Claim Missing Document
Check
Articles

TAHFIDZ SCHOLARSHIP PROGRAM IN COACHING GENERATION OF THE QURAN (Service Program of Zakat Management Unit of Ibn Khaldun University Bogor) Ibdalsyah, Ibdalsyah; Rahmat Rosyadi, Abdu; Alim, Akhmad; Taqwa, Hafiz
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i3.2074

Abstract

The phenomenon of people who learn the Quran today is not limited to being able to read properly and correctly based on the science of Tajweed, but there is a tendency to memorize the Quran as Hafidz/Hafidzah in part or 30 juz al-Quran. The method of service for the scholarship program of the Union of Zakat Management of Ibn Khaldun University Bogor for hafid/hafidzhah al-Quran students as one of the community services carried out through four steps of activities starting from selection, determination, assignment, mentoring, and evaluation of memorization activities of the Quran as an effort to nurture generations of the Quran. Based on the results of coaching the hafidz/ hafidzah al-Quran, it is stated that students can consistently maintain mutqin 30 juz while carrying out lectures in the program study within the Faculty.
Konsep Jual Beli dalam Islam dan Implementasinya pada Marketplace Khatimah, Husnul; Nuradi, Nuradi; Alim, Akhmad
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 10 No. 1 (2024): JIEI : Vol.10, No.1, 2024
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v1i1.12352

Abstract

Islam is very concerned about all aspects of the lives of its adherents including the problem of buying and selling, especially the development of technology today makes transactions between sellers and buyers do not have to meet directly and products do not have to be delivered at that time. The purpose of the research is to find out how the concept of buying and selling in Islam and its implementation in the marketplace. This research uses a library research method with a descriptive qualitative approach, which describes and summarizes various variables and their situations and conditions. The results showed that the concept of buying and selling in Islam is based on the rules in fiqh muamalah that the original law of a muamalah activity is al-ibahah (permissible) as long as there is no evidence that prohibits it. The implementation of the concept of buying and selling in Islam in the marketplace based on the description of the marketplace transaction scheme in general, there are no transaction problems in it for both sellers and consumers, because it only acts as an online market that brings together a group of sellers and buyers.
The Concept of Personality and Its Relevance to Character Education in The Light of The Islamic Worldview Alim, Akhmad; Patahuddin, Askar; Hamka, Syamsuar; Amirullah, M.
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2978

Abstract

This study aims to describe the concept of personality and education in the Qur'an and its relevance to character education. This research is qualitative descriptive research through literature study and content analysis methods. The results show that the concept of personality in the Qur'an can be categorized in many forms, but can be categorized into five personal points with the spirit of mu'min, muṣliḥ, mujāhid, muta'āwin, and mutqin. The concept of character education in the Qur'an can be formulated in the form of a balanced remembrance and thought, consistently carrying out worship, leaving the bad, and carrying out all forms of goodness. The relevance of personality to character education can be seen from efforts to educate the soul to become a believer who has an attitude of faith above a straight faith, worships according to instructions, and has a noble character. As for the soul of a muṣliḥ, mujāhid, muta'āwin, and mutqin, it can be seen from the effort to continue learning to teach science, preaching by preventing the bad and inviting the good, as well as patience, cooperation (gotong royong), striving for the best (professionalism), of every trust given. The application of character education based on the personality of the Qur'an with the Islamic Worldview is an effort to view everything based on faith in Allah, faith in revelation, faith in the Prophet, and so on.
Pengembangan Program Keagamaan di Madrasah Aaliyah Al Kahfi Bogor oleh Guru Asrama (Musyrif) Alim, Akhmad; Mufid, Mufid; Indra, Hasbi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.4019

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui program keagamaan di Madrasah Aliyah (MA) Al Kahfi Bogor dan pengembangannya. Berdasarkan metode kualitatif studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi serta menggunakan analisis deskriptif-interpretatif diidentifikasi tujuh program utama keagamaan di MA Al Kahfi. Yaitu 1) qiyamullail, 2) dzikir Al-Ma’tsurat sebelum subuh, 3) tahfidz, tahsin, muraja’ah, dan qira’ah Al-Qur’an, 4) dzikir Al-Ma’tsurat sebelum maghrib (sebagai pengulangan), 5) wirid surat pilihan Al-Qur’an, 6) kajian kitab malam, dan 7) pembacaan hadist kitab Riyadush Shalihin. Ketujuh program keagamaan tersebut dapat diidentifikasi sebagai program berkaitan dengan: 1) Al-Qur’an, meliputi qira’ah, tahsin, tahfidz, dan muraja’ah; 2) ibadah Sunnah, berupa salat malam (qiyamul lail); 3) dzikir dan wirid, antara lain dilakukan sebelum dan setelah subuh serta setelah maghrib, terutama dengan membaca dzikir Al-Ma’tsurat; dan 4) kajian kitab, antara lain kitab Riyadush Shalihin dan beberapa kitab lainnya. Semua program keagamaan wajib diikuti oleh seluruh santri dan santri pun dapat mengikutinya dengan baik karena dalam pelaksanaannya senantiasa dibimbing dan dimonitoring oleh para guru asrama (musyrif). Program keagamaan yang paling digemari dan diikuti dengan antusias oleh para santri adalah program salat tahajud dan kajian kitab.
Pengembangan Modul Pembelajaran Akidah Kelas X di Madrasah Aliyah Susilo, Joko; Tamam, Abas Mansur; Alim, Akhmad
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4136

