Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA MOLDING DENGAN VARIASI JUMLAH HEATER Dwi Erfan Arlianto; Muhamad Safi'i; Althesa Androva
Journal of Vocational Education and Automotive Technology Vol 8 No 1 (2026): Journal of Vocational Education and Automotive Technology
Publisher : Ivet University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/joveat.v8i1.4417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi temperatur pada molding dengan variasi jumlah heater. Distribusi temperatur yang merata pada molding sangat penting untuk memastikan proses pemanasan berlangsung secara optimal pada mesin tekan panas. Ketidakmerataan temperatur dapat menyebabkan perbedaan kualitas produk serta menurunkan efisiensi proses pemanasan. Penelitian ini dilakukan dengan metode simulasi menggunakan perangkat lunak SolidWorks Simulation untuk menganalisis penyebaran panas pada molding. Model molding dibuat dengan dua variasi konfigurasi pemanas yaitu satu heater dan dua heater. Parameter yang dianalisis meliputi distribusi temperatur, temperatur maksimum dan minimum, serta keseragaman temperatur pada permukaan molding. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi dua heater menghasilkan distribusi temperatur yang lebih merata dibandingkan dengan satu heater. Perbedaan temperatur pada beberapa titik pengamatan menunjukkan selisih yang lebih kecil pada penggunaan dua heater sehingga proses pemanasan menjadi lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan jumlah heater pada molding dapat meningkatkan keseragaman distribusi temperatur dan mendukung proses pemanasan yang lebih optimal.
Studi Numerik Optimasi Analisis Aerodinamika dengan Memvariasikan Jumlah Grid dan kecepatan Thatip Nur Khafid; Hisyam Ma’mun; Muhammad Syafii
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Januari- Juni
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakteristik aerodinamika bus menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) melalui variasi jumlah grid dan variasi kecepatan aliran. Uji independensi grid dilakukan pada kecepatan 100 km/jam dengan jumlah grid 500.000, 1.000.000, 1.500.000, dan 2.000.000 sel untuk mengevaluasi kestabilan koefisien aerodinamika. Hasil uji menunjukkan koefisien drag (Cd) menurun dari 0,943 pada grid 500 menjadi 0,743 pada grid 2.000.000, sedangkan koefisien lift (Cl) relatif stabil pada rentang 0,118–0,127, sehingga grid 2.000.000 dipilih untuk simulasi lanjutan. Validasi numerik terhadap data eksperimen pada variasi kecepatan 100–140 km/jam menunjukkan Cd numerik berada pada rentang 0,703–0,743, sementara Cd eksperimen berada pada rentang 0,608–0,664. Nilai Cl numerik berada pada rentang 0,121–0,127, sedangkan Cl eksperimen berada pada rentang 0,107–0,112. Secara umum, hasil simulasi menghasilkan Cd dan Cl yang cenderung lebih tinggi dibanding eksperimen, namun deviasinya relatif konsisten pada seluruh variasi kecepatan, sehingga model CFD dapat digunakan untuk analisis kecenderungan aerodinamika bus.
Analisis Pitot Probe Part Number 0851HL dan 0851MC Berdasarkan Rate Removal dan MTBUR Pada Pesawat A320 Batik Air Yafid
Jurnal Teknik Vol. 15 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/3tvjb238

