Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengembangan Model Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Ramli, Rosmiati; Lestari, Usnul; Taufik, Taufik; Hamran, Hamran; Syamsuriah, Syamsuriah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1790

Abstract

Penilaian autentik merupakan pendekatan evaluasi yang berorientasi pada proses dan hasil belajar secara holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, penilaian autentik berperan penting dalam mengukur sejauh mana siswa mampu menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Artikel studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis konsep, karakteristik, serta model pengembangan penilaian autentik dalam pembelajaran PAI. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkini, baik jurnal nasional maupun internasional yang relevan dengan tema penilaian autentik dan pembelajaran PAI di jenjang sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa model penilaian autentik yang efektif dalam pembelajaran PAI harus memadukan observasi sikap, penilaian kinerja, portofolio, serta proyek berbasis nilai-nilai Islam. Pendekatan ini tidak hanya menilai hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk karakter religius dan tanggung jawab moral. Pengembangan model penilaian autentik perlu memperhatikan konteks sosial, budaya sekolah, serta kemampuan guru dalam merancang instrumen yang valid dan reliabel. Kesimpulannya, penilaian autentik merupakan sarana strategis dalam membangun generasi beriman, berakhlak mulia, dan berintegritas melalui pembelajaran PAI yang bermakna dan kontekstual.
Efektivitas Penilaian Berbasis Digital dalam Meningkatkan Keterlibatan Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Pai) Ramli, Rosmiati; Saleh, Abd. Rahman; Ahmad , Muhammad Ikhwan; Suherni, Suherni; Sukriati, Sukriati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1792

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan modern, termasuk dalam ranah penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penilaian berbasis digital tidak hanya menjadi alat ukur hasil belajar, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif, reflektif, dan spiritual. Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan penilaian berbasis digital dalam meningkatkan keterlibatan siswa pada pembelajaran PAI. Kajian dilakukan melalui telaah sistematis terhadap berbagai hasil penelitian dan teori mutakhir mengenai evaluasi digital dan keterlibatan peserta didik dalam konteks pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian digital efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa, efisiensi waktu, serta transparansi penilaian. Selain itu, sistem digital mampu mendorong motivasi belajar dan memperkuat nilai-nilai Islami melalui umpan balik reflektif yang cepat dan adaptif. Namun, tantangan muncul dalam bentuk keterbatasan literasi digital guru, kesiapan teknologi, serta kebutuhan akan desain penilaian yang selaras dengan prinsip maqashid syariah. Studi ini menegaskan bahwa efektivitas digital assessment dalam pembelajaran PAI sangat bergantung pada sinergi antara guru, teknologi, dan nilai spiritual yang mendasari praktik pembelajaran.
Strategi Pengembangan Penilaian Keterampilan dan Sikap dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Ramli, Rosmiati; Irma, Irma; Jumawati, Jumawati; Imran, Muhammad Afit; Jupri, Jupri
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1793

Abstract

Penilaian keterampilan dan sikap merupakan bagian integral dari proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bertujuan untuk menilai kemampuan peserta didik secara komprehensif, mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji berbagai strategi pengembangan penilaian keterampilan dan sikap dalam pembelajaran PAI yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran abad ke-21. Melalui pendekatan studi pustaka, artikel ini menelaah berbagai sumber akademik, buku teks, serta jurnal penelitian terkini terkait desain, instrumen, dan implementasi penilaian autentik dalam konteks PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi efektif pengembangan penilaian keterampilan dan sikap meliputi penggunaan rubrik performa, observasi sistematis, penilaian proyek, jurnal reflektif, serta portofolio spiritual. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator dan penilai holistik menjadi krusial dalam memastikan bahwa setiap bentuk penilaianmenggambarkan nilai-nilai Islami seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan.Temuan juga menegaskan bahwa digitalisasi penilaian dan penggunaan platform eassessment berpotensi meningkatkan objektivitas dan efisiensi penilaian. Dengan demikian, pengembangan penilaian keterampilan dan sikap dalam PAI harus bersifat integratif, kontekstual, dan adaptif terhadap teknologi perkemabanga pendidikan.
Development of Competency-Based Assessment Instruments in PAI Subjects Rosmiati Ramli; Sudirman Herman; Nurhidaya Da’te; Wisriani; Nafsia Marasabessy
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10250

