Claim Missing Document
Check
Articles

Ecological Study of the Survival of Kandelia candel in the Mangroves of Sungai Belidak Village, Kubu Raya Filus, Theo; Helena, Shifa; Sofiana, Mega Sari Juane
Oseanologia Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v5i2.103762

Abstract

Kandelia candel (L.) Druce is a mangrove species with a limited population in Indonesia, capable of optimal growth only under specific habitat conditions. This study aimed to examine the growth structure and environmental conditions supporting the natural regeneration of K. candel in an open mangrove habitat in Sungai Belidak Village, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. A descriptive survey method was employed, involving vegetation observation and the measurement of environmental parameters, including temperature, pH, dissolved oxygen, light intensity, and substrate type and texture. The results revealed the following distribution of K. candel individuals: 84 seedlings (67.74%), 28 samplings (22.58%), 11 poles (8.87%), and 1 mature tree (0.81%). The physical aquatic environment at the study site was favorable, with an average temperature of 28.4°C, pH of 7.3, dissolved oxygen of 6.1 mg/L, and light intensity of 3,962 lux. The substrate was dominated by fine mud with sandy clay and fine clay textures, which supported the stability and root system development of the seedlings. These conditions indicate that open mangrove habitats characterized by high  light  exposure, stable  substrates, and  low  competitive pressure provide a suitable environment for the natural regeneration of K. candel. The findings of this study are expected to serve as a basis for habitat-based conservation planning and management to support the sustainable preservation of the species.
Empowering coastal women through marine resource innovation: Transforming low-value catch into standardized processed products Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Apriansyah, Apriansyah; Sofiana, Mega Sari Juane; Nuraya, Tia; Minsas, Sukal; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Nurrahman, Yusuf Arief; Kuncoro, Iwan; Kusumaningsih, Alvianita Rika Putri; Sukma, Nimaz Tegar; Prayitno, Dwi Imam; Helena, Shifa; Idiawati, Nora; Harianto, Harianto; Darma, Surya
Community Empowerment Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.15251

Abstract

Kuala Secapah Village serves as a prominent hub for capture fisheries along the coast of West Kalimantan. Alongside premium catches, local fishermen frequently haul trash fish (ikan rucah), that remains economically underutilized. Applying innovative and sustainable processing approaches to these marine resources can significantly generate added value for the community. This community service program aims to educate and train coastal women on upgrading these underutilized catches into competitive food products. The program was delivered in participatory workshop divided into two sessions: an instructional lecture and a hands-on culinary production practice. The intervention yielded substantial progress, with participants' technical knowledge skyrocketing from 64% to 99.6% regarding standardized and proper fish-processing techniques. Ultimately, this initiative successfully fosters local economic resilience by converting underutilized marine waste into high-value commodities.
Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Hasil Laut dan Diversifikasi Olahannya Sebagai Usaha Menanggulangi Stunting Pada Anak Balita di Kalimantan Barat Mega Sari Juane Sofiana; Agus Yuliono; Warsidah Warsidah; Ikha Safitri
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.121

