p-Index From 2021 - 2026
3.668
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Agrohorti Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Jurnal Ilmu Ternak Zuriat REKA KARSA Jurnal AgroBiogen Jurnal Penelitian Tanaman Industri AGRIVITA, Journal of Agricultural Science JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Jurnal Akta Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Journal of Tropical Crop Science Journal of Maternity Care and Reproductive Health Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Global Political Studies Journal Bada'a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Penelitian Tanaman Industri (Littri) JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) JURNAL PENDIDIKAN IPS Perspektif Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Info Kripto Journal of Comprehensive Science Journal of Law, Poliitic and Humanities Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Abdi Jurnal Publikasi Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Jurnal Kesehatan Siliwangi Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Indonesian Health Literacy Journal (IHLJ) International Journal of Educational Research Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Asian Journal of Multidisciplinary Research Business, Entrepreneurship, and Management Journal balarea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Penanganan Penyimpanan Kentang Bibit (Solanum tuberosum L.) di Bandung Afifah Farida Jufri; Megayani Sri Rahayu; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.371 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14828

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh pengalaman dan mempelajari kegiatan budidaya tanaman kentang, penanganan pasca panen kentang konsumsi dan kentang bibit serta pemasarannya baik secara teknis. Penelitian dilaksanakan mulai Februari-Juni 2011 di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hasil pengamatan terhadap pengaruh suhu simpan dan diameter umbi terhadap masa dormansi menunjukkan umbi yang disimpan di suhu dingin (40C) belum mengalami pertunasan setelah 16 minggu penyimpanan sedangkan umbi yang disimpan di suhu ruang mulai bertunas pada minggu ke-12 dan mencapai 100% pada minggu ke 16. Penurunan bobot umbi yang disimpan di suhu ruang lebih besar daripada umbi yang disimpan di suhu dingin. Hama penyakit lebih banyak ditemui pada umbi yang disimpan di suhu ruang yaitu sebesar 16.47%. Hasil pengamatan pengaruh perlakuan penyimpanan umbi terhadap pertumbuhan tunas menunjukkan bahwa umbi yang disimpan menggunakan metode II (penyimpanan umbi selama 2 bulan di suhu ruang dilanjutkan pemberian gas CS2) mengalami pertumbuhan tunas yang lebih lambat daripada metode simpan I (penyimpanan umbi selama 4 bulan di suhu ruang) dan metode simpan III (penyimpanan umbi selama 2 bulan di suhu ruang dan 3 bulan di suhu dingin).
Penanganan Budidaya Kentang (Solanum tuberosum L.) di Bandung, Jawa Barat Gina Rahma Utami; Megayani Sri Rahayu; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 1 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.157 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i1.14833

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari aspek pengelolaan budi daya komoditas kentang. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada tanggal 14 Februari sampai dengan 14 Juni 2011. Aspek khusus yang diamati adalah pengaruh pembumbunan awal terhadap pertumbuhan tanaman kentang. Perlakuan yang dilakukan adalah ketinggian pembumbunan pada 10 cm, 15 cm, 20 cm dan variabel yang diamati adalah persentase pertumbuhan bibit, tinggi tanaman, jumlah stolon per batang dan bobot umbi saat panen. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi perlakuan pembumbunan berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh bibit pada 21 hari setelah tanam dan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 28 hari setelah tanam
Pengaruh Sumber dan Posisi Penanaman Stek terhadap Produksi Ubi Cilembu Dhanang Ajie; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 2 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.335 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i2.20210

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh sumber dan posisi penanaman stek terhadap produksi ubi cilembu. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB mulai dari bulan Desember 2015 hingga Mei 2016. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah sumber stek, terdiri dari sumber stek yang berasal dari pucuk dan batang. Faktor kedua adalah posisi tanam, terdiri dari posisi tanam vertikal (tegak), miring 45° dan horizontal. Sumber stek yang berasal dari pucuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan sumber stek yang yang berasal dari batang. Sumber stek yang berasal dari pucuk menghasilkan rataan bobot umbi total 7,87 ton ha-1 dan rataan jumlah umbi tanaman-1 1,8 umbi sementara sumber stek yang berasal dari batang menghasilkan rataan bobot umbi total 4,17 ton ha-1 dan rataan jumlah umbi tanaman-1  1,3 umbi. Stek yang ditanam dengan posisi miring  45° cenderung menghasilkan umbi berbentuk  bulat  dan  stek  yang  ditanam  dengan  posisi  vertikal (tegak)  dan  horizontal  cenderungmenghasilkan umbi berbentuk lonjong memanjang. Terdapat korelasi positif antara jumlah cabangdenganbobot umbi total dan jumlah umbi serta terdapat juga korelasi positif antara jumlah umbidengan jumlahumbi grade A dan indeks panen.
Pengaruh Jumlah Buku terhadap Produksi Bibit Ubi Jalar Varietas Cilembu dan Varietas Ungu Dwi Putri Maulida; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.306 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i1.20211

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan  informasi pengaruh jumlah buku terhadap produksi bibit ubi jalar. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB  mulai dari bulan Januari 2016 hingga April 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT)  dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jumlah buku yang terdiri dari 3 buku, 4 buku dan 5 buku. Faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari varietas Cilembu dan Ungu. Parameter yang diamati adalah panjang batang, panjang cabang primer, panjang cabang sekunder, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder, jumlah bibit berukuran 25 cm, jumlah bibit berukuran 20 cm, jumlah bibit berukuran 15 cm, bobot umbi total. Perlakuan 4 buku menghasilkan pertambahan panjang batang yang lebih cepat dan perlakuan 5 buku menghasilkan  panjang cabang primer yang lebih panjang dari pada perlakuan lainnya namun jumlah stek yang dihasilkan oleh ketiga perlakuan relatif sama. Varietas ungu menghasilkan cabang sekunder lebih panjang dan jumlah stek lebih banyak dibandingkan Cilembu.
Pengaruh Pemangkasan Pucuk dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bibit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Devi Novianti; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 1 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.048 KB) | DOI: 10.29244/agrob.6.1.140-150

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi bibit ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial RKLT dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan, terdiri atas pemangkasan dan tanpa pemangkasan. Faktor kedua adalah jarak tanam, terdiri atas jarak tanam 100 cm x 30 cm, 100 cm x 25 cm dan 100 cm x 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan berpengaruh terhadap peningkatan panjang batang, jumlah dan panjang cabang primer, jumlah dan panjang cabang sekunder, serta jumlah stek pucuk ukuran 25 cm. Perlakuan jarak tanam berpengaruh terhadap peningkatan jumlah dan panjang cabang primer serta jumlah stek pucuk ukuran 25 cm. Produksi bibit ubi jalar lebih banyak dihasilkan pada perlakuan pemangkasan dan jarak tanam 100 cm x 30 cm.
Teknik Perbanyakan Cepat Bibit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L. Lam) dengan Perlakuan Rootone F dan Pupuk Daun Haris Aprianto Setiawan; Asep Setiawan; Megayani Sri Rahayu
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.563 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh dari Rootone F dan pemupukan daun terhadap produksi bibit dengan teknik perbanyakan cepat.Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan Bawah, Dramaga, Bogor IPB pada bulan Agustus 2017 sampai Desember 2017.Percobaan disusun secara Split Blok dalam Rancangan Acak Kelompok melibatkan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan.Faktor pertama adalah konsentrasi auksinyang terdiri dari empat taraf yaitu, 0 ppm, 150 ppm dan 300 ppm.Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi pupuk daun yang terdiri dari empat taraf yaitu, tanpa pupuk, 1 kali/ minggu, 1 kali/ 2 minggu dan 1 kali/ 3 minggu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi Rootone F dan frekuensi pemberian pupuk terhadap panjang cabang primer, jumlah daun cabang primer dan jumlah bibit cabang primer.Frekuensi pemberian pupuk berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan.Pemberian pupuk daun meningkatkan jumlah buku. Teknik perbanyakan cepat ubi jalar menghasilkan multiplikasi rasio 1:3 bibit ukuran 15 cm dalam waktu dua bulan.
Respon Tanaman Tomat Varietas Umagna dan Levanso Terhadap Teknik Budidaya dengan Sistem Hidroponik Substrat di Bandung Frederico Tunggal; Asep Setiawan; Megayani Sri Rahayu
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.25 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30260

Abstract

Teknik budidaya hidroponik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil dan kualitas tanaman tomat. Kegiatan di PT Amazing Farm dilakukan bulan Maret hingga Juli 2018. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan meningkatkan kemampuan dalam aspek teknis dan aspek manajerial dalam budidaya sayuran, khususnya tanaman tomat. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk menentukan laju pertumbuhan dua varietas tomat berbeda yang ditanam di rumah kaca yang sama. Metode langsung diterapkan untuk mendapatkan data yang terkait dengan aspek teknis dan manajemen. Aspek teknis terdiri dari beberapa kegiatan yaitu: persiapan lahan, persiapan bahan tanam, persiapan penanaman dan penanaman, pemeliharaan, panen, dan pascapanen. Untuk mempelajari aspek manajerial, penulis telah aktif terlibat sebagai karyawan harian lepas, asisten mandor, dan pengawas. Metode tidak langsung dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dan data pendukung dari perusahaan seperti informasi umum perusahaan, arsip taman dan studi literatur. Secara umum, PT Agrikultura Amazing Farm telah menerapkan praktik pertanian yang baik. Uji coba melibatkan dua varietas yaitu varietas umagna dan levanso. Percobaan dilakukan dengan 3 ulangan dan unit pengamatan terdiri dari 5 sampel tanaman. Praktek budidaya yang diberikan terdiri dari penyiraman tanaman sebanyak 5 kali setiap hari dengan dosis setiap penyiraman pada 1 - 2 MST dengan larutan nutrisi 100 ml AB mix dan kadar EC 2 ms / cm, pada 3 - 4 MST dengan 150 ml AB mix dan kadar EC 2 ms / cm, pada 5 -7 MST dengan 200 ml AB mix dan kadar EC2,2 ms / cm, dan pada 8-24 MST dengan 300 ml AB mix dengan kadar EC 2,2 ms / cm. Hasil menunjukkan bahwa teknik budidaya tunggal dapat diterapkan untuk dua varietas yang berbeda dan menghasilkan hasil yang sama baiknya.
Kajian Teknik Pemotongan Umbi dan Penggunaan Giberelin untuk Produksi Bibit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dari Tunas Umbi Nurhalim; Megayani Sri Rahayu; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46445

Abstract

Stek pucuk dari hasil budidaya ubi jalar yang telah dipanen memiliki kualitas yang kurang baik apabila digunakan kembali sebagai sumber bibit. Akumulasi virus yang terjadi bisa mengakibatkan penurunan produktivias. Maka stek perlu diganti dengan sumber bibit baru dari tunas umbi. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi bibit ubi jalar dari hasil penunasan umbi melalui penggunaan giberelin dan metode pemotongan umbi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial yang dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan, Institut Pertanian Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa tunas umbi tumbuh dari setiap pemotongan umbi (pangkal, tengah, dan ujung). Bagian pangkal umbi memiliki persentase daya tumbuh lebih tinggi dibandingkan bagian tengah dan ujung. Interaksi perlakuan konsentrasi giberelin 5 ppm dan pemotongan umbi pada bagian ujung berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas umbi. Konsentrasi giberelin 5 ppm menghasilkan rata-rata jumlah bibit yang lebih banyak dibandingkan konsentrasi 10 ppm, 15 ppm, dan 20 ppm, namun tidak berbeda nyata hasilnya dengan kontrol. Pemotongan umbi menjadi dua atau tiga bagian lebih efektif dalam memproduksi bibit ubi jalar melalui tunas umbi dibandingkan umbi yang tidak dipotong. Kata kunci: giberelin, stek, tunas, ubi jalar
Pengaruh Penundaan Waktu Pemupukan terhadap Produksi dan Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.) Varietas IPB 3S Tisngatul Aliyah; Muhammad Rahmad Suhartanto; Memen Surahman; Asep Setiawan
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46450

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui waktu pemupukan yang efektif untuk meningkatkan produksi dan mutu benih padi (Oryza sativa L.) varietas IPB 3S. Penelitian dilaksanakan di Desa Purwasari, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada bulan Agustus 2018 hingga Maret 2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor, yaitu waktu pemupukan yang terdiri atas empat taraf dengan tiga kali ulangan. Taraf pertama (P1) atau kontrol adalah waktu pemupukan pada saat 7 HST, 21 HST dan 35 HST. Taraf kedua (P2) terdiri atas waktu pemupukan 7 HST, 28 HST, dan 35 HST. Taraf ketiga (P3) terdiri atas waktu pemupukan 7 HST, 21 HST, dan 42 HST. Taraf keempat (P4) terdiri atas waktu pemupukan pada 7 HST, 28 HST, dan 42 HST. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK, urea, dan silika sesuai dengan dosis IPB Prima (NPK 350 kg ha−1, urea 150 kg ha−1, dan silika 1 L ha−1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan waktu pemupukan berpengaruh nyata terhadap panjang malai, jumlah bulir hampa per malai, bobot 1,000 butir, indeks vigor, dan berat kering kecambah normal. Penundaan waktu pemupukan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi (per rumpun) benih padi varietas IPB 3S, waktu pemupukan P4 atau penundaan waktu pemupukan kedua dan ketiga memberikan hasil bobot 1,000 butir terendah, waktu pemupukan P2 atau penundaan waktu pemupukan kedua mampu menghasilkan persentase indeks vigor tertinggi, waktu pemupukan P3 dan P4 menghasilkan bobot kering kecambah normal yang tinggi. Kata kunci: indeks vigor, nitrogen, NPK, pupuk, silika
Co-Authors . Giyanto Adi Tia Setiawan Ady Kusuma Nurcholis Afifah Farida Jufri Aghus Jamaludin Kharis Agus Purwantara Agustian, Yanyan AJAR DIRGANTORO Ajeng Amanda Thayeb AK Sembiring, Desy Aldebaran Raihan Revidy ALEX HARTANA Alfianta Cesario Rizky Maulana Alma Ghina Halimah Anah Sasmita Andi Ismira Andreas Tan Aris Purwanto Arya Panca Asroni Asroni Ayu Puspita Ningrum Azrai, Muhammad S Bambang Eko Widyanto Bambang Heliyanto BAMBANG HELIYANTO Bambang Heliyanto BAMBANG HELIYANTO Bani Sakti Bayu Brahmantia Betty Mauli Rosa Bustam Cecep Effendi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Devi Novianti Dhanang Ajie Dinar Meidiana Dindin Abidin DONATA S PANDIN Dwi Putri Maulida Dwinita W. Utami Dwinita Wikan Utami Edi Guhardja Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny Endang Sulastri Erwin Yuniar Rahadian Fadli Wahab Frederico Tunggal Gina Rahma Utami Gunanto , Djoni Gunarto Gun H. Hardhienata HAJRIAL ASWIDINNOOR Hamka Hamka Hanan Dwiky Masshafy Hani Handayani Haris Aprianto Setiawan Harmonis Hendrik Syaputra Heri Budiawan Ida Hanarida Indarini Dwi Pursitasari Iriana Bakti Iswara, Vidya Itkonul Akbar Kadeni Kadeni, Kadeni Kamajaya, Ryan Muhammad Azizulfiqar Laode Muhamad Fathun Lilis Lismayanti Maesaroh Lubis Megayani Sri Rahayu Memen Surahman Memen Surahman Miftahul Falah Miftahul Ulum Muhamad Agung Dharmajaya Muhamad Asykal Rizki Muhamad Fikri Dzam-Dzam Muhammad Isa Asyrofuddin Mujiarto Mujiarto Nadya Paramitha Nandang Ahmad W Nandang Ahmad Waluya Naufal Fauzi Akbar Neni Nuraeni Neni Sholihat Nofirman Nurhajati A. Mattjik Nurhajati A. Mattjik Nurhalim Nuri Aslami Pabendon, Marcia B Palupi, Endah R. Pito Fernando Puspa Khoerun Nisa R r. SRI HARTATI R.R. SRI HARTATI Reni Indrayanti Rino Vanchapo , Antonius Risma Rahmawati Rizka Putra Roberdi, Roberdi S Rr Sri Hartati Rr. Sri Hartati Rubiyo Rubiyo Saepudin Sarijan, Abdullah - Septina Putri Laia Setiani, Revina Putri Sony Sumaryo Sri Mulyanti Sri Yunanto Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO SUDARSONO SUDARSONO SUGIONO MOELJOPAWIRO Sugiono Moeljopawiro Suhartanto, Muhammad Rahmad Sulastri Rini Rindrayani Surti Kurniasih Surtikanti Sutrisno, Sutrisno S Suwarto Suwarto Syahnanto Noerdin Tisngatul Aliyah UBHI, Trias Inang Novanti Usni Wahyu Hidayat Waluya, Nandang Ahmad Yanyan Mochamad Yani Yudha Purwanto