Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Remaja Putri Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna: Influence of Knowledge, Attitude, and Motivation of Adolescent Girls on Adherence to Consumption of Blood Additive Tablets in South Tongkuno District, Muna Regency Sukoco, Bambang; Jafar, Nurhaedar; Patimah, Sitti; Arman, Arman; Alwi, Muhammad Khidri; Rusydi, Arni Rizqiani
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1998

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Berdasarkan SKI tahun 2023, didapatkan bahwa cakupan tablet Fe yang diterima remaja putri sebesar 76,2%, dari 76,2% tersebut sebanyak 80,9% mendapatkan tablet Fe di sekolah (anak sekolah). Di Kabupaten Muna Terdapat 1 Kecamatan yang paling jauh dari Pusat Ibukota Kabupaten yaitu Kecamatan Tongkuno Selatan memiliki tingkat konsumsi tablet tambah darah yang lebih tinggi dari rata-rata provinsi dan kabupaten sebesar 27,82%. Tujuan: Menganalisis pengaruh pengetahuan, sikap, dan motivasi remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan Uji Regresi Linear Berganda dan analisis data menggunakan spss untuk mengetahui pengaruh. Hasil: Hasil penelitian menemukan pengaruh antara pengetahuan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p=0,009), pengaruh antara sikap terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p=0,009), dan tidak ada pengaruh antara motivasi terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (p=0,142). Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap mempengaruhi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, sedangkan motivasi tidak mempengaruhi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna.   Abstract Background: Based on the 2023 SKI, it was found that the coverage of Fe tablets received by adolescent girls was 76.2%, of which 76.2%, 80.9% received Fe tablets at school (school children). In Muna Regency, there is 1 sub-district that is the furthest from the Regency Capital Center, namely Tongkuno Selatan Sub-district, which has a higher level of consumption of iron tablets than the provincial and district average of 27.82%. Objective: To Analyze the influence of knowledge, attitudes, and motivation of adolescent girls on the consumption of iron tablets in Tongkuno Selatan District, Muna Regency. Method: Using quantitative methods with Multiple Linear Regression Test and data analysis using SPSS to determine the influence. Results: The study found an influence between knowledge on compliance with consumption of iron tablets (p=0.009), an influence between attitudes on compliance with consumption of iron tablets (p=0.009), and no influence between motivation on compliance with consumption of iron tablets (p=0.142). Conclusion: Knowledge and attitude influence compliance in consuming iron supplement tablets, while motivation does not influence compliance in consuming iron supplement tablets in female adolescents in Tongkuno Selatan District, Muna Regency.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK DIABETES MELALUI PELATIHAN BUERGER ALLEN EXERCISE DAN FOOT SPA THERAPY SERTA PENDAMPINGAN PEMBUATAN TEH KELOR KAYU MANIS Wahyuni Munir, Nur; Patimah, Sitti; Subhan, Subhan; Nuru Ramadhani, Salsabila; Sainul, Salmila
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.%p

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan perawatan mandiri jangka panjang untuk mencegah komplikasi, khususnya komplikasi kaki diabetik. Upaya pemberdayaan komunitas dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kemandirian penderita diabetes melalui edukasi, latihan fisik sederhana, terapi relaksasi, dan pemanfaatan potensi lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok diabetes dalam melakukan perawatan diri melalui pelatihan Buerger Allen Exercise, foot spa therapy, serta pendampingan pembuatan teh kelor kayu manis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Juli - Agustus  2025 yang diikuti oleh 30 peserta diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Tino. Metode pelaksanaan meliputi ceramah berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi/pelatihan praktik langsung, serta pendampingan kelompok secara partisipatif. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 93% sebelum dan setelah kegiatan. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam mempraktikkan Buerger Allen Exercise dan foot spa therapy, serta pembuatan teh herbal kelor kayu manis mulai dari proses pemilihan bahan, pengeringan, penggilingan, pencampuran, penimbangan, pengemasan, hingga pelabelan. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dengan uji klinis glukosa darah dan terbentuknya usaha mikro berbasis komunitas dengan pemasaran yang lebih luas
Pengaruh Insentif, Beban Kerja, dan Lingkungan Terhadap Kinerja Pegawai di UPT Puskesmas Se-Kab Luwu Utara Tahun 2022 Rusniati, Rusniati; Ahri, Reza Aril; Haeruddin, Haeruddin; Een Kurnaesih; Alwi, Muhammad Kidri; Patimah, Sitti
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1136

