Claim Missing Document
Check
Articles

Application Of Feeding Rules And Tui Na Massage To Overcome Eating Difficulties In Toddlers Yuliana, Fitri; Rahmah, Elfa Olivia; Darsono, Putri Vidiasari; Kusvitasari, Hairiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.20950

Abstract

Background: Decreased appetite or difficulty eating in toddlers can have an impact on the growth and development stages because during this period nutrition is very much needed for daily activities. Symptoms of difficulty eating can occur in around 60.3% of toddlers aged 2-3 years so that to overcome this problem, structured eating rules are needed so that parents have guidance in feeding their children, in addition toddlers also need to get touch in the form of massage to facilitate digestion and blood circulation so that appetite increases and nutrient absorption in the body becomes more optimal.Objective: Analyzing the application of feeding rules and tui na massage to eating difficulties in toddlers aged 2-3 years.Methods: This type of research is Pre-experimental with a one group pretest posttest design, the target of this research is 15 toddlers who have difficulty eating, the instruments used are questionnaires and checklists, then the data is analyzed using the Wilcoxon test.Signed Rank Test.Results: The nutritional status of toddlers who experience eating difficulties is on average in the normal category (80%), the application of feeding rules and tui na massage has a significant effect on reducing eating difficulties in toddlers with test resultsWilcoxon Signed Rank Testobtained a Sig. value (2-tailed) of 0.001 which is smaller than 0.05, after being given treatment, eating difficulties in toddlers decreased by 80%.Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that the combination of optimal application of feeding rules by parents and tui na massage can be used as an alternative solution in overcoming eating difficulties in toddlers, because toddlers' meal schedules become more structured, helping to train proper eating regulation and helping toddlers become more relaxed and sleep better. Keywords: Difficulty Eating, Feeding Rules, Tui Na Massage  ABSTRAK : PENERAPAN FEEDING RULES DAN PIJAT TUI NA UNTUK MENGATASI KESULITAN MAKAN PADA BALITA Latar Belakang: Penurunan nafsu makan atau kesulitan makan pada balita dapat berdampak pada tahapan tumbuh kembang karena pada periode tersebut nutrisi sangat diperlukan untuk aktivitas sehari-hari. Gejala kesulitan makan dapat terjadi sekitar 60,3% pada balita usia 2 – 3 tahun sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu aturan makan terstruktur agar orangtua memiliki panduan dalam memberikan makan pada anak, selain itu balita juga perlu mendapatkan sentuhan dalam bentuk pijat agar memperlancar pencernaan dan peredaran darah agar nafsu makan meningkat dan serapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih optimal.Tujuan: Menganalisis penerapan feeding rules dan pijat tui na terhadap kesulitan makan pada balita usia 2-3 tahun.Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre-experimental dengan rancangan one group pretest posttest, sasaran penelitian ini yaitu balita yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 orang, instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan daftar tilik, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Status gizi balita yang mengalami kesulitan makan rata-rata dalam kategori normal (80%), penerapan feeding rules dan pijat tui na berpengaruh signifikan terhadap penurunan kesulitan makan pada balita dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05, setelah diberikan perlakuan kesulitan makan pada balita mengalami penurunan sebesar 80%.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi penerapan feeding rules oleh orangtua secara optimal dan pijat tui na dapat dijadikan sebagai alternatif solusi dalam mengatasi kesulitan makan pada balita, karena jadwal makan balita menjadi lebih terstruktur, membantu melatih regulasi makan yang tepat dan membantu balita menjadi lebih rileks, serta tidur lebih nyenyak. Kata Kunci: Feeding Rules, Kesulitan Makan, Pijat Tui Na 
Hubungan ASI Eksklusif, Status Imunisasi dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Sungai Andai Apwanidya, Dhea; Dwi Salmarini, Desilestia; Ivana Kabuhung, Elvine; Yuliana, Fitri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.523

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang pernapasan atas maupun bawah. Puskesmas Sungai Andai mencatat 51% kasus ISPA dari 2.288 balita sakit pada bulan Januari-Oktober 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ASI Eksklusif, Status Imunisasi dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Sungai Andai. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah balita usia 12-59 bulan yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sungai Andai pada bulan Februari yang berjumlah 101 balita. Pengambilan sampel digunakan Teknik Purposive Sampling dengan jumlah 81 sampel. Peneliti menggunakan data primer berupa kuisioner dan checklist serta data sekunder berupa rekam medik. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 17 (20,9%) dari 81 balita yang mengalami ISPA dan hasil analisis uji Chi-Square menunjukan bahwa riwayat ASI Eksklusif (p=0,038), Status Imunisasi (p=0,003) dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga (p=0,003) memiliki hubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara ASI Eksklusif, Status Imunisasi dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Status Imunisasi, Kebiasaan Merokok, ISPA
Role Of Youth Information Centers And Counseling In Minimizing Premature Wedding Events Putri, Hernisa Trisna; Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede; TM, M. Fajriannor
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14346

