Claim Missing Document
Check
Articles

Study on Water Quality for Seaweed Cultivation in Desa Jawai Laut Sambas Regency West Kalimantan Maunala, Adrian; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Sofiana, Mega Sari Juane
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.50790

Abstract

Desa Jawai Laut is a coastal village in Sambas Regency, West Kalimantan with the potential of marine waters that can support the community's economy. One of the activities carried out is the seaweed cultivation of Eucheuma cottonii using the longline method. The development of cultivation activities can be supported by optimal water conditions to support seaweed production. The aim of this study was to analyze the water quality in Desa Jawai Laut, Sambas Regency for the development of seaweed cultivation. Determination of location sites was carried out systematically, as many as 7 stations with a distance of 500 m. The water quality index was analyzed using the CCME-WQI method. The results showed that in general, the water quality of Desa Jawai Laut was in a good category with a CWQI value of 80. Stations I and IV were in the excellent category and were recommended as locations for the development of seaweed cultivation. Keywords: Seaweed cultivation, water quality, CWQI Abstrak Desa Jawai Laut merupakan desa pesisir di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan potensi perairan laut yang dapat menunjang perekonomian masyarakat. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah budidaya rumput laut Eucheuma cottonii dengan metode longline. Pengembangan kegiatan budidaya dapat ditunjang dengan adanya kondisi perairan yang optimal untuk mendukung hasil produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perairan di Desa Jawai Laut, Kabupaten Sambas untuk pengembangan budidaya rumput laut. Penentuan titik lokasi dilakukan secara sistematik, sebanyak 7 stasiun dengan jarak 500 m. Indeks kualitas air dianalisis menggunakan metode CCME-WQI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas perairan Desa Jawai Laut dalam kategori baik dengan nilai CWQI 80. Stasiun I dan IV masuk ke dalam kategori sangat baik dan direkomendasikan sebagai lokasi untuk pengembangan budidaya rumput laut.  Kata Kunci: Budidaya rumput laut, kualitas perairan, CWQI
Checklist of Mangrove Snails (Mollusca: Gastropoda) in the Coastal of Sungai Nyirih Village West Kalimantan Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Maulana, Adrian
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.53944

Abstract

Desa Sungai Nyirih is located in Jawai District, Sambas Regency, West Kalimantan. This village is a coastal with the potential for mangrove forests and a diversity of biota such as snail (mollusks: gastropods). Snails are one of the biota that are consumed in various ways by the local community. Gastropods play an important role in the food chain. Apart from that, this biota is a bioindicator of the quality of the waters. Data collection on snail species in the mangrove ecosystem of Desa Sungai Nyirih Village is not yet available. Therefore, this research aims to identify the types of snails (Gastropoda) found in Desa Sungai Nyirih, Sambas. Snail samples were collected using an exploration method throughout the mangrove ecosystem. The species of sample was identified. They were Cassidula aurisfelis, Cassidula nucleus, Pirenella cingulata, Cerithidea obtusa, Ellobium sp., Neripteron violaceum, dan Littoraria melastonoma, Littoraria albicans, and Littoraria scabra. Keywords: gastropods, Cassidula, Pirenella, Cerithidea, Neripteron, Ellobium, Littoraria Abstrak Desa Sungai Nyirih secara adminitrasi terletak di Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Desa ini merupakan salah satu desa pesisir dengan potensi hutan mangrove dan keanekaragaman biotanya, salah satunya adalah keong (moluska: gastropoda). Keong adalah salah satu biota yang dikonsumsi dengan pengolahan yang beraneka ragam oleh masyarakat setempat. Gastropoda berperan penting dalam rantai makanan. Selain itu, biota ini merupakan bioindikator kualitas suatu perairan. Pendataan jenis keong di ekosisten mangrove Desa Sungai Nyirih belum tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis keong (Gastropoda) yang ditemukan pada Desa Sungai Nyirih, Sambas. Pengumpulan sampel keong dilakukan dengan metode eksplorasi di seluruh ekosistem mangrove. Sampel kemudian diidentifikasi jenisnya. Genus yang ditemukan adalah Cassidula aurisfelis, Cassidula nucleus, Pirenella cingulata, Cerithidea obtusa, Ellobium sp., Neripteron violaceum, dan Littoraria melastonoma, Littoraria albicans, dan Littoraria scabra. Kata kunci: gastropoda, Cassidula, Pirenella, Cerithidea, Neripteron, Ellobium, Littoraria
Proximate and Macromineral Content of Gastropods in the Mangrove Area of Desa Bakau Sambas Regency Warsidah; Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Oktavia
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.54376