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan nasional dengan angka prevalensi 38,6% di Provinsi Kalimantan Barat. Kasus stunded cukup tinggi terjadi di beberapa daerah pedalaman, termasuk pulau-pulau kecil di Kalimantan Barat. Virus Covid-19 yang muncul dalam setahun terakhir dapat menyerang dengan cepat anak berstatus gizi buruk karena sistem imunitas yang rendah. Oleh karena itu, pemerintah dan akademisi perlu mencegah terjadinya stunting, salah satunya adalah memberikan edukasi dan informasi ke masyarakat dengan memanfaatkan pangan hasil laut yang melimpah di Kalimantan Barat. Kandungan nutrisi yang tinggi seperti protein, vitamin, mineral dan asam amino banyak terdapat pada ikan, kerang dan rumput laut. Nutrisi ini sangat penting untuk ibu hamil, ibu menyusui dan pertumbuhan pada balita dan meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu edukasi yang dilakukan oleh Universitas Tanjungpura adalah webinar “Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Hasil Laut dan Diversifikasi Olahannya sebagai Usaha Menanggulangi Stunting pada Anak Balita di Kalimantan Barat”. Webinar dihadiri oleh 256 peserta yang terdiri dari perwakilan tenaga kesehatan, ahli gizi, siswa dan guru SMA, serta kader kesehatan dari masyarakat dari berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Barat. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan membagikan angket kepada 150 responden yang mengikuti webinar. Pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan terukur dengan indikator hasil kuisioner pre-test dan post-test meningkat dari 40-60% menjadi 90-100%. Peserta juga menunjukkan respon dan antusiasme dengan menyampaikan pertanyaan dan dan ketepatan menjawab pertanyaan.
Pelatihan Diversifikasi Pangan Berbasis Rumput Laut Sebagai Usaha Peningkatan Sistem Imunitas Tubuh Masyarakat Pulau Lemukutan Selama Pandemi Covid-19 Mega Sari Juane Sofiana; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Ikha Safitri; Shifa Helena; Anthoni Batahan Aritonang
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.164

Abstract

Indonesia masih menghadapi pandemi Covid 19 hingga saat ini, dengan ditemukannya beberapa varian baru Covid-19 yang sudah berjangkit di beberapa wilayah sampai ke pelosok daerah dan pulau-pulau kecil. Selain pembatasan sosial, menjaga jarak, mencuci tangan serta memakai masker, peningkatan sistem imunitas adalah salah satu faktor yang sangat penting dilakukan untuk mencegah penularan virus tersebut. Pelatihan Diversifikasi Pangan Berbasis Rumput Laut sebagai Usaha Peningkatan Sistem Imunitas Tubuh Masyarakat Pulau Lemukutan selama Pandemi Covid-19 telah dilakukan. Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat pulau Lemukutan melalui perwakilan tiap RT dengan metode hibrid (daring dan luring). Pelatihan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang tegas. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan rumput laut yang berlimpah disekitarnya untuk dijadikan sumber gizi dalam menu makan sekeluarga, disertai dengan berbagai cara pengolahan untuk mendapatkan produk yang bergizi dengan cita rasa yang enak dan digemari sebagai cemilan sehat bagi anak-anak. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan, mulai dari pemaparan materi ilmiah tentang sistem pertahanan tubuh terkait kandungan gizi dalam menu makanan yang berasal dari hasil laut, sampai pada demonstrasi pembuatan snack dari rumput laut.
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Teluk Batang secara Mandiri melalui pembuatan Handsanitizer dan Desinfektan berbasis Eco-Enzyme dari Limbah Sayuran dan Buah Ikha Safitri; Agus Yuliono; Mega Sari Juane Sofiana; Shifa Helena; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Warsidah Warsidah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.248

Abstract

Kesehatan adalah salah satu berkah yang sangat berharga dalam kehidupan. Kondisi pandemi Covid-19 telah melahirkan budaya 3M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Mencuci tangan menggunakan handsanitizer merupakan cara yang praktis untuk membunuh mikroorganisme. Namun, handsanitizer yang tersedia di pasaran memiliki variasi bahan baku yang mengandung Alkohol 96% dan peroksida. Pemakaian yang sering dan dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan efek samping iritasi pada kulit tangan. Selain itu, upaya lain untuk menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan larutan desinfektan. Larutan ini dapat membebaskan lantai, dinding rumah, peralatan rumah tangga, dan udara sekitar dari mikroorganisme. Namun, desinfektan umumnya mengandung komponen kimia yang sangat korosif. Oleh karena itu, kondisi ini mendorong pencarian sumber bahan ramah lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Teluk Batang secara mandiri melalui pembuatan handsanitizer dan desinfektan berbasis eco-enzyme dari limbah sayuran dan buah. Eco-enzyme dibuat dari 5kg sampah campuran sayur dan buah yang difermentasi selama 3 bulan, dihasilkan cairan enzim sebanyak 9 kg dan ampas fermentasi sebanyak 6 kg. Kemudian, handsanitizer diproduksi menggunakan rasio 10% : 40% dengan mencampur 100 mL eco-enzyme dan 400 mL air bersih. Sedangkan larutan desinfektan dibuat menggunakan rasio 50% : 50% dengan mencampur 250 mL eco-enzyme dan 250 mL air bersih. Produk yang dihasilkan kemudian diberi label dan dapat digunakan langsung oleh peserta pelatihan.
Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat menghadapi Masa New Normal melalui Ceramah Edukatif Covid 19 dan Praktek Pembuatan Hand Sanitizer Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana; Apriansyah Apriansyah; Asri Mulya Azhari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.250

