ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh perspektif realisme dan antirealisme terhadap konsep pembelajaran kimia. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan pendekatan PRISMA, sebanyak 23 artikel ilmiah dianalisis untuk mengidentifikasi kecenderungan pendekatan epistemologis dalam berbagai model dan media pembelajaran kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan realisme, yang memandang teori ilmiah khususnya kimia sebagai representasi realitas objektif, tercermin dalam model pembelajaran berbasis representasi multilevel, project-based learning, dan inkuiri terbimbing. Sementara itu, pendekatan antirealisme yang menganggap teori sebagai alat konseptual ditunjukkan melalui penggunaan media digital yang interaktif sepertim vidio, animasi, TikTok, modul, dan komik digital. Keduanya memberikan kontribusi yang saling melengkapi dalam pengembangan pemahaman konseptual peserta didik. Penelitian ini menyarankan integrasi antara realisme dan antirealisme untuk menciptakan konsep pembelajaran kimia yang lebih reflektif, kontekstual, dan filosofis. Temuan ini memberikan landasan penting bagi perancang kurikulum, pendidik, dan peneliti dalam merancang konsep pembelajaran kimia yang berbasis pada pemahaman hakikat ilmu pengetahuan. ABSTRACT This study aims to systematically examine the influence of realism and anti-realism perspectives on chemistry concept learning. Using the Systematic Literature Review (SLR) method and the PRISMA approach, a total of 23 scientific articles were analyzed to identify epistemological tendencies across various chemistry learning models and media. The findings indicate that the realist perspective— which views scientific theories, particularly in chemistry, as representations of objective reality— is reflected in multilevel representation-based learning models, project-based learning, and guided inquiry. Meanwhile, the anti-realist perspective, which treats theories as conceptual tools, is evident through the use of interactive digital media such as videos, animations, TikTok content, modules, and digital comics. Both perspectives offer complementary contributions to the development of students’ conceptual understanding. This study recommends integrating realism and anti-realism to create chemistry learning designs that are more reflective, contextual, and philosophical. These findings provide an important foundation for curriculum designers, educators, and researchers in developing chemistry learning approaches grounded in an understanding of the nature of science.