Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Model Penguatan Karakter oleh Guru PAI untuk Mengatasi Perilaku Bullying di SMKN 1 Kota Bima Andriani Andriani; Nasaruddin Nasaruddin; Sri Jamilah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.317

Abstract

Perilaku bullying di sekolah merupakan masalah sosial yang berdampak signifikan pada perkembangan emosional dan sosial siswa. Bullying tidak hanya merusak hubungan interpersonal, tetapi juga dapat menurunkan prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model penguatan karakter oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku bullying di SMKN 1 Kota Bima. Model ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan kondusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan selama 3 Bulan, dari awal September hingga Desember. Lokasi penelitian dilakukan di SMKN 1 Kota Bima, dengan sampel yang terdiri dari guru PAI, pihak Bimbingan Konseling (BK), serta siswa sebagai partisipan. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, serta data sekunder yang diperoleh dari dokumentasi dan literatur terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan penyajian data berdasarkan tema-tema yang muncul dari hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter oleh guru PAI berfokus pada pemberian nasihat dan pembinaan moral kepada pelaku bullying melalui pendekatan berbasis ajaran agama Islam, yang mengajarkan kasih sayang, toleransi, dan saling menghormati. Selain itu, pihak BK turut berperan dalam memberikan pembinaan lanjutan serta tindakan disipliner, seperti skorsing, untuk kasus bullying fisik. Model ini terbukti efektif dalam mengurangi perilaku bullying dan menciptakan suasana sekolah yang lebih aman dan mendukung bagi seluruh siswa. Kesimpulannya, penguatan karakter yang dilakukan oleh guru PAI di SMKN 1 Kota Bima melalui pendekatan berbasis nilai-nilai agama Islam memberikan dampak positif dalam mengatasi perilaku bullying dan membentuk karakter siswa yang lebih baik. Pembinaan yang dilakukan baik secara preventif maupun kuratif mampu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan kondusif bagi perkembangan siswa. Model penguatan karakter oleh guru PAI di SMKN 1 Kota Bima dapat mengurangi perilaku bullying dengan menanamkan nilai-nilai agama seperti kasih sayang, kejujuran, dan saling menghormati. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan lebih peduli terhadap sesama, menghindari perilaku negatif, dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan harmonis. Penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang penguatan karakter oleh guru PAI terhadap bullying. Sekolah harus mengintegrasikan nilai agama dalam kurikulum, meningkatkan pelatihan guru, dan memperkuat kolaborasi dengan orang tua serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar bebas bullying.
Penerapan Pendekatan Psikologi dalam Mencegah Eksploitasi Anak di TK Aisyiah III Tolobali Kota Bima Haerani Haerani; Hendra Hendra; Sri Jamilah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.339

Abstract

Eksploitasi anak merupakan masalah serius yang dapat mengganggu perkembangan fisik, mental, serta sosial anak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan psikologi dalam mencegah eksploitasi anak di TK Aisyiyah II Tolobali Kota Bima. Dalam penelitian kualitatif deskriptif ini teknik pengumpulan data ini dilakukan menggunakan tiga teknik yaitu menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di TK Aisyiyah II Tolobali Kota Bima yang beralamatkan di Jln. Wolter Monginsidi Kel. Sarae Kec. Rasa Na’e Barat, Kota Bima, NTB. Letak geografisnya yaitu di tengah-tengah lembaga kependidikan SMA, MA, dan MTS Muhammadiyah di dusun Tolobali, sehingga mudah dijangkau oleh peneliti, penelitian ini dilakukan mulai dari februari sampai maret tahun 2025. Dalam penelitian ini subjek penelitiannya mencakup Kepala Sekolah, guru kelas serta wali murid di TK Aisyiyah II Tolobali Kota Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan psikologi yang meliputi pendidikan hak anak, pengembangan keterampilan baik, serta pembentukan area yang damai berkontribusi signifikan dalam mencegah eksploitasi. Selain itu, keikutsertaan wali, beserta kelompok  masyarakat dalam fase pendidikan anak juga terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan psikologi secara komprehensif dapat membantu mewujudkan area yang mana lebih damai serta membantu untuk anak serta mengurangi risiko eksploitasi di kalangan mereka. Penelitian ini meningkatkan kesadaran di kalangan pendidik dan orang tua mengenai pentingnya memahami psikologi anak untuk mencegah eksploitasi. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan psikologi, seperti konseling dan pendidikan emosional, dapat menjadi strategi efektif dalam mengidentifikasi dan mencegah potensi eksploitasi. Rekomendasi untuk perbaikan atau pengembangan itu diharapkan untuk pelatihan untuk guru dan orang tua, program pendidikan emosional serta kolaborasi dengan pihak terkait.
PERSEPSI GURU DAN ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER DI PAUD Sri Rahmawati; Sri Jamilah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.2919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru dan orang tua terhadap pendidikan karakter di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan karakter dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa Paud di kota Bima. Partisipan penelitian terdiri dari guru Paud dan orang tua yang memiliki anak berusia 4-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru maupun orang tua memiliki pandangan yang positif terhadap pentingnya pendidikan karakter di Paud. Guru memandang pendidikan karakter sebagai landasan utama yang harus ditanamkan sejak dini untuk membentuk anak yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Guru juga mengidentifikasi beberapa metode efektif dalam mengajarkan karakter, seperti pembelajaran berbasis cerita, permainan edukatif, dan kegiatan kelompok yang menekankan nilai-nilai kerjasama dan empati.
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN ORANG TUA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MEMBENTUK PRESTASI BELAJAR ANAK DI TK NEGERI 26 LELAMASE KOTA BIMA Sri Jamilah; Nuriati Nuriati; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 26 Lelamase, Kota Bima. Keterlibatan orang tua dianggap sebagai faktor penting dalam mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada orang tua dari 50 siswa TK Negeri 26 Lelamase, sert a melalui observasi dan dokumentasi prestasi belajar anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak. Keterlibatan yang dimaksud meliputi berbagai aspek, seperti partisipasi dalam kegiatan sekolah, bantuan dalam pekerjaan rumah, serta komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru. Anak-anak yang orang tuanya terlibat secara aktif dalam pendidikan mereka cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya kurang terlibat.
PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Ade Irmayanti; Sri Jamilah; Kaharuddin Kaharuddin
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan meronce sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan meronce dipilih karena melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jari yang kompleks. Kegiatan ini juga menawarkan variasi dalam bentuk, ukuran, dan warna manik-manik, yang dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi hasil karya anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, serta peningkatan dalam konsentrasi dan ketekunan. Guru juga melaporkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak untuk lebih fokus dan sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan meronce dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyarankan pengembangan variasi kegiatan meronce yang lebih kreatif dan menarik untuk menjaga minat dan motivasi anak.
Kahoot-Based Play Learning to Improve Students’ Interest in Islamic Religious Education: A Classroom Action Research Fadillah Fadillah; Sri Jamilah; Irwan Irwan
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16727

Abstract

Students’ learning interest in Islamic Religious Education (PAI) often tends to be low when the learning process is dominated by conventional teaching methods that provide limited interaction and engagement. The integration of digital learning media and play-based learning approaches is considered a promising strategy to create more engaging and participatory classroom environments. This study aims to analyze the implementation of the Kahoot application based on play-based learning to improve students’ learning interest in Islamic Religious Education. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design involving 35 students of class XI.4 at State Senior High School 4 Bima City, West Nusa Tenggara, Indonesia. Data were collected through participatory observation, open-ended interviews, and documentation. The findings show that the integration of Kahoot with play-based learning strategies significantly increased students’ participation and engagement in PAI learning. Participation increased from 20% in the pre-cycle stage to 77.14% in Cycle I, although it decreased to 62.86% in Cycle II due to technical constraints and student absenteeism. Overall, the learning process became more interactive and students showed greater enthusiasm toward the subject. Therefore, the implementation of Kahoot-based play learning can support the improvement of students’ learning interest in Islamic Religious Education. Future learning practices are recommended to strengthen technological infrastructure and classroom management to optimize the effectiveness of digital game-based learning.
PERSEPSI GURU DAN ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER DI PAUD Sri Rahmawati; Sri Jamilah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.2919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru dan orang tua terhadap pendidikan karakter di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan karakter dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa Paud di kota Bima. Partisipan penelitian terdiri dari guru Paud dan orang tua yang memiliki anak berusia 4-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru maupun orang tua memiliki pandangan yang positif terhadap pentingnya pendidikan karakter di Paud. Guru memandang pendidikan karakter sebagai landasan utama yang harus ditanamkan sejak dini untuk membentuk anak yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Guru juga mengidentifikasi beberapa metode efektif dalam mengajarkan karakter, seperti pembelajaran berbasis cerita, permainan edukatif, dan kegiatan kelompok yang menekankan nilai-nilai kerjasama dan empati.
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN ORANG TUA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MEMBENTUK PRESTASI BELAJAR ANAK DI TK NEGERI 26 LELAMASE KOTA BIMA Sri Jamilah; Nuriati Nuriati; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 26 Lelamase, Kota Bima. Keterlibatan orang tua dianggap sebagai faktor penting dalam mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada orang tua dari 50 siswa TK Negeri 26 Lelamase, sert a melalui observasi dan dokumentasi prestasi belajar anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak. Keterlibatan yang dimaksud meliputi berbagai aspek, seperti partisipasi dalam kegiatan sekolah, bantuan dalam pekerjaan rumah, serta komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru. Anak-anak yang orang tuanya terlibat secara aktif dalam pendidikan mereka cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya kurang terlibat.
PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Ade Irmayanti; Sri Jamilah; Kaharuddin Kaharuddin
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan meronce sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan meronce dipilih karena melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jari yang kompleks. Kegiatan ini juga menawarkan variasi dalam bentuk, ukuran, dan warna manik-manik, yang dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi hasil karya anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, serta peningkatan dalam konsentrasi dan ketekunan. Guru juga melaporkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak untuk lebih fokus dan sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan meronce dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyarankan pengembangan variasi kegiatan meronce yang lebih kreatif dan menarik untuk menjaga minat dan motivasi anak.