This Author published in this journals
All Journal Analisis: Jurnal Studi Keislaman Auladuna Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Aqlam: Journal of Islam and Plurality Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Kaca (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Jurnal Ilmiah Munaqasyah Instructional Development Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Tsaqafatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Journal of Nahdlatul Ulama Studies DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam SHAKHSIYAH BURHANIYAH : Jurnal Penelitian Hukum Islam EduLine: Journal of Education and Learning Innovation Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Ar-Rasyid: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Kependidikan Islam el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti KOLONI Indonesian Research Journal on Education Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Law and Justice JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Shariah Economic Law Journal of Innovation and Research in Agriculture MUNAQOSYAH : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal KACA Eduprof Al-Hayat: Journal of Islamic Education Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Tarbiyatuna Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman
Claim Missing Document
Check
Articles

REVITALISASI SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) DALAM PENDIDIKAN ISLAM: INTEGRASI PENDEKATAN HOLISTIK UNTUK KEBAHAGIAAN DAN KETAHANAN MENTAL SISWA Celine, Devi Rofidah; Iksan Kamil Sahri
Studia Religia : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 9 No 02 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/sr.v9i02.26137

Abstract

This research aims to revitalize the concept of Social Emotional Learning (SEL) in Islamic education through a holistic approach that integrates spiritual, social, and emotional values. This research is motivated by the increasing issue of mental health and happiness crisis among students, as well as the gap between the secular SEL approach and the spiritual dimension of Islamic education. The research method used is a literature study with content analysis to examine literature related to SEL, Islamic education, holistic approach, and the concept of happiness and mental resilience of students. The results showed that the revitalization of SEL in Islamic education can be done by integrating Islamic values such as ṣabr, tawakkal, amanah, and rahmah into SEL competencies. This integration not only strengthens the moral dimension of students, but also builds a deep inner connection with religious teachings, thus increasing students' happiness and mental resilience. The integration model of SEL and Islamic spiritual values presented in this study can be adopted by Islamic educational institutions as a framework for developing students' social-emotional competencies holistically.
Kesetaraan Gender di Pesantren NU: Sebuah Telaah atas single sex Classroom di Pendidikan Diniyah Formal Ulya Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya. Kamil Sahri, Iksan; Hidayah, Lailatul
Journal of Nahdlatul Ulama Studies Vol. 1 No. 1 (2020): Journal of Nahdlatul Ulama Studies
Publisher : Lakpesdam PCNU Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35672/jnus.v1i1.67-105

Abstract

Isu gender menjadi isu yang terus dibcarakan dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan dengan menggunakan sistem single sex classroom menjadi perhatian dalam isu ini. Sistem ini adalah sistem pendidikan yang memisahkan peserta didik berdasarkan jenis kelamin. Adanya pemisahan laki-laki dan perempuan dalam hal pembelajaran serta kegiatan-kegiatan lainnya tersebut berdasarkan beberapa alasan, di antaranya adalah alasan ajaran agama dan tradisi. Dalam konteks ini, unit pendidikan di dalam naungan Pondok Pesantren Al-Fithrah yang merupakan pondok pesantren afiliasi Nahdhatul Ulama (NU) menerapkan kebijakan single sex class tersebut karena alasan ajaran agama Islam dan tradisi mono sex yang telah berlaku di pesantren. Lalu bagaimanakah persepsi kesetaraan gender di lingkungan pesantren yang menerapkan hal tersebut. Untuk menjawab hal tersebut, maka penelitian lapangan di Penddikan Diniyah Formal Pondok Pesantren Al Fithrah, Surabaya, dengan menggunakan pendekatan gender dan fenomenologi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pihak pesantren tidak membeda-bedakan perlakuan pada kualitas pendidikan santri putra dan santri putri. Perempuan di PDF Ulya Al Fithrah juga terlihat berperan aktif srta tidak menjadi kelompok kelas kedua. Penelitian ini juga mengkonfirmasi segregasi gender atau pemisahan antara laki-laki dengan perempuan dalam sistem pembelajaran dianggap tidak menyalahi dengan konsep kesetaraan gender yang diyakini pesantren. Pada kebijakan dan manajemen peserta didik, PDF Ulya Al Fithrah menyetarakan kebutuhan pendidikan baik santri putra maupun putri Walaupun juga ditemukan bahwa pada PDF Putra Al Fithrah tidak terdapat ustadzah sedangkan pada PDF putri terdapat ustadz laki-laki. Kebijakan single classroom lebih didasarkan pada tradisi pesantren dibanding dengan diskriminasi gender.
EKO-PESANTREN: MANIFESTASI PENDIDIKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS SPIRITUALITAS ISLAM Nata, Balqisa Ratu; Sahri, Iksan Kamil; Mohtarom, Ali; Arsyillah, Berlian Tahta
AT-TAJDID Vol 9, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i2.4110

Abstract

Krisis ekologi global mendorong perlunya pendekatan pendidikan Islam yang mengintegrasikan spiritualitas dengan kesadaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi eco-pesantren sebagai model pendidikan ramah lingkungan berbasis spiritualitas Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui penelaahan literatur akademik yang relevan. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi dan validitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan diskusi sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eco-pesantren merupakan model pendidikan yang menyatukan nilai-nilai keislaman seperti tauhid, amanah, dan ihsan dengan praktik ekologis dalam kehidupan pesantren. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan melalui kurikulum, keteladanan kiai, gaya hidup santri, serta program-program lingkungan seperti konservasi air, pertanian organik, dan pengelolaan sampah. Eco-pesantren tidak hanya membentuk santri yang saleh secara spiritual, tetapi juga bertanggung jawab sebagai khalifah fil ardh. Temuan ini menegaskan bahwa spiritualitas Islam memiliki kekuatan transformatif dalam membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan. Dengan demikian, eco-pesantren berpotensi menjadi model pendidikan Islam yang transformatif dan relevan dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan global.The global ecological crisis has prompted the need for an Islamic educational approach that integrates spirituality with environmental awareness. This study aims to examine the concept and implementation of eco-pesantren as an environmentally friendly educational model based on Islamic spirituality. The method used is a literature study with a descriptive-analytical approach, through a review of relevant academic literature. The analysis was carried out using content analysis and validity techniques that were strengthened through source triangulation and peer discussion. The results of the study indicate that eco-pesantren is an educational model that unites Islamic values such as tauhid, amanah, and ihsan with ecological practices in the life of the pesantren. These values are internalized through the curriculum, the exemplary behavior of the kiai, the lifestyle of the students, and environmental programs such as air conservation, organic farming, and waste management. Eco-pesantren not only forms students who are spiritually pious, but also responsible as khalifah fil ardh. This finding confirms that Islamic spirituality has a transformative power in building sustainable ecological awareness. Thus, environmentally friendly pesantren has the potential to become a transformative and relevant Islamic educational model in facing the challenges of the global environmental crisis.
Exploring Islam from an American Perspective: A Study of the Views of McGill University Alumni in Indonesia Anis Saidah; Firdah Ni’matus Sholihah; Iksan Iksan
Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol. 14 No. 1 (2025): Sociocultural Islamic Education
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) IAI Al Urwatul Wutsqo - Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/urwatulwutsqo.v14i1.2122

Abstract

This study aims to explore the dynamics of Islamic studies from a Western perspective, through the views of Indonesian alumni who have studied at McGill University, Canada. Using a qualitative approach and case study design, this research explores how cross-cultural academic experiences can shape a more critical, contextual, and interdisciplinary understanding of Islam. The main focus of this study is the paradigm shift in Islamic studies in the West, which was initially dominated by orientalism, towards a more open and dialogical scientific approach. Based on in-depth interviews with three McGill alumni who are actively involved in academics and religious activities in Indonesia, the findings suggest that McGill University plays a significant role in shaping reflective Islamic thought, adaptive to social realities, and supporting moderate values such as democracy, human rights, and pluralism. The implications of these findings are crucial for the development of Islamic studies in Indonesia, offering an approach that is more inclusive and relevant to Indonesia's social and cultural dynamics
War takjil for non-muslims: An analysis of social solidarity in Indonesian Ramadan traditions Labibah Sayaka Ilma; M. Ahmad Jamaluddin Zamzami; Iksan Iksan
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40526

Abstract

The war takjil phenomenon during Ramadan in Indonesia is not only a tradition of food-sharing but also a space for social interaction involving people of different faiths, including the active participation of non-Muslims. This study aims to analyze how non-Muslim involvement in war takjil contributes to social harmony and tolerance in a diverse society. Using a qualitative approach and netnographic analysis of TikTok content, along with additional data from literature, this research explores how creators and netizens shape narratives of inclusivity within the Ramadan tradition. The findings indicate that non-Muslim participation in war takjil strengthens social solidarity by fostering a harmonious sense of togetherness. These results align with Émile Durkheim’s theory of social solidarity, where this tradition represents mechanical solidarity through shared values of generosity within the Muslim community and organic solidarity through interfaith interactions that reflect positive social interdependence. Thus, war takjil serves not only as a cultural practice but also as a symbol of tolerance and harmony in Indonesia’s multicultural society.   Fenomena war takjil selama Ramadan di Indonesia tidak hanya menjadi tradisi berbagi makanan tetapi juga ruang interaksi sosial yang melibatkan masyarakat lintas agama, termasuk partisipasi aktif dari non-Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keterlibatan non-Muslim dalam war takjil berkontribusi terhadap harmoni sosial dan nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan netnografi terhadap konten TikTok, serta data tambahan didapatkan dari studi literatur. Penelitian ini mengeksplorasi interaksi kreator dan netizen dalam membentuk narasi inklusivitas dalam tradisi Ramadan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi non-Muslim dalam war takjil memperkuat solidaritas sosial dengan menciptakan ruang kebersamaan yang harmonis. Temuan ini selaras dengan teori solidaritas sosial Emile Durkheim, di mana tradisi ini mencerminkan solidaritas mekanis melalui nilai berbagi yang mengikat komunitas Muslim, serta solidaritas organik melalui interaksi lintas agama yang menunjukkan ketergantungan sosial yang positif. Dengan demikian, war takjil tidak hanya menjadi praktik budaya, tetapi juga simbol toleransi dan harmoni dalam masyarakat multikultural Indonesia.  
Dimensi New Sufism dalam Pendidikan Ruhani Santri Pesantren Darussalam Sengon Jombang Umirul Musyarofah; Salwa Hajar; Iksan Kamil Sahri
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 8 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v8i1.6969

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik zikir Walyatalattaf di Pondok Pesantren Darussalam Sengon, menganalisis mekanisme pendidikan ruhani yang berlangsung, serta menilai relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer berbasis spiritualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir Walyatalattaf berfungsi tidak hanya sebagai ritual spiritual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter santri melalui proses instruksi, pembiasaan, bimbingan langsung, dan internalisasi budaya pesantren. Praktik ini mencerminkan model spiritual pedagogy yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran. Secara konseptual, zikir Walyatalattaf sejalan dengan paradigma neo-sufisme yang menekankan pembinaan spiritual yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga berpotensi menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan Islam yang humanis, reflektif, dan berbasis spiritualitas.
Co-Authors Abdul Basith Abdul Majid Abdul Muhid, Abdul Abdullah Muwaffaq Abdullah Syakur Novianto Abdur Rachman Adawiyah, Robbi Atul Adjam, Syarifuddin Ahmad Ali Mashudi Ainiyah , Fifrida Silvia Qurrotul Ainun Wulandari Ainy, Qurrotul Amir Hamzah Anis Saidah Anwar Kadafi ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arsyillah, Berlian Tahta Asma Amelia Asriany Asriany, Asriany Aulia , Anisa Rahma Celine, Devi Rofidah Choirunnisa , Laili Dawi Farah Adibah Dinar, Dinar Dinnisa’, Zukhruf Dwinawanti, Dyna Esthi Egidia syafitri Eva Nunung Husna Farizy , Moh. Zidan Al Fauzi , Ria Riski Firdah Ni’matus Sholihah Firdasari, Auliya Adiba Rahma Firdaus, Muchammad Shabrino Yafuza Firman, Imran Firmanto, Taufik Hajar, Salwa Hamidah , Nabila Nur Hanim, Muhammad Ismail Hanun Asrohah Haq, Rizkarina Zahrul Harti, Adi Oksifa Rahma Hasanah , Febby Nur Humayroh, Riza Husniyatus Salamah Zainiyati Ibrahim Halim, Ibrahim Iftita Annur Iksan Ilmiawan Ilmiawan, Ilmiawan Irawan, M. Izudin Fathin Alfian Irham, Ananda Salsabiila Istiqomah, Nur Aini Izzah, Syahrina Nurul JANNAH, ZAHROTUL Jasri, Jasri Kasmar , Kasmar Kurniawan, Rikza Syahrial Labibah Sayaka Ilma LAILATUL FITRIA Lailatul Hidayah M. Ahmad Jamaluddin Zamzami Mahdiyin, Khizbullah Al Mahmudz Mahmudz Masdar Hilmy Masrin, Masrin Masrukhan, Adib Qosim Mauidiyah Tanzil Maulana Malik Ibrahim Maulidy, Iqbal Burhanuddin Mentari, Myra Miskun, Miskun Moh. Zainal Abidin Mohtarom, Ali Muallifah, Muallifah Muhamad, Alwi Muhammad Adib Nuruzzaman Muhammad Awwaludin Aprilianto Muhammad Fatchur Rochim Muhammad Ikbal Fahlehfi Muhammad Sirojuddin Mukmin, Islahul Musyarofah, Umirul Nadiatul Imani Nailul Izzah Narto Narto, Narto Nastion, Nastion Nata, Balqisa Ratu Nugroho , Wahyu Dwi Nur Habibah, Eka Putri Nurul Hidayati Nurul Insyani Nuruzzaman, M. Adib Prameswari, Cindy Ashilah Prayoga, Andry Syahrul Putra, Patman Adi Putri, Cynthia Renita Qurrotul Ainy Rahayu, Indah Rahmania, Erfin Walida Rahmawati, Kiki Anita Ramdani Salam Ramlan, Siti Rosilawati Rifka Alfiana Robbi Atul Adawiyah Rofidah, Lailatur Rohmah, Siti Maftukhatur Rufaidah, Anik Safrudin, Mohammad Yogi Sahidah, Sahidah Saidah, Anis Salimudin, Salimudin Salwa Hajar Saputri, Nurma Fila Anggun Dwi Shahab, Mohammad Fahmi Sholihah, Firdah Ni’matus Siti Khumairotul Lutfiyah Sulfiani, Sulfiani Suparno Suparno Sutarto, Auditya Purwandini Syaifullah, Andika Ihwan Syamsul Arifin Syek Abdullah Tamami, Badrut Tarik, Atika Agustina Titin Nurfadilla Ulul Azmi Nur Rohmatulloh Ulya, Nanda Himmatul Umirul Musyarofah Uroidli, Ali Waode Nurhaliza Wardani, Navila Laila Widadi, Ahmad Setyo Widodo, Margareta Ayu Wijayanti, Kristina Elis Yunita, Ita Yusuf, Moh Hafidz Yusuf, Muhammad Hafidz Zahroh, Jamilatus Zakariya, Ikbar Zamzami, M. Ahmad Jamaluddin Zulfitrah Amal