Articles
The Impact of Family Conflicts on Children Education.
Edmond Ndayambaje;
Yvette Umwari;
Ayriza Yulia
International Journal of Pedagogy and Teacher Education Vol 4, No 2 (2020): International Journal of Pedagogy and Teacher Education
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education (FKIP), Universitas Sebelas Maret, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/ijpte.v4i2.43123
The current study aims at (1) identifying the factors leading to family conflicts and (2) determining the impacts of family conflict and children education in order to improve family well-being. The study involves qualitative approach with case study design. The targeted group consisted of ten participants: five females and five males. Purposive sampling technique was adapted in selecting the subjects. Concerning with the size of the sample, the researcher preferred using convenience sampling, due to the situation on the field it was absolutely difficulty to firmly fix the respondents. An open-ended questionnaire with eight components was used to develop questions connected to the scope of the study. The collected data were analysed through thematic analysis. The findings indicated that the prevailing factors of family conflicts in the region are miscommunication, mismanagement of family property, irresponsibility, and infidelity. Moreover, the majority of children of the respondents are swiftly heading to very low academic performance compared to their school achievements prior to facing the issue.
Pengaruh Optimisme Terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa yang Mengerjakan Tugas Akhir
Anin Ditha Putri Dewanti;
Yulia Ayriza
Acta Psychologia Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/ap.v3i2.43405
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimisme terhadap kesejahteraan subjektif pada mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Pendekatan penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Sampel penelitian berjumlah 254 mahasiswa dengan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data. Skala yang digunakan merupakan skala optimisme dan skala kesejahteraan subjektif, dimana skala kesejahteraan subjektif terdiri dari subskala PANAS dan subskala kepuasan hidup. Validitas pada skala optimisme menggunakan validitas isi yang diuji melalui expert judgement, validitas faktorial subskala PANAS yakni antara 0,89-0,95; dan validitas konkuren subskala kepuasan hidup 0,73. Reliabilitas pada skala kesejahteraan subjektif adalah 0,814 dan reliabilitas skala optimisme adalah 0,823. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh optimisme yang positif dan signifikan terhadap kesejahteraan subjektif (0,0000,05) dengan garis regresi yang didapatkan yakni Y = 33,631 + 0,901X. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa optimisme mampu memprediksi kesejahteraan subjektif mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir. Kata Kunci: Kesejahteraan Subjektif; Mahasiswa yang Mengerjakan Tugas Akhir;Optimisme.
Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Intensitas Penggunaan Smartphone Pada Remaja
Fernita Nurningtyas;
Yulia Ayriza
Acta Psychologia Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/ap.v3i1.40040
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap intensitas penggunaan smartphone pada remaja. Adapun pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta dengan subjek penelitian remaja berusia 15-18 tahun dan sampel berjumlah 384 remaja yang diambil dengan menggunakan teknik incidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner. Instrumen data yang digunakan adalah skala kontrol diri dan skala intensitas penggunaan smartphone. Validitas instrumen dilakukan dengan menilai validitas isi melalui expert judgment. Pengujian reliabilitas instrument dilakukan menggunakan alpha Cronbach dan menunjukkan nilai koefisien 0,908 pada skala kontrol diri. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kontrol diri secara negatif dan signifikan terhadap intensitas penggunaan smartphone pada remaja usia 15-18 tahun di Kota Yogyakarta (β = -0,102, p0,01) yang artinya kontrol diri mampu menjadi prediktor terhadap intensitas penggunaan smartphone.
