Claim Missing Document
Check
Articles

ANTIBACTERIAL EFFECTIVITY OF FLAVONOID FRACTION OF RAMANIA LEAF EXTRACT (Bouea macrophylla Griffith) AGAINST Porphyromonas gingivalis Lailatul Qomariyah; Fransiska Uli Arta Panjaitan; Rosihan Adhani
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v6i2.11997

Abstract

Background: Chronic periodontitis is a periodontal disease with 80% of all cases of periodontitis. The major causes are the accumulation of plaque and bacteria. The dominant bacteria in chronic periodontitis is Porphyromonas gingivalis. Treatment of chronic periodontitis can be done by scaling and root planing and supporting therapy by using mouthwash such as Chlorhexidine gluconate 0.2% which is the gold standard in the treatment of periodontal disease. Chlorhexidine gluconate 0.2% has disadvantages so that nowadays research on herbal plants is being done to find alternative medicines that are more effective. Ramania (Bouea machropylla Griffith) leaf contains flavonoids that have antibacterial properties. Objective: To analyze the antibacterial effectivity of the flavonoid fraction of Ramania leaf extract against Porphyromonas gingivalis that causes chronic periodontitis. Method: True experimental study and post-test with control group design consisting of 5 treatment groups, namely flavonoid fraction of ramania leaf extract with concentrations of 0.1%, 0.3%, and 0.5%, chlorhexidine gluconate 0.2% as a control positive and aquadest as a negative control. Each group was repeated 6 times. Antibacterial tests using the dilution method with inhibitory rates calculated using a UV-Vis spectrophotometer and killing rates were calculated using a Colony Counter. Results: The average difference in absorbance values obtained inhibitory rates at concentrations of 0.1%, 0.3%, and 0.5%. One Way Anova Test showed a significance value of 0,000 (p < 0.05). The average number of colonies after 24 hours incubation showed the results of a kill rates in the concentration group of 0.3%, 0.5%, and positive control. The Kruskal Wallis test showed a significance value of 0,000 (p < 0.05). Conclusion: The minimum inhibitory concentration (MIC) was obtained at a concentration of 0.1% and the minimum bactericidal concentration (MBC) was obtained at 0.3% concentration. Keywords: Flavonoid Fraction, MIC, MBC, Porphyromonas Gingivalis, Ramania Leaf Extract.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, KETERSEDIAAN FASILITAS, DAN DORONGAN PETUGAS KESEHATAN TERHADAP TINDAKAN MASYARAKAT UNTUK MENAMBAL GIGI Fransisca Viesta Nanda Heta; Rosihan Adhani; Emma Yuniarrahmah
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v1i1.421

Abstract

ABSTRACT Background: Caries which receives no immediate treatment by filling will lead to more severe damage on teeth; the cavity will expand and eventually reach pulp. As prevention, filling is used as standard attempt to restore oral cavity normal function. Individual behavior to seek for dental treatment (filling) is affected by three factors: knowledge, facilities availability, and health services staffs’ motivation. Purpose: The purpose of this study is to assess the association of knowledge level, facilities availability and health services staffs’ motivation with public’s behavior to have their teeth filled in Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Karang Mekar, Puskesmas Banjar Indah, Puskesmas Sungai Jingah, and Puskesmas S. Parman. Methods: This study was analytic survey using cross-sectional approach. Samples were chosen by consecutive sampling amounting to 100 patients. Data was obtained by handing out questionnaires to patients. Result: Data was analyzed using chi square test which presented the value of X2=5,351; p=0,023 for knowledge level, X2=2,693; p=0,101 for facilities availability, and X2=0,676; p=0,174 for health services staff’s motivation of teeth filling. Conclusion: In conclusion, there was a significant association between knowledge level with teeth filling behavior and there was none between facilities availability and health services staff’s motivation with teeth filling behavior. ABSTRAK