Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Poli Vinil Chlorida Pada Campuran Beton Aspal Sebagai Filler Mira Wisman; Rina Febrina; Ika Kustiani; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.072 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.236

Abstract

Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang ada di Sumatera yang secara geografis berada di Selatan Pulau Sumatera. Provinsi Lampung merupakan provinsi yang strategis karena merupakan pintu gerbang lintas kawasan ekonomi. Untuk itu peningkatan infrastruktur, semakin banyak inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para penelitian di Provinsi Lampung terus dilakukan salah satunya dibidang perkerasan jalan. Dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat dalam beberapa dekade terakhir berbanding lurus dengan peningkatan jumlah konsumsi berbagai sumber daya alam. Salah satunya adalah polimer atau Filler Poli Vinil Chlorida (PVC). Filler PVC telah menjadi salah satu kebutuhan dalam kehidupan kita. Jumlah penggunaan plastic ini meningkat sebesar 24,50% selama kurun waktu 4 tahun Plastics Europe.com mencatat konsumsi Filler PVC di dunia pada tahun 2010 mencapai angka 562,2 miliar pon atau setara dengan 255 miliar kilogram. Biasanya limbah filler PVC itu terbuang percuma atau didaur ulang untuk dibuat berbagai kerajinan. Disini penulis akan melakukan penelitian perkerasan aspal beton dengan memanfaatkan bahan limbah PVC sebagai bahan pengganti sebagian filler pada campuran beraspal tersebut. Berdasarkan penelitian, karakteristik dari perkerasan yang menggunakan filler PVC cukup baik bila digunakan sebagai alternative bahan tambah pada perkerasan lentur. Karena berdasarkan pengujian Marshall nilai stabilitas dengan menggunakan variasi persentase Filler PVC sebagai bahan tambah pada rancangan campuran AC - WC cukup memenuhi nilai stabilitas yang disyaratkan diatas 800 Kg dan memiliki nilai flow yang disyaratkan yaitu antara 2 mm – 4 mm. Sedangkan nilai rongga dalam campuran (VIM) hanya variasi 10 % tambahan filler yang memenuhi dengan nilai 3% – 5%. Untuk nilai rongga dalam anggregat (VMA) semua variasi filler dalam campuran AC - WC memenuhi yaitu diatas 15. Dan nilai VFA dengan menggunakan filler PVC memenuhi kriteria yang disyaratkan PU Bina Marga 2018 yaitu 65%. Jadi berdasarkan hasil penelitian, perkerasan menggunakan tambahan variasi 10 % filler PVC pada AC – WC dapat meningkatkan karakteristik suatu campuran beraspal AC – WC.
Capaian Program KOTAKU dalam Penanganan Kumuh di Kelurahan Hadimulyo Barat dan Hadimulyo Timur M. Harun; Ika Kustiani; Gigih Forda Nama
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.858 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.246

Abstract

Kota Metro merupakan salah satu kota di Provinsi Lampung yang terdapat kawasan kumuh. Kawasan kumuh Kota Metro adalah 92,27 Ha, dengan kategori kawasan kumuh ringan. Salah satu kawasan kumuh di Kota Metro terletak di kawasan Perdagangan yaitu di Kecamatan Metro Pusat. Dengan keterlibatan masyarakat dalam penanganan kawasan kumuh akan membuat pembangunan program KOTAKU berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian program KOTAKU dalam penanganan permasalahan kumuh di Kecamatan Metro pusat melalui program KOTAKU terhadap penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Metode penelitan yang digunakan adalah penelitian analisis diskriptif dengan menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian Program Kotaku dapat menangani penanganan kumuh di Kelurahan Hadimulyo Barat dan Hadimulyo timur yang semula kategori kumuh ringan menjadi tidak kumuh. Dari luasan kumuh awal Kelurahan Hadimulyo Barat 23,93 Ha menjadi 0 Ha dan Kelurahan Hadimulyo Timur dari luasan kumuh awal 15,2 Ha menjadi 0 Ha
Analisis Kinerja Ruas Jalan Pattimura Kota Metro Bertarina; Ika Kustiani; Dikpride Despa
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.625 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.248

Abstract

Jalan Pattimura ini memiliki arus lalu lintas yang cukup sibuk dikarenakan Jalan Pattimura merupakan jalur dua yang menghubungkan Kota Metro dengan Kabupeten Lampung Tengah, yang berstatus sebagai jalan Provinsi sehingga mobilitas jalan tergolong cukup padat. Karena itu dilakukannya penelitian untuk melihat sampai sejauh mana kinerja ruas jalan Pattimura dengan alasan untuk mengetahui kondisi dan sebagai bahan penyelesaian sarana dan prasarana di ruas jalan Pattimura Kota Metro saat ini dan dimasa mendatang.Dalam penelitian ini metodologi yang dipakaimengacu pada MKJI 1997, untuk pengambilan data primer dan sekunder.Dari hasil perhitungan analisis yang dilakukan berdasarkan data arus lalu-lintas tertinggi yang terjadi pada jam puncak untuk lapangan 22, yaitu pada hari Kamis jam 16.00-17.00 WIB sebesar 1349,2 smp/jam dan untuk lapangan 29 arus lalu lintas tertinggi terjadu pada hari Senin jam 06.00-07.00 sebesar 1577,6 smp/jam, sedangkan untuk kapasitas pada ruas jalan Pattimura adalah 3400,569 smp/jam dan ada juga yang bernilai 3366,9 smp/jam. Dalam analisis kinerja jalan dengan perhitungan berdasarkan pada Manual Kapasitas Jalam Indonesia (MKJI) tahun 1997, didapat nilai Derajat Kejenuhan (DS) berkisar antara 0,20-0,44 dengan tingkat pelayanan jalan B dengan karakteristik arus stabil tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat kejenuhan jalan tergolong tinggi sehingga kecepatan kendaraan mulai rendah, hal ini menggambarkan bahwa kepadatan ruas Jalan Pattimura tergolong tinggi. Solusi yang bisa dikembangkan untuk permasalahan ini adalah diperlukannya perluasan jalan dan manajemen lalu lintas yang baik untuk mengurangi tundaan, antrian bahkan kemacetan yang terjadi.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN PERKERASAN LENTUR PADA PROGRAM PRESERVASI JALAN Ahmad Farid Effendy; Ratna Widyawati; Ika Kustiani
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 2 No. 2 (2022): Prosiding SNIP Vol.2 No.2
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.19 KB) | DOI: 10.23960/snip.v2i2.290

Abstract

Infrastruktur jalan sebagai prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam mewujudkan sasaran pembangunan nasional, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya serta pengentasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung dan menjaga kesatuan dan persatuan nasional. Perawatan atau pemeliharaan jalan bukan merupakan masalah yang mudah untuk dilakukan karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah terkesan lambat dalam memperbaiki kerusakan jalan sehingga jalan yang rusak bertambah parah dan luas. Pada dasarnya, biaya yang dibutuhkan untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan tidak terlalu besar jika pemeliharaan dan perbaikan dilakukan secara berkala, dalam arti bahwa perbaikan dilakukan pada saat jalan dalam kondisi masih rusak ringan. Pada kenyataannya, selama ini pemerintah melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan pada saat jalan dalam kondisi sudah rusak berat, sehingga sudah dapat dipastikan bahwa biaya yang dibutuhkan menjadi sangat besar dan juga dapat dipastikan bahwa kerugian yang diderita oleh masyarakat pengguna jalan selama jalan tersebut rusak, juga sangat besar bahkan tidak ternilai. Selain itu, kerusakan jalan juga disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah beban kendaraan yang melintas melebihi kemampuan struktur jalan tersebut akibatnya jalan yang baru diperbaiki sudah mengalami kerusakan sehingga dibutuhkan lagi biaya untuk perbaikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu upaya pemeliharaan jalan yang lebih efektif dan efisien. Permasalahan yang dibahas di dalam penulisan penelitian ini hanya terbatas pada preservasi perkerasan lentur (flexible pavement) yang mengarah pada manajemen pelaksanaan preservasi perkerasan lentur yang terbatas pada manajemen penentuan prioritas jalan yang akan diperbaiki pada jalan lama (eksisting) dengan melihat biaya perbaikannya dan manajemen berupa upaya-upaya yang diperlukan dalam mengatur ataupun menjaga agar jalan yang ada tetap berada dalam kondisi mantap setelah dilakukan perbaikan.
Ketebalan Konstruksi Perkerasan Berdasarkan Kuat Geser Izin Tanah (Studi Kasus : Ruas Jalan Kresnowidodo-Kresnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran) Sari Anton; Ika Kustiani; Sri Waluyo
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.374

Abstract

Perkembangan sosial ekonomi sebagai akibat dari pembangunan telah membawa perubahan kondisi angkutan barang baik berupa peningkatan volume maupun berat barang yang harus diangkut serta tuntutan biaya angkutan barang yang lebih rendah khususnya yang berkaitan dengan kegiatan eksport dan import. Maka harus diperlukan untuk melakukan Pekerjaan Pembangunan/Peningkatan Ruas Jalan guna meningkatkan kemampuan jalan dan jembatan yang strategis. Ruas jalan Kresnowidodo-Kresnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung adalah salah satu ruas jalan yang menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Pesawaran dengan Kabupaten Pringsewu, ruas jalan tersebut dijadikan jalan alternatif, yang digunakan oleh masyarakat dan dilintasi oleh kendaraan umum yang mengangkut hasil bumi ataupun kegiatan lainnya. Penilitian ini menggunakan metode gabungan antara metode observasi (pengamatan), pengumpulan foto dokumentasi dan mengambil detail ukuran Panjang jalan dan lebar jalan. Maka metode observasi dilakukan untuk mengamati dan mengetahui secara langsung objek penelitian di lokasi tersebut maka dengan ini tujuan pengambilan data primer dan data sekunder agar dapat mengetahui kondisi fisik keadaan di lokasi penelitian. Yang didapatkan saat observasi di lapangan maka diketahui panjang ruas jalan Kresnowidodo-Kresnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung 1.970 meter, sedangkan lebar existing 3.50 meter dengan keadaan penutup permukaan hotmix rusak berat. Untuk lalu lintas pada ruas tersebut tergolong sedang, dimana nilai dari koefisien kejutnya 1,25, klasifikasi tanah dasar didapatkan kontur tanah yang efisien/baik karena jenis tanah di lokasi tersebut pasir berbatu dengan itu nilai kuat geser tanah yang diizinkan adalah 2,75 (kN/M2). Dan hampir rata-rata beban yang dibawah oleh kendaraan berat sekitar ± 2 s/d 4 ton, kelas jalan yaitu kelas III. Dimana untuk ketebalan konstruksi jalan di ruas jalan Kresnowidodo-Kresnowidodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung adalah 0,50 cm. Keadaan tersebut dilihat dari kapasitas beban kendaraan yang melintasi di jalan tersebut.
Desain Taman Pepadun Rajabasa Berbasis Pocket Park Dengan Motif Budaya Lampung Eduwin Eko Franjaya; Ika Kustiani; Panji Kurniawan
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.1
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i1.381

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini belum banyak menyasar infrastruktur berbasis lingkungan, salah satunya taman sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH). Bahkan, luasan RTH berkurang dari tahun ke tahun. Dalam rentang 2009-2012 saja terdapat penurunan 304,21 ha pada lahan RTH di Kota Bandar Lampung. Padahal, keberadaan RTH diharapkan dapat mencegah perubahan temperatur ekstrem yang diproyeksikan meningkat dari tahun 2013 hingga 2% pada 2100. Provinsi Lampung adalah satu dari tujuh wilayah di Indonesia yang diprediksi akan menghadapi suhu ekstrem pada 2021-2050. Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah di atas adalah dengan mengembangkan Pocket Park. Tujuan utama dari penelitian ini adalah membangun Taman Pepadun Rajabasa berbasis Pocket Park dengan menerapkan motif budaya Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan perencanaan dan desain lanskap. Hasil dari penelitian ini adalah desain visualisasi 3D Taman Pepadun Rajabasa yang menerapkan motif budaya Lampung. Komponen Siger Pepadun, Kain Tapis sebagai kain adat, payung adat, dan warna khas Lampung menjadi unsur yang diterapkan pada tapak. Keberadaan taman diharapkan menjadi bagian destinasi wisata yang dapat mendorong ekonomi Bandar Lampung pasca pandemi.
Analisis Perbaikan Perkerasan Jalan Seputih Banyak – Rumbia, Lampung Tengah, dengan Menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 Mohd Harizalsyah; Ika Kustiani; Muh Sarkowi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.427

Abstract

Perbaikan Perkerasan Jalan Seputih Banyak – Rumbia, Lampung, Menggunakan Metode MDP 2017 Sebagai rujukan, Berdasarkan analisis Perkerasan Lentur didapat Tebal Lapis Aus AC-WC 4 cm, Lapis Antara AC-BC 6 cm, Lapis Pondasi AC-BASE 24,5 cm, LPA Kelas A 30 cm dengan total biaya Konstruksi sebesar Rp. 8.612.931.988,43, Dengan umur rencana 20 tahun, Lalu untuk Perkerasan Kaku Tipe Beton Bersambung Tanpa Tulangan (BBTT)Tebal Plat Beton 30 cm, Tebal LMC 10 cm, LPA Kelas A 15 cm dengan total biaya Konstruksi sebesar Rp. 6.335.200.000,00, Dengan umur rencana 40 tahun. Dari analisis ini penulis menyimpulkan bahwa perkerasan kaku lebih efisien diterapkan karena biaya konstruksi yang lebih rendah, umur rencana yang lebih lama serta perkerasan kaku lebih kuat dan tahan dengan beban lalu lintas yang berat dan perkerasan ini juga lebih tahan terhadap air maupun efek pumping yang dihasilkan oleh repetisi beban lalu lintas kendaraan mengingat di ruas jalan tersebut hanya terdapat drainase galian tanah dan belum terdapat drainase beton. Ini alasan penting penulis membuat analisis ini selain ditinjau dari segi beban lalu lintas dan daya dukung tanah penulis juga meninjau dari perkiraan anggaran biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan dan kondisi situasi yang tidak menguntungkan untuk investasi anggaran pembangunan dimasa depan.
Penggunaan Geotextile Non Woven Pada Perencanaan Teknis dan Peningkatan Jalan Penumangan – Unit VI Basuki Murdoko; Ika Kustiani; Sri Waluyo
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.438

Abstract

Kondisi tanah dasar yang sebagian terendam air rawa memerlukan penanganan agar pekerjaan peningkatan jalan tersebut nantinya tetap terjaga kualitasnya. Salah satu alternatifnya adalah dengan penggunaan geotextile non woven yang berfungsi sebagai sparator antara 2 (dua) lapisan material yang berbeda propertiesnya sehingga tidak tercampur. Hasil uji terhadap sampel tanah yang dilakukan pada Ruas Penumangan – Unit VI menunjukkan bahwa tanah dasar atau subgrade merupakan tanah yang kurang baik dimana kandungan partikel lempung yang memiliki kembang susut tinggi sangat dominan yaitu lebih dari 65%, hal ini juga menjadikan kadar air optimum yang didapat berada pada kisaran 32% dengan berat kering maksimum sekitar 1.27 gr/cm3. Kondisi ini juga terlihat dari nilai CBR tanpa rendaman sebesar 8% dan CBR dengan rendaman lebih kurang 3%. Pada pemodelan menggunakan Program PLAXIS sebelum diberi perkuatan geosintetis menunjukkan bahwa terjadi deformasi pada embankment sebesar 209.93 x 10-4meter dan terjadi pumping effect. Namun setelah diberikan perlakuan perkuatan pada embankment total displacement yang timbul sangat kecil yaitu sebesar 185.05x10-6 meter.
Kajian Potensi Pengembangan Urban Farming Sebagai Strategi Penghijauan Perkotaan di Kabupaten Pringsewu Ikarini Widayati; Ika Kustiani; Panji Kurniawan
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.456

Abstract

Pertanian urban adalah praktik budidaya, pemrosesan, dan distribusi bahan pangan di sekitar kota. Pertanian urban juga bisa melibatkan peternakan, budidaya perairan, wanatani, dan hortikultura. Dalam arti luas, pertanian urban mendeskripsikan seluruh sistem produksi pangan yang terjadi di perkotaan. Maksud kajian ini adalah untuk mempertahankan luasan hijau di daerah perkotaan Kabupaten Pringsewu dengan memanfaatkan ruang di rumah, lahan tidur maupun jalan perumahan. Adapun sasarannya adalah menciptakan lingkungan permukiman padat perkotaan yang padat penduduk menjadi lebih asri, sehat dan bersih; mengaplikasikan konsep urban farming pada lingkungan padat perkotaan; memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan dari penerapan urban farming kepada masyarakat permukiman padat perkotaan terpilih. Manfaat urban farming diantaranya adalah memiliki manfaat kesehatan, manfaat ekonomis, estetika kota, dan manfaat bagi lingkungan. Sedangkan untuk tipe pengembangan urban farming terdiri atas tipe produktif, tipe estetika, tipe ekologis dan tipe industri. Metode urban farming yang digunakan adalah metode vertikular, metode hidroponik, metode aquaponik, dan metode wall gardening. Kawasan Perkotaan Pringsewu masih memiliki bagian-bagian kawasan dengan ciri non perkotaan sebesar 1.856,36 Ha (35,86%), termasuk didalamnya 1.438,35 Ha lahan LP2B atau sebesar 27,78% dari luas kawasan Perkotaan Pringsewu. Urban farming berkembang untuk mengantisipasi semakin berkurangnya lahan perkotaan khususnya sebagai Ruang Terbuka (hijau/non hijau).
Penyusunan Penilaian Kinerja dan AKNOP Sungai Way Kuputundan Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Tahun 2021 Deddy Irwansyah; Ika Kustiani; Suharno Suharno
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Prosiding SNIP Vol.3 No.2 Tahun 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v3i2.479

Abstract

Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara). Sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Pengujung sungai dimana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai. Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung sebagai unit pengelola sumber daya air di Wilayah Sungai Seputih Sekampung dan Mesuji Tulang Bawang, melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Mesuji Sekampung melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin tanggul sungai yang bertujuan untuk optimalisasi prasarana sungai dan fungsi sungai itu sendiri. Untuk mewujudkan efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan, perlu terlebih dahulu dilaksanakan perhitungan kebutuhan operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air sesuai kondisi di lapangan melalui kegiatan Penyusunan Penilaian Kinerja dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Sungai Way Kuputundan Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Tahun 2021
Co-Authors Abdi Kemal Damanta Adhi, Santoso Waskito Adipaty, Arneta Pratiwi Aftortu, Muhammad Rizqika Ahmad Ega Wira Tama Ahmad Farid Effendy Ahmad Herison Aini , N Aleksander Purba Ambarwati, Anissa Putri Aminudin, KM Amrif Ma'ruf Siregar Amril Ma'aruf Siregar Amril Ma'ruf Siregar Amril Ma'ruf Siregar Amril Ma'ruf Siregar amril maruf siregar Amril Ma’ruf Siregar Amril Ma’ruf Siregar amril siregar Anastasia Florensia Mela Andius Dasaputra Andri Abyan Nabila Anissa Putri Ambarwati Anita Christiani Sianturi Anma Hari Kusuma, Anma Hari Ariesanthy, Yenni Ariotomo, Yusuf Armijon Armijon ayuma milen Bambang Utoyo S Basuki Murdoko Basuki, Muji Bertarina Cicih Daniasri Damanta, Abdi Kemal Deddy Irwansyah Deddy Sanjaya Dewansyah, Ismawan Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dimas, Muhammad Seriz Diwantari, Windy Putri Dody Fasola DWSBU, Chatarina Niken Eduwin Eko Franjaya Efriana, Fita Elsa Permata Gusti Emmi Desniati Endro Prasetyo Wahono Fanhar, Maulyda Nur Annisa Febrina, Rina Fikri Alami Fikri Alami Fita Efriana Friskilla, Isabel Gigih Forda Nama Girinandi, I Hairudin Hasri, Marsa Murbawangi Helmy Fitriawan Hermida, Lilis Herry Wardono Ikarini Widayati Ike Novita Sari Inten Monaliza Irza Sukmana Isneini, M Junaidi, Tas'an Karunia, Meutia Nadia komang rania Kristianto Usman Lusmeilia Afriani M. Harun Mardhotillah, Nur Anisa MARDIANA Marsa Murbawangi Hasri Masdar Helmi Matemba, Esther Elly Maulyda Nur Annisa Fanhar Meutia Nadia Karunia milen, ayuma Mirnanda Cambodia Mohd Harizalsyah Muh Sarkowi Muhammad Abdillah Sjaheru Muhammad Rizqika Aftortu Muhammad Seriz Dimas Mustika, A Nabila, Andri Abyan Napoli Situmorang Nur Anggita Putri, Viola Nur Arifaini nur syahidah aini Nur ‘Azah Ofik Taufiq Purwadi Pandi Aditiya Panji Kurniawan Persada, Citra Phambudi, Guritno Bagus Pipit Komala Dewi Pratama, Arisky Dwi Purba, A Purmawan, Hari Purwadi, Ofik Taufiq Rahayu Sulistyorini Rahmad Syah Putra Rahmansyah, Arif Ratna Widyawati Rindiani, Rahma Indah Ruslie, Lielianie Pratiwi Sanjaya, Deddy Santoso, Arief Adkha Sari Anton Sari, Putri Fitria Sarkowi Sarkowi, M Sarkowi, Muhammad Sarkowi, Sarkowi Setiadi, Moch Sofyan Sianturi, Anita Christiani Siregar, Amril Siregar, Amril Ma'aruf Siregar, Amril Ma'ruf siregar, amril maruf Siregar, Amril Ma’ruf Siti Anisah Siti Anugrah Mulya Putri Ofrial Situmorang, Napoli Sri Waluyo Sri Waluyo Srianti, Ririn Suci Lestari Suharno Suharno Suharno Sukmaningrum, Febriana Melati Surahman, R Surya Sebayang Syahputra, Reyzanza Anandio Utami , Venie Putriyana Widyawati, R windy putri diwantari Wira Tama, Ahmad Ega Wisman, Mira wisnu andika jaya Yusuf Ariotomo