Abstract

Pandemi Covid-19 secara global telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dikenal dengan slogan 3M telah menjadi protokol utama kesehatan dalam usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Mencuci tangan dilakukan dengan menggunakan sabun dan membilas di air mengalir, untuk tujuan mematikan kuman di tangan sebelum dan setelah beraktivitas. Penggunaan hand sanitizer adalah alternatif lain mensterilkan tangan yang lebih praktis untuk tujuan yang sama yaitu mematikan kuman. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ditujukan untuk mengedukasi warga masyarakat Kuala II dalam memahami tentang penyakit Covid-19 dari gejala, pengobatan sampai pencegahan atau pemutusan mata rantai penyebarannya. Selain itu, dilakukan praktek pembuatan hand sanitizer berbahan tambahan gel aloe vera sebagai komoditas lokal yang ada di Kuala II. Metode kegiatan pelaksanaan PKM antara lain adalah dengan ceramah edukatif tentang Covid-19, demonstrasi dan praktek pembuatan handsanitizer pada warga masyarakat Kuala II. Hasil kegiatan menunjukkan respon dan antusiasme warga masyarakat sangat tinggi. Sebanyak 13 peserta yang hadir sebagai perwakilan masing-masing RT di desa tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang Covid-19 terkait dengan gejala dan pengobatan serta pencegahannya, sekaligus juga sudah memiliki keterampilan membuat hand sanitizer dengan cara yang praktis dan peralatan sederhana.
Peningkatan Sistem Imunitas Keluarga di Masa New Normal melalui Konsumsi Kerang-Kerangan dan Diversifikasi Pengolahannya bagi Masyarakat Pesisir Pantai Mutiara Shifa Helena; Lucky Hartanti; Asri Mulya Azhari; Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.251

Abstract

Kerang-kerangan adalah salah satu komoditas perairan tawar dan laut dengan dengan kelezatan dan kandungan nutrisi yang tinggi sehingga diminati sebagai konsumsi masyarakat. Pantai Mutiara merupakan salah satu wilayah pesisir di wilayah Kayong Utara dengan potensi hasil laut yang sangat besar, khususnya kekerangan. Pemanfaatan kekerangan sebagai pangan fungsional yang dapat dijadikan sebagai makanan peningkat imunitas tubuh dalam masa pandemi Covid19 ataupun di masa new normal belum optimal, demikian juga dengan pengolahan kerang yang selain memenuhi kebutuhan juga dapat dijadikan sebagai obyek dagangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mensosialisaikan makanan kekerangan sebagai bahan pangan yang sangat berperan dalam meningkatkan system imunitas tubuh sehingga dapat terhindar dari penyakit terutama infeksi virus Covid 19, sekaligus menambah keterampilan peserta dalam mengolah berbagai jenis kekerangan untuk konsumsi keluarga. Metode kegiatan ini adalah dengan ceramah edukatif tentang manfaat mengkonsumsi kekerangan terhadap kesehatan dan praktek mengolah kekerangan sebagai lauk untuk konsumsi keluarga. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta terdiri dari ibu rumah tangga dan putri remaja, yang antusias mengikuti kegiatan dari ceramah ilmiah edukatif sampai dengan praktek membuat aneka olahan lauk dari kerang darah(Anadara granosa) dan kerang bambu (Solen sp). Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan soal pretest dan post test, menunjukkan bahwa pemahaman materi oleh peserta kegiatan mengalami kenaikan dari persentase 30-45% menjadi 80-90%.
Pemanfaatan Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) sebagai Cairan Spray Anti Nyamuk (Repellant) pada Murid SD Muhammadiyah Pontianak Mega Sari Juane Sofiana; Asri Mulya Ashari; Warsidah Warsidah; Agus Yuliono
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.252

