut. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengetahui status resistensi lipas jerman dari tiga pasar tradisional yang ada di Kota Purwokerto terhadap fipronil. Metode yang digunakan adalah metode kontak dan umpan dengan menggunakan sepuluh ekor lipas jantan dan diulang lima kali untuk masing-masing strain. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis probit untuk menghitung waktu kematian (Lethal Time), untuk kemudian dihitung tingkat resistensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kematian (LT50) lipas lapangan menggunakan metode kontak pada tingkat resistensitertinggi adalah dari strain Pasar-1 dengan nilai LT50 sebesar 3,05 jam, sedangkan terendah adalah strain Pasar-3 dengan nilai LT50 sebesar 1,83 jam. Hasil pengujian dengan metode umpan menggunakan gel bait mengandung fipronil 0.03% diperoleh nilai LT50 lipas asal Pasar-1 sebesar 14,16 jam, sedangkan lipas dari Pasar-3 mempunyai nilai LT50 sebesar 8,02 jam. Hasil penghitungan nilai rasio resistensi (RR50) menunjukkan bahwa semua lipas asal tiga pasar tradisional di Kota Purwokerto tidak menunjukkan resistensi terhadap fipronil yang diujikan dengan nilai rasio resistensi semua strain lapangan di bawah 1. Simpulan hasil penelitian ini adalah lipas strain pasar tradisional di Kota Purwokerto masih rentan terhadap insektisida berbahan aktif fipronil. Bahan aktif fipronil dalam formulasi umpan dimungkinkan untuk digunakan dalam monitoring dan pengendalian lipas jerman.
Analisis Kondisi Lingkungan pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Banyumas dengan Pendekatan Spasial: Environmental Conditions Analysis of Leptospirosis Incidence in Banyumas Regency with a Spatial Approach Janah, Miftakhul; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Nurlaela, Sri
Aspirator Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Aspirator Volume 13 Nomor 2 2021
Publisher : Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/asp.v13i2.4837

Abstract

Abstract. Leptospirosis is still becoming a public health problem in Indonesia. Banyumas was one of the highest cases in Central Java by 2019 so it could be potentially endemic. GIS (Geographic Information System) is used to determine spatial patterns related to the environment. This research aimed to know the distribution and spatial grouping of leptospirosis in Banyumas 2019. The type of this research is an observational study with a cross-sectional spatial analysis design to observe the spreading and grouping pattern. The subjects of this study were 140 leptospirosis cases in Banyumas 2019. House coordinate was collected by using GPS (Global Positioning System). The data collection is done for a month. Data Analyzes was performed through ArcGIS 10.2, and SaTScan 9.7. The distribution of leptospirosis in Banyumas was spread over 14 districts, 45% cases in Cilongok, 25,71% cases were >56 years old, 62,1% cases were male, 40% cases were farmers. The results of the spatial analysis showed 77.14% cases in residential land use areas, 70% cases with moderate population density (5.00-1.249 people/km²), 62.85% cases in 0-199 altitude, 63.57% cases with low rainfall 500 meters, and significant grouping pattern with p-value = 0.009 primary which is located in Cilongok and Ajibarang. Leptospirosis spread over in residential land use areas, moderate population density, low altitude, low rainfall, no history of flooding, a radius of river 500 meters, and occurs clustering in Cilongok and Ajibarang. The location intervention of leptospirosis prevention and control can be prioritized in these areas. Abstrak. Leptospirosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Banyumas merupakan salah satu wilayah yang memiliki kasus tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2019 sehingga berpotensi terjadinya endemis. GIS (Geographic Information System) berguna untuk mengetahui pola spasial penyakit yang berkaitan dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi dan pengelompokkan leptospirosis secara spasial di Banyumas Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan desain analisis spasial cross-sectional untuk mengamati pola penyebaran dan pengelompokkan kasus. Sampel yang dikumpulkan adalah 140 kasus leptospirosis di Banyumas tahun 2019. Pengumpulan data koordinat rumah menggunakan Global Positioning System (GPS). Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan. Analisis data dilakukan melalui ArcGIS 10.2, dan SaTScan 9.7. Hasil penelitian menunjukkan distribusi leptospirosis di Banyumas tersebar di 14 kecamatan, 45% kasus berada di Cilongok, 25,71% mayoritas penderita berumur >56 tahun, 62,1% laki-laki, dan 40% bekerja sebagai petani. Hasil analisis spasial menunjukkan 77,14% mayoritas penderita berada pada lahan pemukiman, 70% kepadatan penduduk sedang (5.00-1.249 jiwa/km²), 62,85% ketinggian 0–199 mdpl, 63,57% curah hujan rendah 500 meter, dan pola cluster terindentifikasi signifikan secara statistik dengan nilai p-value = 0,009 cluster primer berlokasi di Cilongok dan Ajibarang. Kejadian leptospirosis cenderung menyebar di tata guna lahan pemukiman, kepadatan penduduk sedang, ketinggian tempat rendah, curah hujan rendah, tidak ada banjir, radius sungai 500 meter, dan terjadi kluster di Cilongok dan Ajibarang. Lokasi intervensi pencegahan dan pengendalian leptospirosis dapat diprioritaskan daerah tersebut.
