Claim Missing Document
Check
Articles

Workshop Strategi Peningkatan Reputasi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Manajemen Akun SINTA Bagi Dosen Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan Universitas Muhammadiyah Buton Findra, Muhammad Nur; Cahyani, Waode Sitti; Sirza, LM Junaidin; Subur, Riyadi; Ajo, Antasalam; Hamar, Bahtiar; Failu, Ismail; Bone, Abdul Hadi; Wardana, Wardana
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i1.8114

Abstract

Dalam mendukung terlaksananya tridarma perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi setiap tahunnya membuka kesempatan bagi para dosen untuk mengusulkan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa tahun terakhir, pengusulan proposal ini telah menetapkan skor SINTA (Score Overall) sebagai salah satu persyaratan wajib bagi ketua pengusul dan terjadi peningkatan persyaratan skor SINTA minimal di setiap tahunnya. Fenomena peningkatan persyaratan skor SINTA ini mengakibatkan banyaknya dosen menjadi tidak eligible untuk mengajukan usulan, termasuk dosen di Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan (PSDP) Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton). Melihat permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian berupa workshop untuk mengelola akun SINTA sebagai strategi dalam meningkatkan reputasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi dosen Program Studi PSDP UM Buton. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2024 yang bertempat di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu penyampaian materi oleh narasumber, pendampingan dan diskusi, serta evaluasi dan penutupan. Kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dan mencapai target luaran yang diharapkan. Pelaksanan kegiatan ini telah memberikan hasil yang signifikan pada peningkatan skor SINTA dosen Program Studi PSDP UM Buton. Setelah mengikuti workshop ini juga beberapa dosen telah memenuhi persyaratan untuk mengusul proposal pengabdian kepada masyarakat (skema PKM) dengan skor sinta overall di atas 50, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Mengungkap Aspek Biologi dan Emergence Point Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) di Laut Pulau Maitara Maluku Utara Indonesia Akbar, Nebuchadnezzar; Ismail, Firdaut; Siolimbona, Abdul Ajiz; Tahir, Irmalita; Paembonan, Rustam E; Subhan, Beginer; Arafat, Dondy; Baksir, Abdurrachman; Subur, Riyadi; N, Furqan; Yidoatimojo, Sudibyo; Nurjaya, I Wayan; Restu, Yunan Gilang; N Natih, Nyoman Metta; Hari, Restu Fajar; Bengen, Dietriech G.
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 3 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v28i3.28334

Abstract

The Halmahera Walking Shark (Hemiscyllium halmahera) is an endemic marine biota in the Halmahera Sea. This species has a local migration pattern and is territorial. The distribution of this species is in the intertidal area to a depth of 10-15 meters. Previous studies have shown that this species is spread across several islands in the North Maluku Islands. Maitara Island is a small island located between the North Maluku archipelago. The Halmahera Walking Shark species is also found on this island. Information on the Halmahera Walking Shark species is not fully documented. The purpose of the study is related to biological information and emergence points (emergence points) in the Maitara Island Sea. Data collection was carried out on coral reefs, seagrass and mangroves. Samples were captured and morphometric measurements, weight and sex observations were taken. The sea area where the species was found was used to obtain coordinates for the emergence point. An analysis of length-weight relationship data was carried out to see growth patterns. The study found that morphometric measurements varied among individuals, although there were general similarities. Sexes were found in pairs (Male and Female), indicating that proportions and mating were still normal in nature. The habitat of this species is found in the mangrove area, coral reefs, and seagrass, thus describing that there is an association in nature. The emergence point shows that the Halmahera Walking Shark is found along the coast of Maitara Island although the frequency of the number is different. The length-weight relationship found a negative allometric growth pattern. Information on biological aspects and emergence points is important, to be used as a reference for migration areas and habitats for the interests of species, waters, and ecosystem conservation.  Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium halmahera) merupakan biota laut endemik di laut Halmahera. Spesies ini memiliki pola migrasi lokal dan bersifat teritorial. Penyebaran spesies ini di wilayah intertidal hingga kedalaman 10-15 meter. Penelitian terdahulu menunjukan bahwa spesies ini tersebar di beberapa pulau di Kepulauan Maluku Utara. Pulau Maitara merupakan pulau kecil yang terletak diantara gugusan kepulauan Maluku Utara. Pulau ini juga ditemukan speises Hiu Berjalan Halmahera. Informasi belum terekam lengkap terkait spesies Hiu Berjalan Halmahera. Tujuan penelitian terkait informasi biologi dan emegence point (titik kemunculan) di Laut Pulau Maitara. Pengambilan data dilakukan di terumbu karang, lamun dan mangrove. Sampel ditangkap dan diambil ukuran morfometrik, berat dan pengamatan kelamin. Area laut ditemukannya spesies diambil koordinat untuk di jadikan sebagai titik kemunculan.  Analisis data hubungan panjang-berat dilakukan untuk melihat pola pertumbuhan. Hasil penelitian ditemukan ukuran morfometrik bervariasi pada setiap individu, meskipun terdapat kemiripan secara umum. Kelamin ditemukan sepasang (Jantan dan Betina), dengan demikian menunjukan proporsi dan perkawinan masih normal di alam. Habitat tertangkap spesies ini di area mangrove, terumbu karang dan lamun, sehingga mendeskripsikan terdapat asosiasi di alam. Titik kemunculan menunjukan bahwa, Hiu Berjalan Halmahera ditemukan di sepanjang pesisir laut Pulau Maitara meskipun frekuensi jumlah berbeda. Hubungan panjang berat menemukan pola pertumbuhan allometrik negatif. Informasi aspek biologi dan emergence point penting, untuk dapat dijadikan rujukan wilayah migrasi dan habitat untuk kepentingan konservasi spesies, perairan dan ekosistem.    
Sustainability-Based Mangrove Ecotourism Management Strategy Using ADO-ODTWA and MDS Approaches: A Case Study of Ngusulenge Mangrove Area, Maitara Island, Indonesia Abubakar, Salim; Rina; Tahir, Irmalita; C. Kepel, Rene; Sapsuha, Yusri; Kurniawan, Andy; Subur, Riyadi; Rumagia, Faizal
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 2026: IN PRESS ISSUE (JUST ACCEPTED MANUSCRIPT, 2026)
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research The mangrove ecosystem on a small island is the object of this research. The Ngusulenge mangrove area in Maitara Tengah Village is worthy of development as a sustainable ecotourism destination with a medium to high attractiveness value based on ecological and accessibility aspects. Dimensionally, the social dimension has the highest sustainability value compared to the other dimensions. However, all dimensions require more serious improvement efforts to meet the needs of developing a mangrove ecotourism area on Maitara Island. Collaboration between stakeholders, supported by clear regulations regarding the management of mangrove ecotourism areas, will accelerate regional development and improve the welfare of communities involved in the management and utilization of coastal ecosystems and small islands.   Abstract Sustainable mangrove ecotourism requires a balanced focus across ecological, economic, and social dimensions to ensure long-term conservation and community benefits. In line with the concept of sustainability, the development of mangrove ecotourism must prioritize tourist attractions, local community involvement, and environmental conservation. This study aims to analyze the potential for ecotourism development based on tourist attractions and determine the sustainability status of mangrove ecotourism management in the Ngusulenge ecotourism area in Maitara Tengah Village, Tidore Islands City using interdisciplinary approach for sustainable mangrove ecotourism managenet. This study employs an interdisciplinary approach to sustainable ecotourism management, utilizing ADO-ODTWA analysis to assess tourist attractions and the feasibility of ecotourism development, and to identify potential tourist attraction resources. Additionally, it employs Rap-Mforest analysis to measure the sustainability status of ecotourism in ecological, social, economic, and institutional aspects. The results of the study indicate that the Ngusulenge mangrove area in Maitara Tengah Village is worthy of being developed as a sustainable ecotourism destination with medium to high attraction values ​​based on ecological and accessibility aspects with an ADO-ODTWA index value (82.44%) indicating suitability for development, while the multidimensional sustainability index value (41.60%) falls into the less sustainable category, but requires major interventions in several factors, such as cleanliness, accommodation, and socio-economic management, to overcome the challenges of mangrove ecosystem degradation. The lowest feasibility factor value was found in the Accommodation criterion (58.33%), and the lowest value for the sustainability dimension was found in the Institutional dimension (37.07%). The collaboration between the government, the community, and regulations is strong, enabling the potential of the Ngusulenge mangrove area to become a tourism-based conservation model that supports coastal biodiversity, local empowerment, and inclusive economic growth in North Maluku Province.
Co-Authors Abd. Mutalib, Nurhasna Abdul Kadir, Masykhur Abdulkadir, Masykur Abdullah, Nursanti Abdurrachman Baksir, Abdurrachman Abubakar, Salim Abubakar, Yuyun Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad, M. Janib Adi Noman Susanto Adi Norman Susanto Adinoman Susanto Ahmad, Aditiyawan Al Hadad, M. Said Alhadad, M Said Alhadad, M.Said Andy Kurniawan, Andy Antasalam Ajo Ardan Samman Ardan Samman Aris, Muhammad Ariyanti H. Fadel Ariyati H. Fadel Ariyati H. Fadel Ariyati H. Fadel Aryati A. Fadel Asep Sandra Budiman, Asep Sandra Bahtiar Hamar Beginer Subhan Benua, Rusmawati La Bone, Abdul Hadi C. Kepel, Rene Cahyani, Waode Sitti Darlita, Ayu Darmawaty Darmawaty Darmawaty, Darmawaty Darmiyati Muksin Dietriech Geoffrey Bengen Disnawati Disnawati Disnawati, Disnawati Dondy Arafat Dr. M. Irfan Koda Duwila, Suhartono Eko S. Wibowo Fabanjo, Mohammad Abjan Fadel, Ariyati H. Failu, Ismail Fajria Dewi Salim Fajria Dewi Salim Findra, Muhammad Nur Fredinan Yulianda Gamal M. Samadan H. Fadel, Ariyati Hari, Restu Fajar Hendrik Suryo Suriandjo Hi. Iksan, Kusdi Hi. Kader, Iwan I Wayan Nurjaya Iksan, Kusdi Hi irham Irmalita Tahir Irmalita Tahir Irmalita Tahir, Irmalita Ismail, Firdaut Kaidati, Bahar Karman, Amirul Kepel, Rene C Koda, Dr. M. Irfan Kodung, Faisal Rivai M IRFAN, M M. Abjan Fabanjo M. Said Al Hadad M. Said Al Hadad Malan, Sudirto Masykhur Abdul Kadir Masykhur Abdul Kadir Masykhur Abdul Kadir Masykhur Abdul Kadir Masykhur Abdul Kadir Masykhur Abdul Kadir, Masykhur Abdul Mesrawati Sabar Mesrawaty Sabar Mesrawaty Sabar Muhammad Aris Muhammad Irfan Muhammad Irfan N Natih, Nyoman Metta N, Furqan Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nebuchadnezzar Akbar Nur, D.M. Nur, Iswan M. Nyoman M N Natih Paembonan, Rustam E Paluphi, Raut Wahyuning Parliansyah, M Rizky Pertiwi, Reni Tyas Asrining Rasidi, Rasidi Raut Nugrahening Widhi Raut Wahyuning Paluphi Reni Tyas Asrining P Restu, Yunan Gilang Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rina Rugaya H. Serosero Rumagia, Faizal Sabar, Mesrawaty Sabilu, Kadir Sahlan Norau Samadan, Gamal M Saman Sarni Sarni Sarnia, Sarnia Sembel, S. Nurul K. Serosero, Rugaya Serosero, Rugaya H Serosero, Rugaya H. Setyo Budi Susilo Sidik, Marjanuddin A Siolimbona, Abdul Ajiz Sirza, LM Junaidin Sri Endah Widiyanti Sri Endah Widiyanti Sudirto Malan Sukmawati Djalil Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Sunarti Surahman Surahman SURYANI Tahir, Imalita Tamrin Tamrin Tamrin Taufiq Abdullah Taufiq Abdullah, Taufiq Wahab, Iswandi Wahidin, Nurhalis WAODE MUNAENI Wardana Wardana Widhi, Raut Nugrahening Yidoatimojo, Sudibyo Yuliana Yuliana Yusri Sapsuha Yuyun Abubakar