This Author published in this journals
All Journal Jurnal Karya Pendidikan Matematika JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal KARISMATIKA Al Ishlah Jurnal Pendidikan Union: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal) JPM : Jurnal Pendidikan Matematika EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Eduscience (JES) J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Riset Pembelajaran Matematika Sekolah Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Journal of Education Research Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Didactical Mathematics International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Jurnal Pendidikan Matematika Papanda Journal of Mathematics and Sciences Research Journal of Mathematical Pedagogy (JOMP) EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Cendekia Ilmiah Jurnal Pendidikan Matematika Universitas Lampung
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING DALAM MEMBANGUN PEMAHAMAN KONSEP BELAJAR SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG KUBUS DAN BALOK Siregar, Budi Halomoan; Panjaitan, Chesia Aprina; Anggelina, Maya; Sihombing, Kesia; Simanullang, Asria Ronauli
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40628

Abstract

Students’ understanding of cube and cuboid concepts has not yet been optimally achieved, as the learning process tends to be teacher-centered and does not sufficiently involve students actively. This condition indicates the need for a learning model that not only actively engages students but also provides meaningful learning experiences. This study was conducted to examine the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model in supporting the conceptual understanding of Grade VIII students at SMP Negeri 34 Medan on the topic of cubes and cuboids. The research employed a qualitative descriptive approach, with the research subjects consisting of 26 Grade VIII students and one mathematics teacher. Data collection techniques included observation, interviews, documentation, and analysis of lesson plan (RPP) documents. Data analysis was carried out qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research findings, the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model was proven to help students improve their conceptual understanding. This was indicated by students’ ability to explain concepts in their own words, relate concepts to real-life situations, and correctly apply surface area and volume concepts. Therefore, Project-Based Learning can be considered an alternative mathematics learning model that is active, contextual, and student-centered.
IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING BERBASIS GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FUNGSI SISWA SMA Siregar , Budi Halomoan; Munthe, Atiqah Shabirah; Najwa Dwi Heryanti; Br Sembiring , Ega Emeysadella; Br Tarigan , Alya Andani Rahman
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40705

Abstract

This study aims to describe the learning conditions of functions and analyze the effectiveness of GeoGebra-assisted Discovery Learning in improving high school students' conceptual understanding. The study used a descriptive qualitative method, with data collection techniques including classroom observations, interviews with mathematics teachers, and documentation of 32 eleventh grade students. The results indicate that the use of GeoGebra increased student engagement through dynamic and interactive graphic visualizations, helping students explore the relationship between function equations and graph changes more clearly. Students appeared more active in discussions, were able to articulate conceptual reasoning, and demonstrated improvements in interpreting graphical and algebraic representations. The stages of Discovery Learning and the teacher's role as a facilitator also contributed significantly to the effectiveness of the learning. Overall, the integration of GeoGebra has been shown to support deeper conceptual understanding and has positive implications for the development of technology based mathematics learning.
Analisis Kebutuhan Penerapan RME pada Pembelajaran materi matriks di kelas XI Waruwu, Maria Lilis Sartika; Siregar, Budi Halomoan; Sinaga, Rosmelia Elsada; Siagian, Kristiani; Putri, Tasya Alifa
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.26061

Abstract

Pembelajaran matriks di sekolah menengah masih menghadapi kendala karena penyajiannya yang cenderung abstrak dan berfokus pada prosedur, sehingga siswa kesulitan memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) untuk meningkatkan pemahaman konsep matriks pada siswa kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi pembelajaran dan penelaahan dokumen pendukung, kemudian dianalisis berdasarkan teori dan temuan penelitian terkait RME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran belum memanfaatkan konteks nyata, tidak menggunakan model konkret, dan kurang memberi ruang eksplorasi, diskusi, serta refleksi. Kondisi ini membuat pemahaman siswa bersifat mekanis dan lemah dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Kajian literatur memperkuat bahwa RME mampu membangun pemahaman konseptual melalui konteks autentik, representasi visual, proses matematisasi bertahap, dan interaksi kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan RME merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matriks dan mendukung pemahaman siswa secara bermakna.Kata Kunci: Realistic Mathematics Education; matriks; pemahaman konsep; pembelajaran kontekstual.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS 10 DALAM MENYELESAIKAN SOAL SPLDV BERDASARKAN SOLO TAXONOMY Siregar, Budi Halomoan; Fitri Maulida; Lubis, Ariyanto; Windari S, Deby Ayu; Simangunsong, Erika
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/97wpsz40

