Claim Missing Document
Check
Articles

Assosiation of maternal factors on stunting incidence in toddlers at Cempaka Inpatient Health Center, Banjarbaru Octaviani, Indah; Palimbo, Adriana; Suhartati, Susanti; Yuliana, Fitri; Jannah, Raudhatul
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 2: August 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i2.69

Abstract

Background: Stunting is a serious public health issue that affects children's physical and cognitive development, leading to long-term economic consequences. Despite various interventions, stunting prevalence remains high in Indonesia, particularly in areas with limited access to nutrition and healthcare. Maternal factors, including maternal age, nutritional status during pregnancy, and maternal height, are believed to play a crucial role in stunting incidence among children. Objective: This study aims to analyze the relationship between maternal age during pregnancy, nutritional status based on mid-upper arm circumference (MUAC), and maternal height with stunting incidence in toddlers in the working area of Cempaka Inpatient Health Center, Banjarbaru. Method: A case-control study design was employed, involving 212 mothers with toddlers, divided into 106 cases (stunted toddlers) and 106 controls (normal toddlers). Data were collected through structured interviews and anthropometric measurements. The relationship between maternal factors and stunting incidence was analyzed using the Chi-Square test and Odds Ratio (OR) calculations, with a significance level of p<0.05. Results: The findings revealed a significant association between maternal age and stunting incidence, where mothers of high-risk age (<20 years or >35 years) had 2.950 times higher odds of having stunted children (p=0.003). Maternal nutritional status, measured by MUAC <23.5 cm, was also significantly associated with stunting (OR=2.865; p=0.002). Additionally, maternal height <150 cm increased the risk of stunting by 3.143 times compared to mothers with a height ≥150 cm (p=0.001). Conclusion: Maternal factors, including age, nutritional status during pregnancy, and height, significantly contribute to stunting incidence. Strengthening maternal health interventions focusing on adequate nutrition and optimal pregnancy planning is crucial to preventing stunting from an early stage.
Upaya Peningkatan Perbaikan Gizi Dan Kondisi Kesehatan Anak Stunting Di Desa Bawahan Selan Kecamatan Mataraman Kulsum, Ummi; Yuliana, Fitri; Meldawati
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.792

Abstract

Pendahuluan: Penyebab utama stunting pada anak ialah terjadinya kekurangan asupan gizi pada anak yang terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran seorang ibu juga dapat memicu timbulnya kejadian stunting sehingga asupan gizi pada pola makan sangatlah penting. Stunting menjadi suatu masalah karena berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadinya suatu penyakit bahkan hingga kematian, perkembangan otak terganggu sehingga perkembangan motoric menjadi terlambat serta terhambatnya pertumbuhan mental anak. Tujuan: Mengetahui upaya peningkatan kondisi kesehatan dalam mengatasi perbaikan gizi anak stunting di Desa Bawahan Selan Kecamatan Mataraman. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan studi kasus (case study). Hasil: Terlihat gambaran kinerja pemerintahan dalam penanggulangan angka stunting di desa bawahan selan sudah maksimal, terlihat gambaran pola makan anak stunting terjadi perubahan dari sebelum dan sesudah mendapatkan upaya penanganan dengan adanya berbagai program penanggulangan stunting, diantaranya berasal dari pemerintah pusat bernama PDK, dari Dana desa dengan programnya pemberian makanan tambahan di posyandu, dan dari dana CSR yang bisa menyebutkan angka pada kisaran 15 % dari dana CSR yang ada. Simpulan: Hasil penelitian ini dapat melihat gambaran kinerja pemerintahan dalam penanggulangan angka Stunting di Desa Bawahan Selan.
Edukasi dan Plathian Pijat Tui Na, PMT Nugget Ayam Untuk Pencegahan Stunting dan Penyakit Degenerative di Masyarakat [Education and Training on Tui Na Massage, Chicken Nugget PMT to Prevent Stunting and Degenerative Diseases in the Community] Kurniawati, Darini; Yuliana, Fitri; Raihana, Raihana; Viviana, Viviana; Octaviani, Via; Ciky, Melsandra; Leluni, Adelia; Pituwat, Cesilia Isana
Indonesia Berdaya Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251230