Abstract

Pemeliharaan sistem avionik, dua parameter utama yang sering digunakan dalam mengukur keandalan komponen adalah Rate of Removal (RoR) dan MTBUR. RoR menggambarkan tingkat frekuensi penggantian atau perbaikan suatu komponen dalam periode tertentu, sedangkan MTBUR merepresentasikan rata-rata durasi atau jumlah jam terbang antara dua peristiwa penggantian tak terjadwal. Berdasarkan data internal maskapai Batik Air, terjadi peningkatan signifikan dalam penggantian pitot probe dengan part number 0851HL dan 0851MC selama periode dari bulan juli 2024 sampai bulan juni 2025. Rata-rata MTBUR komponen tersebut menurun drastis hingga di bawah 2.000 Flight Hours (FH), jauh dari rekomendasi minimum Airbus yang sebesar 5.000 FH. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait dengan mutu komponen, kemungkinan cacat produksi, serta efektivitas pelaksanaan prosedur pemeliharaan. Penelitian ini menganalisis keandalan komponen Pitot Probe dengan Part Number (P/N) 0851HL dan 0851MC pada pesawat Airbus A320 yang dioperasikan Batik Air, menggunakan indikator Mean Time Between Unscheduled Removal (MTBUR) dan Rate of Removal (RoR). Data yang digunakan berasal dari catatan pemeliharaan periode Bulan juli 2024 sampai bulan Juni 2025 di PT Batam Aero Technic. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif deskriptif-komparatif untuk mengukur dan membandingkan performa kedua part number. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P/N 0851MC memiliki MTBUR sebesar 12.132,71 FH, hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan P/N 0851HL sebesar 5.661,93 FH. Nilai RoR P/N 0851MC juga lebih rendah (0,082/1000 FH) dibandingkan P/N 0851HL (0,261/1000 FH). Perbedaan ini mengindikasikan bahwa P/N 0851MC lebih andal dan membutuhkan frekuensi penggantian lebih rendah. Keunggulan tersebut diduga dipengaruhi oleh desain inlet yang lebih kecil dan ketahanan terhadap kondisi icing ekstrim. Implikasi operasional dari temuan ini adalah rekomendasi untuk memprioritaskan penggunaan P/N 0851MC pada armada Airbus A320 guna meningkatkan efisiensi perawatan, mengurangi potensi Aircraft on Ground (AOG), dan meningkatkan dispatch reliability.
Kaji Eksperimental Efek Kecepatan Sirkulasi Udara Dan Waktu Pembakaran Terhadap Performa Pembakaran Kompor Bio Massa Nur Hasim; Muhamad Safii; Althesa Androva; Suheri Suheri
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7321

Abstract

Indonesia is currently facing a significant challenge in managing its growing energy demands, driven by rapid population growth and accelerating economic development. This rising dependency on fossil-based fuels if left unaddressed poses serious environmental and social risks, including pollution, greenhouse gas emissions, and long-term energy insecurity. As a result, biomass has emerged as one of the most promising renewable energy alternatives, particularly for household and community cooking needs. This study investigates the combustion performance of biomass-based biopellets, formulated from a balanced blend of sawdust waste and rice bran, as the primary fuel source. Combustion experiments were carried out inside a purpose-built biomass stove with dimensions of 520 × 250 × 190 mm. To evaluate how airflow intensity and burning duration influence thermal output, three air velocity settings were applied 3 m/s, 6 m/s, and 9 m/s delivered through a controlled blower system. Combustion duration was systematically extended across ten intervals ranging from 60 seconds up to 600 seconds, allowing a detailed characterization of both combustion and thermal efficiency at each stage. Experimental results revealed that the highest thermal efficiency was consistently achieved at an air velocity of 9 m/s combined with a combustion duration of 600 seconds, yielding 46.349% for biopellets and 41.381% for wood. These figures demonstrate a clear positive relationship between increased airflow and prolonged burning time with overall energy conversion performance. The outcomes of this research are intended to serve as a practical engineering reference for designing next-generation biomass stoves that are both energy-efficient and environmentally responsible. Specifically, an air velocity of 9 m/s and a 600-second combustion window are strongly recommended as the benchmark operating parameters for optimal biomass stove performance in real-world applications.
Analisis Perbandingan Efektivitas Pendinginan Radiator Menggunakan Variasi Nanofluida Al2O3 dan Air pada Sistem Pendingin Mesin Mobil Taufiq Hidayatno; muhamad safii; althesaanadrova
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7353