Abstract

The purpose of this article is to comprehend the teaching of Islamic creed and its development especially in Islamic Senior High school (Madrasah Aliyah). By doing comparative study on the teaching of Tauhid and Aqedah of Ahlussunnah wal jamaah in connection with Wahhabism, the writer tries to find the middle ground as moderate Islamic understanding in reference to the book of tauhid “Qathrul Ghaib “ by Naser bin Muhammad As Samarqandi Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi and the book of Aqedah by Abdul Aziz Bin M. Alu Abdul Lathif as the source material with expectation of making moderate teaching of Islamic creed module for first the grade senior high school. This module is expected to be the reference to standardized practical Islamic understanding mainly about 6 pillars of Islamic faith, to be accepted by all group of people and to accommodate the needed of basic Islamic knowledge. Its simplicity and deep explanation about 6 pillars of Islamic faith make us as readers not only believe in it and but also reflected in our deeds.
Model Pembelajaran Keterampilan Bahasa Arab pada Program Prakuliah di STIBA Ar-Raayah Sukabumi Huda, Syirojul; Alim, Akhmad; Mujahidin, Endin
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4336

Abstract

Pendidikan Bahasa Arab telah berkembang di Indonesia, dari tingkat pendidikan rendah sampai perguruan tinggi, setiap jenjang pendidikan mempunyai tujuan sesuai KKNI. Akan tetapi masih banyak lulusan Pendidikan Bahasa Arab dari perguruan tinggi yang belum menguasai empat keterampilan bahasa secara keseluruhan, ini di sebabkan  oleh beberapa faktor, diantaranya: kompetensi SDM yang belum maksimal, bahan ajar yang terpisah dalam pembelajaran keterampilan bahasa, dan kurang mengenalnya macam-macam metode pembelajaran, serta minat yang kurang dari peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah memberikan sebuah model pembelajaran keterampilan Bahasa Arab secara menyeluruh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara dan memantau secara langsung program prakuliah STIBA Ar-Raayah. Hasil penelitian ini mengungkap sebuah model pembelajaran keterampilan Bahasa Arab yang terintegrasi baik keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Juga mengungkap faktor-faktor penunjang dalam pengembangan Bahasa Arab yaitu visi-misi dan peraturan yang jelas, kurikulum yang sesuai, dosen yang berkompeten di bidangnya, dan minat mahasiswa yang tinggi, serta lingkungan yang mendukung untuk memperaktikkan keterampilan berbahasa Arab.
PENDEKATAN RASIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) ISLAMI DENGAN TERAPI AL-QUR'ĀN Hasan, Wadhu Ali; Rahman, Imas Kania; Alim, Akhmad
FIKRAH Vol 3 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v3i2.20533

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with al-Qur'ān therapy in reducing online game addiction. The design of this study was pre experiment with one group pretest-posttest design model. The participants of this study were grade XI vocational high school students who indicated online game addiction disorders, had low or high addiction level scores according to the size of the teenage level at the Geo Informatika Vocational School Bogor, which was Muslim. The level of addiction was measured using a Likert scale questionnaire number of 13 questions that have been tested for validity and reliability. The quantitative analysis test was conducted using the Microsoft Office Excel 2016 program, while the approach techniques in the form of observation, therapy and interviews were used to obtain additional qualitative data. Quantitative data were analyzed using paired sample t-tests. The results showed that there was a very significant difference in the level of online game addiction before and after being given therapy in the form of Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with a value of t = 3.26047 (p = 0.00087; p <0.05). The results of quantitative data analysis show that the Islamic Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach with al-Qur'ān therapy can reduce the level of online game addiction.
Modul tahfidz kinestetik untuk anak SD fase A: Studi validasi dan implementasi Suhendra, Hilmatun Solihat; Alim, Akhmad; Syafri, Ulil Amri; Tamam, Abas Mansur
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21375

Abstract

The memorization of the Qur’an (tahfidz) in elementary school students at Phase A tends to rely on visual and auditory approaches, which are less effective for children with a kinesthetic learning style. This study aims to analyze the needs, develop, and test the feasibility of a kinesthetic-based tahfidz module for Phase A students. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects consisted of three experts (content, language, and design), teachers, and parents. Research instruments included a needs assessment questionnaire, expert validation sheets, and user response questionnaires. The results indicated that the module effectively facilitated active learning through physical movements, visual-interactive media, and structured guidance for both teachers and parents. Expert validation achieved an average feasibility score of 84%, while user response tests scored 83.34% and 96.77%, showing that the module is feasible for use. The module enhanced children’s focus, motivation, and engagement in memorizing the Qur’an, making it a suitable alternative for students with a kinesthetic learning style. Abstrak Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada anak Sekolah Dasar fase A cenderung menggunakan pendekatan visual dan auditori sehingga kurang sesuai bagi anak dengan gaya belajar kinestetik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan, mengembangkan, dan menguji kelayakan modul metode tahfidz berbasis kinestetik bagi siswa fase A. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian meliputi tiga ahli (materi, bahasa, desain), guru, dan orang tua. Instrumen penelitian berupa angket kebutuhan, lembar validasi ahli, dan kuesioner respons pengguna. Hasil menunjukkan modul efektif memfasilitasi pembelajaran aktif melalui gerakan fisik, media visual-interaktif, dan panduan bagi guru maupun orang tua. Validasi ahli memperoleh rata-rata kelayakan 84%, sedangkan uji respons pengguna 83,34% dan 96,77%, menunjukkan modul layak digunakan. Modul ini mampu meningkatkan fokus, motivasi, dan keterlibatan anak dalam menghafal Al-Qur’an, menjadi alternatif yang sesuai dengan karakter anak kinestetik.
Modul pembinaan karakter islami pada pendidikan anak usia dini Shoumi, Ismi Izzatul; Alim, Akhmad
TAWAZUN: Jurnal Pendidikan Islam Vol 18 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Islam,Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tawazun.v18i3.21379

Abstract

This study aims to analyze the needs, design, and test the feasibility of developing an Islamic character development module specifically designed for implementation in Early Childhood Education (PAUD) units. This study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model. The results of the research in the needs analysis stage showed that 100% of PAUD teachers stated that the development of an Islamic character development module in Early Childhood Education is very much needed in schools. The results of validation tests by material experts, language experts, and media experts, as well as user assessments, indicate that the developed module is feasible and effective for use as teaching materials in Islamic character development. A module is considered possible if the assessment results meet, namely, with a feasibility percentage ≤ 61%. The feasibility test results for the Islamic Character Development Module in Early Childhood Education (PAUD) achieved a minimum and maximum score of 71.7%. The overall average score was 85.2%. Therefore, it can be said that this module is "very suitable" for use. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan, mendesain dan menguji kelayakan pengembangan modul pembinaan karakter Islami yang dirancang khusus untuk diterapkan pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian dalam tahap analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 100% guru PAUD menyatakan pengembangan modul pembinaan karakter Islami pada Pendidikan Anak Usia Dini sangat dibutuhkan di sekolah. Hasil uji validasi dari ahli materi, ahli bahasa dan ahli media serta penilaian user menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembinaan karakter Islami. Modul dikatakan layak jika hasil penilaian memenuhi, yaitu dengan persentase kelayakan ≤61%. Hasil perolehan uji kelayakan Modul Pembinaan Karakter Islami Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 71,7% dengan hasil minimal dan nilai maksimal 97,7%. Rata-rata dari keseluruhan yaitu 85,2%. Maka dapat dikatakan bahwa Modul ini “Sangat layak” untuk digunakan.
Hakikat Manusia dalam Al Quran : Pendekatan Tafsir Tematik dan Relevansinya bagi Kehidupan Modern Juariah, Siti; Alim, Akhmad
GLOBAL: Jurnal Lentera BITEP Vol. 4 No. 01 (2026): Februari 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/global.v4i01.1154

Abstract

Al-Qur’an memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki kedudukan istimewa serta dimensi kehidupan yang bersifat multidimensional. Pemahaman tentang konsep manusia menjadi fondasi penting dalam pengembangan pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan etika kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis konsep manusia dalam Al-Qur’an melalui tiga istilah utama, yaitu al-basyar, al-insān, dan Banī Ādam, serta menganalisis relevansinya dalam kehidupan manusia kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode tafsir tematik (maudhu‘ī). Data dikumpulkan melalui penghimpunan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep manusia, kemudian dianalisis secara holistik dengan merujuk pada tafsir klasik dan kontemporer, serta diperkuat dengan perspektif psikologi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa istilah al-basyar menegaskan manusia sebagai makhluk biologis yang berasal dari unsur materi, memiliki kebutuhan jasmani, dan tunduk pada hukum alam. Al-insān menggambarkan manusia sebagai makhluk berakal dan bermoral yang memiliki potensi spiritual, namun juga lemah secara psikologis, sehingga memerlukan bimbingan wahyu dan proses penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs). Banī Ādam menekankan manusia sebagai makhluk sosial dan historis yang dimuliakan Allah SWT, memiliki kesetaraan derajat, serta dibebani tanggung jawab etis dalam kehidupan bermasyarakat. Ketiga konsep tersebut membentuk satu kesatuan antropologi Qur’ani yang menekankan keseimbangan antara dimensi jasmani, psikologis-spiritual, dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman holistik tentang konsep manusia dalam Al-Qur’an memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan kehidupan modern, khususnya dalam bidang pendidikan, pembinaan karakter, kesehatan mental, dan penguatan etika sosial. Oleh karena itu, konsep manusia dalam Al-Qur’an dapat dijadikan landasan integratif dalam pengembangan paradigma Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.