Studi Epidemiologi Deskriptif Talasemia Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Nurhayati, Nunung; Supriyanto, Supriyanto; Kartikasari, Elva
Kesmas Vol. 7, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Talasemia adalah penyakit kelainan darah akibat kekurangan atau penurunan produksi hemoglobin. Jumlah penderita talasemia di Yayasan Talasemia Indonesia cabang Banyumas terus meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik penderita talasemia di Yayasan Talasemia Indonesia cabang Banyumas tahun 2012. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional ini dilakukan terhadap 64 sampel yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling . Data dikumpulkan meliputi melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita talasemia rata-rata berusia 12,28 tahun, berjenis kelamin laki-laki (51,6%), sedang sekolah SD (40,6%), bukan angkatan kerja (92,2%), talasemia β-mayor (90,6%), tidak splenektomi (84,4%), jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) (73,4%), kadar feritin ≥ 2000 ng/mL (90,4%), kelasi deferioprone, vitamin C, dan deferioksamin (81,2%), tinggal di Kabupaten Banyumas (79,7%), trans-fusi darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas (95,3%), rata-rata terdiagnosis usia 3,7 tahun, usia rata-rata mulai transfusi darah adalah 3,78 tahun. Frekuensi transfusi darah 1 bulan 1 kali (87,5%), dan frekuensi terapi kelasi zat besi mengonsumsi vitamin C 30 kali dalam 1 bulan (95,3%). Thalassaemia is blood disorder caused by deficiency or decrease in production/formation of hemoglobin. Number of thalassaemia patients in Yayasan Talasemia Indonesia (Indonesian Thalassemia Foundation) Banyumas branch countinue to increase. The research purpose is to describe the characteristics of thalassemia patients in YTI Banyumas. The research type is a quantitative approach with cross sectional research design. Sample of 64 people taken by proportionate stratified random sampling. Data collected includes characteristics of the respondents based on the variables of people, places, and time was obtained through interviews using a questionnaire. The univariate descriptive analysis were use to describe the characteristics of the respondents. The results showed that thala-ssaemia patients at YTI Banyumas have several characteristics: average age of 12,28 years, male (51,6%), elementary students (40,6%), the labor force (92,2%), b-thalassemia major (90,6%), no splenectomy (84,4%), Jamkesmas (73,4%), ferritin levels ≥ 2000 ng/mL (90,4%), sailor deferio-prone, vitamin C, and deferioksamin (81,2%), live in Banyumas (79,7%), blood transfusions in hospitals Banyumas (95,3%), the average age of diagnosis of 3,7 years, the average age of starting a blood transfusion was 3,78 years. Once a month blood transfusion (87,5%), and the frequency of iron chelation therapy by consuming vitamin C 30 times in one month (95,3%).
Pemberdayaan kader posyandu lansia untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam perawatan pasca stroke Upoyo, Arif Setyo; Sri Rejeki, Dwi Sarwani; Sutrisna, Eman
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v12i1.7991

Abstract

Introduction: The problems that post-stroke patients still face after being hospitalized are weakness in one side of the body (hemiparesis), speech disorders (dysarthria/aphasia), difficulty swallowing (dysphagia) and psychological disorders such as post-stroke depression and the risk of recurrent attacks. The purpose of the service is to improve the knowledge and skills of partners about: early detection of stroke, post-stroke care, post-stroke physical exercise, post-stroke speech therapy, post-stroke swallowing therapy, post-stroke psychological management. The method carried out is training with lectures, discussions and demonstrations, the media used are modules and videos. The participants were elderly Posyandu cadres and families who took care of family members after a stroke totaling 19 people. The success of the training was evaluated by comparing pre and posttest scores and assessing the participants' ability to demonstrate the actions taught. The results obtained by the knowledge of early detection, psychological management and post-stroke care of participants were 100% improved. Skills about early detection of stroke, ROM exercises, swallowing exercises and speech therapy 89.47% of participants improved. Conclusion: The training is effective in improving the knowledge and skills of cadres and families in caring for post-stroke patients. Key word: post-stroke, training, cadres, family, care
Pemetaan dan Analisis Faktor Risiko Leptospirosis Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Nurlaela, Sri; Octaviana, Devi
Kesmas Vol. 8, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai dengan tahun 2013 dilaporkan ada 13 kasus leptospirosis di Kabupaten Banyumas.Terjadinya peningkatan kasus selama dua tahun terakhir perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak agar kasus leptospirosis bisa segera ditangani. Tujuan penelitian ini adalah memetakan kasus leptospirosis dan menganalisis faktor risiko lingkungan dan perilaku yang memengaruhi leptospirosis. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional kasus kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pengukuran. Analisis data menggunakan analisis spasial, analisis univariat, dan bivariat. Kasus adalah penderita leptospirosis berjumlah 13 orang dan kontrol adalah tetangga kasus yang tidak menderita leptospirosis berjumlah 52 orang. Hasil pemetaan menunjukkan kasus leptospirosis di Kabupaten Banyumas termasuk daerah aliran sungai dengan radius 600 meter ke sungai; seluruh kasus dekat dengan sawah (jarak < 1 km); sebagian besar memiliki vegetasi ³ 3 jenis dan berada di daerah dengan curah hujan tinggi. Faktor lingkungan yang terbukti berhubungan dengan leptospirosis adalah kondisi jalan yang buruk sekitar rumah (OR = 4,90; CI 95% = 1,35 - 17,10). Faktor perilaku yang berhubungan dengan leptospirosis adalah kebiasaan mandi/mencuci di sungai (OR = 4,35; 95% CI = 1,21 - 15,60), riwayat peran serta dalam kegiatan sosial yang beresiko (OR = 12,00; 95% CI = 1,45 - 99,09) dan penggunaan alat pelindung diri (OR = 7,50; 95% CI = 1,00 - 62,18). There were 13 Leptospirosis cases in Banyumas in 2013. The increasing incidents in last 2 years should get an attention from all institutions. The study conducted was to map incidence of leptospirosis and analyze the environmental and behavior risk factors which associated leptospirosis case. This research was observational by case-control approach. The data was collected through interviews, observation and test. For analyzing the data, the researcher applied spatial analysis, univariate, and bivariate analysis. It was 13 leptospirosis cases and 52 people as the controls; they are the neighbors who are free from leptospirosis.The mapping showed that leptospirosis cases in Banyumas were along the riverin 600 meters radius, all cases with the distance of 0 - 1 km into the rice field, had vegetation 3 species and those were in areas with high rainfall intensity. Environmental risk factor associated with leptospirosis was a bad road conditions around the house (OR = 4,90; CI 95% = 1,35 - 17,10). Behavior risk factors werethe bathing/washing habit in the river (OR = 4,35; 95% CI = 1,21 - 15,60, a history of participation in social activities (OR = 12,00; 95% CI = 1,45 - 99,09)and the use of personal protective equipment (OR = 7,50; 95% CI = 1,00 - 62,18).