Abstract

Abstrak. Stunting adalah masalah gizi kronis karena kurangnya asupan gizi Dallam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan  pertumbuhan anak terganggu dan menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Tujuan dan fokus kegiatan ini adalah untuk : Meningkatkan pengetahuan kader tentang penyakit dan stunting, Meningkatkan keterampilan kader dalam  pengukuran antoprometri untuk deteksi stunting, Memberikan pelatihan dalam pembuatan PMT yang disukai anak dalam memenuhi nutrisi balita, Mengenalkan Pijat Tui Na dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader untuk edukasi kepada orang tua balita di posyandu untuk meningkatkan nafsu makan balita. Terdapat peningkatan pengetahuan kader sebesar 80% dan keterampilan kader dalam pelayanan terintegrasi Posyandu balita, remaja, lansia dan ibu hamil. Kader mengenal pijat Tui Na dan manfatnya serta mengenal PMT Nugget ayam yang disukai dari anak-anak sampai dewasa. Abstract. Stunting is a chronic nutritional problem caused by a long-term lack of nutritional intake, resulting in impaired child growth and becoming one of the causes of stunted height in children, making them shorter than their peers. The objectives and focus of this activity are: To enhance the knowledge of health workers about diseases and stunting, To improve the skills of health workers in anthropometric measurements for stunting detection, To provide training in the preparation of child-friendly PMT to meet the nutritional needs of infants, To introduce Tui Na massage and enhance the knowledge and skills of health workers in educating parents of infants at the Posyandu to improve the infants' appetite. There was an 80% increase in cadres' knowledge and skills in integrated Posyandu services for infants, adolescents, the elderly, and pregnant women. Cadres learned about Tui Na massage and its benefits, as well as the chicken nugget PMT that is popular among children and adults.
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Sungai Tandipah untuk Mencegah dan Mengendalikan Stunting [Empowering Posyandu Cadres in Sungai Tandipah Village to Prevent and Control Stunting] Kurniawati, Darini; Yuliana, Fitri; Aryani, Norsarida; Putri, Marcelina; Tania, Maria Amelinda; Subhi Hartanto, Ahmad Ridho; Salsabila, Tasya Salsa; Sari, Intan Rahma
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251289

Abstract

Abstract. Sungai Tandipah Village experienced a spike in stunting sufferers from stunting screening activities held at the Banjar Regency level. From the Sungai Tabuk 3 Health Center area, Sungai Tandipah Village had the highest stunting rate. There was a 30% stunting incidence rate. Therefore, efforts were made to prevent and control this stunting. The objectives and focus of this activity were to: Increase the knowledge and skills of Posyandu cadres about herbal nutraceutical products, Tui Na massage and correct anthropometric measurements for stunting detection, Provide training in making herbal nutraceutical products of celery leaves with carrots along with chicken protein that children like in meeting toddler nutrition, Train cadres in Tui Na Massage practices and increase the knowledge and skills of cadres for education to parents of toddlers at Posyandu to increase toddler appetite and improve toddler sleep effectiveness. There was a 100% increase in cadre knowledge and skills for Tui Na massage and 57% for cadre knowledge and skills for herbal nutraceutical products and anthropometry. Posyandu cadres know and can practice Tui Na massage for toddlers and make herbal nutraceutical preparations that are liked by toddlers, children and adults. Abstrak. Desa Sungai Tandipah mengalami lonjakan angka penderita stunting dari kegiatan skrining stunting yang diadakan Tingkat kabupaten Banjar. Dari wilayah Puskesmas Sungai Tabuk 3, desa Sungai Tandipah paling tinggi angka stunting. Terdapat 30% angka kejadian stunting. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk mencegah dan mengendalikan stunting ini. Tujuan dan fokus kegiatan ini adalah untuk : Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan  kader posyandu tentang produk nutraseutikal herbal ,  pijat Tui Na dan pengukuran antoprometri yang benar  untuk deteksi stunting, Memberikan pelatihan dalam pembuatan produk nutraseutikal herbal daun seledri dengan wortel bersama protein ayam  yang disukai anak dalam memenuhi nutrisi balita, Melatih kader praktek Pijat Tui Na dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader untuk edukasi kepada orang tua balita di posyandu untuk meningkatkan nafsu makan balita dan meningkatkan efektifitas tidur balita. Terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader sebesar 100% untuk pijat Tui Na dan 57% untuk pengetahuan dan keterampilan kader untuk produk nutraseutikal herbal dan antopometri. Kader posyandu mengenal dan bisa mempraktekkan pijat Tui Na untuk balita dan membuat sediaan nutraseutikal herbal tapi disukai baik balita , anak maupun orang dewasa.
The Representation of Education News on the Ministry of Education and Culture Website Yuliana, Fitri; Widodo, Pratomo; Sudartinah, Titik; Setyoningrum, Vita Diah
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 10 No. 2 (2025): October (in Press)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v10i2.1669