Abstract

yang prima. Selama ini terdapat banyak keluhan masyarakat yang sering berurusan dengan tenaga medis dan Kesehatan di puskesmas seperti lambatnya pelayanan dan ketidak ramahan petugas dalam pelayanan. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 663 pasien dan sampel sebanyak 249 pasien yang dipilih dengan cara probability sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil: Sebagian besar pekerjaan responden bidan (32%). Hasil analisis uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan insentif, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan ada beberapa variabel yang ada pengaruhnya terhadap kinerja pegawai. Secara parsial menunjukkan tidak ada pengaruh lingkungan kerja (p=0,210) terhadap kinerja pegawai. Variabel insentif (p=0,037), beban kerja (p=0,000) menunjukkan ada pengaruh, secara simultan berpengaruh terhadap kunjungan ulang pasien rawat jalan (F=0,000). Koefisian determininasi yang dihasilkan sebasar 16.464. Variabel yang paling berpengaruh adalah beban kerja. Kesimpulan: Faktor paling dominan mempengaruhi kinerga pegawai adalah beban kerja. Direkomendasikan kepada puskesmas untuk lebih meningkatkan konsultasi dan koordinasi dengan dinas Kesehatan terkait peningkatan kinerja puskesmas.
Faktor Risiko Gangguan Neuropsikologis Pada Pekerja Emas Ahdarnisal, Ahdarnisal; Mallapiang, Fatmawaty; Patimah, Sitti
Journal of Muslim Community Health Vol. 4 No. 2 (2023): APRIL-JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jmch.v4i2.1207

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan menganalisis Faktor Risiko Gangguan Neuropsikologis Pekerja Emas (Pangembong Bulaeng) di Kecamatan Tallo Kota Makassar. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja emas (pangembong bulaeng) yang tinggal di Kecamatan Tallo sebanyak 47 pekerja. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling yaitu semua total populasi pekerja emas (Pangembong Bulaeng) menjadi sampel dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tallo Kota Makassar selama kurang lebih 1 bulan pada bulan Agustus tahun 2020. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner neuropsikologis, Timbangan dan pegukur tinggi badan unuk mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yakni analisis univariat, analisis bivariat Chi Square dan Prevalensi Odds Ratio.Analisis Multivariat unutk melihat odd ratio dengan SPSS 21.0. Hasil: Hasil ini menunjukkan bahwa secara simultan tidak ada pengaruh faktor risiko terhadap gangguan neuropsikologis pekerja emas (Pangembong Bulaeng) di Kecamatan Tallo Kota Makassar. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai OR (Odd Ratio), dimana Penggunaan merkuri merupakan variabel yang memiliki nilai 2,667 paling tinggi jika dibandingkan dengan variabel peggunaan APD. Hasil ini menunjukkan bahwa pada kelompok responden yang menggunakan merkuri memiliki peluang 2,667 kali berisiko mengalami gangguan neuropsikologis dibandingkan responden yang tidak menggunakan merkuri setelah dikontrol oleh variabel penggunaan APD. Kesimpulan: Responden yang menggunakan merkuri memiliki peluang 2,667 kali berisiko mengalami gangguan neuropsikologis dibandingkan responden yang tidak menggunakan merkuri setelah dikontrol oleh variabel penggunaan APD.
The Effect of Supplementary Feeding on Blood Pressure and Uric Acid in the Elderly in the Working Area of the Teppo Health Center, Pinrang Regency Suriani, Suriani; Andi Nurlinda; Patimah, Sitti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 3 No. 2 (2022): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v3i2.1452

