p-Index From 2021 - 2026
7.889
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Analisis: Jurnal Studi Keislaman Auladuna Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Aqlam: Journal of Islam and Plurality Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Madinah: Jurnal Studi Islam Kaca (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Jurnal Ilmiah Munaqasyah Instructional Development Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Tsaqafatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Journal of Nahdlatul Ulama Studies DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam SHAKHSIYAH BURHANIYAH : Jurnal Penelitian Hukum Islam EduLine: Journal of Education and Learning Innovation Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Ar-Rasyid: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Kependidikan Islam Jurnal Kajian Islam Interdisipliner el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti Indonesian Research Journal on Education Nuris Journal of Education and Islamic Studies Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Law and Justice JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovation and Research in Agriculture MUNAQOSYAH : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal KACA Eduprof Al-Hayat: Journal of Islamic Education Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Tarbiyatuna Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Maslahat Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Dimensi New Sufism dalam Pendidikan Ruhani Santri Pesantren Darussalam Sengon Jombang Umirul Musyarofah; Salwa Hajar; Iksan Kamil Sahri
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 8 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v8i1.6969

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik zikir Walyatalattaf di Pondok Pesantren Darussalam Sengon, menganalisis mekanisme pendidikan ruhani yang berlangsung, serta menilai relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer berbasis spiritualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir Walyatalattaf berfungsi tidak hanya sebagai ritual spiritual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter santri melalui proses instruksi, pembiasaan, bimbingan langsung, dan internalisasi budaya pesantren. Praktik ini mencerminkan model spiritual pedagogy yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran. Secara konseptual, zikir Walyatalattaf sejalan dengan paradigma neo-sufisme yang menekankan pembinaan spiritual yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga berpotensi menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan Islam yang humanis, reflektif, dan berbasis spiritualitas.
Eco-Sufism Consumption: Integrating Sociology, Circular Economy, and Zuhud Sufism in Gen Z's Thrifting Ethics Alif Nur Hanifah; Iksan Kamil Sahri; Khoirun Ni’am
Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/r7p1s391

Abstract

The phenomenon of thrifting among Generation Z (Gen Z) presents a paradox between environmental preservation claims and the reality of consumptive behavior. While thrifting is perceived as an implementation of the circular economy, practically, it is often trapped in motives of signaling status (flexing) and hoarding, which exacerbates textile waste. This study aims to formulate a new consumption ethic termed "Eco-Sufism Consumption" to bridge the gap between lifestyle and ecological responsibility. This research employs a qualitative method with an interdisciplinary conceptual analysis framework, integrating Sociology of Consumption, Circular Economy, and Sufi Theology. The results reveal three main findings. First, sociologically, Gen Z's thrifting motives are dominated by sign value and simulacra, where second-hand goods are recommodified as social status symbols. Second, economically, Life Cycle Assessment (LCA) analysis validates that thrifting can reduce water footprints by up to 98% and carbon emissions by 90% compared to new production, yet this effectiveness relies on consumption volume. Third, theologically, the concepts of Zuhd (asceticism) and Qana’ah (contentment) serve as the primary controlling variables. The study concludes with a new ethical formulation: Ekp = Z x (Sos + Eko), asserting that spiritual consciousness (Zuhd) is the determining coefficient that validates the ethical value of social and economic actions. Without spiritual control, thrifting remains merely a destructive consumerist trend. This study contributes to sustainability and consumption studies by introducing a spiritually grounded ethical framework that integrates social, economic, and theological dimensions.
Upgrading Sarana dan Metode Pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al-Wardah Desa Wanar Kabupaten Lamongan Iksan Kamil Sahri; Abdulloh Hanif; Risma Firda Diana
Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Maslahat: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Desember)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/maslahat.v2i1.690