Latar Belakang: Karies gigi yang tidak segera dilakukan perawatan dengan tambalan akan berlanjut menghancurkan gigi, lubang gigi akan membesar dan karies akan sampai pulpa. Sebagai upaya penanggulangan karies agar tidak meluas adalah melakukan penambalan pada gigi untuk mengembalikan fungsi rongga mulut. Terbentuknya perilaku individu untuk mencari pengobatan gigi (tambal gigi) dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu pengetahuan, ketersediaan fasilitas, dan dorongan petugas kesehatan. Tujuan: Tujuanpenelitian ini adalah mengetahui hubungan dari tingkat pengetahuan, ketersediaan fasilitas, dan dorongan petugas kesehatan terhadap tindakan masyarakat untuk menambal gigi di Puskesmas Pemurus Dalam, Puskesmas Karang Mekar, Puskesmas Banjar Indah, Puskesmas Sungai Jingah, dan Puskesmas S. Parman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling sebanyak 100 orang pasien. Pengambilan data diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada pasien. Hasil: Data dianalisis menggunakan uji chi square dan di peroleh nilai X2=5,351; p=0,023 untuk hubungan tingkat pengetahuan, nilai X2=2,693; p=0,101 untuk hubungan ketersediaan fasilitas, dan nilai X2=0,676; p=0,174 untuk hubungan dorongan petugas kesehatan terhadap tindakan menambal gigi. Kesimpulan: Kesimpulannya terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan terhadap tindakan menambal gigi dan tidak ada hubungan bermakna antara ketersediaan fasilitas dan dorongan petugas kesehatan terhadap tindakan menambal gigi.
ANGKA KEJADIAN DIATEMA SENTRAL PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DISERTAI KEBIASAAN MENGHISAP IBU JARI Rizki Hadi; Rosihan Adhani; Widodo Widodo
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v1i2.569

Abstract

ABSTRACT  Finger sucking habit is oral habbit most common, the incidence of finger sucking habit is reported at between 13% to 100%. According Muthu and Sivakumar prevalence of this practice decreases with age, especially at the age of 3.5-4 years. The central diastema is a malocclusion that often appear with the characteristic form of a gap that exists between the maxillary central incisor. This study aims to calculate the incidence of children with special needs as thumb-sucking, calculate the incidence of central diastema on boys and girls with special needs children and large knowing the incidence of central diastema at the age of children with special needs. This study was a descriptive study by total sampling metode. The population in this study were students SDLB C Dharma Wanita Banjarmasin. The results showed 34 (53.96%) children who had a central diastema with 14 men, 20 women and 29 people who did not have a central diastema of a total of 63 students were examined. The habit of thumb sucking 28 people (44.44%).The central diastema thumb sucking habit with no male 11 people (17.46%) and 9 women (14.29%). The incidence of central diastema by age 6-8 years who had a central diastema as many as 15 (44.12%), 9-10 years who had diastema as many as 8 (23.53%), 11-14 years old who have a diastema as many as 11 (32 , 35%) of the total of 34 (53,96%). Thumb sucking by age found that children aged 6-8 years who had a habit of thumb sucking has 9 children (32.15%), 9-10 years amounted to 8 children (28.57%), 11-14 years amounted to 11 children (39.28%) of the total of 28 children.  Keyword:Central Diastema, With Special Needs, Thumb Sucking ABSTRAK  Kebiasaan menghisap jari merupakan oral habbit yang paling sering terjadi, insidensi kebiasaan menghisap jari dilaporkan mencapai antara 13% sampai 100%. Menurut Muthu dan Sivakumar prevalensi kebiasaan ini menurun seiring pertambahan usia, terutama pada usia 3,5-4 tahun. Diastema sentral merupakan suatu maloklusi yang sering muncul dengan ciri khas berupa celah yang terdapat diantara insisif sentral rahang atas.