Moneca Diah Listiyaningsih
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECTIVENESS OF MUSIC THERAPY IN REDUCING ANXIETY IN THIRD TRIMESTER OF PREGNANCY Eti Salafas; Puji Lestari; Moneca Diah Listiyaningsih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1634

Abstract

The average anxiety experienced by third-trimester pregnant women is higher than the first and second trimester. Anxiety increases as the gestational age get older. If this condition had not to handle, it could impact on pregnancy and during labour. Efforts to overcome anxiety can be made with music therapy. This therapy is therapy without drugs by playing music to pregnant women. Song rhythm, harmony, and beat 60 beats per minute can make the mother calm. The purpose of this study was to determine the level of anxiety of pregnant women before and after the intervention, then analyze the effectiveness of music therapy in reducing anxiety levels. The method used is a quasi-experiment. The population in this study was third-trimester pregnant women in the Ambarawa Puskesmas area with samples taken by purposive sampling of 30 respondents. Data collection carried out in August 2019. The data not normally distributed, so the analysis carried out using the Wilcoxon test with the results that there were different levels of anxiety before and after treatment with music therapy (p = 0.001). The average anxiety score after being given music therapy dropped to 4.47 from 9.53, although it was still in the mild anxiety category. It can be concluded that music therapy is effective in reducing the anxiety level of pregnant women in the third trimester. Music therapy recommended being applied in the management of anxiety on pregnant women in the third trimester. Key Words: Anxiety Level, Music Therapy, Third-trimester, Pregnant Women
Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita Stunting di Desa Tolokan Lestari, Wahyu Indah; Ryan Nabela Maha Rani; Cahyaningrum; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of 2023 data, it shows that 17.7% of infants under 5 years of age (toddlers) are still experiencing nutritional problems. This figure consists of children under five who experience malnutrition by 3.9% and those who suffer from malnutrition by 13.8%. Significantly, there are 17 toddlers who are stunted. The incidence of malnutrition in Indonesia is still a major health problem. The incidence of malnutrition in Indonesia among toddlers in 2018 is still high, namely 17.7% compared to the 2019 RPJMN target of 17%. The high incidence of malnutrition has a negative impact, including the physical and mental growth and mindset of toddlers, which can lead to disability and death. This is due to the low knowledge of mothers about nutrition. Impact of stunting in Indonesia Health impact Failure to thrive (low birth weight, small, short, thin), cognitive and motor development barriers, metabolic disorders in adulthood, non-communicable diseases (diabetes, obesity, stroke, heart disease, etc.). Method This Community Service activity is in the form of providing counseling and training to mothers of toddlers who often experience stunting. The training activities were carried out in Tolokan Village, Kab. This Semarang activity was carried out using the lecture method, discussion and practice of implementing tuina massage. Participants in this activity were mothers of toddlers who experienced stunting and often participated in posyandu activities in Tolokan Village as many as 17 mothers of toddlers with stunting.   Abstrak Berdasarkan hasil data 2023 menunjukkan 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8%. Secara signifikan tolokan ada 17 balita yang mengalami stunting Angka kejadian gizi buruk di Indonesia masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama. Angka kejadian gizi kurang di Indonesia pada balita pada tahun 2018 masih tinggi yaitu 17,7% dibandingkan target RPJMN 2019 sebesar 17%. Tingginya angka kejadian gizi buruk berdampak negatif, antara lain pertumbuhan fisik mental dan pola pikir pada balita, yang dapat mengakibatkan kecacatan dan kematian. Hal ini disebabkan masih rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi. Dampak masalah stunting di Indonesia Dampak kesehatan Gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus), hambatan perkembangan kognitif dan motoric, Gangguan metabolik pada saat dewasa risiko penyakit tidak menular (diabetes, obesitas, stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya). Metode Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah berupa pemberian penyuluhan dan pelatihan pada ibu balita yang sering mengalami stunting. Kegiatan pelatihan dilakukan di Desa Tolokan Kab. Semarang Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik pelaksanaan pijat tuina. Peserta dari kegiatan ini ibu balita yang mengalami stunting dan sering mengikuti kegiatan posyandu di Desa Tolokan sebanyak 17 orang ibu balita dengan stunting. Sebelum dilakukan penyuluhan pijat tuina ibu yang memiliki balita dengan stunting tidak mengetahui tentang manfaat serta gerakan pijat tuina yaitu untuk meningkatkan nafsu makan. Sedangkan setelah dilakukan penyuluhn tentang pijat tuina dan praktik kepada balita masing-masing didapatkan hasil bahwa ibu dapat mengulang kembali beberapa materi yang telah dipaparkan serta mempraktikkan beberapa gerakan yang sudah diajarkan oleh peneliti.
Pijat Tui Na sebagai Upaya Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di Posyandu Desa Kenteng Dinianti, Ayustin; Moneca Diah Listiyaningsih; Vivi Wulandar
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child growth and development is a very important issue and needs serious attention. Growth can be seen from body weight and head circumference, while development can be seen from motor skills, social, emotional, language skills and cognitive abilities. Children's growth and development is influenced by several factors, one of which is influenced by nutritional status. Efforts to overcome feeding difficulties in toddlers can be done using non-pharmacological methods through tui na massage. Based on analysis of observations and discussions with village midwives and local cadres, it was found that the problems faced by village cadres were children aged 1-5 years whose weight did not increase in October and until November, complaints were obtained from each of the children's parents. Most children choose foods they like, such as instant food, which is not good for the health and growth of toddlers. Tui na massage is an effective alternative in increasing appetite in toddlers, apart from consuming vitamins. Tui na massage itself is very easy to apply to mothers at home, and can increase bonding with their children. Tui na massage is one way to overcome feeding difficulties in toddlers, carried out for 6 consecutive days before eating for 30 minutes with 8 series of massages that can overcome eating difficulties. The aim of this community service is to apply tui na massage as a complementary therapy to overcome feeding difficulties in toddlers. Method: Implementation of activities in the form of tui na massage training for mothers of toddlers using lecture, discussion and practice methods. The conclusions obtained after this community service were the pre-test results of respondents in the good knowledge category (50%) in the poor category (30%) and the post-test results of 100% of respondents in the good knowledge category. Apart from that, the skills of the posyandu respondents are also in the good category, shown by the evaluation results with a score of (98%).   Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan masalah yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Pertumbuhan dapat dilihat dari berat badan dan lingkar kepala, sedangkan perkembangan dapat dilihat dari kemampuan motorik, sosial, emosional, kemampuan berbahasa, serta kemampuan kognitif. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya dipengaruhi oleh status gizi. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dapat dilakukan dengan cara non farmakologi melalui pijat tui na. Berdasarkan analisa observasi dan diskusi dengan bidan desa dan kader setempat didapatkan permaslahan yang dihadapi oleh kader desa yaitu anak usia 1-5 tahun dengan berat badan yang tidak meningkat pada bulan oktober dan hingga bulan november, keluhan yang didapatkan dari masing- masing orang tua anak itu kebanyakan anak memilih makanan yang dia sukai seperti makanan instan, yang  dimana ini tidak baik untuk kesehatan dan pertumbuhan balita. Pijat tui na merupakan salah satu alternatif yang efektif dalam meningkatkan nafsu makan pada balita, selain mengkonsumsi seperti vitamin.  Pijat tui na itu sendiri sangat mudah di terapkan pada ibu-ibu dirumah, dan bisa meningkatkan bonding dengan buah hati. Pijat tui na merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesulitan makan pada balita, dilakukan selama 6 hari secara berturut turut sebelum makan selama 30 menit dengan 8 rangkaian pijat yang dapat mengatasi kesulitan makan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk menerapkan pijat tui na sebagai terapi komplementer untuk mangatasi kesulitan makan pada balita. Metode: Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan pijat tui na pada ibu balita dengan metode ceramah, diskusi dan praktik. Kesimpulan yang didapatkan setelah pengabdian masyarakat ini adalah hasil pre-test responden dalam kategori pengetahuan baik (50%) kategori kurang (30%) dan hasil post-test 100% responden dalam kategori pengetahuan baik. Selain itu, keterampilan para responden posyandu juga dalam kategori baik ditunjukkan dengan hasil evaluasi dengan nilai (98%).
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) Pada Ny “S” Umur 25 Tahun di Klinik Rahayu Noviyani, Feni; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate in Central Java Province in 2019 was 359 cases, a decrease compared to the number of maternal death cases in 2018 which was 421 cases. Thus, the maternal mortality rate of Central Java Province decreased from 78.6 per 100,000 live births in 2018 to 76.9 per 100,000 live births in 2019 (Central Java Health Profile 2019). According to the Central Bureau of Statistics Semarang Regency in 2020, the maternal mortality rate rose again in 2020 the maternal mortality rate increased by 25 cases, compared to 2019 which was only 9 people. The cause of death occurred at the time of the mother hami 5 cases. Causes by maternity mothers 8 cases, caused by bleeding 3 cases, by preeclampsy / eclampsia 4 cases, 1 heart disease and the most maternal deaths caused by postpartum mothers, namely as many as 12 cases, namely those caused by postpartum hemorrhage 6 cases, infection 3 cases, covid-19 virus 3 cases (Dinkes Kab. Semarang, 2020). The type of research method (implementation of the final project) used is Case Study (Case Study). The method used by the author is to use case studies by taking the case of II trimester pregnant women with a minimum gestational age of 13-40 weeks. The care provided is comprehensive care ranging from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, and neonates. After doing the care has provided comprehensive obstetric care starting from pregnant women, maternity, postpartum, babies and the results are pregnant normally, maternity normally, babies with normal, and up to birth control. There is no gap between theory and case in Comprehensive Midwifery Care at Mrs. S and By. Mrs. S at Rahayu Clinic.   Abstrak Angka  Kematian   Ibu   di   Provinsi   Jawa   Tengah   pada  tahun  2019 sebanyak 359 kasus, mengalami penurunan dibandingkan jumlah kasus kematian  ibu  pada tahun 2018  yaitu  sebanyak  421 kasus. Dengan demikian, angka kematian ibu Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan dari 78,6 per100.000 kelahiran hidup di tahun 2018 menjadi 76,9 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2019 (Profil Kesehatan Jawa Tengah 2019). Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang Tahun 2020, Angka kematian ibu kembali naik pada tahun 2020 angka kematian ibu meningkat yaitu 25 kasus, dibandingkan dengan tahun 2019 yang lalu yang hanya 9 jiwa. Penyebab kematian terjadi pada saat ibu hami 5 kasus. Penyabab oleh ibu bersalin 8 kasus, disebabkan oleh perdarahan 3 kasus, oleh preeklamsi/eklamsia 4 kasus, 1 penyakit jantung dan yang terbanyak kematian ibu sebabkan oleh ibu nifas yaitu sebanyak 12 kasus yaitu yang disebabkan oleh perdarahan postpartum 6 kasus, infeks 3 kasus, virus covid-19 3 kasus (Dinkes Kab. Semarang, 2020). Jenis metode penelitian (pelaksanaan tugas akhir) yang digunakan adalah Study penelahan kasus (Case Study). Metode yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi kasus dengan cara mengambil kasus ibu hamil trimester II dengan usia kehamilan minimal 13-40 minggu. Asuhan yang diberikan adalah asuhan secara komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan neonatus. Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjagan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. S dan By. Ny. S di Klinik Rahayu.
Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Masyakarat dalam Meningkatkan Nafsu Makan Melalui Pijat Tui Na di RW II Desa Kalirejo Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang Bq. Yulia Sri A; Munasifah; P. R, Arina Manasika; Rahmadhani, Tesa Dwiputri; Atika Rizki Suryani; Andy Ulmi Aprilani; Agan Sridewi; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a collection of people who have at least one characteristic in common such as geography, occupation, ethnicity, interests and others. Alternative complementary medicine is non-conventional treatment aimed at improving public health status including promotive, curative, preventive and rehabilitative efforts. Public health can be improved by providing information about  health  through  counseling  activities.  Providing information during pregnancy, childbirth, postpartum can increase the mother's knowledge so that it influences her behavior  in  the  care  of  pregnancy,  childbirth  and postpartum. In community service activities there are health problems related to toddlers. Toddlers are children under the age of 5 years who have the characteristics of being 1-3 years old and preschool children (3-5 years).. During this period children are also vulnerable to high morbidity because are more likely to get sick, which can cause a decrease in appetite. Toddlers need three things for optimal growth and development, namely nutrition (nurture and environment), affection (affection) and sharpness (stimulation). The eating habits of 1 year old babies are mostly passive, usually this problem appears at the age of 1 year. Loss of appetite is often caused by subsequent eating disorders. the occurrence of eating difficulties. This is because at that age children can choose the foods they like and only the foods they like. Difficulty eating in children has a negative impact on children. This effect not only affects health, but also affects daily activities as well as children's growth and development. The consequences of eating difficulties include malnutrition. Efforts to overcome eating difficulties in toddlers are carried out using non-pharmacological methods through tui na massage. Implementation          is          by        counseling       about complementary therapies in midwifery services, namely prenatal yoga, breast care, oxytocin massage. This activity involved health workers from the Jenar Village Midwife and the community, especially pregnant  women  and postpartum women. This community was carried out in Jenar Village, Jenar District, Sragen Regency. implementation time in November 2022. Participants in this Community activity were catin women with a total of 1 person, pregnant women with a total of 16 people, toddlers with a total of 98 people and postpartum mothers with a total of 1 person. The activity is carried out in stages (1) providing an explanation of the purpose of the activity; (2) provide education about complementary therapies and their benefits for maternal health (3) train pregnant women and postpartum mothers to do prenatal yoga, and breast care, oxytocin massage (4) provide explanations of knowledge about pregnancy planning to prospective brides (5) provide explanations and education about stimulation of growth and development in toddlers. The activity showed that there was an increase in the knowledge of the bride and groom regarding pregnancy planning, mothers of toddlers regarding stimulation of child growth and development, pregnant women and postpartum mothers about complementary therapy, after counseling and education for prospective brides and toddlers, then prenatal yoga, breast care and oxytocin massage for pregnant women and postpartum women who feel that there are benefits for physical and psychological health. After carrying out this community activity, there was an increase in public knowledge, especially prospective brides, mothers under five, pregnant women, postpartum mothers about counseling on pregnancy planning, stimulation of growth and development in children, classes for pregnant women, prenatal yoga, counseling for postpartum mothers, breast care, oxytocin massage, and after counseling the bride and groom, mothers of toddlers, pregnant women, postpartum mothers want to take part in this community activity.   Abstrak Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama. Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mereka tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat terdapat permaslahan kesehatan terkait dengan balita, Balita merupakan anak di bawah usia 5 tahun yang memiliki ciri-ciri berusia 1-3 tahun dan anak prasekolah (3-5 tahun).. Pada masa tersebut anak juga rentan terjadi morbiditas tinggi karena lebih cenderung sakit, yang dapat menyebabkan penurunan nafsu makan. Balita membutuhkan tiga hal untuk tumbuh kembang yang optimal, yaitu nutrisi (pengasuhan dan lingkungan), kasih sayang (kasih sayang) dan ketajaman (stimulasi) Kebiasaan makan bayi usia 1 tahun kebanyakan pasif, biasanya masalah ini muncul pada usia 1 tahun. Kehilangan nafsu makan sering kali disebabkan oleh gangguan makan selanjutnya. terjadinya masalah kesulitan makan. Hal ini disebabkan pada usia tersebut anak sudah bisa memilih -milih makanan yang disukainya dan hanya makanan yang disukai. Kesulitan makan anak berdampak negatif pada anak. Efek ini tidak hanya mempengaruhi kesehatan, tetapi juga mempengaruhi aktivitas sehari-hari serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Konsekuensi dari kesulitan makan antara lain malnutrisi, upaya dalam mengatasi kesulitan makan pada balita dilakukan dengan cara non farmakologi melalui pijat tui na. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat  dengan memberikan penyuluhan tentang terapi komplementer Pijat Tui na pada balita  Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan Bidan Desa Kalirejo dan masyarakat khususnya Ibu yang memiliki balita,  Komunitas ini dilakukan di Desa Kalirejo Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. waktu pelaksanaan pada bulan Desember tahun 2023. Peserta kegiatan Komunitas ini adalah ibu hamil jumlah 1 orang, balita dengan jumlah 17 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan (1) memberikan penjelasan tentang tujuan kegiatan; (2) memberikan edukasi tentang terapi komplementer dan  manfaatnya bagi Kesehatan ibu dan Balita (3) melatih balita melakukan pijat Tui na,(4) memberi penjelasan pengetahuan tentang pijat tui na dalam meningkatkan nafsu makan pada balita, Kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan  pendidikan  kesehatan       pada ibu hamil dalam mengurangi nyeri pungung dan balita tentang manfaat pijat Tui na untuk meningkatkan nafsu makan, setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi untuk ibu hamil dan balita merasakan ada manfaat bagi kesehatan fisik dan psikis. Setelah dilakukan kegiatan komunitas ini terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil dan balita tentang penyuluhan  tentang cara mengurangi nyeri punggung  dan pijat Tui na dalam meningkatkan nafsu makan kemudian ibu dan balita mau mengikuti kegiatan komunitas ini
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc) pada Ny. Aw Umur 24 Tahun di Klinik Darma Wahyu Agung Munasifah; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate in Central Java Province in 2019 was 359 cases, a decrease compared to the number of maternal death cases in 2018 of 421 cases. Thus, the maternal mortality rate of Central Java Province decreased from 78.5 per 100,000 live births in 2018 to 76.9 per 100,000 live births in 2019 (Central Java Health Profile 2019). According to the Semarang Regency statistics agency in 2020, The maternal mortality rate rose again to 25 cases, compared to 9 in 2019. The cause of death occurred in pregnant women 5 cases. The causes by maternity mothers are 8 cases, caused by bleeding 3 cases, caused by preeclampsy / eclampsy 4 cases, 1 heart disease and the most maternal deaths caused by postpartum mothers, which are as many as 12 cases, namely those caused by postpartum hemorrhage 6 cases, infection 3 cases, covid-19 virus 3 cases (Dinkes Kab. Semarang, 2020). Midwifery Care Continuity of Care (COC) is a continuous midwifery care given to mothers and babies starting at the time of pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning, with COC care, the development of the mother's