Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA GURU DALAM PENGENALAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI (AUD) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BINATANG KELOMPOK B DI TK MA’ARUF DESA LANCI JAYA KEC. MANGGELEWA KAB. DOMPU Jaenab Jaenab; Sri Jamilah Sri Jamilah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i1.578

Abstract

Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalag tentang upaya guru dalampengenalan membaca permulaan anak usia dini (AUD) dengan menggunakanmedia gambar binatang kelompok B di TK Ma’aruf Desa Lanci Jaya Kec.Manggelewa Kab. Bima. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui upayaguru serta kendala dalam pengenalan membaca permulaan anak usia dini(AUD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Adapun hasil penelitianini, bahwa; (1) Upaya Guru Dalam Pengenalan Membaca Permulaan AnakUsia Dini (AUD) di TK Ma’aruf Desa Lanci Jaya Kab. Dompu yaitu; (a)dilakukan dengan menggunakan media gambar binatang, seperti kuda,sapi, kerbau, harimau, laba-laba dan kucing, (b) Menggunakan mediaKartu Kata Bergambar, (2) Kendala yang dihadapi oleh Guru DalamPengenalan Membaca Permulaan Anak Usia Dini (AUD) di TK Ma;arufDesa Lanci Jaya Kab. Dompu,antara lain; (a) Ketidakmampuan anak usiadini dalam mengenal huruf alfabetis, (b) Masih banyak anak yang kuranglancar membaca, (c) Karena kurangnya kesadaran atau peran orang tuadalam pengenalan membaca permulaan sejak dalam lingkungan keluarg
IMPLEMENTASI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAMI DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Sri Jamilah; Ihwan Ihwan
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i1.644

Abstract

Islam merupakan sumber utama dalam membentuk pribadi seorangmuslim yang baik. Dengan berlandasankan Al-Qur’an dan AsSunnah, Islam mengarahkan dan membimbing manusia ke jalanyang diridhoi oleh Allah SWT dengan membentuk kepribadian yangberakhlak karimah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: sesungguhnyaaku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Nabi diutus olehAllah untuk membimbing dan mengarahkan manusia kearah kebaikanyang hakiki dan juga sebagai figur konselor yang sangat mumpunidalam memecahkan berbagai permasalahan yang berkaitan denganjiwa manusia agar manusia terhindar dari segala sifat-sifat yangnegatif. Oleh karena itu, manusia diharapkan dapat saling memberikanbimbingan sesuai dengan kapasitasnya, sekaligus memberikan konselingagar tetap sabar dan tawakkal dalam menghadapi perjalanan kehidupanyang sebenarnya. Dengan pendekatan Islami, maka pelaksanaankonseling akan mengarahkan klien kearah kebenaran dan juga dapatmembimbing dan mengarahkan hati, akal dan nafsu manusia untukmenuju kepribadian yang berkhlak karimah yang telah terkristalisasioleh nilai-nilai ajaran Islam. Dan hal ini perlu diperhatikan olehseorang guru untuk menunjang kesuksesan pendidikan Islam di sekolahmaupun madrasah dalam melaksanakan bimbingan dan konseling untukmengentaskan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh peserta didikserta mengarahkannya untuk membentuk insan kamil yang memilikikepribadian berakhlak karimah
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA ANAK USIA DINI Sri Jamilah; Lukman Lukman; Asfiati Asfiati
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.679

Abstract

Pendidikan Multikultural menjadi diskusi menarik khususnya dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan pendidikan Anak Usia Dini. Namun lebih dari pada itu semua, pendidikan multikultural dalam konteks ke Anak Usia Dini menjadi sangat penting, setidaknya sebagai solusi alternatif terhadap berbagai bentuk perilaku tindak kejahatan kemanusiaan yang dilatar belakangi oleh perbedaan kelompok, ras, etnik, agama dan budaya. Pendidikan multikultural untuk anak usia dini dihadirkan untuk memberikan corak warna alternatif solusi lain untuk membangun watak dan karakter bangsa dengan upaya membentuk, membiasakan, menanamkan nilai-nilai toleran, demokrasi, kesetaraan dan keadilan, sehingga melahirkan sikap saling meghormati menghargai sejak usia dini terhadap seluruh bentuk perbedaan yang ada dilingkungannya.
DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DI DESA SARI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Sri Jamilah; Muhammad Akbar; Ilham Ilham
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v4i2.1049

