p-Index From 2021 - 2026
7.768
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Mudabbir: Journal Research and Education Studies Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-commerce Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen Jurnal Multidisiplin Sahombu Jurnal Manajemen Riset Inovasi Jurnal Nuansa: Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Maslahah: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah JEBD Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Journal of Islamic Economics and Finance Journal Economic Excellence Ibnu Sina Anggaran: Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Moneter : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Menawan : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi Santri : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK ASNAF Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Manajemen Bisnis Era Digital Jurnal Inovasi Manajemen, Kewirausahaan, Bisnis dan Digital Jurnal Pajak dan Analisis Ekonomi Syariah Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan Akuntansi Pajak dan Kebijakan Ekonomi Digital Jurnal Ilmiah Ekonomi, Akuntansi dan Pajak Jurnal Intelek Insan Cendikia JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah dan Pajak Pajak dan Manajemen Keuangan Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Journal of Business Economics and Management Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Journal of Religion and Social Community Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara JIMEK
Claim Missing Document
Check
Articles

FALAH SEBAGAI TUJUAN AKHIR DALAM EKONOMI ISLAM Adik Tya Hasibuan; Agung Anantha; Intan Juwita Damanik; Ahmad Wahyudi Zein
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i1.3537

Abstract

Ekonomi Islam, berbeda dengan sistem ekonomi konvensional, menempatkan falah sebagai tujuan utamanya. Falah, yang melampaui sekadar kesejahteraan materi, mencakup kesejahteraan holistik yang meliputi aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Abstrak ini akan membahas bagaimana konsep falah membentuk prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam, seperti larangan riba, zakat, dan etika bisnis yang adil. Lebih lanjut, akan dikaji bagaimana implementasi nilai-nilai falah dapat menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan, berkeadilan, dan mensejahterakan seluruh umat manusia. Penelitian ini akan menganalisis peran berbagai instrumen ekonomi Islam dalam mencapai falah, serta tantangan dan peluang dalam implementasinya di dunia modern.
PERAN ONTOLOGI DALAM MEMBANGUN SISTEM EKONOMI YANG ADIL : MENGKAJI INTERAKSI TAUHID DAN KEADILAN Abdurrahman Abdurrahman; M Sawal Pitriyadi; Rafli Aditya Ramadhan S; Ahmad Wahyudi Zein
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i1.3540

Abstract

Abstrak ini membahas peran ontologi dalam membangun sistem ekonomi Islam yang adil, dengan fokus pada interaksi antara konsep Tauhid dan keadilan. Sistem ekonomi Islam didasarkan pada prinsip Tauhid, yang menegaskan keesaan Allah sebagai pencipta dan penguasa segala sesuatu. Hal ini mengimplikasikan bahwa semua sumber daya di bumi adalah milik Allah, dan manusia hanya sebagai khalifah yang bertanggung jawab untuk mengelola dan memanfaatkannya dengan adil. Keadilan, sebagai prinsip moral fundamental dalam Islam, menjadi manifestasi praktis dari Tauhid dalam kehidupan ekonomi. Keadilan mencakup aspek distributif, prosedural, dan komutatif, memastikan bahwa semua pihak mendapatkan haknya secara adil dan merata. Interaksi antara Tauhid dan keadilan menciptakan sistem ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial, serta menghindari eksploitasi dan ketidaksetaraan. Pengembangan sistem ekonomi Islam yang adil membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang konsep Tauhid dan keadilan, serta implementasinya dalam kebijakan ekonomi dan perilaku individu.Abstrak ini membahas peran ontologi dalam membangun sistem ekonomi Islam yang adil, dengan fokus pada interaksi antara konsep Tauhid dan keadilan. Sistem ekonomi Islam didasarkan pada prinsip Tauhid, yang menegaskan keesaan Allah sebagai pencipta dan penguasa segala sesuatu. Hal ini mengimplikasikan bahwa semua sumber daya di bumi adalah milik Allah, dan manusia hanya sebagai khalifah yang bertanggung jawab untuk mengelola dan memanfaatkannya dengan adil. Keadilan, sebagai prinsip moral fundamental dalam Islam, menjadi manifestasi praktis dari Tauhid dalam kehidupan ekonomi. Keadilan mencakup aspek distributif, prosedural, dan komutatif, memastikan bahwa semua pihak mendapatkan haknya secara adil dan merata. Interaksi antara Tauhid dan keadilan menciptakan sistem ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial, serta menghindari eksploitasi dan ketidaksetaraan. Pengembangan sistem ekonomi Islam yang adil membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang konsep Tauhid dan keadilan, serta implementasinya dalam kebijakan ekonomi dan perilaku individu.
LANDASAN ONTOLOGIS TEOLOGI EKONOMI ISLAM : ANALISIS KOMPARATIF KONSEP TAUHID DAN KEADILAN Septian Dwi Cahya; Ridho Qusshoyyi; Ahmad Wahyudi Zein
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i1.3646

Abstract

Analisis Komparatif Konsep Tauhid dan Keadilan" mengeksplorasi dasar filosofis ekonomi Islam dengan fokus pada konsep tauhid dan keadilan. Penelitian ini melakukan analisis komparatif untuk mengungkap bagaimana kedua konsep tersebut saling terkait dan membentuk landasan ontologis ekonomi Islam. Abstrak ini berargumen bahwa konsep tauhid, yang menekankan keesaan Allah dan tunduk kepada-Nya, menjadi landasan utama ekonomi Islam. Tauhid melandasi konsep keadilan dalam ekonomi Islam, yang mengharuskan distribusi sumber daya secara adil dan merata. Penelitian ini meneliti bagaimana prinsip tauhid dan keadilan termanifestasi dalam sistem ekonomi Islam, serta implikasi praktisnya bagi kehidupan ekonomi umat manusia.
Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam pada Masa Rosulullah SAW Billi Jenawi; Devani Tarigan; Muhammad Daffa Prasetya; Ahmad Wahyudi Zein
IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2025): IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/ihsanika.v3i1.2187

Abstract

Economic systems based on the principles of Islamic teachings from the Quran and Hadith are discussed in this article, which pertains to the period of the Prophet Muhammad and Islamic philosophy. Learning Islamic economics is a step toward creating a more moral society. The economic structure was changed so that everyone may gain, and the Prophet Muhammad was a major player in this. It was not overnight that the present application of Islamic economics emerged; rather, it evolved over time. The main challenge is to find historical traces that explain these developments, so that Islamic economic concepts can be understood and applied in sharia economic practices, which often receive little attention from historians.
Epistemologi Sebagai Fondasi Ekonomi Islam: Pendekatan Ihtisan, Maslahah Mursalah dan Al-’Urf Ahmad Wahyudi Zein; Annisa Febrianda; Rania Atikah Putri; Siti Nurhaliza
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 1 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v1i4.693

Abstract

This research examines epistemology as a foundation in Islamic economics through the Ihtisaan, Maslahah, Murlahah, and Al-Urf approaches. Epistemology in Islamic economics does not only focus on technical aspects, but also explores the philosophical foundations underlying this system. With this approach, this research seeks to answer the challenges of implementing sharia principles in a modern economic system without ignoring basic Islamic values. The method used is qualitative with a literature study approach, which includes analysis of verses from the Koran, Hadith and the views of ulama. The research results show that these four values ​​complement each other, creating harmony between the normative principles of sharia and practical reality. This concept allows Islamic economics to remain relevant in facing global challenges, providing fair and sustainable solutions. It is hoped that this research can strengthen the position of Islamic economics as a system that is adaptive, inclusive, and remains rooted in the noble values ​​of sharia.
Sejarah Pemikiran Islam: Perkembangan Sistem Ekonomi dari Masa Ke Masa Afiyah Zahrah; Fikriansyah Fikriansyah; Juwita Sifas Sembiring; Ahmad Wahyudi Zein
Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah, dan Pajak (JBEP)
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbep.v2i1.748

Abstract

The history of the development of the Islamic economic system has undergone significant transformations from the time of the Prophet Muhammad SAW to the modern era. In the early period, the Islamic economic system was based on Qur'anic principles such as justice, transparency, and the prohibition of interest (riba). The Prophet Muhammad SAW established the foundations of the economy, which included the management of zakat, waqf, and market oversight. The era of the Khulafa' al-Rashidin continued these policies with the management of the baitul mal and economic expansion through ijtihad. During the Umayyad and Abbasid periods, the economic system became more complex with the introduction of Arabic currency and innovative tax management. In the modern era, Islamic economics has experienced a revival through its integration into academia and the implementation of Shariah   compliant financial institutions like Bank Muamalat.
Ekonomi Syariah Sebagai Implementasi Filsafat Ekonomi Islam Dalam Mencapai Keadilan Ekonomi Alya Arianti Nasution; Cindy Aulia Zalyanti; Wahyudin; Ahmad Wahyudi Zein
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the Islamic economy as an implementation of Islamic economic philosophy in achieving economic justice. The building of Islamic Economics is based on the main foundation of tawhid. The next foundation is sharia and morals. The practice of sharia and morals is a reflection of tawhid. The foundation of tawhid that is not solid will result in the implementation of sharia and morals not running on the provisions of the concept of tawhid. The type of research used is qualitative data sources obtained and collected by researchers not directly, but through other parties. The benefits of Islamic economic philosophy are not just an effort to Islamize science alone, but the existence of Islamic economic philosophy contributes knowledge, ideas or basic foundations laying the sciences in general including economics and involvement in constructing human civilization, towards a better human economic civilization. The essence or ontology of Islamic economics is an economic system based on divine revelation, it not only regulates the procedure of a person in meeting his needs but also places him as a servant of Allah ta'ala.
Ontologi Sebagai Landasan Filsafat Ekonomi Islam Ramzy, Al; Angger gumilang sugiarto; Fitra amar rosuli; Ahmad Wahyudi Zein
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas ontologi hukum ekonomi Islam, yang mengkaji hakikat ekonomi berdasarkan nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur, penelitian ini mengexplore hubungan antara ilmu ekonomi murni dan fiqh muamalat dalam konteks ekonomi syariah. Ontologi ekonomi Islam menawarkan perspektif baru terhadap isu-isu ekonomi, menekankan pentingnya tujuan akhir yang sejalan dengan "maqasid al-syariah" untuk mencapai kesejahteraan (falah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman ontologis yang mendalam dapat membantu dalam mengatasi permasalahan distribusi pendapatan dan menciptakan kebijakan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
Maqashid Syariah Sebagai Tujuan Ekonomi Islam Asnawi; Yabib Fikri Rambe; Zulfahri Salim; Ahmad Wahyudi Zein
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep Maqashid Syariah dalam konteks ekonomi islam dan relevansinya dalam menghadapi tantangan ekonomi kontemporer. Konsep Maqashid Syariah bertujuan untuk membangun kesejahteraan dan kebahagiaan manusia melalui penyelenggaraan distribusi harta yang adil dan sepadan. Dalam artikel ini, peneliti menggunakan metode penelitian studi literatur dengan model review narrative review untuk menganalisis konsep Maqashid Syariah yang berasal dari informasi yang sesuai dengan topik pembahasan. Hasil temuan menunjukkan bahwa Maqashid Syariah memiliki dua perspektif utama: Maqashid Al-Syar’i (Tujuan Tuhan) dan Maqashid Al-Mukallaf (Tujuan Mukallaf), yang masing-masing menekankan pentingnya mencapai kesejahteraan manusia menurut kaidah syariah. Maqasid Syariah adalah inti dari semua analisis ekonomi, terutama yang berhubungan dengan masalah-masalah seperti kemiskinan, distribusi kekayaan, dan pembangunan ekonomi. Seorang ahli ekonomi menekankan bahwa mencapai tujuan ekonomi dalam Islam dapat dilakukan dengan cara mendistribusikan kekayaan secara adil agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, bukan hanya oleh segelintir orang kaya. Maqasid Syariah berfungsi sebagai kerangka dalam membangun ekonomi Islam, menjaga agar aktivitas ekonomi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, serta sebagai jembatan antara kehendak Tuhan dan aspirasi manusia.
WAWASAN FILOSOFIS TENTANG DISTRIBUSI KEKAYAAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT EKONOMI ISLAM Nurul Syafriani; Ratih Silviany; Lira Amelia; Ahmad Wahyudi Zein
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v3i1.3479

Abstract

This study aims to examine the distribution of wealth in the perspective of Islamic economic philosophy with a focus on the importance of social justice, moral responsibility, and solidarity in the management of economic resources. In Islam, the distribution of wealth is seen not only as an economic process, but also as an implementation of the ethical values of Islamic economics through instruments such as zakat, infaq, and waqf that ensure the distribution of wealth. This study uses a qualitative approach with library research methods to analyze various relevant literature, with three main focuses: epistemology, ontology, and axiology of wealth distribution in Islamic economics. Based on an analysis of 16 journal articles published between 2017-2024, this study concludes that the distribution of wealth in Islamic economics emphasizes the principles of justice, shared welfare, and fair management of resources. The distribution system in Islamic economics aims to reduce socio-economic inequality, by integrating moral, social, and spiritual values, and offering a fairer and more sustainable alternative compared to the capitalist or Marxist economic system.
Co-Authors Abdul Malik Karim Amrullah Abdurrahman Abdurrahman Adelia Gusfira Adelia Safitri Adik Tya Hasibuan Adisty Aulia Zahra Aditya Effendi Afiyah Zahrah Aflah Muhajir Agung Anantha Ahmad Al Farabi Aisyah Khairani Lubis Aisyah Nur Amelia Alfatih Faiz Fahlevi Aliya Fayyaza Allya Zahra Putri Nasution Aly Syibran Alya Arianti Nasution Amanda Mutiara Hasibuan Ammar Halomoan Sihombing Angger Gumilang Sugiarto Anggi Arko Azzahra kudadiri Anggi Rizkina Sari Siregar Anggun Khairunnisa Agustin Anju Andini Annisa Febrianda Annita Firda Arofiani Mutmainah Artika Tri Septia ASNAWI Assifa Khairiah Asyhari abdillah siregar Azza Bunaia Azzahra Mufida Harahap Billi Jenawi Bunga Agustina Cici El Dirrah Syafitri Simanungkalit Cindy Aulia Zalyanti Devani Tarigan Dewi Fazira Dhany Saputra Sembiring Dian Zahra Syahfitri Lubis Diandha Hashifa Didi Handono Syahputra Dina Cheetah Khairiyah Dini Anggraini Dini Zahratun Husna Divya Reyvani Eka Christina Waruwu Elvira Andriyani Ema Julia Ningsih Fadila Putri Fahreza Permana Fakhrezi Wildan Hrp Falih Arkan Hasibuan Faris Haikal Hasibuan Fathiya Syahidah Nasution Fatimah Hafni Simanjuntak Fikriansyah Fikriansyah Fitra amar rosuli Gustina Choirunnisa Siregar Habibah Ramadhani Nasution Hana Malika Rahmah Sitorus Hasanatun Fitri Ika Damai Sari Ilhamuddin Sianifar Imel Santika Siregar Intan Juwita Damanik Isma Awaliyah Isma Awaliyah Sipahutar Jessica Hartallah Juwita Sifas Sembiring Keisya Putri Balqis Khaila Nazwa Syahbani Kurnia Fitri Lira Amelia M Aidil Syahputra M Sawal Pitriyadi M. Hanif Abrar M.Rizky Ananda Hasibuan Maulida Rahma Maura Faradita Mhd Khairul Anhar Nasution Mhd. Rifq Alfahrezi Mhd. Rofi Febrian Muhammad Aldi Pratama MUHAMMAD ANWAR Muhammad Aqil Al Hariri Lubis Muhammad Daffa Prasetya Muhammad Dimas Arif Muhammad Iqbal Muhammad Raghid Alfatiy Muhammad Riski Muhammad Rizky Putra Muhammad Rusdi Hasibuan Mulia Syahputri Mutia Salwa Hutauruk Nabila Putri Wirani Nabila Zahra Nadra Syahira Putri Naila Deswita Naila Husnayati Harahap Namira Hamni Lubis Nazwa Tantri Fitria Nikita Adelia Syafitri Nisa Istiqomah Siregar Nisa Syahira Najla Nurul Aini Harahap Nurul Hikmah Pasaribu Nurul Syafriani Perwira Hasibuan Popi Dea Ananda Putri Ayu Manalu PUTRI WAHYUNI Putri Yuanita Radia Havni Sari Harahap Rafif pramdito Aremi Rafli Aditya Ramadhan S Raihan Ade Ghuffar Raihan Mubarak Ramzy, Al Rania Atikah Putri Ratih Silviany Ridho Qusshoyyi Rifauziah Arni Malau Rinjani balqis salsabila Rizki Fauziyah Nasution Ropiah Daulay Safitri, Adelia Safnah Soleha Salsabila Sofiya Wardani Salsabila, Salsabila Sandi sipahutar Sely nurlela Septian Dwi Cahya Siti Nurhaliza Siti Rahma Mutiara Sopia Mayang Sari Sri Aulia Ramadani Suci Indah Triani Sukma Anggriani Sulistya ningsih Syahla Nabila Syakila Novia Fitri Syarifah Khairatun Hisan Syifwa Nurdilla Gusvi Tarmizi Silalahi Tri Sari Harahap, Indah Valina Sinka Vanya Dwi Kinanti Wahyudin Widya Anggraini Wulan Ariby Yabib Fikri Rambe Yeni Yolanda Simatupang Yogi Pandapotan Siregar Yunita Dwi Rahmawati Yusuf Adzka Tarigan Zhafira Syaifani Siregar Zohya Azzura Zulfahri Salim