Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gambaran Penerimaan Vaksin COVID-19 di Puskesmas Guntung Payung Satrio Wibowo Rahmatullah; Herningtyas Nautika Lingga; Deni Setiawan; Dita Ayulia Dwi Sandi; Endah Puwarastuti; Ahmad Nazar Winarto; Siti Bahzah
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.255 KB)

Abstract

Pendahuluan: Puskesmas merupakan salah satu tempat yang menyelenggarakan kesehatan masyarakat dan perseorangan tingkat dasar yang berperan dalam melakukan prevensi (pencegahan), deteksi, dan responsif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masa pandemi. Tujuan: Mendeskripsikan penerimaan pengunjung Puskesmas Guntung Payung terhadap vaksin Covid-19. Metode: Penelitian merupakan deskriptif kuantitatif dengan jenis cross sectional. Sampel penelitian adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Guntung Payung dengan kriteria (usia 18-65 tahun) mau mengikuti penelitian. Jumlah sampel sebanyak 85 orang. Data dikumpulkan melalui formulir dengan google form yang disebarkan menggunakan Whatsapp pada 4 Agustus-14 Agustus 2021. Hasil: Pernyataan terhadap penerimaan Vaksin Covid-19 (12 pernyataan), sebanyak 1 pernyataan mendapatkan jawaban negatif, diantaranya: Vaksin Covid-19 dapat menimbulkan efek samping (64,6%), Untuk 5 pernyataan positif diantaranya : vaksin Covid-19 dirasa aman untuk dipergunakan (74,4%), vaksin dirasa dapat menurunkan angka paparan Virus Corona (69,5%), manusia tidak setuju kalau virus hilang dengan sendirinya (40,2%), responden setuju jika hanya perlu berserah diri pada Tuhan agar Covid-19 segera berlalu (52,4%), responden banyak yang tidak setuju kalau Covid-19 adalah produk propaganda, konspirasi, HOAKS bertujuan untuk meguntungkan pihak-pihak tertentu (56,1%). Simpulan: Hasil ini menggambarkan bahwa pendidikan tentang vaksinasi perlu diintensivekan mengingat tingkat penerimaan (Receiving/Attending) merupakan hasil dari tingkat pengetahuan.
Pelaksanaan Pengelolaan Troli Emergensi di Ruang Rawat Inap Salah Satu Rumah Sakit di Kalimantan Selatan: Emergency Trolley Management in Hospital Inpatient Rooms Nahdha; Helsawati; Anggi Fridewini; Nadya Rahmi; Okta Muthia Sari; Dita Ayulia Dwi Sandi; Rina Astiyani Jenah; Noor Hafizah
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Troli emergensi sebagai alat darurat medis berkaitan dalam peningkatan keberlangsunganhidup pasien. Pengelolaan troli emergensi menjadi tolak ukur dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya pelayanan kegawatdaruratan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengelolaan troli emergensi dari aspek ketersediaan obat, penyimpanan, monitoring dan pengendalian. Data yang diambil pada penelitian berupa data sekunder seluruh daftar obat emergensi di 13 ruang rawat inap. Desain penelitian deskriptif yang dilakukan pada salah satu rumah sakit di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian diperoleh pengelolaan dari aspek ketersediaan obat rumah sakit telah menjamin adanya jumlah dan jenis obat. Aspek penyimpanan obat pada troli emergensi dilakukan dengan metode First Expired First Out. Aspek monitoring pada troli emergensi dilakukan secara berkala. Kesimpulan pengelolaan troli emergensi di ruang rawat inap salah satu rumah sakit di Kalimantan selatan telah dilaksanakan dari aspek ketersediaan obat, penyimpanan dan monitoring obat.
Aktivitas Antibakteri dari Kulit Buah Mundar (Garcinia forbesii) Hayatun Izma; Muhammad Ikhwan Rizki; Khoerul Anwar; Dyah Anggraeni; Satrio Wibowo Rahmatullah; Aditya Maulana Perdana Putra; Dita Ayulia Dwi Sandi
JOPS (Journal Of Pharmacy and Science) Vol 6 No 2 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v6i2.3417

Abstract

Garcinia forbesii is traditionally used as medicine and cosmetics. The aimed was to determine antibacterial activity of ethanolic extract and fraction of Garcinia forbesii pericarp against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne based on the diameter of inhibition zone, the minimum inhibitory concentration (MIC) and the minimum killing concentration (MBC). The results showed that the largest inhibition zone diameter against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne was indicated by ethyl acetate fraction of 5.08±1.020 mm and 14.33±3.326 mm. The MIC value of ethanol extract against Staphylococcus aureus and Propionibacterium acne bacteria was >1.5%, n-hexane and ethyl acetate fraction had the same results, namely against Staphylococcus aureus >1.5% and Propionibacterium acne at 1.5%. The MBC value was only obtained for fraction samples of Propionibacterium acne at concentration of 1.5%. It was concluded that ethyl acetate had strong antibacterial activity against Propionibacterium acne based on the value of inhibition zone diameter, MIC, and MBC.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga untuk Penyakit Degeneratif di Puskesmas Banjarbaru Selatan Helsawati Helsawati; Dita Ayulia Dwi Sandi; Endang Kurniasih; Aditya Maulana Perdana Putra; Satrio Wibowo Rahmatullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i2.9153

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau kemunduran fungsi terhadap jaringan atau organ tubuh. Beberapa penyakit degeneratif yang dibahas dalam penyuluhan antara lain hipertensi, diabetes mellitus, asam urat, dan hiperkolesterolemia. Pengunaan obat kimia dalam jangka waktu lama dapat memberikan efek samping yang lebih besar, sehingga dapat digunakan pengobatan alternative tradisional yaitu dengan tanaman obaat keluarga (TOGA). Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya di lingkup puskesmas Banjarbaru Selatan, memberikan informasi mengenai taman obat keluarga (TOGA) serta contoh tanaman obat dan cara penggunannya yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit degeneratif. Metode kegiatan adalah sosialisasi, penyuluhan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil pengukuran kuesioner, diketahui bahwa sebelum edukasi dari 35 responden diperoleh nilai ratarata pretest dan postest secara berurutan yaitu 40,94% dan 97,14%. Berdasarkan hasil dari pretest dan posttest tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat yang signifikan tentang pemanfaatan TOGA untuk penyakit degeneratif setelah diberikan edukasi kesehatan.Kata Kunci: Pemberdayaan, Tanaman Obat Keluarga, Tingkat Pengetahuan, DegeneratifDegenerative diseases are diseases that cause damage or deterioration of function to body tissues or organs. Some degenerative diseases discussed in the counseling include hypertension, diabetes mellitus, gout, and hypercholesterolemia. The use of chemical drugs in the long term can provide greater side effects, so that traditional alternative treatment can be used, namely with family medicine plants (TOGA). The purpose of this activity is to increase the knowledge and comprehension of the community, especially within the scope of the Banjarbaru Selatan health center, providing information about family medicinal gardens (TOGA) and examples of medicinal plants and how to use them that can be utilized in the treatment of degenerative diseases. The activity methods were socialization, counseling, and evaluation. Based on the results of the questionnaire measurement, it is known that before the education of 35 respondents, the average pretest and posttest scores were 40.94% and 97.14%, respectively. Based on the results of the pretest and posttest, it can be concluded that there is a significant increase in the level of community knowledge about the use of TOGA for degenerative diseases after being given health education.
Edukasi Beyond Use Date dan Expired Date pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Martapura Diah Aulia Rosanti; Sri Oktaviana Sari; Sindwi Rinanda Sari; Rachul Ridho Mahendra; Nahdha Nahdha; Helsawati Helsawati; Anggi Fridewini; Nadya Rahmi; Dita Ayulia Dwi Sandi; Okta Muthia Sari; Rina Astiyani Jenah; Noor Hafizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i4.10888

Abstract

Perilaku masyarakat dalam menyimpan dan membuang obat perlu dibarengi dengan pengetahuan yang benar agar tidak berdampak terhadap pengobatan yang tidak optimal. Oleh sebab itu, penting dilakukan promosi kesehatan memgenai batas penggunaan obat atau beyond  use date (BUD) dan expired date. Tujuan sosialisasi adalah untuk memberikan edukasi tentang Beyond Use Date (BUD) dan expired date kepada masyarakat dalam penyimpanan obat yang tepat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan dibantu media seperti leaflet, banner, dan video edukasi. Sasaran edukasi adalah pasien dan/atau keluarga pasien yang sedang menunggu obat di rawat jalan rumah sakit. Evaluasi pengetahuan peserta terkait BUD diperoleh hasil 88% menjawab dengan tepat. Kesimpulannya pemberian edukasi memberikan dampak terhadap pengetahuan peserta terkait BUD dalam penyimpanan obat. Kata Kunci:  Kualitas Obat, Penggunaan Obat, Penyimpanan Obat, Sosialisasi   The behavior of the community in storing and disposing of drugs needs to be accompanied by correct knowledge so as not to have an impact on treatment that is not optimal. Therefore, it is crucial to conduct health promotion regarding the limitations of drug use or beyond use date (BUD) and expiration date. The goal of socialization is to inform the public about beyond use date (BUD) and expired date in regards to proper drug storage. The technique is counseling with the aid of media like flyers, banners, and instructional videos. Patients who are waiting for medications in hospital outpatient care and/or their families are the target audience for education. Evaluation of participants' knowledge related to BUD resulted in 88% answering correctly. In conclusion, the provision of education has an impact on participants' knowledge related to BUD in medicine storage.
PRO INSTING (Program Indonesia Bebas Stunting) Melalui Edukasi pada TP-PKK dan Anggota Karang Taruna di Landasan Ulin Tengah Satrio Wibowo Rahmatullah; Prima Happy Ratnapuri; Dita Ayulia Dwi Sandi; Herningtyas Nautika Lingga; Difa Intannia; Hayatun Izma; Linda Wahyuni; Nasya Hafizah; Angelina Ayu Dela; Damayanti Rumondang Butar Butar; Daniel Wisnugroho
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i3.10228

Abstract

Stunting adalah sebuah permasalahan kekurangan gizi kronis yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu berupa tinggi badan anak yang lebih pendek daripada anak seusianya. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa kasus stunting di Kalimantan Selatan sebanyak 24,6% dengan prevalensi di Banjarbaru sebesar 17.3% serta terdapat 16 kasus di Landasan Ulin Tengah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pemberdayaan kader TP.PKK dan karang taruna, serta pemberian Paket Edukasi Stunting (PENTING) yang nantinya dapat digunakan untuk edukasi terkait stunting kepada masyarakat di Kelurahan Landasan Ulin Tengah secara berkesinambungan. Kegiatan ini berawal dari persiapan pembuatan paket edukasi stunting, kemudian sosialisasi melalui kegiatan ceramah dan diskusi kepada kader TP.PKK dan Karang Taruna, serta penyerahan paket edukasi stunting kepada kader. Sebelum ada penurunan angka stunting, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan membentuk kader stunting di kelurahan Landasan Ulin Tengah, sehingga nanti kader mampu mengedukasi masyarakat khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan yang memiliki anak (0-6 tahun) serta mampu menurunkan angka stunting di kelurahan Landasan Ulin Tengah melalui Paket Edukasi Stunting (PENTING) di masyarakat.Kata Kunci: Stunting, Edukasi, Sosialisasi, Kader Stunting is a chronic malnutrition problem caused by lack of nutritional intake over a long period of time, causing growth disorders in children, namely in the form of children's height that is shorter than their age. Based on the results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey, it shows that stunting cases in South Kalimantan are 24.6% with a prevalence in Banjarbaru of 17.3% and there are 16 cases in Landasan Ulin Tengah. The purpose of this activity is to empower TP cadres. PKK and cadet reefs, as well as the provision of Stunting Education Packages (PENTING) which can later be used for stunting-related education to the community in Landasan Ulin Tengah Village on an ongoing basis. This activity began with the preparation of making stunting education packages, then socialization through lectures and discussions to TP cadres. PKK and Karang Taruna, as well as the delivery of stunting education packages to cadres. Before there is a decrease in stunting rates, through this activity, it is hoped that it can increase understanding and form stunting cadres in Landasan Ulin Tengah sub-district, so that later cadres will be able to educate the community, especially pregnant women, breastfeeding women, and those with children (0-6 years) and be able to reduce stunting rates in Landasan Ulin Tengah sub-district through the Stunting Education Package (PENTING) in the community.
In Vitro Determination of Sun Protection Factor of Water Extract of Aerodramus fuciphagus from Central Kalimantan Dita Ayulia Dwi Sandi; Eka Fitri Susiani; I Ketut Adnyana; Pratiwi Wikaningtyas
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i2.1782

Abstract

Sunscreen is a cosmetic substance that has the ability to reflect or absorb sunlight actively. It can prevent skin irritation due to UV rays. One of the natural ingredients with a sunscreen effect is the Edible-nest swiftlet's (Aerodramus fuciphagus) nest (ESN). This study aimed to determine the value of the sun protective factor (SPF) of the ESN water extract. The ESN water extract solution with variation concentration, this is 2000, 2500, 5000, 6000, and 7000 ppm, were measured by spectrophotometric UV-Vis at wavelength 290-375 nm with 5 nm intervals to determine the value of SPF, percentage of erythema transmission (%Te), and percentage of pigmentation transmission (%Tp) of ESN water extract. The result showed that the ESN water extract's SPF values at the concentration 2000, 2500, 5000, 6000, and 7000 ppm were 7.80; 9.68; 18.75; 20.58; and 22.24. The value of %Te of each concentration were 15.60±0.19; 10.03±0.42; 1.24±0.04; 0.81±0.01 and 0.56±0.01. While the value of %Tp of each concentration was showed the sunblock category. In conclusion, the ESN water extract from Central Kalimantan at the concentration of 6000 ppm has potential in ultraviolet protection against the skin in the ultra category with sunblock category mechanism. Further, it can be developed into sunscreen cosmetics from natural ingredients.
NARRATIVE REVIEW : POLA BAKTERI, SENSITIVITAS DAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA INFEKSI SALURAN KEMIH Dita Ayulia Dwi Sandi; Okta Muthia Sari; Muhammad Ridho Maulana
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 8 No 1 (2024): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v8i1.520

Abstract

Urinary Tract Infection (UTI) is an infectious disease that ranks second after respiratory tract infections, with a total of 8.1 million cases per year. The cause of UTI lies in the presence of microorganisms in the urinary tract, including the bladder, prostate, kidneys, and collecting ducts. Bacterial microorganisms are the primary cause of UTI. Generally, Urinary Tract Infection (UTI) is caused by common human flora and symbiotic life around the vaginal introitus, penile prepuce, perineum, and the surrounding anus. This study aims to identify bacterial types, treatment methods, and antibiotic sensitivity in urinary tract infections. The chosen method for this research is a narrative review of scientific studies related to urinary tract infections. Data sources were obtained from Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed. The research articles used include 5 journals related to UTI bacterial patterns, 7 journals related to UTI therapy patterns, and 4 journals related to antibiotic sensitivity in UTI patients. Based on the analysis of bacterial patterns, Escherichia coli bacteria are the most common cause of UTI. Antibiotic therapy patterns can be used in the treatment of Urinary Tract Infection. The analysis of antibiotic sensitivity indicates that ciprofloxacin and gentamicin have the highest sensitivity to UTI.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Penggunaan Oralit dan Zink dalam Penanganan Diare Fadhilah, Nur Aina; Herlina, Reza; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Rochani, Hardina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i1.11634

Abstract

Diare merupakan suatu kondisi dimana terjadi buang air besar dalam bentuk cairan yang terjadi lebih dari 3 kali sehari. Diare biasanya disertai dengan nyeri di bagian bawah perut. Kondisi ini dapat terjadi karena mengkonsumsi makanan dan minuman yang tercemar virus, bakteri, atau parasit; malabsorpsi, alergi, keracunan, imunodefisiensi, keracunan, dan penyebab lainnya. Tujuan dari kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan informasi mengenai penggunaan oralit dan zink saat diare. Pelaksanaan promosi kesehatan ini dilakukan dengan memberikan pretest di awal kegiatan dilanjutkan dengan pemberian informasi dengan metode ceramah dan pembagian media berupa leaflet. Selanjutnya diadakan posttest di akhir kegiatan. Hasil rata-rata yang diperoleh sebelum diberikan materi (pretest) adalah 78,75 dan hasil rata-rata setelah diberikan materi adalah 98,25. Hasil dari kegiatan promosi kesehatan dengan metode ceramah ini sangat bermanfaat diberikan kepada pasien yang berobat ke Puskesmas Liang Anggang. Kegiatan ini memberikan dampak yang baik pada pasien, yakni terjadi peningkatan pengetahuan tentang cara menggunakan oralit dan zink saat diare. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai pengetahuan pasien terhadap cara penggunaan oralit dan zink. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Puskesmas, Pengetahuan, Leaflet  Diarrhea is a condition in which liquid bowel movements occur more than 3 times a day. Generally, diarrhea can occur due to consuming food and drinks contaminated with viruses, bacteria or parasites, malabsorption, allergies, poisoning, immunodeficiency, intoxication, and other causes. The purpose of this health promotion activity is to provide knowledge and information about the use of oralit and zink during diarrhea. The implementation of this health promotion was carried out by giving a pretest at the beginning of the activity followed by a lecture method along with media in the form of leaflets and a posttest at the end of the activity. The average result obtained before being given the material (pretest) was 78.75 and the average result after being given the material was 98.25. The results of health promotion activities using the lecture method are very useful given to patients who seek treatment at Puskesmas Liang Anggang. This activity has a good impact on patients, knowledge and understanding of how to use oralit and zink during diarrhea. This is evidenced by an increase in the patient's knowledge of how to use oralit and zink.
Evaluation of High-Alert Drug Storage in The Central Pharmacy of RSUD Ratu Zalecha Martapura: Evaluasi Penyimpanan Obat High Alert di Apotek Sentral RSUD Ratu Zalecha Martapura Rosanti, Diah Aulia; Sari, Sri Oktaviani; Sari, Sindwi Rinanda; Mahendra, Rachul Ridho; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Sari, Okta Muthia; Putra, Aditya Maulana Perdana; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Jenah, Rina Astiyani; Hafizah, Noor
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2023): (October 2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2023.v9.i2.16523

Abstract

Background: High-alert drugs require special attention when used because they can cause adverse reactions. High-alert drugs are classified into 3, namely, concentrated electrolytes, LASA, and cytostatics. Objectives: This study aimed to determine the evaluation of High-alert drug storage at the central pharmacy of Ratu Zalecha Martapura Hospital. Material and Methods: The research was conducted using a descriptive method, with observational data collection using an observation checklist sheet. The population and study sample took data on all High-alert medicines at the central pharmacy of Ratu Zalecha Martapura Hospital. Results: High alert drug storage was based on SOP, placed in a central pharmacy using the FIFO and FEFO methods, was placed in a separate place based on cytotoxic drug groups, electrolyte concentrates, and others. High alert drug storage according to storage temperature requirements for each drug (cold temperature and room temperature), was labeled "high alert" and electrolyte concentrates were only available in pharmaceutical installations. Conclusions: The conclusion of this research was High-alert drug storage in the Pharmaceutical installation of Ratu Zalecha Martapura Hospital have been qualified seven (7) criteria based on Minister of Health Decision Nu. 1128 of 2022 and Minister of Health Regulation Nu. 72 of 2016. Good and correct drug storage is very important in order to maintain the quality and quality of drugs.
Co-Authors Ade Syarif Hakim Aditya Maulana Perdana Putra Ahmad Nazar Winarto Akbar, Depy Oktapian Akbar, Nabila Hadiah Akhmad Junaidi Amali, Dzikra Aulia Aminuyati Andini, Rizka Syawal Angelina Ayu Dela Anggi Fridewini Anggi Fridewini Anna Khumaira Sari Ariani, Novia Ariranur Haniffadli Arnida Arnida Arnida Arnida Astuti, Karunita Ika Azzahra, Meilinda Putri Buih, Putri Helena Junjung Catherina Adeline Kurniawan Damayanti Rumondang Butar Butar Dania, Sri Rahmah Daniel Wisnugroho Deni Setiawan DENI SETIAWAN Diah Aulia Rosanti Difa Intannia Djoko Wahyono Dwi Rizki Febrianti Dyah Anggraeni Ega Rezkyan Khalid Eka Fitri Susiani Eka Kumalasari Eka Kumalasari Endah Puwarastuti Endang Kurniasih Fadhilah, Nur Aina Fatimatuz Zahra Febrianti, Dwi Rizki Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Guntur Kurniawan Hafizah, Noor Hayati, Farida Hayatun Izma Helmina Wati Helsawati Helsawati Helsawati Helsawati Helsawati Hendrya Legenda Herliana Dewi Herlina, Reza Herningtyas Nautika Lingga Humaidy, Mizan I Ketut Adnyana Ike Anggraeni Isnaini, Nazhifah Isnani , Nazhipah Izma, Hayatun Jenah, Rina Astiyani Khairunnisa Khalid, Ega Rezkyan Khoerul Anwar Khoirunnisa Muslimawati Khoirunnisa Muslimawati Liling Triyasmono LINDA WAHYUNI Mahendra, Rachul Ridho Mia Fitriana Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Rasyid, Muhammad Muhammad Ridho Maulana Musfirah, Yaumi Nabila Hadiah Akbar Nadya Rahmi Nadya Rahmi Nahdha Nahdha Nahdha Nasya Hafizah Nazhipah Isnani Niah, Rakhmadhan Noor Hafizah Noor Hafizah Normaidah, Normaidah Novia Ariani Nur Rizki Nurbidayah Nurrahma, Ika Maulida Nurrahmah, Ika Maulida Nurul Mardiati Okta Muthia Sari Pratiwi Wikaningtyas Prima Happy Ratnapuri Putra, Aditya Maulana Perdana Rachul Ridho Mahendra Rahman, Muhammad Arief Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmi Hidayati Rahmi Hidayati Rahmi Muthia Rakhmadhan Niah Redanti, Hema Novita Revi Kunmariana Rina Astiyani Jenah Rina Astiyani Jenah Rochani, Hardina Rosanti, Diah Aulia Safitri, Nur Haifa Sari, Okta Muthia Sari, Sindwi Rinanda Sari, Sri Oktaviani Setiawan, Muhammad Irwan Sindwi Rinanda Sari Siti Bahzah Sri Oktaviana Sari Supomo Supomo Supomo Supomo Susiani, Eka Fitri Swandari Paramita Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Wikaningtyas, Pratiwi Yaumi Musfirah Yaumi Musfirah Yaumi Musfirah Yusmein Uyun Yusrinie Wasiaturrahmah Yustin Ari Prihandini