Abstract

Gastropods are the largest class of the phylum mollusks, with 75,000 identified species. Gastropods are widely distributed in freshwater, marine waters, and mangrove ecosystems. Gastropods are a fishery commodity with an important economic value containing high protein (36-70.8%) and low fat (0.02-1.50%). This biota has vitamins, essential minerals, omega-3, and omega-6. This research aimed to determine the proximate content (protein, fat, water, ash, and carbohydrates) and macrominerals (Na, K, Mg, Ca, and P) in gastropods found in Bakau Village, Sambas Regency, West Kalimantan. The gastropods found were Ellobium, Cerithidea, and Pirenella. Fifty individuals were taken for proximate analysis. Moisture and ash content were determined by the gravimetric method. Total protein levels were analyzed by the Kjedahl method. The fat content was determined by the Soxhlet method, and the carbohydrate content by the by difference method. Atomic Absorption Spectrophotometer determined mineral macro. The proximate content of mangrove gastropods in Bakau Village is high in protein (48.06–54.62%) and low in fat (1.31–7.40%). The most elevated protein was 54.62 in Ellobium and Pirenella, with the lowest fat being 1.31%. The macro mineral content in gastropods is Ca (14.91-91.48 mg/kg), Mg (13.16-21.74 mg/kg), Na (8.19-20.62 mg/kg), K (13.07-17.33 mg/kg), and P (0.66-0.71 mg/kg). The highest mineral content was shown by the genus Pirenella (91.48 mg/kg) Ca. Keywords: gastropod, macromineral, mangrove, proximate. Abstrak Gastropoda adalah kelas terbesar dari filum moluska dengan 75.000 jenis yang telah teridentifikasi. Gastropoda terdistribusi luas di perairan tawar, perairan laut, dan ekosistem mangrove.  Gastropoda merupakan salah satu komoditas perikanan dengan nilai ekonomis penting yang mengandung protein tinggi (36-70,8%) dan lemak yang rendah (0,02-1,50%). Biota ini juga memiliki vitamin, mineral esensial, omega-3 dan omega-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan proksimat (protein, lemak, air, abu, dan karbohidrat) serta makromineral (Na, K, Mg, Ca, dan P) pada gastropoda yang ditemukan di Desa Bakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Gastropoda yang ditemukan pada penelitian ini adalah Ellobium, Cerithidea, dan Pirenella. Setiap jenis dari gastropoda, masing-masing diambil sebanyak 50 individu untuk dilakukan analisis. Kadar air dan abu ditentukan dengan metode gravimetri. Kadar total protein dianalisis dengan metode Kjedahl. Kadar lemak ditentukan dengan metode soxhlet dan kadar karbohidrat dengan metode by difference. Makro mineral ditentukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Kandungan proksimat dari jenis gastropoda mangrove Desa Bakau adalah tinggi protein (48,06–54,62%), rendah lemak (1,31–7,40%). Protein tertinggi 54,62 pada Ellobium dan Pirenella dengan lemak terendah 1,31%. Kandungan makro mineral pada gastropoda adalah Ca (14,91-91,48 mg/kg), Mg (13,16-21,74 mg/kg), Na (8,19-20,62 mg/kg), K (13,07-17,33 mg/kg), dan P (0,66-0,71 mg/kg). Kandungan mineral tertinggi ditunjukkan oleh genus Pirenella (91,48 mg/kg) Ca. Kata kunci: gastropoda, makromineral, mangrove, proksimat.
Occurrence of Lead (Pb) Metal in Water, Sediment, and Bioaccumulation in Giant Mudskipper (Boleopthalmus : Gobiidae) from the Pemangkat Mangrove Area West Kalimantan Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha; Nurhidayanti
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.55131

