Articles
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) BERBANTUAN MEDIA KARTU MOL TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMAN 1 NARMADA TAHUN AJARAN 2016/2017
Sumiati Sumiati;
Yayuk Andayani;
Syarifa Wahidah Al Idrus
Jurnal Pijar Mipa Vol. 12 No. 2 (2017): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.328 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v12i2.345
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) berbantuan media kartu mol terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XÃÂ SMAN 1 Narmada tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Kelas X MS 1 dan X MS 3 terpilih sebagai sampel penelitian yang diambil dari populasi seluruh kelas X MS SMAN 1 Narmada melalui teknik pengambilan purposive sampling. Variabel bebasnya adalah model pembelajaran TGT (Team Games Tournament) berbantuan media kartu mol untuk kelas eksperimen dan model pembelajaran langsung untuk kelas kontrol, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar siswa ranah kognitif. Data hasil belajar diperoleh dengan pemberian tes pilihan ganda di awal pertemuan (pre-test) dan di akhir pertemuan (post-test). Rata-rata hasil pre-test dan post-test pada kelas eksperimen berturut-turut 23,89 dan 52,57 sedangkan pada kelas kontrol 30,93 dan 50,63. Data hasil ini selanjutnya diuji dengan uji anakova sehingga didapatkan Fhitung (1,80) kurang dari Ftabel (4,00) sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) berbantuan media kartu mol tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X SMAN 1 Narmada tahun ajaran 2016/2017.ÃÂ Kata Kunci : Model Pembelajaran team games tournament (TGT), media kartu, hasil belajar, stoikiometri kimia.
Pengaruh Model Pembelajaran Probing-Prompting Berbantuan Lembar Kerja Dalam Meningkatkan Kompetensi Pengetahuan Siswa Kelas Xi Sma Negeri 1 Sanggar Tahun Ajaran 2018/2019
Sumiati Sumiati;
Arif Munandar
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.634 KB)
|
DOI: 10.36312/jisip.v2i3.592
Model pembelajaran probing-prompting adalah pembalajaran dengan cara guru menyajika serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan tiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang di pelajari. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh probing-promptingberbantuan lembar kerja dalam meningkatkan pengertahuan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sanggar tahun pelajaran 2018/2019.hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran probing-promptingberbantuan lembar kerja dalam meningkatkan pengertahuan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sanggar tahun pelajaran 2018/2019.. Dalam penelitian ini penulis mengunakan rancangan desain kelas eksperimen dan kontrol. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Sampel penelitian : siswa kelas XI1 dan XI2 di SMA Negeri 1 Sanggar tahun pelajaran 2018/2019. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini evaluasi dan lembar observasi. Tehnik analisis data penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah uji t untuk mengetahui pengaruh probing-prompting.berbantuan lembar kerja dalam meningkatkan pengertahuan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sanggar tahun pelajaran 2018/2019. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa evaluasi dan lembar observasi.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahteknikanalisis t-test.Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran probing prompting berbantuan lembar kerja dalam meningkatkan pengertahuan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sanggartahunajaran 2018/2019.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN PARITAS DENGAN LETAK SUNGSANG PADA IBU BERSALIN
sumiati sumiati
EMBRIO Vol 7 (2015): EMBRIO (AGUSTUS 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.715 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol7.no.a46
Letak sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong di bagian bawah kavum uteri. Menurut Manuaba (2001), kejadian letak sungsang sekitar 3-4 %, tetapi mempunyai angka morbiditas dan mortalitas janin yang tinggi. Di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya kejadian persalinan letak sungsang sebanyak 5 %. Banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya persalinan dengan letak sungsang diantaranya oleh faktor usia ibu yang < 20 tahun atau > 35 tahun, dan kehamilan multiparitas pada ibu hamil dengan paritas 4 atau lebih terjadi insiden hampir sepuluh kali lipat dibanding ibu hamil nullipara, prematuritas, kelainan pada ibu atau janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan paritas dengan letak sungsang pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan teknik Simple Random Sampling, mengambil 255 sampel dari populasi sebanyak 1400 ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Analisis data menggunakan tabulasi silang dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 255 ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya, adalah sebanyak 63 orang (24,70 %) mengalami letak sungsang, ibu bersalin mayoritas usia tidak beresiko (20-35 tahun), dan ibu bersalin mayoritas nonprimi (multipara atau grandemultipara). Setelah dilakukan uji chi-square dengan α = 0,05 didapatkan Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dan paritas dengan letak sungsang pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Oleh karena itu, sebaiknya untuk ibu bersalin melahirkan antara usia 20-35 tahun dan paritas tidak lebih dari tiga.
