Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PROGRAM PESANTREN RAMAH ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING DI KALANGAN SANTRI (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AL BASYARIYAH BANDUNG) Sanjaya, Dinar; Dianawati Wasliman, Eva
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40021

Abstract

Bullying in educational settings remains a serious issue with significant academic, social, and psychological consequences for students, including those in Islamic boarding schools (pesantren). The residential nature of pesantren, characterized by 24-hour supervision, intensive social interaction, and hierarchical relationships, presents both opportunities for character formation and risks of unmonitored bullying practices. In response to this challenge, the Child-Friendly Pesantren Program (Program Pesantren Ramah Anak/PRA) was developed to integrate child protection principles into pesantren governance and daily practices. This study aims to analyze the implementation of the Child-Friendly Pesantren Program as an effort to prevent bullying among students at Pondok Pesantren Al-Basyariyah Bandung. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Data analysis was conducted inductively using the Deming PDCA (Plan–Do–Check–Act) quality management framework. The findings indicate that the PRA program is implemented through the reinforcement of religious-humanistic values, role modeling by caregivers, the institutionalization of non-violent disciplinary practices, and the establishment of a Student Guidance and Counseling Unit (BK-Santri) serving both preventive and remedial functions. These initiatives have contributed to increased student awareness of empathy, improved access to safe reporting mechanisms, and a reduction in interpersonal conflicts and bullying incidents. However, challenges remain, particularly in the areas of systematic documentation, data-based evaluation, and dependence on key institutional actors. Overall, the study demonstrates that the Child-Friendly Pesantren Program has significant potential to create a safe, inclusive, and sustainable educational environment when supported by a continuous quality improvement approach based on the PDCA cycle.
MANAJEMEN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD BUDI ASIH Rahmah, Suqya; Dianawati Wasliman, Eva
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40175

Abstract

This study aims to analyze the implementation of school environmental management as a strategy to increase student learning motivation at Budi Asih Elementary School, Bandung, based on George R. Terry's management theory, which encompasses the functions of planning, organizing, actuating, and controlling. This study used a qualitative case study approach, with data collection techniques through observation, documentation, and structured interviews with the principal, teachers, and students. The results indicate that school environmental management has been implemented, but it has not been running optimally and in a structured manner. Planning is not yet written down, organization is still informal, implementation is inconsistent, and supervision is not supported by a clear evaluation and reward system. Nevertheless, a clean and comfortable school environment has a positive impact on student learning motivation. Therefore, it is necessary to strengthen the implementation of management functions systematically and sustainably.
Peran Budaya Pesantren Dalam Mendukung Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter J, Muhamad Hasan; Sanjaya, Dinar; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan respons strategis dalam sistem pendidikan nasioanal terhadap krisis moral generasi muda. Pesantren, dengan budaya keislaman yang kuat, memiliki potensi besar dalam membentuk karakter secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran budaya Pondok Pesantren Al-Basyariyah Cigondewah dalam mendukung implementasi kebijakan PPK. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model PDCA (Plan, Do, Check, Act). Hasil menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian ditanamkan melalui pola hidup santri yang terstruktur. Evaluasi dilakukan secara rutin dan mendorong perbaikan berkelanjutan. Kesimpulannya, budaya pesantren telah menjadi model otentik pendidikan karakter dan mampu menjalankan prinsip manajemen mutu berkelanjutan secara efektif.
Analisis Kebijakan Sertifikasi Dosen Dan Penguatan Profesionalisme Akademik Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi Ningarumsari, Rike Junia; Ailya, Ashima; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lecturer certification policy has been implemented to enhance academic quality and professionalism in higher education. This study focuses on the implementation of the lecturer certification policy at STIT Al-Ihsan Baleendah and its impact on lecturers' professional practices. The objective is to gain an in-depth understanding of how certification is carried out and its contribution to improving educational quality. This research is grounded in bureaucratic decision-making theory, a systemic approach to public policy, and the concept of academic professionalism. Employing a descriptive qualitative method, data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that the certification policy has encouraged improvements in teaching readiness, involvement in curriculum development, and academic productivity. However, challenges persist, such as the dominance of one-way teaching methods and low motivation among lecturers to engage in research and community service. This study recommends strengthening institutional support, continuous professional development, and contextual evaluation of certification practices within Islamic higher education institutions.
Analisis Kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pendidikan Dasar Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Komalasari, Dini; Supriatin, Rati; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai bentuk perubahan kebijakan pendidikan yang menuntut adanya pergeseran paradigma dalam pengelolaan pembelajaran di tingkat sekolah dasar, khususnya dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Meskipun begitu, pelaksanaan Kurikulum Merdeka di lapangan tidak terlepas dari hambatan, baik dalam aspek kelembagaan maupun dalam budaya sekolah yang sudah mengakar. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan kebijakan Kurikulum Merdeka dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di SDN Pelita Bakti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, melalui pendekatan manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus,data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, serta telaah dokumen terhadap kepala sekolah, guru, dan perangkat pembelajaran lainnya yang terlibat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari sisi perencanaan, sekolah telah menyusun program kerja secara kolaboratif meskipun pemahaman guru terhadap kurikulum belum merata. Dalam pengorganisasian, upaya pembentukan tim dan pelatihan internal telah dilakukan namun belum optimal. Pada tahap pelaksanaan, sudah mulai diterapkan pembelajaran berdiferensiasi dan proyek penguatan karakter pelajar Pancasila. Sementara dalam aspek pengawasan, refleksi mingguan dan supervisi berjalan, namun masih perlu penguatan instrumen dan tindak lanjut. Implementasi ini menunjukkan kemajuan, meski masih memerlukan dukungan kapasitas guru dan sarana yang memadai.
Implementasi Kebijakan Wajib Belajar Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Di Ma Pondok Qur’an Cilengkrang Nawawi, Rahmat; Sirotjuddin, M.; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan instrumen utama dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berkarakter. Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun yang dicanangkan pemerintah Indonesia bertujuan untuk menciptakan masyarakat terdidik sekaligus membentuk karakter, salah satunya adalah kedisiplinan. Namun, implementasi kebijakan ini sering kali dihadapkan pada tantangan sosial-ekonomi dan kultural yang menghambat pencapaian tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun dalam pembentukan karakter disiplin siswa di MA Pondok Quran Cilengkrang. Tujuan khususnya mencakup eksplorasi terhadap aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan tersebut di lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa MA Pondok Quran Cilengkrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MA Pondok Quran mengintegrasikan kebijakan wajib belajar ke dalam program pendidikan yang berorientasi religius dan karakter, dengan pendekatan manajemen berbasis pesantren. Perencanaan dilakukan secara sistematis melalui analisis SWOT, pelaksanaan dilakukan dengan sinergi antara program akademik dan pembinaan akhlak, sementara evaluasi dilakukan secara berkala melalui indikator kedisiplinan siswa seperti kehadiran dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Tantangan terbesar terletak pada kondisi sosial-ekonomi siswa non-mukim serta peran orang tua yang belum optimal. Kesimpulannya, implementasi kebijakan Wajib Belajar di MA Pondok Quran telah berjalan secara adaptif dan kontekstual. Meskipun terdapat kendala, pendekatan partisipatif serta integrasi antara pendidikan formal dan pengasuhan pesantren memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter disiplin siswa.
Analisis Kebijakan Penerapan Teknologi Artificial Intelligence (Ai) Untuk Meningkatkan Proses Pembelajaran Rahmah, Suqya; Mustofa, Mustofa; Wasliman, Eva Dianawati; Wasliman, Iim
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the policy of implementing artificial intelligence (AI) technology in improving the learning process in university environments, with a comparative study of the Industrial Engineering Study Program and the Islamic Banking Study Program of Universitas Islam Nusantara. The background of the study is based on the need for higher education to adapt to the development of digital technology, especially AI, in order to improve the quality, efficiency, and accessibility of learning. This study uses a qualitative approach with a compare study method, examining regulations, implementation, and evaluation of AI policies through data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation studies of lecturers and students in both study programs. The results of the study indicate that the application of AI in higher education has great potential in improving learning personalization, administrative efficiency, and educational innovation. However, there are various challenges faced, such as limited infrastructure, lack of human resource readiness, and the absence of clear technical regulations regarding the use of AI, especially regarding ethics, academic integrity, and data protection. This study also found that the success of implementing AI policies is greatly influenced by the support of leaders, the readiness of lecturers and students, and the existence of clear ethical guidelines and regulations.
MANAJEMEN KOMUNITAS BELAJAR GURU DALAM MENINGKATKAN KINERJADAN PROFESIONALISME PENDIDIK DI SD Supriatin, Rati; Wasliman, Eva Dianawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9403

Abstract

Changes in the education system through the implementation of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) position teacher learning communities as one of the main strategies for continuous professional development in educational units. However, the implementation of learning communities at the elementary school level is still often sporadic, unstructured, and not fully managed as a systematic managerial process. This study aims to describe the management of Kombel at SDN Sukalaksana 02 and examine its contribution to improving teacher performance and professionalism. The research focuses on G.R. Terry's management functions: planning, organizing, implementing, monitoring, and evaluating, as well as the impact on teacher performance and professionalism. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model with triangulation to ensure data validity. The results of the study indicate that: Kombel planning is prepared in a participatory manner and is based on learning reflection data and Education Reports, Kombel organization has a clear structure, Kombel implementation takes place routinely through reflective discussions and lesson studies, supervision and evaluation are carried out through monitoring and follow-up reflection and Kombel has a positive impact on improving teacher performance and professionalism, which is seen in discipline, the ability to design innovative learning, reflective practice, and commitment to self-development. These findings confirm that well-planned and well-managed learning community management contributes significantly to strengthening the performance and professionalism of educators in elementary schools. ABSTRAK Perubahan sistem pendidikan melalui implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan komunitas belajar guru sebagai salah satu strategi utama pengembangan keprofesian berkelanjutan di satuan pendidikan. Namun pelaksanaan komunitas belajar di tingkat sekolah dasar masih kerap berjalan sporadis, kurang terstruktur, dan belum sepenuhnya terkelola sebagai proses manajerial yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen Kombel di SDN Sukalaksana 02 serta menelaah kontribusinya terhadap peningkatan kinerja dan profesionalisme pendidik.  Fokus penelitian mencakup fungsi manajemen G.R. Terry yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta dampak terhadap kinerja dan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi untuk menjamin validitas data Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perencanaan Kombel disusun secara partisipatif dan berbasis data refleksi pembelajaran serta Rapor Pendidikan, pengorganisasian Kombel memiliki yang jelas, pelaksanaan Kombel berlangsung rutin melalui diskusi reflektif dan lesson study, pengawasan dan evaluasi dilakukan melalui monitoring dan refleksi tindak lanjut dan Kombel berdampak positif pada peningkatan kinerja dan profesionalisme guru, yang tampak pada kedisiplinan, kemampuan merancang pembelajaran inovatif, praktik reflektif, dan komitmen terhadap pengembangan diri. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen komunitas belajar yang terencana dan terkelola dengan baik berkontribusi signifikan terhadap penguatan kinerja dan profesionalisme pendidik di sekolah dasar.
MANAJEMEN STRATEGIS KEPALA SEKOLAH DALAM PERENCANAAN BERBASIS DATA DI SD Fitriani, Seni; Wasliman, Eva Dianawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9404

Abstract

ABSTRAKThe transformation of education policy through the Merdeka Belajar Program, the National Assessment, and the use of the Education Report positions Data-Based Planning (PBD) as a key instrument for improving school quality. At the same time, the principal is positioned as a strategic actor who drives the functions of planning, organizing, actuating, and controlling in school management, as widely discussed in educational management literature. However, in practice particularly in public elementary schools PBD is still often perceived as an administrative obligation focused on document compliance, and therefore has not been fully integrated into the principal’s strategic management, as also reported in various studies. This study analyzes the principal’s strategic management of PBD to enhance school performance and effectiveness at SDN Loa 1, Paseh District. Using a qualitative approach with an intrinsic case study design, the participants included the principal, teachers involved in the planning team, and a purposively selected representative of the school committee. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis (Education Report, RKJM, RKT, and RKAS), and were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings indicate that the principal has initiated PBD implementation through school quality profile analysis and the formulation of priority programs, yet data use remains concentrated on learning outcome indicators. POAC functions are evident, but are not fully supported by teachers’ data literacy and an adequate data documentation system as also indicated by previous studies. Transformasi kebijakan pendidikan melalui Program Merdeka Belajar, Asesmen Nasional, dan pemanfaatan Rapor Pendidikan menempatkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) sebagai instrumen utama peningkatan mutu satuan pendidikan. Kepala sekolah diposisikan sebagai aktor strategis yang menggerakkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dalam pengelolaan sekolah, sebagaimana banyak dibahas dalam kajian manajemen pendidikan. Namun, di sekolah dasar negeri PBD masih kerap dipahami sebagai kewajiban administratif yang berorientasi pada pemenuhan dokumen, sehingga belum sepenuhnya terintegrasi dalam manajemen strategis, sebagaimana juga ditemukan dalam berbagai kajian. Penelitian ini menganalisis manajemen strategis kepala sekolah dalam pengelolaan PBD melalui kerangka POAC untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas sekolah di SDN Loa 1 Kecamatan Paseh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek meliputi kepala sekolah, guru tim perencanaan, dan perwakilan komite sekolah yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi (Rapor Pendidikan, RKJM, RKT, RKAS), lalu dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan implementasi PBD telah berjalan melalui analisis profil mutu dan penetapan program prioritas, tetapi pemanfaatan data masih dominan pada indikator hasil belajar. Fungsi POAC tampak, namun belum ditopang literasi data guru dan sistem dokumentasi yang memadai sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PEMANFAATAN RAPOR PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DASAR Yuningsih, Yuyun; Wasliman, Eva Dianawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9409

Abstract

Improving the quality of primary schools requires principals to optimally use data in planning, implementing, evaluating, and following up school improvement programs. The Educational Report Card (Rapor Pendidikan) developed by the Ministry of Education provides a comprehensive picture of students’ learning outcomes, learning processes, school climate, and school management, and therefore has the potential to become the basis for data-based planning at the school level. However, preliminary findings at SDN Malabenghar indicated that the principal had not yet fully utilized the Educational Report Card as an instrument for diagnosis and decision making, so that quality improvement programs were not always directed at the identified root problems. This study aims to analyze principal leadership in utilizing the Educational Report Card to improve the quality of primary schools at SDN Malabenghar, focusing on four aspects: planning, implementation, evaluation, and follow-up. The research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews with the principal and teachers, and documentation study of planning documents, reports, and the school’s Educational Report Card. Data were analyzed descriptively by reducing, presenting, and drawing conclusions from emerging patterns within the case context. The findings show that the principal has begun to develop more systematic planning based on the Educational Report Card by analyzing priority indicators, determining improvement focus, formulating goals, and integrating programs into medium- and annual-term school plans. In the implementation stage, the principal acts as an instructional and transformational leader by communicating the importance of data, mobilizing teachers in literacy and numeracy programs, and conducting supervision based on Report Card findings. Evaluation is carried out through regular monitoring, joint reflection with teachers, and re-using data to review progress, although documentation remains inconsistent. Follow-up is evident in program adjustment, teacher capacity building, and integration of evaluation results into subsequent planning. Overall, the use of the Educational Report Card at SDN Malabenghar shows a positive trend but still requires strengthening of data literacy, documentation culture, and consistency in implementing continuous improvement cycles. BSTRAK Peningkatan mutu sekolah dasar menuntut kepala sekolah mengoptimalkan pemanfaatan data mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut. Rapor Pendidikan yang dikembangkan Kemendikbudristek menyajikan gambaran komprehensif capaian hasil belajar, proses pembelajaran, iklim belajar, dan tata kelola sekolah, sehingga berpotensi menjadi dasar perencanaan berbasis data. Namun, temuan awal di SDN Malabenghar menunjukkan bahwa pemanfaatan Rapor Pendidikan oleh kepala sekolah belum optimal sebagai instrumen diagnosis dan pengambilan keputusan, sehingga program peningkatan mutu belum sepenuhnya menyasar akar masalah. Penelitian ini bertujuan mengkaji kepemimpinan kepala sekolah dalam memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk meningkatkan mutu sekolah dasar di SDN Malabenghar, dengan fokus pada aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta telaah dokumen perencanaan, pelaporan, dan Rapor Pendidikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mulai menerapkan perencanaan berbasis Rapor Pendidikan secara sistematis melalui analisis indikator prioritas dan integrasi program ke dalam RKJM, RKS, dan RKAS. Pelaksanaan ditunjukkan melalui peran kepemimpinan instruksional dan transformasional, evaluasi melalui monitoring dan refleksi, serta tindak lanjut berupa penyesuaian program. Secara umum, pemanfaatan Rapor Pendidikan menunjukkan tren positif, namun masih memerlukan penguatan literasi data, dokumentasi, dan konsistensi perbaikan berkelanjutan.    
Co-Authors A.D. Rima Widianingsih Abdul Rojak Ai Citra Susanti Ailya, Ashima Aisyah, Ai Ani kania Anindya Rosalina Anisah Anwar, Ridwan Ardiana Ardiana, Ardiana Arianti, Vera Desi Armando, Rio Cecep Suryana, Cecep Chepi Septiana Muharam Cucu Juhariah Dani Muhammad Jalil Deni Rahman Destianti Wulansari Dewi Rohimah Dhita Annisa Fauzia Dina Hairun Nissa Dini Komalasari Enur Nurhayati Fahriyah, Elis Faridah Faridah Fauzi, Moch. Irfan Feisal Leonard Fitriani, Seni Gaffar, Muhammad Andriana Ginanjar, Ledy Guntur Gunawan Gustania, Ristia Handayani , Sri Handayani, Sri Hariyana, Heri Harliyani, Dian Hasan Hasan Hendarty, Tety Hendi, Hendi Iim Wasliman Inayah Intan Nurhasanah J, Muhamad Hasan Jamjuri, Jamjuri Juningsih, Juningsih Khaerul Anwar Khoirudin, Asmi Kokom Komalasari Komalasari, Dini Kusnandar, Nandang Kusnendi, Nanang M, Novi Khusnainy Maria Placida Iwitiyu Maryati, Neneng Meri Medawati, Rina Meliyanti Mochammad Irfan Fauzi Muhammad Fahri Rizqi Muhammad Zulfikar Muharam, Chepi Septiana Mulyanti, Imas Sri Mulyati, Deuis Mustakim Mustakim Mustofa Mustofa Muthi Fadhilah N Dede Khoeriah N Dede Khoeriah Nawawi, Rahmat Neneng Nurlaela Nimas Maesaroh Nina Ambarawati Ningarumsari, Rike Junia Nugraha, Cepi Nur Endah Sariningsih Nurhaeti, Ai Nurhasanah, Siti Sarah Nurhayani Nurhyani, Rina Nursanti, Funny Eka Nurzakiyah, Lia Otong Karma Permana, Asep Cipta Prialita, Arianti Pristy, Marlin Purnama, Deni Rahmah, Suqya Ricky Yoseptry Rohendi, Asep Rosandi, Dede Rostini, Deti Rubiherlan, Yusuf Rusmiati, Esih Sanjaya, Dinar Santi Susilawati Suherman Santosa Santosa Saofanita Saripah Saripah, Saripah Sirotjuddin, M. Siti Halimah Siti Hana Adlina Khairunnisa Siti Nurrohmah Siti Sarah Nurhasanah Soleh, Wiwi Sulastri Solihah, Susan Nurhasanah Sopandi, Sopandi Sri Astuti Sri Handayani Sri Handayani Sugandi, Liawati Sukmawati Kusnadi, Fitria Sumarwan, Usep Supriatin, Rati Supriatna, Yusuf susi susi Susilawati, Leli Sutrisna, Doda Suwandi, Haris Taufik, A. Mokh. Usman Usman Wahyu Sobirin Wawan Wawan Widianti, Yuni Yanpitherszon Liunokas Yayu Sri Rahayu, Yayu Sri Yeni Suhaeni Yudiaka, Deki Yuliawati, Yuyun Yuningsih, Yuyun Yuyun Yuningsih Zajuli, Cecep Mustofa Zimbalist, Laras Octawa