Abstract

Background:Hypertension is estimated to be the cause of death for around 7.1 million people worldwide. Aim: The purpose of this study was to analyze differences in blood pressure in the elderly before and after supplementary feeding (SF), to analyze differences in uric acid levels in the elderly before and after giving SF, to analyze the effect of SF on blood pressure in the elderly, to analyze the effect of giving SF to uric acid levels in the elderly. Method:This study uses a Quasi-Experimental method with a Two Group Pretest – Posttest design. The sample consisted of 30 experimental groups and 30 control groups. The results showed that in the intervention group the average pre-test systolic blood pressure was 165.33, SD 14.077, and post-test 141.67 SD 11.472. Meanwhile, in the control group, the average systolic blood pressure before SF was 158.33, SD was 7,466, while in the posttest, it was 158.33, SD was 9,499. Results:In the examination of women's uric acid levels, the pretest showed that the intervention group had an average uric acid level of the elderly before SF which was 6.936, and SD was 0.411. The significance value is 0.000 0.05 meaning that there is an effect, while the post-test is 6359, SD is 0.418. While in the control group the average uric acid level of the elderly before supplementary feeding was 6688, SD 0.298, while in the post-test it was 6759, SD 0.355. The significance value is 0.035 0.05, which means that there is no effect. In men, the pretest of the intervention group showed the average uric acid level of the elderly before SF was 7.225, SD was 0.433, while in the posttest it was 6550, SD was 0.578. Meanwhile, in the control group, the average uric acid level before supplementary feeding was 7.215, SD 0.443. Conclusions:There are differences in blood pressure and uric acid in the elderly before and after SF and there is a significant effect of giving SF on blood pressure and uric acid in the elderly.
Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner di RSUD Andi Djemma kabupaten Luwu Utara: Analysis of factors that influence the quality of life of coronary heart disease patients at Andi Djemma Regional Hospital, North Luwu district Ahmad, Riska Zulfiah; Jafar, Nurhaedar; Patimah, Sitti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1558

Abstract

Latar belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK)  adalah Penyait jantung yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner di jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung. Saat ini PJK masih berkontribusi sebagai penyakit jantung terbanyak di seluruh dunia dan menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup Pasien penderita jantung Koroner. Method: Jenis penelitian ini menggunakan design Cross sectional. Wawancara langsung dilakukan pada 96 pasien penderita jantung koroner yang tercatat direkam medis tahun 2023 Dengan metode convienence Sampling. Analisis data dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil :     Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien PJK yang memiliki kualitas hidup rendah sebanyak 58,3%. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien PJK yaitu Gaya hidup (p=0,001). Dan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kualitas hidup pasien PJK yaitu Riwayat DM (p=0,210) Kesimpulan: Dan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kualitas hidup pasien PJK yaitu Riwayat DM (p=0,210). Untuk itu pentingnya menjaga gaya hidup yang sehat,  Selain itu, gaya hidup yang baik akan menurunkan risiko terjadinya kardiovaskular serta membantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidup
Faktor Risiko Tuberculosis Paru Di Wilayah Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara : Risk Factors for Pulmonary Tuberculosis in Masamba District, North Luwu Regency, Indonesia S, Lukman; Jafar, Nurhaedar; Patimah, Sitti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 4 No. 2 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v4i2.1565

