Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Sumber Informasi Dan Sikap Ibu Terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Kupang Kuala Kapuas: Relationship Between Sources of Information and Mother's Attitude Towards The Completeness of Basic Immunization for Toddlers in The Working Area of The Pulau Kupang Kuala Kapuas Health Center Hidayah, Nurul; Desilestia Dwi Salmarini; Sarkiah; Nita Hestiyana
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v6i2.2770

Abstract

Immunization is an effort to actively reduce the number of morbidity, mortality and disability due to Immunization Preventable Diseases (PD3I). The role of parents, especially a mother in the immunization program is very important. Therefore, sources of information and attitudes influence the awareness of mothers to bring their toddlers for immunization. To find out the relationship between information sources and mothers' attitudes towards the completeness of basic immunization for toddlers in the working area of the Pulau Kupang health center. Quantitative research using a cross sectional approach. The research population was toddlers aged 12-24 months using purposive sampling technique. The measuring tool used is a questionnaire whose results are analyzed using the fisher exact test. Respondents with sufficient sources of information and complete immunization were 16 under five, the results of the fisher exact test showed a p value of 0.019. Meanwhile, respondents with a positive attitude who carried out complete immunization were 24 toddlers and 2 toddlers incomplete. fisher exact test results show a p value of 0.010. Sources of information and mother's attitude have an influence on the completeness of basic immunization for toddlers in the work area of Pulau Kupang Kuala Kapuas Public Health Center ABSTRAK Imunisasi adalah upaya untuk menekan jumlah kesakitan, kematian dan kecacatan secara aktif akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Peran orangtua terutama seorang ibu pada program imunisasi sangatlah penting. Oleh karena itu, sumber informasi dan sikap berpengaruh terhadap kesadaran ibu untuk membawa balitanya melakukan imunisasi. Mengetahui hubungan sumber informasi dan sikap ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulau Kupang. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian balita usia 12 - 24 bulan dengan teknik Purposive Sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kueisoner yang hasilnya dianalisis menggunakan uji Fisher Exact. Responden dengan sumber informasi cukup dan imunisasi lengkap sebanyak 16 balita. Hasil uji fisher exact menunjukkan nilai p value sebesar 0,019. Sedangkan responden dengan sikap positif yang melakukan imunisasi lengkap ada 24 balita dan tidak lengkap 2 balita. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan nilai p value sebesar 0,010. Sumber informasi dan sikap ibu memiliki pengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulau Kupang Kuala Kapuas.
Relationship between maternal knowledge and compliance with measles-rubella immunization Maryati; Salmarini, Desilestia Dwi; Darsono, Putri Vidiasari; Kusvitasari, Hairiana
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 1: February 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i1.48

Abstract

Background: Measles and Rubella  are significant health threats to children, which can be prevented through immunization. Despite the availability of the Measles-Rubella (MR) vaccine, its coverage remains insufficient. Lack of maternal knowledge is a major factor contributing to non-compliance with the vaccination schedule. Objective: This study aims to assess the relationship between maternal knowledge and compliance with MR immunization for children under two years old. Method: A quantitative study with a descriptive analysis was conducted, involving 34 mothers with children aged 24-36 months at Long Kali Community Health Center. The total sampling method was used, and data were collected through a validated Guttman-scale questionnaire. Chi-square tests were employed to analyze the relationship between maternal knowledge and immunization compliance. Result: The study found that a significant proportion of mothers had poor knowledge (55.9%) about MR immunization. Furthermore, 70.6% of mothers were non-compliant with the MR immunization schedule. A significant association was identified between maternal knowledge and immunization compliance (p < 0.05). Conclusion: Maternal knowledge significantly influences compliance with the MR immunization schedule. Efforts to increase awareness and understanding of MR immunization are crucial to improve vaccine uptake and protect children from preventable diseases.
Pengaruh Berat Badan Lahir Terhadap Kejadian Hiperbilirubinemia Di Ruang Neonatologi RSUD Pambalah Batung Amuntai Juniarti Hasni; Desilestia Dwi Salmarini; Yayuk Puji Lestari; Zulliati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.312

