Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA PENDERITA HIPERTENSI YANG MENGONSUMSI OBAT ANTIHIPERTENSI (Tinjauan di RSUD DR. H. Mochammad Ansari Saleh Banjarmasin) Muhammad Haikal; Rosihan Adhani; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental caries is a hard tissue of enamel desease, dentin and cementum. According to Riskesdas (2018) the proportion of dental and mouth problems in South Kalimantan is 46.90%. Dental caries is caused by several factors, one of them is saliva. One thing that affects the flow rate of saliva is antihypertantion drugs such as Amlodipine. Prolonged use of the drug amlodipine can cause a decrease in the amount of salivary flow.Objective: To analyze the relationship between salivary flow rate and the incidence of dental caries in patients with hypertension who consume amlodipine antihypertantion drugs. Methods: This study used an analytic observational research method with a cross sectional approach to 51 respondents. The research instrument was measuring saliva using a measuring cup and caries examination using the DMF-T indeks. Results: In this study, the results showed (p <0.05) with a negative correlation,the lower salivary flow rate, the higher dental caries index. The correlation coefficient is (-0.779) the strength of the correlation is very strong. Conclusion: There is a relationship between the salivary flow rate in hypertensive patients taking amlodipine antihypertensive drugs to the incidence of dental caries in RSUD Dr. H. Mochammad Ansari Saleh. Keywords: Amlodipine, Dental caries, DMF-T indeks, Hypertension, Salivary flow rate.  ABSTRAKLatar Belakang: Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi pada email, dentin dan sementum. Menurut Riskesdas (2018) proporsi masalah gigi dan mulut di Kalimantan Selatan sebesar 46,90%. Karies gigi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya saliva. Hal yang mempengaruhi laju aliran saliva salah satunya adalah obat antihipertensi. Golongan obat antihipertensi yang paling sering digunakan adalah Amlodipine. Penggunaan obat amlodipine yang lama dapat menyebabkan penurunan jumlah laju aliran saliva. Tujuan: Menganalisis hubungan laju aliran saliva terhadap kejadian karies gigi pada penderita hipertensi yang mengkonsumsi obat antihipertensi golongan amlodipine. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 51 responden. Instrumen penelitian ini pada pengukuran saliva menggunakan gelas ukur  dan pemeriksaan karies menggunakan indeks DMF-T. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil yang menunjukkan (p<0,05) dengan arah korelasi negatif yaitu semakin rendah laju aliran saliva, maka semakin tinggi indeks karies gigi. Koefisien korelasi sebesar (-0,779) kekuatan korelasi sangat kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara laju aliran saliva pada penderita hipertensi yang mengonsumsi obat antihipertensi golongan amlodipine terhadap kejadian karies gigi di RSUD Dr. H. Mochammad Ansari Saleh  Kata kunci : Amlodipine, Hipertensi, Indeks DMF-T, Laju aliran saliva, Karies gigi.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN RAMPAN KARIES PADA ANAK (Tinjauan pada Ibu dan Anak usia 4-6 tahun di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala) Cimey Youventri; Rosihan Adhani; Galuh Dwinta Sari
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental caries in Indonesia has a prevalence of up to 90%. The most common type of caries in primary teeth was caries trays with the highest spread of 76.6%. National Basic Health Research states the proportion of people with dental and mouth problems in South Kalimantan is 46.90%. Barito Kuala has a prevalence of 59.67%. Objective: To analyze the relationship between maternal behavior in providing dental health education with caries trays for children in Nusa Indah Berangas Kindergarten. Methods and Materials: This was an observational analytic study with cross sectional design in 36 children. The questionnaire instrument was used to measure the level of maternal behavior and the caries tray was seen based on the type of caries tray. Results: Maternal behavior in providing dental health education (61%) in the bad category and (16%) in the good category. Caries trays in children are mostly in type IV (30.5%). The results of statistical analysis obtained the value of p = 0.014 (p <0.05). Conclusion: There is a relationship between mother's behavior in providing education with caries tray in children in Nusa Indah Berangas Kindergarten. Keywords: Caries tray, Dental health of children, Mothers behaviour. ABSTRAKLatar Belakang: Karies gigi di Indonesia memiliki prevalensi mencapai 90%. Jenis karies pada gigi sulung yang paling umum terjadi adalah rampan karies dengan penyebaran tertinggi 76,6%. Riset Kesehatan Dasar Nasional menyatakan proporsi penduduk bermasalah gigi dan mulut di Kalimantan Selatan 46,90%. Barito Kuala memiliki prevalensi 59,67%. Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku ibu dalam pemberian edukasi kesehatan gigi dengan rampan karies pada anak di TK Nusa Indah Berangas. Metode dan Bahan: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional pada 36 anak. Instrumen kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat perilaku ibu dan rampan karies dilihat berdasarkan tipe rampan karies. Hasil Penelitian: Perilaku ibu dalam pemberian edukasi kesehatan gigi (61%) kategori buruk dan (16%) kategori baik. Rampan karies pada anak paling banyak pada tipe IV (30,5%). Hasil analisis statistik diperoleh nilai p= 0,014 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian edukasi dengan rampan karies pada anak di TK Nusa Indah Berangas. Kata Kunci:, Kesehatan gigi anak, Perilaku ibu, Rampan karies.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PENGGUNA GIGI TIRUAN YANG DIBUAT DI DOKTER GIGI DENGAN TUKANG GIGI DI BANJARMASIN (Tinjauan terhadap Pengetahuan dan Biaya Pembuatan Gigi Tiruan) Sofi Arnesti Wahab; Rosihan Adhani; Widodo Widodo
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Missing teeth causes disruption of occlusal balance, disfunction, and mastication. The missing teeth can be replaced by denture. There are so many places to fulfill denture needs besides dentist that can be found, such as dental technician. Making of denture by incompetent health worker may leads to various impacts such as plaque deposits, halitosis, and soft tissue irritation. Purpose: Find out the characterisctics differences of denture wearers, review of knowledge and cost of denture that made by dentist and dental technician in Banjarmasin. Methods: Quantitative analytical with cross-sectional approach. Respondents consist of 50 denture wearers that made by dentist and 50 denture wearers that made by dental technician in Banjarmasin. Results: Analysis test using Mann Whitney have significance value p=0,001 (p<0,05), that means there are significant differences in knowledge of denture wearers and cost of denture that made by dentist and dental technician. Knowledge of denture wearers and cost of denture that made by dentist were higher than made by dental technician. Knowledge is influenced by education, information, experience, culture, and socioeconomic, and cost is influenced by economic level. Conclusion: There are significant differences in the characteristics in terms of knowledge and cost of denture that made by dentist and dental technician in Banjarmasin. Knowledge and cost of denture that made by dentist were higher than made by dental technician in Banjarmasin. Keywords: knowledge, cost of denture, denture, dentist, dental technician  ABSTRAK Latar Belakang: Kehilangan gigi dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan oklusi gigi geligi, menganggu fungsi, dan mastikasi. Gigi yang hilang dapat diganti dengan gigi tiruan. Tempat pemenuhan kebutuhan gigi tiruan selaim dokter gigi banyak ditemukan, salah satunya tukang gigi. Pembuatan gigi tiruan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tidak kompeten dapat menimbulkan dampak antara lain penumpukan plak,  halitosis, dan iritasi pada jaringan lunak. Tujuan: Mengetahui perbedaan karakteristik pengguna gigi tiruan, tinjauan terhadap pengetahuan dan biaya pembuatan gigi tiruan yang dibuat dokter gigi dengan tukang gigi. Metode: Merupakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden terdiri dari 50 orang pengguna gigi tiruan yang dibuat di dokter gigi dan 50 orang pengguna gigi tiruan yang dibuat di tukang gigi di Banjarmasin. Hasil: Uji analisis menggunakan uji Mann Whitney mempunyai nilai signifikansi p=0,001 (p<0,05), itu berarti terdapat perbedaan yang bermakna pada pengetahuan pengguna gigi tiruan dan biaya pembuatan gigi tiruan yang dibuat di dokter gigi dengan tukang gigi. Pengetahuan pengguna gigi tiruan dan biaya pembuatan gigi tiruan yang dibuat di dokter gigi lebih tinggi daripada yang dibuat di tukang gigi. Pengetahuan dipengaruhi oleh pendidikan, informasi, pengalaman, budaya, dan sosial ekonomi, dan biaya pembuatan dipengaruhi oleh tingkat ekonomi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna karakteristik dari segi pengetahuan dan biaya pembuatan gigi tiruan yang dibuat di dokter gigi dengan tukang gigi di Banjarmasin. Pengetahuan dan biaya pembuatan gigi itruan yang dibuat di dokter gigi lebih tinggi daripada tukang gigi di Banjarmasin.  