Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pentingnya Mengikuti Penyuluhan Kehamilan di Posyandu Bagi Ibu Hamil di Desa Pucak Maros: Education on the Importance of Attending Pregnancy Counseling at the Integrated Health Post (Posyandu) for Pregnant Women in Pucak Village, Maros Rahim, Inayah Amalia; Kasimuddin, Ahmad; Patimah, Sitti
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v1i2.11

Abstract

Abstrak Kegiatan penyuluhan kehamilan di Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan. Rendahnya tingkat kehadiran ibu hamil dalam penyuluhan di Desa Pucak Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, mendorong dilaksanakannya kegiatan edukasi langsung oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan rutin, konsumsi nutrisi yang seimbang, dan partisipasi aktif dalam penyuluhan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan door to door dan penyuluhan kelompok kecil disertai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan; seluruh responden menjawab benar lebih dari 90% pada post-test dibandingkan 40–50% pada pre-test. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan dan peran aktif dalam kegiatan Posyandu. Edukasi berkelanjutan diharapkan mampu menurunkan risiko komplikasi kehamilan serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi di wilayah pedesaan.  Kata Kunci: penyuluhan kehamilan, ibu hamil, posyandu, edukasi kesehatan Abstract Pregnancy counselling activities at Posyandu serve as a preventive and promotive effort to maintain maternal and fetal health during pregnancy. The low participation rate of pregnant women in counselling sessions at Pucak Village, Tompobulu District, Maros Regency, prompted an educational intervention conducted by Public Health students of Universitas Muslim Indonesia. This program aimed to improve pregnant women’s knowledge and awareness regarding the importance of regular check-ups, balanced nutrition, and active participation in community health education. The method involved door-to-door visits and small group discussions, accompanied by pre-test and post-test evaluations to assess knowledge improvement. The results showed a significant increase, with more than 90% of participants answering correctly in the post-test compared to only 40–50% in the pre-test. The findings demonstrate that participatory education effectively enhances maternal understanding of prenatal care and the importance of attending Posyandu sessions. Continuous education efforts are expected to reduce pregnancy complications and improve maternal and infant well-being in rural communities. Keywords: pregnancy counselling, pregnant women, Posyandu, health education
Faktor Determinan Kejadian Stunting dan Overweight-Obesitas Pada Siswi Remaja Putri: Determinants of Co-Occurrence Stunting and Overweight-Obesity in School-Aged Adolescent Females Patimah, Sitti; Yasin, Yade Kurnia; Sharief, Suchi Avnalurini; Rachmat, Muhammad
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1.2026.36-43

Abstract

Background: The nutritional transition has led to a shift from a single nutritional problem to a double burden of malnutrition, particularly in adolescent females. Objectives: This study aims to explore the determinants of the co-occurrence of stunting and overweight-obesity in adolescent females. Methods: A cross-sectional method was applied to all female adolescents of school age (n = 360) from 4 secondary schools in Majene, West Sulawesi, Indonesia, between March and April 2021. Data were obtained through the use of a structured questionnaire, 24-hour dietary recall, and measurements of body weight and height. Analysis of the data was conducted using SPSS, NutriSurvey, and WHO AnthroPlus, with statistical significance at the 5% level (95% confidence interval). Results: The results showed that among participants aged 10–19 years, 31.7% were stunted, 14.2% were overweight, 2.2% were obese, and 2.5% experienced both stunting and overweight-obesity. Intake of protein, fat, and magnesium was significantly related to stunting and overweight-obesity (p-value = 0.004, 0.049, and 0.016, respectively). According to the multilevel regression analysis, nutritional knowledge (AOR=6.880; 95% CI: 1.189–39.804; p-value=0.031) and fiber intake (AOR=25.830; 95% CI: 1.565–426.370; p-value=0.023) were significant contributors to the co-occurence. Conclusions: Nutritional knowledge and dietary intake are significant predictors of stunting and overweight-obesity in adolescent females. Therefore, the enhancement of school-based nutritional literacy programs and the creation of a supportive school environment that promotes nutritional status are recommended.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK SADAR WISATA SEBAGAI PROMOTOR KESEHATAN DALAM PENGENDALIAN RISIKO KESEHATAN DI DESA WISATA BALLEANGIN, KABUPATEN PANGKEP Harpiana Rahman; Zulkhair Burhan; Muhammad Arfah Asis; Sitti Patimah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3716-3722

