p-Index From 2021 - 2026
5.604
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Analisis: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam FENOMENA JKI (Jurnal Konseling Indonesia) PEDAGOGIA Journal EVALUASI Bisma The Journal of Counseling TSAQAFAH JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa QUANTA Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam NUKHBATUL 'ULUM : Jurnal Bidang Kajian Islam Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Scientia: Jurnal Hasil Penelitian KONSELING EDUKASI : Journal of Guidance and Counseling WAHATUL MUJTAMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kawanua International Journal of Multicultural Studies Indonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and Development Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah (DIKDASMEN)  Ininnawa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Paramacitra : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JHP2M) TARBIYAH: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran International Journal of Multicultural Counseling and Development Journal of Community Service Al-Risalah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Technocouns: Journal of Technology in Guidance and Counseling Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Bimbingan Klasikal Berbasis Nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu Untuk Meningkatkan Empati Murid MAN 1 Majene M. Junaid; Suciani Latif; Aswar Aswar
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.3979

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu untuk meningkatkan empati Murid MAN 1 Majene. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui gambaran empati Murid sebelum dan sesudah penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu; 2) Mengetahui gambaran pelaksanaan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu; 3) Mengetahui pengaruh bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu terhadap peningkatan empati Murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental design. Desain penelitian ini menggunakan pretest-posttest, non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah Murid kelas X MAN 1 Majene yang teridentifikasi memiliki empati rendah sebanyak 80 Murid. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling sehingga diperoleh 40 Murid yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (20 Murid) dan kelompok kontrol (20 Murid). Teknik pengumpulan data menggunakan skala empati berbasis aspek perspective taking, fantasy, emphatic concern, dan personal distress. Analisis data menggunakan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat empati Murid MAN 1 Majene pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan berada pada kategori rendah dengan nilai mean 71,2, dan setelah diberikan perlakuan meningkat ke kategori tinggi dengan nilai mean 109,2; 2) Pelaksanaan bimbingan klasikal dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: a) Tahap Pendahuluan (orientasi dan penjelasan tujuan), b) Tahap Inti (pemaparan materi nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu, diskusi, dan refleksi), c) Tahap Penutup (evaluasi dan penguatan nilai); 3) Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000, di mana p < α 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh signifikan penerapan bimbingan klasikal berbasis nilai-nilai Kalindaqdaq Pepaturu terhadap peningkatan empati Murid. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis kearifan lokal untuk membentuk karakter empatik Murid serta memperkuat nilai-nilai sosial budaya dalam lingkungan pendidikan.
Psychological Profile of Students in South Sulawesi: A Study of Self-Forgiveness and Coping Self-Efficacy Harum, Akhmad; Aswar, Aswar; Maslina, Maslina; Hikmah, Muh. Syawal
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 9, No 2 (2025): Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v9i2.33445

Abstract

Psychological Profile of Students in South Sulawesi: A Study of Self-Forgiveness and Coping Self-Efficacy. This reserch aims to describe the self-forgiveness and coping self-efficacy profiles of adolescents in South Sulawesi as a basis for developing guidance services. The local context of South Sulawesi, with its culture of siri’ na pacce (self-esteem and solidarity), sipakatau (mutual humanization), and sipakainge (mutual reminders), has the potential to influence how adolescents forgive themselves and cope with life's pressures. A descriptive quantitative approach was used with 971 students (aged 12–18), consisting of 306 boys and 665 girls. The instruments used were the Heartland Forgiveness Scale (HFS) and the Coping Self-Efficacy Scale (CSES). The results showed that the majority of students were in the moderate category for self-forgiveness (73.56%) and coping self-efficacy (69.55%). These two abilities were relatively equal between boys and girls. Gender equality in this aspect is important to ensure that the counseling program developed is inclusive and responsive to the emotional needs of all student groups. These findings indicate the need for structured counseling programs to optimize students' self-acceptance, emotional management, and adaptive coping strategies.Keywords:  Self-Forgiveness; Coping Self-Efficacy; Adolescents; Guidance and Counseling
Analysis of Factors Affect the Differences of the Determination of Fajr Ṣādiq and Its Relevance to the Basic Principles of Sharia Sirajuddin Sirajuddin; Azwar Azwar; Aswar Aswar
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/kijms.v4i1.547

Abstract

This study aims to: (1) analyze the factors that cause differences in the determination of the beginning of fajr prayer time; (2) analyze the relevance of the determination of fajr ṣādiq as the beginning of fajr prayer time with the basic principles of Islamic law. This research is qualitative descriptive research using library research methods with normative of sharia and philosophical approach. The results of the study found several things. First, the difference in setting the schedule of fajr prayer is due to differences in the determination of the criteria of the elevation of the sun under the horizon and differences in interpreting the meaning of the naṣ and terms related to the time of fajr prayer, such as fajr, galas, isfār, tabayyun and others. Second, the basic principle in determining the beginning of the time of fajr prayer based on the perspective of Sharia is that the fajr prayer is determined by the signs that are believed, so that the criteria for the appearance of fajr ṣādiq are set at the unquestioned elevation of the sun and with signs that are ḥissiyah (observable with five senses) in accordance with maqāṣid al-taysīr that can be understood and observed by every Muslim. This study contributes to the studies related to determining the start of prayer times. The results of this study provide recommendation in the form of determining the angle of fajr ṣādiq at the criterion between -18º and iḥtiyāṭ 2 minutes or -17.5º, as a precautionary measure, so that the polemic that occurs in the community regarding prayer time schedules is expected to be reduced or even resolved.
Co-Authors Abdul Muis Abdul Saman Abdullah Pandang Akhmad Harum, Akhmad Akhyar, Andi Muh. Akmal Hidayat Alsiqra, Alimul Ashar Amirullah, M. Amirullah, Muhammad Amna, Syahraeni Andi Mappiare-AT Andi Mappiare-AT, Andi Anugerah, Muh. Fahmi Ariesman M Asdar Askar Fatahuddin Azwar Azwar Azwar, Azwar Dody Riswanto Edil Wijaya Nur Faidah Yusuf Farida Aryani Fitri, Qawiyyan Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana H. Usman, Mukran Hamka, Syamsuar Haris Hijrayanti Sari Hikmah, Muh. Syawal Hisyam Ihsan Irawan, Andi Wahyu Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Khaerul Aqbar Latif, Suciani M. Amirullah M. Amirullah M. Amirullah M. Junaid M. Ramli Maslina, Maslina Muhammad Akbar Muhammad Amirullah Muhammad Amirullah Muhammad Ammar Naufal Muhammad Anas Muhammad Rafli Muhammad Taufan Djafri Mukran H. Usman Mukran H. Usman Mukran H. Usman Nashruddin, Nashruddin Novira, Nuraeni Nur Madani Fitri Nur, Edil Wijaya Rahayu, Hastriani Rahmayana, Sri Ramdani, Fauziah Ramli, Hartini Ramli, Nurul Anisah Fadhilah Risnawati Aris Ristiana, Evi Rosmita Rury Muslifar Saddang, Muhammad Sam, Zulfiah Sarah Shafa Zahrani Sinring, Abdullah Sirajuddin Sirajuddin Sitti Rahmi sitti rahmi, sitti Sri Ujiana Putri Su Wardani, Ni Kadek Suciani Latif Sulfian Syarif Sulkipli Sulkipli Syahriani, Eka Syamsuar Hamka Syandri Syandri Syandri, Syandri Syarip, Lutfiah Taufiq Rahman Tina, Andi Septiana Syaba Umar Bin Makka Lanye Umar, Nur Fadhilah Umarella, Samad Usman, Fathurrahman Usman, Mukran H. Wijaya Nur, Edil Zulfikri Zulfikri Zulfikri Zulfikri Zulfikri, Zulfikri Zulkarnain Alim Said