Hubungan Perilaku Prososial dengan Persepsi Penerimaan Teman Sebaya pada Remaja Awal
Ika Apriani Dewi Saputri;
Yulia Ayriza
Acta Psychologia Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/ap.v3i1.40013
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara perilaku prososial dengan persepsi penerimaan teman sebaya pada remaja awal di SMP N 1 Ngawen, Gunungkidul. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 665 siswa, dengan sampel berjumlah 96 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa skala perilaku prososial dan skala persepsi penerimaan teman sebaya. Skala perilaku prososial terdiri dari 24 item dengan reliabilitas sebesar 0, 933 dan skala persepsi penerimaan teman sebaya terdiri dari 20 item dengan reliabilitas sebesar 0, 927. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan korelasi product moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku prososial dengan persepsi penerimaan teman sebaya pada remaja awal di SMP N 1 Ngawen dengan nilai korelasi sebesar 0, 889 dan signifikasi p0,05. Dengan demikian semakin tinggi perilaku prososial maka semakin tinggi persepsi penerimaan teman sebaya, demikian pula sebaliknya
Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Subjective Well-Being Pada Remaja yang Tinggal di Pondok Pesantren
Lufti Nooryan Sardi;
Yulia Ayriza
Acta Psychologia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Department of Psychology Universeitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/ap.v1i1.34116
Subjecitive well-being merupakan hal penting yang perlu dimiliki oleh setiap remaja, namun masih ada remaja yang memiliki subjective well-bieng yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dukungan sosial dari teman sebaya terhadap subjective well-being pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif denganjenis peneltian ex post facto. Sampel penelitian sebanyak 132 siswa SMA Ali-Maksum Yogyakarta yang ditentukan dengan teknik stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian skala PANAS (positive affect and negative affect schedule) dan skala dukungan sosial teman sebaya. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi dengan expert judgement, sedangkan reliabilitas menggunakan rumus Alpha Croncbach dengan nilai koefisien alpha 0,84 pada skala PANAS dan life satisfaction, dan alpha 0,88 untuk skala dukungan sosial teman sebaya. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dukungan sosial teman sebaya terhadap subjective well-being pada remaja dengan nilai koefisien yang telah distandarisasi sebesar 0,306. Variabel dukungan sosial teman sebaya berkontribusi sebanyak 94% terhadap subjective well-being pada remaja.
Prediktor Prestasi Belajar Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar
Rita Eka Izzaty;
Yulia Ayriza;
Farida Agus Setiawati
Jurnal Psikologi Vol 44, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.63 KB)
|
DOI: 10.22146/jpsi.27454
The difference in student’s learning achievement is influenced by multiple factors such as school readiness and intelligence. This research aims to examine school readiness and intelligence predict on learning achievement. The data were collected by employing intelligence test and student’s academic report. The subjects of this research were 104 students (52 male and 52 female students aged 7-8) of grade 1 of Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bantul, Yogyakarta, academic year 2016/2017. The collected data were then analyzed by linear regression statistics. The results show school readiness and intelligence predict learning achievement.Abstrak : Perbedaan prestasi belajar pada siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya kesiapan sekolah dan inteligensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prediksi kesiapan belajar di sekolah formal dan inteligensi terhadap prestasi belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tesdan dokumentasinilai hasil belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1 SD MIN Bantul Yogyakarta Tahun Akademik 2016/2017 yang berjumlah 104 orang (52 orang siswa perempuan dan 52 orang siswa laki-laki) dengan usia 7-8 tahun. Data dianalisis denganmenggunakan statistik analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan belajar dan inteligensi dapat memprediksi prestasi belajar.