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesalahan siswa kelas X SMA dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan kerangka SOLO Taxonomy. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes tertulis dan wawancara terhadap 18 siswa. Data dianalisis menggunakan lima kategori SOLO Taxonomy: pre-structural, uni-structural, multi-structural, relational, dan extended abstract. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa berada pada tingkat pre-structural, terutama dalam mengubah soal cerita ke bentuk model matematis. Kesalahan lain meliputi ketidakmampuan menghubungkan persamaan, kelemahan dalam prosedur penyelesaian, serta kesulitan mengomunikasikan langkah penyelesaian. Hanya sedikit siswa yang mencapai tingkat relational dan extended abstract, ditandai dengan kemampuan menyelesaikan soal secara logis, sistematis, dan melakukan generalisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan keterampilan translasi soal cerita ke model SPLDV, peningkatan latihan prosedural, serta strategi pembelajaran yang menekankan komunikasi matematis.
APPLICATION OF FRACTION BLOCK MEDIA BASED ON DEEP LEARNING TO IMPROVE STUDENTS' UNDERSTANDING OF FRACTION Siregar, Budi Halomoan; Sinaga, Adi; Simanjuntak, Juanda Rifki; Harahap, Qamaruddin Fadhilah; Situmorang, Rani Nuldiva
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9706

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of applying fraction blocks based on a deep learning approach in improving students' understanding of fraction material in the seventh grade of MTs. The type of research used is an experiment with a One Group Pretest-Posttest design. The research subjects were 24 seventh-grade students at MTs Cerdas Murni. Data were obtained through pretest and posttest tests and observation of student learning activities, then analyzed descriptively and inferentially using the t-test. The results show that the average pretest score of students was 63.33, which increased to 72.5 on the posttest, and the t-test results show a significant difference between the two scores (tvalue = 3.406 > ttable = 2.069). These findings prove that the use of fraction block media based on the deep learning approach is effective in helping students understand the conversion of common fractions to mixed fractions and vice versa. In addition, this media is also able to increase student learning activity through more concrete manipulative and visual activities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas penerapan blok pecahan berdasarkan pendekatan pembelajaran mendalam dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang materi pecahan pada kelas VII MTs. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VII di MTs Cerdas Murni. Data diperoleh melalui tes pretest dan posttest serta pengamatan aktivitas belajar siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest siswa adalah 63,33, yang meningkat menjadi 72,5 pada posttest, dan hasil uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua skor tersebut (thitung = 3,406 > ttabel = 2,069). Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media blok pecahan berdasarkan pendekatan pembelajaran mendalam efektif dalam membantu siswa memahami konversi pecahan biasa menjadi pecahan campuran dan sebaliknya. Selain itu, media ini juga mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui aktivitas manipulatif dan visual yang lebih konkret.
PROFILE OF MATHEMATICAL CRITICAL THINKING SKILLS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS BASED ON FACIONE INDICATORS IN STATISTICS Anggraini, Dwi; Hutabarat, Revalina Ayu Natalia; Sitorus, Santa De Luisa; Nabilah, Wildani Nisrina; Siregar, Budi Halomoan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10273

Abstract

ABSTRACT Mathematical critical thinking skills have become an essential competency in 21st-century learning, particularly in statistics, which requires in-depth analysis and reasoning. However, various findings indicate that students’ critical thinking skills have not yet developed optimally and still show imbalances across different aspects of thinking. This study aims to describe the profile of eleventh-grade students’ mathematical critical thinking skills at SMK Negeri 4 Medan based on critical thinking indicators. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The participants consisted of 14 students selected through purposive sampling in accordance with the context of statistics learning. Data were collected using an essay-based test and analyzed through descriptive techniques to illustrate students’ achievement across each indicator. The results show that students’ mathematical critical thinking skills are at a moderate level, with an average achievement of 57.1%. Students tend to perform better in understanding and analyzing problems, while their abilities in evaluating, drawing conclusions, and explaining reasoning remain relatively low. These findings indicate that students’ critical thinking skills have not yet developed comprehensively across all stages of thinking. Therefore, learning should be designed to systematically promote reasoning, reflection, and mathematical communication to support a more balanced and sustainable development of critical thinking skills. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis menjadi kompetensi esensial dalam pembelajaran abad ke-21, terutama pada materi statistika yang menuntut analisis dan penalaran yang mendalam. Namun, berbagai temuan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut pada siswa belum berkembang secara optimal dan masih menunjukkan ketidakseimbangan antar aspek berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI di SMK Negeri 4 Medan berdasarkan indikator berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa yang dipilih secara purposif sesuai dengan konteks pembelajaran statistika. Data dikumpulkan melalui tes esai dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif untuk menggambarkan capaian kemampuan siswa pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata capaian sebesar 57,1%. Kemampuan siswa cenderung lebih baik pada tahap memahami dan menganalisis masalah, sedangkan pada tahap mengevaluasi, menarik kesimpulan, dan menjelaskan alasan masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara menyeluruh pada seluruh tahapan berpikir. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang secara terarah mendorong aktivitas penalaran, refleksi, dan komunikasi matematis agar pengembangan kemampuan berpikir kritis dapat berlangsung secara lebih seimbang dan berkelanjutan.
ANALYSIS OF STUDENTS' MISCONCEPTIONS ON PRIME NUMBERS BASED ON THE CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) Putri, Aisya Nabila; Saragih, Amelia Cristy; Hafiza, Mutia; Kaban, Rifka Elianti Br; Ambarita, Samuel Yordan; Siregar, Budi Halomoan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10162

Abstract

ABSTRACT Misconceptions are one of the common problems in mathematics learning and can hinder students’ conceptual understanding. In the topic of prime numbers, misunderstandings often occur because students do not fully comprehend the definition and characteristics of the factors of a number. Therefore, a systematic identification is needed to determine the types of misconceptions experienced by students. This study aims to analyze students’ misconceptions on the topic of prime numbers using the Certainty of Response Index (CRI) method. This study employed a quantitative approach with a descriptive research design. The research subjects were 23 ninth-grade students at SMP Deli Murni Sukamaju. Data were collected through a diagnostic test consisting of 15 questions equipped with a CRI scale to measure students’ confidence in their answers. The data were analyzed by grouping students’ responses based on answer accuracy and confidence level, which were then classified into four categories of understanding: conceptual understanding, misconception, lack of understanding, and guessing. The results showed that out of 345 student responses, 31.6% were categorized as understanding the concept, 39.1% experienced misconceptions, 20.9% did not understand the concept, and 8.4% answered by guessing. The dominant misconceptions were related to the definition of prime numbers, determining the factors of a number, and the assumption that all odd numbers are prime numbers. These findings indicate that the CRI method is effective in identifying students’ misconceptions and can serve as a basis for teachers to design learning strategies that emphasize conceptual understanding. ABSTRAK Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran matematika dan dapat menghambat pemahaman konsep siswa. Pada materi bilangan prima, kesalahan pemahaman sering terjadi karena siswa belum sepenuhnya memahami definisi dan karakteristik faktor suatu bilangan. Oleh karena itu, diperlukan identifikasi yang sistematis untuk mengetahui bentuk miskonsepsi yang dialami siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi bilangan prima dengan menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 23 siswa kelas IX di SMP Deli Murni Sukamaju. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik sebanyak 15 soal yang dilengkapi dengan skala CRI untuk mengukur tingkat keyakinan siswa terhadap jawaban yang diberikan. Data dianalisis dengan mengelompokkan respons siswa berdasarkan ketepatan jawaban dan tingkat keyakinan, kemudian diklasifikasikan ke dalam empat kategori pemahaman, yaitu memahami konsep, miskonsepsi, tidak memahami konsep, dan menebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 345 respons siswa, sebesar 31,6% termasuk kategori memahami konsep, 39,1% mengalami miskonsepsi, 20,9% tidak memahami konsep, dan 8,4% menjawab dengan menebak. Miskonsepsi yang dominan berkaitan dengan definisi bilangan prima, penentuan faktor bilangan, serta anggapan bahwa semua bilangan ganjil adalah bilangan prima. Temuan ini menunjukkan bahwa metode CRI efektif untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konsep.
ANALYSIS OF STUDENT ERRORS BASED ON NEWMAN’S ERROR ANALYSIS (NEA) IN SOLVING COMPLEX PROBLEMS RELATED TO FUNCTION MATERIAL Elita, Dian; Purba, Dita Lovianna; Saragih, Dwita Lestari; Haloho, Eka Chirsty; Siregar, Budi Halomoan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10335

Abstract

ABSTRACT Students' errors in solving mathematics problems, particularly on the topic of functions, still frequently occur and need to be analyzed systematically.This study aims to examine students’ errors in solving mathematical problems on function topics based on Newman’s Error Analysis (NEA) procedure. A descriptive qualitative approach was employed in this research. The participants were 23 eleventh-grade students of SMA GKPI Padang Bulan Medan who had previously studied functions. Data were collected through a written test consisting of five word problems and follow-up interviews to explore students’ thinking processes in greater depth. The data were analyzed using Newman’s five stages of error, namely reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding. The findings reveal that the most dominant error was encoding error (51.30%), followed by process skill errors (46.96%), transformation errors (39.13%), comprehension errors (34.78%), and reading errors (26.09%). These results indicate that students still encounter difficulties at multiple stages of problem solving, particularly in presenting final answers accurately and carrying out systematic procedures. Therefore, appropriate instructional strategies are needed to enhance students’ conceptual understanding, improve accuracy in calculations, and develop their ability to express final answers clearly and systematically. ABSTRAK Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika khususnya pada materi fungsi masih sering terjadi dan perlu dianalisis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesalahan siswa dalam memecahkan soal matematika pada topik fungsi berdasarkan prosedur Analisis Kesalahan Newman (NEA). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Peserta penelitian adalah 23 siswa kelas XI SMA GKPI Padang Bulan Medan yang sebelumnya telah mempelajari fungsi. Data dikumpulkan melalui tes tertulis yang terdiri dari lima soal cerita dan wawancara lanjutan untuk mengeksplorasi proses berpikir siswa secara lebih mendalam. Data dianalisis menggunakan lima tahap kesalahan Newman, yaitu membaca, pemahaman, transformasi, keterampilan proses, dan pengkodean. Temuan menunjukkan bahwa kesalahan yang paling dominan adalah kesalahan pengkodean (51,30%), diikuti oleh kesalahan keterampilan proses (46,96%), kesalahan transformasi (39,13%), kesalahan pemahaman (34,78%), dan kesalahan membaca (26,09%). Hasil ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan pada berbagai tahap pemecahan masalah, terutama dalam menyajikan jawaban akhir secara akurat dan melaksanakan prosedur secara sistematis. Oleh karena itu, strategi pengajaran yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa, meningkatkan akurasi perhitungan, dan mengembangkan kemampuan mereka untuk mengekspresikan jawaban akhir secara jelas dan sistematis.
ANALYSIS OF STUDENTS' PROCEDURAL ERRORS IN SOLVING GEOMETRIC TRANSFORMATION PROBLEMS BASED ON PROCEDURAL FLUENCY Nazwa, Putri; Rehana, Rehana; Rambe , Yarti Melvina; Aprilia , Yesnita; Siregar, Budi Halomoan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10625

Abstract

This study aims to analyze students' procedural errors in solving geometric transformation problems based on Kilpatrick's (2001) indicators of procedural fluency, which include accuracy, efficiency, and flexibility. The approach used is qualitative descriptive with quantitative data support. The research subjects were 32 tenth-grade students at a private high school in Medan who had studied geometric transformation material. Data collection was conducted through a 5-question essay test analyzed using a scoring rubric for each indicator of procedural fluency. The results showed that the average student procedural fluency ability was in the low category with a score of 0.84 on a 4.00 scale. A total of 64.29% of students were in the very low category, 25% in the low category, 7.14% in the moderate category, and only 3.57% in the high category. The flexibility indicator was the weakest, with an average score of 0.39 (very low), while accuracy and efficiency were 0.95 (low) each. The dominant errors in accuracy included errors in basic concepts (78.6%), formula substitution (67.9%), and algebraic operations (64.3%). In terms of efficiency, students tended to repeat steps (71.4%) and use overly long procedures (67.9%). Regarding flexibility, 96.4% of students used only one method of solution, and 89.3% were unable to write down the transformation matrix. These findings indicate the need for instruction that places greater emphasis on procedural flexibility and reinforces conceptual understanding. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan prosedural siswa dalam menyelesaikan masalah transformasi geometri berdasarkan indikator kelancaran prosedural dari Kilpatrick (2001), yaitu akurasi, efisiensi, dan fleksibilitas. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas X di salah satu SMA swasta di Medan yang telah mempelajari materi transformasi geometri. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai sebanyak 5 soal yang dianalisis menggunakan rubrik penilaian untuk setiap indikator kelancaran prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan kelancaran prosedural siswa berada pada kategori rendah dengan skor 0,84 dari skala 4,00. Sebanyak 64,29% siswa berada pada kategori sangat rendah, 25% pada kategori rendah, 7,14% pada kategori sedang, dan hanya 3,57% pada kategori tinggi. Indikator fleksibilitas merupakan yang terlemah dengan rata-rata skor 0,39 (sangat rendah), sedangkan akurasi dan efisiensi masing-masing sebesar 0,95 (rendah). Kesalahan dominan pada akurasi meliputi kesalahan konsep dasar (78,6%), substitusi rumus (67,9%), dan operasi aljabar (64,3%). Pada efisiensi, siswa cenderung mengulang langkah (71,4%) dan menggunakan prosedur yang terlalu panjang (67,9%). Pada fleksibilitas, 96,4% siswa hanya menggunakan satu metode penyelesaian dan 89,3% tidak dapat menuliskan matriks transformasi. Temuan ini menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih menekankan pada fleksibilitas prosedural dan memperkuat pemahaman konseptual.
PENGEMBANGAN LKPD DIGITAL BERBASIS PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Alpina Rosalia; Budi Halomoan Siregar
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 12 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.12.2.2025.66-80

Abstract

Riset ini berguna untuk (1) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal validitas; (2) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal kepraktisan; (3) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal efektivitas; dan (4) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan proses jawaban peserta didik dengan mengimplementasikan LKPD digital. Model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) merupakan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Angket dan tes adalah instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) LKPD digital yang dikembangkan valid dengan memiliki rata-rata nilai sebesar 4,29 (ahli materi) dan 4,15 (ahli media) dan keduanya memperoleh kategori sangat layak (SL). Pada ahli materi memperoleh rentang lebih dari 4,2 dengan kategori sangat valid, sedangkan pada ahli media memperoleh rentang  dengan kategori valid. (2) LKPD digital yang dikembangkan memiliki persentase sebesar 95% pada kepraktisan guru dan 80,43% pada kepraktisan siswa, keduanya pada rentang   yang berkategori sangat praktis. (3) LKPD digital yang dikembangkan telah memperoleh kriteria efektif yang cukup berdasarkan (a) ketuntasan belajar secara klasikal siswa sebesar 88,89%; (b) tercapainya indikator/tujuan pembelajaran individu sebesar 77,92; (c) respon positif dari siswa sebesar 81,74% dengan kriteria sangat positif; dan (d) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dari rata-rata pretest 46,22 menjadi 77,92 pada posttest untuk setiap indikator, sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kreatif seluruh siswa kelas VIII-F SMPS Sultan Iskandar Muda memperoleh nilai sebesar 47,5 pada pretest dan skor 69,5 pada posttest, dengan analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,571 yang berkategori sedang.Riset ini berguna untuk (1) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal validitas; (2) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal kepraktisan; (3) mengetahui kualitas LKPD digital berbasis pendekatan Open-Ended dalam hal efektivitas; dan (4) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif berdasarkan proses jawaban peserta didik dengan mengimplementasikan LKPD digital. Model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) merupakan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Angket dan tes adalah instrumen yang digunakan pada penelitian ini. Hasil riset menunjukkan bahwa: (1) LKPD digital yang dikembangkan valid dengan memiliki rata-rata nilai sebesar 4,29 (ahli materi) dan 4,15 (ahli media) dan keduanya memperoleh kategori sangat layak (SL). Pada ahli materi memperoleh rentang lebih dari 4,2 dengan kategori sangat valid, sedangkan pada ahli media memperoleh rentang  dengan kategori valid. (2) LKPD digital yang dikembangkan memiliki persentase sebesar 95% pada kepraktisan guru dan 80,43% pada kepraktisan siswa, keduanya pada rentang   yang berkategori sangat praktis. (3) LKPD digital yang dikembangkan telah memperoleh kriteria efektif yang cukup berdasarkan (a) ketuntasan belajar secara klasikal siswa sebesar 88,89%; (b) tercapainya indikator/tujuan pembelajaran individu sebesar 77,92; (c) respon positif dari siswa sebesar 81,74% dengan kriteria sangat positif; dan (d) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dari rata-rata pretest 46,22 menjadi 77,92 pada posttest untuk setiap indikator, sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kreatif seluruh siswa kelas VIII-F SMPS Sultan Iskandar Muda memperoleh nilai sebesar 47,5 pada pretest dan skor 69,5 pada posttest, dengan analisis N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,571 yang berkategori sedang.
Co-Authors Abil Mansyur, Abil Adam Zuhri Prika Adhawina, Raissya Adrianto, Ilham Ajarah, Desi Alpina Rosalia Ambarita, Samuel Yordan Ambarita, Zefanya Tabita Anggelina, Maya Angraini, Shepia Apriani, Dian Elita Aprilia , Yesnita Arsandy, Qory Septiani Asmin Panjaitan Azizi, Muhammad Farhan Bertua Serepina Tobing, Naomi Tirta Berutu, Jhosua Br Barus, Lisda Karolin Br Barus, Putri Yade Bismeninta Br Sembiring , Ega Emeysadella Br Sinaga, Elsa Noviyanti Br Sitepu, Elsa Meranie Br Tarigan , Alya Andani Rahman Br Zandroto, Nurcahaya Cut Rania Andini Damanik, Jhelsi Daulay, Andini Sahrani Debora Sinaga, Debora Denada, Elsa Dhuha, Nadira Kaylana Dwi Anggraini Elita, Dian Fadilla, Nia Febrianti, Dwi Ayu Fitri Maulida Gisti, Rival Ananda Guci, Putri Tipakaden Gultom, Glori Cahaya Gultom, Kevin Frans Samuel Gultom, Shafna Armiyah Gusti Magdalena Br. Siburian Hafiza, Mutia Haloho, Eka Chirsty HALOHO, EKA CHRISTY Harahap, Isma Khairah Harahap, Qamaruddin Fadhilah Harefa, Ilhamsyah Hariyanti Hariyanti Hasibuan, Adinda Muhfyana Hasratuddin Hasratuddin Hutabarat, Revalina Ayu Natalia HUTAPEA , YOKEBET Hutapea, Yonata Indah Aulia Pratiwi Jesiska Anjelin Siagian Kaban, Rifka Elianti br Kairuddin Kairuddin . Khaerunnisa, Marwa Khafifah F, Siti Khairunnisa' Nabilah Khalifadin Azis, Yusuf Khumairah, Azra Larasati, Anisah Lestari, Julisa Ayu Lubis, Ariyanto Lubis, Dara Muna Lubis, Kholishoh Humairoh Lubis, Nazwah Indri Agista Lubis, Sutan Ismail Akbar Rafsanjani MANIK , ROMAIDA FITRIANI BR Manik, Ruth Sahanaya MANULLANG, JULIANA Manurung, Hendra Cahyadi Manurung, Pera Novia Marbun, Marthin Maria, Novita Sari Masita, Nurul Mei Wika T Sihombing Mentari Sukma Meridina, Ramanda Mikhah Adillah Zendrato Muhammad Aldi, Muhammad Mulyono Mulyono Munthe, Atiqah Shabirah Munthe, Tiolina Maria Nabilah, Wildani Nisrina Naibaho, Joel Shintong Nainggolan, Gustia Louisa Najwa Dwi Heryanti NASUTION , NUR HAFIZAH Nasution, Helina Qatrunnada Nasution, Nur Syahrini Nazhatul Sahima Mohd Yusoff Nazwa, Putri Ndor Damayanti Silalahi Nilam Cahya Ningrum, Salamah Sulistya Noorhelyna Razali Nur Hafizah Nasution Nurpadila, Nurpadila Panjaitan, Chesia Aprina Panjaitan, Marajohan Purba, Derma Sarah Tia Wanka PURBA, DITA LOVIANNA Purba, Diva Novita Angely Putri Purba, Fernando Putri Andini, Putri Putri Rizki Putri, Aisya Nabila Putri, Imelda Putri, Tasya Alifa Qoyyima, Annisa Rahmah, Khalida Rahman, Arief Aulia Rambe , Yarti Melvina Rambe, Yarti Melvina Rehana, Rehana Romaulika Situmorang Rumahorbo, Dimas SAING, NASIB Samosir, Martha Indah Saputra, Yoga Aulia SARAGIH , DWITA LESTARI Saragih, Afta Geosasmita Saragih, Amelia Cristy Saragih, Dwita Lestari Saragih, Patricia Saragih, Saripah Erguna br Septri Amelia Simamora Siagian, Kristiani Siagian, Yerikho Aprillio Sibarani, Khoirunnisa Sibarani, Mikhael Agus Tua Siburian, Gusti Magdalena Br. Sidauruk , Vico Putra Sihombing, Kesia Sihombing, Kevin Marito Sihombing, Thresia Veronika SIHOTANG, HARRY Silaban, Gebriel Saron SILALAHI, LISBETH Silvina, Nur Simamora, Destia Krisela Simamora, Eka Finanti Septiana Simamora, Septri Amelia Simangunsong, Erika SIMANIHURUK, SRI VIONI NOVENA Simanjuntak, Juanda Rifki Simanjuntak, Rosi Ade Putri Simanullang, Asria Ronauli Simanungkalit, Imel Simatupang, Nashwa Rahmadhani Simbolon, Stevania Sri Debbye Br Sinaga, Adi Sinaga, Rosmelia Elsada Sinaga, Sinta Marintan Sinaga, Victory Rajani Sinuhaji, Ribka Dameria Siregar, Anisa Rahmadani Siregar, Dea Athalia Siregar, Fransisco Dinata Siregar, Nur Hasanah Sitepu, Iren Dwi Adinda Siti Sarah, Siti Sitindaon, David Sitorus, Cellion Lydia Magdalena Sitorus, Grace Elicia Sitorus, Santa De Luisa SITORUS, TABITHA Situmorang, Rani Nuldiva Situmorang, Romaulika Situmorang, Sylva Anastasya Sulaiman, Raysah Puteri Syafitri, Nazwa Mutia Syamsinah, Chairi Tambunan, Engeli Emmanuela Br Tampubolon, Rafael Tampubolon, Stephani Theresa Vania Tanjung, July Yanty Tarigan, Adelia Br Tarigan, Gita Helena Tarigan, Nafa Cleo Wulandari Tarigan, Putri Br Tarigan, Septi Agita Tumanggor, Abednego Pradja Turnip, Leonardo Waniza, Elva Wardana, Aini Waruwu, Fertianus Waruwu, Maria Lilis Sartika Windari S, Deby Ayu Yesica Siahaan, Chrystin Yulia Ayu Utami Tarigan Yusoff, Nazhatul Sahima Mohd Yusuf Khalifadin Azis Zahari, Cut Latifah Zul Amry Zulaida, Putri