Kata-kata kunci: pengetahuan, biaya pembuatan gigi tiruan, gigi tiruan, dokter gigi, tukang gigi
COMPARISON OF SALIVARY pH LEVEL BETWEEN DOWN SYNDROME AND NON-DOWN SYNDROME (NORMAL) PATIENTS (Case Review in Martapura, Banjar Regency) Rudie Syahrizal Akhmad; Rosihan Adhani; Didit Aspriyanto
Dentin Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground : Down syndrome is a genetic chromosomal abnormality that causes disorder in the motor, sensory and cognitive systems, also difficulty in maintaining oral hygiene to the sufferers. However, the prevalence of dental caries in Down syndrome patients is actually lower than Non-Down Syndrome individuals. This is thought to be due to the influence of the higher salivary pH of Down syndrome patients. Objective: To find out the ratio of salivary pH between people with Down Syndrome and Non-Down Syndrome individuals in Special Schools in Martapura, Banjar Regency. Methods: This study used an observational analytic method with a Cross Sectional approach. The sampling method was total sampling of all Down syndrome patients in Special Schools in Martapura, Banjar Regency and non-Down Syndrome respondents using simple random sampling, were taken randomly in elementary, middle and high school in Martapura. Measurement of salivary pH was carried out using a digital pH meter. Results: The results showed a significant difference between the salivary pH level in People with Down Syndrome and Non-Down Syndrome. The salivary pH level of Non-Down Syndrome was lower than ones with Down syndrome. The average value of the Non-Down Syndrome salivary pH level was 6.19 and Down syndrome was 7.24. Conclusion: Salivary pH of patients with Down Syndrome is higher than the Non-Down Syndrome individual which means the salivary pH in people with Down Syndrome are more alkalic than Non-Down Syndrome (Normal) individual.Keywords: Dental Caries, Down Syndrome, pH, Saliva
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN STATUS KEBERSIHAN RONGGA MULUT PEROKOK (Tinjauan pada Siswa SMA/Sederajat di Kota Banjarbaru) Jeanyvia Anggreyni Sodri; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Smoking habits were known to have adverse health effects, but prevalence has continue to increase each year. Nationally, the average age  to start smoking was 17.6 years by education status including at high school level. The content of the cigarette can interfere with the function of saliva as self cleansing so it will affect health status and oral hygiene. Smokers behaviors in maintaining oral health tend to be bad. Purpose: Analyze the relationship between knowledge, attitude and action of dental and oral health with oral hygiene status in smokers. Method: Observational analytic study with cross sectional approach. Sampling using cluster sampling, with the number of respondents as many as 120 smokers. Results:Most smokers had moderate oral hygiene status of 71 persons (59.2%), 51 persons had moderate knowledge, 57 persons (47.5%) had an attitude with good category, and as many as 59 persons (49,2%) had medium and oral hygiene measures. Spearman Rho test results showed a significant relationship between knowledge, attitude and action of dental and oral health with oral hygiene status of smokers.Conclusion: There is a significant relationship between knowledge, attitude and action of dental and mouth health with hygiene status of oral cavity of smoker. ABSTRAKLatar belakang: Kebiasaan merokok diketahui berdampak buruk pada kesehatan, akan tetapi prevalensi terus meningkat tiap tahunnya. Secara nasional, rata-rata umur mulai merokok adalah 17,6 tahun menurut status pendidikan termasuk pada tingkat SMA. Kandungan yang ada pada rokok dapat mengganggu fungsi saliva sebagai self cleansing sehingga akan