Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Pemberian Hiperoksigenasi Satu Menit DAB Dua Menit pada Proses Suction terhadap Saturasi Oksigen Pasien Terpasang Ventilator Teti Hayati; Busjra M Nur; Fitrian Rayasari; Yani Sofiani; Diana Irawati
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 1 No 1 (2019): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.058 KB) | DOI: 10.31539/joting.v1i1.493

Abstract

This study aims to identify the effect of 1 minute hyperoxygenation on the suctioning process on oxygen saturation of patients with mechanical ventilators. Quasi experimental research design pre-post test with control group design. The results showed oxygen I saturation before median hyperoxygenation 97 min 95-99, after median hyperoxygenation 99 min 98-100 with p value 0.05. While in the intervention group II before median hyperoxygenation 97 min 95-100, after median hyperoxygenation 99 min 95-100, with p value 0.05. In conclusions there were significant differences in oxygen saturation before and after 1 minute hyperoxygenation administration. Keywords: Hyperoxygenation, Suction Process, Oxygen Saturation, Ventilator
Penerapan Model SOFIANI kepada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II untuk Meningkatkan Disease Awareness di RW 07 Kelurahan Utan Panjang Yani Sofiani; Fitrian Rayasari; Diana Irawati; Uswatul Khasanah; Abdu Rahim Kamil; Agus Purnama; Dian Noviati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas
Publisher : Sagamedia Indo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/jpmsk.v1i4.25

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terus meningkat dari tahun ke tahun. International Diabetes Federation mengungkapkan bahwa prevalensi Diabetes pada tahun 2013 sebanyak 382 juta jiwa dan ditahun 2015 meningkat menjadi 415 juta. Demikian pula di Indonesia, RISKESDAS 2013 menunjukkan prevalensi diabetisi berdasarkan diagnosis dokter sebanyak 1.5% untuk penduduk usia diatas 15 tahun, sedangkan berdasarkan diagnosis dan gejala yang dirasakan sebanyak 2.1%. Permasalahan yang ditemukan masih banyak diabetisi yang berobat di wilayah RW 07 Kelurahan Utan Panjang untuk kontrol rutin memiliki nilai glukosa darah yang tinggi. Dengan mayoritas diabetisi merupakan pasien lama, hal ini tentunya menjadi suatu permasalahan tersendiri yang tidak bisa diabaikan. Diabetisi merupakan pemeran utama dalam peningkatan awareness dalam dirinya untuk meningkatkan self-management. Tujuan: Tujuan Umum Program Kemitraan meningkatkan disease awareness pada diabetisi agar self-management yang dimotori oleh diabetisi menjadi lebih aktif. Metode: 1) Screening pengetahuan diabetisi melalui metode kuesioner dan wawancara untuk mengetahui tingkat disease awareness dan self-management diabetisi. 2) Peningkatan pengetahuan melalui edukasi terstruktur yang dilakukan oleh perancang model SOFIANI dengan metode ceramah, diskusi, dan curhat pendapat. 3) Penyediaan fasilitas diabetisi dibekali peralatan berupa glucometer dan kelengkapannya untuk pelaksanaan self-management mandiri di rumah 4) simulasi dan resimulasi untuk melihat kemampuan diabetisi dalam melakukan pengukuran gula darah mandiri. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 20 diabetisi di lingkungan wilayah RW 07 Kelurahan Utan Panjang. Dari hasil skrining awal didapat rata rata persepsi penyakit yang buruk dan juga self-management yang belum maksimal. Dan terjadi peningkatan persepsi penyakit dan self-management yang lebih baik setelah adanya pengabdian ini. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan apresiasi dan antusiasme dari seluruh peserta. Hasil survey kepuasan menunjukan 100% menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat, 85% menyatakan kegiatan disiapkan dengan baik, 90% isi materi sangat baik dan 90% materi disampaikan dengan baik.
The relationship between illness perceptions, self-management, and quality of life in adult with type 2 diabetes mellitus Yani Sofiani; Abdu Rahim Kamil; Fitrian Rayasari
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v10i3.2135

Abstract

Background: Few studies have examined the association between illness perception, self-management, and quality of life in adults with type 2 Diabetes Mellitus (DM), especially in resource-limited countries such as Indonesia. Purpose: This study aimed to evaluate the relationship between illness perception, self-management, and quality of life in adult with type 2 DM in Indonesia. Methods: The inclusion criteria were adult aged over 18 years old and diagnosed with type 2 DM. Convenience sampling was used in this study. A total of 351 patients with type 2 DM was recruited (response rate= 97.50%). This study used the following instrument: World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF), The Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ), and Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). A Hierarchical regression models were constructed by using the score of overall QOL and those for each domain as the dependent variables. Results: The mean age was 54 (SD=8.14) years old and the mean time living with type 2 DM was 92 (SD=82.88) months. Higher illness perception score was significantly associated with lower physical health scores (β = -.395, SE = .096), psychological health (β = -.365, SE = .110), social relationships (β = -.363, SE = .138), and environment health (β = -.367, SE = .105). Conclusion: The findings indicated that poorer illness perceptions are associated with a lower quality of life. The findings establish a foundation for future interventions aimed at altering illness perceptions in order to promote self-care and improved quality of life in people with diabetes.
Pengaruh Swiss Ball Exercise Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Low Back Pain Susanti, Yanti; Warongan, Anwar Wardi; Rayasari, Fitrian
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.539 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i4.1085

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan rasa nyeri yang di rasakan pada daerah punggung bagian bawah yang di sebabkan oleh berbagai penyakit serta aktifitas tubuh yang kurang baik. Swiss Ball Exercise adalah latihan dengan menggunakan media berupa bola swiss yang ditujukan untuk mengurangi nyeri bagian punggung belakang, dengan meningkatkan kekuatan otot-otot abdomen, otot glutea, dan otot ekstensor punggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh swiss ball exercise terhadap tingkat nyeri di Puskesmas Pamengkang Cirebon. Desain Penelitian quasi eksperimen pre and post test with control group, dengan menguunakan tehnik simple random sampling, total sampel 38 pasien yang terdiri dari 19 responden kelompok intervensi dan 19 responden kelompok kontrol yang menderita low back pain. Hasil uji GLM-MR adanya penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan swiss ball exercise sebanyak 3 kali dalam satu minggu selama satu bulan dengan tren penurunan nyeri terjadi pada minggu ke 3 (P=value 0,000, α=0,05). Rata-rata penurunan tingkat nyeri kelompok intervensi sebesar 4,474 lebih kecil dibanding kelompok kontrol sebesar 5,053. Peneliti memberikan saran agar swiss ball exercise dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi mandiri perawat dalam meningkatkan sistem peredaran darah, memperkuat otot-otot lumbosacral dan otot-otot punggung. Penelitian lebih lanjut perlu menambahkan waktu penelitian menjadi dua bulan, untuk dapat menilai titik optimum waktu pelaksanaan swiss ball exercise sebagai intervensi keperawatan. Kata kunci: Swiss ball exercise; tingkat nyeri
Larutan Cholerhexidine Lebih Efektif sebagai Oral Hygiene dalam Mencegah Halitosis pada Klien Penurunan Kesadaran Firmansyah Firmansyah; Nyimas Heny Purwati; Fitrian Rayasari; Rohman Azzam; Siti Nurlaelah
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5560

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of chlorhexidine solution on oral hygiene in preventing halitosis in clients with decreased consciousness in the ICU at PMI Hospital, Bogor. This type of research was a quiz-experimental with a research design before and after the intervention of giving chlorhexidine solution. The population and sample were 52 patients with decreased consciousness treated in the PMI Bogor Hospital ICU. Data collection techniques use observation sheets administratively. The data obtained will be analyzed univariately and bivariate with the T-test. The statistical test results showed a significant (significant) difference between the average halitosis score in the listening group and the chlorhexidine gluconate group. In conclusion, 0.12% chlorhexidine gluconate solution is more effective than a listening solution and better at preventing halitosis in patients with impaired consciousness in the ICU at PMI Hospital Bogor. Keywords: Halistosis, Chlorhexidine Solution, Oral Hygiene
Factor Analysis Related to Self Efficacy Obesity Management in Students Faculty of Nursing Science Dwi Riniasih; Nyimas Heny Purwati; Fitrian Rayasari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 4 (2022): Jurnal Keperawatan: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.942 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i4.272

Abstract

Obesity management will give optimal results, if the person does diet, physical activity, and behavior therapy seriously. Therefore, a strong self-efficacy is needed to get maximum results. This study aims to analyze the factors related to obesity management self-efficacy in students of the Faculty of Nursing, University of Muhammadiyah Jakarta. This study used a large probability sampling. a sample of 83 students.This research uses the methodanalytical descriptivewith cross-sectional design. Data was collected by means of interviews, surveys and distributing questionnaires. The data analysis technique used was logistic regression (logistic regression). This study shows the results of a obtained that Attitude with P value: 0.001 (< 0.05), Physical and Emotional Conditions with P value: 0.001 (< 0.05), and Gender with P value: 0.032 (< 0.05) hasconnectionwhich is significant to the Self Efficacy of Obesity Management Students of the Faculty of Nursing, University of Muhammadiyah Jakarta. Efforts to increase obesity management self-efficacy are byimprove body condition, decrease stress and readiness to go on a diet. This study recommends the need for to be used as a reference material, providing information and understanding to students about factors related to obesity self-efficacy.
Efektivitas Pursed Lips Breathing dan Posisi Pronasi dalam Mengatasi Dispnea pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Randomized Controlled Trial Yarwin Yari; Dewi Gayatri; Rohman Azzam; Fitrian Rayasari; Dian Novita Kurniasih
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.408 KB)

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik merupakan terjadinya suatu penyumbatan yang sifatnya menetap di saluran pernapasan dan ditimbulkan karena adanya emfisema serta bronkhitis kronik, sampai saat ini, PPOK merupakan penyakit paling mematikan di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui efektivitas pursed lips breathing dan posisi pronasi dalam mengatasi dispnea pada pasien PPOK Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomized controlled trial dengan parallel design, kelompok kontrol dan intervensi masing-masing 20 responden, penelitian ini dilaksanakan di RSUD Labuang Baji Makassar dan RS Bhayangkara Makassar pada 14 april – 14 mei 2022. Hasil uji homogenitas nilai Peak expiratory flow (PEF), SPO2 dan frekuensi pernapasan sebelum intervensi pada kedua kelompok dinyatakan homogen dengan masing-masing nilai p>α:0,05. Selisih nilai PEF pre-post perlakuan pada kelompok intervensi didapatkan rerata 12,5 % (±9,06) sedangkan kelompok kontrol 2,25% (±4,14), selisi SPO2 pre-post perlakuan pada kelompok intervensi rerata 5,2% (±15,76) sementara kelompok kontrol 0,95% (±0,75), selisi frekuensi pernapasan pre-post perlakuan pada kelompok intervensi rerata 2,75 x/menit (±1,61) dan kelompok kontrol 2,05 x/menit (±1,90). Kedua kelompok terjadi perbaikan pernapasan namun pada kelompok intervensi terjadi perbaikan pernapasan yang lebih baik dari kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah setelah dilakukan intervensi pursed lips breathing dan posisi pronasi terjadi perbaikan pernapasan pada pasien dispnea yang ditandai dengan adanya peningkatan nilai PEF, SPO2 serta penururnan frekuensi pernapasan. Dari hasil tersebut intervensi direkomendasikan untuk dapat diterapkan pada pasien PPOK. Diharapkan pada penelitian berikutnya dapat menambahkan jumlah sampel yang lebih banyak dengan intervensi yang berbeda.
Pengaruh Terapi Pijat dan Senam Kaki terhadap Risiko terjadinya Ulkus Kaki Diabetik Pasien Diabetes Mellitus Tipe II: Randomized Controlled Trial Rita Erlina; Dewi Gayatri; Rohman Azzam; Fitrian Rayasari; Dian Novita Kurniasih
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.797 KB)

Abstract

Pasien diabetes melitus beresiko 15-20% dalam 5 tahun mengalami ulkus kaki diabetik dengan tingkat kekambuhan 50-70%, dan 85% akan menjalani amputasi, namun risiko luka kaki diabetik ini dapat dicegah dengan deteksi sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh terapi pijat dan senam kaki terhadap risiko terjadinya ulkus kaki diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Kota Cilegon. Rancangan penelitian menggunakan True Experiment dengan pre test–post test with Control group yang dilakukan randomisasi/ Randomized Controlled Trials. Sampel sebanyak 38 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi 19 orang dan kelompok kontrol 19 Orang. Instrumen penelitian menggunakan sistem kategori stratifikasi risiko IWGDF (International working Group on the Diabetik Foot) untuk menentukan tingkatan risiko ulkus kaki responden. Hasil penelitian pada kelompok intervensi terjadi penurunan bermakna skor risiko Ulkus Kaki diabetik (p 0.01< 0,05) setelah di lakukan terapi pijat dan senam kaki 3 kali seminggu selama 3 minggu. Terapi pijat dan senam kaki berpengaruh terhadap penurunan risiko terjadinya ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe II. Terapi Pijat dan senam kaki dapat dikembangkan sebagai tindakan mandiri perawat pada pasien diabetes melitus tipe II dalam mencegah risiko ulkus kaki diabetik.
Pengaruh Vidoe Edukasi terhadap Interdyalitic Weight Gain (IDWG) pada Pasien Hemodialisis Satriani Gultom; Fitrian Rayasari; Besral Besral; Diana Irawati; Dian Novita Kurniasih
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.34 KB)

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) telah meningkat 50 % dari tahun sebelumnya dan yang harus menjalani hidup dengan bergantung pada hemodialisis adalah 1,5 juta orang. Pasien tetap akan mengalami sejumlah permasalahan dan komplikasi meskipun telah menjalani hemodialisis.Masalah yang sering dialami oleh pasien hemodialisis yaitu pertambahan volume cairan dalam tubuh yang dimanifestasikan dengan kejadian Interdialytic Weight Gain (IDWG).Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh video edukasi terhadap Interdyalitic weight gain (IDWG) di RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan.Rancangan penelitian menggunakan True Experiment dengan pre test–post test with Control group . Sampel sebanyak 88 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi 44 orang dan kelompok kontrol 44 Orang. Instrumen penelitian menggunakan media video edukasi yang telah diuji validitasnya melalui uji expert dan format pengukuran berat badan. Analisis data menggunakan uji-T dependen menunjukkan Analisis Perbedaan rata-rata nilai IDWG sebelum dan sesudah dilakulan perlakuan kelompok intervensi dan kelompok kontrol di dapatkan nilai α yaitu 0.00 (α < 0,05), sehingga disimpulkan ada perbedaan yang signifikan/ bermakna rata-rata nilai IDWG sebelum dan sesudah dilakukan edukasi pada kelompok Intervensi. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perawat dalam memberikan intervensi keperawatan untuk mencegah kejadian IDGW dengan video edukasi guna mempertahankan berat badan diantara dua dialisis pada pasien hemodialisis serta diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan jangka waktu yang lebih lama, menambahkan variabel perancu yang lain, desain lain dan alat ukur yang sesuai.
Analisa Faktor yang Berhubungan dengan Length of Stay (LOS) id IGD Ali Asman Harahap; Fitrian Rayasari; Besral Besral; Diana Irawati; Dian Novita Kurniasih
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.906 KB)

Abstract

Length of Stay (LOS) pasien di IGD adalah suatu rentang waktu yang dibutuhkan pasien gawat darurat diukur mulai dari pasien datang sampai ditrasfer atau dipindahkan ke unit atau ruangan lain. Length Of Stay (LOS) yang memanjang berpotensi menimbulkan kondisi crowding (penumpukan pasien) di IGD sehingga dapat meningkatnya kejadian tidak diharapkan (KTD), penundaan pelayanan, meningkatnya angka kematian dan lama hari perawatan. Tujuan penelitian adalah untuk malakukan analisa terhadap faktor yang berhubungan dengan Length of Stay (LOS) di IGD Rumah Sakit Imelda Medan. Desain penelitian ini adalah observasional dengan desain pendekatan cross-sectional study dimana pengukuran terhadap variabel independent dan dependen dilakukan secara bersamaan. Sampel dalam penelitian sebanyak 98 orang. Analisa data dalam penelitian ini adalah Analisa data univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara waktu pemeriksaan penunjang, waktu review, waktu konsultasi, waktu tunggu transfer pasien keruangan dengan Length of Stay di IGD Rumah Sakit Imelda Medan dengan P value= 0,000.
Co-Authors Abdu Rahim Kamil Abdu Rahim Kamil Abdul Khamid, Abdul Abriyanti, Rika Mustika Adria Rusli, Adria Afriza, Wicke Agung, Rizki Nugraha Agus Purnama Ahmad Zubairi Aisyah Aisyah Alfin, Riandi Ali Asman Harahap Amelia Andini Anggareni, Dewi Anwar, Tasbihul Apriani, Nuni Arisanty, Irma Puspita Arta Marisi Dame Asmara, Amelia Astika, Tria Astuti, Medya Aprilia Astuty, Yeni Az Zahra, Fajar Putri Azzam, Rohman Badriah, Siti Besral . Briefman Tampubolon Busjra M Nur Chairunnisa, Dea Desy anggraini Desy Anggraini Dewi ANGGRAENI Dewi Anggraini Dewi Gayatri Dian Noviati Dian Noviati Kuriasih Dian Novita Dian Novita Kurniasih Dian Novita Kurniasih Dwi Riniasih E.P, Tria Astika Erna Rochmawati, Erna Eva Desvita Eva Desvita Fadilah, Riska Fakhrudin Nasrul Sani Firmansyah Firmansyah Ganjar Kundi Prasetya Handayani, Martuti Dwi Hartati, Yeni Haryanti, Noviana Henny Dwi Susanti Hernani, Eni Hernani, Eny Ii Ismail Ilham Suryana Indraswati, Ita Irawati, Diana Irawati, Diana Jumaiyah, Wati Jumaiyah, Wati Komalawati, Dedeh Kurniasih, Dian Noviati Latipah, Siti Lofa, Priyo Hadi Prasetiyo Maemun, S.KM, M.Epid, Siti Maemun, Siti Maryani, Fenny Muhammad Irfan Nugraha Mulya, Devi Sri Mulyatsih, MG Enny Munaya Fauziah Munaya, Munaya Mustafida, Ika Nana Supriyatna Natashia, Dea Natashia, Dhea Nathasia, Dhea Noviana Haryanti Novianti, Dian Nugraha, Rizki Nugraha, Rizky Nur Aini Nuraenah, Nuraenah Nurapandi, Adi Nurhayati Nurhayati Nyimas Heny Purwati Nyimas Heny Purwati Prasetya, Ganjar Kundi Purnamawati, Dewi Putri, Handayani Rahayu, Esti Kusuma Ria Mariatul Isnaani Rina Yuliaty, Rina Risdayati Risdayati Rita Erlina Rohani Rohani Rohman Rohman Azzam Rostini, Heny S, Baharudin Lutfi Saadulloh, Dadang Salsabila, Sephia Sari, Irma Permata Satriani Gultom Satriani Satriani Selvi Monika Septiawantari, Rani Setiawati, Desy Shahroh, Yuni Siswandi, Iyar Siti Aminah Siti Badriah Siti Nurlaelah Siti Rahayu Slametiningsih, Slametiningsih Sofian, Yani SRI ATUN Sri Mulati Nendah Agreta Sufiana Larombia Sukmawati, Lina Sulistyorini, Cahyo Ismawati Surani, Sri Suryati Suryati Susanti, Ricka Ardila Susanto, Tandang Tampubolon, Briefman Teti Hayati Ulina, Barita Uswatul Khasanah Uswatun Hasanah Wahyuni, Yuni Wahyuningsih, Retno Dyah Warongan, Anwar Warongan, Anwar Wardi Wasis Widodo Widia Astuti Widia Astuti AW widya astuti Yani Sofiani Yanti Susanti Yari, Yarwin Yeni Yarnita Yohanes Andy Rias Yuli Widyastuti Yuliastutik, Fitri Yulistriani, Anisa Yundari, Yundari Yuniarti, Niknik Yunitri, Ninik Yuntiri, Ninik