p-Index From 2021 - 2026
12.987
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Jurnal Ilmiah KORPUS Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Hasta Wiyata Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Cakrawala Indonesia SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya SOSCIED Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Indonesia Berdaya Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Abdimas Langkanae Nuances of Indonesian Language Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Tamaddun TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Terapan Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Dieksis ID Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Mahasiswa terhadap Pelayanan Administrasi Publik Bidang pengelolaan Keuangan Nensilianti Nensilianti; Ridwan Ridwan; Suarni Syam Saguni; Filawati Filawati; Annisa Nur Afiat Humaira; Novy Hidayanti; Nabila Abd. Kadir T
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.626

Abstract

Kegiatan Magang yang dilakukan dalam pelayanan administrasi publik di bidang pengelolaan keuangan bertujuan untuk meningkatkan pengalaman dan pengetahuan mahasiswa dalam administrasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Gowa pada bidang Anggaran, Perbendaharaan, dan Akuntansi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan meliputi keterlibatan aktif mahasiswa secara langsung dalam tugas-tugas yang diberikan di setiap bidang, mulai dari menulis, memberikan stempel, mengirimkan berkas arsip, serta mengobservasi berkas-berkas yang berhubungan dengan setiap bidang seperti berkas SP2D, SPJ,SKPD, SPP, DAN SPM. Hasil Praktik magang mahasiswa sastra dalam bidang pelayanan administrasi publik dapat disimpulkan relvansi antara mahasiswa dan instansi memiliki relevansi yang signifikan. Kemampuan utama yang dimiliki mahasiswa sastra, seperti kecermatan dalam menulis, ketelitian dalam membaca dan memahami dokumen, serta keahlian dalam berkomunikasi efektif secara tertulis, mampu menjadi modal penting dalam mendukung pekerjaan administratif yang menuntut ketepatan dan kejelasan informasi.
POLITIK IDENTITAS DAN WARISAN KOLONIAL DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI: POSTKOLONIAL HOMI K BHABA Nensilianti; Ridwan; Nur Ainun Pratidina
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2025): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v7i2.9712

Abstract

This study analyzes the politics of identity and colonial legacy in the novel Pulang by Leila S. Chudori using a postcolonial theory approach, particularly the concepts of Homi K. Bhabha. The novel depicts the experiences of political exiles after the events of 1965, who are forced to live in exile and face identity crises. Using a descriptive qualitative method, this study explores how colonialism and political repression shape the characters' social reality and how their identities are dynamic and negotiated in hybrid and ambivalent spaces. The results show that the novel “Pulang” reflects the impact of colonial legacies, which not only influence state policies and social structures but also shape the identities of individuals in liminal positions. Bhabha’s concepts of hybridity, ambivalence, and mimicry reveal the characters' struggles to shape their identities in the transnational realm. In this context, literature serves as a medium to create alternative narratives, challenge state hegemony, and reinterpret the meaning of Indonesian nationalism through a postcolonial framework
KETERASINGAN ETNIS TIONGHOA ATAS KESENJANGAN SOSIAL DI INDONESIA DALAM NOVEL PERKUMPULAN ANAK LUAR NIKAH KARYA GRACIA TIOSO: KAJIAN POSKOLONIAL FRANTZ FANON Ridwan; Dela Aprilya; Fathul
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v8i1.9713

Abstract

This study aims to describe the alienation of Chinese-Indonesian identity resulting from social inequality in Gracia Tioso’s novel Perkumpulan Anak Luar Nikah, from the perspective of Frantz Fanon’s postcolonialism. This research employs a descriptive qualitative method, using the novel Perkumpulan Anak Luar Nikah (2023) as the primary data source. The data consisted of quotations, dialogues, narratives, and character actions that represented discrimination, marginalization, and identity crises experienced by the Chinese Indonesian community within Indonesian society. Data were collected through reading and note-taking, and analysis was conducted by identifying, classifying, describing, and interpreting them based on Fanon’s postcolonial concepts. The findings reveal that the alienation of Chinese-Indonesians is represented through four major aspects: ethnic identity alienation, cultural hybridity, social discrimination as a colonial legacy, and efforts toward decolonizing consciousness. The characters in the novel experience identity crises due to their position as a minority group constantly perceived as “the other” within Indonesian social life. Furthermore, social discrimination inherited from colonialism generates psychological trauma, social marginalization, and inequality in gaining national recognition. Through a postcolonial lens, the novel demonstrates that colonial legacies continue to influence contemporary Indonesian social relations, particularly the Chinese-Indonesian ethnic community.
Mengungkap Perlawanan Perempuan dan Subordinasi dalam Film Perempuan Berkelamin Darah Tahun 2023 melalui Lensa Feminis Radikal Kate Millet Ridwan Ridwan; Nensilianti Nensilianti; Latifa Turohma
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1320

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengungkap representasi subordinasi dan perlawanan perempuan dalam media film, guna memperkuat kajian feminisme radikal serta meningkatkan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan gender dalam budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi subordinasi serta resistensi perempuan dalam film Perempuan Berkelamin Darah (2023) dengan menggunakan kerangka pemikiran feminisme radikal yang digagas oleh Kate Millett. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelaahan terhadap adegan dan dialog yang terdapat dalam film. Analisis dilakukan berdasarkan konsep politik seksual Millett yang mencakup dimensi ideologi, pemaksaan, aspek psikologis, serta relasi ekonomi dan kekuasaan. Temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa bentuk-bentuk subordinasi terhadap perempuan digambarkan melalui adegan kekerasan seksual, tindak kekerasan fisik, stigmatisasi psikologis, serta konstruksi ideologi patriarkil yang cenderung menyalahkan korban. Di sisi lain, film ini juga merepresentasikan beragam bentuk perlawanan dari tokoh perempuan sebagai respons terhadap dominasi patriarki. Dengan demikian, film ini tidak sekadar menyajikan gambaran penderitaan perempuan, melainkan juga berfungsi sebagai kritik terhadap sistem patriarkil yang menindas.
Dekonstruksi Narasi Besar dalam Fiksi Ilmiah: Postmodernisme Lyotard terhadap Cerpen Ignoramus Karya Aveus Har Nensilianti Nensilianti; Ridwan Ridwan; Fitriya Husna
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1321

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pemahaman terhadap karya sastra kontemporer yang merefleksikan perubahan cara pandang manusia modern terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan realitas kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cerpen Ignoramus karya Aveus Har melalui perspektif postmodernisme Jean-François Lyotard. Cerpen tersebut merepresentasikan kritik terhadap narasi besar (grand narrative) sains dan teknologi yang dianggap mampu menjelaskan serta mengendalikan kehidupan manusia. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan analisis teks, penelitian ini menyoroti tiga aspek utama postmodernisme yang tercermin dalam cerpen, yaitu kritik terhadap narasi besar, pluralitas narasi, dan ketidakpastian masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama, Stephen, menjadi simbol manusia modern yang menuhankan sains, namun justru menghadapi kehancuran ekologis dan eksistensial akibat keyakinannya terhadap rasionalitas mutlak. Selain itu, cerpen menampilkan pluralitas narasi antara manusia bionik yang kehilangan makna hidup dan manusia beriman yang menemukan harapan di tengah kehancuran. Gambaran dunia yang rusak dan penuh ambiguitas menegaskan pandangan Lyotard bahwa kemajuan ilmu pengetahuan justru melahirkan ketidakpastian terhadap klaim kebenarannya sendiri. Dengan demikian, cerpen Ignoramus mencerminkan semangat postmodern yang menolak kebenaran tunggal dan mengakui keberagaman makna serta pengalaman manusia dalam menghadapi masa depan.
MENANTANG STEREOTIP GENDER DALAM FILM PINK (2016) TENTANG KEKERASAN SEKSUAL: KAJIAN FEMENISME RADIKAL Nensilianti Nensilianti; Ridwan Ridwan; Resky Amaliah M
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.21585

Abstract

This study aims to analyze the meaning, message, and representation of women in the film Pink using a radical feminist perspective. Through a qualitative approach with a textual analysis method, the research explores how the film critiques the patriarchal system and gender stereotypes in cases of sexual violence. The film serves not only as entertainment but also as a tool for education and advocacy, promoting awareness of the importance of gender equality and justice for victims of sexual violence. Pink highlights the issue of sexual violence and gender injustice rooted in the patriarchal system. It portrays how women are often blamed in cases of sexual harassment, while male perpetrators receive social protection. Radical feminism is employed to analyze the patriarchal structures presented in the film. The findings of this study reveal how women are frequently blamed in cases of sexual harassment, while male perpetrators are socially protected within the narrative of the film.
KRISIS IDENTITAS DAN KRISIS TERHADAP RELASI KUASA AGAMA DALAM NOVEL TUHAN IZINKAN AKU MENJADI PELACUR KARYA MUHIDIN M. DAHLAN Ridwan Ridwan; Hamriani Hamriani
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19952

Abstract

This study aims to examine the discourse of religious power operating in shaping and controlling individual identity, and the main character resists the hegemony using qualitative research methods. In the novel Tuhan Ijinkan Aku Menjadi Pelacur by Muhidin M. Dahlan, it presents a narrative that challenges the dominant religious discourse by telling the story of a woman's identity crisis who experiences existential turmoil due to the pressure of social and religious norms. The analysis step is to identify the main character's struggle against the dominance of religious discourse through the Critical Discourse approach. Meanwhile, from an existentialist perspective, this study examines the main character's search for the meaning of life amidst alienation, freedom of choice, and her efforts to reclaim authority over herself. The results of the analysis show that this novel reflects the tension between socio-religious determination and individual freedom, while also offering criticism of religious dogma that inhibits human subjectivity. Thus, this study contributes to the understanding of power relations in religious discourse and its implications for the construction of individual identity in society.
Pelatihan Penguatan Nilai dan Karakter Budaya Lokal pada Anak Melalui Buku Cerita Bergambar Ridwan Ridwan; Bungatang Bungatang; Ita Rosvita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.515

Abstract

Pelatihan Penguatan Nilai dan Karakter Budaya Lokal pada Anak Melalui Buku Cerita Bergambar yang dilaksanakan di Kampus Lorong Komunitas Anak Pelangi (K-apel) Makassar dihadirkan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak usia dini melalui media yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai dan karakter berbasis kearifan lokal kepada anak-anak sejak dini melalui media buku cerita bergambar yang menarik dan mudah dipahami, meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap budaya lokal, mengembangkan literasi budaya dan literasi visual melalui kegiatan membaca, mendengar, serta menafsirkan pesan moral yang terkandung dalam cerita bergambar, membentuk karakter positif anak seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, serta rasa hormat terhadap orang lain, yang direfleksikan dalam tokoh dan alur cerita, dan menyediakan alternatif metode pembelajaran kreatif bagi pendidik dan komunitas dalam mengajarkan nilai budaya dan karakter melalui pendekatan literasi berbasis budaya. Metode pelaksanaan kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan diikuti 50 peserta yang merupakan anak yang aktif belajar di K-apel. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan adanya peningkatan pemahaman anak terhadap cerita rakyat dan kebudayaan lokal yang dimanifestasikan melalui buku cerita bergambar.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Deep Learning dan NLP dalam Penguatan Nilai dan Karakter Anak melalui Buku Cerita Bergambar yang Interaktif di Komunitas Anak Pelangi Kelurahan Parangtambung Makassar Ridwan Ridwan; Bungatang Bungatang; Ita Rosvita
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.570

Abstract

Kemajuan teknologi di bidang Artificial Intelligence (AI) telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada relawan-relawan pada komunitas Anak Pelangi terkait Pengenalan dasar tentang Natural Language Processing (NLP) dan Deep Learning dalam pengembangan konten interaktif. Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan para pengajar dalam memanfaatkan teknologi AI yang berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran dan pembuatan buku cerita bergambar yang interaktif dan efektif serta penerapan pembelajaran deep learning secara mendalam dalam kegiatan pembelajaran yang berbasis budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi pengenalan konsep dasar AI, aplikasi AI seperti aplikasi Canva, Adobe Premier, Text-to-Speech (TTS), animasi ringan, dan alat pembuat buku digital interaktif (misalnya Book Creator atau dan penggunaan tools dan aplikasi pendukung seperti: Text-to-Speech (TTS), animasi ringan, dan alat pembuat buku digital interaktif (misalnya Book Creator atau Story Jumper).peserta diberikan praktik langsung dalam penggunaan platform dan perangkat lunak berbasis AI. Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan di komunitas Anak Pelangi. Selain itu, relawan komunitas diberikan pemahaman mengenai penerapan pembeleajran Deep Learning yang bertujuan membantu siswa dalam memahami materi secara mendalam, dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di era digital. Tahap sosialisasi dilakukan kepada 22 relawan atau pengajar di komunitas Anak Pelangi selama satu hari yang mencakup Pengenalan dasar tentang Natural Language Processing (NLP) dan Deep Learning . Evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman baru serta keterampilan praktis bagi relawan dalam mengembangkan buku cerita bergambar yang interaktif berbasis budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi implementasi Ai dan pembelajaran deep learning di komunitas Anak Pelangi dalam membentuk nilai dan karakter anak menuju pendidikan bermutu.
Habitus, Ranah, dan Modal dalam Novel Jemput Terbawa Karya Pinto Anugrah Perspektif Pierre Bourdieu Yeremia Charla; Aslan Abidin; Ridwan Ridwan
Cakrawala Indonesia Vol 10 No 2 (2025): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v10i2.2362

Abstract

This study aims to describe and analyze the forms of habitus, realm, and capital in the lives of the characters in the novel entitled Jemput Terbawa by Pinto Anugrah. The study was conducted using the sociology of literature theory from Pierre Bourdieu which is categorized into three concepts: first, habitus which emphasizes how individual habits are formed through social experience, then second, capital as a social resource that plays an important role in maintaining power, and third, realm as an arena of struggle for individuals and groups to gain power. This research is qualitative in nature which aims to describe the forms of habitus, realm, and capital of the characters in the novel. The data sources in this study were obtained through narrative quotations in the novel and analyzed based on the concepts of habitus, realm, and capital. The results of this study indicate that the characters have different forms and roles in habitus, realm, and capital. This is because each individual has their own mindset, habits, and actions in dealing with their social environment. Kalaya's habitus and background are in conflict with the norms and past trauma in the Lembah Pagadih realm, which results in Laya experiencing rejection from society. His efforts to raise capital were hampered by the stigma from the villagers, making his struggle for recognition even more difficult.
Co-Authors Adhalia Wanafesyahan, Fahira Adinda Khoirunnisa Ahmadi, Hayana Ambo Dalle Andi Fatimah Yunus Andri Wicaksono, Andri Annisa Nur Afiat Humaira Apriliya, Dela Ardisa, Ardisa Arianti Talib Asia Asia M Asia M Asia M, Asia M Asia*, Asia Aslan Abidin Aslan Abidin, Aslan Asriadi Atika Suri Ramadani Bunga , Vionanda Toding Bungatang Bungatang Cahya Fatira Damat, Yultriani Davina, Davina Dela Aprilya Dela Aprilya Diana, Ririn Sefty Dilla Paramita Djuanda Djuanda, Djuanda Dwi Anggita Yusuf Dwi Rahmi Apriliya Fathul Fauziah Revalina Filawati Filawati Filawati Filawati Filawati Fitri Ramadhani Fitriya Husna Hamdiah Sudirman Hamid, Reski Aulia Hamriani Hamriani Hastab, Nur Amalia Hendra Pratama Putra Imelia Kristi Rante Allo Inhilda, Inul Ishak Ishak Istiqamah, Putri Nur Ita Rosvita Jihan Atikah Johar Amir Junaedi, Inayah Maharezki Kurnia Ramadani Latif, Vivi Adriana Latifa Turohma Lestari Auliah Pratiwi Lisma Lisma, Lisma Lulyastuti Lulyastuti M, Asia M, Asia, Maharezki, Inayah Mahmudah Miftahuljannah F.Z Muhammad Alfian Tuflih Muhammad Rapi Mustika, Indah Mutiara Sari Ahmad Nabila Abd. Kadir T Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Ningrum Amalia Putri Novy Hidayanti Nur Ainun Pratidina Nur Amalia Hastab Nurhikmah Nurhikmah Nursalam Nursalam Nurul Aini Nurul Syafiqah Nuryuliati, Nuryuliati Pahlevi, Mirza Kamal Pratidina, Nur Ainun Pratiwi Pratiwi Puspa Darwini, Nurul Fadhilah Putra, Hendra Pratama Putra, Pauzan Ramadan Rahim, Abd Rahmah Indryani Rahmah Indryani Ramadani, Aulia Magfira Ramadhan, Nur Syawaluddin Rani Adriani Rante Allo, Imel Kristi Rasding, Reski Fajria ratih ratih Rembon, Earline Griselda Resky Amaliah M Riana T Mangesa Ridwan, Ridwan Riska Nadia, Riska Nadia Rukiyah, Siti Sakti M, Reztu Dwi Shalsabilah Z, Shafira Siti Nurjihan Indasari Srikandi Apriliyani Srikandi Apriliyani Suarni Syam Saguni Sumarni Syafiqah*, Nurul Syafiqah, Nurul Syahril, Ainun Sang Fajar Tang, Muhammad Rapi Taufik Natsir Tuflih, Muhammad Alfian Umar Thamrin Vanesa, Vanesa Wiastra, Wulandari Wiwik Handayani Wulan Fadillah Wulandari Wulandari, Welda Yeremia Charla Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yusril Saputra Zaskia Rahmadhani