berpengaruh terhadap status kesehatan dan kebersihan rongga mulut. Perilaku merokok serta perilaku kesehatan gigi dan mulut perokok yang cenderung buruk dapat mempengaruhi status kebersihan rongga mulut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut pada perokok Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, dengan jumlah responden sebanyak 120 orang perokok.Hasil penelitian: Jumlah tertinggi adalah perokok yang memiliki status kebersihan rongga mulut dengan kategori sedang sebanyak 71 orang (59,2%), sebanyak 51 orang memiliki pengetahuan dengan kategori sedang, sebanyak 57 orang (47,5%) memiliki sikap dengan kategori baik, dan sebanyak 59 orang (49,2%) memiliki tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan kategori sedang. Hasil uji Spearman Rho menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut perokok. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut perokok.
HUBUNGAN ANTARA pH SALIVA DENGAN INDEKS DMF-T ANAK YANG MENGKONSUMSI AIR PDAM DAN AIR SUMUR GALI Ajeng Zelline Ameriagitri; Rosihan Adhani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground of study : Residents of Martapura city having  wetland area  are more vulnerable to have caries because they are continuously exposed by acid drainage. Most of them exploit dig well water and PDAM as a source of water to brush their teeth, gargle and cook the food. This condition affects the process of dental caries and pH. Objective: To analyse the correlation between salivary pH and index DMF-T of students who consume PDAM water and the dig well water in MTS Hidayatullah Martapura. Method: This research used analytic method with cross sectional. Respondent and sample is collected by random sampling. Total respondents is 68 cstudents that is divided into 2 groups, each sample consists of 34 students who consume PDAM Water and the orther ones, 34 students consume dig well water. Result: The pH average value of students who consume PDAM water is medium (6,6). The pH average value of students who consume dig well water is low (6,6). The DMF-T average value of students who consume PDAM water is medium (3,5). The DMF-T average value of students who consume dig well water is high (5,0). Conclusion: There is a significant relationship between student’s pH and index DMF-T who consume PDAM and dig well water.Keywords: Index DMF-T, Salivary pH, Wetland.ABSTRAKLatar Belakang: Penduduk Kecamatan Martapura Kota memiliki wilayah lahan basah yang lebih rentan terjadinya karies karena paparan air asam secara terus menerus. Sebagian besar penduduk memanfaatkan air sumur gali dan air PDAM sebagai sumber mata air untuk menyikat gigi, berkumur, minum, dan memasak. Kondisi air asam inilah yang dapat mempengaruhi proses terjadinya karies dan pH saliva.  Tujuan: Menganalisis hubungan antara pH saliva dengan indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air PDAM dan air sumur gali di MTS Hidayatullah Martapura. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden dan sampel di ambil dengan teknik simple random sampling, besar responden sebanyak 68 anak yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 34 anak yang mengkonsumsi air PDAM dan 34 anak yang mengkonsumsi air sumur gali. Hasil: Nilai rata-rata pH saliva anak yang mengkonsumsi air PDAM sebesar 6,6 dengan kategori sedang. Nilai rata-rata pH saliva anak yang mengkonsumsi air sumur gali sebesar 5,8 dengan kategori rendah. Nilai rata-rata indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air PDAM sebesar 3,5 dengan kategori sedang dan nilai rata-rata indeks DMF-T anak yang mengkonsumsi air sumur gali sebesar 5,0 dengan kategori tinggi. Kesimpulan: terdapat hubungan yang bermakna antara pH saliva dengan indeks DMF-T anak yang menggunakan air PDAM dan air sumur gali.Kata kunci: Indeks DMF-T, Lahan basah, pH saliva.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI DENGAN INDEKS GINGIVA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH. Tinjauan Terhadap Siswa MTs di Kabupaten Barito Kuala Dana Chitra Maida; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Low of knowledge about health can be a predisposing factor for the onset of a disease. The knowledge about health is very important, because knowledge as a cognitive domain will influence health attitudes and behavior of a person, especially preventive and healing of a disease as well as effect on health status. Epidemiological studies said that the oral hygiene and gingival health status of each severe are generally found in children and adolescents. Purpose: This study aims to find out the correlation of teeth brushing knowledge level with gingival index on Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala. Methods: This research method is quantitative analytic using Cross Sectional approach at 100 students of Madrasah Tsanawiyah in Barito Kuala. Questionnaire instrument was used to measure students’ knowledge level of teeth brushing and gingival index to students’ gingival conditions. Results: The results is teeth brushing knowledge Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala have a good category with ≥75% of knowledge score. Gingival index Madrasah Tsanawiyah Students in Barito Kuala on a score of 0.1-1.0 or have a gingival status sustained a mild inflammation. Conclusion: There is a meaningful connection between the knowledge of brushing teeth with gingival index of Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala p=0.001 or (p<0.05). Keywords: Teeth brushing knowledge level, gingival index, behavior  ABSTRAKLatar Belakang: Rendahnya pengetahuan seseorang mengenai kesehatan dapat menjadi faktor predisposisi timbulnya suatu penyakit. Pengetahuan mengenai kesehatan merupakan hal yang sangat penting, karena pengetahuan sebagai domain kognitif akan mempengaruhi sikap dan perilaku kesehatan seseorang khususnya tindakan pencegahan dan penyembuhan terhadap penyakit serta berpengaruh terhadap status kesehatan. Studi epidemiologi menyebutkan bahwa kebersihan rongga mulut dan status kesehatan gingiva dari tiap tingkat keparahan pada umumnya didapatkan pada anak-anak dan remaja. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan menyikat gigi dengan indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala. Metode: Penelitian yaitu kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional pada 100 siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala. Instrumen kuisioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan menyikat gigi siswa dan indeks gingiva untuk mengukur kondisi gingiva siswa. Hasil: Penelitian didapatkan pengetahuan menyikat gigi siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala berada pada kategori baik dengan skor pengetahuan ≥75%. Indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala berada pada skor 0,1-1,0 atau status gingiva mengalami peradangan ringan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan menyikat gigi dengan indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala p=0,001 atau (p<0,05).  Kata Kunci: Tingkat pengetahuan menyikat gigi, indeks gingiva, perilaku
PENGARUH PENGGUNAAN AIR SUNGAI MARTAPURA DAN AIR SUMUR BOR TERHADAP INDEKS DMF-T Mustika Meisy Riyana; Rosihan Adhani; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Tooth decay, especially caries or cavities is one of the most common diseases found in people in Indonesia. The prevalence of people who have dental and oral health problems in Indonesia is 57.6% with a percentage in the Province of South Kalimantan around 60%, while in the Banjar District area has a DMF-T index value of 7.80 which is included in one of five districts with the highest DMF-T index value in South Kalimantan Province, the data can be seen from the RISKESDAS results. Objective: To analyze the effect of the use of Martapura river water and wellbore water on the DMF-T index in Bincau Village, Martapura District, Banjar Regency. Method: This study used an observational analytic method with a cross sectional approach. Respondents and samples were taken by simple random sampling technique, the number of respondents in this study were 62 people. Results: The average DMF-T index for people who used Martapura river water was 7.74 which was included in the very high category, while those who used bore well water had a DMF-T index of 5.65 which was included in the high category. Statistical tests using the Independent T-test showed a sig value of 0.007 <0.05. Conclusion: Based on the average results of the DMF-T index, it is found that Martapura river water has more influence on the DMF-T index value than the wellbore water used by the community in Bincau Village.Keywords: Caries (DMF-T), river water users, wellbore water users. ABSTRAKLatar belakang: Kerusakan gigi terutama karies atau gigi berlubang merupakan salah satu penyakit yang paling sering dijumpai pada masyarakat di Indonesia. Prevalensi masyarakat yang memiliki masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia sebesar 57,6% dengan persentase di Provinsi Kalimantan Selatan sekitar 60%, sedangkan di daerah Kabupaten Banjar memiliki nilai indeks DMF-T sebesar 7,80 yang termasuk dalam salah satu dari lima kabupaten dengan nilai indeks DMF-T tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan, data tersebut dapat dilihat dari hasil RISKESDAS. Tujuan: Menganalisis pengaruh penggunaan air sungai Martapura dan air sumur bor terhadap indeks DMF-T di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dan sampel diambil dengan teknik simple random sampling, besar responden pada penelitian ini sebanyak 62 orang masyarakat. Hasil: Rata-rata indeks DMF-T masyarakat yang menggunakan air sungai martapura sebesar 7,74 yang termasuk kategori sangat tinggi, sedangkan masyarakat yang menggunakan air sumur bor memiliki indeks DMF-T sebesar 5,65 yang termasuk dalam kategori tinggi. Uji statistik menggunakan uji T-Independen didapatkan nilai sig 0,007 < 0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil rata-rata indeks DMF-T didapatkan bahwa air sungai martapura lebih berpengaruh terhadap nilai indeks DMF-T daripada air sumur bor yang digunakan oleh masyarakat di Desa Bincau.Kata kunci: Karies (DMF-T), pengguna air sungai, pengguna air sumur bor.
HUBUNGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN INDEKS KARIES DMF-T DAN SIC (Tinjauan Terhadap Siswa SMP Negeri 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala) Anshori Rohimi; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Rendahnya perilaku kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi faktor menurunnya status kesehatan seseorang. Perilaku kesehatan gigi dan mulut meliputi perilaku menyikat gigi, pola makan, dan kunjungan ke dokter gigi. Studi epidemiologi menyebutkan bahwa perilaku kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah. Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan indeks karies DMF-T dan SiC siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala. Metode dan bahan: Penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional pada 100 siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala. Instrumen kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat perilaku kesehatan gigi dan mulut siswa dan indeks DMF-T untuk mengukur pengalaman karies siswa. Hasil penelitian: Perilaku kesehatan gigi dan mulut siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala sebagian besar (64%) dalam kategori cukup dan paling kecil kategori baik (1%). Indeks DMF-T siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala berada pada  skor 2,8 atau dalam tingkat yang sedang dan skor SiC 4. Hasil analisis statistik diperoleh nilai p= 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku kesehatan gigi dan mulut dengan indeks karies DMF-T dan SiC siswa SMPN 5 Marabahan di Kabupaten Barito Kuala.  ABSTRACT            Background: Lack of oral and dental health behaviors can be a factor in the decline of one's health status. Dental and oral behavior include brushing, eating, and dental visits. Epidemiological studies say that the behavior of dental and oral health is still very low. Purpose: To analysis the relationship of dental and oral health behavior with caries index DMF-T and SiC of SMPN 5 Marabahan students in Barito Kuala. Methods and materials: This research is analytic observational with Cross Sectional approach on 100 students of SMPN 5 Marabahan in Barito Kuala. The questionnaire instrument was used to measure the level of dental and oral health behaviors of students and the DMF-T index to measure the student's caries experience. Research: Dental and oral health behavior of students of SMPN 5 Marabahan in Regency of Barito Kuala most (64%) in enough category and smallest good category (1%). The DMF-T index of the students of SMPN 5 Marabahan in Barito Kuala is at a score of 2.8 or in the medium level and the SiC score 4. Result of statistical analysis obtained p= 0,001 (p <0,05).Conclusion: There is a meaningful relationship between dental and oral health behavior with caries index DMF-T and SiC students SMPN 5 Marabahan in Barito Kuala District.