Perbedaan Bounding Attachment Pada Ibu Nifas Yang Memberikan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Yang Tidak Memberikan Inisiasi Menyusu Dini (Studi Kasus Di RSUD Sidoarjo 2013)
Lestari Okta Ambarati;
Sumiati Sumiati
EMBRIO Vol 3 (2013): EMBRIO (AGUSTUS 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.5 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol3.no0.a1112
Bounding Attachment terjadi pada kala IV, dimana diadakan kontak antara ibu dan bayi dan berada pada ikatan kasih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan bounding attachment pada ibu nifas yang memberikan inisiasi menyusu dini dengan yang tidak memberikan inisiasi menyusu dini di RSUD Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian observasional menggunakan rancangan penelitian cohort. Sampel yang digunakan adalah ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 30 ibu nifas. Teknik sampling yang digunakan adalah Puposive Sampling. Pengumpulan data diperoleh pada tanggal 14 Juni – 14 Juli 2013, dengan cara mengisi lembar checklist melalui observasi langsung pada ibu nifas. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 ibu nifas yang menjadi responden, 15 ibu ( 50 % ) berhasil dilakukan IMD, sedangkan yang 50% tidak diberikan IMD karena kondisi ibu dan bayi yang tidak memungkinkan. Hasil penelitian diperoleh 50% ibu yang memberi perlakuan IMD : 47% mempunyai interaksi positif dan 3% mempunyai interaksi negatif, sedangkan 50% ibu yang tidak memberikan perlakuan IMD, 43% mempunyai interaksi negatif dan 7% mempunyai interaksi positif. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bounding attachment pada ibu nifas yang memberikan inisiasi menyusu dini dengan yang tidak memberikan inisiasi menyusu dini. Saran yang dapat diberikan kepada petugas kesehatan hendaknya patuh dan disiplin dalam melaksanakan kegiatan IMD dimana selain bermanfaat meningkatkan bounding attachment juga untuk meningkatkan program pemerintah untuk pemberian ASI Esklusif.
PENGARUH NIKOTIN TERHADAP KADAR MALONILDIALDEHID (MDA) SERUM DAN KEBERHASILAN FERTILISASI IN VITRO PADA RATTUS NOVERGICUS DI FK. UNAIR SURABAYA
Sumiati Sumiati
EMBRIO Vol 1 (2012): EMBRIO (APRIL 2012)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (100.015 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol1.no0.a1178
Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh nikotin terhadap kadar MDA serum dan keberhasilan fertilisasi in vitro pada Rattus novergicus. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental dengan post test only control group design. Subjek penelitian terdiri dari 4 kelompok (36 ekor tikus) yang dipilih secara acak dan homogen. Kelompok penelitian terdiri dari kelompok kontrol (K0), kelompok perlakuan yang diberikan injeksi nikotin subkutan selama 7 hari dengan dosis 70 mg/Kg BB (K1), 52,5 mg/kgBB (K2) dan 35 mg/kgBB (K3). Hasil yang diamati adalah adanya badan polar II/sigot 2 sel. Hasil uji one way Anova adalah terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik (p<0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil uji BNT kadar MDA serum adalah terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara K0 dan K1, kelompok K0 dan K2, K1 dan K2, serta K1 dan K3. Angka keberhasilan fertilisasi tidak dapat dilakukan uji statistik karena seluruh data menunjukkan 100% berhasil. Dengan demikian tidak dapat dilakukan uji hubungan antara kadar MDA serum dengan angka keberhasilan fertilisasi. Kesimpulan penelitian ini adalah nikotin dapat menyebabkan peningkatan kadar MDA serum tapi belum dapat mempengaruhi fertilisasi sehingga sehingga tidak dapat menghubungkan antara kadar MDA serum dengan angka keberhasilan fertilisasi.
