Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Lamun di Perairan Timur Pulau Cempedak Kalimantan Barat Yudhoyono, Billget Mansirit; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Kusumardana, Setra
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.74860

Abstract

Pulau Cempedak adalah salah satu pulau kecil di Kalimantan Barat yang memiliki keanekaragaman yang tinggi untuk jenis lamun. Lamun memiliki peran ekologi, yaitu penyediaan makanan, perangkap bakteri patogen, pengaturan iklim, penyerap karbon dan habitat biota akuatik. Keberadaan lamun semakin menurun dengan adanya perubahan lingkungan dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, upaya konservasi lamun di perairan Pulau Cempedak perlu dilakukan. Efektifitas upaya konservasi membutuhkan informasi dan data awal tentang lamun, yaitu struktur komunitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas lamun di perairan Pulau Cempedak. Pengambilan sampel lamun dilakukan menggunakan line transect sepanjang 70 m dan quadratic transect ukuran 1x1 m2. Hasil penelitian menunjukkan dua jenis lamun yang ditemukan, yaitu: Thalassia hemprichii dan Cymodocea serrulata. Lamun jenis T. hemprichii mendominasi dibandingkan C. serrulata di semua stasiun. Kondisi lamun di perairan Pulau Cempedak masuk ke dalam kategori sangat jarang hingga rapat. Nilai indeks keakeragaman (H"™) berkisar antara 0,15-0,44. Nilai indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,21-0,63 dengan kategori rendah higga sedang. Indeks dominansi (C) termasuk dalam kategori tinggi, yaitu 0,73-0,93.
Kepadatan dan Keanekaragaman Makrozoobentos di Kawasan Mangrove Setapuk Besar Ramadhan, Bayu; Sofiana, Mega Sari Juane; Minsas, Sukal
Oseanologia Vol 2, No 3 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i3.74928

Abstract

Setapuk Besar adalah salah satu wilayah pesisir yang berada di Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat. Daerah ini memiliki ekowisata mangrove yang berbasis konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Luas hutan mangrove Setapuk Besar adalah 26,1 ha. Makrozoobentos adalah salah satu kelompok biota yang hidup di kawasan mangrove. Kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos dapat dijadikan sebagai indikator awal kualitas lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos di kawasan mangrove Setapuk Besar. Titik penentuan stasiun (Stasiun I dan II) menggunakan metode purposive sampling. Makroozoobentos diambil dari sedimen dengan menggunakan coring berdiameter 2,5 inch dengan panjang 40 cm secara vertikal dan diayak dengan ukuran mesh 0,5 mm. Spesimen diidentifikasi denga mikroskop stereo. Jumlah individu yang diperoleh kemudian dianalisis kepadatan dan keanekaragamannya. Kepadatan tertinggi makrozoobentos adalah Stasiun I dengan 4 kelas, yaitu Gastropoda (1 jenis), kelas Bivalvia (3 jenis), kelas Malascotraca (1 jenis) dan kelas Thecostraca (1 jenis).Indeks keanekaragaman (H"™), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C) pada Stasiun I   adalah 1,5 (keanekaragaman sedang), 0,96 (keseragaman tinggi), dan 0,23 (dominansi rendah), secara berurutan.
Karakteristik Morfologis dan Ukuran Gastropoda (Potamididae) di Kawasan Mangrove Desa Sungai Bakau Besar Laut Ramajenny, Layla Shinta; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane
Oseanologia Vol 4, No 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v4i1.92596

