Claim Missing Document
Check
Articles

Farmer Behavior in Cocoa Farming Activities in Gitak Demung Village, Gangga District, North Lombok Regency Fajriani, Nurdani; Mulyati, Mulyati; Suwardji, Suwardji
Unram Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2024): June
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v5i2.633

Abstract

The aims of this study is to investigate farmers' behavior in cocoa farming activities in dryland farming in Gitak Demung Subvillage, Village of Gangga, Sub-district of North Lombok District. The research was conducted using surveys and in-depth interviews (FGD) to collect data on the cultivation practices carried out by cocoa farmers and the factors that influence their behavior (How Many Samples were taken). The survey results showed that farmers in Gitak Demung Village have a very good level of behavior, with the majority of farmers implementing good cultivation practices and in accordance with recommendations. In-depth interviews revealed that farmers' knowledge and awareness of good cultivation practices are the main factors influencing their behavior. In addition, adequate access to resources and technology also plays an important role in shaping good farmer behavior. The findings suggest that the extension and education efforts that have been undertaken by the government, agricultural institutions, and related organizations have had a positive impact in improving farmers' behavior. In conclusion, this study concludes that farmers in cocoa farming activities in Gitak Demung sub-village a very good level of behavior, and improvements in farmers' knowledge and access to agricultural resources and technology need to be considered to maintain and improve this good behavior to achieve sustainable agricultural production of cacao
POTENSI DAN PERAN TANAMAN PEPPERMINT (MENTHA SP.) SEBAGAI COVER CROP DALAM MENINGKATKAN HASIL TANAMAN DI LAHAN KERING Aeni, Zahratul; WANGIYANA, Wayan; Fauzi, M. Taufik; Suwardji, Suwardji; Sudharmawan, A.A. Ketut
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1396

Abstract

Abstract. Dryland areas hold considerable potential to be developed as alternative sites for production of food crops, including upland rice. However, the productivity of dryland is generally low due to its limited water availability, low nutrient content, and high risks of erosion and pest problems for the crops, especially weed problem. To address these challenges, the use of cover crops is a relevant strategy. Peppermint (Mentha sp.) is a promising candidate as a cover crop due to its spreading growth habit, dense root system, and their active aromatic compounds contents. This literature review aims to explore the potential of peppermint in improving crop growth and yield in dryland farming systems, especially as cover crops. Findings indicate that peppermint can improve soil structure, increase soil moisture retention and water infiltration, and contribute organic matter through biomass they produce. Moreover, its allelopathic properties help suppress weeds, while its essential oils—particularly menthol—act as repellents against insect pests and rodents. Integrating peppermint as a living mulch also offers economic value if cultivated as an aromatic or medicinal crop. Therefore, peppermint shows a great potential to support more productive, and environmentally friendly dryland agriculture systems in a sustainable manner. Abstrak. Lahan kering memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif lahan budidaya tanaman pangan seperti padi gogo. Namun, produktivitas lahan kering cenderung rendah akibat keterbatasan air, hara, serta tingginya risiko erosi dan gangguan organisme pengganggu, terutama gulma. Untuk mengatasi hal ini, penggunaan tanaman penutup tanah (cover crop) dapat menjadi strategi yang relevan. Peppermint (Mentha sp.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berpotensi digunakan sebagai penutup tanah (cover crop) karena memiliki pertumbuhan merambat, sistem perakaran padat, dan kandungan senyawa aromatik aktif. Telaah pustaka ini bertujuan mengkaji potensi peppermint dalam meningkatkan hasil tanaman di lahan kering. Hasil kajian menunjukkan bahwa peppermint dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kelembaban dan infiltrasi air, serta menambah bahan organik melalui biomassa. Selain itu, peppermint bersifat alelopatik sehingga dapat menekan persaingan gulma, serta mengandung minyak atsiri seperti menthol yang efektif menolak serangga hama dan tikus. Penggunaan peppermint sebagai mulsa hidup di sela-sela tanaman utama juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan jika dibudidayakan sebagai tanaman aromatik. Oleh karena itu, peppermint dinilai potensial untuk mendukung pertanian lahan kering yang produktif dan berkelanjutan.
Parameter Genetik Beberapa Galur S5 Jagung (Zea mays L.) dalam Pengembangan Varietas Unggul Tahan Kekeringan Safira Mawaddah; Taufik Fauzi; A. A. Ketut Sudharmawan; Suwardji; Taslim Sjah; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/smt98n70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter genetik beberapa galur jagung generasi S5 hasil selfing dari populasi F2 hasil hibridisasi antara P8IS dengan NK212 dan NK7328, guna mendukung pengembangan varietas jagung unggul tahan kekeringan. Evaluasi dilakukan dengan mengamati karakter agronomis utama, serta menghitung nilai koefisien keragaman genetik (KKG) dan heritabilitas arti luas. Penelitian menggunakan 30 galur S5 dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot biji kering pipil per tanaman memiliki nilai KKG tertinggi (16,23%) dan masuk dalam kategori keragaman genetik luas, sedangkan karakter lain seperti tinggi tanaman dan diameter tongkol memiliki keragaman sedang. Nilai heritabilitas tertinggi tercatat pada karakter bobot biji pipil (49,55%), sementara karakter seperti bobot tongkol kering panen memiliki heritabilitas rendah (3,64%). Temuan ini menunjukkan bahwa galur S5 tertentu memiliki potensi genetik tinggi untuk dikembangkan sebagai varietas jagung tahan kekeringan, khususnya melalui seleksi terhadap karakter-karakter dengan heritabilitas sedang hingga tinggi.
Dampak Perubahan Iklim terhadap Komunitas Mikroba Tanah dan Implikasinya pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Auliya Safitri; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/fwpexd49

Abstract

Perubahan iklim memberikan tekanan besar terhadap sistem pertanian Indonesia, terutama melalui dampaknya pada komunitas mikroba tanah yang berperan penting dalam siklus nutrien, kesehatan tanah, dan ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak peningkatan suhu, kekeringan El Niño 2023–2024, variabilitas kelembapan, dan peningkatan CO₂ terhadap struktur serta fungsi mikrobioma tanah, sekaligus mengevaluasi peran mikroba indigenus sebagai strategi adaptasi. Kajian dilakukan menggunakan metode systematic literature review (SLR) berbasis PRISMA terhadap 20 artikel unggulan yang memenuhi kriteria kualitas ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu di atas 32°C menurunkan kolonisasi mikoriza hingga 45%, kekeringan mengurangi keanekaragaman mikroba sebesar 41,7%, dan perubahan pola presipitasi memicu pergeseran komunitas menuju bakteri termotoleran. Namun, aplikasi PGPR, mikoriza arbuskular, Trichoderma, dan konsorsium Bacillus terbukti meningkatkan toleransi tanaman melalui produksi osmoprotektan, aktivasi enzim antioksidan, serta modulasi ekspresi gen stres. Teknologi bioinokulan, agroforestri, dan integrated nutrient management juga dinilai efektif meningkatkan ketahanan mikrobioma tanah, hasil tanaman, dan efisiensi input. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan mikrobioma tanah sebagai strategi kunci dalam memperkuat ketahanan pertanian Indonesia terhadap perubahan iklim.
Pengembangan Sistem Pertanian Peternakan Terpadu pada Lahan Kering di Kabupaten Lombok Tengah: Kajian Systematic Literature Review dan Rekomendasi Kebijakan Lalu Kurniawan; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/z3ybdt03

Abstract

Pertanian lahan kering di Lombok Tengah menghadapi kendala utama berupa keterbatasan air, penurunan kesuburan tanah, dan rendahnya produktivitas. Sistem Pertanian Peternakan Terpadu (SPPT) dipandang sebagai strategi yang mampu meningkatkan efisiensi sumber daya dan ketahanan produksi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi tahun 2020–2025 untuk menilai efektivitas SPPT pada agroekosistem lahan kering. Dari 82 artikel yang ditemukan, 24 jurnal memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa SPPT meningkatkan kesuburan tanah melalui pemanfaatan pupuk kandang dan biomassa tanaman, memperbaiki retensi air, serta menurunkan ketergantungan pada input kimia. Secara ekonomi, SPPT mampu menekan biaya pakan dan pemupukan serta meningkatkan diversifikasi pendapatan petani. SPPT juga memperkuat ketahanan sistem produksi terhadap kekeringan melalui peningkatan struktur tanah dan efisiensi nutrisi. Meski demikian, adopsinya masih terkendala keterbatasan air, modal awal, dan kapasitas teknis petani.
Integrasi Pertanian dan Kehutanan dalam Kerangka Agroekologi: Strategi Pengendalian Deforestasi Melalui Agroforestri Apriadi; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/4sfeba38

Abstract

Deforestasi menjadi masalah lingkungan yang serius di Indonesia, terutama akibat perluasan pertanian dan perkebunan. Agroforestri, sebagai bagian penting dari agroekologi, dinilai mampu menyeimbangkan kebutuhan ekologi dan sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Kajian ini menggunakan metode narrative literature review dengan menelaah 36 artikel terbitan 2010–2025 untuk menilai fungsi, manfaat, dan tantangan agroforestri dalam mengendalikan deforestasi. Hasilnya, agroforestri membantu meningkatkan kesuburan tanah, menjaga keanekaragaman hayati, menyerap karbon, dan mengendalikan erosi. Selain itu, sistem ini mendukung diversifikasi pendapatan, ketahanan pangan, dan pembangunan pedesaan. Namun, penerapannya masih terkendala keterampilan teknis yang terbatas, akses pasar yang lemah dibanding komoditas monokultur, insentif ekonomi yang kurang, dan ketidakpastian hak atas lahan. Agroforestri berpotensi besar menekan deforestasi jika didukung koordinasi lintas sektor, insentif ekonomi dan ekologi yang seimbang, serta penguatan kapasitas.
Efektivitas Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai terhadap Pemulihan Hutan dan Daya Dukung Lahan di Kabupaten Lombok Barat Welmy Soumena; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cbx97k30

Abstract

Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan instrumen penting untuk memulihkan fungsi ekologis hutan dan meningkatkan daya dukung lahan pada wilayah yang mengalami degradasi. Kabupaten Lombok Barat termasuk daerah dengan tingkat kerusakan lahan yang tinggi akibat deforestasi, perambahan, penggembalaan liar, dan lemahnya pengawasan kawasan. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas rehabilitasi DAS terhadap pemulihan hutan dan kondisi biofisik melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengintegrasikan 30 artikel primer internasional dan nasional, laporan BPDAS, serta dokumen kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas teknis rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit, kesesuaian jenis tanaman, dan pemeliharaan tiga tahun pertama, di mana keberhasilan hidup tanaman di Lombok Barat masih berada pada kisaran 35–70%, belum mencapai standar nasional. Secara ekologis, rehabilitasi meningkatkan tutupan vegetasi dan indeks NDVI, namun fluktuasi musim kering serta kedalaman tanah dangkal membatasi kestabilan pemulihan. Dari aspek sosial, partisipasi masyarakat cenderung tinggi pada tahap penanaman tetapi menurun pada fase pemeliharaan karena minimnya insentif ekonomi. Pada aspek kelembagaan, koordinasi BPDAS, pemerintah daerah, dan pemegang IPPKH masih belum optimal sehingga pemantauan dan pemeliharaan jangka panjang tidak konsisten. Secara keseluruhan, efektivitas rehabilitasi DAS di Lombok Barat dinilai moderat, dengan kebutuhan penguatan aspek teknis, sosial, dan tata kelola untuk mencapai pemulihan yang berkelanjutan.
Agroekologi sebagai Solusi Berkelanjutan: Review Sistematis terhadap Praktik dan Dampaknya pada Sistem Pertanian Rismawati Sudarsih; Lolita Endang Susilowati; Suwardji
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7p61xy39

Abstract

Sektor pertanian global saat ini menghadapi dilema kritis antara kebutuhan meningkatkan produksi pangan dan dampak lingkungan negatif dari pertanian konvensional. Review sistematis ini bertujuan mengkaji potensi agroekologi sebagai solusi berkelanjutan dengan menganalisis tiga prinsip utama: daur ulang nutrisi, diversifikasi sistem, dan produktivitas tingkat sistem. Menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) 2020, penelitian ini menelaah 20 studi ilmiah (2010–2025) yang mencakup perbandingan sistem pertanian global. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik agroekologi mampu meningkatkan layanan lingkungan tanpa mengorbankan hasil panen, dengan 78% penelitian melaporkan dampak positif terhadap ketahanan pangan. Secara spesifik, sistem daur ulang nutrisi meningkatkan layanan ekosistem hingga 17-24%, sementara diversifikasi pertanian terbukti meningkatkan hasil panen pada 63% kasus serta mengurangi serangan hama. Temuan ini sangat relevan bagi Indonesia karena memvalidasi efektivitas sistem lokal seperti integrasi tanaman-ternak dan agroforestri. Disimpulkan bahwa agroekologi memberikan bukti ilmiah yang solid sebagai alternatif nyata untuk pertanian berkelanjutan yang produktif, yang membutuhkan dukungan transformasi kebijakan dan sosial.
Agroekologi sebagai Gerakan Sosial Digital: Transformasi Media Sosial dalam Pendidikan, Mobilisasi, dan Advokasi untuk Pangan Berkelanjutan di Indonesia Muh Hayatullah; Suwardji; Lolita Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dxnddc17

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir telah mengubah pola penyebaran informasi lingkungan, produksi pengetahuan, dan bentuk partisipasi sosial. Media sosial menjadi ruang yang banyak digunakan aktor agroekologi di Indonesia untuk berbagi praktik budidaya, membangun jejaring pangan, dan menyebarkan informasi terkait isu pangan. Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis yang bertujuan mengidentifikasi bagaimana media sosial digunakan dalam aktivitas agroekologi dan bagaimana pemanfaatan tersebut berkontribusi pada munculnya pola interaksi baru dalam gerakan agroekologi di Indonesia. Kajian dilakukan menggunakan metode PRISMA dengan menyeleksi 52 artikel nasional dan internasional terbitan 2010–2024. Analisis tematik diterapkan untuk memetakan pola diseminasi pengetahuan, bentuk pengorganisasian digital, struktur jejaring komunitas, serta hambatan yang muncul dalam penggunaan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, media sosial digunakan untuk menyebarkan pengetahuan agroekologi melalui unggahan visual, dokumentasi praktik lapangan, dan diskusi antarpetani maupun pendamping. Kedua, ruang digital dimanfaatkan untuk menghubungkan petani dengan konsumen melalui pasar komunitas, kanal distribusi pangan lokal, dan kelompok berbasis wilayah. Ketiga, berbagai kampanye lingkungan dan isu pangan memanfaatkan media sosial sebagai sarana koordinasi, penyampaian informasi, serta pengumpulan dukungan. Keempat, interaksi rutin dalam jaringan digital membentuk pola representasi bersama mengenai praktik pertanian, nilai keberlanjutan, dan posisi komunitas pangan. Selain itu, ditemukan sejumlah hambatan, antara lain keterbatasan literasi digital, ketergantungan pada algoritma platform dalam jangkauan konten, serta kecenderungan komersialisasi informasi yang dapat menyederhanakan konsep agroekologi. Temuan ini memberikan gambaran empiris mengenai cara kerja agroekologi dalam ekosistem digital dan faktor-faktor yang memengaruhi dinamika tersebut.
Managing Dryland and Water: A Review of Chapter 4 Soils and Water in the Book Managing Dryland Resources – An Extension Manual for Eastern and Southern Africa Raodatul Putri; Suwardji
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 3 No. 11 (2025): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, November 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v3i11.1790

Abstract

Drylands are areas that are vulnerable to environmental degradation due to low rainfall, soil erosion, and limited water resources. The book Managing Dryland Resources – An Extension Manual for Eastern and Southern Africa (IIRR, 2002) presents a variety of practical approaches to managing these challenges. This article reviews Chapter 4: Soils and Water, which focuses on soil and water conservation strategies, pit composting, irrigation and drip irrigation utilization, rainwater harvesting, and sandy river water utilization innovations. The results of the review show that this chapter is strong in presenting field experience and local wisdom combined with modern technology, although it is still limited in quantitative data and socio-economic analysis. These findings confirm that the chapter is relevant as a practical guide for smallholders, extension workers, and stakeholders in sustainable agricultural management in arid regions, both in Africa and in similar regions such as West and East Nusa Tenggara in Indonesia.
Co-Authors A. A. Ketut Sudharmawan A. A. Ketut Sudharmawan A. Farid Hemon 2) A.A Sudharmawan A.A. Ketut Sudharmawan AA Sudharmawan, AA AB, Baharuddin Abdul Syukur Abdus Syakur Assopi Agil Al Idrus Agus Suroso Ahmad Raksun Ahmad Suriadi Al Majid, Aqshaldi Azayaka Alkhairi, Muhammad Alvin Janitera Amri, Amarrusli Ali Amuddin -, Amuddin Amuddin Amuddin, Amuddin Anbary, Yasmin Afra Anggereni, Tara Gita Anggreny Dewatary, Dhea Anisah Resty U Annisa Suryanti Apriadi, Apriadi Aprianti, Irma Ardianti, Risma Arum Dewi, Pervitara Aryabakti, Lalu Arifin Aryadi, Irwin Auliya Safitri Aziz, Muhamad Darul Amimi Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Bakti, Lalu Arifin Aria Bambang Dipo Kusumo Bambang Hari Kusumo Bangkit Maulana, Bangkit Caesario Susmadi M Diah Miftahul Aini Dita Apliza Edwin, Pratama Eko Basuki, Eko Endah - Herlina Eviani, Sri Fadli Fadli fahrudin Fahrudin Fahrudin Fajriani, Nurdani Fauzi, M Taufik Fauzi, Taufik Febriana Sri Wahyuni Feby Umaroh I Firda Salzabilla Syehan Firda Widya Sari Firman Abadi Saputra Hadromy Hawari Hamkary Salam, Riza Hanipah Hapsari Hurum, Puji Huda, Ahlul Fikri Amrul Husni Idris Husni, Ika Rauhul I Dewa Gede Jaya Negara I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Made Sudantha I Wayan Sudika Ibrahim Ilmi , Lalu Bahrul Ilwati, Uun Irmayani Irmayani Irniatun Hasanah Irwin Aryadi Islami, Muhammad Dinul Ismail Yasin Isnaniar Rahmatul Azizah Iswara , Baiq Sagia Febrina Izomil Fathoni Jayus Kharisma Hendra Joko Priyono Joko Sumarsono Kusman, Hardi Kusnarta, IGM. Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Kurniawan Larassaty Octaprama Lestari Ujianto, Lestari Lolita Endang Susilowati Lukmanul Hakim Luxanti, Sifa Rajasmin M Thoriq Panji A M Zul Qurnain M. Fahed Ramadhan M. Sarjan, M. M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi M. Taufik Fauzi, M. Taufik Mahardhika, Baiq Eliza Prizma Mansur Ma’shum Mariani Mariani Mariani Mariatul Quro Maulidyasari Maya Rizki A Mimi Atiatun R Muh Hayatullah Muhammad Dinul Islami Muhammad Khiorul A Muhammad Sarjan Muhammad Syaihul Ahzami Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati mulyati mulyati Nadira Nahendra, Yusrisal Nani Herawati Nggolo, Baghdad Cahyo Nisa, Khaerun Nopiana Fitri Nurfaizah Nurlina Nurrachman Nurul Putri P Padusung Padusung Padusung Padusung, Padusung parman parman Parta Tanaya Pramadya Sudantha Puji Hapsari Hurum Putri, Fadila Rahmatika Putri, Mega Utami Regina Rachmat Agumdhana Raodatul Putri Rasyda, Riezka Zuhriatika Rengga Astrada Ria Rustiana Rida Olina C Ridha Ayumnuazmi Riezka Zuhriatika Rasyda Rinda Astri Vianti Rindu Salsabila Ulayya Rismawati Sudarsih Rudy Fermana Rusdiani, Rusdiani Sabaniartha, Ni Nengah Anatasya Sabariyah Sadmaka 1) Safira Mawaddah Safitri, Rifani Aulia Safta, Laila Salta, Legina Aldaeska Saputra, Andika Nellsen Sartika, Luwy Satya, M. Erik Panji Dwi Selvia, Siska Ita Siska Ita Selvia Siti Raihanun Siti Rohmaniati, Baiq Sofia Dianti Y Sopia Hidayati Sri Tejowulan Sudarmawan, AA Ketut Sudharmawan, A. A. Ketut Sudharmawan, A.A. Ketut Sukartno Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sulfaida Pratami Suparman Tamimi, M. Harjiman Taslim Sjah Taufik Fauzi Tejo Wulan Tejo Wulan Tribhuana Tungga Dewi Ulayya, Rindu Salsabila U’ul Efriyanti Prayoba Verina Januati Wargadalam W.H. Utomo Wayan Wangiyana Welmy Soumena Yudi Apriyan Yunita, Mira Yusrisal Nahendra Zaenal Arifin Zahratul Aeni Zakaria, Abdul Wahid Zubaidi, Akhmad Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah