Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Proses Sanitasi Fresh Milk Silo melalui Reduksi Sequence Cleaning in Place (CIP) untuk Mendukung Efisiensi dan Keberlanjutan Industri Yofan Prayoga; Muhamad Safi’i; Althesa Androva
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1749

Abstract

Cleaning in Place (CIP) merupakan sistem sanitasi yang banyak digunakan pada industri pengolahan susu, namun sistem CIP konvensional (full sequence) masih membutuhkan konsumsi air, bahan kimia, dan waktu proses yang tinggi. Pada kondisi cold process (2–10°C), pembentukan deposit mineral relatif rendah sehingga tahapan intermediate rinse dan acid wash berpotensi direduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode CIP caustic only melalui penyederhanaan sequence dari lima tahap menjadi tiga tahap pada fresh milk silo. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membandingkan sistem CIP konvensional dan CIP caustic only berdasarkan konsumsi air, waktu proses, penggunaan bahan kimia, serta hasil pengujian sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CIP caustic only mampu menurunkan konsumsi air dari 126 ton menjadi 75 ton per hari (40,48%), mengurangi waktu proses dari 42 menit menjadi 25 menit (40,48%), serta menekan penggunaan bahan kimia dari 828 liter menjadi 540 liter (34,78%). Selain itu, metode ini berpotensi memberikan penghematan biaya operasional hingga Rp3.069.000 per hari tanpa menurunkan efektivitas sanitasi, yang dibuktikan melalui hasil swab test, pH, turbidity, dan conductivity yang masih memenuhi standar kebersihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode CIP caustic only efektif meningkatkan efisiensi penggunaan air, waktu, dan bahan kimia sehingga berpotensi diterapkan sebagai sistem sanitasi yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutan pada industri pengolahan susu.
Studi Numerik dan Optimasi Desain Mesin Retort dengan Mempertimbangkan Temperatur Operasi dan Kecepatan Aliran Fluida Ridho Ardiansyah; Hisyam Ma'mun; Muhamad Safi’i
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1789

Abstract

Perlakuan panas pada mesin retort berperan penting dalam menjamin keamanan mikrobiologis dan memperpanjang masa simpan produk pangan, namun efektivitas sterilisasi sangat dipengaruhi oleh keseragaman distribusi panas di dalam tabung retort. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik heat distribution dalam tabung mesin retort berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengevaluasi pengaruh variasi temperatur operasi dan kecepatan aliran uap jenuh terhadap performa termal sistem. Manfaat penelitian ini adalah menyediakan dasar evaluasi numerik bagi optimasi desain dan kondisi operasi retort agar proses sterilisasi berlangsung lebih merata, stabil, dan efisien. Metode yang digunakan berupa simulasi numerik tiga dimensi dengan model turbulensi realizable k-ε, grid optimum 3.063.355 elemen, variasi temperatur inlet 115–123°C, serta kecepatan aliran 2–10 m/s. Hasil simulasi menunjukkan bahwa temperatur inlet merupakan parameter dominan, ditandai peningkatan temperatur permukaan dari 175,546°C menjadi 189,315°C pada kecepatan 2 m/s, serta kenaikan koefisien perpindahan panas dari 14,20 menjadi 16,15 W/m²°C. Ketidakteraturan pada 6 m/s dan 119°C mengindikasikan potensi cold spot. Hasil penelitian diharapkan dapat diimplementasikan sebagai acuan perancangan dan optimasi proses sterilisasi pada mesin retort untuk mendukung keamanan pangan serta efisiensi energi pada industri makanan
Analisisa Head Losses pada Design Interconnection Pipe Sistem Reverse Osmosis PLTU 2 Labuan dan Keuntungan bagi Perusahaan Hardiman Wahyu Hidayat; Althesa Androva; Muhamad Safi'i
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v4i3.1420