HUBUNGAN PERILAKU MENYIKAT GIGI, KEASAMAN AIR, PELAYANAN KESEHATAN GIGI TERHADAP KARIES DI MAN 2 BATOLA Rani Lestari Yunita Napitupulu; Rosihan Adhani; Isyana Erlita
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Karies merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada masyarakat Barito Kuala, dengan indeks DMF-T 6,61 (sangat tinggi) berdasarkan data RISKESDAS. Data RISKESDAS tahun 2013 menunjukkan hanya sebesar 3,4% masyarakat Barito Kuala yang menyikat gigi dengan benar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa masyarakat Barito Kuala masih banyak yang menggunakan air sungai dengan pH rendah (3,65) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menyikat gigi. Kabupaten Barito Kuala hanya memiliki 7 dari 19 Puskesmas yang terdapat Dokter Gigi, berdasarkan data yang didapat dari Kondisi Tenaga Medis dan Paramedis Tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.   Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan  cross sectional. Responden dan sampel diambil dengan teknik  simple random sampling, besar responden sebanyak 176 murid. Sampel air sungai diambil di sekitar tempat kediaman murid. Hasil:   Rata-rata indeks DMF-T sebesar 4,67 dan termasuk dalam kategori tinggi. Perilaku menyikat gigi memiliki skor 4.238 dengan persentase 40% dan termasuk dalam kategori buruk. Keasaman air sungai memiliki pH 3,72 dan  termasuk dalam kategori asam. Pelayanan kesehatan gigi memiliki skor 92 dengan persentase 74% dan termasuk dalam kategori baik. Uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hasil uji Friedman didapatkan hasil nilai sig 0,000 (p<0,05). Mean rank keasaman air merupakan yang terbesar yaitu 4.00. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara perilaku menyikat gigi, keasaman air,  pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola, dengan variabel yang paling berhubungan dengan karies adalah keasaman air.Kata kunci: Karies, perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi.
Co-Authors Achmad Rofi'i Adam Kevin Ade Putri Pratiwi Adenan Adenan Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adib Muntasir Afiati, Risti Afriyanti, Defi Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Ajeng Zelline Ameriagitri Aldo Giovanni Alexander Sitepu Alfarie, Iwan Alin, Dhemes Amalia Putri, Amalia Andriyani, Putri Dwi Annisa Faradila Anshori Rohimi Ardik Lahdimawan Ardik Lahdimawan, Ardik Arifin Syamsul Arifin, Rahmad Aristia, Firda Aspiani Aspiani Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aulia, Ridha Azura Arisa Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bayu Indra Sukmana Bela Yunita Bela Yunita, Bela Beta Widya Oktiani Br Siahaan, Maria Angelina Tiurma Candra Candra Cecep Hadyan Khairusy Cimey Youventri Dana Chitra Maida Dayanne Sembiring Debby Saputera, Debby Denta Oktavia, Aurelia Marsha Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari DEWI SARTIKA Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dina Kartika Dinda Andira Salsabila Disi Raudatul Janah Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma E.Gusti Sigar Maulana E.Gusti Sigar Maulana, E.Gusti Sigar Edi Hartoyo Eka Intan Kumala Putri Eka Maya Putri Eko Suhartono Emma Yuniarrahmah, Emma Enny Khalisa Enny Khalisa, Enny Ermina Istiqomah, Ermina Faradila, Annisa FARHANI, NADYA Farida Heriyani Farida Heriyani Fathul Rahman Fatmasari, Meilita Faulina Windiyana Fauzie Rahman Feryra