A Multidimensional Concept of Mental Workload: A Systematic Review
Veny Hidayat;
Sumin Sumin;
Badrun Kartowagiran;
Yulia Ayriza
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 11 No 4 December 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jehcp.v11i4.24203
The concept of mental workload is fully used and leads to various theoretical and methodological models. For this purpose, we are conducted in the same way as a systematic review for understanding the concept and a factor that identifies work and work situations that affect personal tasks, or mental workload field. A systematic review was obtained from scientific papers issued from 2010-to 2021. Mental workload is multidimensional, so that a conceptual definition of mental workload should therefore integrally encompass the most elementary dimensions of mental workload. In general, most factors affected mental workloads, including working environments, individual differences, temporal pressure, and task difficulty/compliance complexity. Techniques for assessing subjective workloads are popular in several studies because of their ease of use and sensitivity to workload fluctuations. The NASATLX scale is the most common subjective technique and is used in a wide range of fields. Subjective and objective measurements cannot even measure all kinds of factors that affect mental distress. The main difficulty facing researchers is establishing standardized measurements of mental workload and its normal range so that effective comparisons can be made between groups of subjects. These results can provide measurement development recommendations using three approaches: subjective, objective, and behavioral.Keywords: mental workload; measurement; workload factors
Analisis Picture Storybook dalam Meningkatkan Kemampuan Theory of Mind Anak Usia Dini
Elsy Gusmayanti;
Yulia Ayriza
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/obsesi.v7i1.2726
Kemampuan bersosialisasi dengan orang lain berhubungan dengan kemampuan memahami situasi dan keadaan orang lain, dalam ilmu psikologi perkembangan disebut dengan istilah theory of mind. Theory of mind merupakan salah satu keterampilan yang berkembang dalam kemampuan sosial-kognitif pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buku cerita bergambar dalam meningkatkan kemampuan theory of mind anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah jurnal terkait buku cerita bergambar dan peningkatan kemampuan theory of mind anak usia dini. Berdasarkan hasil kajian literatur yang telah peneliti kaji, peneliti menemukan bahwa buku cerita bergambar masih konsisten dalam membantu meningkatkan kemampuan theory of mind pada anak usia dini. Ditemukan juga konsep buku cerita bergambar yang sesuai seperti penggunaan bahasa yang jelas, sesuai untuk berbagai karakter anak, sesuai dengan latar belakang sosial dan budaya, berisikan macam-macam emosi pada karakter cerita, dan memiliki narasi cerita yang melibatkan kejutan, rahasia, trik, dan kesalahan, sehingga mengundang anak-anak untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda
Gratitude Can Increase Resilience in Adolescents Who Live in Orphanages
Bernadetha Putri Puspita;
Yulia Ayriza
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 8 (2022): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2417.456 KB)
|
DOI: 10.59141/jrssem.v1i8.119
Resilience is the ability to endure and face and resolve problems or pressures. This is what adolescents who live in orphanages must have. Adolescents who live in orphanages are included in the children at risk group, where these adolescents tend to have a greater chance of experiencing shocks in terms of emotions, intellectuals, social and behavior. In increasing resilience, one of them is by having gratitude. This literature review aims to show that the important role of gratitude can increase resilience in adolescents who live in orphanages. There are several situations that can make the orphanage youth depressed, for example the lack of attachment between the foster child and the caregiver, the regulations in the orphanage that are not in accordance with the condition of the adolescents, limited facilities and other situations. This is what makes adolescents in orphanages need to have good resilience in order to have the ability to survive and face and solve problems or pressures. This paper is expected to help increase the role of gratitude so that adolescents who live in orphanages have good resilience.
Group counseling with behavioral contract technique: is it effective to reduce academic procrastination among junior high school students?
Alfiani Fernita Sari;
Yulia Ayriza
Konselor Vol 11, No 1 (2022): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.767 KB)
|
DOI: 10.24036/02021103112063-0-00
This study aims at knowing the effectiveness of group counseling with the behavioral contract technique to reduce academic procrastination among junior high school students. This study was a quasi-experimental design with a pretest-posttest nonequivalent control group in Ma'arif 9 Way Jepara Junior High School, East Lampung, Lampung Province. It involved 14 students who were determined through the purposive sampling technique. The data collection technique used an academic procrastination scale. The validity of the scale was assessed with content validity of expert judgment. The reliability test result of the academic procrastination scale with the Alpha Cronbach formula was 0.854. This study employed the non-parametric statistical data analysis techniques of the Wilcoxon and the Mann-Whitney test. The results showed that the group counseling with the behavioral contract technique was effective to reduce academic procrastination among the VIII grade students as evidenced with the value of Z = -3.134, p-value = 0.002 (p <0.05).