Abstract

Water Treatment Plant is a water treatment unit into water that meets the requirements in accordance with the needs of the generating unit. In PLTU Banten 2 Labuan for water treatment plant has two main processes namely seawater pretreatment (purification) and reverse osmosis (purification). Reverse osmosis is a water purification process by providing hydrostatic pressure on the feed water so that it can penetrate permeable membrane cells and produce pure water. Inside the water treatment plant is primarily RO (primary primer RO). Catridge filters are used to filter impurities or particles contained in activated carbon filter water which can damage or block the membrane RO. While HPP Primary RO is used to drain raw water from catridge to primary RO. This Final Project is made based on the findings of field problems when the filter change at catridge A while at the same time pump ready to operate HPP primary RO B due to HPP primary RO A is damaged or is undergoing improvement and vice versa at the time of change of filter at catridge B pump ready to operate HPP primary RO A. Problems caused when the filter change in the catridge cause the production of demin water must be stopped because the reverse osmosis system must stop. For that in this case then I choose the title of Final Project "Designing Interconnection Pipe to add reliability Reverse Osmosis System in PLTU Banten 2 Labuan". With the addition of Interconnection Pipe aims to anticipate the reverse osmosis stop system when the filter change in the catridge and HPP repair RO. This will reduce the financial loss caused by the unit must be daerating (down load).
Studi Finite Element Analysis terhadap Respons Struktural Rangka Mesin Briket Arang Menggunakan Material AISI 1020 dan Structural Steel Moh solikhul; Muhamad Safi’i; Hisyam Ma’mun
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kekuatan struktur rangka mesin briket arang menggunakan material AISI 1020 dan Structural Steel dengan metode Finite Element Analysis (FEA) berbantuan ANSYS Workbench. Penelitian dilakukan karena kajian perbandingan kedua material pada konstruksi rangka mesin briket arang serta validasi hasil simulasi terhadap kondisi aktual masih terbatas. Analisis dilakukan terhadap parameter total deformation, normal stress, dan normal elastic strain pada pembebanan 39,5 N hingga 66,5 N. Validasi dilakukan menggunakan dial indikator untuk membandingkan hasil simulasi dan pengujian aktual. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis komparatif respons struktural rangka mesin briket arang menggunakan material AISI 1020 dan Structural Steel yang dipadukan dengan validasi eksperimental menggunakan dial indikator dalam satu kerangka penelitian. Pendekatan ini memberikan informasi mengenai akurasi simulasi numerik sekaligus menjadi dasar pemilihan material rangka yang lebih aman dan efektif untuk aplikasi mesin briket arang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material AISI 1020 menghasilkan deformasi maksimum lebih kecil dibandingkan Structural Steel, yaitu 3,6194 mm dan 3,8373 mm pada pembebanan 66,5 N. Nilai safety factor AISI 1020 sebesar 8,95, lebih tinggi dibandingkan Structural Steel sebesar 6,39. Hasil validasi menunjukkan nilai error di bawah 3%, sehingga metode FEA memiliki tingkat kesesuaian yang baik terhadap kondisi aktual struktur rangka
Studi Numerik Kekuatan Rangka Mesin Briket Arang Menggunakan Finite Element Method (FEM) dengan Variasi Jenis Material dan Pembebanan Raihan Aji Yunanto; Hisyam Ma'mun; Muhamad Syafii
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan struktur rangka mesin briket arang dengan membandingkan penggunaan material Structural Steel dan Stainless Steel menggunakan metode Finite Element Method (FEM). Penelitian dilakukan karena kekuatan dan kekakuan rangka berperan penting dalam menjaga kestabilan dan keamanan mesin selama proses operasi. Model rangka dibuat dalam bentuk tiga dimensi menggunakan SolidWorks dan dianalisis secara numerik pada kondisi struktur statik. Analisis dilakukan terhadap parameter total deformation, normal stress, normal elastic strain, dan safety factor dengan kondisi batas berupa fixed support pada kaki rangka. Pembebanan yang diberikan terdiri atas gaya motor sebesar 13,5 N dan variasi beban pengepres sebesar 9,5–36,5 N. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan pembebanan menyebabkan kenaikan nilai deformasi, tegangan, dan regangan pada kedua material. Pada pembebanan maksimum 36,5 N, nilai total deformation material Structural Steel sebesar 1,17570 mm dan Stainless Steel sebesar 1,21840 mm. Nilai normal stress maksimum yang diperoleh masing-masing sebesar 27,138 MPa dan 27,139 MPa, sedangkan nilai safety factor sebesar 9,21 untuk Structural Steel dan 7,63 untuk Stainless Steel. Hasil validasi antara simulasi numerik dan pengujian aktual menunjukkan nilai error sebesar 1,008–1,015% pada Structural Steel dan 0,997–1,019% pada Stainless Steel, yang menunjukkan tingkat kesesuaian yang baik antara hasil simulasi dan kondisi aktual. Berdasarkan hasil penelitian, Structural Steel memiliki kekakuan struktur dan tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan Stainless Steel sehingga lebih direkomendasikan sebagai material rangka mesin briket arang
Rancang Bangun Mesin Konversi Sampah Plastik Menjadi Minyak Mentah Melalui Proses Pirolisis Dengan Variasi Material Plastik PP Dan LDPEANCANG BANGUN MESIN KONVERSI SAMPAH PLASTIK MENJADI MINYAK MENTAH MELALUI PROSES PIROLISIS Ardika Rendi Hadi Ansyah; Hisyam Ma'mun; Muhamad Safi'i
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli - Agustus In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v5i1.212

Abstract

Plastik merupakan polimer sintetis yang diproduksi dari nafta sebagai salah satu fraksi hasil penyulingan minyak bumi. Material ini memiliki ikatan kimia yang kuat sehingga banyak dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari. Meningkatnya penggunaan plastik menyebabkan jumlah limbah terus bertambah dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah pirolisis, yaitu proses konversi limbah plastik menjadi minyak pirolisis melalui dekomposisi termal. Penelitian ini bertujuan merancang serta mengevaluasi kinerja mesin pirolisis sederhana dalam mengolah limbah plastik jenis Polypropylene (PP) dan Low-Density Polyethylene (LDPE) menjadi minyak pirolisis. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan mesin pirolisis skala laboratorium yang dievaluasi berdasarkan temperatur operasi dan rendemen minyak dari dua jenis plastik yang berbeda. Pengujian dilakukan pada temperatur reaktor 200°C selama 120 menit, kemudian uap hasil pirolisis dikondensasikan menjadi minyak cair. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 280 g plastik PP menghasilkan 60 mL minyak pirolisis dengan massa 45 g atau rendemen 16,07%, sedangkan 150 g plastik LDPE menghasilkan 30 mL minyak dengan massa 20 g atau rendemen 13,33%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa plastik PP menghasilkan rendemen minyak yang lebih tinggi dibandingkan LDPE pada kondisi operasi yang sama. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan mesin pirolisis skala laboratorium yang memiliki konstruksi sederhana, mudah dioperasikan, serta berpotensi menjadi alternatif teknologi pengolahan limbah plastik sekaligus menghasilkan bahan bakar cair yang bernilai ekonomi
ANALISIS KEBAIKAN PERPINDAHAN PANAS OIL COOLER PADA POMPA FEEDWATER DI PLTU SUNGAI TENGAR KAPASITAS 4x25MW Sardo Hita Nainggolan; Muhamad Safi’i; Althesa Androva; Yafid Effendi
Jurnal Teknik Vol. 15 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/w0bgds49

Abstract

PLTU kapasitas 4 x 25 MW yang terintegrasi dengan plant smelter grade alumina di Sungai Tengar, Provinsi Kalimantan Barat, menggunakan heat exchanger tipe plat (oil cooler) model BR015-4 untuk menjaga suhu oli pelumas pompa feedwater pump (FWP) dalam rentang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja perpindahan panas pada heat exchanger tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi operasinya, serta memverifikasi kesesuaian operasi dengan spesifikasi pabrikan. Pengumpulan data dilakukan selama 48 jam operasi kontinu dengan pengukuran parameter suhu, tekanan, dan pemeriksaan kondisi internal alat. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi suhu maksimal operasi 80°C, suhu oli masuk 48°C, luas permukaan perpindahan panas 6 m², laju aliran oli 0,8 m/s pada operasi normal (1 pompa aktif) dan 1,2 m/s pada operasi preventif (2 pompa aktif), serta laju aliran air 1,0 m/s. Perhitungan laju perpindahan panas (Q), selisih suhu logaritmik (LMTD), dan koefisien perpindahan panas keseluruhan (U) menunjukkan bahwa pada operasi normal (1 pompa oli aktif), nilai U=245,2 W/m²⋅°C berada di bawah standar industri (400–800 W/m²⋅°C) akibat fouling dan suhu air pendingin yang melebihi spesifikasi. Pada operasi 2 pompa oli aktif selama proses preventif perpindahan pompa oli, nilai U meningkat menjadi 512,5 W/m²⋅°C (masuk dalam rentang standar) dengan tekanan oli inlet sesuai batas aman 0,40 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heat exchanger mampu memenuhi kebutuhan operasional pompa feedwater, namun perlu dilakukan pembersihan berkala dan pemeliharaan untuk meningkatkan efisiensi perpindahan panas lebih lanjut.
ANALISIS PEMANFAATAN RADIASI PADA SISTEM PANEL SURYA UNTUK OPTIMALISASI ENERGI TERBARUKAN Roni Yanuar Saputro
Jurnal Teknik Vol. 15 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/gdn4z380

Abstract

Pemanfaatan energi matahari melalui sistem panel surya merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan, khususnya di wilayah iklim tropis seperti Indonesia. Namun, kinerja panel surya sangat dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan pemasangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan radiasi matahari terhadap kinerja panel surya monocrystalline berkapasitas 50 wp yang dipasang secara statis dengan sudut kemiringan 20°. Pengujian dilakukan secara eksperimental di lapangan dengan pengambilan data tegangan dan arus pada rentang waktu pukul 09:00 – 16:00 WIB. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan keluaran panel relatif stabil pada kisaran 16 – 18 V, sedangkan arus keluaran mengalami perubahan yang bermakna seiring dengan variasi intensitas radiasi matahari. Nilai arus dan daya maksimum diperoleh pada rentang waktu siang hari, yaitu antara pukul 11:00 – 13:00 WIB, saat intensitas radiasi matahari berada pada kondisi optimal. Perhitungan efisiensi panel surya menghasilkan nilai efisiensi sebesar 17,25%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudut kemiringan 20° mampu mengoptimalkan penerimaan radiasi matahari dan kinerja panel surya, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemasangan panel surya statis untuk optimalisasi energi terbarukan di wilayah tropis. Kata Kunci: Panel Surya, Radiasi Matahari, Sudut Kemiringan, Energi Terbarukan, Efisiensi
ANALISIS KEBAIKAN PERPINDAHAN PANAS OIL COOLER PADA POMPA FEEDWATER DI PLTU SUNGAI TENGAR KAPASITAS 4x25MW Sardo Nainggolan; Muhamad Safi’i; Althesa Androva; Yafid Effendi
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v10i1.16591.g%g

Abstract

PLTU berkapasitas 4 × 25 MW yang terintegrasi dengan fasilitas smelter grade alumina di Sungai Tengar, Kalimantan Barat, menggunakan heat exchanger tipe pelat model BR015-4 sebagai oil cooler pada sistem pelumasan feedwater pump (FWP). Peralatan ini berfungsi menjaga temperatur oli pelumas agar tetap berada pada rentang operasi yang aman dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa perpindahan panas heat exchanger, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi operasinya, serta menilai kesesuaian kondisi aktual terhadap spesifikasi pabrikan. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan selama 48 jam operasi berkelanjutan yang meliputi pengukuran temperatur, tekanan, dan inspeksi kondisi internal alat. Parameter operasi yang digunakan mencakup temperatur maksimum 80°C, temperatur oli masuk 48°C, luas permukaan perpindahan panas 6 m², kecepatan aliran oli sebesar 0,8 m/s pada kondisi normal dan 1,2 m/s saat dua pompa beroperasi, serta kecepatan aliran air pendingin sebesar 1,0 m/s. Hasil perhitungan laju perpindahan panas (Q), beda temperatur rata-rata logaritmik (LMTD), dan koefisien perpindahan panas menyeluruh (U) menunjukkan bahwa pada operasi normal nilai U mencapai 245,2 W/m²·°C, lebih rendah dibandingkan standar industri sebesar 400–800 W/m²·°C. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya fouling pada permukaan pelat serta temperatur air pendingin yang melebihi spesifikasi desain. Pada saat dua pompa oli dioperasikan secara bersamaan untuk kebutuhan preventif, nilai U meningkat menjadi 512,5 W/m²·°C dan telah berada dalam rentang standar yang direkomendasikan, dengan tekanan oli masuk tetap berada di bawah batas aman sebesar 0,40 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heat exchanger masih mampu memenuhi kebutuhan operasi feedwater pump, namun peningkatan efisiensi perpindahan panas memerlukan kegiatan pembersihan dan pemeliharaan secara berkala.  
Co-Authors Aan Burhanudin Adi Nugroho, Rizki Aditya Bagas Damara AGUNG NUGROHO Agung Nugroho Agung Nugroho Agung Nugroho Agus Mukhtar Ahmad Ramdhani Ahmad Ramdhani, Ahmad Ahmad Wildanu Alam, Bagus Aditama Ali, Sulaiman Althesa Androva Althesa Androva Althesa Androva althesaanadrova Amin, Muhamad Shohibun Anandar, Ommy Nurega Andi Ibrahim Soumi Androva, Althesa Androva, Althesa Antonius Budi Prasetyo Ardika Rendi Hadi Ansyah Arif, Zainal Ashar, Ilham Ariawan Athesa Androva Burhanuddin, Aan CANDRA WAHYU SPORTYAWAN Chandra Ajik Prakos Chandra Ajik Prakoso Darlis Turnip Darmanto Darmanto Digdoyo, Aji Dwi Erfan Arlianto Dwi Suryo Wicaksono EFLITA YOHANA Eflita Yohana Fahmi, Muhamad Idrokul Fahmi, Muhammad Idrokul Fajarrullah Rusmana Farhan Putra Arya, M. Iqbal Febriandyono, Muhammad Faesal Febriyandyono, Muhammad Faesal Hamdan Ramadan Hamdani Umar Hardiman Wahyu Hidayat Hermana, Rifki HERMAWAN Herru Santosa Budiono Hisyam Ma'mun Hisyam Ma'mun Hisyam Ma'mun Hisyam Ma’mun Hisyam Ma’mun Hisyam Ma’mun Hutomo Jiwo Satrio Ibrahim Soumi, Andi Idrokul Fahmi, Muhamad Irfan, Akhmad Isdhianto, Irfan Jayawarsa, A.A. Ketut Joko Sumbogo, Yuliarto Juli Saputra, Muhamad Khaqurokhim Kun Suharno Lusiana Marita M. Aditya Bintang Septian Nugraha M. Iqbal Farhan Putra Arya Ma'mun, Hisyam Margono Margono Martha Khoirunnisa Maulana Abdi Ardiyansyah Maulana Rozaki, Syahrul Maulana, Dendy Ma’mun, Hisyam Menazmi, Teuku Moh solikhul Muchamad Malik Muchamad Rifaldi Mahendar Muhamad Idrokul Fahmi Muhamad Juli Saputra Muhamad Safi'i Muhamad Shohibun Amin Muhammad Budi Haryono Muhammad Faesal Febriandyono Muhammad Iqbal Farhan Putra Arya Muhammad Iqbal Farhan Putra Arya Muhammad Ridho AlHafizh Muhammad, Rouf NAZARUDDIN SINAGA Nazaruddin Sinaga Nazaruddin Sinaga Nazaruddin Sinaga Nugroho, Agung Nugroho, Cahyo Hadi Nur Baiti Jannati Nur Hasim Nurman Pamungkas Oktarina Heriyani Oktarina Heriyani Oktarina Heriyani Pangestu, Anugrah Widhi Pranata, Dwi Yan Damar Arya Pujianto, Muhammad Edi Raditya bayu herlambang Raihan Aji Yunanto Ramadan, Hamdan RAMADHAN NUR, HAMID Ramadhan, Hamdan Raziqin, Muhammad Khairul Ridho Ardiansyah Ridho Ardiansyah Rizki Bintoro, Sefrian Rizki Dwi Ardika Romadhon, Bukhori Putra ROUF MUHAMMAD Rouf Muhammad Rouf Muhammad Rozaki, Syahrul Maulana Sabri, Faris Ahmad Mizanus Sahrul Maulana Rozaki Saputra, Muhamad Juli Saputra, Muhammad Juli Sardo Hita Nainggolan Sardo Nainggolan Sugiyarto Suheri Suheri - Suheri Suheri Kertosenjoyo2, Suheri SUHERI SUHERI Suheri Suheri Suheri Suheri Suheri Suheri Suheri Suheri Kertosenjoyo2 Surawan, Surawan Susanto Susanto Susanto Susanto Syahrul Huda Mauludana Tabah Priangkoso Tabah Priangkoso Tabah Priangkoso Taufan Arif Adlie Taufiq Hidayatno Teuku Azuar Rizal Thatip Nur Khafid Tri Widodo Besar Riyadi Wahid, Muhammad Abdul Wardatul Jannah, Wardatul Wibi Pramanda Widodo, Syamsul Bahri Widyantoro, Arif Yafid Effendi Yafid Effendi Yafid Effendi YAFID EFFENDI Yafid Effendi Yafid Effendi Yahya Hidaytullah, Muhammad Yofan Prayoga Yuris Setyoadi Zulfikar Nadirsyah