Abstract

Latar Belakang: Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) adalah suatu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memebrikan pelayanan informasi dan konseling kepada remaja salah satunya upaya pendewasaan usia perwakinan untuk meminimalkan kejadian dari pernikahan usia dini. Kejadian pernikahan usia 15-19 tahun pada tahun 2018 Barito Kuala menduduki peringkat tertinggi sedangkan pada tahun 2022 barito Kuala menduduki peringkat ke 12.Tujuan: Mengetahui peranan Pusat Informasi Konseling remaja (PIK R) dalam meminimalkan kejadian pernikahan usia dini di Barito Kuala.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian sebanyak lima orang informan utama dan empat orang informan triangulasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan analisis isi.Hasil: Pernikahan usia dini yang terjadi di Barito Kuala masih sering terjadi dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu pengetahuan, pergaulan, orang tua dan kebiasaan turun-temurun. Peran dari PIK R sendiri sudah cukup baik, namun SDM untuk PIK masih kurang, sehingga pelayanan yang diberikan masih sangat terbatas.Simpulan: Pusat Informasi Konseling Remaja di Barito Kuala berperan dalam meminimalkan kejadian pernikahan di usia dini.Saran: Diharapkan untuk meningkatkan promosi PIK R di kalangan remaja, agar peranan dari PIK R sendiri bisa terjalankan dengan baik Kata Kunci: pernikahan usia dini, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R), remaja ABSTRACT Background: The youth counseling information center (PIK R) is a vessel developed in genre, run of, by, and for youth to provide information services and counseling to youth, one of which is an  effort to increase the age of the delegation to minimize incidents of premature marriage. The incidence of a 15-19 - year - old wedding in 2018 named Barito Kuala finished its high rating by 2022; Barito Kuala received its 12th.Objective: Knowing the role of the youth counseling information center (PIK R) in minimizing youth wedding events in Barito Kuala.Methods: Qualitative descriptive methods, Informant in research as many as five key informant and four persons informant triangulation. Data collection USES in-depth interviews with content analysis.Results: Early marriage that takes place in barito Kuala Lumpur is not uncommon with some factors affecting his knowledge, associations, parents, and past customs. Whereas the role of the PIK R itself was good enough, however, because human resources for PIK R were so small that service was still so limited.Conclusion: The role of the youth counseling information center in Barito Kuala plays in minimizing premature marriage events.Suggestion: It is hoped to enhance the PIK R promotion among teenagers, so that the role of PIK R properly carried out. Keywords: youth,  Youth Counseling Information Center (PIK R), Youth marriage, 
Faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin ibu hamil: studi kasus kontrol di Puskesmas Pitu Kabupaten Ngawi Pibriyanti, Kartika; Marfu'ah, Hanan; Luthfiya, Lulu'; Fathimah, Fathimah; Mufidah, Indahtul; Rahayu, Try; Romadhoni, Zhazha Pratiwi; Yuliana, Fitri
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 21, No 4 (2025): April
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.93231

Abstract

Factors related to hemoglobin levels among pregnant women: case control study at the Pitu District Health Center, Ngawi RegencyBackground: Hemoglobin is an indicator of iron availability in the body, and its levels can be affected by iron deficiency. A decrease in hemoglobin levels can lead to anemia, which increases the risk of maternal mortality during childbirth.Objective: This study aimed to analyze factors related to hemoglobin levels, such as nutritional status and Eating patterns, among pregnant women at the Pitu District Health Center, Ngawi Regency.Methods: A case-control study involving 76 pregnant mothers (18-42 years old) from the Pitu Community Health Center area in Ngawi Regency was conducted using purposive sampling. The study needed 38 people per group. This study uses a 1:1 comparison of cases and controls. The modified semi-quantitative food frequency questionnaire was used to collect data on pregnant women’s dietary patterns. Anthropometric data measured MUAC (Upper Arm Circumference) using standard measurements. The obtained data were analyzed by using the Chi-Square test.Results: The similarities in both the case and control groups are that the majority of mothers are of non-risk age for childbirth, have low socioeconomic status, are housewives, and have inadequate iron intake. However, in the case group, inadequate vitamin C intake was also found. There is a significant relationship between nutritional status (p=0.049; OR=0.255) and feeding frequency (p=0.001; OR=5.385) with hemoglobin levels. Type and amount of feedings had no relationship with hemoglobin levels (p=0.818: OR=0.810).Conclusions:  The study reveals an inverse relationship between nutritional status and feeding frequency and hemoglobin levels, but not for the type and amount of feedings among pregnant women at the Pitu District Health Center, Ngawi Regency.
Efektivitas Pijat Effleurage Dan Teknik Marmet Terhadap Produksi Asi Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Nursanti, Lili; Yuliana, Fitri; Dewi Iswandari, Novita; Widiya Ningrum, Novalia
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i3.639

Abstract

Latar Belakang: ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena komposisinya sesuai untuk setiap tumbuh kembang bayi, tetapi saat ini pemberian ASI masih rendah karena produksi ASI yang kurang, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi ASI melalui pijat effleurage dan teknik marmet. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Tahun 2022, cakupan ASI Eksklusif Puskesmas Suliliran Baru mengalami penurunan sebesar 24,2% dan termasuk paling rendah nomor 5 diantara 19 Puskesmas yang ada di Kabupaten Paser.Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat effleurage dan teknik marmet terhadap produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Suliliran Baru. Metode: Metode penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan Two Group pretest dan postest, Populasi penelitian ibu post partum hari ke 4 diambil sebanyak 32 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrument menggunakan lembar observasi, gelas ukur kemudian data di analisis dengan uji independent t test. Hasil: Teknik marmet lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat effleurage dimana pijat effleurage rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 37,50 cc sedangkan pada kelompok teknik marmet terdapat peningkatan produksi ASI sebesar 50,87 cc sehingga terdapat selisih peningkatan produksi ASI sebanyak 13,37 cc. Simpulan: Teknik marmet lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat effleurage karena Teknik marmet merupakan kombinasi cara memerah ASI dan memijat payudara sehingga refleks pengeluaran ASI dapat optimal. Keberhasilan dari teknik marmet ini adalah merupakan kombinasi dari metode pijat dan pengeluaran ASI.
Pengaruh Pijat Endorphin dan Musik Klasik terhadap Intensitas Nyeri Kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Suliliran Baru Yuliana, Fitri; Wulandari, Leni; Rahmawati, Dwi; Istiqamah , Istiqamah
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 5 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i5.723

Abstract

Jumlah persalinan di Kabupaten Paser tahun 2022 sebanyak 6.019 persalinan dengan jumlah kasus persalinan lama sebanyak 320 persalinan. Jumlah persalinan di Puskesmas Sulilliran Baru tahun 2022 periode Januari-Desember sebanyak 318 persalinan dengan jumlah persalinan lama sebanyak 18 persalinan. Berdasarkan data lapangan yang ditemui peneliti, pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2023 terdapat 4 orang ibu yang meminta persalinan SC walaupun tanpa indikasi SC dengan alasan tidak tahan dengan nyeri yang dirasakan dan meminta SC. Mengetahui pengaruh pijat endorphin dan musik klasik terhadap intensitas nyeri kala I di Wilayah Kerja Puskesmas Suliliran Baru. Metode penelitian pra eksperiment dengan pendekatan One Group pretest dan postest, Populasi penelitian adalah ibu bersalin kala I fase aktif Januari-Februari sebanyak 36 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 17 orang. Instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale dan SOP pijat endorphin dan music klasik. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dengan mean, standar deviasi, minimal dan maksimal, analisa bivariate dengan uji paired t test. Nyeri persalinan sebelum intervensi adalah 7.24. Nyeri persalinan sesudah intervensi adalah 4.06. Pijat endorphin dan musik klasik efektif terhadap penurunan nyeri persalinan pada ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Suliliran Baru dengan nilai p value 0,000. Pijat endorphin dan music klasik efektif terhadap penurunan nyeri persalinan pada ibu bersalin karena perpaduan keduanya memberi efek menenangkan sehingga menimbulkan penurunan skala nyeri pada ibu bersalin.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA DARING TERHADAP KEBERHASILAN KONSELING PADA IBU MENYUSUI DI MASA PANDEMI COVID-19 Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.881

Abstract

Latar Belakang: Hasil Riskesdas 2018 mengatakan pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% dibawah target Renstra Kemenkes tahun 2018 yaitu 40%. Konseling menyusui merupakan intervensi yang efektif kepada masyarakat untuk meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif dan menyusui. Konseling menyusui dengan menggunakan media daring dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti komunikasi secara tatap muka selama masa pandemi Covid-19.Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas penggunaan media daring terhadap keberhasilan konseling pada ibu menyusui di masa pandemi Covid-19.Metode: Penelitian menggunakan analitik kuantitatif dan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah ibu menyusui yang melakukan konseling berjumlah 94 orang dan sampel berjumlah 30 orang pada masing-masing kelompok berdasarkan kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney dan nilai efektivitas dengan Uji Regresi Sederhana.Hasil: Dari hasil uji Mann Withney diperoleh nilai p- value 0,010 0,05 dengan kesimpulan terdapat perbedaan pada median keberhasilan konseling pada kelompok kasus (media online) dengan kelompok kontrol (media offline). Berdasarkan uji regresi koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,577, artinya pengaruh media online terhadap keberhasilan konseling sebesar 57,7%, sedangkan 42,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Simpulan: Penggunaan media daring cukup efektif digunakan terhadap keberhasilan konseling pada ibu menyusui di masa pandemi covid-19. Komunikasi elektronik berpotensi memberikan kesempatan tambahan bagi konselor untuk menginformasikan, meyakinkan, mendorong dan mendukung ibu menyusui terutama pada proses konselingBackground: The results of the 2018 Riskesdas stated that breastfeeding for infants aged 0-5 months in Indonesia was 37.3% below the 2018 Ministry of Health Strategic Plan target of 40%. Breastfeeding counseling is an effective intervention for the community to increase the rate of exclusive breastfeeding and breastfeeding. Breastfeeding counseling using online media can be used as an alternative to face-to-face communication during the Covid-19 pandemic.Objective: To identify the effectiveness of using online media on the success of counseling for breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic.Methods: This study used quantitative analytic and case control design with a retrospective approach. The population was 94 breastfeeding mothers who conducted counseling and a sample of 30 people in each group based on inclusion criteria with probability sampling techniques. The data were analyzed using the Mann Whitney test and the effectiveness value with the Simple Regression Test.Results: From the results of the Mann Withney test, it was obtained a p-value of 0.010 0.05, with the conclusion that there was a difference in the median of successful counseling in the case group (online media) and the control group (offline media). Based on the regression test the coefficient of determination (R Square) is 0.577, meaning that the effect of online media on the success of counseling is 57.7%, while 42.3% is influenced by other factors.Conclusion: The use of online media is quite effective in the success of counseling for breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic. Electronic communication has the potential to provide additional opportunities for counselors to inform, convince, encourage and support breastfeeding mothers, especially in the counseling process.
EFEKTIVITAS PENERAPAN SENAM NIFAS DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS DI PMB ROSITA KOTA PEKANBARU Yuliana, Fitri; Febrianti, Riza; Israyati, Nur; Ristica, Octa Dwienda; Marlina, Hastuti
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas menjadi fase kritis bagi ibu pascamelahirkan, dengan data nasional menunjukkan sekitar 60% kematian ibu terjadi pada periode ini. Di Provinsi Riau, tercatat 42% kematian ibu terjadi pada masa nifas. Salah satu faktor risiko utama adalah kegagalan involusi uterus yang dapat memicu perdarahan. Senam nifas menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mempercepat proses involusi uterus, khususnya bila disertai media edukatif seperti video. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam nifas berbasis video terhadap involusi uterus pada ibu nifas di PMB Rosita Kota Pekanbaru tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pre-test control group. Sebanyak 24 responden dibagi secara merata menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi melakukan senam nifas dengan panduan video selama tujuh hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) dilakukan setiap hari sejak hari pertama hingga ketujuh. Hasil menunjukkan rata-rata TFU akhir pada kelompok intervensi sebesar 4,42 cm, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 6,17 cm, dengan rata-rata penurunan TFU sebesar 1,75 cm dan nilai p = 0,000. Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulannya, senam nifas menggunakan media video terbukti lebih efektif dalam mempercepat penurunan tinggi fundus uteri. Media video dapat menjadi sarana edukasi yang potensial dalam perawatan ibu pada masa nifas.
Reduplikasi Pada Animasi Tekotok: Serumah Dengan Mertua Yuliana, Fitri
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 4 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Oktober
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v2i4.260