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tahun 2012 Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia dengan jumlah kasus 969 ribu dan kematian 93 ribu per tahun. Di Luwu Utara kasus terduga TBC 1.167 kasus. Kecamatan Masamba 177 Kasus dengan konfirmasi kasus TB positif sebanyak 62 kasus. Penelitian ini bertujuan Melakukan analisis Spasial dan analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Masamba Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian observasional analitik, design studi case control. Populasi penelitian pasien yang berobat dan terdiagnosis awal sebagai terduga TB, terdata dalam SITB Puskesmas. Sampel sebanyak 110 responden (55 kasus). Teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan metode Purposive sampling. Uji statistik digunakan Uji Chi square dan regresi logistic. Hasil: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB Paru adalah Pekerjaan (p-value 0.023), Pendidikan (p-value 0.036), Perilaku merokok ( p-value 0.021), penyakit diabetes (p-value 0.005), Kepadatan Hunian (p-value 0.032), Suhu Rumah (p-value 0.029), yang tidak berhubungan adalah Variabel Umur (p-value 0.614), Jenis Kelamin (p-value 0,701), Luas Ventilasi (p-value 0,071), Jenis Dinding (p-value 0,233), Jenis Lantai (p-value 0,787). Uji regresi logistik menunjukkan variabel suhu rumah menjadi faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian Tuberculosis di Kecamatan Masamba Tahun 2023. Peta Spasial menunjukkan sebaran kasus di 14 desa/kelurahan yang dibagi ke dalam 3 wilayah berdasarkan jumlah kasus yang kemudian dihubungkan dengan variabel yang berpengaruh signifikan dengan kejadian TB paru positif. Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat 4 faktor Host yang berhubungan dengan kejadian TB paru yaitu Pendidikan.pekerjaan, perilaku merokok, penyakit Diabetes dan 2 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian TB paru yaitu Tingkat kepadatan hunian dan suhu rumah (p-value <0,05). Analisis spasial menunjukkkan bahwa daerah dengan Tingkat kepadatan penduduk tinggi memiliki jumlah temuan kasus TB paru juga tinggi. Saran bagi masyarakat perlu meningkatkan perilaku hidup sehat dan bersih, dirumah maupun lingkungan kerja, agar faktor resiko kejadian TB Paru dapat ditekan seminimal mungkin. ABSTRACT Background: Pulmonary tuberculosis is caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis. In 2012, Indonesia was ranked second in the world with 969 thousand cases and 93 thousand deaths per year. In North Luwu there are 1,167 suspected TB cases. Masamba District 177 cases with confirmed positive TB cases totaling 62 cases. This research aims to carry out spatial analysis and analysis of risk factors for the incidence of pulmonary tuberculosis in Masamba District in 2023. Method: Type of analytical observational research, case control study design. The research population of patients who received treatment and were initially diagnosed as suspected TB, were recorded in the SITB Puskesmas. The sample was 110 respondents (55 cases). Non-probability sampling technique using purposive sampling method. Statistical tests used Chi square test and logistic regression. Results: Risk factors associated with the incidence of pulmonary TB are employment (p-value 0.023), education (p-value 0.036), smoking behavior (p-value 0.021), diabetes (p-value 0.005), residential density (p-value 0.032 ), House Temperature (p-value 0.029), which are not related are the variables Age (p-value 0.614), Gender (p-value 0.701), Ventilation Area (p-value 0.071), Wall Type (p-value 0.233) , Floor Type (p-value 0.787). The logistic regression test shows that the variable house temperature is the most dominant risk factor for the incidence of Tuberculosis in Masamba District in 2023. The spatial map shows the distribution of cases in 14 villages/kelurahan which are divided into 3 regions based on the number of cases which are then linked to variables that have a significant effect on incidence of positive pulmonary TB. Conclusion: In this study, there were 4 host factors that were related to the incidence of pulmonary TB, namely education, employment, smoking behavior, diabetes and 2 environmental factors that influenced the incidence of pulmonary TB, namely the level of residential density and house temperature (p-value <0.05). Spatial analysis shows that areas with high population density have a high number of pulmonary TB cases. Suggestions for the community need to improve healthy and clean living habits, homes and work environments, so that the risk factors for the incidence of pulmonary TB can be reduced to a minimum.
Pengaruh Pemberdayaan Terhadap Kelelahan Kerja dan Kecerdasan Emosional Perawat di RSUD Haji Kota Makassar: The Effect of Empowerment on Work Fatigue and Emotional Intelligence of Nurses at the Makassar City Hajj Hospital Mahmud, Muhdar; Ahri, Reza Aril; Patimah, Sitti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 1 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i1.1579

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Rendahnya mutu pelayanan perawat disebabkan oleh kelelahan kerja. Selain itu faktor kecerdasan emosional juga memiliki pengaruh secara langsung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap kelelahan kerja dan kecerdasan emosional perawat di RSUD Haji Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah responden sebanyak 136 orang. Hasil: Menunjukkan variabel desire (X1) terhadap kelelahan kerja (Y1) nilai t hitung sebesar 4,515 sedangkan terhadap kecerdasan emosional (Y2) sebesar 9,486. Trust (X2) terhadap kelelahan kerja (Y1) nilai t hitung sebesar 4,852 sedangkan kecerdasan emosional (Y2) sebesar 8,329. Confident (X3) terhadap kelelahan kerja (Y1) nilai t hitung sebesar 4,348 sedangkan kecerdasan emosional (Y2) 7,352. Credibility (X4) terhadap kelelahan kerja (Y1) nilai t hitung sebesar 4,755 sedangkan kecerdasan emosional (Y2) sebesar 8,634. Accountability (X5) terhadap kelelahan kerja (Y1) nilai t hitung sebesar 5,028 sedangkan kecerdasan emosional (Y2) sebesar 10,365. Communication (X6) terhadap kelelahan kerja (Y1) nilai t hitung sebesar 4,720 sedangkan kecerdasan emosional (Y2) sebesar 6,943. Kesimpulan: Variabel desire, trust, confident, credibility, accountability, dan communication memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelelahan kerja di RSUD Haji Kota Makassar. Pada variabel desire terhadap kecerdasan emosional memiliki pengaruh yang signifikan dengan kelelahan kerja dan kecerdasan emosional di RSUD Haji Kota Makassar. Variabel trust, confident, credibility, accountability, dan communication memiliki pengaruh yang signifikan dengan kecerdasan emosional di RSUD Haji Kota Makassar. ABSTRACT Background: Work fatigue is a contributing factor for the poor quality of nursing services. In addition, there is a direct effect from the emotional intelligence aspect. Objective: The study aimed to examine how empowerment affects the emotional intelligence and work fatigue of nurses at RSUD Haji Makassar City. Method: This quantitative research employs cross-sectional study design with 136 respondents in total. Results: Of six variables investigated, the results are demonstrated as follows: desire variable (X1) on work fatigue (Y1) indicated a t count value of 4.515 and on emotional intelligence (Y2) was 9.486; trust (X2) on work fatigue (Y1) had a t count value of 4.852 and on emotional intelligence (Y2) was 8.329; confident (X3) regarding work fatigue (Y1) reported a t count value of 4.348 and on emotional intelligence (Y2) had a value of 7.352; credibility (X4) on work fatigue (Y1) indicated a t count value of 4.755 and on emotional intelligence (Y2) was 8.634; accountability (X5) on work fatigue (Y1) showed a t value of 5.028 and om emotional intelligence (Y2) was 10.365; and communication (X6) on work fatigue (Y1) denoted a t count value of 4.720 and on emotional intelligence (Y2) was 6.943. Conclusion: Desire, trust, confidence, credibility, accountability, and communication variables have a significant influence on job burnout at the Makassar City Hajj Hospital. The desire variable on emotional intelligence has a significant influence on job burnout and emotional intelligence at the Makassar City Hajj Hospital. The variables of trust, confidence, credibility, accountability, and communication have a significant influence on emotional intelligence at the Makassar City Hajj Hospital.
Analisis Penerapan K3 Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai: Analysis of Occupational Safety and Health Implementation of Solid Medical Waste Management at Sinjai Regional General Hospital Kusuma, Agus Wira Adi; Thamrin, Yahya; Patimah, Sitti
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 5 No. 2 (2024): JULY-DECEMBER
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v5i2.1612

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Meskipun insinerator telah tersedia, penggunaannya masih terbatas karena masalah perizinan dan dampak lingkungan. Pengelolaan limbah medis harus dilakukan secara aman dan sesuai standar untuk mencegah pencemaran dan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. K3 penting dalam proses pengelolaan limbah medis untuk memastikan keselamatan staf dan masyarakat serta mematuhi peraturan lingkungan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami penerapan K3 dalam pengelolaan limbah medis di RSUD Sinjai. Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan menganalisis secara mendalam mengenai penerapan K3 pengelolaan limbah medis padat di RSUD Sinjai. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode fenomenologi dengan teknik pengolahan data menggunakan editing dan keabsahan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Jumlah informan sebanyak 15 orang, yang terdiri dari 1 orang informan kunci dan 14 orang informan biasa. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengolahan limbah medis yang dilakukan di RSUD Sinjai masih sama dengan pengolahan limbah medis biasa, dimana proses pengolahan limbah dimulai dari pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan sementara dan kemudian ke tempat pembuangan akhir. Selain itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam pengelolaan limbah medis di RSUD Sinjai masih perlu ditingkatkan terutama dalam penggunaan alat pelindung diri yang tidak boleh ditinggalkan di sembarang tempat setelah digunakan, serta meningkatkan kesadaran dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja terutama dalam pengangkutan limbah medis padat. Kesimpulan: Pemilahan, pewadahan, pengangkutan, TPS dan TPA di RSUD mengenai penerapan K3 dalam pengelolaan limbah medis padat. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan RSUD lebih meningkatkan penerapan K3 dalam mengelola limbah medis agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. ABSTRACT Background: Although incinerators are available, their use is limited due to permitting issues and environmental impacts. It is necessary to manage medical waste safely and according to standards to prevent pollution and negative impacts on public health. K3 is important in the medical waste management process to ensure the safety of staff and the public and comply with environmental regulations. Further research is needed to understand the implementation of K3 in medical waste management at Sinjai Regional Hospital. Objective: The general aim of this research is to obtain information and analyze in depth regarding the implementation of K3 solid medical waste management at Sinjai Regional Hospital. Method: This research uses descriptive qualitative approach using a phenomenological method with data processing techniques using editing and the validity of data obtained from observations, in-depth interviews and documentation. The number of informants was 15 people, consisting of 1 key informant and 14 regular informants. Result: From the results of the research, it was found that the processing of medical waste carried out at Sinjai Regional Hospital is still the same as ordinary medical waste processing, where the waste processing process starts from sorting, containerization, transportation, temporary storage and then to the final disposal site. Apart from that, the implementation of occupational safety and health in Medical waste management at Sinjai Hospital still needs to be improved, especially in the use of personal protective equipment which must not be left in random places after use, and increasing awareness in implementing occupational safety and health, especially in transporting solid medical waste. Conclusion: sorting, containerization, transportation, TPS and TPA at RSUD regarding the application of K3 in managing solid medical waste. Based on this, it is hoped that RSUD will further improve the implementation of K3 in managing medical waste in order to avoid things that are not objectionable.
BUDAYA NENO BO’HA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DIDESA OEKIU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Wotok, Nobertus Wuli; Masriadi; Patimah, Sitti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32893

Abstract

Tujuan penelitian ini menganalisis secara mendalam penerapan budaya neno bo’ha  dalam pengasuhan ibu dan anak di Wilayah  Kabupaten Timur Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi untuk mempelajari dan menafsirkan budaya Neno Bo'ha di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Peneliti, yang berperan sebagai pengamat dan pewawancara, mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi di Desa Amanuban dan Desa Oekiu. Subjek penelitian mencakup tokoh masyarakat adat, pamong desa, ibu-ibu yang menerapkan budaya Neno Bo'ha, serta petugas kesehatan terkait. Data dianalisis menggunakan analisis tematik, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menafsirkan pola-pola perilaku dan tradisi yang relevan, kemudian disajikan dalam bentuk narasi untuk mengungkap pengetahuan tersembunyi terkait budaya ini, terutama dalam kaitannya dengan kejadian stunting. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa tradisi Se’I (panggang) di Desa Oekiu dilakukan secara turun-temurun untuk memperkuat sistem kekebalan ibu dan bayi. Tatobi, metode kompresi udara, digunakan untuk mencegah pendarahan pada orang yang terinfeksi. Pantangan makanan bagi ibu yang baru melahirkan mengurangi asupan gizi, berdampak negatif pada kesehatan ibu dan produksi air susu. Fasilitas kesehatan yang kurang memadai menyebabkan rendahnya pelayanan bagi anak sakit, sementara budaya keluarga memiliki dampak signifikan terhadap status gizi balita, dengan tradisi tertentu seperti konsumsi jagung berkontribusi pada tingginya angka stunting.
Co-Authors A. Mansur Solulipu Ahdarnisal, Ahdarnisal Ahmad, Riska Zulfiah Ahri, Reza Aril Akidah, Muhammad Syarifullah Hidayat Alief Ihram Fatany Alwi, Muhammad Khidri Alwi, Muhammad Kidri Alya Dafa Amirah Amelia AP, A. Rizki Amirah, Alya Dafa Amrin, Nadia Muthia Hanifah Andi Asrina Andi Asrina Andi Imam Arundhana Andi Nurlinda Andi Surahman Batara Andi Tenri Rezki Oji Andi Yuni Mulyani Anggrie Muthia Dharsono Anugrah Aulia Putri AP, Andi Rizki Amelia Arif Sabta Aji Arif Susanto Arman Arman A Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Asri Meidyah Agustin Aulia Rahman Ayu Puspitasari Bambang Sukoco Basruddin, Saskia Bobby Julyansyach Syafaat Burhanuddin Bahar Cakke, Syiar Chatarina Umbul Wahyuni Cindy Pratiwi Paradise Dewi Novita Anggraeni Edy, Ayu Pratiwi Een Kurnaesih Elis Elis Fachrin, Suharni a. Farihah Mushsanah Fatmah Afrianty Gobel Fatmawaty Mallapiang Ficy Septiani Fidia Amalia Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hardiyanti Harpiana Rahman Haslina Hidayat Hidayat Idhar Darlis Idhar Darlis Idris, Arman Idris, Fairus Prihatin Idrus, S. Ahmad Gufran Ifka Daristi Ikhram Hardi S Ilham, Muhammad Nashrullah jamaluddin hos Junaida Astina Kasimuddin, Ahmad Khalid, Sajidah Hardiyanti Kusuma, Agus Wira Adi Maeshal, Ayu Adheriska Mahmud, Muhdar Mansur Sididi Masriadi Masriadi Masriadi, Masriadi Maulidina, Putri Dwi Miranti Mandasari Muh Khidri Alwi Muh. Khidri Alwi Muhammad Arfah Asis Muhammad Ikhtiar Muhammad Khidri Alwi Muhammad Rachmat Muhammad Yasdar Bahri Muhsanah, Farihah Mursyidah Halim Baha MUTHMAINNAH N Nukman Nabiil Ikbaar Maulana Nabilah Zainal Nabilla Rachmah Nilam Sahratun Nadira Nukman Nukman Nukman Nukman Nukman Nukman Nur Arian Dini Nur Fadhilah Rasyidi Nur Ulmy Mahmud Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurhijriah, Suci Nurmiati Muchlis Nuru Ramadhani, Salsabila Nurul Awalia Nurul Awalia Nurul Faimah Nurul Fairah Nurwahyuni Praniska Rachmah, Qonita Rahim, Inayah Amalia Rahman, Fath Irtaniyah Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezki Aulia Yusuf Rezky Aulia Yusuf Riky Ristanto Gari Rusniati Rusniati S, Lukman Sainul, Salmila Sajidah Hardiyanti Khalid Samad, Anshari Samsualam, Samsualam Sapriadin Saiful Sari, Reski Sarlinda Sairman Sarmadan Sarmadan, Sarmadan Saskia Basruddin Septiyanti Septiyanti, Septiyanti Siti Aulia Rahma Ohorella1 Solly Aryza Subhan Subhan Suchi Avnalurini Sharief Suharni A. Fachrin Suharni A. Fachrin Sumiaty Sundari Sundari Suriani Suriani Surya, Dhiya Atika Syen, Ayu Azizah Syiar Cakke T., Nur Najmah Tias Nugraha, Ninik Triska Susila Nindya Ummi Kalsum Nurais Veni Hadju Wahyuni Munir, Nur Wotok, Nobertus Wuli Yade Kurnia Yasin, Yade Kurnia Yahya Thamrin Yuliana Yuliana Yuliati - Yundari, Yundari Yusriani Nfn Yusriani, Yusriani Yusuf, Rezky Aulia Yusuf, Rezky Aulia Zainal, Nabilah Zartini Zulfianti Zulkhair Burhan Zulkifli Rahman, Zulkifli