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak pernikahan dini terhadap pendidikan akhlak anak di Desa Sari. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan di Desa Sari. Pada penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi/pengamatan, interview/wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini yaitu anak yang lahir dari hasil pernikahan dini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini yaitu: 1. Kurangnya perhatian dari orang tua, 2. Kurangya ilmu agama orang tua dan anak, 3. Terlalu dekat dan cepatnya anak mengenal lawan jenis, dan 4. Rendahnya ekonomi keluarga. Adapun dampak pernikahan dini terhadap pendidikan akhlak anak antara lain sebagai berikut: 1. Bertutur kata dan berperilaku yang tidak baik, 2. Kurangnya ilmu pendidikan akhlak anak, dan 3. Anak sulit untuk diarahkan pada hal-hal yang positif.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK AISYIYAH III KOTA BIMA Sri Jamilah; Nova Puspitasari; Muslim Muslim
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i1.1237

Abstract

Pendidikan karakter disekolah biasanya dilakukan oleh guru melalui contoh secara langsung dan melalui desain pembelajaran disekolah. Disekolah desain pembelajaran pendidikan karakater sengaja disusun untuk membantu proses belajar peserta didik dengan tahapan serta tujuan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini; (1) Bagaimanakah proses internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada anak usia dini di taman kanak-kanak ; (2) apasajakah Kendala internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada anak usia dini di taman kanak-kanak Aisyiyah III Kota Bima. Tujuan penelitian ini adalah; (1) Untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada anak usia dini, (2) Untuk mengetahui kendala internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada anak usia dini di taman kanak-kanak Aisyiyah III Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada tanpa adanya rekayasa. Hasil penelitian ini mennukan bahwa; (1) proses internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada anak usia dini dilaksanakan dengan menggunakan metode pembiasaan, metode keteladanan dan metode cerita, sedangkan (2) kendala internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter pada anak usia yaitu dipengaruhi faktor internal dan faktor eksternal.
PERSEPSI GURU DAN ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER DI PAUD Sri Rahmawati; Sri Jamilah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i1.2919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru dan orang tua terhadap pendidikan karakter di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan karakter dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di beberapa Paud di kota Bima. Partisipan penelitian terdiri dari guru Paud dan orang tua yang memiliki anak berusia 4-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik guru maupun orang tua memiliki pandangan yang positif terhadap pentingnya pendidikan karakter di Paud. Guru memandang pendidikan karakter sebagai landasan utama yang harus ditanamkan sejak dini untuk membentuk anak yang berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Guru juga mengidentifikasi beberapa metode efektif dalam mengajarkan karakter, seperti pembelajaran berbasis cerita, permainan edukatif, dan kegiatan kelompok yang menekankan nilai-nilai kerjasama dan empati.
HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN ORANG TUA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DALAM MEMBENTUK PRESTASI BELAJAR ANAK DI TK NEGERI 26 LELAMASE KOTA BIMA Sri Jamilah; Nuriati Nuriati; Masita Masita
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.3916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak di Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 26 Lelamase, Kota Bima. Keterlibatan orang tua dianggap sebagai faktor penting dalam mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada orang tua dari 50 siswa TK Negeri 26 Lelamase, sert a melalui observasi dan dokumentasi prestasi belajar anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar anak. Keterlibatan yang dimaksud meliputi berbagai aspek, seperti partisipasi dalam kegiatan sekolah, bantuan dalam pekerjaan rumah, serta komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru. Anak-anak yang orang tuanya terlibat secara aktif dalam pendidikan mereka cenderung memiliki prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang orang tuanya kurang terlibat.
PENGEMBANGAN KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Ade Irmayanti; Sri Jamilah; Kaharuddin Kaharuddin
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v7i2.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan meronce sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada Anak Usia Dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun di sebuah Taman Kanak-Kanak. Kegiatan meronce dipilih karena melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan jari yang kompleks. Kegiatan ini juga menawarkan variasi dalam bentuk, ukuran, dan warna manik-manik, yang dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi hasil karya anak. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam ketepatan dan kecepatan saat memasukkan manik-manik ke dalam tali, serta peningkatan dalam konsentrasi dan ketekunan. Guru juga melaporkan bahwa kegiatan ini membantu anak-anak untuk lebih fokus dan sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus Anak Usia Dini. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan meronce dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di Taman Kanak-Kanak sebagai salah satu metode untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Lebih lanjut, penelitian ini menyarankan pengembangan variasi kegiatan meronce yang lebih kreatif dan menarik untuk menjaga minat dan motivasi anak.
Kahoot-Based Play Learning to Improve Students’ Interest in Islamic Religious Education: A Classroom Action Research Fadillah Fadillah; Sri Jamilah; Irwan Irwan
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 6 No. 1: May 2026
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v6i1.16727