Pengetahuan Ibu Tentang Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dengan Papsmear (Studi Kasus Di Bps Lilik Farida Surabaya)
sumiati sumiati
EMBRIO Vol 2 (2013): EMBRIO (JANUARI 2013)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (136.773 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol2.no0.a1221
Deteksi dini kanker leher rahim di Indonesia masih jarang ditemui, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker leher rahim , khususnya pada wanita usia reproduksi yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dan karakteristik ibu. Di Indonesia angka kematian ibu yang terjangkit kanker leher rahim masih sangat tinggi yang disebabkan oleh banyak hal salah satunya adalah bahan makanan yang banyak mengandung zat kimia. Tujuannya mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker leher rahim dengan papsmear berdasarkan usia, pendidikan, dan pekerjaan. Desain penelitian menggunakan metode statistik deskriptif persentasi. Jumlah sampelnya ditetapkan sebanyak 30 responden akseptor KB pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Data diambil dengan menggunakan kuisioner, setelah data terkumpul diteliti kembali apakah data sudah cukup baik dan dapat disiapkan untuk proses berikutnya. Hasil penelitian diperoleh 30 responden secara umum memiliki pengetahuan baik 11 responden (37%), yang berpengetahuan cukup 13 responden (43%), yang berpengetahuan kurang 6 responden (20%). Berdasarkan usia responden yang berusia 20 – 30 thn didapatkan pengetahuan baik 11 responden (100 %), pengetahuan cukup 11 responden (85%) dan pengetahuan kurang 3 responden (50%). Berdasarkan pendidikan didapatkan hasil : pengetahuan baik 4 responden (37%) dengan pendidikan SD – SLTP dan Perguruan Tinggi, pengetahuan cukup 7 responden (54%) dengan pendidikan SLTA dan sebanyak 6 responden (10%) dengan pendidikan SD – SLTP. Berdasarkan pekerjaan didapatkan hasil : pengetahuan baik 7 responden (63%) pengetahuan cukup 8 responden (62%) dan pengetahuan kurang 1 responden (100%) tidak bekerja. Adapun saran yang disampaikan, peneliti berharap dapat mengubah pola pikir masyarakat yang mengenyampingkan pemeriksaan papsmear dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan upaya promotif menggalakkan penyuluhan khususnya untuk kesehatan reproduksi wanita diberbagai wilayah tidak hanya kota saja tetapi juga daerah yang sulit dijangkau.
PERBEDAAN RASA NYERI PADA KALA I FASE AKTIF TERHADAP IBU BERSALIN DENGAN DILAKUKAN MASSASE PUNGGUNG DAN TIDAK DILAKUKAN MASSASE PUNGGUNG (STUDI KASUS DI BPS. KISWORO PRATIWI SURABAYA).
sumiati sumiati
EMBRIO Vol 4 (2014): EMBRIO (MARET 2014)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.515 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol4.no0.a1256
Nyeri persalinan adalah rasa tidak nyaman selama persalinan yang bersifat alami. Rasa nyeri yang dirasakan oleh ibu ketika menghadapi persalinan pada kala I fase aktif ini adalah manisfestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim yang berlangsung semakin lama semakin kuat. Massase punggung merupakan teknik terapi nyeri non farmakologi yang paling sederhana dengan menggunakan sentuhan atau menggosok bagian tubuh yang nyeri pada kala I fase aktif dalam proses persalinan. Desain penelitian menggunakan rancangan analitik. Alat ukur yang digunakan adalah face scale yaitu skala wajah. Sampel berupa purposive sample dengan jumlah populasi 36 orang dan besar sample 28 orang. Interument penelitian menggunakan kusioner, interview dan lembar observasi. Perbedaan rasa nyeri pada kala I fase aktif terhadap ibu bersalin dengan dilakukan massase punggung dan tidak dilakukan massase punggung di analisa menggunakan uji non parametrik Chi Square dengan kemaknaan 95 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa : sebagian besar ibu bersalin dengan dilakukan massase punggung mengekspresikan nyerinya dengan respon nyeri ringan sampai sedang, sedangkan tidak dilakukan massase punggung mengekspresikan nyerinya dengan respon nyeri berat, sangat berat dan nyeri tidak tertahankan. Hasil uji non parametrik Chi Square, didapatkan hasil : X2 hitung > X2 tabel, disimpulkan terdapat perbedaan ambang nyeri pada responden dengan dilakukan massase punggung dan tidak dilakukan massase punggung. Saran yang dapat diberikan kepada para bidan, massase punggung ini dapat dilakukan pada setiap pasien dalam proses persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu
PENGARUH PERAN PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP PERCEPATAN PROSES PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPS KISWORO SURABAYA
sumiati sumiati
EMBRIO Vol 6 (2015): EMBRIO (MARET 2015)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.967 KB)
|