Abstract

Pemangkat is a coastal area in Sambas Regency which has a mangrove ecosystem. One of the biota found in mangrove forest areas is the Giant Mudskipper. This fish is often used as an environmental bioindicator due to its characteristics of living in the intertidal zone and being able to absorb and accumulate metals. Heavy metal pollution in marine and coastal areas has become a global problem that causes negative impacts on ecosystems, biota, and human health. One of the heavy metals that can pollute waters due to fishing and port activities is lead (Pb). Pemangkat is one of the centers of capture fisheries activities in West Kalimantan. Therefore, this research aims to analyze the content of the heavy metal of Pb in water, sediment, and Mudskipper in the Pemangkat mangrove ecosystem, Sambas, West Kalimantan. The Pb content in water, sediment, and Giant mud skipper samples was analyzed using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) at a wavelength of 283.3 nm. Accumulation of heavy metal in the biota was determined by the bioconcentration factor (BCF). The concentration of lead metal (Pb) in water and sediment samples was highest at Station II, such as 0.40 mg/L and 0.25 mg/L respectively. The metal content of Pb in Giant Mudskipper was highest at Station I (0.224 mg/kg). The BCF values for Giant Mudskipper at Stations I and II were 1.18 and 0.86. Keywords: Lead (Pb), Mangrove, Mudskipper, Boleopthalmus. Abstrak Pemangkat merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Sambas yang memiliki ekosistem mangrove. Salah satu biota yang hanya ditemukan di daerah hutan mangrove adalah ikan tembakul. Ikan ini sering dijadikan bioindikator lingkungan dikarenakan karakteristiknya yang hidup di zona intertidal yang mampu menyerap dan mengakumulasi logam. Pencemaran logam berat di wilayah laut dan pesisir telah menjadi permasalahan global yang menyebabkan dampak negatif bagi ekosistem, biota, dan kesehatan manusia. Salah satu logam berat yang dapat mencemari perairan dengan adanya aktivitas perikanan dan pelabuhan adalah logam Pb. Pemangkat adalah salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Pb di air, sedimen, dan ikan tembakul di ekosistem mangrove Pemangkat, Sambas, Kalimantan Barat. Kandungan Pb di sampel air, sedimen dan ikan tembakul dianalisis dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 283,3 nm. Akumulasi logam berat pada biota ikan tembakul ditentukan dengan faktor biokonsentrasi (BCF). Konsentrasi logam timbal (Pb) pada sampel air dan sedimen tertinggi pada Stasiun II, yaitu: 0,40 mg/L dan 0,25 mg/L secara berurutan. Kandungan logam Pb pada ikan tembakul tertinggi pada Stasiun I, yaitu 0,224 mg/kg. Nilai BCF ikan tembakul di Stasiun I dan II adalah 1,18 dan 0,86. Kata kunci: Timbal (Pb), Mangrove, Tembakul, Boleopthalmus
Analisis FTIR dari Ekstrak Cair Sargassum polycystum dan Padina australis Asal Perairan Lemukutan Mardini, Delvia Devi; Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2024): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i1.64596

Abstract

Rumput laut coklat Sargassum polycystum dan Padina australis dapat tumbuh pada substrat berbatu, berpasir dan karang mati. Sargassum dan Padina telah dilaporkan memiliki aktivitas antibiotik dan antibakteri. Rumput laut jenis ini juga memiliki kandungan zat pengatur tumbuh, vitamin, asam alginat, fukoidan dan zat mineral. Sargassum polycystum dan Padina australis ditemukan melimpah di perairan pulau Lemukutan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia pada ekstrak cair Sargassum polycystum dan Padina australis dengan identifikasi gugus fungsi menggunakan FTIR. Ekstraksi dilakukan dengan tiga perlakuan, ekstraksi pada pH 3; 7; dan 9 dengan bantuan pemanasan. Filtrat yang diperoleh selanjutnya diidentifikasi gugus fungsinya. Intensitas puncak serapan pada spektra FTIR yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan dikarenakan perlakuan asam dan basa. Hasil identifikasi gugus fungsi dari spektra mengindikasikan adanya gugus OH, C-H alifatik karbohidrat, C=O pada ester, gugus sulfat, C-O-C dengan ikatan β-1,4-glikosidik, dan S=O. Beberapa gugus fungsi ini menunjukkan adanya karakteristik dari  fukoidan yang muncul pada ekstrak cair Sargassum polycystum dan Padina australis pada semua perlakuan pH.
Kelimpahan Mikroplastik di Perairan Pulau Temajo Mempawah Kalimantan Barat Fadhilah, Wardatul; Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.64222

Abstract

Sampah plastik laut merupakan masalah lingkungan global dan kompleks yang berdampak pada ekosistem dan kehidupan manusia. Plastik bersifat persisten dan membutuhkan waktu lama untuk terdekomposisi. Keberadaan mikroplastik dapat terakumulasi di dalam tubuh biota melaui rantai makanan. Mikroplastik ini juga menjadi masalah bagi kawasan pesisir Kalimantan Barat, khususnya di perairan pulau Temajo. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis dan kelimpahan serta jenis polimer dari mikroplastik di perairan Pulau Temajo, Kalimantan Barat. Sampel air diambil dengan menggunakan plankton net di dua stasiun. Identifikasi jenis mikroplastik dilakukan dengan menggunakan mikroskop, dan identifikasi jenis polimer mikroplastik dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun I memiliki kelimpahan total mikroplastik lebih tinggi (6823,30 partikel/L) dibandingkan dengan stasiun II (4766,38 partikel/L), dengan persentase film (66,53%), fragmen (7,28%), fiber (25,36%), dan pelet (0,83%). Jenis polimer yang teridentifikasi adalah High-Density Polyethylene (HDPE), Low Density Polyethylene (LDPE), Polypropylene (PP), Polyvinyl Chloride (PVC) dan Poly Methyl Methacrylate (PMMA)
Analisis Kandungan Nutrisi, Mineral Esensial dan Uji Fitokimia Sargassum sp. Asal Perairan Pulau Temajo, Kabupaten Mempawah Noyanti, Resti; Sofiana, Mega Sari Juane; Warsidah, Warsidah
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i2.64738

Abstract

Rumput laut merupakan sumber daya hayati yang melimpah di perairan Indonesia yang tumbuh pada substrat bebatuan. Rumput laut memiliki potensi sebagai bahan pangan alternatif dengan nilai kandungan nutrisi yang besar. Sargassum merupakan rumput laut dalam kelas Phaeophyta atau rumput laut coklat. Rumput laut coklat Sargassum diketahui mempunyai kandungan nutrisi (kadar karbohidrat, protein, lemak), kandungan mineral esensial dan juga mengandung senyawa bioaktif, yang diketahui berdasarkan hasil dari metabolit sekunder (alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid dan tanin). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi kandungan nutrisi pada rumput laut Sargassum. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahap, yaitu preparasi sampel, analisis kandungan nutrisi (kadar protein dan kadar lemak), analisis kandungan mineral (mineral makro dan mineral mikro) Sargassum, dan uji fitokimia ekstrak etanol. Hasil penelitian menunjukkan kandungan nutrisi Sargassum yaitu karbohidrat (67,01%), air (6,66%), abu (17,75%), protein (8,19%) lemak (0,39%), serta kadar mineral Fe (19,48 mg/L), Mg (16,58 mg/L), Ca (10,15 mg/L), K (28,50 mg/L). Senyawa bioaktif yang terkandung pada Sargassum adalah alkaloid, saponin dan steroid.
Community Structure Of Seagrass In Southeast Waters Cempedak Island West Kalimantan Safitri, Ikha; Sofiana, Mega Sari Juane; Yudhoyono, Billget Mansirit; Kusumardana, Setra
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2024): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v6i1.477