Abstract

Kajian morfologi berfokus pada struktur internal kata dan proses pembentukannya, termasuk reduplikasi sebagai salah satu proses morfemis yang produktif dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi reduplikasi yang muncul dalam animasi Tekotok, sebuah konten hiburan digital yang dikenal memiliki dialog sederhana, repetitif, dan mudah diakses oleh berbagai kelompok usia. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat terhadap tuturan-tuturan yang mengandung bentuk ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi dalam animasi Tekotok tidak hanya berupa pengulangan seluruh bentuk dasar (dwilingga), tetapi juga mencakup reduplikasi sebagian, reduplikasi dengan afiks, serta reduplikasi bermakna intensitas atau frekuensi. Penggunaan reduplikasi dalam animasi tersebut berfungsi untuk mempertegas makna, menciptakan efek ekspresif, dan memperjelas konteks tindakan yang ditampilkan secara visual maupun verbal. Temuan ini menegaskan bahwa reduplikasi memiliki peran penting dalam membangun gaya bahasa yang ringan dan komunikatif, sekaligus memperlihatkan bagaimana fenomena morfologis muncul secara natural dalam media hiburan digital. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian morfologi terapan dan memberikan rujukan bagi penelitian serupa pada media audiovisual lainnya. 
Efficacy of the ABCDE health education poster in improving HIV prevention knowledge among coal mine workers Farlen, Marlika; Yunita, Laurensia; Yuliana, Fitri; Iswandari, Novita Dewi; Widodo, Hariadi
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.94

Abstract

Background: Coal mine workers are a highly vulnerable population to HIV transmission due to their unique working conditions, including remote locations and prolonged separation from family, which often lead to high-risk behaviors. Preliminary assessment among workers at PT. X in Barito Utara indicated a significant gap in HIV prevention knowledge. Objective: This study aimed to analyze the efficacy of the ABCDE health education poster in improving HIV prevention knowledge among male coal mine workers. Method: A pre-experimental, one-group pretest-posttest design was utilized. A sample of 30 male workers was recruited using accidental sampling. Data on HIV prevention knowledge were collected via a validated online questionnaire before (pretest) and immediately after (posttest) exposure to the ABCDE poster intervention. The Wilcoxon Signed Rank Test was employed to analyze the difference between pre- and post-intervention scores. Results: The percentages knowledge significantly increased from pretest (72%) to posttest (86%) after the intervention, with the Wilcoxon test yielding a statistically significant result (p <0.001). The highest improvement was observed in younger and more educated workers. Conclusion: The IDI's ABCDE health education poster is an effective, low-cost, and efficient visual tool for rapidly increasing HIV prevention knowledge among coal mine workers. These findings support the integration of targeted visual media into Occupational Health and Safety (OHS) programs to address knowledge gaps in remote industrial settings.    
Co-Authors Abid, Syaiful Achmad Jaelani Adriana Palimbo, Adriana Ahmad Hidayat Andika, Arif Apwanidya, Dhea Aryani, Norsarida Asih, Iin Aisya Aulia Rahmah Bayu Hari Mukti Ciky, Melsandra Dede Mahdiyah, Dede Dewi Iswandari, Novita DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Endang Sri Wulandari Farlen, Marlika Fathimah, Fathimah Febrianti, Riza Fitriyani, Ida Hairiana Kusvitasari, Hairiana Hanovani, Hanovani Hariadi Widodo, Hariadi Herdiantri Sufriyana, Herdiantri Ilhamiyah Indah Octaviani Indahtul Mufidah Israyati, Nur Istiqamah , Istiqamah Ivana Kabuhung, Elvine Ja’ranah, Sayyidah Kurniawati, Darini Lathifah, Nur Laurensia Yunita, Laurensia Leluni, Adelia Lestari, Yayuk Puji LIA AGUSTINI Lisda Handayani, Lisda Luthfiya, Lulu' Marfu'ah, Hanan Marlina, Hastuti Megawati - Meldawati Meldawati Meldawati Neni Widaningsih Nisai, Nur Nita Hestiyana, Nita Norhidayah Norhidayah Novalia Widya Ningrum, Novalia Widya Novita Dewi Iswandari Nur Lathifah Nursanti, Lili NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Octaviani, Via Pibriyanti, Kartika Pituwat, Cesilia Isana Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Hernisa Trisna Putri, Marcelina Rahayu, Try Rahmah, Elfa Olivia Raihana, Raihana Rakhmadina, Nadya Eka Raudhatul Jannah Razmi Razmi Rina Saputri Ristica, Octa Dwienda Romadhoni, Zhazha Pratiwi Rukama, Siti Salsabila, Tasya Salsa Salwa Zafirah, Amanda Sari, Aprilyani Puspita Sari, Dina Aulia Sari, Intan Rahma Sesung, Rusdianto Sismeri Dona Siti Mahani Siti Noor Hasanah Sri Wahyuni Subhi Hartanto, Ahmad Ridho Susanti Suhartati, Susanti Syafi'i, Taufiq Tania, Maria Amelinda TM, M. Fajriannor Tuti Alawiyah Ummi Kulsum Viviana, Viviana Wahdah, Rabia Wahyu Ningsih, Nurul Indah Wariyam, Wariyam Widiya Ningrum, Novalia Wulandari, Leni Zulliati Zulliati, Zulliati