DOI: 10.36456/embrio.vol6.no.a1329
Rasa nyeri selama persalinan kala I fase aktif menimbulkan rasa takut yang akan menimbulkan ketegangan vegetative pada otot-otot polos yang manifestasinya berupa kekakuan mulut rahim sehingga menghambat pembukaan cervix uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan suami terhadap percepatan proses persalinan kala I fase aktif di BPS Kisworo Surabaya. Desain penelitian menggunakan “Guesi exsperimentalÂâ€, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin di BPS Kisworo Surabaya pada bulan September 2014 sampai Januari 2015 sejumlah 72 orang. Sampel penelitian adalah sebagian ibu bersalin sejumlah 30 orang yang terbagi 15 orang didampingi suami dan 15 orang tidak didampingi suami. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar partograf. Analisa data menggunakan uji statistik independent sample t-test untuk mengetahui pengaruh pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif dilakukan tabulasi silang dan analisanya menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa percepatan kala I fase aktif pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, responden yang didampingi suami mengalami percepatan kala I fase aktif rata-rata 4,53 jam, sebaliknya responden yang tidak didampingi suami memerlukan waktu fase aktif rata-rata 7 jam. Selisih waktu dari 2 kelompok adalah : 2,47 jam. Hasil analisa chi-square tentang pengaruh pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif menunjukkan bahwa 11 responden dengan peran pendampingan baik, semua mengalami percepatan, sedang 4 responden dengan peran pendampingan kurang baik hanya 1 responden yang mengalami fase aktif yang cepat. Hasil analisa chi-square tentang pengaruh peran pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif didapatkan hasil : x2 hitung > x2 tabel, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan peran pendampingan suami terhadap percepatan kala I fase aktif.. Saran peneliti diharapkan bidan dapat memfasilitasi pentingnya peran pendampingan suami selama proses persalinan.
DESAIN SISTEM CONTROL OTOMATIS MOTOR AC MESIN COORUGATOR BERBASIS FUZZY LOGIC
Sumiati Sumiati;
Muhamad Uu Sutisna sutisna
ProTekInfo(Pengembangan Riset dan Observasi Teknik Informatika) Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.435 KB)
|
DOI: 10.30656/protekinfo.v1i0.21
PT. INDAH KIAT PULP & PAPER Tbk, Serang Mill. Adalah suatu perusahan terbesar se-Asia dalam produksi kertas, dimana perusahan ini memproduksi kertas yang bener-bener berkualitas dan berdaya saing tinggi, dimana banyak produksi kertasnya menggunakan mesin-mesin yang berdaya teknologi, Oleh karena itu penulis menciptakan suatu hal-hal yang baru untuk memanfaatkan alat-alat yang sudah tidak terpakai (bekas) untuk dimanfaatkan sebagai barang yang bisa dimanfaatkan, disini penulis mendesain suatu control otomatis untuk motor AC dimesin coorugator berbasis fuzzy logic , dimana main motor AC coorugator ini running dalam 24 jam non stop berproduksi. Oleh karena itu agar motor ini tercontrol dengan baik maka diperlukan suatu alat untuk memonitoring temperatur motor AC yaitu Microcontroler TZN4S Fuzzy Logic, karena selama ini motor sering overheat temperatur dan life timnya motor, mungkin sangat mengganggu sekali dalam berproduksi mesin jika mesin sering stop akibatnya kerugian besar dalam produksi kertas diperusahaan. Dengan tercontrolnya motor AC oleh alat temperatur ini menggunakan sistem fuzzy logic maka dapat dicontrol dalam kecepatan dan voltage mesin coorugator dan juga operator produksi dapat mengetahui suhu temperatur motor AC mesin coorugator .
ANALISA PENENTUAN ALERT LIFETIME SPAREPART FORKLIFT MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC
Sumiati Sumiati;
Farid Mukhtar Sayfullah
ProTekInfo(Pengembangan Riset dan Observasi Teknik Informatika) Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Serang Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (429.246 KB)
|
DOI: 10.30656/protekinfo.v2i0.41
Sensor Accelerometer adalah satu dari sekian banyak sensor yang ditanamkan pada ponsel berbasis Android. SensorAccelerometer bekerja dengan mengukur percepatan gravitasi, dimana untuk mengubah orientasi tampilan, Aplikasi yang dibuat olehpenulis ini, menggunakan bluetooth sebagai penghubung antara ponsel berbasis Android dan mobile robot, serta sensor accelerometer sebagai pengontrol gerakan mobile robot secara real time. Pengontrolan gerakan mobile robot dilakukan dengan cara mengirimkan perubahan nilai sensor accelerometer kepada mobile robot gerakan kebebasaan melalui komunikasi serial. memberikan masukan bagi perkembangan pengontrolan. Terutama di dalam aplikasi sensor Accelerometer berbasis android untuk gerakan robot kebebasaan.