Abstract

The engine cooling system plays a crucial role in maintaining the engine's working temperature within an optimal range. This study aims to analyze and compare the cooling effectiveness of a radiator using Al2O3 nanofluid at 0.3% volume concentration against water as a conventional coolant. Tests were conducted on an automotive engine at engine speed variations of 1000, 1500, 2000, 2500, and 3000 RPM. Measured parameters included radiator inlet and outlet temperatures, mass flow rate, and heat transfer efficiency. Results show that 0.3% Al2O3 nanofluid achieved an average cooling effectiveness of 19.16%, compared to 15.53% for water. The 4.6% increase in thermal conductivity of the nanofluid contributed significantly to improved heat transfer in the radiator. This study concludes that 0.3% Al2O3 nanofluid is an effective alternative for improving automotive engine cooling system performance.
Analisis Komparatif Efisiensi Termal Dan Laju Perpindahan Panas Pada Pemanasan Air Tradisional (Kayu Bakar) Dan Modern LPG Ahmad Wildanu; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif efisiensi termal dan laju perpindahan panas pada proses pemanasan air menggunakan bahan bakar tradisional (kayu bakar) dan modern (LPG/Liquefied Petroleum Gas). Pengujian dilakukan dengan memanaskan 1 liter air dari suhu ambient 28°C hingga titik didih 100°C menggunakan kompor tradisional berbahan bakar kayu dan kompor LPG standar. Parameter yang diukur meliputi waktu pemanasan, konsumsi bahan bakar, suhu api, dan laju perpindahan panas konvektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompor LPG memiliki efisiensi termal rata-rata 65%, sedangkan kompor kayu bakar hanya mencapai 45%. Laju perpindahan panas pada kompor LPG berkisar antara 376–524 W, sementara kayu bakar hanya menghasilkan 167–232 W. Faktor rugi panas akibat radiasi dan konveksi parasitik lebih dominan pada sistem kayu bakar. Secara ekonomi, kayu bakar masih lebih terjangkau di wilayah pedesaan, namun dampak lingkungannya berupa emisi partikel halus (PM2.5) dan CO sangat signifikan. Penelitian ini memberikan bukti kuantitatif yang komprehensif bagi pengambil kebijakan dalam program konversi energi memasak di Indonesia.
Analisis Laju Perpindahan Kalor Konduksi Pada Berbagai Jenis Bahan Wajan Terhadap Kecepatan Pematangan Bahan Pangan Lusiana Marita; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7402

Abstract

Perpindahan kalor konduksi merupakan faktor penentu utama efisiensi proses pemasakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan laju perpindahan kalor konduksi pada wajan berbahan aluminium, besi cor, dan teflon (PTFE), serta dampaknya terhadap kecepatan pematangan bahan pangan. Pengujian dilakukan menggunakan kompor listrik 1.000 W dengan termokopel tipe-K dan kamera termal FLIR E8-XT untuk merekam distribusi suhu permukaan. Lima jenis bahan pangan digunakan sebagai indikator kecepatan pematangan: telur mata sapi, daging sapi, kentang iris, tahu, dan tepung panir. Hasil menunjukkan konduktivitas termal terukur aluminium (208,5 W/m·K), besi cor (49,6 W/m·K), dan teflon (0,26 W/m·K). Wajan aluminium mencapai suhu 200°C dalam 189 ± 3,1 detik, 2,3 kali lebih cepat dibanding besi cor dan 6,2 kali lebih cepat dibanding teflon. Waktu pematangan seluruh bahan pangan pada aluminium 2,3–2,4 kali lebih singkat dibanding besi cor dan 5,9–6,6 kali lebih singkat dibanding teflon. Analisis statistik ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001). Penelitian ini menegaskan bahwa konduktivitas termal bahan wajan berkorelasi kuat (r = 0,98) dengan laju pemanasan dan kecepatan pematangan, sehingga pemilihan material wajan perlu mempertimbangkan kebutuhan proses memasak secara spesifik.
Analisis Kemampuan Retensi Panas Pada Berbagai Merek Tumbler (Botol Insulasi) Berdasarkan Hukum Pendinginan Newton Raditya bayu herlambang; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v6i2.7420

Abstract

Tumblers or insulated bottles are everyday consumer products designed to maintain beverage temperature over a period of time. This study aims to analyze the heat retention capability of five commercial tumbler brands Zojirushi SX-CC45, Hydro Flask 32oz, Stanley Classic, Thermos Stainless, and Generic Brand A using a quantitative approach based on Newton's Law of Cooling. Hot water at an initial temperature of 90°C was poured into each tumbler, and temperature was measured every 10 minutes for 120 minutes at an ambient temperature of 28°C. The total heat decay coefficient (k) was obtained through nonlinear regression to the exponential model Tt= Tamb + (T₀ − T amb)e⁻kt. Results indicate k values ranging from 0.0021 min⁻¹ (Zojirushi, best) to 0.0127 min⁻¹ (Generic Brand A, worst), with heat retention efficiency at 120 minutes of 85.3% and 20.8%, respectively. R² values for all fitting curves exceed 0.99, confirming the validity of Newton's model in a closed system. This study provides a quantitative reference for consumers in selecting quality tumblers and a scientific basis for manufacturers to improve product insulation design.
Analysis of Hydraulic Oil Replacement Intervals and Operating Temperature for Enhancing Hydraulic System Performance in Komatsu Excavator PC2000-11 Chandra Ajik Prakoso; Muhamad Safi'i; Althesa Androva
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 13 No 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v13i01.14494

Abstract

The performance of hydraulic systems in heavy equipment is influenced by hydraulic oil condition, particularly oil replacement intervals and operating temperature. This study aims to analyze the effect of these factors on the hydraulic system performance of a Komatsu PC2000-11 excavator. The research employed an experimental approach through oil analysis and operating temperature monitoring at intervals of 12,983; 13,473; 13,980; and 14,260 operating hours. Oil samples were analyzed using the Oil Spectrometric Analysis (OSA) method with parameters including viscosity, Total Acid Number (TAN), and wear metal content. The results showed that iron (Fe) wear metal concentration increased from 3 ppm to 31.3 ppm as operating hours increased, indicating progressive component wear. The hydraulic system operated within a temperature range of 70–80°C, with a maximum temperature of 95°C, accelerating oil degradation through viscosity changes and oxidation. The study concludes that oil replacement intervals and operating temperature significantly affect oil degradation and hydraulic system performance. Therefore, periodic oil condition monitoring is necessary to determine optimal oil replacement intervals and maintain hydraulic system efficiency.
Numerical Study of the Thermal Performance of a Food Retort Machine Considering Grid Resolution and Operating Temperature Ridho Ardiansyah; Hisyam Ma’mun; Muhamad Safi’i
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 13 No 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v13i01.14532

Abstract

Thermal sterilization processes in the food industry require uniform heat distribution so that the microbiological safety of products can be achieved without causing excessive energy consumption. A retort machine is one of the sterilization technologies widely used because it can extend the shelf life of packaged food products. This study aims to numerically evaluate the thermal performance of a retort machine by considering the effects of grid number and operating temperature on temperature distribution, pressure, and heat transfer coefficient. The benefit of this study is to provide a technical basis for selecting the optimum grid and effective operating temperature to support an accurate, stable, and efficient sterilization process. The significance of this study lies in the need of the food industry for a thermal analysis method that can reduce dependence on direct experiments, which require substantial cost, time, and resources. The method used in this study is Computational Fluid Dynamics (CFD) simulation with the realizable k-ε turbulence model, grid variations ranging from 1,145,681 to 4,027,933 elements, a flow velocity of 2 m/s, and inlet temperature variations of 115°C, 117°C, 121°C, and 123°C. The results show that the grid with 3,063,355 elements is the optimum grid because the temperature change compared to the higher grid is not significant. An increase in inlet temperature also increases the surface temperature and heat transfer coefficient. The operating temperature of 121°C showed stable and effective thermal performance based on the CFD simulation results, so it can be considered an initial recommendation in optimizing the thermal performance of the retort. However, its application on an industrial scale still requires further study of the F0 value, sterilization time, product quality, and energy consumption.
Co-Authors Aan Burhanudin Adi Nugroho, Rizki Aditya Bagas Damara AGUNG NUGROHO Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Nugroho Agus Mukhtar Ahmad Ramdhani Ahmad Ramdhani, Ahmad Ahmad Wildanu Alam, Bagus Aditama Ali, Sulaiman Althesa Androva Althesa Androva Althesa Androva althesaanadrova Amin, Muhamad Shohibun Anandar, Ommy Nurega Andi Ibrahim Soumi Androva, Althesa Androva, Althesa Antonius Budi Prasetyo Ardika Rendi Hadi Ansyah Arif, Zainal Ashar, Ilham Ariawan Athesa Androva Burhanuddin, Aan CANDRA WAHYU SPORTYAWAN Chandra Ajik Prakos Chandra Ajik Prakoso Darlis Turnip Darmanto Darmanto Digdoyo, Aji Dwi Erfan Arlianto Dwi Suryo Wicaksono EFLITA YOHANA Eflita Yohana Fahmi, Muhamad Idrokul Fahmi, Muhammad Idrokul Fajarrullah Rusmana Farhan Putra Arya, M. Iqbal Febriandyono, Muhammad Faesal Febriyandyono, Muhammad Faesal Hamdan Ramadan Hamdani Umar Hardiman Wahyu Hidayat Hermana, Rifki HERMAWAN Herru Santosa Budiono Hisyam Ma'mun Hisyam Ma’mun Hisyam Ma’mun Hutomo Jiwo Satrio Ibrahim Soumi, Andi Idrokul Fahmi, Muhamad Irfan, Akhmad Isdhianto, Irfan Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Sumbogo, Yuliarto Juli Saputra, Muhamad Khaqurokhim Kun Suharno Lusiana Marita M. Aditya Bintang Septian Nugraha M. Iqbal Farhan Putra Arya Ma'mun, Hisyam Margono Margono Martha Khoirunnisa Maulana Abdi Ardiyansyah Maulana Rozaki, Syahrul Maulana, Dendy Ma’mun, Hisyam Menazmi, Teuku Moh solikhul Muchamad Malik Muchamad Rifaldi Mahendar Muhamad Idrokul Fahmi Muhamad Juli Saputra Muhamad Safi'i Muhamad Shohibun Amin Muhammad Budi Haryono Muhammad Iqbal Farhan Putra Arya Muhammad Iqbal Farhan Putra Arya Muhammad Ridho AlHafizh Muhammad, Rouf Nazaruddin Sinaga NAZARUDDIN SINAGA Nazaruddin Sinaga Nazaruddin Sinaga Nugroho, Agung Nugroho, Cahyo Hadi Nur Baiti Jannati Nur Hasim Nurman Pamungkas Oktarina Heriyani Oktarina Heriyani Oktarina Heriyani Pangestu, Anugrah Widhi Pranata, Dwi Yan Damar Arya Pujianto, Muhammad Edi Raditya bayu herlambang Raihan Aji Yunanto Ramadan, Hamdan RAMADHAN NUR, HAMID Ramadhan, Hamdan Raziqin, Muhammad Khairul Ridho Ardiansyah Ridho Ardiansyah Rizki Bintoro, Sefrian Rizki Dwi Ardika Romadhon, Bukhori Putra ROUF MUHAMMAD Rouf Muhammad Rouf Muhammad Rozaki, Syahrul Maulana Sabri, Faris Ahmad Mizanus Sahrul Maulana Rozaki Saputra, Muhamad Juli Saputra, Muhammad Juli Sardo Hita Nainggolan Sardo Nainggolan Sugiyarto Suheri Suheri - Suheri Suheri Kertosenjoyo2, Suheri SUHERI SUHERI Suheri Suheri Suheri Suheri Suheri Suheri Suheri Suheri Kertosenjoyo2 Surawan, Surawan Susanto Susanto Susanto Susanto Syahrul Huda Mauludana Tabah Priangkoso Tabah Priangkoso Tabah Priangkoso Taufan Arif Adlie Taufiq Hidayatno Teuku Azuar Rizal Thatip Nur Khafid Tri Widodo Besar Riyadi Wahid, Muhammad Abdul Wardatul Jannah, Wardatul Wibi Pramanda Widodo, Syamsul Bahri Widyantoro, Arif Yafid Effendi Yafid Effendi Yafid Effendi YAFID EFFENDI Yafid Effendi Yafid Effendi Yahya Hidaytullah, Muhammad Yofan Prayoga Yuris Setyoadi Zulfikar Nadirsyah