Abstract

Desa Bakau Besar Laut berada di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat ini memiliki ekosistem pesisir yang didominasi oleh hutan mangrove. Desa ini juga memiliki keanekaragaman hayati, terutama pada ekosistem mangrove dan gastropoda. Gastropoda merupakan biota yang sering digunakan sebagai indikator kualitas lingkungan perairan, khususnya di ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik morfologis dan komposisi ukuran Gastropoda Potamididae di kawasan mangrove Desa Bakau Besar Laut. Penelitian ini diakukan pada bulan Desember 2024 di kawasan mangrove Desa Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Pengambilan sampel menggunakan metode eksploratif. Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat empat spesies Gastropoda famili Potamididae di kawasan mangrove Desa Bakau Besar laut, yaitu Cerithidea obtusa, Cerithideopsis costata, Cerithidea sp., dan Pirenella cingulata. Keempat spesies tersebut memperlihatkan perbedaan ukuran cangkang yang mencerminkan cara mereka menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan. Studi ini memberikan gambaran tentang adaptasi morfologi Gastropoda Potamididae yang mendukung kelangsungan hidupnya di habitat mangrove.
Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Etanol Teripang Acaudina molpadioides Perairan Paloh Sambas Sakina, Haiwatus; Sofiana, Mega Sari Juane; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Warsidah, Warsidah; Safitri, Ikha; Helena, Shifa
Oseanologia Vol 2, No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v2i1.59168

Abstract

Acaudina molpadioides pernah ditemukan terdampar di Paloh, Sambas pada Juli dan September 2021. Teripang ini diketahui memiliki potensi sebagai aktivitas antioksidan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis metabolit sekunder, aktivitas antioksidan dan toksisitas dari ekstrak etanol teripang A. molpadioides asal Paloh, Sambas. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazi). Senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanol A. molpadioides mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin. Ekstrak memiliki aktivitas antioksidan dengan   inhibisi sebesar 32,55% pada konsentrasi 300 ppm. Toksisitas (LC50) ekstrak sebesar 171,22 ppm, yang tergolong dalam kategori sebagai toksik sedang dan dapat berpotensi sebagai antibakteri.
Inventory Of Gastropods In The Coastal Area Of Desa Sungai Nibung West Kalimantan Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane; Apriansyah, Apriansyah; Nurrahman, Yusuf Arief; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Enjella, Enjella; Ginting, Madi Juna Permalem
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v5i1.333

Abstract

Desa Sungai Nibung is a village located in Teluk Pakedai District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. This village is one of the conservation areas established by the Regional Government of West Kalimantan Province in 2020. Desa Sungai Nibung has a high diversity of natural resources, one of which is gastropods. Gastropods are organisms that act as grazers, scavengers, and predators. These organisms can live in waters, coastal and terrestrial. Its diversity has been reported to be more than 75,000 species. Several gastropods have been used by the local community as food with a high protein source. Gastropods found on the coast of Sungai Nibung Village are Ellobium, Cassidula, Nerita, Neritina, Chicoreus, Cerithidea, Littoria, Potamopyrgus, and Onchidium.
Diversity of Bivalvia Types in the Mangrove Area of Sungai Nyirih Village, West Kalimantan Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha; Apriansyah, Apriansyah; Maulana, Adrian
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v5i2.412

Abstract

Desa Sungai Nyirih, as one of the coastal villages in Jawai District, West Kalimantan, has the potential for a mangrove ecosystem with a diversity of aquatic biota, including bivalves. Most of the coastal communities in West Kalimantan catch and consume shellfish because it contains high nutrients. Therefore, shellfish can be an alternative source of animal protein. The aim of the study was to identify the genus of bivalves in the mangrove area of Desa Sungai Nyirih, Jawai District, West Kalimantan. The collection of bivalves was carried out using the exploratory method, as many as ±5 individuals of each genus were collected and all genera of bivalves were identified. The results showed that there were two genera found, such as the cockle (Geloina expansa) and the blood clam (Tegillarca nodifera).
Microplastic Contamination in the Waters of the Jebung River, Sungai Nibung Village Maser, Agnes Putri; Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5 No 2 (2023): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v5i2.422

Abstract

Plastic waste has become a national and international issue. Plastic waste will degrade into smaller sizes, such as microplastics. Microplastic contamination can occur in coastal and marine areas which can have a negative impact on the environment, disrupting the balance of the ecosystem and aquatic biota. Sungai Jebung located in the coastal area of Desa Sungai Nibung, has the potential to microplastic pollution. This research aims to identify the type, density and type of polymer of microplastics in Sungai Jebung, Desa Sungai Nibung, West Kalimantan. Water sampling was carried out at three stations with two repetitions. Identification of microplastic types was carried out using a binocular microscope and polymer analysis was done using FTIR. The types of microplastics found in the water samples consisted of films, fibers, fragments and pellets. Film and fiber have a higher percentage compared to other types. The average total density of microplastics was 3,188.94 particles/L. The types of polymers found include polyethylene (PE), polystyrene (PS), and polytetrafluorethylene (PTFE).
Seaweed Diversity in the Waters of Pantai Tanjung Api Paloh West Kalimantan Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Paloh, one of West Kalimantan's conservation areas, has a high biodiversity of marine resources, including seaweed. Seaweed has an important ecological role, such as increasing primary productivity, providing dissolved oxygen, as a food source, and as a habitat for several aquatic organisms. In addition, seaweed contains various bioactive compounds that have the potential to be used in various industrial fields. This research aimed to identify the variety of seaweed in the waters of Pantai Tanjung Api, Paloh District, Sambas Regency, West Kalimantan. Based on the abundance of seaweed, the sampling site was chosen. A quadratic transect measuring 10x10 m2 was used for the collection. Four seaweed genera were discovered, including Acetabularia, Ulva, Padina, and Sargassum. Ulvophyceae and Phaeophyceae had the same percentage contribution. The species abundance varied between 1.04-26.75 ind/m2, where Padina had the highest value. Paloh has a low level of seaweed diversity, high uniformity, and a low dominance index.
Seaweed Diversity in the Waters of Pantai Tanjung Api Paloh West Kalimantan Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Paloh, one of West Kalimantan's conservation areas, has a high biodiversity of marine resources, including seaweed. Seaweed has an important ecological role, such as increasing primary productivity, providing dissolved oxygen, as a food source, and as a habitat for several aquatic organisms. In addition, seaweed contains various bioactive compounds that have the potential to be used in various industrial fields. This research aimed to identify the variety of seaweed in the waters of Pantai Tanjung Api, Paloh District, Sambas Regency, West Kalimantan. Based on the abundance of seaweed, the sampling site was chosen. A quadratic transect measuring 10x10 m2 was used for the collection. Four seaweed genera were discovered, including Acetabularia, Ulva, Padina, and Sargassum. Ulvophyceae and Phaeophyceae had the same percentage contribution. The species abundance varied between 1.04-26.75 ind/m2, where Padina had the highest value. Paloh has a low level of seaweed diversity, high uniformity, and a low dominance index.
Kepadatan dan Pola Distribusi Kima (Tridacnidae) di Perairan Timur Pulau Penata Besar Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Sukmajaya, Andira; Sofiana, Mega Sari Juane; Helena, Shifa
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.94660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola distribusi kerang kima (Tridacnidae) di perairan timur Pulau Penata Besar, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Juli 2025 di tiga stasiun dengan karakteristik lingkungan berbeda, menggunakan metode belt transect sepanjang 50 meter dan lima plot pengamatan berukuran 10 × 10 meter pada masing-masing stasiun. Analisis kepadatan dihitung berdasarkan jumlah individu per satuan luas, sedangkan pola distribusi dianalisis menggunakan Indeks Morisita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua spesies kima, yaitu Tridacna crocea dan Tridacna squamosa, dengan T. crocea sebagai spesies dominan. Kepadatan tertinggi T. crocea ditemukan di Stasiun II sebesar 0,284 ind/m ², sedangkan T. squamosa memiliki kepadatan sangat rendah dan tidak merata. Pola distribusi T. crocea di semua stasiun bersifat mengelompok dengan nilai Indeks Morisita (Ip) berkisar antara 0,59492"“0,60317. Parameter perairan seperti suhu (28,83"“29,73 °C), salinitas (32,23"“33,20 ppt), dan kedalaman (1,3"“2,9 m) berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan kima, namun kecepatan arus yang rendah (0,05"“0,06 m/s) dapat menjadi faktor pembatas. Temuan ini menunjukkan pentingnya perlindungan habitat dan pengelolaan berbasis ekosistem dalam upaya konservasi kima, serta perlunya pelibatan masyarakat lokal dalam strategi konservasi yang berkelanjutan.
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Hidayat, Ade Adelita, Kristina Adjout, Rebiha Agustina, Sella Alfadzri, Andry Amelia, Debie Rizky Amriani Amir Andryani, Semi Anisa Mulyani Anthoni B. Aritonang Antonia, Rika Apriansyah Ardiansyah, Lani Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasarie Kushadiwijayanto Arief Nurrahman, Yusuf Aritonang, Anthoni B. Aritonang, Anthoni Batahan Ashari, Asri Mulya Asri Mulya Ashari Asri Mulya Azhari Aswandi Aswandi, Aswandi Awlia, Isti Bambang Kurniadi Bambang Kurniadi, Bambang Bariah, Anisah Cahyany, Brigita Sari Kusuma Caksana, Muhamad Uwais Calvin, Silvanus Desriani Lestari Desriani Lestari Dewi Kartika Putri Diah Wulandari Rousdy Dwi Gusmalawati Edwin Elfrida Ratnawati Enjella, Enjella Fadhilah, Wardatul Faizal, Ibnu Farhaby, Arthur M Ginting, Madi Juna Permalem Harianto Harianto Harianto Hasanah, Fadiah Amalia Helena, Shifa Hermawansyah, Hermawansyah Hutagaol, Yakub Taruli Septanto Idiawati, Nora Sari Ikha Ikha Safitri Ikha Safitri Irawan, Suhardi Irwan Nurdiansyah, Syarif Jannati Jannati Jannati Jannati Jumlia Juniarti Juniarti Karina Elwanda Saputri Kristina Adelita Kurnia Utami Kurniawan Alam Muza’ki Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie A. Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kushadiwiojayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Lestari, Desriani Listy, Irma Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Maharani, Ema Mardianto, Tomi Mardini, Delvia Devi Maser, Agnes Putri Maulana, Adrian Maunala, Adrian Melia Trianasta Minarti, Sukal Minsas, Sukal Mohammad Reza Monica, Gracelia Muhardi Neva Satyahadewi Nguyen, Duc-Hung Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Noyanti, Resti Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurhidayanti Nurhidayanti, Nurhidayanti Nurrahman , Yusuf Arief Oktavia Oktavia Oktavia Oktavia Pamela Pamela Prayitno, Dwi Imam Puji Ardiningsih Puji Ardiningsih Qodriati, Tuty Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat, Muhammad Farhan Ramadhan, Bayu Ramajenny, Layla Shinta Rembulan, Rindu Renny Puspita Sari Retno, Mayang Sari Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Adriat Riza Linda Robi, Robi Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Sakina, Haiwatus Saputri, Karina Elwanda Sihotang, Nesya Lia Sofiana Sofiana Suhardi Irawan Sukal Minsas Sukal Minsas Sukmajaya, Andira Sumarni, T. Novi Suparnawati Suparnawati Suparnawati, Suparnawati Surya Darma Susanto, Hendro Susrini, Putri Dahyu Sy Irwan Nurdiansyah Sy Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Taufik Nurcahyanto Tengku Riza Zarzani N Tia Nuraya Triono, Riski Uray Ristian Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, W. Warsidah, Warsidah Wenisda, Fransiska Monita Yudhoyono, Billget Mansirit Yuli, Yulianti Yulianti, Yuli Yuliono, Agus Yusuf A. Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Zainal Zainal Zulfian Zulfian