Putri Ayu Suma Feryra Putri Ayu Suma, Feryra Putri Firda Aristia Fitrian, Muhammad Soni Fransisca Viesta Nanda Heta Fransiska Uli Arta Panjaitan Garcia, Aprilia Ghaitsa Ghaitsa Ghaitsa, Ghaitsa Habibie Aldiaman Habibie Aldiaman, Habibie Hamdani, Riky Harapan Parlindungan Ringoringo, Harapan Parlindungan Hatta, Isnur Herawati Herawati Herawati Hidayatullah Hidayatullah Hijriah, Restu Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khatimah, Ika I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Husnul Khatimah Ika Kusuma Wardani Illiandri, Abdullah Oski Ilvani Thine, Putri Bestari Isa, Mohamad Istiqamah, Ermina Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Akbar Jayawarsa, A.A. Ketut Jeanyvia Anggreyni Sodri Jeviya Marsianah Juli Harnida Purwaningayu Karina Ramadhani Khairusy, Cecep Hadyan Kholish Atikah Azzam Kirana, Fatma Lailatul Qomariyah Lastianum, Wistri Vanumbari Lenie Marlinae Lenny Octaviani Tanu Lestari, Faetria Lisda Hayatie, Lisda Luh Putu Ratna Sundari M. Bakhriansyah, M. M. Fahrul Ryzanur.A Maria Angelina Tiurma Br Siahaan Maulideya, Fatimah Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melisa Budipramana, Melisa Mohammad Isa Muhamad Muslim Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Aini Muhammad Ali Riswandi Muhammad Ali Riswandi, Muhammad Ali Muhammad Arfah Akbar Muhammad Aulia Rifa Syarafi Muhammad Genadi Askandar Muhammad Haikal Muhammad Noor Aditya Pratama Muhammad Reyzaldy Rahim Muhammad Riza Muhammad Yoga Arie Yunanto Muhammad Yoga Arie Yunanto, Muhammad Yoga Muntasir, Adib Musafaah Musafaah Mustika Meisy Riyana Nabilla Kuswareni Nabilla Kuswareni, Nabilla Nadia Febrila Putri Nanda Heta, Fransisca Viesta Natasya Nurul Izzati Neka Erlyani Neka Erlyani Nia Kania Noor Khalishah Norhayati Norhayati Norliana Afrianti Noviyanti, Winda Novridha Dewi Ardiyanti Nugorho, Adi Nugroho, Adi Nugroho Nur Indriani Rahayu Nurrahman, Tri Nurul Aulia Rahmi Oski Illiandri Panghiyangani, Roselina Persadha, Galih Pindobilowo, Pindobilowo Pratiwi, Rista Amalia Prisca Listyantika Prisca Listyantika, Prisca Putri, Farah Aida Putri, Rizqi Risfiana Rachmad Yamani Rahayu, Istuning Puji Rahma Zakia Rahmad Arifin Rahmatullah, Mohammad Dede Ramadhani, Karina Rani Lestari Yunita Napitupulu Ridha Aulia Riska Nisaul Karimah Risnawati Risnawati Rista Amalia Pratiwi Risti Afiati Rizki Hadi Rizki Hadi, Rizki Riznika Riznika Riznika, Riznika Roselina Panghiyangani Rudie Syahrizal Akhmad Rusida, Esty Restiana Rusmilawati Rusmilawati Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari Saiful Akhyar Lubis Sanyoto, Didik Dwi Sari Rahmita Sari, Galuh Dwinta Selvira Linda Pratiwi Setyawardhana, R. Harry Dharmawan Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Silvia Kristanti Tri Febriana SITI FATIMAH Sofi Arnesti Wahab Suharton, Eko Suhastinah, Suhastinah Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri, Norjainah Suraya, Yulia Hasvi Maya Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tanu, Lenny Octaviani Taupiek Rahman Taupiek Rahman, Taupiek Tita Amanda Yudiya Titien Agustina Tri Putri, Deby Kania Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Wardhana, Agung Satria Wardhani, Gendis Ratri Kusuma Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Oktiani, Beta Yazid Eriansyah Pradanta Yazid Eriansyah Pradanta, Yazid Eriansyah Yudha Fatahillah Syahari Yusrinie Wasiaturrahmah Zakia, Rahma Zoelkarnain, Izaak