Abstract

Latar Belakang: Hiperbilirubin adalah kondisi medis di mana kadar bilirubin dalam darah meningkat secara berlebihan, menyebabkan jaundice pada bayi baru lahir. Gejala ini dapat terlihat pada sklera mata, kulit, membran mukosa, dan cairan tubuh. Hiperbilirubinemia terjadi ketika kadar bilirubin melebihi 15 mg/dl pada bayi prematur dan 10 mg/dl pada bayi cukup bulan. Dari hasil study pendahuluan yang dilakukan peneliti didapatkan angka presentasi kejadian Hiperbilirubinemia di ruang Neonatologi RSUD Pambalah Batung Amuntai meningkat pada 3 tahun terakhir sehingga penulis tertarik melakukan penelitian tentang hal tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian hiperbilirubinemia di ruang Neonatologi RSUD Pambalah Batung Amuntai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional dan desain korelasional. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, menghasilkan 31 sampel bayi. Data dikumpulkan dari data sekunder melalui rekam medis bayi dan dicatat dalam lembar ceklist penilaian ikterik. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-sided) pada uji Pearson Chi-Square adalah 0,003. Karena nilai Asymp. Sig. (2-sided) 0,003 < 0,005, maka terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian hiperbilirubinemia.
Hubungan Pekerjaan Ibu Dan Riwayat ASI Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Maimanah; Fadhiyah Noor Anisa; Laurensia Yunita; Desilestia Dwi Salmarini
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.331

Abstract

Latar Belakang: Angka stunting di kota Banjarmasin pada tahun 2022 didapatkan sekitar 2.460 balita stunting, ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya.Puskesmas Pekauman terdata memiliki balita terbanyak di Banjarmasin. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pekerjaan Ibu Dan Riwayat ASI Eksklusif Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain cross sectional. Jumlah sampel 30 orang tua balita. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunkan checklist dan pemeriksaan antropometri, serta dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebagian besar ibu balita adalah tidak bekerja yang berjumlah 19 ibu (63,33 %), dan balita yang ASI Eksklusif sebanyak 18 balita (60 %). Hasil uji chi-Square pada hubungan riwayat ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Pekauman diperoleh p-value 0,421 (≥0,005) yaitu Ha ditolak. Hasil uji chi-Square pada hubungan pekerjaan ibu terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Pekauman diperoleh p-value 0,000 (≥0,005) yaitu Ha diterima. Simpulan: Tidak adanya hubungan pekerjaan ibu dengan kejadian Stunting dan adanya hubungan riwayat ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di puskesmas Pekauman Banjarmasin.
Pengaruh Edukasi dengan Media Poster terhadap Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Azhar Isni Renuati; Hairiana Kusvitasari; Lisda Handayani; Desilestia Dwi Salmarini
Science Techno Health Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: BKKBN menyebutkan, dari 76,2% remaja putri yang memperoleh TTD di Indonesia yang rutin minum TTD hanya 0,9%. Prevalensi remaja putri di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022 yang rutin minum TTD sebesar 42,03%, sedangkan di Kabupaten Tanah Bumbu sebesar 89,3%. Prevalensi ini menurun pada tahun 2023 sebesar 12,44%. MA Darul Azhar merupakan salah satu sekolah di wilayah kerja Puskesmas Darul Azhar dengan capaian kepatuhan minum TTD terendah yaitu sebesar 9,18% atau 9 dari 98 remaja putri. Kepatuhan minum TTD tidak lepas dari adanya pendidikan atau edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai media. Salah satu media yang dapat digunakan yaitu poster.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media poster terhadap kepatuhan minum TTD pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Darul Azhar.Metode: Metode penelitian ini menggunakan pre-eksperimental: one group pretest-posttest without control group. Sampel pada penelitian ini diambil dari seluruh siswa kelas X dan XI dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel 56 remaja putri dan dianalisa dengan uji Wilcoxon. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner kepatuhan minum TTD.Hasil: Hasil pretest menunjukkan 92,9% responden tidak patuh dan 7,1% patuh. Sedangkan posttest 55,4% patuh dan 44,6% tidak patuh. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 < α 0,05.Simpulan: Edukasi dengan media poster memiliki pengaruh kepada kepatuhan remaja mengkonsumsi TTD di MA Darul Azhar
Analisis Faktor-Faktor Terjadinya Kasus Preeklamsi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja PKM Perawatan Satui: Analysis of Factors in the Occurrence of Preclamsi Cases in Pregnant Women in the Working Area of PKM Satui Fahriani, Fahriani; Salmarini, Desilestia Dwi; Hakim, Ali Rakhman; Lestari, Yayuk Puji
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9674

Abstract

Preeklamsi adalah gangguan spesifik hipertensi yang disebabkan oleh kehamilan pada usia kehamilan >20 minggu yang disertai gangguan sistem organ. Pada tahun 2022 kasus preeklamsi berada diurutan ketujuh dan menyumbangkan 3 kasus kematian ibu di Kabupaten Tanah Bumbu. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor terjadinya kasus preeklamsi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Satui. Metode survei analitik desain case control. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 122 orang. Sampel kasus ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu semua ibu hamil yang terdiagnosa preeklamsi sebanyak 61 orang, sedangkan sampel kontrol diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 61 orang. Pengumpulan data dengan cara melihat buku register dan rekam medik lalu dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis Spearman Rho dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Didapatkan hasil ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kasus preeklamsi dengan nilai sig. Spearman Rho=0,033, OR=2,331 (1,063-5,112) dan RR=1,6. Ada hubungan yang signifikan antara riwayat hipertensi dengan kasus preeklamsi dengan nilai sig. Spearman Rho=0,000, OR=tidak bisa terbaca dan RR=3,5. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kasus preeklamsi dengan nilai sig. Spearman Rho =0,100, OR=1,843 (0,890-3,820) dan RR=1,3. Tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kasus preeklamsi dengan nilai sig. Spearman Rho =0,589 OR=1,220 (0,597-2,492) dan RR=1,1. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan riwayat hipertensi dengan kasus preeklamsi dan tidak ada hubungan signifikan antara umur dan paritas dengan kasus preeklamsi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Nutrisi Pada Balita Dengan Kejadian Stunting Anisa Safira Nuzullaika; Nita Hestiyana; Desilestia Dwi Salmarini; Noval
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.402

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi angka stunting di Kota Banjarmasin Tahun 2023 mengalami kenaikan 4,1% dibandingan pada Tahun 2022 lalu. Ibu yang punya pengetahuan rendah tentang nutrisi pada balita, akan berdampak mengalami stunting dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan baik. Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin, didapatkan balita usia 24-59 bulan ada 1.257 balita diantaranya 74 mengalami stunting. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian stunting di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2024. Metode: Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Tahun 2024 berjumlah 30 orang. Data Analisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Berdasarkan analisis data didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu balita tentang nutrisi tahun 2024 di wilayah puskesmas pekauman banjarmasin sebagian besar termasuk dalam kategori kurang sebanyak 23 responden (76%), sedangkan 5 responden masuk kategori cukup (17%), dan 2 responden termasuk dalam kategori baik (7%) dan untuk data kejadian stunting tahun 2024 di wilayah puskesmas pekauman banjarmasin sebagian besar termasuk dalam kategori tidak stunting sebanyak 26 responden (86,7%), sedangkan 4 responden masuk kategori stunting (13,3%) dan berdasarkan uji hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi pada balita (0,247>0,05) tidak ada hubungannya dengan kejadian stunting di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Simpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan ibu tentang nutrisi pada balita dengan kejadian stunting bisa disebabkan adanya keterbatasan penelitian, variabel belum mewakili semua faktor yang mempengaruhi kejadian stunting.
Association of millennial parenting styles, dietary and the incidence of stunting Silpia, Nana; Palimbo, Adriana; Lestari, Yayuk Puji; Salmarini, Desilestia Dwi
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 1: February 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i1.52

Abstract

Background: Stunng, a chronic nutrional issue among toddlers, connues to be a global and naonal public health concern. It reflects the cumulave effects of inadequate nutrion and poor parenng pracces. Millennial parenng styles and dietary habits play a pivotal role in influencing stunng outcomes, parcularly in regions like Banjarmasin, Indonesia. Objective: This study aims to analyze the correlaon between millennial parenng styles, dietary paerns, and stunng incidence among toddlers in the Pekauman Health Center area. Methods: A cross-seconal study was conducted in May 2024 involving 127 toddlers aged 2–5 years and their parents. Data were collected using height measurements and validated quesonnaires on parenng styles and dietary pracces. Chi-square tests were employed to analyze relaonships, with a significance level of α = 0.05. Results: The study revealed that 64.6% of toddlers were stunted. Among parents, 61.4% exhibited a "less" effecve parenng style, and 61.4% provided diets that did not meet nutrional recommendaons. Significant associaons were found between parenng styles,dietary paerns, and stunng incidence (p < 0.001). Poor parenng pracces and inadequate diets were idenfied as crical factors contribung to stunng. Conclusion: Millennial parenng styles and dietary pracces significantly influence stunng incidence. Intervenons to improve parental knowledge and dietary pracces are essenal for addressing stunng in toddlers. Future research should explore innovave strategies, including digital plaorms, to enhance parental engagement and nutrion educaon
Association between maternal age, nutritional status, and toddler stunting Meidiantri; Palimbo, Adriana; Salmarini, Desilestia Dwi; Salmarini, Zulliati; Jannah, Raudhatul
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 2: August 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i2.72

Abstract

Background:  Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with Central Kalimantan reporting prevalence rates higher than the national. Maternal risk factors—particularly age at pregnancy and nutritional status—are known contributors to stunting, yet their direct influence in regional contexts remains underexplored. Objective:   This study aimed to analyze the association between maternal age and maternal nutritional status during pregnancy with the incidence of stunting among toddlers. Methods:   A retrospective cross-sectional analytic study was conducted from August to October 2024, involving 83 toddlers selected via purposive sampling from a population of 481 registered at the health center. Data were collected from maternal and child health handbooks (KIA), focusing on maternal age at pregnancy, mid-upper arm circumference (MUAC), and toddler height-for-age z-scores. Chi-square tests were performed to assess associations between maternal variables and stunting, with a significance threshold of p < 0.05. Results:   The majority of mothers were aged 20–35 years (74.7%) and had normal nutritional status (72.3%). The prevalence of toddler stunting was 26.5%. A statistically significant association was found between maternal chronic energy deficiency (CED; MUAC < 23.5 cm) and toddler stunting (p < 0.001), with 87% of children born to CED mothers being stunted. However, maternal age showed no significant correlation with stunting (p = 0.970). Conclusion: Maternal nutritional status during pregnancy, specifically CED, is significantly associated with toddler stunting, underscoring the need for targeted maternal nutrition interventions. Maternal age alone was not a significant factor in this cohort, suggesting other confounders may influence child growth. 
Birth history as a predictor of stunting incidence among toddlers Sari, Afrina Aulia; Palimbo, Adriana; Ningrum, Novalia Widiya; Salmarini, Desilestia Dwi; Jannah, Raudhatul
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 2: August 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i2.75

Abstract

Background: Stunting remains a critical public health challenge in Indonesia, with a national prevalence of 21.6%, reflecting long-term nutritional deprivation and irreversible developmental impairments. Despite lower stunting rates (4.3%) at Pemurus Baru Community Health Center, local disparities persist, necessitating investigation into perinatal determinants like birth weight, length, and gestational age, which may establish biological pathways to stunting. Objective:  This study aimed to analyze the association between adverse birth history and stunting incidence among toddlers aged 12–60 months. Methods: A case-control design was employed, retrospectively comparing 63 stunted children (cases) with 63 non-stunted controls matched by age and location. Data were extracted from perinatal records (2019–2023) and analyzed for birth weight, length, and preterm status. Results: The study revealed significant differences in birth history between stunted and non-stunted toddlers. The case group showed higher prevalence of low birth weight (36.5% vs 12.7%), short birth length (60.3% vs 39.1%), and preterm birth (36.5% vs 14.3%) compared to controls. All three birth parameters demonstrated substantial disparities between groups, with the case group consistently exhibiting worse outcomes across all measured indicators. Conclusion:  Intrauterine growth restriction, maternal malnutrition, and premature delivery are stronger predictors of stunting than postnatal factors alone. Prevention strategies must prioritize early interventions during the first 1,000 days, including prenatal nutritional supplementation and fetal growth monitoring, supported by policy reforms integrating birth history into surveillance systems.
Co-Authors Adriana Palimbo, Adriana Ahmad Hidayat Alfi Syahr Ali Rakhman Hakim Amelia Dwiana Putri Angga Irawan Anggraini, Dessy Anggrita Sari Anisa Safira Nuzullaika Apwanidya, Dhea Arrieya Ariffin, Shamsul Asti Wulan Ariani Auliyani, Nurul Ayu Puruhita Darini Kurniawati Dede Mahdiyah, Dede Dewi Murni Dewi, Nanda Citra DWI RAHMAWATI Dwi Sogi Sri Redjeki Elvine Ivana Kabuhung Fadhiyah Noor Anisa Fahriani, Fahriani Fhera Nanda Azhari Fitri Yuliana Fitri Yuliana, Fitri Fitriah, Sita Frani Mariana Hairiana Kusvitasari Hairiana Kusvitasari, Hairiana Haryono, Ika Avrilina Hidayah, Nurul Dwi Ika Avrillina Haryono Ika Friscila Ika Mardiatul Ulfa Ika Mardiatul Ulfa Ismail, Azniah Isni Renuati Ivana Kabuhung, Elvine Juniarti Hasni Latifah Latifah Laurensia Yunita Lestari, Yayuk Puji Linda Kusumawati Linda Kusumawati Lisda Handayani Maimanah Malahayati, Siti Mambang Mariani Mariani Marini, Elysa Marini Marsela, Mira Maryati Mayna, Mayna Meidiantri Meldawati Meldawati Melliya Pitriyadi Muhammad Zulfadhilah Mutiara R, Chatrine Indri Nastiti, Kunti Nasution, Annio Indah Lestari Nathalia, Ayu Nita Hestiyana Nita Hestiyana Nito, Paul Joae Brett Noor Adha Anggreyini Noorhidayah Noorhidayah Normukhlisa Normukhlisa Noval Noval Noval Novalia Widiya Ningrum Novalia Widiya Ningrum, Novalia Widiya Novita Dewi Iswandari Nur Hikmah Mutmainnah Nur Lathifah Nur Lathifah Nurhikmah Nurul Hidayah Nurul Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Hidayah Paul Joae Brett Nito Priscilla, Ika Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Rahmadaniyanti, Mutiara Rahman, Topan Aditya Rahmatullah, Bahbibi Ramadhan, Puteri Wulan Raudhatul Jannah Reni Ovilla Yulianti Ririn Safitri Sakiah Salmarini, Zulliati Sari, Afrina Aulia Sari, Dina Aulia Sari, Rahmadah Sarkiah Silpia, Nana Sismeri Dona Subhannur Rahman Suwaibah, Suwaibah Topan Aditya Rahman Tya Ayu Widyasari Umi Hanik Fetriyah Umi Syifa Wahyuni Wahyuni Winda Maolinda Wulan Ramadhan, Puteri Yayuk Puji Lestari Yuliana, Fitri Dwi Yuniarti, Ainun Yuniarty, Stefany Zakiah Zakiah Zia_Novita Zulliati