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung angka kejadian anak berkebutuhan khusus menghisap ibu jari, menghitung angka kejadian diastema sentral pada siswa laki-laki dan perempuan pada anak berkebutuhan khusus dan mengetahui besar angka kejadian diastema sentral pada usia anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi SDLB C Dharma Wanita Banjarmasin. Hasil penelitian didapatkan 34 orang anak (53,96%) yang memiliki diastema sentral dengan 14 laki-laki, 20 perempuan dan 29 orang yang tidak memiliki diastema sentral dari total 63 siswa yang diperiksa. Kebiasaan menghisap ibu jari sebanyak 28 orang (44,44%). Diastema sentral disertai kebiasaan menghisap ibu jari laki-laki sebanyak 11 orang (17,46%) dan perempuan sebanyak 9 orang (14,29%). Angka kejadian diastema sentral berdasarkan umur 6-8 tahun yang memiliki diastema sentral sebanyak 15 (44,12%), 9-10 tahun yang memilki diastema sebanyak 8 (23,53%) , 11-14 tahun yang memiliki diastema sebanyak 11 (32,35%) dari total 34  orang (100%). Menghisap ibu jari berdasarkan umur didapatkan anak yang berumur 6-8 tahun yang memiliki kebiasaan menghisap ibu jari berjumlah 9 anak (32,15%) , 9-10 tahun berjumlah 8 anak (28,57%), 11-14 tahun berjumlah 11 anak (39,28%) dari total 28 anak.  Kata-kata kunci: Diastema Sentral, Anak Berkebutuhan Khusus, Menghisap Ibu Jari
Pengaruh Tingkat Pengetahuan, Motivasi dan Faktor Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Banjarbaru Tahun 2017 Esty Restiana Rusida; Rosihan Adhani; Roselina Panghiyangani
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i2.5766

Abstract

Hipertensi memberikan kontribusi untuk hampir 9,4 juta kematian akibat penyakit kardiovaskuler setiap tahun. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat. Kasus/pasien hipertensi di kota Banjarbaru terjadi peningkatan yang signifikan dibanding kabupaten lain yaitu sebesar 375%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan, motivasi, faktor obat terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas Cempaka Kota Banjarbaru tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan berupa analisis univarian, bivarian, dan multivarian. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat (p Value= 0,000,Exp B=0,264). Tidak ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dengan kepatuhan minum obat (p value= 0,622) di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas cempaka pada tahun 2017. Ada pengaruh yang signifikan antara faktor obat dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi (p value = 0,002, Exp B= 0,022). Kesimpulan yang didapat yaitu pengetahuan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Banjarbaru, Puskesmas Sei Besar dan Puskesmas cempaka pada tahun 2017 (p value = 0,000, Exp B= 0,264). Kata kunci: hipertensi, pengetahuan, motivasi, obat
Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Gigi Tiruan pada Lansia (Tinjauan Terhadap Biaya Perawatan, Kecemasan dan Sarana) Fathul Rahman; Debby Saputera; Rosihan Adhani
STOMATOGNATIC - Jurnal Kedokteran Gigi Vol 13 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: High rates of tooth extraction in Banjarbaru district without denture can reduce the esthetics and mastication function that affects the intake of nutrients, general health condition and quality of life. Purpose: The aim of this study is to know the factors that influnce demand for dentures on olderly of Tresna Werdha Budi Sejahtera Social Home in Banjarbaru. Methods: This is an observational analytic research with cross sectional design consist of 100 elderly with aged 60 years and over according to inclusion and exclusion category. Subjects ware asked to answer a questionnaire about demand denture and the factors that influence it. Data analysis using Chi Square and proceed with Contingency Coefficient. Results: Data analysis using Chi Square and proceed with Contingency Coefficient testshowed that the treatment cost factor have a significant association with denture demand (p<0.05) is equal (p = 0,014). Treatment cost was showed to be the most responsibility factor to anxiety factor and means for demand denture (C = 0.238). Conclusion: This research concludes that the most inhibiting demand denture factor in elderly of Tresna Werdha Budi Sejahtera Social Home in Banjarbaru is the cost of the treatment and manufacturing the denture are expensive.
HUBUNGAN KECEMASAN DENTAL TERHADAP PERFORMANCE TREATMENT INDEX PADA ANAK KELAS 5-6 SDN BERANGAS TIMUR 1 KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA Muhammad Aulia Rifa Syarafi; Rosihan Adhani; Aulia Azizah
Dentin Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental anxiety is cause of psychological symptoms, as depression, fear, and discomfort regarding dental treatment. Prevalence of dental anxiety from population in several countries mostly in children with rates 5-20%. Feelings fear dental care become obstacle for dentists their efforts improve public dental health. This condition affects Performance Treatment Index, which is percentage number of teeth still filled with DMF-T number. PTI describes person's motivation to fill cavities in effort maintain permanent teeth. Based Riskesdas data, PTI in Barito Kuala is only 0.48%. Purpose: Analyzing relationship between dental anxiety Performance Treatment Index in children5-6 at SDN Berangas Timur 1, Barito Kuala Regency. Methods:This study used analytic observational study with cross sectional approach to 28 respondents. Research instrument for measuring anxiety using CFSS-DS questionnaire and PTI measurement using DMF-T index then calculated using PTI formula. Results: Research found results of dental anxiety with 22 children not anxious and 6 children anxious. Results with the good PTI category  obtained 1 child and poor 27 children. Result Spearman correlation test shows value p = 0.611. Conclusion: There was no relationship between dental anxiety and Performance Treatment Index in children at SDN Berangas Timur 1, Alalak District, Barito Kuala Regency.Keywords: Children, Dental Anxiety, Performance Treatment Index.ABSTRAKLatar Belakang: Kecemasan dental adalah penyebab dari gejala psikologis, seperti depresi, ketakutan, dan perasaan tidak nyaman terhadap perawatan dental. Prevalensi kecemasan dental dari populasi pada beberapa negara paling banyak  pada anak-anak dengan angka 5-20%. Perasaan takut terhadap perawatan gigi menjadi hambatan dokter gigi dalam usaha peningkatan kesehatan gigi masyarakat. Kondisi ini berpengaruh pada Performance Treatment Index, yaitu presentase jumlah gigi tetap ditambal terhadap angka DMF-T. PTI menggambarkan motivasi seseorang untuk menambalkan gigi berlubang dalam upaya mempertahankan gigi tetap. Berdasarkan data Riskesdas, PTI di Barito Kuala hanya 0,48%. Tujuan: Menganalisis hubungan antara Kecemasan dental terhadap Performance Treatment Index pada anak-anak Kelas 5-6 di SDN Berangas Timur 1 Kecamatan Alalak. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional pada 28 responden. Instrumen penelitian pada pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner CFSS-DS dan pengukuran PTI menggunakan indeks DMF-T kemudian dihitung menggunakan rumus PTI. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil kecemasan dental dengan 22 anak tidak cemas dan 6 anak cemas. Hasil dengan kategori PTI baik diperoleh 1 anak dan buruk 27 anak. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p=0,611. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara Kecemasan dental terhadap Performance Treatment Index pada anak-anak di SDN Berangas Timur 1 Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.Kata kunci: Anak-anak, Kecemasan dental, Performance Treatment Index
EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENYIKAT GIGI METODE HORIZONTAL ANTARA DEMONSTRASI DAN VIDEO TERHADAP PENURUNAN PLAK (Tinjauan pada siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin) Selvira Linda Pratiwi; Isnur Hatta; Rosihan Adhani
Dentin Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Children with intellectual disabilities have a severity of oral health problems 30% higher than normal children. This is due to impaired cognitive and psychomotor function in intellectual disability children, so there needs to be an effort to improve their oral health. One of the efforts in improving oral health is by socialization about brushing teeth. The success of socialization about brushing teeth can be measured through the plaque index. Purpose: To find out the differences in the effectiveness of the socialization brushing teeth horizontal method between demonstration and video on the reduction of plaque in mild-moderate intellectual disability children in the SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin. Method: This research used a quasi-experimental method with a time-series design. The subjects of the research consisted of 12 intellectual disability students at the SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin which divided into two groups, 6 students in the socialization brushing teeth horizontal method group used demonstration, and 6 students in the socialization brushing teeth horizontal method group used video. Examination of plaque scores using the Plaque Index of Patient Hygiene Performance (IPPHP). Results: The results showed a decrease in plaque scores in both treatment groups, the results of the Wilcoxon test to determine the difference in plaque index before and after socialization in the two groups showed significant differences. In the demonstration group obtained significance (p) = 0.027, and in the video group obtained a significance (p) = 0.027. The results of the Mann Whitney test found that p = 0.023 showed significant differences. Conclusion: The socialization of tooth brushing horizontal method using demonstration was more effective in reducing plaque in intellectual disability students at SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin compared to using video.Keywords: socialization, demonstration, video, horizontal method, Index Plaque Patient Hygiene Performance (IPPHP), intellectual disabilityABSTRAKLatar Belakang: Anak tunagrahita memiliki tingkat keparahan masalah kesehatan gigi dan mulut 30% lebih tinggi dibanding anak normal. Hal ini dikarenakan adanya gangguan fungsi kognitif dan psikomotorik pada anak tunagrahita, sehingga perlu adanya upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulutnya. Upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut salah satunya yaitu dengan melakukan penyuluhan menyikat gigi. Keberhasilan penyuluhan menyikat gigi dapat diukur melalui indeks plak. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas penyuluhan menyikat gigi metode horizontal antara demonstrasidan video terhadap penurunan plak pada anak tunagrahita kategori ringan-sedang di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangan penelitian  time-series design. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin yang dibagi menjadi 2 kelompok, 6 siswa kelompok penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan demonstrasi, dan 6 siswa penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan video. Pemeriksaan skor plak menggunakan Indeks Plak Patient Hygiene Performance (IPPHP). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor plak pada kedua kelompok perlakuan, hasil uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan indeks plak sebelum dan setelah diberikan  penyuluhan pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan bermakna. Pada kelompok demonstrasi didapatkan signifikansi(p)=0,027, dan pada kelompok video didapatkan signifiansi(p)=0,027. Hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p=0,023 menunjukkan perbedaan bermakna. Kesimpulan: Penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan demonstrasi lebih efektif dalam menurunkan plak pada siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin dibandingkan menggunakan video.Kata kunci: penyuluhan, demonstrasi, video, metode horizontal, Indeks Plak Patient Hygiene Performance (IPPHP), tunagrahita
HUBUNGAN KEPARAHAN KARIES DINI DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK DARI ASPEK GANGGUAN MAKAN, BERBICARA, BELAJAR DAN TIDUR Nadia Febrila Putri; Rosihan Adhani; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Children aged 5 years have a number of dental caries experiences (dmft > 6) or are included in the category of severe early childhood caries (S-ECC). A child who has a relatively high caries problem can affect their quality of life. Purpose: this study was to analyze the relationship between severe early childhood caries and children’s quality of life from aspects of eating, speaking, learning, and sleeping disorders. Methods: This study used an analytical observational method with a cross sectional approach. Data analysis used Univariate analysis and bivariate analysis with Spearman test. Results: The results showed that the def-t index (S-ECC) was very high (90.3%). The Spearman correlation test showed that there was a significant relationship between the severity of early caries (S-ECC) and children’s quality of life from the aspect of eating disorders (p = 0.017). Conclusion: The def-t index (S-ECC) is very high. There is a significant relationship between the severity of early caries and the quality of life of children from the aspect of eating disorders while from the aspects of speech, learning, and sleep disorders there is no significant relationship. Keywords: dental caries, oral health, quality of life ABSTRAKLatar Belakang: Anak usia 5 tahun memiliki angka karies gigi (dmft > 6) atau termasuk dalam kategori karies anak usia dini yang parah/ severe early childhood caries (S-ECC). Seseorang yang mengalami masalah karies cukup tinggi dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang anak. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan keparahan karies dini dengan kualitas hidup dari aspek gangguan makan, berbicara, belajar dan tidur. Metode: Menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian diperoleh melalui hasil pemeriksaan secara teledentistry kepada responden penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman. Hasil: Indeks def-t (S-ECC) kategori sangat tinggi (90,3%). Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan karies dini (S-ECC) dengan kualitas hidup anak dari aspek gangguan makan (p = 0,017). Kesimpulan: Indeks def-t (S-ECC) sangat tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan karies dini dengan kualitas hidup anak dari aspek gangguan makan sedangkan dari aspek gangguan berbicara, belajar, dan tidur tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kata kunci: karies gigi, kesehatan gigi dan mulut, kualitas hidup
PERBANDINGAN SKOR INDEKS PLAK SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR DENGAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH (Piper betle L) PADA IBU HAMIL. Tinjauan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Jingah Kota Banjarmasin Siti Fatimah; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: The most common disease of oral health that is experienced by Indonesians, including pregnant women, is caries and periodontal disease. The effect of hormonal changes on expectant mothers can affect oral health. Caries and periodontal disease are caused by the interaction between bacteria and plaque. Plaque can be controlled mechanically and chemically with mouthwash. A lot of mouthwashes made of herbs that have antibacterial efficacy with minimum side effects have been largely produced lately, one example is mouthwash made of betel leaves. Chemical component in a betel leaf is antiseptic because it contains essential oil. Purpose The objective of this research is to identify the differences of plaque index score of pregnant women before and after they gargle with stewed water of betel’s leaves in Sungai Jingah Health Center, Banjarmasin. Methods: This research is quasi experimental of cross-sectional with pre-posttest with control group design. The subject of this research consists of 70 pregnant women, in which 35 are included into treatment group and the other 35 are included into control group. Results: The result of the research shows a decrease in average of treatment group (the first average is 3.5 and the inal average is 2.0). The result of paired-sample T test gets significance (p)=0.001 shows a meaningful difference. Conclusion: Based on the research that has been conducted, it can be concluded that there is a difference of plaque index score before and after they gargle with stewed water of betel’s leaves. Keywords: Index plaque, stewed water of betel’s leaves, pregnant women.  ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak dialami penduduk Indonesia, termasuk ibu hamil adalah karies dan penyakit periodontal. Perubahan hormon pada ibu hamil dapat mengganggu keseimbangan komposisi mikroba didalam rongga mulut yang berpengaruh terhadap pembentukan plak. Karies dan penyakit periodontal disebabkan adanya interaksi antara bakteri dalam plak dengan jaringan rongga mulut. Plak dapat dikontrol secara mekanik dan kimiawi menggunakan obat kumur. Saat ini banyak dikembangkan obat kumur dengan bahan tanaman obat yang mempunyai khasiat antibakteri dengan efek samping yang minimal, yaitu obat kumur dari tumbuhan herbal seperti daun sirih. Daun sirih hijau bersifat antiseptik karena mengandung minyak atsiri. Tujuan: Mengetahui perbandingan skor indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan daun sirih pada ibu hamil di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin. Metode: Quasi experimental secara cross-sectional dengan rancangan pre-posttest with control group design. Subjek penelitian terdiri dari 70 ibu hamil, yaitu 35 kelompok perlakuan dan 35 kelompok kontrol.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata pada kelompok perlakuan (rerata awal 3,5 dan rerata akhir 2,0. Hasil uji T berpasangan didapatkan signifikansi(p)=0,001 menunjukkan perbedaan bermakna.Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan skor indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan daun sirih pada ibu hamil.  Kata-kata kunci: Indeks plak, air rebusan daun sirih, ibu hamil
EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN LAGU “GIGI SEHAT” TERHADAP PENURUNAN PLAK DI BARITO KUALA (Tinjauan SDN Barangas Timur 1 Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala) Faulina Windiyana; Rosihan Adhani; Aulia Azizah
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Background: Basic Health Research Results (Riskesdas) in 2018 showed the dental and oral health problems of the people in Indonesia reached 57.6%, while the dental and mouth problems in the province of South Kalimantan in children aged 5-9 years amounted to 71.17%, the daily brushing behavior amounted to 96.04% but the correct brushing time is only 4.97%. This indicates that there is still a lack of knowledge about how and when to brush the teeth properly and correctly so it needs an innovation in providing information in this is necessary. The counseling by using the songs is expected to change a person's behavior in ways and when they’re brushing their teeth properly. Objective: To analyze the effectiveness of the counseling using the "Healthy Teeth" song in students at the East Java 1 East Elementary School, Alalak District, Barito Kuala Regency. Method: Using an experimental and using the non equivalent control group design by dividing the respondents into two groups. The research was conducted at Barangas Blanket 1 Elementary School in Alalak Sub-district, Barito Kuala District, using the technique of probability sampling with positive sampling of 38 respondents. Results: The Whitney Mann test was found to have a significant significance of 0.018 <0.05, meaning that the effectiveness of using the "Healthy Teeth" song indeed decrease the index. Conclusion: Counseling using "Healthy Teeth" songs has effective effect in reducing plaque.Keywords: Counseling, Dental Plaque, SongABSTRAK          Latar belakang: Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, masalah kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia sebesar 57,6%, sedangkan masalah gigi dan mulut di Provinsi Kalimantan selatan pada anak usia 5-9 tahun sebesar 71,17%, perilaku menyikat gigi setiap hari sebesar 96,04% tetapi waktu menyikat gigi yang benar hanya sebesar 4,97%. Hal tersebut menandakan bahwa masih kurangnya pengetahuan tentang cara dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar sehingga perlunya suatu inovasi dalam memberikan informasi dalam hal tersebut. Penyuluhan menggunakan lagu diharapakan dapat merubah perilaku seseorang dalam cara dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar. Tujuan: Menganalisis efektivitas penyuluhan menggunakan lagu “Gigi Sehat” pada siswa di SDN Barangas Timur 1 Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Metode: Menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan non equivalent control grup design dengan membagi responden menjadi dua kelompok. Penelitian ini di laksanakan di SDN Barangas Timut 1 Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan purposive sampling yaitu sebanyak 38 responden. Hasil: Uji Mann Whitney didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,018 < 0,05, artinya terdapat efektivitas penyuluhan menggunakan lagu “Gigi Sehat” terhadap penurunan indeks plak. Kesimpulan: Penyuluhan menggunakan lagu “Gigi Sehat” efektif dalam menurunkan plak. Kata kunci:, lagu, penyuluhan, plak
Co-Authors Achmad Rofi'i Adam Kevin Ade Putri Pratiwi Adenan Adenan Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adib Muntasir Afiati, Risti Afriyanti, Defi Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Ajeng Zelline Ameriagitri Aldo Giovanni Alexander Sitepu Alfarie, Iwan Alin, Dhemes Amalia Putri, Amalia Andriyani, Putri Dwi Annisa Faradila Anshori Rohimi Ardik Lahdimawan Ardik Lahdimawan, Ardik Arifin Syamsul Arifin, Rahmad Aristia, Firda Aspiani Aspiani Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aulia, Ridha Azura Arisa Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bayu Indra Sukmana Bela Yunita Bela Yunita, Bela Beta Widya Oktiani Br Siahaan, Maria Angelina Tiurma Candra Candra Cecep Hadyan Khairusy Cimey Youventri Dana Chitra Maida Dayanne Sembiring Debby Saputera, Debby Denta Oktavia, Aurelia Marsha Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari DEWI SARTIKA Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dina Kartika Dinda Andira Salsabila Disi Raudatul Janah Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma E.Gusti Sigar Maulana E.Gusti Sigar Maulana, E.Gusti Sigar Edi Hartoyo Eka Intan Kumala Putri Eka Maya Putri Eko Suhartono Emma Yuniarrahmah, Emma Enny Khalisa Enny Khalisa, Enny Ermina Istiqomah, Ermina Faradila, Annisa FARHANI, NADYA Farida Heriyani Farida Heriyani Fathul Rahman Fatmasari, Meilita Faulina Windiyana Fauzie Rahman Feryra Putri Ayu Suma Feryra Putri Ayu Suma, Feryra Putri Firda Aristia Fitrian, Muhammad Soni Fransisca Viesta Nanda Heta Fransiska Uli Arta Panjaitan Garcia, Aprilia Ghaitsa Ghaitsa Ghaitsa, Ghaitsa Habibie Aldiaman Habibie Aldiaman, Habibie Hamdani, Riky Harapan Parlindungan Ringoringo, Harapan Parlindungan Hatta, Isnur Herawati Herawati Herawati Hidayatullah Hidayatullah Hijriah, Restu Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khatimah, Ika I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Husnul Khatimah Ika Kusuma Wardani Illiandri, Abdullah Oski Ilvani Thine, Putri Bestari Isa, Mohamad Istiqamah, Ermina Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Akbar Jayawarsa, A.A. Ketut Jeanyvia Anggreyni Sodri Jeviya Marsianah Juli Harnida Purwaningayu Karina Ramadhani Khairusy, Cecep Hadyan Kholish Atikah Azzam Kirana, Fatma Lailatul Qomariyah Lastianum, Wistri Vanumbari Lenie Marlinae Lenny Octaviani Tanu Lestari, Faetria Lisda Hayatie, Lisda Luh Putu Ratna Sundari M. Bakhriansyah, M. M. Fahrul Ryzanur.A Maria Angelina Tiurma Br Siahaan Maulideya, Fatimah Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melisa Budipramana, Melisa Mohammad Isa Muhamad Muslim Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Aini Muhammad Ali Riswandi Muhammad Ali Riswandi, Muhammad Ali Muhammad Arfah Akbar Muhammad Aulia Rifa Syarafi Muhammad Genadi Askandar Muhammad Haikal Muhammad Noor Aditya Pratama Muhammad Reyzaldy Rahim Muhammad Riza Muhammad Yoga Arie Yunanto Muhammad Yoga Arie Yunanto, Muhammad Yoga Muntasir, Adib Musafaah Musafaah Mustika Meisy Riyana Nabilla Kuswareni Nabilla Kuswareni, Nabilla Nadia Febrila Putri Nanda Heta, Fransisca Viesta Natasya Nurul Izzati Neka Erlyani Neka Erlyani Nia Kania Noor Khalishah Norhayati Norhayati Norliana Afrianti Noviyanti, Winda Novridha Dewi Ardiyanti Nugorho, Adi Nugroho, Adi Nugroho Nur Indriani Rahayu Nurrahman, Tri Nurul Aulia Rahmi Oski Illiandri Panghiyangani, Roselina Persadha, Galih Pindobilowo, Pindobilowo Pratiwi, Rista Amalia Prisca Listyantika Prisca Listyantika, Prisca Putri, Farah Aida Putri, Rizqi Risfiana Rachmad Yamani Rahayu, Istuning Puji Rahma Zakia Rahmad Arifin Rahmatullah, Mohammad Dede Ramadhani, Karina Rani Lestari Yunita Napitupulu Ridha Aulia Riska Nisaul Karimah Risnawati Risnawati Rista Amalia Pratiwi Risti Afiati Rizki Hadi Rizki Hadi, Rizki Riznika Riznika Riznika, Riznika Roselina Panghiyangani Rudie Syahrizal Akhmad Rusida, Esty Restiana Rusmilawati Rusmilawati Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari Saiful Akhyar Lubis Sanyoto, Didik Dwi Sari Rahmita Sari, Galuh Dwinta Selvira Linda Pratiwi Setyawardhana, R. Harry Dharmawan Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Silvia Kristanti Tri Febriana SITI FATIMAH Sofi Arnesti Wahab Suharton, Eko Suhastinah, Suhastinah Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri, Norjainah Suraya, Yulia Hasvi Maya Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tanu, Lenny Octaviani Taupiek Rahman Taupiek Rahman, Taupiek Tita Amanda Yudiya Titien Agustina Tri Putri, Deby Kania Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Wardhana, Agung Satria Wardhani, Gendis Ratri Kusuma Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Oktiani, Beta Yazid Eriansyah Pradanta Yazid Eriansyah Pradanta, Yazid Eriansyah Yudha Fatahillah Syahari Yusrinie Wasiaturrahmah Zakia, Rahma Zoelkarnain, Izaak