Abstract

Desa Wisata Balleagin belum menerapkan promosi kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di tempat wisata dan belum memiliki sistem informasi kesehatan di desa wisata yang memuat pencegahan risiko kesehatan akibat aktivitas wisata. Kegiatan pemberdayaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai promotor kesehatan  yang berlokasi di Desa Wisata Ballaengin Kecamatan Pajo bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok sadar wisata dalam melakukan upaya pencegahan penyakit akibat aktivtas wisata. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan strategi promosi kesehatan berupa pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan pokdarwis dalam menyampaikan pesan kesehatan pencegahan penyakit kepada wisatawan. Kegiatan pengabdian terdiri dari tiga tahap yaitu tahap identifikasi kebutuhan pokdarwis dalam melakukan kegiatan promosi kesehatan, tahap pelatihan pokdarwis sebagai promotor kesehatan, dan tahap ketiga adalah tahap evaluasi proses. Indikator keberhasilan program adalah pokdarwis menyediakan informasi kesehatan pada media sosial yang digunakan untuk promosi destinasi wisata. Berdasarkan pengukuran perilaku sebelum dan sesudah pelatihan, diketahui bahwa Pokdarwis tidak hanya mengalami peningkatan pengetahuan tentang urgensi promosi kesehatan wisata namun melalui kegiatan pengabdian ini, Pokdarwis juga telah menyediakan informasi kesehatan di media sosial. Berdasarkan ketercapaian tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat telah memenuhi indikator keberhasil program.
Intervensi Pemberian Tepung Jewawut (Setaria Italica) dan Edukasi Terhadap Perubahan Low Density Lipoprotein (LDL) Pada Penderita Prediabetes di Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar 2019 Sarlinda Sairman; Sitti Patimah; Sundari
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh tepung jewawut (setaria italica) dan edukasi kesehatan terhadap perubahan low density lipoprotein (LDL) pasien prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Makassar. Prediabetes merupakan gangguan toleransi glukosa (GTG) dan glukosa darah puasa Terganggu (GDPT) yaitu kondisi seseorang dengan kadar glukosa darah lebih tinggi dari rentang normal tetapi belum mencapai kondisi diabetes, setelah dilakukan penelitian data awal menunjukkan jumlah penderita prediabetes mencapai 529 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pretest posttest with Control Group Design Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengalami prediabetes di Bara-baraya, Kecamatan Makassar sebanyak 529. Sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah responden yang diperoleh dari screening populasi untuk mendapatkan kasus baru penderita prediabetes dengan pengambilan sampel secara Purposive Sampling sebanyak 46 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian tepung jewawut (setaria italica) dan edukasi kesehatan terhadap perubahan low density lipoprotein (LDL). pasien prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Makassar dengan nilai p-value=0,000 dan p=0,026 (p=< 0,005) artinya penelitian ini menunjukan pengaruh yang signifikan. Disarankan kepada pihak terkait dalam pemberian jewawut terhadap kesehatan pemenuhan kebutuhan gizi sehingga dapat digunakan sebagai alternative untuk meningkatkan derajat kesehatan.
Intervensi Pemberian Tepung Jewawut (Setaria Italica) Dan Edukasi Terhadap Perubahan Kolesterol Total Pada Penderita Prediabetes Di Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar 2019 Arif Susanto; Sitti Patimah; Fairus Prihatin Idris
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh tepung jewawut (setaria italica) dan edukasi kesehatan terhadap perubahan Kolesterol Total pasien prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Makassar. Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan dan berupa seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh manusia terutama di dalam hati.Kolesterol merupakan lemak yang penting namun jika terlalu berlebihan dalam darah dapat membahayakan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pretest posttest with Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengalami prediabetes sebanyak 529. Sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah responden yang diperoleh dari screening populasi dengan pengambilan sampel secara Purposive Sampling sebanyak 46 orang.Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian tepung jewawut (setaria italica) dan edukasi kesehatan terhadap perubahan kolesterol pada pasien prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Makassar dengan nilai perubahan kelompok intervensi dari nilai sebelum intervensi dengan rata-rata 219,57±15,657 mg/dl sedangkan nilai setelah intervensi 195,57±15,202 mg/dl dengan nilai p=0,606 dan untuk kelompok kontrol nilai sebelum edukasi dengan rata-rata 222,18±16,267 mg/dl sedangkan nilai setelah edukasi 209,00±17,622 mg/dl dengan nilai p=0,026 Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian tepung jewawut (setaria italica) dan edukasi kesehatan terhadap perubahan Kolesterol Total. pasien prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Makassar dengan nilai p-value=0,000 < 0,005 artinya penelitian ini menunjukan pengaruh yang signifikan. Tepung jewawut dapat dijadikan sebagai sumber pangan fungsional untuk dijadikan obat guna mencegah terjadinya kolesterol pada penderita prediabetes.
Pelaksanaan Program Puskesmas Ramah Anak Di Kabupaten Luwu Timur (Studi Puskesmas dengan akreditasi Madya dan Utama) Hardiyanti; Andi Asrina; Sitti Patimah
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.234

Abstract

Puskesmas ramah anak pada kabupaten luwu timur belum berjalan secara maksimal karena masih banyak kendala sehingga puskesmas ramah anak masih sulit untuk di wujudkan antara lain, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasaran, Pelayanan, Media, Pengelolaan Data, Partisipasi Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat. Tujuan Untuk mendapatkan informasi secara mendalam, mengkaji dan menganalisis mengenai pelaksanaan Puskesmas Ramah Anak di Kabupaten Luwu Timur. Penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data di peroleh dari 7 informan biasa dari 3 puskesmas wawondulla, 2 Puskesmas Malili dan 2 Puskesmas Burau, 1 diantanya terakreditasi Madya dan 2 terakreditasi Utama, 1 informan kunci Dinas Kesehatan dan 1 informan pendukung dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Penelitian ini menunjukkan Sumber daya manusia belum sepenuhnya terpenuhi masih kurangnya pengetahuan petugas kesehatan mengenai Konvensi Hak Anak dan sarana serta prasarana merupakan inovasi sendiri dari puskesmas tersebut. Puskesmas ramah anak di luwu timur belum memenuhi indikator dan masih kurangnya perhatian terhadap hak anak. Pemerintah perlu lebih memeratakan informasi mengenai puskesmas ramah anak.
Analisis Program Intervensi Gizi Spesifik Pada Ibu Menyusui Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 25-36 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar Nabilah Zainal; Arman A; Sitti Patimah
An Idea Health Journal Vol 1 No 03 (2021): NOVEMBER
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v1i02.57

Abstract

The critical period for a child's growth and development called the First 1000 Days of Life is influenced by the nutritional status of the mother during breastfeeding. The nutritional problem that can occur at this time is stunting (short). One of the programs contained in the First 1000 Days of Life Movement in an effort to prevent stunting is specific nutrition intervention. The aim of this research conducted is to knowthe analysis of the specific nutrition intervention program for breastfeeding mothers onthe occurrence of stunting through infectious diseases in children 25-36 months in the work area of the Antang Community Health Center, Makassar in 2021. This research used quantitative research by using path analysis method. The populationsof this research were all children in age 25-36 months with 543 children. The samples of this research were 128 children, with the mother of the children as the respondent. The sampling technique in this study was purposive sampling. The results of this study indicate that the significance value of (1) the effect of breastfeeding counseling on the occurrence of stunting is 0.006, (2) the IMD on the incidence of stunting is 0.162, (3) exclusive breastfeeding on the incidence of stunting is 0.933, (4) the frequency of breastfeeding on the occurrence of stunting is 0.617, (5) the time giving complementary feeding to the occurrence of stunting is 0.446, (6) the effect of breastfeeding counseling on the occurrence of stunting through infectious diseases is the direct influence value 0.245, while the indirect effect value is 0.00015, (7) the effect of IMD on the occurrence of stunting through infectious diseases is the direct influence value of 0.126, while the indirect effect value is 0.00405, (8) the effect of exclusive breastfeeding on the occurrence of stunting through infectious diseases with the direct effect value is 0.010, while the indirect effect value is 0.0233, (9 ) the effect of breastfeeding on the occurrence of stunting through the direct effect is 0.045, while the value of the indirect effect is 0.0604, (10) the effect of the time giving complementary feeding to the incidence of stunting through infectious diseases with the direct effect value is 0.097 while the indirect effect is 0.01115. The conclusion of this research indicate that specific nutrition intervention program for breastfeeding mothers on stunting has not shown a reduction in stunting occurrence in the work area of the Antang Community Health Center, Makassar City. Suggestions, it is hoped that health services need to provide socialization and counseling to mothers about the importance of breastfeeding counseling, exclusive breastfeeding, early initiation of breastfeeding, the right time for giving complementary feeding for mothers.
Analisis Perencanaan Kehamilan dan Persalinan di Lingkungan Parang Banoa Kelurahan Parang Banoa Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Sitti Patimah; Nurgahayu Nurgahayu; Nurul Faimah; Nurul Fairah; Elis Elis; Anugrah Aulia Putri; Nur Arian Dini
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 2 (2025): Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i2.602

Abstract

Pregnancy planning is an important factor in ensuring maternal and fetal health during pregnancy and reducing the risk of complications that can lead to maternal and infant mortality. This study aims to describe the level of public awareness in the Parang Banoa Environment, Parang Banoa Village, Pallangga District, Gowa Regency, regarding safe pregnancy and childbirth planning. The research method used is quantitative with a descriptive approach, data collection techniques in the form of questionnaires processed using the SPSS application. Respondents in this study consisted of 23 families who had pregnant women. The results showed that most respondents, namely 86.9%, planned their pregnancies well, which indicates a high level of awareness of the importance of pregnancy planning. In addition, 86.9% of pregnant women also planned to save for childbirth costs, indicating their financial readiness. However, awareness of planning prospective blood donors is still low, with only 43.5% of respondents planning prospective blood donors during childbirth. The results of the study showed that 100% of respondents had planned transportation for childbirth, with the majority choosing an ambulance or mobile health center car as a means of transportation. In terms of birth attendants, most respondents (73.91%) chose doctors as their birth attendants. Based on these findings, it is recommended that public education be increased regarding planning for prospective blood donors, financial literacy to save on birth costs, and choosing safe transportation. In addition, it is important to continue to strengthen understanding of the importance of choosing competent medical personnel as birth attendants to ensure the safety of the mother and baby during the birth process.
Hubungan Antara Paparan Debu Dengan Gangguan Pernapasan Pekerja Di PT. Semen Bosowa Maros Nurul Auliya Insani S Nurul; Suharni A. Fachrin; Sitti Patimah
Window of Public Health Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/9c33bx21

Abstract

Exposure to workplace dust is a chemical hazard that can harm workers' health, especially the respiratory system. Fine dust particles can originate from the production process and cause lung dysfunction and even disability. This study aims to determine the relationship between dust exposure and respiratory disorders in workers at PT Semen Bosowa Maros. This study used a quantitative, cross-sectional design. The population in this study was all workers at PT Semen Bosowa Maros, with a sample size of 108 respondents. Data were collected through questionnaires and dust level measurements using a High-Volume Air Sampler. Data analysis was performed using the Spearman correlation test. The results showed that although there was a very weak positive association between dust exposure and respiratory disorders, it was not statistically significant (p = 0.120). Nevertheless, dust exposure remains a risk factor that requires attention. Therefore, companies are advised to continue efforts to prevent and control dust in the workplace. For further research, it is recommended to add additional variables that may influence respiratory disorders and to expand the population coverage to obtain more representative results.
MEMANDIRIKAN MASYARAKAT DALAM UPAYA DETEKSI DINI ANAK BERISIKO STUNTING Sitti Patimah; Suchi Avnalurini Sharief; Nukman Nukman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28389

Abstract

Abstrak: Anak balita di Desa Batetangnga masih banyak berisiko stunting, pengetahuan, kesadaran dan motivasi masyarakat masih rendah dalam upaya pengendalian risiko stunting pada balita, kader belum pernah mendapatkan sosialisasi mengenai 25 jenis kompetensi kader posyandu berdasarkan siklus hidup. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kesadaran masyarakat, serta pengetahuan dan ketrampilan petugas (kader dan guru PAUD/TK) dalam mendeteksi risiko stunting pada balita secara mandiri sebagai upaya pencegahan dan penanganan risiko stunting. Metode yang digunakan yakni penyuluhan disertai demoisasi cara deteksi anak berisiko stunting, dan pembagian media edukasi (leaflet) kepada masyarakat (ibu hamil, ibu balita, guru PAUD/TK, dan kepala dusun) 14 orang, dan kader 12 orang, juga pemberian alat antropometrik ke kader Posyandu & guru PAUD/TK untuk memudahkan mendeteksi anak berisiko stunting. Evaluasi dampak kegiatan ini melalui pre-post test serta penilaian kapasitas kader dan guru PAUD dalam melaksanakan pengukuran antropometrik anak balita dibawah supervisi bidan desa. Hasil yang dicapai menunjukkan, adanya peningkatan pengetahuan tinggi (8,4%), kesadaran dan motivasi tinggi masing-masing meningkat sebanyak 25% setelah penyuluhan. Kader dan Guru PAUD/TK telah terampil menggunakan alat antropometrik yang diberikan untuk memantau pertumbuhan anak.Abstract: Toddlers in Batetangnga Village are still at high risk of stunting, knowledge, awareness and motivation of the community are still low in efforts to control the risk of stunting in toddlers, cadres have never received socialization regarding 25 types of competencies of Posyandu cadres based on the life cycle. This community service aims to increase knowledge, awareness and motivation of the community to prevent the risk of stunting, including cadres knowing about 25 types of competencies of posyandu cadres, and cadres & PAUD/TK teachers are skilled in conducting anthropometric measurements in an effort to make the community independent in detecting children at risk of stunting. The method used was counseling accompanied by a demonstration of how to detect children at risk of stunting, and distribution of educational media (leaflets) to the community (pregnant women, mothers of toddlers, PAUD/TK teachers, and hamlet heads) 14 people, and cadres 12 people, also provision of anthropometric tools to Posyandu cadres & PAUD/TK teachers to make it easier to detect children at risk of stunting. Evaluation of the impact of this activity through pre-post tests and assessment of the capacity of PAUD/TK teachers and cadres in carrying out anthropometric measurements of toddlers under the supervision of village midwives. The results showed, high knowledge, high awareness and motivation increased by 8,4%, 25%, 25% respectively. PAUD/TK cadres and teachers have become skilled in using the anthropometric tools provided to monitor children's growth.
Co-Authors A. Mansur Solulipu Ahdarnisal, Ahdarnisal Ahmad, Riska Zulfiah Ahri, Reza Aril Akidah, Muhammad Syarifullah Hidayat Alief Ihram Fatany Alwi, Muhammad Khidri Alwi, Muhammad Kidri Alya Dafa Amirah Amelia AP, A. Rizki Amirah, Alya Dafa Amrin, Nadia Muthia Hanifah Andi Asrina Andi Asrina Andi Imam Arundhana Andi Nurlinda Andi Surahman Batara Andi Tenri Rezki Oji Andi Yuni Mulyani Anggrie Muthia Dharsono Anugrah Aulia Putri AP, Andi Rizki Amelia Arif Sabta Aji Arif Susanto Arman Arman A Arman Arman Arman Arman Arman Arman Arni Rizqiani Rusydi Arni Rizqiani Rusydi Asri Meidyah Agustin Aulia Rahman Ayu Puspitasari Bambang Sukoco Basruddin, Saskia Bobby Julyansyach Syafaat Burhanuddin Bahar Cakke, Syiar Chatarina Umbul Wahyuni Cindy Pratiwi Paradise Dewi Novita Anggraeni Edy, Ayu Pratiwi Een Kurnaesih Elis Elis Fachrin, Suharni a. Farihah Mushsanah Fatmah Afrianty Gobel Fatmawaty Mallapiang Ficy Septiani Fidia Amalia Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hardiyanti Harpiana Rahman Haslina Hidayat Hidayat Idhar Darlis Idhar Darlis Idris, Arman Idris, Fairus Prihatin Idrus, S. Ahmad Gufran Ifka Daristi Ikhram Hardi S Ilham, Muhammad Nashrullah jamaluddin hos Junaida Astina Kasimuddin, Ahmad Khalid, Sajidah Hardiyanti Kusuma, Agus Wira Adi Maeshal, Ayu Adheriska Mahmud, Muhdar Mansur Sididi Masriadi Masriadi Masriadi, Masriadi Maulidina, Putri Dwi Miranti Mandasari Muh Khidri Alwi Muh. Khidri Alwi Muhammad Arfah Asis Muhammad Ikhtiar Muhammad Khidri Alwi Muhammad Rachmat Muhammad Yasdar Bahri Muhsanah, Farihah Mursyidah Halim Baha MUTHMAINNAH N Nukman Nabiil Ikbaar Maulana Nabilah Zainal Nabilla Rachmah Nilam Sahratun Nadira Nukman Nukman Nukman Nukman Nukman Nukman Nukman Nukman Nur Arian Dini Nur Fadhilah Rasyidi Nur Ulmy Mahmud Nurfardiansyah Burhanuddin Nurgahayu Nurgahayu Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurhaedar Jafar Nurhijriah, Suci Nurmiati Muchlis Nuru Ramadhani, Salsabila Nurul Auliya Insani S Nurul Nurul Awalia Nurul Awalia Nurul Faimah Nurul Fairah Nurwahyuni Praniska Rachmah, Qonita Rahim, Inayah Amalia Rahman, Fath Irtaniyah Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Reza Aril Ahri Rezki Aulia Yusuf Rezky Aulia Yusuf Riky Ristanto Gari Rusniati Rusniati S, Lukman Sainul, Salmila Sajidah Hardiyanti Khalid Samad, Anshari Samsualam, Samsualam Sapriadin Saiful Sari, Reski Sarlinda Sairman Sarmadan Sarmadan, Sarmadan Saskia Basruddin Septiyanti Septiyanti, Septiyanti Siti Aulia Rahma Ohorella1 Solly Aryza Subhan Subhan Suchi Avnalurini Sharief Suharni A. Fachrin Suharni A. Fachrin Sumiaty Sundari Sundari Suriani Suriani Surya, Dhiya Atika Syen, Ayu Azizah Syiar Cakke T., Nur Najmah Tias Nugraha, Ninik Triska Susila Nindya Ummi Kalsum Nurais Veni Hadju Wahyuni Munir, Nur Wotok, Nobertus Wuli Yade Kurnia Yasin, Yade Kurnia Yahya Thamrin Yuliana Yuliana Yuliati - Yundari, Yundari Yusriani Nfn Yusriani, Yusriani Yusuf, Rezky Aulia Yusuf, Rezky Aulia Zainal, Nabilah Zartini Zulfianti Zulkhair Burhan Zulkifli Rahman, Zulkifli