Abstract

Every reader can get a distinctive representation from a news article. This representation can also shape readers' attitudes regarding the news that they read. This is caused by the words used in the news. The objectives of this research were to obtain a representation of the meaning of news on the Ministry of Education and Culture website and to determine the impact of that representation. The research design used in this re Background: Education is a crucial element that can drive transformative changes across various aspects of life. The motivation to enhance educational standards within society may be influenced by a range of factors, both direct and indirect, including exposure to reading materials. Analyzing the linguistic features through corpus analysis can reveal the frame of a language. The objectives of this research were to obtain a representation of the meaning of news on the Ministry of Education and Culture website and to determine the impact of that representation. Methodology: The research design used in this research was a qualitative method. The data for this research were obtained from the official Kemendikbudristekportal and examined using the AntConc application. Findings: This research discovered that one of the representations of education news contained in the official website of the Ministry of Education and Culture is that they are working to convince Indonesians to help advance education in Indonesia and to make people more aware of the importance of education. Conclusion: As a result, educational news has an advantageous impact. Originality: This research focuses on studying educational news and its impact on representation.  
Application Of Feeding Rules And Tui Na Massage To Overcome Eating Difficulties In Toddlers Yuliana, Fitri; Rahmah, Elfa Olivia; Darsono, Putri Vidiasari; Kusvitasari, Hairiana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i8.20950

Abstract

Background: Decreased appetite or difficulty eating in toddlers can have an impact on the growth and development stages because during this period nutrition is very much needed for daily activities. Symptoms of difficulty eating can occur in around 60.3% of toddlers aged 2-3 years so that to overcome this problem, structured eating rules are needed so that parents have guidance in feeding their children, in addition toddlers also need to get touch in the form of massage to facilitate digestion and blood circulation so that appetite increases and nutrient absorption in the body becomes more optimal.Objective: Analyzing the application of feeding rules and tui na massage to eating difficulties in toddlers aged 2-3 years.Methods: This type of research is Pre-experimental with a one group pretest posttest design, the target of this research is 15 toddlers who have difficulty eating, the instruments used are questionnaires and checklists, then the data is analyzed using the Wilcoxon test.Signed Rank Test.Results: The nutritional status of toddlers who experience eating difficulties is on average in the normal category (80%), the application of feeding rules and tui na massage has a significant effect on reducing eating difficulties in toddlers with test resultsWilcoxon Signed Rank Testobtained a Sig. value (2-tailed) of 0.001 which is smaller than 0.05, after being given treatment, eating difficulties in toddlers decreased by 80%.Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that the combination of optimal application of feeding rules by parents and tui na massage can be used as an alternative solution in overcoming eating difficulties in toddlers, because toddlers' meal schedules become more structured, helping to train proper eating regulation and helping toddlers become more relaxed and sleep better. Keywords: Difficulty Eating, Feeding Rules, Tui Na Massage  ABSTRAK : PENERAPAN FEEDING RULES DAN PIJAT TUI NA UNTUK MENGATASI KESULITAN MAKAN PADA BALITA Latar Belakang: Penurunan nafsu makan atau kesulitan makan pada balita dapat berdampak pada tahapan tumbuh kembang karena pada periode tersebut nutrisi sangat diperlukan untuk aktivitas sehari-hari. Gejala kesulitan makan dapat terjadi sekitar 60,3% pada balita usia 2 – 3 tahun sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu aturan makan terstruktur agar orangtua memiliki panduan dalam memberikan makan pada anak, selain itu balita juga perlu mendapatkan sentuhan dalam bentuk pijat agar memperlancar pencernaan dan peredaran darah agar nafsu makan meningkat dan serapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih optimal.Tujuan: Menganalisis penerapan feeding rules dan pijat tui na terhadap kesulitan makan pada balita usia 2-3 tahun.Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre-experimental dengan rancangan one group pretest posttest, sasaran penelitian ini yaitu balita yang mengalami kesulitan makan sebanyak 15 orang, instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan daftar tilik, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Status gizi balita yang mengalami kesulitan makan rata-rata dalam kategori normal (80%), penerapan feeding rules dan pijat tui na berpengaruh signifikan terhadap penurunan kesulitan makan pada balita dengan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05, setelah diberikan perlakuan kesulitan makan pada balita mengalami penurunan sebesar 80%.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi penerapan feeding rules oleh orangtua secara optimal dan pijat tui na dapat dijadikan sebagai alternatif solusi dalam mengatasi kesulitan makan pada balita, karena jadwal makan balita menjadi lebih terstruktur, membantu melatih regulasi makan yang tepat dan membantu balita menjadi lebih rileks, serta tidur lebih nyenyak. Kata Kunci: Feeding Rules, Kesulitan Makan, Pijat Tui Na 
Hubungan ASI Eksklusif, Status Imunisasi dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Sungai Andai Apwanidya, Dhea; Dwi Salmarini, Desilestia; Ivana Kabuhung, Elvine; Yuliana, Fitri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.523

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang pernapasan atas maupun bawah. Puskesmas Sungai Andai mencatat 51% kasus ISPA dari 2.288 balita sakit pada bulan Januari-Oktober 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ASI Eksklusif, Status Imunisasi dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas Sungai Andai. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah balita usia 12-59 bulan yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sungai Andai pada bulan Februari yang berjumlah 101 balita. Pengambilan sampel digunakan Teknik Purposive Sampling dengan jumlah 81 sampel. Peneliti menggunakan data primer berupa kuisioner dan checklist serta data sekunder berupa rekam medik. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 17 (20,9%) dari 81 balita yang mengalami ISPA dan hasil analisis uji Chi-Square menunjukan bahwa riwayat ASI Eksklusif (p=0,038), Status Imunisasi (p=0,003) dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga (p=0,003) memiliki hubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara ASI Eksklusif, Status Imunisasi dan Kebiasaan Merokok Anggota Keluarga dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Status Imunisasi, Kebiasaan Merokok, ISPA
Role Of Youth Information Centers And Counseling In Minimizing Premature Wedding Events Putri, Hernisa Trisna; Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede; TM, M. Fajriannor
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14346

Abstract

Latar Belakang: Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) adalah suatu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memebrikan pelayanan informasi dan konseling kepada remaja salah satunya upaya pendewasaan usia perwakinan untuk meminimalkan kejadian dari pernikahan usia dini. Kejadian pernikahan usia 15-19 tahun pada tahun 2018 Barito Kuala menduduki peringkat tertinggi sedangkan pada tahun 2022 barito Kuala menduduki peringkat ke 12.Tujuan: Mengetahui peranan Pusat Informasi Konseling remaja (PIK R) dalam meminimalkan kejadian pernikahan usia dini di Barito Kuala.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian sebanyak lima orang informan utama dan empat orang informan triangulasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan analisis isi.Hasil: Pernikahan usia dini yang terjadi di Barito Kuala masih sering terjadi dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu pengetahuan, pergaulan, orang tua dan kebiasaan turun-temurun. Peran dari PIK R sendiri sudah cukup baik, namun SDM untuk PIK masih kurang, sehingga pelayanan yang diberikan masih sangat terbatas.Simpulan: Pusat Informasi Konseling Remaja di Barito Kuala berperan dalam meminimalkan kejadian pernikahan di usia dini.Saran: Diharapkan untuk meningkatkan promosi PIK R di kalangan remaja, agar peranan dari PIK R sendiri bisa terjalankan dengan baik Kata Kunci: pernikahan usia dini, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R), remaja ABSTRACT Background: The youth counseling information center (PIK R) is a vessel developed in genre, run of, by, and for youth to provide information services and counseling to youth, one of which is an  effort to increase the age of the delegation to minimize incidents of premature marriage. The incidence of a 15-19 - year - old wedding in 2018 named Barito Kuala finished its high rating by 2022; Barito Kuala received its 12th.Objective: Knowing the role of the youth counseling information center (PIK R) in minimizing youth wedding events in Barito Kuala.Methods: Qualitative descriptive methods, Informant in research as many as five key informant and four persons informant triangulation. Data collection USES in-depth interviews with content analysis.Results: Early marriage that takes place in barito Kuala Lumpur is not uncommon with some factors affecting his knowledge, associations, parents, and past customs. Whereas the role of the PIK R itself was good enough, however, because human resources for PIK R were so small that service was still so limited.Conclusion: The role of the youth counseling information center in Barito Kuala plays in minimizing premature marriage events.Suggestion: It is hoped to enhance the PIK R promotion among teenagers, so that the role of PIK R properly carried out. Keywords: youth,  Youth Counseling Information Center (PIK R), Youth marriage, 
Faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin ibu hamil: studi kasus kontrol di Puskesmas Pitu Kabupaten Ngawi Pibriyanti, Kartika; Marfu'ah, Hanan; Luthfiya, Lulu'; Fathimah, Fathimah; Mufidah, Indahtul; Rahayu, Try; Romadhoni, Zhazha Pratiwi; Yuliana, Fitri
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 21, No 4 (2025): April
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.93231

Abstract

Factors related to hemoglobin levels among pregnant women: case control study at the Pitu District Health Center, Ngawi RegencyBackground: Hemoglobin is an indicator of iron availability in the body, and its levels can be affected by iron deficiency. A decrease in hemoglobin levels can lead to anemia, which increases the risk of maternal mortality during childbirth.Objective: This study aimed to analyze factors related to hemoglobin levels, such as nutritional status and Eating patterns, among pregnant women at the Pitu District Health Center, Ngawi Regency.Methods: A case-control study involving 76 pregnant mothers (18-42 years old) from the Pitu Community Health Center area in Ngawi Regency was conducted using purposive sampling. The study needed 38 people per group. This study uses a 1:1 comparison of cases and controls. The modified semi-quantitative food frequency questionnaire was used to collect data on pregnant women’s dietary patterns. Anthropometric data measured MUAC (Upper Arm Circumference) using standard measurements. The obtained data were analyzed by using the Chi-Square test.Results: The similarities in both the case and control groups are that the majority of mothers are of non-risk age for childbirth, have low socioeconomic status, are housewives, and have inadequate iron intake. However, in the case group, inadequate vitamin C intake was also found. There is a significant relationship between nutritional status (p=0.049; OR=0.255) and feeding frequency (p=0.001; OR=5.385) with hemoglobin levels. Type and amount of feedings had no relationship with hemoglobin levels (p=0.818: OR=0.810).Conclusions:  The study reveals an inverse relationship between nutritional status and feeding frequency and hemoglobin levels, but not for the type and amount of feedings among pregnant women at the Pitu District Health Center, Ngawi Regency.
Efektivitas Pijat Effleurage Dan Teknik Marmet Terhadap Produksi Asi Ibu Postpartum Di Wilayah Kerja Puskesmas Nursanti, Lili; Yuliana, Fitri; Dewi Iswandari, Novita; Widiya Ningrum, Novalia
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i3.639

Abstract

Latar Belakang: ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi karena komposisinya sesuai untuk setiap tumbuh kembang bayi, tetapi saat ini pemberian ASI masih rendah karena produksi ASI yang kurang, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan produksi ASI melalui pijat effleurage dan teknik marmet. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Paser Tahun 2022, cakupan ASI Eksklusif Puskesmas Suliliran Baru mengalami penurunan sebesar 24,2% dan termasuk paling rendah nomor 5 diantara 19 Puskesmas yang ada di Kabupaten Paser.Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat effleurage dan teknik marmet terhadap produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Suliliran Baru. Metode: Metode penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan Two Group pretest dan postest, Populasi penelitian ibu post partum hari ke 4 diambil sebanyak 32 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrument menggunakan lembar observasi, gelas ukur kemudian data di analisis dengan uji independent t test. Hasil: Teknik marmet lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat effleurage dimana pijat effleurage rata-rata peningkatan produksi ASI sebesar 37,50 cc sedangkan pada kelompok teknik marmet terdapat peningkatan produksi ASI sebesar 50,87 cc sehingga terdapat selisih peningkatan produksi ASI sebanyak 13,37 cc. Simpulan: Teknik marmet lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat effleurage karena Teknik marmet merupakan kombinasi cara memerah ASI dan memijat payudara sehingga refleks pengeluaran ASI dapat optimal. Keberhasilan dari teknik marmet ini adalah merupakan kombinasi dari metode pijat dan pengeluaran ASI.
Co-Authors Abid, Syaiful Achmad Jaelani Adriana Palimbo, Adriana Ahmad Hidayat Ali Rakhman Hakim Andika, Arif Apwanidya, Dhea Ariani, Malisa Aryani, Norsarida Aryuni, Hestika Asih, Iin Aisya Aulia Rahmah Bayu Hari Mukti Ciky, Melsandra Dede Mahdiyah, Dede Dewi Iswandari, Novita DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Endang Sri Wulandari Fadhiyah Noor Anisa Fathimah, Fathimah Febrianti, Riza Fitriyani, Ida Giopani, Dea Lailani Hairiana Kusvitasari, Hairiana Hanovani, Hanovani Herdiantri Sufriyana, Herdiantri ilhamiyah, Ilhamiyah Indah Octaviani Indahtul Mufidah Israyati, Nur Istiqamah , Istiqamah Ivana Kabuhung, Elvine Ja’ranah, Sayyidah Kurniawati, Darini Lathifah, Nur Leluni, Adelia Lestari, Yayuk Puji LIA AGUSTINI Lisda Handayani, Lisda Luthfiya, Lulu' Marfu'ah, Hanan Margana Margana Marlina, Hastuti Megawati - Meldawati Meldawati Meldawati Natal, Ari Nisai, Nur Nita Hestiyana, Nita Norhidayah Norhidayah Novalia Widya Ningrum, Novalia Widya Novita Dewi Iswandari Nur Lathifah Nursanti, Lili NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Octaviani, Via Pibriyanti, Kartika Pituwat, Cesilia Isana Pratomo Widodo Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Hernisa Trisna Putri, Marcelina Rahayu, Irma Putri Rahayu, Try Rahmah, Elfa Olivia Rahmah, Lailatul Raihana, Raihana Rakhmadina, Nadya Eka Raudhatul Jannah Razmi Razmi Rina Saputri Ristica, Octa Dwienda Romadhoni, Zhazha Pratiwi Rukama, Siti Salsabila, Tasya Salsa Sari, Aprilyani Puspita Sari, Dina Aulia Sari, Intan Rahma Sesung, Rusdianto Setyoningrum, Vita Diah Sismeri Dona Siti Mahani Siti Noor Hasanah Sri Wahyuni Subhi Hartanto, Ahmad Ridho Sulis Triyono Susanti Suhartati, Susanti Susilawati, Susilawati Syafi'i, Taufiq Tania, Maria Amelinda Titik Sudartinah TM, M. Fajriannor Tuti Alawiyah Ummi Kulsum Viviana, Viviana Wahdah, Rabia Wahyu Ningsih, Nurul Indah Wariyam, Wariyam Wening Sahayu Widaningsih, Neni Widiya Ningrum, Novalia Wulandari, Leni Zulliati Zulliati, Zulliati