Abstract

Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD), rumusan pohon masalah, dan rumusan pohon harapan yang dididapatkan kesimpulan bahwa TPQ Al-Wardah Desa Wanar masih memerlukan pembinaan khususnya di bidang pengadaan dan pengelolaan sarana-prasarana yang dapat menunjang lembaga pendidikan. Selain itu, metode mengajar mengaji masih monoton sehingga membosankan dan kurang efektif. Penguatan kelembagaan melalui pemberdayaan sumber daya pendidikan di TPQ Al-Wardah perlu dilakukan. Melalui pengabdian masyarakat di TPQ Al-Wardah yang bertajuk upgrading sarana dan metode pembelajaran Al-Qur’an. Strategi yang digunakan yaitu (1) FGD dengan pihak lembaga dan instansi terkait, (2) merumuskan metode pembelajaran variatif dan sarana prasarana yang diperlukan TPQ, (3) melakukan pembaharuan sarana prasarana mengaji di TPQ, (4) menyelenggarakan pelatihan metode pembelajaran Al-Quran yang menyenangkan melalui metode 3B (Bermain, Bercerita, dan Bernyanyi) serta praktikum metode Pembelajaran. Adapun sarana yang diberikan adalah lemari buku, Al quran, kitab jilid An-Nahdliyah, alat tulis, dan alat peraga. Selanjutnya pelatihan metode pembelajaran Al Qur’an 3B untuk para pengajar secara online. Hal itu dipandang efektif mengingat perlunya mematuhi protokol kesehatan di tengah wabah COVID-19.
The Digitalization of Shame (Al-Hayā’): Discourse Analysis and Reception of the ‘Velocity’ Meme in Islamic Preaching on Tiktok Dafina Ainani Zahra; Dzatan Nitoqoin; Khoirun Niam; Iksan Kamil Sahri
MADINAH Vol 13 No 1 (2026): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v13i1.4440

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of “shame” from an Islamic perspective and its representation through “Meme Velocity” on the social media platform TikTok. Using a qualitative approach and content analysis, this study examines the narratives, diction, religious ideological affiliations, and audience responses to shame-themed memes disseminated by Salafi-aligned accounts. The novelty of this study lies in the concept of shame in Islam and the analysis of audience responses on social media. The findings reveal that shame in Islam is a noble virtue rooted in faith (al-Haya’) and serves as a means of self-restraint against forbidden acts. The analyzed memes promote the value of shame and critique current trends, particularly the “Velocity” trend, which is deemed contrary to Islamic values. This study also reveals that these memes trigger a variety of responses, ranging from support and prayers to hostile reactions, reflecting the dynamics of digital da’wah and audience reception. The contribution of this research lies in enriching the study of digital da’wah and how the concept of modesty in Islam is constructed through social media, as well as providing implications for digital da’wah practitioners and helping to understand the complexities of religious communication in the digital age.
Kesalehan Individual dan Kesalehan Simbolik pada Tradisi Sedekah Masyarakat Muslim di Pedesaan Muhammad Farih Alfaaza; Aisyatur Ridlo Al Baidlo’; Rubaidi Rubaidi; Iksan Iksan
Nuris Journal of Education and Islamic Studies Vol. 6 No. 1: January - June 2026
Publisher : Institut Nurul Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jeis.v6i1.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik sedekah dalam tradisi masyarakat Muslim di pedesaan sebagai arena pertemuan antara kesalehan individual dan kesalehan simbolik. Kajian sedekah dalam Islam selama ini lebih menekankan niat dan keikhlasan sebagai kesalehan individual dan kerap mengesampingkan makna kesalehan simbolik di ruang publik, bahkan dianggap berpotensi menggeser nilai ikhlas. Pemahaman semacam ini menjadi problematika ketika memahami praktik sedekah masyarakat Muslim pedesaan, justru kerap dijalani melalui tradisi dan ritual kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal, buku, dan karya ilmiah yang membahas tradisi sedekah, ritual keagamaan, dan praktik keberagamaan masyarakat Muslim pedesaan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa sedekah dalam kehidupan masyarakat Muslim pedesaan tidak dijalani sebagai pilihan antara ketulusan batin atau pengakuan sosial, melainkan sebagai praktik keagamaan yang secara alami mempertemukan keduanya. Kesalehan individual memberikan landasan spiritual berupa niat, keikhlasan, dan kesadaran beribadah, sementara kesalehan simbolik menghadirkan nilai-nilai kesalehan individual dalam bentuk praktik sosial yang hidup melalui ritual kolektif, tradisi berbagi, dan relasi antarwarga.
Pengaruh Progam Tahfiz Al-Qur’an dalam Membentuk Disiplin Waktu dan Mengurangi Kecenderungan Prokrastinasi pada Santri Nasrulloh, Alfian Ahsani; Kamil Sahri, Iksan
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/f2czcj04

Abstract

Disiplin waktu dan perilaku prokrastinasi berhubungan erat bagi penghafal Al-Qur’an. Pengembangan karakter disiplin waktu yang baik dapat membentu para penghafal Al-Qur’an mengurangi prokrastinasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh program tahfidz Al-Qur'an terhadap peningkatan disiplin waktu dan pengurangan kecenderungan prokrastinasi pada santri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan subjek penelitian ketua yayasan, koordinator pondok pesantren, ustazah pedamping tahfiz, waka kurikulum, waka kesiswaan, dan santri. Pada proses penggalian data, peneliti menemukan bahwa program tahfiz memiliki korelasi positif dengan peningkatan disiplin waktu santri. Proses menghafal Al-Qur'an yang sistematis menuntut konsistensi dan manajemen waktu yang baik, sehingga secara tidak langsung melatih santri untuk lebih disiplin. Selain itu, program tahfidz juga efektif dalam mengurangi perilaku prokrastinasi. Dengan target hafalan yang jelas dan pengawasan yang ketat, santri termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka tepat waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program tahfidz tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan spiritual, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap pengembangan karakter dan keterampilan hidup santri.
Spirituality Magnetism in the Recitation of the Book of Al-Hikam: Inner Peace and Provision for Life in the Study of Intuitive Regions Indah Rahayu; M. Ahmad Jamaluddin Zamzami; M. Adib Nuruzzaman; Myra Mentari; Iksan Iksan
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 5 : Al Qalam (September 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i5.5101

Abstract

This study aims to explore the dynamics of the Monday night religious gathering that studies Al-Hikam by Ibn 'Atha'illah as-Sakandari through a phenomenological approach. The research focuses on three main aspects: (1) understanding Al-Hikam as a guide for life through the lens of intuitive spirituality, (2) the ritual structure of the gathering as a religious tradition, and (3) the spiritual magnetism that consistently draws participants. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and field study at Pondok Pesantren Kebon Sari, Kediri. The findings reveal that the gathering serves not only as a space for textual learning but also as a powerful medium for inner transformation. The internalization of Sufi values such as trust in God, sincerity, and patience combined with the charisma of the spiritual teacher and the solemn atmosphere of the gathering creates a profound spiritual experience. This gathering significantly contributes to inner peace, the strengthening of faith, and harmonious social relations, offering a transformative and contextually relevant model of spiritual education amidst the existential crises of modern society.
Kesetaraan Gender di Pesantren NU: Sebuah Telaah atas single sex Classroom di Pendidikan Diniyah Formal Ulya Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya. Iksan Kamil Sahri; Lailatul Hidayah
Journal of Nahdlatul Ulama Studies Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Nahdlatul Ulama Studies
Publisher : Lakpesdam PCNU Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/jnus.v1i1.67-105

Abstract

Isu gender menjadi isu yang terus dibcarakan dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan dengan menggunakan sistem single sex classroom menjadi perhatian dalam isu ini. Sistem ini adalah sistem pendidikan yang memisahkan peserta didik berdasarkan jenis kelamin. Adanya pemisahan laki-laki dan perempuan dalam hal pembelajaran serta kegiatan-kegiatan lainnya tersebut berdasarkan beberapa alasan, di antaranya adalah alasan ajaran agama dan tradisi. Dalam konteks ini, unit pendidikan di dalam naungan Pondok Pesantren Al-Fithrah yang merupakan pondok pesantren afiliasi Nahdhatul Ulama (NU) menerapkan kebijakan single sex class tersebut karena alasan ajaran agama Islam dan tradisi mono sex yang telah berlaku di pesantren. Lalu bagaimanakah persepsi kesetaraan gender di lingkungan pesantren yang menerapkan hal tersebut. Untuk menjawab hal tersebut, maka penelitian lapangan di Penddikan Diniyah Formal Pondok Pesantren Al Fithrah, Surabaya, dengan menggunakan pendekatan gender dan fenomenologi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pihak pesantren tidak membeda-bedakan perlakuan pada kualitas pendidikan santri putra dan santri putri. Perempuan di PDF Ulya Al Fithrah juga terlihat berperan aktif srta tidak menjadi kelompok kelas kedua. Penelitian ini juga mengkonfirmasi segregasi gender atau pemisahan antara laki-laki dengan perempuan dalam sistem pembelajaran dianggap tidak menyalahi dengan konsep kesetaraan gender yang diyakini pesantren. Pada kebijakan dan manajemen peserta didik, PDF Ulya Al Fithrah menyetarakan kebutuhan pendidikan baik santri putra maupun putri Walaupun juga ditemukan bahwa pada PDF Putra Al Fithrah tidak terdapat ustadzah sedangkan pada PDF putri terdapat ustadz laki-laki. Kebijakan single classroom lebih didasarkan pada tradisi pesantren dibanding dengan diskriminasi gender.
Partisipasi Masyarakat Desa Pakaan Daja Bangkalan Madura terhadap Kegiatan Pendidikan di Madrasah Raudlatul Ulum Pakaan Daja, Galis, Bangkalan Iksan Kamil Sahri; Islahul Mukmin
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 2 (2022): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v8i1.2474

Abstract

In Education, community participation is really important, therefore as many parents feel that they have to give their best for their children's educational not only materially but also non-material support. In Madura Island, Indonesia, the condition of Islamic education institutions that are holded by Kiai Desa makes community relations with this madrasah in unique relation. Moreover, there is a tendency that the participation of rural communities in Madura is relatively greater dan broader than in cities on the island of Java. This article aims to determine: How does the community participation and the factors that encourage and inhibit community participation in Islamic religious education programs in Madura. This research is a qualitative field research witha phenomenological approach to see the existing motives of the community. The research subjects were the community of Pakaan Dajah Bangkalan and the stakeholders of Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum Pakaan Dajah, Bangkalan. This research finds that: (1) the forms of community participation in Taman Sari and Talambak hamlets in the Islamic education program at Madrasah aliyah Raudlatul Ulum are in the form of ideas / thoughts, energy and money; (2) the driving factor for community participation in the Islamic education program at Madrasah Aliyah Raudlatul Ulum is fighting for Islam by helping the kiai's struggle in education
Co-Authors Abdul Basith Abdul Majid Abdul Muhid, Abdul Abdullah Muwaffaq Abdullah Syakur Novianto Abdulloh Hanif Abdur Rachman Adawiyah, Robbi Atul Adjam, Syarifuddin Ahmad Ali Mashudi Ainiyah , Fifrida Silvia Qurrotul Ainun Wulandari Ainy, Qurrotul Aisyatur Ridlo Al Baidlo’ Alif Nur Hanifah Amir Hamzah Anis Saidah Anwar Kadafi Arsyillah, Berlian Tahta Asma Amelia Asriany Asriany, Asriany Aulia , Anisa Rahma Celine, Devi Rofidah Choirunnisa , Laili Dafina Ainani Zahra Dawi Farah Adibah Dinar, Dinar Dinnisa’, Zukhruf Dwinawanti, Dyna Esthi Dzatan Nitoqoin Egidia syafitri Eva Nunung Husna Farizy , Moh. Zidan Al Fauzi , Ria Riski Firdah Ni’matus Sholihah Firdasari, Auliya Adiba Rahma Firdaus, Muchammad Shabrino Yafuza Firmanto, Taufik Hajar, Salwa Hamidah , Nabila Nur Hanim, Muhammad Ismail Hanun Asrohah Haq, Rizkarina Zahrul Harti, Adi Oksifa Rahma Hasanah , Febby Nur Humayroh, Riza Husniyatus Salamah Zainiyati Ibrahim Halim, Ibrahim Iftita Annur Iksan Ilmiawan Ilmiawan, Ilmiawan Indah Rahayu Irawan, M. Izudin Fathin Alfian Irham, Ananda Salsabiila Islahul Mukmin Istiqomah, Nur Aini Izzah, Syahrina Nurul JANNAH, ZAHROTUL Jasri, Jasri Kasmar , Kasmar Khoirun Niam Khoirun Ni’am Kurniawan, Rikza Syahrial Labibah Sayaka Ilma LAILATUL FITRIA Lailatul Hidayah M. Adib Nuruzzaman M. Ahmad Jamaluddin Zamzami M. Ahmad Jamaluddin Zamzami Mahdiyin, Khizbullah Al Mahmudz Mahmudz Masdar Hilmy Masrin, Masrin Masrukhan, Adib Qosim Mauidiyah Tanzil Maulana Malik Ibrahim Maulidy, Iqbal Burhanuddin Miskun, Miskun Moh. Zainal Abidin Mohtarom, Ali Muallifah, Muallifah Muhamad, Alwi Muhammad Adib Nuruzzaman Muhammad Awwaludin Aprilianto Muhammad Farih Alfaaza Muhammad Fatchur Rochim Muhammad Ikbal Fahlehfi Muhammad Sirojuddin Mukmin, Islahul Musyarofah, Umirul Myra Mentari Nadiatul Imani Nailul Izzah Narto Narto, Narto Nasrulloh, Alfian Ahsani Nastion, Nastion Nata, Balqisa Ratu Nugroho , Wahyu Dwi Nur Habibah, Eka Putri Nurul Hidayati Nurul Insyani Prameswari, Cindy Ashilah Prayoga, Andry Syahrul Putra, Patman Adi Putri, Cynthia Renita Qurrotul Ainy Rahmania, Erfin Walida Rahmawati, Kiki Anita Ramdani Salam Ramlan, Siti Rosilawati Rifka Alfiana Risma Firda Diana Robbi Atul Adawiyah Rofidah, Lailatur Rohmah, Siti Maftukhatur Rubaidi Rufaidah, Anik Safrudin, Mohammad Yogi Sahidah, Sahidah Saidah, Anis Salimudin, Salimudin Salwa Hajar Saputri, Nurma Fila Anggun Dwi Shahab, Mohammad Fahmi Sholihah, Firdah Ni’matus Siti Khumairotul Lutfiyah Sulfiani, Sulfiani Suparno Suparno Sutarto, Auditya Purwandini Syaifullah, Andika Ihwan Syamsul Arifin Syek Abdullah Tamami, Badrut Tarik, Atika Agustina Titin Nurfadilla Ulul Azmi Nur Rohmatulloh Umirul Musyarofah Uroidli, Ali Waode Nurhaliza Wardani, Navila Laila Widadi, Ahmad Setyo Widodo, Margareta Ayu Wijayanti, Kristina Elis Yunita, Ita Yusuf, Moh Hafidz Yusuf, Muhammad Hafidz Zahroh, Jamilatus Zakariya, Ikbar Zulfitrah Amal