Abstract

Cempedak Island is one of the Coastal and Small Islands Conservation Areas (KKP3K) in West Kalimantan has various marine biological resources and important ecosystems, including seagrass. Seagrass is used as the main food source for dugong, potential habitat for various types of organisms, and potential to be developed as marine ecotourism. On the other hand, seagrass ecosystems faced threats, such as high sedimentation and the influence of anthropogenic activities. It is unknown about the current status of seagrass on Cempedak Island. This research aimed to analyze the structure of seagrass in the southeastern waters of Cempedak Island. Seagrass data collection was carried out in the tidal zone using line transect of 70 m and a quadratic transect of 1x1 m2. Data collection on seagrass and water parameters was carried out in October 2023. Determination of research sites was done using an explorative method based on the presence of seagrass. The seagrass found consisted of 4 species, namely Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Halodule pinifolia, and Halophila ovalis. Seagrass cover ranged from 9.17–16.74%, with an abundance of 1.4–373.3 ind/m2. The diversity index (H') is in the low to medium category, the uniformity index (E) is in the medium category and the dominance index (C) is in the low category. Conditions of water quality parameters were into the optimal range to support seagrass life.
Pasang Surut dan Arus di Muara Sungai Kapuas Sepok Pangkalan, Teluk Bengkolan Berdasarkan, Kalimantan Barat: Pasang Surut dan Arus di Muara Sungai Kapuas Sepok Pangkalan, Teluk Bengkolan Berdasarkan, Kalimantan Barat Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief; Sofiana, Mega Sari Juane; Safitri, Ikha
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 1 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i1.774

Abstract

Tides and currents influence the dynamics and biochemical circulation in a bay or estuary. This research aims to conduct an initial study of tides and currents in Bengkolan Bay, which is home to the mangrove ecosystem in West Kalimantan Province. Elevation and current measurements were carried out for 15 days at the mouth of the Kapuas River Sepok Pangkalan (north side of Bengkolan Bay) using tidal palms and drifters. The measurement results show that the pattern of water surface movement and currents at the research location is very dependent on ocean tidal patterns. Diurnal tides play a very large role (10 times) compared to semidiurnal tides. This big role causes the type of tides in Bengkolan Bay to be diurnal. Although semidiurnal tides have a small contribution, shallow water tidal constituent are actually caused by semidiurnal tidal energy dissipation.
Proximate and Essential Macrominerals Analysis of Tembakul (Mudskipper) Fish Flour as a Food Source for Stunting Prevention Lestari, Desriani; Hartanti, Lucky; Sofiana, Mega Sari Juane; Yuliono, Agus; Kurniadi, Bambang
BERKALA SAINSTEK Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v10i1.31030