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dengan perantara nyamuk anopheles dan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue fever dengan perantara nyamuk Aedes aegepty. Kedua penyakit ini rawan mewabah di wilayah tropis ataupun subtropics terutama saat musim hujan yang menyebabkan terjadinya genangan air di mana-mana. Upaya pemerintah dalam mengintervensi mewabahnya penyakit DBD dan malaria adalah dengan usaha prefentif dan kuratif dari dinas terkait tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan dari gigitan nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit malaria dan DBD. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai salah satu implementasi dari tri dharma perguruan tinggi, dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan sereh wangi sebagai cairan spray anti nyamuk pada siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Pontianak. Metode kegiatan didasarkan pada pembuatan cairan antinyamuk berbahan baku ekstrak minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon nardus) yang dapat diaplikasikan pada botol spray untuk disemprotkan ke dalam suatu ruangan agar tidak dikunjungi oleh nyamuk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak SD Muhammadiyah 2 Pontianak dalam memformulasi minyak antinyamuk cair yang dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Minyak atsiri sereh wangi dibuat dengan metode destilasi uap air di mana sejumlah bobot sampel minyak sereh wangi dipotong kecil disari dalam panci destilasi menggunakan uap air panas, menghasilkan uap panas yang kemudian terkondensasi menjadi tetes-tetes minyak. Tetes minyak yang dihasilkan selanjutnya di larutak dalam sejumlah kecil alkohol agar tercampur homogen antara minyak sereh wangi dengan air yang dengan mudah dapat diaplikasikan ke dalam botol spray. Selanjutnya dilakukan pengujian tentang kemampuan minyak sereh spray dalam mengusir nyamuk dari suatu ruang pengujian. Dari kegiatan PKM yang dihadiri oleh 15 anak SD menunjukkan ada perhatian dan keterampilan baru bagi anak SD dalam mengekstraksi minyak sereh wangi dan memformulasikannya sebagai obat cair yang siap disemprotkan ke dalam ruangan untuk mengusir nyamuk.
Penerapan IPTEK melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah sebagai Sabun Cuci Piring pada Masyarakat Kecamatan Teluk Batang Ikha Safitri; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Mega Sari Juane Sofiana; Agus Yuliono; Warsidah Warsidah; Apriansyah Apriansyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.253

Abstract

Kecamatan Teluk Batang mengalami pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, dimana salah satu dari sembilan bahan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakatnya adalah minyak goreng. Pada umumnya, minyak goreng yang dikonsumsi adalah minyak kelapa yang dapat digunakan sebanyak 1-3 kali penggorengan. Namun, penggunaan secara berulang-ulang akan mengakibatkan perubahan warna dan mengakibatkan asam lemak dalam minyak tersebut menjadi semakin jenuh. Jumlah penduduk yang semakin bertambah, peningkatan kapasitas berbagai industri makanan, restoran, serta usaha kedai fastfood memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah limbah minyak goreng bekas (jelantah). Minyak jelantah dianggap sudah tidak mempunyai nilai ekonomis sehingga sering dibuang langsung ke lingkungan dan tidak diolah kembali. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun merupakan salah satu cara yang dapat dikembangkan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Pelatihan ini bertujuan untuk menerapkan IPTEK dalam pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai sabun cuci piring pada masyarakat Kecamatan Teluk Batang. Pelatihan diawali dengan proses penjernihan sampel minyak jelantah, dilanjutkan dengan proses bleaching, menghilangkan bau (deodorasi) menggunakan karbon aktif, dan proses penyabunan. Untuk memberikan warna dan aroma yang menarik pada produk sabun yang dihasilkan, ditambahkan minyak sereh wangi. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan dapat langsung digunakan untuk keperluan pribadi rumah tangga.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Hidayat, Ade Adelita, Kristina Adjout, Rebiha Agustina, Sella Alfadzri, Andry Amelia, Debie Rizky Amriani Amir Andryani, Semi Anisa Mulyani Anthoni B. Aritonang Antonia, Rika Apriyanti, Jumi Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasarie Kushadiwijayanto Arief Nurrahman, Yusuf Aritonang, Anthoni B. Aritonang, Anthoni Batahan Ashari, Asri Mulya Asri Mulya Ashari Asri Mulya Azhari Aswandi Aswandi, Aswandi Awlia, Isti Bambang Kurniadi Bambang Kurniadi, Bambang Bariah, Anisah Cahyany, Brigita Sari Kusuma Caksana, Muhamad Uwais Calvin, Silvanus Desriani Lestari Desriani Lestari Dewi Kartika Putri Diah Wulandari Rousdy Dwi Gusmalawati Edwin Enjella, Enjella Fadhilah, Wardatul Faizal, Ibnu Fajria, Rizka Farhaby, Arthur M Filus, Theo Galih, Muhammad Ginting, Madi Juna Permalem Harianto Harianto Harianto Hasanah, Fadiah Amalia Helena, Shifa Hendro Susanto Hendro Susanto Hermawansyah Hermawansyah Hutagaol, Yakub Taruli Septanto Idiawati, Nora Sari Ihsan, Nur Ramadhani Ikha Ikha Safitri Ikha Safitri Irawan, Suhardi Irwan Nurdiansyah, Syarif Jannati Jannati Jannati Jannati Jayanti, Ucy Jumlia Karina Elwanda Saputri Kristina Adelita KUNCORO, IWAN - Kurnia Utami Kurniawan Alam Muza’ki Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie A. Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kushadiwiojayanto, Arie Antasari Kusumaningsih, Alvianita Rika Putri Kusumardana, Setra Lani Ardiansyah Lestari, Desriani Listy, Irma Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Maharani, Ema Mardianto, Tomi Mardini, Delvia Devi Maser, Agnes Putri Maulana, Adrian Maunala, Adrian Melia Trianasta Minarti, Sukal Minsas, Sukal Mohammad Reza Monica, Gracelia Muhardi Neva Satyahadewi Nguyen, Duc-Hung Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Noyanti, Resti Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurhidayanti Nurhidayanti, Nurhidayanti Nurrahman , Yusuf Arief Oktavia Oktavia Oktavia Oktavia Pamela Pamela Prayitno, Dwi Imam Puji Ardiningsih Puji Ardiningsih Qodriati, Tuty Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat, Muhammad Farhan Ramadhan, Bayu Ramajenny, Layla Shinta Rembulan, Rindu Renny Puspita Sari Retno, Mayang Sari Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Adriat Riza Linda Robi, Robi Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Sakina, Haiwatus Saputri, Karina Elwanda Sari, Nur'azizah Fatika Sihotang, Nesya Lia Sofiana Sofiana Suhardi Irawan Sukal Minsas Sukma, Nimaz Tegar Sukmajaya, Andira Sumarni, T. Novi Suparnawati Suparnawati Suparnawati, Suparnawati Surya Darma Surya Darma Susrini, Putri Dahyu Sy Irwan Nurdiansyah Sy Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Taufik Nurcahyanto Tengku Riza Zarzani N Tia Nuraya Triono, Riski Uray Ristian Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, W. Warsidah, Warsidah Wenisda, Fransiska Monita Yudhoyono, Billget Mansirit Yuli, Yulianti Yulianti, Yuli Yuliono, Agus Yusuf A. Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Zainal Zainal Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian