Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Sesama Mahasiswa Terhadap Keterampilan Komunikasi Mahasiswa Universitas Negeri Medan Silvia Mariah Handayani; Sitti Subaedah; Anggi Erna Pratiwi; Emma Triadelina Hutabarat; Muhammad Aldi; Monika Purba; Monika Putri Ana Samosir; Nadine Suci Ramadani; Nimas Ayu Larasati; Shella Friska Br Sinuhaji; Tasya Manik; Yosinda Naberti Br Bangun
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dukungan Sesama Mahasiswa terhadap Keterampilan Komunikasi mahasiswa Universitas Negeri Medan. Keterampilan komunikasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk mendukung keberhasilan akademik dan profesional. Dukungan teman sebaya, yang meliputi dukungan emosional, instrumental, informasional, dan persahabatan, berperan penting dalam menciptakan iklim sosial yang positif dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berekspresi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan variabel independen Dukungan Sesama Mahasiswa (X) dan variabel dependen Keterampilan Komunikasi (Y). Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Universitas Negeri Medan, dengan sampel sebanyak 30 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan model regresi dinyatakan signifikan. Terdapat hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel (R=0,680), di mana Dukungan Sesama Mahasiswa mampu menjelaskan variasi Keterampilan Komunikasi mahasiswa sebesar 46,3\%. Hasil uji regresi membuktikan bahwa Dukungan Sesama Mahasiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterampilan Komunikasi mahasiswa (Sig. 0,000 < 0,05). Temuan ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan yang diberikan oleh sesama mahasiswa, maka semakin baik pula keterampilan komunikasi yang dimiliki mahasiswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran interaksi sosial antar mahasiswa dalam mendukung pengembangan kompetensi komunikasi di lingkungan perguruan tinggi.
Embedding Heutagogy Principles into the Outcome-Based Education Curriculum Silvia Mariah Handayani; Sani Susanti; Vidya Dwi Amalia Zati
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i2.75877

Abstract

This study addresses the need to optimize student agency within structural frameworks by embedding heutagogical principles into the Outcome-Based Education (OBE) curriculum. The objective is to identify relevant heutagogical integration points and develop an updated framework for Community Education (Penmas). Utilizing a qualitative curriculum development method, the research was conducted within the Penmas Department at FIP Unimed in 2026. The research subjects comprised 25 specialized Penmas stakeholders from the North Sumatra region, selected via total sampling. Data collection was executed through a systematic literature review on OBE and heutagogy alignment. The data analysis technique utilized a qualitative matrix involving learning needs analysis, heutagogy material mapping, and structural framework synthesis. The results reveal that integrating self-determined learning shifts the educator's role to a facilitator and empowers students via double-loop learning, flexible pathways, and learner-generated content. In conclusion, this structural synchronization successfully equips Penmas graduates across all professional tracks with the metacognitive skills and innovative competencies required to thrive as autonomous, internationally competitive professionals in Society 5.0.
Examining the Effects of Resilience, Psychological Well-Being, and Self-Efficacy on Students’ Understanding of Accounting Weny Nurwendari; Silvia Mariah Handayani; Taufik Hidayat; Rini Herliani
Jurnal Paedagogy Vol. 13 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v13i1.18839

Abstract

This study aims to examine the effects of resilience, psychological well-being, and self-efficacy on students’ accounting understanding. A quantitative explanatory research method was employed. Data were collected from 118 undergraduate students enrolled in the Accounting Education Program, Faculty of Economics, Medan State University. The participants were selected using purposive sampling and had completed core accounting courses. Data were gathered through a structured questionnaire measured on a five-point Likert scale. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS software. The results demonstrate that resilience, psychological well-being, and self-efficacy have positive and statistically significant effects on accounting understanding. Among these variables, self-efficacy exhibits the strongest influence on accounting understanding (β = 0.41; p < .001), followed by resilience and psychological well-being. The structural model explains 65% of the variance in accounting understanding (R² = 0.65), indicating strong explanatory power. These findings suggest that students’ accounting understanding is influenced not only by cognitive learning processes but also by psychological resources that support academic engagement and persistence.
Pendampingan Karakter Menjaga dan Mengurangi Pencemaran Lingkungan Menuju Sustainable Development Goals (SDGs) Zainuddin M; Suri Handayani Damanik; Silvia Mariah Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 6 No. 1 (2026): Februari - Juli 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v6i1.6751

Abstract

Environmental pollution has become one of the crucial problems faced by various countries in the world, including Indonesia. One of the main contributors to environmental pollution is waste, specifically plastic waste, which continues to increase in volume as the population grows and the consumption of modern society. State Elementary School (SDN) 104201 Kolam, as one of the basic education institutions, faces the same challenges in efforts to protect the environment around the school and instill environmental concern values in its students. A clean, healthy, and sustainable school environment not only supports an effective learning process, but also serves as an example for the surrounding community. Therefore, a structured and sustainable character mentoring program is needed to equip SDN 104201 Kolam students with knowledge, attitudes, and skills in maintaining and reducing environmental pollution. This Community Service Activity (PKM) is carried out by solving problems found in partners, namely 1) Lack of behavior to protect the environment and reduce environmental pollution. 2) Not maximized character learning to dispose of garbage to realize educating children in realizing environmentally friendly schools and making a real contribution to the achievement of the SDGs. In solving these problems, several stages have been carried out. The initial stage of mentoring began with education and socialization about the importance of protecting the environment and the dangers of pollution, introducing the concept of 3R (Reduce, Reuse, Recycle) as a basic framework for waste management and the importance of fostering awareness in students about protecting and caring for the environment was emphasized from the beginning. From the results of observations after the service was carried out, it was found that the mentoring program succeeded in shifting the habit of disposing of mixed waste towards organic and inorganic waste sorting, with a significant increase in the volume of sorted waste.
ANALISIS KOMPETENSI ANDRAGOGI PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT DI PANTI SOSIAL Sani Susanti; Silvia Mariah Handayani; Vidya Dwi Amalia Zati
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/fd10y135

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi andragogi pekerja sosial masyarakat serta menganalisis pengaruhnya terhadap efektivitas program di Panti Sosial Pamardi Putra Insyaf Medan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 25 pekerja sosial yang sekaligus dijadikan sampel penelitian (sampling jenuh). Instrumen penelitian berupa angket yang disusun berdasarkan indikator kompetensi andragogi dan efektivitas program, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, linearitas, regresi sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi andragogi pekerja sosial mayoritas berada pada kategori “cukup” (48%), diikuti kategori “baik” (24%), “kurang” (20%), “sangat baik” (4%), dan “sangat kurang” (4%). Sementara itu, efektivitas program panti sosial juga berada pada kategori “cukup” (52%), diikuti “baik” (12%), “sangat baik” (12%), “kurang” (16%), dan “sangat kurang” (8%). Analisis regresi sederhana menghasilkan persamaan Ŷ = 5,419 + 0,877X dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,770. Artinya, 77,7% variasi efektivitas program panti sosial dipengaruhi oleh kompetensi andragogi pekerja sosial, sedangkan 22,3% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung 8,770 > t tabel 2,064, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi andragogi pekerja sosial terhadap efektivitas program. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa semakin tinggi kompetensi andragogi pekerja sosial, semakin besar pula efektivitas program panti sosial yang dijalankan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pekerja sosial melalui pelatihan, supervisi, dan dukungan kelembagaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan sosial. Kata Kunci: Kompetensi Andragogi, Pekerja Sosial, Efektivitas Program, Panti Sosial
Budaya Patriarki Dan Ketidaksetaraan Gender Dalam Pendidikan Di Desa Bontoraja, Kabupaten Bulukumba Dika Dona Syahputra; Melly Br Bangun; Silvia Mariah Handayani
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4028

Abstract

Akses pendidikan merupakan hak bagi seluruh warga negara, sesuai dengan ketentuan undang-undang. Namun, di Desa Bontoraja, Kabupaten Bulukumba, terdapat ketidaksetaraan gender dalam akses pendidikan. Budaya patriarki, norma budaya lokal, dan adat istiadat menjadi faktor utama yang memengaruhi disparitas ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat budaya patriarki dan ketidaksetaraan gender dalam pendidikan yang terjadi di Desa Bontoraja, Kabupaten Bulukumba. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random Sampling/ Probability Sampling. Adapun yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah 15 orang perempuan di Desa Bontoraja. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40% responden setuju dan tidak setuju terhadap kesetaraan akses pendidikan, sementara 20% bersikap netral. Dalam hal peran gender dalam keluarga, 33,3% responden sangat setuju bahwa orang tua mendukung pendidikan anak perempuan, namun 26,7% menyatakan ketidaksetujuan. Terdapat perbedaan pandangan yang signifikan 40% terkait dampak negatif norma budaya dan tradisi lokal yang membatasi akses pendidikan anak perempuan. Hasil ini mengindikasikan adanya pola budaya patriarki yang masih kuat, tercermin dalam akses terhadap pendidikan dan peran gender dalam keluarga. Terdapat variasi pandangan masyarakat mengenai pendidikan anak perempuan, dan norma budaya serta adat istiadat setempat memainkan peran penting dalam membentuk akses terhadap pendidikan bagi anak perempuan.