Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi legalitas konten kreatif menjaga hak dan menghindari pelanggaran Andrianto Prabowo; Tri Astuti Handayani; Irma Mangar; Sophia Bela Mariska
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39601

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong meningkatnya jumlah kreator konten di berbagai platform digital. Namun, peningkatan tersebut belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai terkait legalitas konten kreatif, khususnya mengenai hak cipta dan penggunaan karya secara sah. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat, khususnya kreator digital, dalam menjaga hak serta menghindari pelanggaran dalam pembuatan dan distribusi konten. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, serta simulasi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap legalitas konten kreatif masih tergolong rendah hingga sedang, yang disebabkan oleh kurangnya edukasi, kesalahpahaman terhadap penggunaan konten digital, serta minimnya sosialisasi yang merata. Melalui kegiatan ini, peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait pentingnya hak cipta, penggunaan lisensi, serta etika dalam berkarya. Selain itu, pemateri juga menekankan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum, seperti edukasi berkelanjutan, integrasi dalam pendidikan, peran platform digital, penyediaan informasi yang mudah diakses, serta dukungan komunitas kreator. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran hukum peserta. Namun, diperlukan tindak lanjut berupa kegiatan berkelanjutan agar pemahaman tersebut dapat diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, diharapkan tercipta ekosistem digital yang lebih tertib, aman, dan mendukung perkembangan kreativitas yang bertanggung jawab. Kata kunci: legalitas; kesadaran hukum; kreator digital; sosialisasi; media digital. Abstract  The rapid development of digital technology has encouraged the increasing number of content creators on various digital platforms. However, this increase has not been offset by an adequate understanding of the legality of creative content, especially regarding copyright and the legal use of works. This socialization activity aims to increase the understanding and legal awareness of the public, especially digital creators, in maintaining rights and avoiding violations in content creation and distribution. The methods used in this activity include material delivery, interactive discussions, case studies, and practice simulations. The results of the activity show that the level of public understanding of the legality of creative content is still relatively low to moderate, which is caused by a lack of education, misunderstanding of the use of digital content, and a lack of equitable socialization. Through this activity, participants experienced an increased understanding of the importance of copyright, the use of licenses, and ethics in work. In addition, the speaker also emphasized various efforts to increase legal awareness, such as continuous education, integration in education, the role of digital platforms, the provision of easily accessible information, and the support of the creator community. Overall, this socialization activity has a positive impact on increasing participants' legal awareness. However, follow-up in the form of sustainable activities is needed so that this understanding can be applied consistently. Thus, it is hoped that a digital ecosystem will be created that is more orderly, safe, and supports the development of responsible creativity.    Keywords: legality; legal awareness; digital creators; socialization; digital media. 
Sosialisasi regulasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun Moch. Mansur; Tri Astuti Handayani; Irma Mangar; Nico Ferdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39611

Abstract

Abstrak Penggunaan media sosial di kalangan anak di bawah usia 16 tahun semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital. Kondisi ini menimbulkan berbagai risiko, seperti cyberbullying, paparan konten negatif, kecanduan digital, serta penyalahgunaan data pribadi. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang bertujuan untuk melindungi anak dalam ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan regulasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun serta meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua dan siswa, terkait penggunaan media sosial yang aman dan bijak. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, serta simulasi penggunaan fitur keamanan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa regulasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun merupakan upaya penting dalam perlindungan anak di ruang digital yang mencakup pembatasan usia, pengawasan akses, serta peran pemerintah, orang tua, dan penyedia platform. Kegiatan sosialisasi ini meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai penggunaan media sosial yang aman, termasuk risiko seperti cyberbullying, konten negatif, dan kecanduan digital. Namun, implementasi regulasi masih menghadapi tantangan seperti lemahnya verifikasi usia, rendahnya literasi digital orang tua, dan belum optimalnya fitur keamanan platform. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara berbagai pihak untuk mengoptimalkan perlindungan anak di dunia digital.  Kata Kunci: regulasi; media social; anak di bawah 16 tahun; perlindungan anak; literasi digital. Abstract  The use of social media among children under the age of 16 is increasing along with the development of digital technology. This condition poses various risks, such as cyberbullying, exposure to negative content, digital addiction, and misuse of personal data. Therefore, regulations are needed that aim to protect children in the digital space. This community service activity aims to socialize the regulation of the use of social media for children under the age of 16 and increase public understanding, especially parents and students, regarding the safe and wise use of social media. The methods used include counseling, interactive discussions, and simulations of the use of social media security features. The results of the activity show that the regulation of the use of social media for children under the age of 16 is an important effort in the protection of children in the digital space which includes age restrictions, access control, and the role of the government, parents, and platform providers. This socialization activity increased participants' understanding and awareness of the safe use of social media, including risks such as cyberbullying, negative content, and digital addiction. However, the implementation of regulations still faces challenges such as weak age verification, low parental digital literacy, and not optimal platform security features. Therefore, continuous synergy between various parties is needed to optimize child protection in the digital world. Keywords: regulation; social media; children under 16 years old; child protection; digital literacy.
Sosialisasi perlindungan hukum serta akses pendidikan anak-anak komunitas migran Indonesia di Malaysia Irma Mangar; Shinta Azzahra Sudrajat; Pingkan Widya Pangestika; Nico Ferdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39610

Abstract

Abstrak Kegiatan sosialisasi mengenai perlindungan hukum serta akses pendidikan anak-anak komunitas migran Indonesia di Malaysia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak migran berdasarkan hukum nasional dan internasional. Anak-anak migran Indonesia di Malaysia merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan dokumen identitas, diskriminasi, serta sulitnya memperoleh akses pendidikan yang layak. Oleh karena itu, diperlukan upaya perlindungan hukum dan pemenuhan hak pendidikan secara optimal melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penyuluhan edukatif kepada peserta sosialisasi. Materi yang disampaikan mencakup perlindungan hukum anak berdasarkan Convention on the Rights of the Child (CRC), Undang-Undang Perlindungan Anak, serta akses pendidikan melalui Community Learning Center (CLC) dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Selain itu, kegiatan juga membahas hambatan yang dihadapi anak migran, seperti persoalan administrasi, keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, dan minimnya fasilitas pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perlindungan hukum dan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak migran Indonesia di Malaysia. Peserta juga memahami berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui KBRI/KJRI serta lembaga pendidikan terkait. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong kerja sama berbagai pihak dalam mendukung perlindungan serta pemenuhan hak anak migran secara lebih optimal dan berkelanjutan.    Kata Kunci: perlindungan hukum; akses Pendidikan; anak migran; komunitas migran Indonesia; malaysia. Abstract  Socialization activities regarding legal protection and access to education for children of the Indonesian migrant community in Malaysia aim to increase public understanding of the rights of migrant children based on national and international laws. Indonesian migrant children in Malaysia are a vulnerable group that often faces various problems, such as limited identity documents, discrimination, and difficulty in obtaining access to proper education. Therefore, efforts to protect the law and fulfill the right to education optimally are needed through cooperation between the government, the community, and various related parties. The implementation of the activity was carried out through lectures, discussions, questions and answers, and educational counseling to socialization participants. The material presented included legal protection of children based on the Convention on the Rights of the Child (CRC), the Child Protection Law, as well as access to education through Community Learning Centers (CLC) and Indonesian Overseas Schools (SILN). In addition, the activity also discussed the obstacles faced by migrant children, such as administrative problems, economic limitations, geographical conditions, and lack of educational facilities. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the importance of legal protection and the fulfillment of educational rights for Indonesian migrant children in Malaysia. Participants also understood the various efforts that have been made by the government through the Indonesian Embassy/Consulate General and related educational institutions. This activity is expected to increase awareness and encourage cooperation from various parties in supporting the protection and fulfillment of the rights of migrant children in a more optimal and sustainable manner. Keywords: legal protection; access to education; migrant children; indonesian migrant community; malaysia.
Menumbuhkan cinta hukum dan politik di kalangan pemuda Gen Z melalui sosialisasi edukatif Dodik Wahyono; Irma Mangar; Pingkan Widya Pangestika; Nico Ferdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39608

Abstract

Abstrak    Perkembangan teknologi dan arus informasi yang pesat di era digital memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir pemuda Generasi Z. Namun, kemudahan akses informasi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan tingginya minat dan pemahaman terhadap hukum dan politik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta hukum dan politik di kalangan pemuda Gen Z melalui sosialisasi edukatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan teknik ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta partisipasi pemuda terhadap isu hukum dan politik. Peserta menunjukkan antusiasme dan perubahan sikap menjadi lebih peduli, kritis, dan aktif dalam kehidupan demokrasi. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti perbedaan minat peserta dan keterbatasan waktu pelaksanaan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode serta keberlanjutan program agar dampak kegiatan dapat lebih optimal. Kata Kunci: Sosialisasi edukatif; Generasi Z; hukum; politik; partisipasi pemuda. Abstract  The development of technology and the rapid flow of information in the digital era have a great influence on the mindset of Generation Z youth. This service activity aims to foster a sense of love for law and politics among Gen Z youth through educational socialization. The method used is an educational-participatory approach with interactive lecture techniques, discussions, and case studies. The results of the activity show that educational socialization is effective in increasing the understanding, awareness, and participation of youth on legal and political issues. Participants showed enthusiasm and changed attitudes to become more caring, critical, and active in democratic life. However, there are still obstacles such as differences in participants' interests and limited implementation time. Therefore, it is necessary to innovate methods and program sustainability so that the impact of activities can be more optimal.  Keywords: educational socialization; generation z; law; politics; youth participation.
Optimalisasi Edukasi Hukum Digital dalam Mencegah Risiko Pinjaman Online Ilegal pada Masyarakat: Education Program on Optimizing Digital Law to Prevent the Risks of Illegal Online Loans in Society Hanin Alya Labibah; Miranda Damayanti; Irma Mangar; Asri Elies Alamanda; Yuli Pertiwi Ningsih
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10073

Abstract

Media sosial kini juga berperan besar dalam membentuk opini publik dan interaksi sosial di tingkat komunitas desa. Melalui platform seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram, ibu-ibu PKK sering menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, menyebarkan informasi kegiatan, bahkan mempromosikan produk lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum digital dan kesadaran etika bermedia sosial serta transaksi online bagi ibu-ibu PKK di desa Selogabus. Metode yang diterapkan , yaitu sosialisasi hukum di mana tim PkM memberikan materi terkait dengan literasi hukum digital, diskusi ringan, serta diakhiri dengan quiz serta game mini untuk melihat sebagaimana responsif peserta dalam menerima materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memahami bahwa aktivitas di dunia maya memiliki konsekuensi hukum yang nyata, baik dalam penggunaan media sosial maupun transaksi daring. Setelah kegiatan, para peserta menunjukkan perubahan sikap lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di media sosial. emberdayaan ibu-ibu PKK merupakan langkah strategis untuk membangun masyarakat yang melek hukum, cerdas digital, dan beretika dalam dunia maya, dengan pemahaman hukum digital yang baik, masyarakat dapat terhindar dari pelanggaran hukum serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif dan produktif.
Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat Desa terhadap Produk Pangan Aman dan Layak Konsumsi di Masyarakat Desa Semenpinggir Bojonegoro: Enhancing the Legal Awareness of Rural Community on Safe and Healthy Food Products in Semenpinggir Village Bojonegoro Asri Elies Alamanda; Irma Mangar; Miranda Damayanti; Hanin Alya’ Labibah; Tiffani Akmalu Syifa’
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10077

Abstract

Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan hukum tentang makanan yang aman dan layak konsumsi di kalangan warga desa Semenpinggir, kabupaten Bojonegoro. Latar belakang kegiatan ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat mitra tentang pentingnya memperhatikan unsur-unsur keamanan pangan serta hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen, khususnya di kalangan pemuda pemudi. Ceramah dan percakapan yang melibatkan partisipasi dengan pendekatan aktif yang mencakup anggota organisasi Pemuda merupakan teknik pelaksanaan yang digunakan. Identifikasi target, sosialisasi dan konseling, diskusi interaktif, mendorong keterlibatan aktif masyarakat, dan menciptakan kebiasaan sehari-hari yang sesuai dengan hukum merupakan bagian dari tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan hukum mitra tentang pentingnya memilih makanan yang aman dan layak konsumsi. Peserta mulai lebih memperhatikan label, tanggal kedaluwarsa, kualitas makanan, dan mulai aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan mereka dan mendorong perilaku taat hukum dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini berkontribusi pada pemahaman hukum masyarakat desa yang semakin meningkat sebagai hasil dari program pengabdian masyarakat ini. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum dan membuatnya dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan upaya berkelanjutan melalui pendidikan dan sosialisasi.
Pemanfaatan Lembaga Pembiayaan Nonbank sebagai Alternatif Permodalan UMKM di Desa Semenpinggir Kabupaten Bojonegoro: Utilizing the Non-Bank Financial Services as an Alternative Source of Capital for MSMEs in Semenpinggir Village Bojonegoro Miranda Damayanti; Asri Elies Alamanda; Alfina Setyawan Putri; Hanin Alya' Labibah; Irma Mangar
DARMADIKSANI Vol 6 No 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i2.10115

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama penggerak roda ekonomi di desa Semenpinggir, kabupaten Bojonegoro. Keberadaan para pelaku usaha lokal, mulai dari sektor agribisnis hingga industri kreatif rumahan, memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Namun, dalam perjalanannya, potensi besar ini sering kali terhambat oleh masalah klasik, yaitu keterbatasan modal usaha. Tanpa adanya suntikan dana yang memadai, para pelaku UMKM kesulitan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui alat kerja, maupun memperluas jangkauan pasar mereka. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adlah untuk  meningkatkan pemahaman masyarakat melalui sosialisasi mengenai peran dan manfaat lembaga pembiayaan nonbank sebagai alternatif permodalan UMKM, edukasi mengenai prosedur pengajuan pembiayaan, persyaratan administrasi, serta pengelolaan keuangan usaha yang baik minimnya informasi mengenai akses permodalan yang formal yang akhirnya membuat pelaku usaha terjebak pada pinjaman informal atau rentenir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan lembaga pembiayaan nonbank sebagai alternatif permodalan UMKM mulai membuahkan hasil optimal. Masyarakat mulai menyadari bahwa pembiayaan nonbank terbukti dapat membantu peningkatan kapasitas produksi, pemasaran, kualitas produk, dan pendapatan UMKM apabila dimanfaatkan secara tepat dan produktif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah desa dan lembaga terkait agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan pembiayaan nonbank secara aman, efektif, dan berkelanjutan.
Pemuda cerdas dan bijak bermedia sosialisasi pencegahan hoaks di era digital Bukhori Yasin; Gunawan Hadi Purwanto; Irma Mangar; Nico Ferdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39614

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses dan menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial yang banyak digunakan oleh kalangan pemuda. Kemudahan ini di satu sisi memberikan manfaat besar, namun di sisi lain memunculkan tantangan berupa maraknya penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan dampak negatif seperti keresahan sosial, konflik, dan menurunnya kepercayaan publik. Pemuda sebagai pengguna aktif media sosial memiliki peran strategis, baik sebagai penyebar informasi maupun agen perubahan. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci penting untuk membekali pemuda dengan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan etis dalam bermedia sosial. Kegiatan sosialisasi “Pemuda Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial dalam Pencegahan Hoaks di Era Digital” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemuda mengenai bahaya hoaks serta cara pencegahannya. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, tanya jawab, serta simulasi praktik verifikasi informasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait ciri-ciri hoaks, pentingnya verifikasi informasi, serta penerapan prinsip “saring sebelum sharing”. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran pemuda dalam bermedia sosial secara bijak. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis, kegiatan berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Diperlukan upaya berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan produktif serta meminimalisir penyebaran hoaks di masyarakat.  Kata Kunci: literasi digital; media social; pemuda; pencegahan hoaks; era digital. Abstract  The development of information and communication technology in the digital era has changed the way people access and disseminate information, especially through social media which is widely used by young people. On the one hand, this convenience provides great benefits, but on the other hand, it raises challenges in the form of the rampant spread of hoaxes that can have negative impacts such as social unrest, conflicts, and declining public trust. Youth as active users of social media have a strategic role, both as disseminators of information and agents of change. Therefore, digital literacy is an important key to equipping youth with critical, analytical, and ethical thinking skills in social media. The socialization activity "Smart and Wise Youth with Social Media in the Prevention of Hoaxes in the Digital Era" aims to increase youth understanding and awareness of the dangers of hoaxes and how to prevent them. The methods used include lectures, interactive discussions, case studies, questions and answers, and simulations of information verification practices. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the characteristics of hoaxes, the importance of information verification, and the application of the principle of "filter before sharing". Overall, this activity has a positive impact on increasing digital literacy and youth awareness in using social media wisely. Despite some technical obstacles, the activity went well and achieved the expected goal. Continuous efforts and collaboration of various parties are needed to create a healthy, safe, and productive digital environment and minimize the spread of hoaxes in the community.  Keywords: digital literacy; social media; youth; hoax prevention; digital era.
Sosialisasi Peran Masyarakat dalam Penegakan Hukum di Indonesia Wilayah Hukum Desa Padang Kecamatan Trucuk: Socialization Program on the Role of the Community in Law Enforcement in Indonesia within the Legal Jurisdiction of Padang Village Trucuk District Mochammad Mansur; Irma Mangar; Pingkan Widya Pangestika
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8941

Abstract

Hukum berfungsi sebagai struktur dasar untuk mengatur masyarakat Oleh karena itu, hukum harus tetap adaptif terhadap dinamika perkembangan masyarakat. Selain itu, hukum harus secara aktif membimbing dan membina perkembangan tersebut secara tepat dan terkendali. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penegakan hukum di masyarakat adalah kesadaran hukum di masyarakat. Aspek kesadaran hukum ini memegang peranan penting dalam memastikan efektivitas upaya penegakan hukum. Metode yang  digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dan sosialisasi, yang dirancang untuk memastikan pemahaman masyarakat mitra secara optimal dan mendorong keterlibatan aktif para peserta. Kegiatan yang dihadiri oleh 30 peserta ini memadukan pendekatan penyampaian materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab agar setiap informasi dapat diterima dengan baik dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat setempat. Kegiatan sosialisasi ini menegaskan bahwa masyarakat desa Padang memiliki posisi sentral sebagai mitra aparat penegak hukum dalam mencegah, mendeteksi, dan melaporkan potensi pelanggaran hukum. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai prosedur pelaporan, mekanisme penegakan hukum, serta pentingnya kerja sama yang konstruktif, diharapkan masyarakat semakin siap dan berani untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban sosial.
Sosialisasi Peran Generasi Muda dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Budaya di Masyarakat Desa Padang Kecamatan Trucuk: Socialization Program on the Role of Young Generation in Fostering Cultural Values in the Community of Padang Village Trucuk District Irma Mangar; Shinta Azzahra Sudrajat; Pingkan Widya Pangestika
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8942

Abstract

Desa Padang, kecamatan Trucuk, merupakan wilayah yang kaya akan nilai-nilai budaya lokal, tradisi gotong royong, serta kearifan sosial yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mulai merasakan adanya pergeseran peran generasi muda dalam melestarikan dan menumbuhkan nilai-nilai budaya tersebut. Pelaksanaan sosialisasi peran generasi muda dalam menumbuhkan nilai-nilai budaya di masyarakat di desa Padang, kecamatan Trucuk, yang diselenggarakan di Balai Desa Padang dan dihadiri oleh 40 peserta, dilaksanakan dengan metode yang terstruktur, partisipatif, dan disesuaikan dengan karakteristik generasi muda. Pendekatan ini dirancang agar materi tidak hanya dipahami secara Teori. tetapi juga mampu menggerakkan kesadaran dan motivasi peserta untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya desa. Krisis budaya yang mulai dirasakan masyarakat desa Padang pada dasarnya bukan hanya disebabkan oleh masuknya pengaruh luar, tetapi juga karena menurunnya tingkat keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial budaya di desa. Melalui sosialisasi ini, pemuda diharapkan memahami bahwa nilai-nilai budaya seperti gotong royong, musyawarah, toleransi, dan kebersamaan merupakan fondasi kehidupan masyarakat yang perlu terus dijaga dan diamalkan.  
Co-Authors Agustina, ria Al Mahdi, Sholahudin Ahmed Alfina Setyawan Putri Allichia Errika Safitri Anggita, Edyra Putri Anggraini, Kaprilia Anis Himmatul Khoiriyah Anshari Pikahulan, Muis Saifuddin Aprilia, Nanda Dwi Asri Elies Alamanda Asri Elies, Asri Elies Author Alami, M. Aqiel Bella Wahyu Satrya L, ⁠Okta Bukhori Yasin Bunga Candra Kanti Dewi, Taniya Shinta Dianafa Sasita A Didiek Wahju Indarta Dodik Wahyono Errika Safitri, Allichia Evinda, Mayiya Putri Fachryan Lesmana, Ryan Fikri Ardiansyah Firli Nanda Saputri Firman Subangun Gunawan Hadi Purwanto Hanin Alya' Labibah Hanin Alya' Labibah Indah Sekar Arum Juventia Imelda R Juventia Imelda Ristasaputra Kholifah, Ummu Nur Khurin Nadhiroh Lailatul Mutmainah Lesmana, Ryan Fachryan Luluardi, Yunas M Yasir M. Abdim Munib M. Ihsan Asyik Amali M. Qafid Jalaludin Maknun, Jauharul Malaika Putri Wardhani Mansur, Moch Maya Novatina Miftahul Rozaq Miranda Damayanti Miranda Damayanti Moch. Abidin Maula Moch. Mansur Mochamad Mansur Mochammad Mansur Moh. Sukoco Muhammad Rosyid Ridho Muhammad Rosyid Ridho Mutmainah, Lailatul Nafatio Dwiki Romadhon Nanda Dwi Aprilia Nico Ferdian Nico Ferdian Nur A, Selviana Nur Khalifah, Ummu Nurul Fajriyah Nurul Qomariyah Nurwijayanti Pangestika, Pingkan Widya Pingkan Widya Pangestika Poppy Eka Nur Annabilla Prabowo, Andrianto Puput Meira Anggraeni, Rista Puspita Sari, Firanda Putra Alviano Raymound Putri Ayu Permatasari Putri, Inesa Rahma Fatmawati Rahmatul Fauzia Refana Nur Fadilah Rhozaq, Miftahul Ria agustina Ridho , Muhammad Rosyid Rista Puput Meira Anggraeni Rohmatul Ummah Romadhon, Nafatio Dwiki Saputra, Toni Eka Sasita A, Dianafa Selviana Nur A Shinta Azhra Sudrajat Shinta Azzahra Sudrajat Shinta Azzahra Sudrajat Sholahudin Ahmed Al Mahdi Siti Faridatun Nisa Sophia Bela Mariska Sukoco, Mohammad Swastika Rahmania, Cindy Tahe , Nur-amimi Teguh Wibowo Teguh Wibowo Tifani Akmalu Syifa Tiffani Akmalu Syifa’ Tri Astuti Handayani Ulinnuha Nurrana Ummu Nur Khalifah Ummu Nur Kholifah Wahyono, Dodik Wibowo, Prasetyo  Yasin, Bukhari Yasir, M Yuli Pertiwi Ningsih Yunita, Dea ⁠Okta Bella Wahyu Satrya L