Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING BERBANTUAN MEDIA CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III SD GMIT AIRNONA 12 KUPANG Farlin Metan; Markus Sampe; Martha Kristina Kota
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4806

Abstract

Rendahnya minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, rendshnya ketertarikan terhadap bacaan, serta belum optimalnya keterlibaran siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam upaya meningkatkan minat membaca iswa, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, menarik, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang, dengan penekanan pada aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 13 siswa kelas III A SD GMIT Airnona 12 Kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deksriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan minat membaca siswa pada setiap siklus pembelajaran.  Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar mampu meningkatkan minat membaca siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Pada tahap Pre-test, presentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 23,1 % dengan rata-rata kelas 41,9. Setelah diterapkan tindakan pada siklus I, presentase ketuntasan meningkat menjadi 53,9% dengan rata-rata kelas 62,7. Selanjutnya pada siklus II, prsentase ketuntasan kembali meningkat menjadi 92,3% dengan rata-rata kelas 84,6. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari nilai 81,7 pada siklus I dan menjadi 95 pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 63,6 menjadi 98,71. Peningkatan tersebut menunjukan bahwa siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan tertarik dalam kegiatan membaca melalui pengunaan media cerita bergambar. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapa model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang.
Improving letter recognition skills through multisensory methods in Grade 1 Students at UPTD SD Inprens Sikumana 3, Kupang City Dinengsih Liliani Panab; Markus Sampe; Maxsel Koro
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan (In press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/a0976z05

Abstract

The multisensory method is a learning approach that has been proven effective for helping students with early reading difficulties, especially in the letter recognition stage. This approach integrates various senses simultaneously, so that students not only see and hear letters but also touch and engage in physical activities related to the shape and sound of letters, making the learning process more concrete, interesting, and aligned with students’ learning styles. This study aims to improve the early reading skills of first-grade students at UPTD SDI Sikumana 3 in Kupang City by applying the multisensory method through Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, focusing on the aspects of the learning process and outcomes. The results show a significant increase in students’ reading skills, from 15% of students who achieved mastery at the beginning to 90% at the end of cycle II. However, one student still needed additional help, so differentiated learning strategies were applied. Overall, the application of the multisensory method has been proven to improve the effectiveness of early reading instruction, but it still requires continuous evaluation and adjustment for optimal results.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) BERBANTUAN CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS III SD SWASTA ANGKASA KUPANG Mariani Krismayanti Maro; Markus Sampe; Maxsel Koro
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III B SD Swasta Angkasa Kupang melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan cerita bergambar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III B SD Swasta Angkasa Kupang yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Pada tahap pra siklus, nilai rata-rata kelas hanya mencapai 54,14 dengan persentase ketuntasan 22,22%. Setelah penerapan model CIRC pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 65,81 dengan ketuntasan 44,44%. Pada siklus II, nilai rata-rata mencapai 82,56 dengan persentase ketuntasan 88,89%. Aktivitas siswa meningkat dari 61% (kategori cukup) pada siklus I menjadi 91,21% (kategori sangat baik) pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 67,5% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran CIRC berbantuan cerita bergambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SD Swasta Angkasa Kupang.
Pelatihan Teknik Komunikasi Total bagi Guru dan Orang Tua dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Tunagrahita Ringan di SLBN Pembina Kupang Markus Sampe; Rista Apriliya Devi
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v1i2.216

Abstract

The language skills of children with mild intellectual disabilities often experience obstacles due to limitations in intellectual function and social adaptation. One approach that can help the communication process of children with mild intellectual disabilities is the total communication technique, which is a method that combines various forms of communication such as verbal, nonverbal, sign language, visual, and body language. This community service activity aims to improve the understanding and skills of teachers and parents in implementing total communication techniques to support the language development of children with mild intellectual disabilities at SLBN Pembina Kupang. This activity was carried out for three days and involved 15 teachers and 20 parents of students. The implementation method included interactive lectures, demonstrations of total communication techniques, practical simulations in the context of everyday life, as well as mentoring and evaluation sessions. The results of the activity showed an increase in the average understanding of participants from 56% to 85% based on the pretest and posttest. In addition, participants showed better practical skills in using simple sign language, facial expressions, and visual aids. Teachers felt more confident in delivering lessons to students, while parents felt more able to establish meaningful communication with their children. This activity has a positive impact and can be replicated in other schools with similar conditions
Pendampingan Guru SD dalam Mengembangkan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Kritis di UPTD SDI Sikumana 3 Markus Sampe; Taty R. Koroh; Habibi Musa; Monica Bellandina Abolla
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v2i1.560

Abstract

Indonesian language learning in elementary schools aims not only to improve reading and writing skills but also to foster critical thinking and in-depth literacy skills. Critical literacy enables students to systematically analyze, evaluate, and express opinions based on the texts they read. This study aims to assist teachers at SDI Sikumana 3 in developing critical literacy-based Indonesian language learning to improve the quality of teaching and students' literacy skills. The method used was Community Service (PkM) with a participatory approach. Activities were carried out through workshops, direct classroom mentoring, and evaluation of learning planning and implementation. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively qualitatively. The results of the activities showed an increase in teachers' understanding of the concept of critical literacy, their ability to design literacy-based learning activities, and the application of critical reading and reflective writing strategies in the classroom. Teachers were able to facilitate students' questions, analyze information, and express opinions in writing and orally. This activity also encouraged the creation of a literacy culture in schools, including the use of storybooks, digital media, and group discussions. Based on these findings, critical literacy-based teacher mentoring effectively improves the quality of Indonesian language learning at the elementary school level. Recommendations from this activity include the need for sustainable programs, school management support, and the integration of critical literacy into the elementary school curriculum to ensure more contextual, critical, and creative learning.
Pelatihan Penyusunan Media Pembelajaran IPS Interaktif Berbasis Digital Bagi Guru Sekolah Dasar Treesly Y.N Adoe; Vera R Bulu; Markus Sampe; Taty R. Koroh
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v1i1.907

Abstract

The development of digital technology in education requires teachers to develop interactive, engaging, and learner-centered instructional media. However, some elementary school teachers still face challenges in designing and utilizing digital learning media, particularly in Social Studies (IPS) instruction. This community service program aimed to improve teachers’ understanding and skills in developing interactive digital-based Social Studies learning media. The program was conducted at SD Inpres Oeba 2 using a participatory approach through several stages, including planning, training implementation, media development practice, mentoring, and evaluation. The activities were carried out through material presentation, discussions, demonstrations, case studies, hands-on practice, consultations, and reviews of learning media developed by the teachers. The results showed that the training and mentoring activities contributed positively to improving teachers’ abilities to design digital-based Social Studies learning media. Teachers were able to develop media that integrated text, images, videos, digital resources, and interactive activities according to learning objectives and students’ characteristics. The program also increased teachers’ participation and confidence in utilizing digital technology to support Social Studies learning. The developed media have the potential to support the presentation of learning materials in a more systematic, concrete, engaging, and contextual manner. Therefore, practice-based training and mentoring can serve as relevant strategies for strengthening the digital competence of elementary school teachers. Further training and continuous mentoring are recommended to ensure the sustainable improvement and implementation of teachers’ skills in developing digital learning media in classroom instruction.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAD 2 SD KATOLIK MARIA BUNDA KARMEL DENGAN PEMANFAATAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) Julita Boimau; Markus Sampe; Kurniayu T. R. A. Ratu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3647

Abstract

Hasil penelitian oleh Julita Boimau NIM 2101140071 dengan judul Upaya Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 2 SD Katolik Maria Bunda Karmel Dengan Pemanfaatan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Materi Berhati-hati di mana Saja dengan rumusan masalah Bagaimana Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Dengan Pemanfaatan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)? Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa dengan pemanfaatan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya Kemampuan keterampilan membaca permulaan siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data mencakup observasi terhadap aktivitas guru dan siswa, serta instrumen bacaan awal dan akhir untuk siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) mampu meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa secara signifikan, ditandai dengan meningkatnya keterampilan membaca permulaan siswa dari 55% pada siklus 1 menjadi 85% pada siklus II. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa penggunaan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) efektif meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa. Peningkatan ini mencerminkan bahwa pendekatan yang interaktif dan kontekstual mampu merangsang rasa ingin tahu serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran.
ANALISIS MODEL ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS CERITA FIKSI PADA SISWA KELAS VI SD GMIT KUANINO 3 Melin Thonak; Markus Sampe; Kurniayu Ratu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan kreativitas menulis cerita fiksi pada siswa kelas VI SD GMIT Kuanino 3. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas VI dan 13 siswa kelas VI SD GMIT Kuanino 3. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing mampu meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis cerita fiksi yang ditunjukkan melalui kemampuan mengembangkan ide, menyusun alur cerita, menggambarkan tokoh, serta menuangkan imajinasi dan gagasan secara lebih terstruktur dalam tulisan. Selain itu, penerapan model ini turut meningkatkan partisipasi aktif, antusiasme, dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran. Meskipun dalam pelaksanaannya ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan rendahnya kepercayaan diri sebagian siswa saat bermain peran, model pembelajaran Role Playing secara umum memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kreativitas menulis cerita fiksi. Oleh karena itu, model pembelajaran Role Playing dapat dijadikan sebagai alternatif  strategi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa sekolah dasar.
PENERAPAN METODE PQ4R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS EKPSLANASI SISWA KELAS VI UPTD SDN BALFAI Renwan Merliani Baly; Labu Djuli; Markus Sampe; Marselus Robot
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4719

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas guru dari 77,27% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II, serta aktivitas siswa dari 68% menjadi 82%. Pada tahap pre-test, diperoleh 7 siswa (25,92%) yang tuntas dan 20 siswa (74,07%) yang belum tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa masih rendah sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan pada siklus I. Pada siklus I, jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 11 orang (40,74%), sedangkan 16 siswa (59,26%) masih belum tuntas. Peningkatan ini terjadi karena sebagian siswa mulai menunjukkan fokus dan keaktifan dalam pembelajaran. Namun, hasil tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan, karena masih terdapat kendala dalam pengelolaan pembelajaran oleh guru, rendahnya keaktifan siswa, serta beberapa aspek penilaian yang belum tercapai. Selanjutnya, pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan, yaitu sebanyak 25 siswa (92,59%) telah mencapai ketuntasan, sedangkan 2 siswa (7,41%) belum tuntas. Hasil ini telah melampaui kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan, yaitu 80%. Adapun siswa yang belum tuntas disebabkan belum optimal dalam mencapai aspek-aspek membaca teks eksplanasi, sehingga diperlukan tindak lanjut berupa bimbingan khusus melalui pendekatan individual serta kerja sama dengan orang tua. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan metode PQ4R mampu meningkatkan kemampuan membaca teks eksplanasi siswa kelas VI UPTD SDN Balfai.
PENERAPAM MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENANGGAPI PERTANYAAN PADA SISWA KELAS III UPTD SD INPRES TARUS I Makrina Feliksia Prada; Labu Djuli; Markus Sampe; Marselus Robot
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4720

Abstract

Penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Keterampilan Menanggapi Pertanyaan Pada Siswa Kelas III UPTD SD Inpres Tarus I”, dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 dalam menanggapi pertanyaan, yang disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung konvensional dan kurang interaktif. Hal ini berdampak pada keaktifan siswa yang rendah, rasa takut salah, dan kurangnya rasa percaya diri saat berbicara di kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa kelas III melalui penerapan model pembelajaran role playing. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes lisan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model role playing efektif dalam meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan siswa. Pada tahap awal (pre-test), tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 19,23%. Setelah siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 61,54%, dan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 88,46%. Peningkatan ini terlihat pada aspek keberanian, artikulasi, ketepatan jawaban, dan kesantunan siswa saat menanggapi pertanyaan. Aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran juga menunjukkan peningkatan yang baik dari siklus I ke siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran role playing dapat meningkatkan keterampilan menanggapi pertanyaan pada siswa kelas III UPTD SD Inpres Tarus 1. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan.
Co-Authors Abraham, Rini Marselina Adam Bol Nifu Adam Bol Nifu Benu Alex Djawa Ande, Andreas Andri Pai, Febriyani Anin, Diana Apriliya Devi, Rista Aprilliya Devi, Rista Asbanu, Anirwati Asrudin, Wirda Hestina Ayu Afliana Kay Aziza, Wafiq B N Benu, Adam Belalawe, Emilia Emaq Benyamitra Pandie, Risnyati Bessie, Marfelano Bire Logo, Rini Putri J Biredoko, Abelia Larasati Bukifan, Maria Cresensia Ch. Labu Djuli Chalvin Nubrihas Devi, Rista Apriliya Dinengsih Liliani Panab Djawa, Alex Djuli, Labu Elda Yewangu Ernawati Therik Ernawati Therik Estherana Vilalina Tunliu Falensia R Bunga Farlin Metan Fembriani Fembriani Godeliva Un Lala, Sofia Habibi Musa Hafiza Uma Leba Harlyanti Benu Hiwa Wonda Jimylton Dethan Julita Boimau Katta, Rigga Kikhau, Lariska Kristin Koa, Renci Arifida Kohetae, Marsen Koro, Maxsel Kota, Martha Kota, Martha K. Kurniayu Ratu Kurniayu T. R. A. Ratu Kurniayu T. R. A. Ratu Kurniayu T.R.A Ratu Kurniayu Triastuti R. A. Ratu Labu Djuli Labu Djuli Labu Djuli Labu Djuli Lodo Nawa, Hesty Octaviani Makrina Feliksia Prada Malfyen Tupu Mamulak, Prisila Apriani Marchel Riwu Margareta, Karus M Margareta, Karus M. Mariani Krismayanti Maro Marisca Firsty Aulia Marselus Robot Marselus Robot Martha Khristina Kota Martha Kota Martha Kristina Kota Martinus Ngara Maxsel Koro Melin Thonak Messakh, Natalia Mokoni, Jecky Lani monica bellandina abolla Monica Bellandina Abolla Nawa, Netty E. A. Nome, Scolastika Vinsensia Nubrihas, Chalvin Olimpius Darwisidin Ongky Boboy Paulina Riwu Ga Puor, Prudensius Bala Ratu, Kurniayu Triastuti R. A. Rebeca Runesi, Theresia Refendo Neno Renwan Merliani Baly Ribob Petrus Mooy Rista Apriliya Devi Rista Apriliya Devi Rista Apriliya Devi Rista Aprilliya Devi Riwu, Esthefania Ide Robot, Marselus Selviani Nahak Seuk, Maria Venita Shalomita L. C. Puling Silvester P Taneo Silvester P. Taneo Silvester Taneo Sofia G. Un Lala Sofia Godeliva Un Lala Sonia Adelin Ludji Sumardi W. Ndolu Taneo, Silvester Taty R Koroh Taty R. Koroh Taty R. Koroh Taty Rosiana Koroh Tobe, Marlin Rosita Tonggo, Melania Minartin Go’o Treesly Yumiardy Normin Adoe Uma Leba, Hafiza Un Lala, Sofia G Vera R Bulu Wonjal, Melania Yarfin Semuel Folamauk