Abstract

The main cause of stunting is due to inadequate food intake according to the needs for growth and development of children, or insufficient nutrition of pregnant women. The low nutritional intake of pregnant and lactating mothers as well as children under five years old who are still growing and developing is generally caused by the wrong diet. One of the efforts to prevent stunting from an early age is to search for several sources of animal source food containing protein, fat and macro essential minerals according to nutritional standards. The purpose of this study was to determine the proximate content including protein and fat nutrition, water content and ash content, as well as mineral content including calcium, iron and phosphorus, from Tembakul (mudskipper) fish flour as the main needs in the growth of children, during pregnancy and lactation. Protein analysis was carried out using the Kjeldahl method, and fat analysis by extraction using a non-polar solvent, while the determination of essential macro minerals calcium and iron was carried out using an Atomic Absorption Spectrophotometer, and phosphorus analysis using ultraviolet spectrophotometry. The proximate content of Tembakul (mudskipper) fish flour from the Mempawah mangrove ecosystem is fat content (1.80%), protein content (50.67%), water content (24.58%), and ash content (20.20%). Mudskipper fish flour contains 3 essential minerals, namely Calcium (2.15%), Phosphorus (2.50%) and Iron (270.26 ppm).
Co-Authors . Apriansyah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Hidayat, Ade Adelita, Kristina Adjout, Rebiha Agustina, Sella Alfadzri, Andry Alvianita Rika Putri Kusumaningsih Amelia, Debie Rizky Amriani Amir Andryani, Semi Anisa Mulyani Anthoni B. Aritonang Antonia, Rika Apriyanti, Jumi Arie A. Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasari Kushadiwijayanto Arie Antasarie Kushadiwijayanto Arief Nurrahman, Yusuf Aritonang, Anthoni B. Aritonang, Anthoni Batahan Ashari, Asri Mulya Asri Mulya Ashari Asri Mulya Azhari Aswandi Aswandi, Aswandi Awlia, Isti Bambang Kurniadi Bambang Kurniadi, Bambang Bariah, Anisah Cahyany, Brigita Sari Kusuma Caksana, Muhamad Uwais Calvin, Silvanus Desriani Lestari Desriani Lestari Dewi Kartika Putri Diah Wulandari Rousdy Dwi Gusmalawati Dwi Imam Prayitno Edwin Enjella, Enjella Fadhilah, Wardatul Faizal, Ibnu Fajria, Rizka Farhaby, Arthur M Galih, Muhammad Ginting, Madi Juna Permalem Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hasanah, Fadiah Amalia Helena, Shifa Hendro Susanto Hendro Susanto Hermawansyah Hermawansyah Hutagaol, Yakub Taruli Septanto Idiawati, Nora Sari Ihsan, Nur Ramadhani Ikha Ikha Safitri Ikha Safitri Ikha Safitri Irawan, Suhardi Irwan Nurdiansyah, Syarif Iwan Kuncoro Jannati Jannati Jannati Jannati Jayanti, Ucy Jumlia Juniarti Juniarti Karina Elwanda Saputri Kristina Adelita Kurnia Utami Kurniawan Alam Muza’ki Kushadiwijayanto , Arie Antasari Kushadiwijayanto, Arie A. Kushadiwijayanto, Arie Antasari Kushadiwiojayanto, Arie Antasari Kusumardana, Setra Lani Ardiansyah Lestari, Desriani Listy, Irma Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Maharani, Ema Mardianto, Tomi Mardini, Delvia Devi Maser, Agnes Putri Maulana, Adrian Maunala, Adrian Melia Trianasta Minarti, Sukal Minsas, Sukal Mohammad Reza Monica, Gracelia Muhardi Neva Satyahadewi Nguyen, Duc-Hung Nimaz Tegar Sukma Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Nora Idiawati Noyanti, Resti Nurdiansyah , Syarif Irwan Nurdiansyah, Sy. Irwan Nurdiansyah, Syarif Irwan Nurhidayanti Nurhidayanti, Nurhidayanti Nurrahman , Yusuf Arief Oktavia Oktavia Oktavia Oktavia Pamela Pamela Prayitno, Dwi Imam Puji Ardiningsih Puji Ardiningsih Qodriati, Tuty Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat, Muhammad Farhan Ramadhan, Bayu Ramajenny, Layla Shinta Rembulan, Rindu Renny Puspita Sari Retno, Mayang Sari Risko, Risko Rita Kurnia Apindiati Riza Adriat Riza Linda Robi, Robi Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Ruqiah Ganda Putri Panjaitan Sakina, Haiwatus Saputri, Karina Elwanda Sari, Nur'azizah Fatika Sihotang, Nesya Lia Sofiana Sofiana Suhardi Irawan Sukal Minsas Sukal Minsas Sukmajaya, Andira Sumarni, T. Novi Suparnawati Suparnawati Suparnawati, Suparnawati Surya Darma Surya Darma Surya Darma Susrini, Putri Dahyu Sy Irwan Nurdiansyah Sy Irwan Nurdiansyah Sy. Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Syarif Irwan Nurdiansyah Tahirah Hasan Taufik Nurcahyanto Tengku Riza Zarzani N Tia Nuraya Triono, Riski Uray Ristian Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah Warsidah, W. Warsidah, Warsidah Wenisda, Fransiska Monita Yudhoyono, Billget Mansirit Yuli, Yulianti Yulianti, Yuli Yuliono, Agus Yusuf A. Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Yusuf Arief Nurrahman Zainal Zainal Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian