This Author published in this journals
All Journal Analisis: Jurnal Studi Keislaman Auladuna Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) TA'DIBUNA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies Aqlam: Journal of Islam and Plurality Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Kaca (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Jurnal Ilmiah Munaqasyah Instructional Development Journal Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Tsaqafatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Journal of Nahdlatul Ulama Studies DIMAR: Jurnal Pendidikan Islam SHAKHSIYAH BURHANIYAH : Jurnal Penelitian Hukum Islam EduLine: Journal of Education and Learning Innovation Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Ar-Rasyid: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Kependidikan Islam el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies PEKERTI Journal Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti KOLONI Indonesian Research Journal on Education Jurnal Cendekia : Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Law and Justice JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Shariah Economic Law Journal of Innovation and Research in Agriculture MUNAQOSYAH : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal KACA Eduprof Al-Hayat: Journal of Islamic Education Cendekia: Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Islam Jurnal Tarbiyatuna Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Baca Tulis Al Qur’an di TPQ Al-Chusnaniyah Surabaya Ainy, Qurrotul; Sahri, Iksan Kamil
MUNAQASYAH : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2021): MUNAQOSYAH: NOVEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) STIB Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main factor in improving the quality of learning of reading and writing Qur'an among Muslims is human resources. In the context of education, teachers are the main actor to be improved. The aims are better output of learning. Teachers in the context of Islam is a guide for students. This study aims to determine how the teacher's role in an effort to improve the quality of reading the Qur'an at TPQ Al-Chusnaniyah Surabaya. To answer this, the researchers conducted a descriptive qualitative research with the methods of interview, observation, and documentation as the data collection technique. The finding is that in teaching and learning activities to read and write the Qur'an, the learning process becomes very important, especially in terms of giving concrete examples to students. The results of the teacher's role in efforts to improve learning activities to read and write the Qur'an are considered satisfactory, as evidenced by the increase in the number of students who can read the Qur'an properly and correctly.
Implementation of Know Your Customer Principle in Banking Practices at Bank BNI 46 Bima Branch Miskun, Miskun; Iksan, Iksan; Kasmar , Kasmar; Taufik Firmanto; Ainun Wulandari; Masrin, Masrin; Sahidah, Sahidah; Nastion, Nastion
Law and Justice Vol. 8 No. 2 (2023): Law and Justice
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/laj.v8i2.2135

Abstract

Artikel ini merupakan penelitian hukum yang menganalisis penerapan prinsip mengenal nasabah (know your customer) dalam praktik perbankan, hal ini sangat penting dilakukan untuk dapat mengidentifikasi transaksi yang mencurigakan sejak dini, dan meminimalkan berbagai risiko, seperti risiko operasional, risiko hukum, risiko transaksi terkonsentrasi, dan risiko reputasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris, dengan mengambil lokus di Bank BNI 46 Cabang Bima. Temuan baru yang ditemukan dari penelitian ini adalah pelanggaran terhadap prinsip kerahasiaan di mana bank diizinkan untuk mengetahui identitas nasabah terkait dengan profil dan karakter transaksi nasabah. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa Bank BNI 46 Cabang Bima menerapkan Prinsip know your customer. Aturan Know Your Customer sebagaimana tercantum dalam PBI Nomor 3/10/PBI/2001 yang kemudian diubah oleh Bank Indonesia Mengenai Penerapan Prinsip dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/21/PBI/2003 Mengenai Perubahan Kedua atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Kenal Nasabah. Dalam menerapkan prinsip mengenal nasabah, bank dapat mencurigai transaksi yang diduga berasal dari hasil kejahatan, seperti penyelundupan uang, suap, tindak pidana korupsi, penyelundupan tenaga kerja, dan kejahatan perbankan. Selain itu, transaksi keuangan yang menyimpang dari profil, karakteristik, atau kebiasaan pola transaksi nasabah perusahaan juga patut dicurigai. Kesimpulannya, prinsip mengenal nasabah (know your customer principle) adalah salah satu prinsip penting dalam dunia perbankan dan keuangan, yang telah diimplementasikan oleh Bank BNI 46 Cabang Bima mengacu pada kebijakan dan prosedur yang diterapkan oleh lembaga keuangan untuk memastikan identitas dan karakteristik nasabah sebelum memberikan layanan keuangan kepada mereka. Namun, hal ini justru bertentangan dengan tradisi kerahasiaan antara bank dan nasabahnya, yang menjadi pilar utama membangun hubungan kepercayaan antara bank dan nasabahnya.     This article is a legal research that analyzes the application of the principles get to know customers (know your customer ) in banking practice, this is very important to do to be able to identify transactions early suspicious, and minimize various risks, such as operational risk, legal risk, risk of concentrated transactions, and reputation risk. The method used in this research is an empirical legal research method, by taking the locus at BNI 46 Bima branch. novelty What is found from this research is a violation of the principle of confidentiality where the bank is allowed to know the identity of the customer related to the profile and the character of the Customer's transaction. The results and discussion show that BNI has 46 Bima branches apply Know Your Customer Principles. Know Your Customer Rules as set forth in PBI Number 3/10/PBI/2001 which was later amended by Bank Indonesia Concerning Application of Principles with Bank Indonesia Regulation Number 5/21/PBI/2003 Concerning the Second Amendment to Bank Indonesia Regulation Number 3/10/PBI/ 2001 concerning Application of Know Your Customer Principles . In implementing the principle of knowing your customer, banks can suspect transactions that are suspected of originating from the proceeds of crime, for example money smuggled, bribery, corruption crimes, labor smuggling, banking crimes. In addition, financial transactions that deviate from the profiles, characteristics or habits of the company's customer transaction patterns are also suspect. In conclusion, the principle of knowing your customer (know your customer principle) is one of the important principles in the world of banking and finance, which has been implemented by Bank BNI 46 Bima Branch referring to the policies and procedures implemented by financial institutions to ensure the correct identity and characteristics of their customers before provide financial services to them. However, this is precisely the opposite of the tradition of secrecy between the bank and its customers, which is the main pillar for building a trusting relationship between the bank and its customers.
INTEGRASI PROGRAM DINIYAH DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMP ISLAM AS-SAKINAH SIDOARJO Uroidli, Ali; Jannah, Zahrotul; Sahri, Iksan Kamil
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2024): Kuttab : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v8i1.2030

Abstract

This study aims to explore and analyze the implementation and impact of the Integrated Diniyah Program at As-Sakinah Islamic Junior High School in Sidoarjo using a mixed method approach that integrates qualitative and quantitative aspects. A total of 110 Grade 7, 8 dan 9 students were the main subjects of this study. Qualitative data from interviews and observations were analyzed using the Miles & Huberman approach, while quantitative data from questionnaires were analyzed using statistical methods such as validity, reliability, correlation, simple regression, and T test. The results of the analysis show that the Integrated Diniyah Program not only affects religious understanding, but also significantly contributes to student learning achievement. The T test shows a significant effect of 5% obtained t table value of 1.66 between Diniyah Madrasah Education and Learning Achievement, indicating that both have a real influence.
Water : islam Norms and Sciences Kamil, Iksan Sahri
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 1 No. 1 (2019): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v1i1.8

Abstract

Classical Muslim scholars discuss water in an early chapter in their book. This shows how important water is in the attention of Muslims as a basic need that Muslims must know. Water in Islam can be argued in two terms. First, in an ecological perspective, the second is in the perspective of mahdhah rituals. First, the concept of imagining water as the basic condition for life and humans as the caliph of Allah fi al-Ardh. It contains an ecological perspective. And the other is for the ritual conditions in Islamic ethics (ilm al-fiqh). Ilm al-fiqh or Islamic ethics says that water is the basic ingredient for eliminating hadath (the forbidden situation for taking Islamic mahdhah rituals) and cleaning najasat (dirty material in the perspective of sharia). On the other hand, science creates a new way to understand the Koran and al-sunnah as a new interpretation of the Koran, especially in nature and all creation in the universe and ritual activities from the perspective of science. Abstrak Sarjana Muslim klasik membahas air pada bab awal dalam buku mereka. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya air dalam perhatian umat Islam sebagai kebutuhan pokok yang harus diketahui umat Islam. Air dalam Islam bisa diperdebatkan dalam dua istilah. Pertama, dalam perspektif ekologi, kedua dalam perspektif ritual mahdhah. Yang pertama, konsep membayangkan air sebagai kondisi dasar bagi kehidupan dan manusia sebagai khalifah Allah fi al-Ardh. Ini mengandung perspektif ekologi. Dan satunya lagi untuk kondisi ritual dalam etika Islam (ilm al-fiqh). Ilm al-fiqh atau etika Islam mengatakan bahwa air adalah bahan dasar untuk menghilangkan hadath (situasi terlarang untuk mengambil ritual mahdhah Islam) dan membersihkan najasat (bahan kotor dalam perspektif syariah). Di sisi lain, ilmu pengetahuan membuat cara baru untuk memahami Al-quran dan al-sunnah sebagai tafsir baru Al-quran khususnya di alam dan semua ciptaan di alam semesta dan aktivitas ritual dalam perspektif ilmu.
Pengembangan Kurikulum Keagamaan di Pesantren Sunan Kalijogo Surabaya Basith, Abdul; Sahri, Iksan Kamil
JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 7 No. 1 (2022): June
Publisher : Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam dan Program Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/joies.2022.7.1.1-24

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan Islam asli Indonesia, pondok pesantren sudah menunjukkan keberhasilan dalam menjaga eksistensi diri. Sejak zaman sebelum merdeka sampai orde reformasi, pesantren semakin diakui keberadaanya dalam perundang-undangan Indonesia, terutama terkait pendidikan. Dalam sejarahnya, keterkaitan langsung antara lingkungan pesantren, keluarga dan masyarakat bahkan dengan negara telah berlangsung selama kurang lebih empat abad. Hal yang kemudian diperlukan oleh pesantren adalah merumuskan kurikulum yang jelas dan mampu melingkupi semua bentuk dan lingkungan pendidikan. Lalu bagaimanakah sebuah pesantren merumuskan desain kurikulumnya? Untuk menjawab hal tersebut, peneliti melakukan penelitian dipesantren Sunan Kalijogo Surabaya. Tulisan ini membahas seluruh unsur pengembangan kurikulum di pesantren. Hasil penelitian ini adalah pesantren Sunan Kalijogo Surabaya mengembangkan kurikulum keagamaannya dengan melakukan beberapa langkah-langkah terencana, yaitu mengupayakan pengembangan kurikulum keagamaan dengan mempertimbangkan landasan filosofi, psikologi, sosiologi, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, prinsip fleksibilitas, relevansi dan kontinuitas, menggunakan pendekatan akademis dan humanistik, mengupayakan pengembangan pada komponen-komponen kurikulum. Hal ini berimplikasi pada pada peningkatan kualitas kurikulum pesantren sehingga dapat terus menarik minat masyarakat dan mampu bersaing dengan pesantren lain dan lembaga pendidikan lainnya
KEDUDUKAN SOFT SKILLS DALAM MENDUKUNG KEMAJUAN KARIR SISWA SMK UNTUK MENGHADAPI INDUSTRI4.0 Yusuf, Muhammad Hafidz; Narto, Narto; Rosyidi, Moh. Ririn; Suparno, Suparno; Sutarto, Auditya Purwandini; Izzah, Nailul; Rufaidah, Anik; Iksan, Iksan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24295

Abstract

Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan komunikasi menciptakan revolusi industri 4.0 yang ditandai oleh penggunaan internet. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda di Indonesia. Generasi muda seperti siswa SMK merupakan generasi yang siap kerja. Kurikulum pendidikan yang lebih menekankan keterampilan teknis (hard skills) membuat keterampilan nonteknis (soft skills) belum optimal ditanamkan. Padahal seperti keterampilan teknis, keterampilan nonteknis penting untuk dipahami dan dikuasai siswa. Terlebih, soft skills pun berperan penting bagi siswa agar sukses di bidang pendidikan dan di dunia kerja. Oleh sebab itu, edukasi mengenai pentingnya soft skills bagi siswa SMK dihadirkan dalam sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya soft skills bagi pendidikan dan karir di masa depan. Kegiatan ini berupa acara tayang bincang bagi siswa-siswi di SMKS Daruttaqwa Suci Manyar Gresik. Metode yang digunakan adalah teknik survei dengan menyebarkan angket persepsi ke seluruh siswa hasil yang didapatkan ada 52,9% kurang faham(sebelum pelaksanaan pengabdian sof skill) siswa smk yang belum mengetahui tentang kegunaan dan manfaat soft skill dan sesudah mendapatkan 23,5% yang sangat faham pada kedudukan soft skill.
Islam dalam Pusaran Modernitas: Menelusuri Pola Pendidikan Islam Berbasis Komunitas Pada Perkotaan di Indonesia Nuruzzaman, Muhammad Adib; Iksan, Iksan
el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies el Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 7(2), December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Center for Research and Community Services), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/el-buhuth.v7i2.9461

Abstract

Hiruk pikuk modernitas di perkotaan menghadapkan umat Islam dengan tantangan pergeseran nilai dan krisis identitas. Pendidikan Islam di perkotaan perlu menyesuaikan diri untuk menjawab tantangan tersebut. Pendidikan Islam berbasis komunitas hadir sebagai alternatif menanamkan nilai pendidikan Islam dengan lebih fleksibel dan inovatif. Dengan metode kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data menggunakan studi pustaka, kemudian dianalisis dengan metode analisis tematik. Tujuannya untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan pola pendidikan Islam berbasis komunitas yang berkembang dalam konteks modernitas di lingkungan perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan komunitas Muslim yang belakangan dikenal sebagai ‘pemuda hijrah’ telah menjadi miliu belajar agama yang adaptif, inovatif, serta menjadi jawaban akan hausnya masyarakat urban terhadap ilmu agama. Masyarakat perkotaan cenderung lebih tertarik dengan fleksibilitas dalam pendidikan, mengingat mobilitas yang tinggi dan keterbatasan waktu. Hal ini mendorong permintaan akan model pendidikan yang dapat diakses secara online ataupun berbasis komunitas, dengan pendekatan yang lebih santai dan berfokus pada pembelajaran sepanjang hayat. Komunitas seperti ‘Shift Bandung’ dan ‘Terang Jakarta’ menjadi contoh bagaimana pendidikan Islam dikemas secara menarik dalam bingkai komunitas. Pada Shift Bandung misalnya, Nilai pendidikan islam disampaikan melalui komunikasi persuasif dengan pendekatan kultural budaya populer, sedangkan Terang Jakarta memanfaatkan ruang publik seperti kafe atau tempat tongkrongan anak muda sebagai lokasi untuk bersilaturahmi dan berbagi pengalaman, sembari mengenal Islam secara lebih mendalam. Pembelajaran yang dilakukan pun dikemas dengan cara yang santai dan membahas isu-isu ringan. Diharapkan dengan hasil temuan dari penelitian ini dapat menambah wawasan aktual agar menjadi bekal dalam mengembangkan model pendidikan Islam di perkotaan.
PENGARUH SERTIFIKASI KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN DI PT. PLN (PERSERO) ULTG KOLAKA Iksan, Iksan; Asriany, Asriany; Halim, Ibrahim
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 3 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i3.15115

Abstract

This study aims to find out how competency certification has an impact on company performance at PT. PLN (Persero) Kolaka Substation Smelter. This study uses a quantitative approach with data collection through questionnaires. The data were analyzed using simple linear regression. This study involved 27 people. The results of the analysis show that the regression coefficient shows a positive relationship between competence and business performance. With a significance value well below the threshold, competency certification has a significant influence on a company's performance, according to a partial test. In addition, the analysis of the F test shows that the regression model is significant overall, indicating that competency certification has a significant influence on the performance of the company simultaneously. Therefore, the company's performance at the Kolaka Smelter Substation PT. PLN (Persero) is greatly influenced by competency certification. Keywords : Competency, Performance Certification.
Jihad in the Vortex of Social Media: Mainstreaming Digital Ethics as the Basis for Islamic Moderation Kurniawan, Rikza Syahrial; Irham, Ananda Salsabiila; Salimudin, Salimudin; Sahri, Iksan Kamil
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v5i2.26899

Abstract

This study aims to analyze the meaning of jihad in the context of social media and explain how digital ethics can be used as a basis for promoting Islamic moderation in the digital space. The research method used is qualitative with a literature review of data sources from academic journals, scientific articles, and policy documents relevant to the themes of digital jihad, digital ethics, and Islamic moderation. The results show that the concept of digital jihad is a contemporary form of ijtihad that represents the struggle of Muslims to maintain the integrity of teachings and public morality on social media. Digital ethics is found to be the epistemological basis for the preaching of Islamic moderation, which emphasizes verification (tabayyun), justice ('adl), and communication etiquette (qaulan sadīdan). Thus, Islamic moderation in the digital age can only be realized through the integration of Islamic moral values, media literacy, and ethical awareness in online religious practices. Thus, constructive digital jihad can reduce conflict, strengthen ukhuwah (brotherhood), and uphold Islam Wasathiyyah on social media.
REINTERPRETATION OF ALI ASGHAR ENGINEER’S LIBERATION THEOLOGY IN THE CONTEXT OF MULTICULTURAL EDUCATION POLICY IN INDONESIA Mahdiyin, Khizbullah Al; Rahmawati, Kiki Anita; Sahri, Iksan Kamil
Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Vol. 11 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20871/kpjipm.v11i2.423

Abstract

This study reinterprets Ali Asghar Engineer’s liberation theology as a normative foundation for integrating justice, freedom, and equality into Indonesia’s multicultural religious-education policy across primary, secondary, and tertiary levels. Motivated by persistent deficits in conventional religious curricula characterized by rote learning, doctrinal literalism, and weak responsiveness to social pluralism. The research employs a qualitative literature review combining systematic database searches with content analysis and critical discourse analysis of scholarship, policy documents, and curriculum materials. Findings indicate that grounding curricula in liberationist values can reorient religious education from transmissive instruction toward emancipatory pedagogy that cultivates critical consciousness, civic agency, and intercultural competence. Implementation, however, is constrained by three interrelated barriers: structural (centralized curriculum regimes and assessment systems), cultural-ideological (conservative resistance and contestation over interpretive authority), and practical (limited teacher capacity, resources, and contextually relevant materials). The paper advances pragmatic strategies for curriculum decentralization, redesigned authentic assessment, sustained in-service teacher development, contextualized teaching modules, and deliberative engagement with religious stakeholders, coupled with pilot implementation and rigorous monitoring to ensure fidelity and scalability. By articulating a context-sensitive operationalization of the Engineer’s theology for curriculum reform, the study contributes theoretically and practically to debates on Islamic education reform and multicultural pedagogy, offering policymakers and educators an evidence-informed pathway to make religious education more just, inclusive, and transformative.
Co-Authors Abdul Basith Abdul Majid Abdul Muhid, Abdul Abdullah Muwaffaq Abdullah Syakur Novianto Abdur Rachman Adawiyah, Robbi Atul Adjam, Syarifuddin Ahmad Ali Mashudi Ainiyah , Fifrida Silvia Qurrotul Ainun Wulandari Ainy, Qurrotul Amir Hamzah Anis Saidah Anwar Kadafi ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arsyillah, Berlian Tahta Asma Amelia Asriany Asriany, Asriany Aulia , Anisa Rahma Celine, Devi Rofidah Choirunnisa , Laili Dawi Farah Adibah Dinar, Dinar Dinnisa’, Zukhruf Dwinawanti, Dyna Esthi Egidia syafitri Eva Nunung Husna Farizy , Moh. Zidan Al Fauzi , Ria Riski Firdah Ni’matus Sholihah Firdasari, Auliya Adiba Rahma Firdaus, Muchammad Shabrino Yafuza Firman, Imran Firmanto, Taufik Hajar, Salwa Hamidah , Nabila Nur Hanim, Muhammad Ismail Hanun Asrohah Haq, Rizkarina Zahrul Harti, Adi Oksifa Rahma Hasanah , Febby Nur Humayroh, Riza Husniyatus Salamah Zainiyati Ibrahim Halim, Ibrahim Iftita Annur Iksan Ilmiawan Ilmiawan, Ilmiawan Irawan, M. Izudin Fathin Alfian Irham, Ananda Salsabiila Istiqomah, Nur Aini Izzah, Syahrina Nurul JANNAH, ZAHROTUL Jasri, Jasri Kasmar , Kasmar Kurniawan, Rikza Syahrial Labibah Sayaka Ilma LAILATUL FITRIA Lailatul Hidayah M. Ahmad Jamaluddin Zamzami Mahdiyin, Khizbullah Al Mahmudz Mahmudz Masdar Hilmy Masrin, Masrin Masrukhan, Adib Qosim Mauidiyah Tanzil Maulana Malik Ibrahim Maulidy, Iqbal Burhanuddin Mentari, Myra Miskun, Miskun Moh. Zainal Abidin Mohtarom, Ali Muallifah, Muallifah Muhamad, Alwi Muhammad Adib Nuruzzaman Muhammad Awwaludin Aprilianto Muhammad Fatchur Rochim Muhammad Ikbal Fahlehfi Muhammad Sirojuddin Mukmin, Islahul Musyarofah, Umirul Nadiatul Imani Nailul Izzah Narto Narto, Narto Nastion, Nastion Nata, Balqisa Ratu Nugroho , Wahyu Dwi Nur Habibah, Eka Putri Nurul Hidayati Nurul Insyani Nuruzzaman, M. Adib Prameswari, Cindy Ashilah Prayoga, Andry Syahrul Putra, Patman Adi Putri, Cynthia Renita Qurrotul Ainy Rahayu, Indah Rahmania, Erfin Walida Rahmawati, Kiki Anita Ramdani Salam Ramlan, Siti Rosilawati Rifka Alfiana Robbi Atul Adawiyah Rofidah, Lailatur Rohmah, Siti Maftukhatur Rufaidah, Anik Safrudin, Mohammad Yogi Sahidah, Sahidah Saidah, Anis Salimudin, Salimudin Saputri, Nurma Fila Anggun Dwi Shahab, Mohammad Fahmi Sholihah, Firdah Ni’matus Siti Khumairotul Lutfiyah Sulfiani, Sulfiani Suparno Suparno Sutarto, Auditya Purwandini Syaifullah, Andika Ihwan Syamsul Arifin Syek Abdullah Tamami, Badrut Tarik, Atika Agustina Titin Nurfadilla Ulul Azmi Nur Rohmatulloh Ulya, Nanda Himmatul Uroidli, Ali Waode Nurhaliza Wardani, Navila Laila Widadi, Ahmad Setyo Widodo, Margareta Ayu Wijayanti, Kristina Elis Yunita, Ita Yusuf, Moh Hafidz Yusuf, Muhammad Hafidz Zahroh, Jamilatus Zakariya, Ikbar Zamzami, M. Ahmad Jamaluddin Zulfitrah Amal