Abstract

Students’ learning interest in Islamic Religious Education (PAI) often tends to be low when the learning process is dominated by conventional teaching methods that provide limited interaction and engagement. The integration of digital learning media and play-based learning approaches is considered a promising strategy to create more engaging and participatory classroom environments. This study aims to analyze the implementation of the Kahoot application based on play-based learning to improve students’ learning interest in Islamic Religious Education. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design involving 35 students of class XI.4 at State Senior High School 4 Bima City, West Nusa Tenggara, Indonesia. Data were collected through participatory observation, open-ended interviews, and documentation. The findings show that the integration of Kahoot with play-based learning strategies significantly increased students’ participation and engagement in PAI learning. Participation increased from 20% in the pre-cycle stage to 77.14% in Cycle I, although it decreased to 62.86% in Cycle II due to technical constraints and student absenteeism. Overall, the learning process became more interactive and students showed greater enthusiasm toward the subject. Therefore, the implementation of Kahoot-based play learning can support the improvement of students’ learning interest in Islamic Religious Education. Future learning practices are recommended to strengthen technological infrastructure and classroom management to optimize the effectiveness of digital game-based learning.
Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional Anak Melalui Kegiatan Bermain Peran Untuk Menumbuhkan Karakter Sosial Budaya Anak Haerunisah; Agus Salam; Sri Jamilah
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi implementasi pembelajaran sosial emosional anak melalui kegiatan bermain peran dalam menumbuhkan karakter sosial budaya anak di TK Yaa Bunayya Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data dari kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumen sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji kredibilitas menggunakan member check, cross check, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sosial emosional melalui bermain peran dilaksanakan dalam tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan empati, kerja sama, pengelolaan emosi, serta pengenalan nilai-nilai sosial budaya lokal pada anak. Pendekatan ini juga mengintegrasikan kearifan lokal Kota Bima, seperti profesi nelayan dan pedagang pasar, serta penggunaan bahasa daerah. Dengan demikian, bermain peran merupakan metode yang efektif, menyenangkan, dan bermakna dalam mengembangkan kecerdasan sosial emosional sekaligus menanamkan karakter sosial budaya sejak usia dini.
Co-Authors Abdussahid Ade Irmayanti Ade S. Anhar Ade S. Anhar Agus Salam Agus Salam Ahmadin Ahmadin Aini, Wirdayal Alamsyah Alazir, Alazir Andriani Andriani Arfahun Susilawati Ariani, Sri Purwanti ARIF FAUZI Arman Arman Asfiati Asfiati Bunyamin Bunyamin Dewi Sartika Dita Rahayu Elansari Ernawati Ernawati Fachry Abda El Rahman Fadillah Fadillah Faid, Afif Ahwal Fathir Fathir Fathurrahman Fathurrahman Faturahman Faturahman Febrianto Febrianto, Febrianto Haerani Haerani Haerunisah Hendra Hidayatullah, Maulana Ihlas, Ihlas Ihwan Ihwan Ikhsan Maulana Ikhwanuddin Ikhwanuddin Ilham Ilham Ilham Ilham Indria, Rekha Irmayanti, Ade Irwan Jaenab Jaenab Jalaluddin Jalaluddin Jasman Jasman Juradil, Imam Kaharuddin Kaharuddin Kaharuddin Kaharuddin Khaeratunisa Khairudin Khairudin Lukman Lukman Lukman Luthfiyah Luthfiyah Maisara Dini Masita Masita Masita Masita, Masita Missouris, Randitha Muammar Maulana Muhajira Muhammad Akbar Mulyani Mulyani Muslim Nasaruddin Nasaruddin Nasaruddin Nasaruddin Nordinah Wati Nova Puspitasari Nuraisah Fadilah Nuriati Nuriati Nuriati Nuriati Nurul Fitrah Hidayati Nurul Mutmainah Nurul Zuhriyah Putri Lestari Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmawati Rahmawati Randitha Missouri Ratih Puspitasari Retnoningsih Retnoningsih Retnoningsih Retnoningsih Ruslan Safira, Di’ya Putri sahid, Abdus Salaini Salmin Dengo Sayyidah Cahyani Silfatunnisa Rizkiyah Siti Annisa, Siti Sri Purwanti Ariani Sukrin Sukrin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syarifuddin Syarifuddin Umar Uswatun Hasanah Vivi Rubianti Vivi Rubianti Wahyu Mulyadi Yani Yani Yuhansyah Yuhansyah Zumhur Alamin