Abstract

The development of competency-based assessment instruments in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) is an essential effort to improve the quality of comprehensive and meaningful learning evaluation. Competency-based assessment emphasizes not only cognitive aspects but also affective and psychomotor domains, which are fundamental characteristics of PAI learning. This study aims to describe the concept, process, and implementation of developing competency-based assessment instruments in the PAI subject. The method used is a qualitative descriptive approach through the analysis of curriculum documents, relevant literature, and assessment practices in schools. The findings indicate that competency-based assessment instruments in PAI should be designed based on core competencies and basic competencies, supported by clear and measurable indicators, and implemented using various authentic assessment techniques such as observation of religious attitudes, assessment of worship practices, project-based assignments, portfolios, and written tests. Systematically and integratively developed instruments are able to provide a more comprehensive picture of students' competency achievement, particularly in terms of knowledge, religious attitudes, and skills in practicing Islamic values. Therefore, competency-based assessment instruments are expected to support the achievement of PAI learning objectives optimally and sustainably.
Peran Budaya Berpikir dalam Menciptakan Pembelajaran yang Bermakna Rosmiati Ramli; Misbah, Misbah; Kurnia Alex; Fitriani Muh Amin
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.582

Abstract

Pembelajaran abad ke-21 menuntut pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, metakognisi, serta sikap belajar mandiri dan reflektif. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mewujudkan pembelajaran bermakna adalah melalui penguatan budaya berpikir (culture of thinking) di kelas. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran budaya berpikir dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kepustakaan, dengan sumber data berupa buku teks, artikel jurnal nasional dan internasional, serta prosiding ilmiah yang relevan dan terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan budaya berpikir, pembelajaran bermakna, serta implikasinya dalam praktik pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya berpikir berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikologis dan intelektual, meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), memperdalam pemahaman konseptual, menumbuhkan motivasi serta kemandirian belajar siswa, dan menguatkan peran guru sebagai fasilitator berpikir. Budaya berpikir mendorong siswa untuk aktif bertanya, berdiskusi, merefleksikan pemahaman, serta mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi bersifat hafalan, melainkan bermakna dan berorientasi pada pemahaman yang mendalam dan berkelanjutan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang berpusat pada proses berpikir siswa.
Strategi Pembelajaran Inklusif Berbasis Kebutuhan Peserta Didik dalam Konteks Pendidikan Abad ke-21 Rosmiati Ramli; Juhariati, Juhariati; Karmila, Karmila; Nur Aisyah
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 6 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i6.583

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik untuk menguasai keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif agar mampu menghadapi dinamika global dan teknologi yang berkembang pesat. Dalam konteks tersebut, pembelajaran inklusif berbasis kebutuhan peserta didik menjadi strategi penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang adil, bermakna, dan personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang diterbitkan antara tahun 2018–2024. Analisis menitikberatkan pada identifikasi strategi pembelajaran inklusif yang efektif dan relevan dengan pendidikan abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi utama, yaitu perencanaan pembelajaran yang fleksibel, diferensiasi instruksional, pembelajaran kolaboratif dan partisipatif, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta asesmen autentik dan evaluasi holistik. Setiap strategi menekankan penghargaan terhadap perbedaan peserta didik, pengembangan potensi individu, dan peningkatan keterlibatan serta motivasi belajar. Perencanaan fleksibel dan diferensiasi memungkinkan guru menyesuaikan materi, metode, dan penilaian berdasarkan kemampuan dan minat siswa. Pembelajaran kolaboratif dan partisipatif membangun keterampilan sosial-emosional dan empati, sementara teknologi pendidikan mendukung aksesibilitas dan pembelajaran personal. Asesmen autentik dan evaluasi holistik memberikan informasi menyeluruh mengenai kemampuan akademik, sosial, dan emosional siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran inklusif berbasis kebutuhan peserta didik tidak hanya meningkatkan kualitas belajar, tetapi juga menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21 secara optimal.
Inovasi Penilaian Formatif Berbasis Proyek pada Mata Pelajaran PAI Ramli, Rosmiati; Asran, Asran; Rizal, Muhammad; Pina, Pina; Hanapi, Jamaluddin; Jusrianti, Jusrianti
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1358

Abstract

Penilaian merupakan komponen penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) karena tidak hanya berfungsi untuk mengukur pencapaian kognitif peserta didik, tetapi juga untuk menilai proses internalisasi nilai-nilai keislaman dalam aspek afektif dan psikomotor. Seiring dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, diperlukan inovasi penilaian yang mampu mendorong keaktifan, motivasi, serta keterlibatan peserta didik secara menyeluruh. Salah satu pendekatan yang relevan adalah penilaian formatif berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep, karakteristik, manfaat, serta tantangan implementasi penilaian formatif berbasis proyek dalam pembelajaran PAI melalui studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku referensi, dan prosiding yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian formatif berbasis proyek mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar peserta didik, memperkuat keterlibatan dalam proses pembelajaran, serta efektif dalam menilai ranah afektif dan psikomotor secara autentik. Selain itu, peran umpan balik dalam penilaian formatif berbasis proyek terbukti membantu peserta didik merefleksikan proses belajar dan menginternalisasi nilai-nilai Islam secara lebih mendalam. Namun demikian, implementasi penilaian ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan kebutuhan akan instrumen penilaian yang sistematis dan terstandar. Oleh karena itu, penilaian formatif berbasis proyek perlu didukung oleh perencanaan yang matang, peningkatan kompetensi guru, serta kebijakan sekolah yang berkelanjutan agar dapat diterapkan secara optimal dalam pembelajaran PAI.
Model Penilaian Reflektif untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Siswa Ramli, Rosmiati; Jumsir, Jumsir; Kadang, Harni; S, Anita; Taro, Darmawati; Hasmi, Hasmi; Hasnita, Hasnita
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1359

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Namun, praktik penilaian PAI di sekolah masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berfokus pada aspek kognitif, sehingga belum optimal dalam mengukur dan mendorong internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif model penilaian reflektif sebagai alternatif penilaian yang mampu meningkatkan pemahaman nilai Pendidikan Agama Islam pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta prosiding seminar yang relevan dan diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran database ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan disintesis secara deskriptif-kualitatif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa model penilaian reflektif memiliki karakteristik utama berupa keterlibatan aktif siswa dalam mengevaluasi pengalaman belajarnya melalui refleksi diri. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penilaian reflektif mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses penilaian, memperdalam pemahaman nilai PAI secara kontekstual, mendorong internalisasi nilai dan kesadaran moral, serta mendukung pembentukan karakter Islami secara holistik. Selain itu, model penilaian reflektif dinilai selaras dengan paradigma penilaian autentik dan implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada penguatan karakter. Dengan demikian, penilaian reflektif direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam pembelajaran PAI untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna, holistik, dan berorientasi pada pembentukan kepribadian siswa.
Pembelajaran Berbasis Keteladanan sebagai Strategi Penguatan Nilai dan Sikap Rosmiati Ramli; Mardiati M; Nursia, Nursia; Zulbina, Zulbina
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 11 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i11.580

Abstract

Role-playing-based learning is a strategic approach to strengthening students' values ​​and attitudes amidst the moral challenges of the era of globalization and digitalization. This article aims to comprehensively examine the role of role models in shaping character, discipline, empathy, tolerance, and a positive learning climate through a literature review method. The study employed a qualitative approach by reviewing various scientific sources in the form of national and international journal articles, proceedings, and relevant academic books published in the last ten years. Data analysis was conducted through the stages of collection, classification, reduction, and synthesis of findings. The results of the study indicate that teacher role models directly influence the internalization of student values ​​through the processes of observation, imitation, and habituation. A school culture built on collective role models has been shown to strengthen attitudes of discipline and social awareness. Furthermore, role models are more effective than instructional approaches in fostering empathy and tolerance. Role models also create a safe classroom climate, increase learning motivation, and strengthen the quality of learning interactions. Furthermore, role-playing-based learning functions as both a pedagogical and moral strategy because it integrates academic objectives with character building. This study confirms that role modeling is not only a method for developing attitudes, but also an important foundation for building meaningful education oriented toward holistic human development. These findings are expected to provide a theoretical and practical basis for developing character education in schools.
Strategi Pembelajaran Berbasis Al-Qur’an sebagai Landasan Pendidikan Karakter Rosmiati Ramli; Muh. Iqbal Muhidin; Yenni, Yenni; Rosiana Syahbaniar; Rudi Hartono
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 11 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i11.581

Abstract

Character education is an important foundation in shaping students with noble character, responsibility, and integrity. In the context of Islamic education, the Qur'an plays a central role as a source of values, norms, and relevant life guidelines that can be used as a basis for character learning strategies. This article aims to systematically review various research findings related to Qur'an-based learning strategies as a foundation for character education. The method used is a literature study by reviewing national and international journal articles, scientific books, and relevant academic sources from the past ten years. The results of the study indicate that the integration of Qur'anic values ​​​​in learning can strengthen students' religious character, honesty, discipline, responsibility, and empathy. Effective strategies include teacher role models, habituation based on Qur'anic verses, contextual learning, reflection on values, and integration of the Qur'an in all subjects. Qur'an-based learning functions not only as a transmission of knowledge, but also as a means of internalizing values ​​​​and forming attitudes. Thus, Qur'an-based learning strategies can be a comprehensive approach to strengthening character education in schools. This article is expected to serve as a conceptual reference for educators in designing learning oriented toward holistic character development of students.