condition at any time will be well monitored, besides that continuous care carried out by midwives can make mothers more trusting and open because they already know the giver of care, midwifery care in COC is one of the efforts to reduce Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (AKB) (Diana, 2017). Descriptive and the type of descriptive research used is a case study (Case Study), which is by examining a problem through a case consisting of a single unit. A single unit here can contain one person, a group of residents affected by a problem. Data collection techniques use primary data and primary data. After carrying out care, they have provided comprehensive obstetric care starting from pregnant women, maternity, postpartum, infants and the results are pregnant normally, maternity normally, babies with normal, and up to birth control. There is a gap between theory and case in midwifery comprehensive care in Ny. AW in Klinik Darma Wahyu Agung      Abstrak Angka Kematian Ibu di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019 sebanyak 359 kasus, mengalami penuratan dibandingkan jumlah kasus kematian  ibu pada tahun 2018 sebanyak 421 kasus. Dengen demikan angka kematian ibu Provins Jawa Tengah mengalami penurunan dari 78,5 per100.000 kelahiran hidup di tahun 2018 menjadi 76,9 per 100:000 kelahiran hidup pada tahun 2019 (Profil Kesehaton Jawa Tengah 2019). Menurut pusat badan statistik Kabupaten Semarang tahun 2020, Angka kematian ibu kembali naik yaitu 25 kasus, dibandingkan dengan tahun 2019 yang lalu hanya 9 jiwa. Penyebab kematian terjadi pada ibu hamil 5 kasus. Penyebab oleh ibu bersalin 8 kasus, disebabkan perdarah 3 kasus, disebabkan preeklamsi/eklamsi 4 kasus, 1 penyakit jantung dan yang terbanyak kematian ibu sebabkan oleh ibu nifas yaitu sebanyak 12 kasus yaitu yang disebebkan oleh perdarahan postpartum 6 kasus, infeks 3 kasus, virus covid-19 3 kasus (Dinkes Kab. Semarang, 2020). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu dan bayi dimulai pada saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana, dengan adanya asuhan COC maka perkembangan kondisi ibu setiap saat akan terpantau dengan baik, selain itu asuhan berkelanjutan yang dilakukan bidan dapat membuat ibu lebih percaya dan terbuka karena sudah mengenal pemberi asuhan, asuhan kebidanan secara COC adalah salah satu upaya untuk menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) (Diana, 2017). Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal disini dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Teknik Pengumpulan data mengunakan data sekundar dan data primer. Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Terdapat kesenjagan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. AW dan By. Ny. AW di Klinik Dharma Wahyu Agung
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) dengan Anemia Ringan dan KEK Ni Kadek Cahyaningsih; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (COC) care is continuous care from pregnancy to family planning (KB) as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (AKI) and Infant Mortality Rate (AKB). The purpose of providing obstetric care to Mrs. V in a comprehensive manner (Continuity Of Care) includes pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates to family planning. The method used in this study is the data collection method, namely using interviews, observations with data Primary and secondary through the KIA Book, physical examinations and this research began from November-December 2023 to document research using SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity Of Care) on Mrs. V from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and neonate, Mrs. V was found to be 20 years old G1P0A0 gestational age 36 weeks and 4 days problems were found, namely mild anemia and KEK, Childbirth to Mrs. V was carried out at PMB. The postpartum period is normal with no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal suture wounds. In newborns with normal anthropometric examination results, it was decided to use birth control implants. After comprehensive obstetric care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, BBL, and family planning, the results of the care went smoothly and the mother and child were in good condition. It is hoped that later clients will be able to apply the counseling that has been given during the pregnancy visit, puerperium, newborns and neonates so that they can provide health benefits to mothers and babies and increase maternal knowledge about pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates.   Abstrak Asuhan Continuity of care (COC) merupakan asuhan secara berkesinambungan dari hamil sampai dengan kelurga berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan memberikan asuhan kebidanan Pada Ny V secara Komperehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sampai KB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan November-Desember 2023 pendokumentasian penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara Komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny V dari kehamilan, masa persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus didapatkan Ny. V usia 20 Tahun G1P0A0 usia kehamilan 36 minggu 4 hari ditemukan masalah yaitu anemi ringan dan KEK, Persalinan pada Ny. V dilakukan di PMB. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka jahit perineum. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, memutuskan menggunakan KB implant. Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, BBL, dan KB didapatkan hasil asuhan berjalan dengan lancar serta ibu dan anak dalam kondisi baik. Diharapkan nanti klien agar bisa menerapkan konseling yang telah diberikan selama kunjungan hamil, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan pada ibu dan bayi dan menambah ilmu pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus.
Pijat Common Cold untuk Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi Balita di Klinik Ibnu Sina Balikpapan Ida Nur Ramadhana; Arrachim, Sakinah; Listiyaningsih, Moneca Diah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coughs and colds are symptoms of upper respiratory tract infections in children under 5 years of age. ARI is the main cause of morbidity and mortality from infectious diseases throughout the world. ISPA is also the third cause of death in the world. The problem of coughs and colds in toddlers is often encountered, because the toddler's immune system is still low so they are very susceptible to contracting viruses. Parents whose children have coughs and colds think this is a normal thing that happens to toddlers. Late and inappropriate treatment for coughs and colds can make a toddler's condition worse, resulting in seizures. Common cold massage aims to overcome the problem of coughs and colds by improving blood circulation and increasing immunity so that the child's body can be healthy and eliminate viruses or bacteria that cause coughs and colds in toddlers. The aim of this community service is to increase mothers' knowledge about common cold massage to treat coughs and colds in babies and toddlers through health education. Counseling was conducted to 20 mothers who have babies and toddlers at the Ibnu Sina Clinic in Balikpapan through interactive lectures and discussions to evaluate mothers' knowledge about common cold massage. An indicator of the success of this counseling is that mothers can apply common cold massage to treat coughs and colds in babies and toddlers.   Abstrak Batuk dan pilek merupakan gejala infeksi saluran pernapasan atas pada anak usia di bawah 5 tahun. ISPA yaitu penyebab utama morbiditas dan mortalitas dari penyakit menular di seluruh dunia. ISPA juga merupakan penyebab kematian ketiga di dunia. Masalah batuk pilek pada balita sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita yang masih rendah sehingga sangat rentan terjangkit virus. Orang tua yang anaknya mengalami batuk pilek menganggap itu merupakan hal yang wajar terjadi pada balita. Penanganan yang terlambat dan kurang tepat terhadap batuk pilek dapat memperparah keadaan balita sehingga terjadi kejang. Pijat common cold bertujuan untuk mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkat daya imunitas sehingga tubuh anak bisa sehat dan mengeliminasi virus atau bakteri penyebab batuk pilek pada balita. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat common cold untuk mengatasi batuk dan pilek pada bayi dan balita melalui penyuluhan kesehatan. Penyuluhan dilakukan kepada 20 ibu yang memiliki bayi dan balita di Klinik Ibnu Sina Balikpapan melalui ceramah interaktif dan diskusi untuk mengevaluasi pengetahuan ibu tentang pijat common cold. Indikator keberhasilan penyuluhan ini adalah ibu dapat menerapkan pijat common cold sebagai salah satu cara untuk mengatasi batuk pilek pada bayi dan balita.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Post Partum di Klinik Umum dan Rumah Bersalin Amanda Oku Timur: The Influence of Oxytocin Massage on The Efectiveness of Breast Milk Production in Post Pasrtum Mothers at The General Clicic and Delivery House Off Amanda Oku Timur Oni Elena; Moneca Diah Listiyaningsih
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.344

Abstract

Breast milk is the best food because it contains all the nutrients in the ideal amount and composition needed by babies. Unsmooth milk production on the first day of delivery can be caused by a lack of stimulation of the hormone oxytocin which plays a very important role in milk production. At the research site, the efforts made to expedite breast milk production were only giving breast milk facilitating drugs, non-pharmacological efforts to expedite breast milk production, one of which was oxytocin massage, had never been given so that this encouraged mothers to meet their baby's needs by giving formula milk because some mothers do not like to drink drug.To determine the effect of oxytocin massage on the smooth production of breast milk in post partum mothers at the Amanda Oku Timur General Clinic and Maternity Hospital. This study used a Quasi-Experimental method with a pre-experimental approach, namely one group pretest and posttest design. The population in this study were all post partum mothers as many as 30 respondents in June. The sample in this study was part of the total population of 15 respondents 2 days post partum mothers who met predetermined criteria. The sampling technique used purposive sampling, observation sheet data collection instruments, statistical tests used the Wilcoxon Matched Pairs Signed Test.Based on the results of statistical tests using the Wilcoxon test, it was found that the p-value on the frequency of breastfeeding babies and the frequency of infant BAK was 0.001, at α 5%, which means the p-value < α. So it can be significant that there is an effect of oxytocin massage on the smooth production of breast milk in post partum mothers at the Amanda Oku Timur General Clinic and Maternity Hospital. Based on the analysis that has been done, oxytocin massage is effective for smooth milk production. There is an effect of oxytocin massage on the smooth production of breast milk, because there is a significant difference between the smooth production of breast milk before and after treatment. It is suggested that health workers, especially midwives, can socialize the benefits of oxytocin massage as an effort to expedite milk production.   ABSTRAK ASI merupakan makanan terbaik karena mengandung zat gizi dengan jumlah dan komposisi ideal yang dibutuhkan bayi. Ketidaklancaran produksi ASI hari pertama melahirkan dapat disebabkan kurangnya rangsangan hormone oksitosin yang sangat berperan dalam produksi ASI. Ditempat penelitian upaya yang diberikan untuk melancarkan produksi ASI hanya memberikan obat pelancar ASI, Upaya nonfarmakologis untuk melancarkan produksi ASI salah satunya pijat oksitosin belum pernah diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di Klinik Umum dan Rumah Bersalin Amanda Oku Timur. Penelitian ini menggunakan jenis metode Quasi Eksperimen dengan pendekatan pre eksperiment yaitu one group pretest dan posttest design. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu post partum 30 responden pada bulan Juni. Sampel pada penelitian ini 15 responden ibu post partum 2 hari yang memenuhi criteria. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, instrumen pengumpulan data lembar observasi, uji statistic yang digunakan Wilcoxon Matched Pairs Signed Test.Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan uji Wilcoxon didapatkan p-value pada frekuensi menyusui bayi dan frekuensi BAK bayi sebesar 0,001, pada α 5% yang artinya p-value < α. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di Klinik Umum dan Rumah Bersalin Amanda Oku Timur. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pijat oksitosin efektif untuk kelancaran produksi ASI. Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI, ada perbedaan yang signifikan antara kelancaran produksi ASI sebelum dan setelah perlakuan. Saran agar petugas kesehatan khususnya bidan dapat mensosialisasikan manfaat pijat oksitosin sebagai upaya melancarkan produksi ASI.
Pengaruh Endorphin Massage terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Post Partum di RSUD Ratu Aji Putri Botung: Effect of Endorphin Massage on Smooth Milk Productionto A Post Partum Mother at Ratu Aji Putri Botung Hospital Rini Septianasari; Moneca Diah Listiyaningsih
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.401

Abstract

Coverage of exclusive breastfeeding in Penajam Paser Utara district in 2021 is 31.8% of the target of 75%, so coverage of exclusive breastfeeding has not been met. not enough. One of the non-pharmacological treatments to increase breast milk is by doing endorphin massage to increase milk production so as to provide the comfort and relaxation that postpartum mothers really need.To determine the effect of endorphin massage on the smooth production of breast milk in post partum mothers at Ratu Aji Putri Botung Hospital. This study used a type of quantitative research method with a pre-experimental approach, namely one group pretest-posttest design. The population in this study were all post partum mothers as many as 30 respondents in June. The sample in this study was part of the total population of 15 respondents post partum mothers 2 days that meet predetermined criteria. The sampling technique used purposive sampling. Observation sheet data collection instrument, statistical test used Wilcoxon Matched Pairs Sign Test. Based on the results of statistical tests using the Wilcoxon test that the p-value is 0.000 and 0.001 or less than 0.05 which means that the p-value < α. So it can be concluded that there is an effect of endorphin massage on the smooth production of breast milk in post partum mothers at Ratu Aji Putri Botung Hospital. The conclusion from this study is that there is an effect of Endorphin Massage on the smooth production of breast milk because there is a significant difference between the smooth production of breast milk before and after treatment.   ABSTRAK Cakupan ASI Esklusif di kabupaten Penajam Paser Utara pada  tahun 2021 sebesar 31,8% dari target 75 % sehingga cakupan ASI Esklusif belum tepenuhi.Penyebab kegagalan pemberian ASI esklusif tersebut adalah masalah yang dialami ibu post partum dalam produksi asi salah satunya sindrom asi kurang. Penanganan non farmakologis untuk memperbanyak ASI salah satunya adalah dengan melakukan endorphin massage untuk meningkatkan produksi ASI sehingga memberikan kenyamanan dan relaksasi yang sangat dibutuhkan ibu nifas. Untuk mengetahui pengaruh endorphin massage terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di RSUD Ratu Aji Putri Botung. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan pre eksperimen yaitu one group pretest-posttest design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum sebanyak 30 responden pada bulan Juni.Sampel pada penelitian ini sebagian dari jumlah populasi 15 responden ibu post partum 2 hari yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposivesampling. Instrumen pengumpulan data lembar observasi,uji statistic yang digunakan Wilcoxon Matched Pairs Sign Test. Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan ujiWilcoxon bahwa p-value 0,000 dan 0.001 atau kurang dari 0.05 yang berarti bahwa p-value< α. Sehinggadapatdisimpulkan ada pengaruh endorphin massage terhadap kelancaran produksi ASI pada ibupostpartumdi RSUD Ratu Aji Putri Botung. Kesimpulan dari penelitian ini adalahAda pengaruh Endorphin Massage terhadap kelancaran produksi ASI karena ada perbedaan yang signifikan antara kelancaran produksi ASI sebelum dan sesudah perlakuan.
Co-Authors Agan Sridewi Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andini Putri, Andini Andy Ulmi Aprilani Anggraini Khoirum Ningdiah Anggun Mita Arismaya Anis Pravitasari Anisa Puspitasari Ari Andayani Ari Andayani Ari Andayani Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Arismaya, Anggun Mita Arrachim, Sakinah Atika Rizki Suryani Azelia Dwijayanti Bq. Yulia Sri A Cahyaningrum Chichik Nirmasari Chicin Jesika Ardiyanti Chusnul Khotimah Cici Prizkila Damayanty, Thisna Devitasari Yulistian Dewi Nurani Suci Dinianti, Ayustin Eni Tri Sudarman Eti Salafas Feni Noviyani Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani, Aice Bela Fransiska Bertha Verdiawati Gresloan, Anny Hairunisa Hanifah Khoeriah Hanum, Puspita hapita Hapsari Windayanti Heni Mardalena Heni Setyowati Ida Nur Ramadhana Ida Ristiani Ika Niilawati Ika Nilawati Indri Mulyasari Irmasari - Isfaizah Isri Nasifah Isri Nasifah Kurniawati Lestari, Puji Lestari, Wahyu Indah Lisa Komalasari Mardianita Aulia Icwanti Misnawati Munasifah Murniati Sari Mursini Muzayarah Natalia Adhy Wulandari Natalia Ice Nelli Anggriyani Ni Kadek Cahyaningsih ningsih, Diah ayu Ninik Christiani Ninik Christiani, S.Si T., M.Kes Nova Oktaviani Noviyani, Feni Nurul Khomariah Oni Elena P. R, Arina Manasika Puji Afiatna Putri Alifia Akhmad Putri Alifia Akhmad Putri, Risma Aliviani Qonitatun, Anisa Rahmadhani, Tesa Dwiputri Ratna Ningrum, Riana Retno Sari Oktapianti Riandari, Dian Ayu Rini Septianasari Ryan Nabela Maha Rani Sari, Eva Desita Shofiula, Niswatul Jannah Sinta Nuryah Siti Hardi Yanti Cahyati Susi Purwanti Susi Purwanti Syifa Fauziah Syifa Fauziah TATI NURHAYATI Uli Amri Ma’rifah Veftisia, Vistra Vivi Wulandar Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Widyaningsih, Ari Yola Sartika Yola Sartika yosi febri Yulia Nur Khayati