Co-Authors . Yulistyaningrum Abiyanti, Tabitha Li-Ulinnuha Al fasih, Hana Mumtazah Aldila, Salsa Adi Alifka Deti Sri Maharani Alya Zahiya Maulida Amala, Qoshdan Amalina, Putri Nur Anandari, Dian Anastasya Rafi Zahra Arif Setyo Upoyo Arih Diyaning Intiasari Artanti Karunia Ageng Asih Kundari Asmara, Dhiya Azizah Ayanasva, Khafina Azijah, Pipit Nur Azizah Azzahra, Amaliyah Barandi Sapta Widartono Budi Aji Budi Aji Budi Aji, Budi Chairunnisa, Nur Indah Chasanah, Imah Nur Destika Dhaniasri Devi Ayu Rokhayati Devi Octaviana Devi Oktaviana Devi Oktaviana, Devi Devinta Muthia Sani Dewati, Carissa Auliya Dewi, Jasmine Palupi Dita Riski Khasanah Dona Prima Fierda Dwi Rastuti, Bunga Dwita Darmawati Dyah Susanti Dyah Umiyarni Purnamasari Dyah Umiyarni Purnamasari E. Elsa Herdiana Murhandarwati Edi Basuki Edi Basuki Elsyta Fretty Asmara Elva Kartikasari Elva Kartikasari Eman Sutrisna Endang Ariyani Setyowati ENDANG SRIMURNI KUSMINTARSIH Endang Srimurni Kusmintarsih Eri Wahyuningsih Erna Kusumawati Fajri, Azhar Kautsar Fani, Gresia Farah Nurul Yanis Syarifa Fatika, Zanna Rahma Febianti Rahayu Febrianti, Syaira Aisha Fita Amanda Putri Fitri Arofiati Gadis Rinaty Susanty Ghea Efrananditha Sukendar Ghina Roudhatul Jannah Ghozi, Muhammad Ali Gunawi, Cindy Juwita Sari Hajrah Merdian Punky Saputri Hamimah, fa Ayu Hari Kusnanto Hartanti, Diah Tri Haryanto, Trisno Hasan, Nurmaliza Hasna Tri Rachmatika Hasyim, Ashlikhatul Fuadah Al Hennanda Annastya Annisa Indarko Herawati, Maghitsa Ayu Hernayanti Hernayanti Ho, Veronika Angellina Hiberto Hutama, Aryasatya Putra Ida Rosilawati Ilmi, Khalimah Nur Intan Henda Ardiani Izzati, Azkiya Nur Jayanti, Rosita Dwi Kartikasari Kartikasari Kinasih, Annastya Kirana, Meirany Sasitha Kusnanto, Hari Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Libna Aththohiroh Maajid, Sekar Khofidfah Maharani, Rizqi Putri Chyntia Mars Wijiyanti, Siwi Pramatama Miftakhul Janah Miftakhul Janah MISBAKHUL MUNIR Misbakhul Munir Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat Muthmainah, Suci Hilmia Mutiara Dea Sasmita Nabila Allaeyda Said Nabila, Adibah Nareshwari, Himamayasuri Nasywa Carrisa Winata Natavany, Azarine Raissa Nisa, Fauzia Annafiun Nisrina Linas Nugraheni Nugroho, Amirah Nadia Putri Nugroho, Pramudya Dhiwang Nujaba, Dayan Rifqy Nunung Nurhayati Nur Indah Indah Wardani Nur Indah Indah Wardani, Nur Indah Indah Nurfaizi, Almas NURHALIZA, AINA Nurhalizah, Marsha Nurmaliza Hasan Nurzakia, Wawa Najwa Palupi, Alya Ratna Paramita Adi Nurmutia Perdana, Clarissa Amorita Pradani, Ashifa Wulan Pramatama, Siwi Prastyo, Hutomo Eko Prathiwi, Qonitah Fitri Puspita, Anggraeny Dian Putra, Taradhiya Dhasta Putri Pradani Putri Pradani Putri, Suci Amalia Putri, Zhafira Marifta Putu, Ayu Pratiwi R. Suharyadi Rachmani, Nadia Nurazizah Rachmawati, Farras Rachmawati, Farras Arlinda Radi Radi Radi Radi Radi Radi Rafi Ashza Sejati Rahadjo, Setiyowati Rahayu, Febianti Rahayu, Prasepti Ageng Rahman, Cahya Aulia Rahmatika, Nanda Tri Rakhmawati, Pebriyani Dwi Raniand Cucuomi Putri Ratu Matahari Rizkiana, Cantika Sondra Rumbrawer, Sila Olivia Ruthi Armita Sari Ruthi Armita Sari, Ruthi Armita Saefurrohim, Muhamad Zakki Safitri, Dyah Retno Salsabila, Aina Shofi Sani, Devinta Muthia Saputri, Hajrah Merdian Punky Sari, Ellin Evitha Sasmita, Mutiara Dea Sejati, Rafi Ashza Sekaryudha, Jasmine Ayumaharani Septina Dwi Astuti Setiyowati Rahardjo Setyowati Raharjo Setyowati, Endang Ariyani Siska Nur Aisyah Rohman Siti Masfiah Siti Masfiah Siti Nurhayati Siwi Pramatama Siwi Pramatama Mars Wijayanti Siwi Pramatama Mars Wijayanti SIWI PRAMATAMA MARS WIJAYANTI Siwi Pramatama Mars Wijayanti Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Siwi Pramatama Solikhah Solikhah Sri Nurlaela Sri Nurlaela Suciwati, Alya Regina Sudrajat, Nida Fauziah Sukendar, Ghea Efranandhita Supriyanto Supriyanto Suratman Suratman Suratman Suratman Susina Yatapya Susina Yatapya Sutini, Kristina Syahputra, Rieko Alysa Syaira, Hanifah Teguh Dhika Teguh Dhika, Teguh Tri Baskoro Tunggul Satoto Trisnowati Budi Ambarningrum Triwibowo Ambar Garjito Ulhaq, Syifa Dhia Wibowo, Ronggo Adi Widayati, Hesti Prawita Widyadhana, Fatiha Ardelia Wijaya, Yulia Arthemisia Wijayanti , Siwi Pramatama Mars Wijayanti, Mars Wijayanti, Siwi Pramatama M Wijayanti, Siwi Pratama Mars Windariyanti, Nunuk Wiranti, Bella Witdodo, Pandu Suryonoto Yulistyaningrum, . Yulistyaningrum, . Yustisia, Ananda Bela Zulfa Maulani Syamil