Moneca Diah Listiyaningsih
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kombinasi Prenatal Yoga dan Senam Hamil Terhadap Tingkat Kecemasan dan Lama Persalinan Kala I pada Ibu Hamil Trimester III Puji Lestari; Risma Aliviani Putri; Moneca Diah Listiyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.157 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.271

Abstract

Kecemasan ibu hamil adalah reaksi ibu hamil terhadap perubahan dirinya dan lingkungan yang membawa perasaan tidak senang atau tidak nyaman. Kecemasan  pada ibu bersalin kala I bisa berdampak meningkatnya sekresi adrenalin menyebabkan lemahnya kontraksi rahim dan berakibat memanjangnya proses persalinan lama. Metode relaksasi yang dapat diterapkan pada ibu hamil yaitu dengan prenatal yoga dan senam hamil yang dapat menurunkan hormon kortisol dan meningkatkan hormon endorphin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi prenatal yoga dan senam hamil terhadap tingkat kecemasan dan lama persalinan kala I pada Ibu hamil Trimester III. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan rancangan Non-Equivalen Control Group Desain. Populasi dalam penelitian berjumlah 30 ibu hamil TM III yang terbagi menjadi 2 kelompok, 15 ibu hamil TM III dengan perlakuan dan 15 ibu  hamil TM III sebagai kontrol. Hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan lama persalinan kala I pada kelompok experimen dan kontrol didapatkan hasil bahwa rata-rata lama persalinan kala I pada kelompok eksperimen (yang melakukan prenatal yoga dan senam hamil) yaitu 3,7 jam dan pada kelompok kontrol yaitu rata-rata yaitu 5,9 jam. Hasil penelitian gambaran tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen dan kontrol didapatkan hasil rata-rata skor kecemasan 21,7, sedangkan kontrol 32,2. Analisa bivariat kombinasi prenatal yoga dan senam hamil terhadap lama persalinan kala I menggunakan uji T-Test Independent karena berdistribusi normal. Artinya terdapat pengaruh kombinasi prenatal yoga dan senam hamil terhadap kecemasan pada ibu hamil Trimester  yang menghadapi persalinan.  Analisis pengaruh prenatal yoga dan senam hamil terhadap kecemasan pada  ibu  hamil  TM  III dalam menghadapi  proses  persalinan  menggunakan  menggunakan uji T-Test Independent karena data berdistribusi normal. Artinya terdapat pengaruh kombinasi prenatal yoga dan senam hamil terhadap kecemasan pada ibu hamil Trimester  yang menghadapi persalinan.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Post Partum Moneca Diah L; Risma Aliviani Putri; Fiktina V
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.826 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i1.1543

Abstract

Breastfeeding self efficacy is the self-confidence that mothers have in terms of breastfeeding that can predict whether the mother will decide to breastfeed, how much effort is made to breastfeed, whether to have a constructive or destructive mindset and how to respond to various problems and difficulties during breastfeeding. Research shows that breastfeeding self-efficacy is an important factor associated with the initiation, duration and exclusion of breastfeeding. The purpose of this study was to analyze factors associated with breastfeeding self efficacy in postpartum mothers. The study was conducted at PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb, Kandangan Village bawen district of Semarang regency. Research design using analytical surveys with a sample of 30 postpartum mothers. Data analysis with descriptive analysis methods The results of the Chi Square test obtained a p-value of 1,000, because the p-value of 1,000>α (0.05), then there was no significant association between maternal age and breastfeeding self efficacy. Chi Square test results obtained a p-value of 0.011. Because of p-value 0.011<α (0.05), there is a significant relationship between parity and breastfeeding self efficacy in PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb Kandangan Village. The odd ratio is 10.83. This suggests that primipara mothers have a 10.83 times greater risk of having low breastfeeding self efficacy, compared to multipara mothers. The conclusion of this study in maternal age showed no association with breast feeding self efficacy of postpartum mothers while parity showed there was a significant association to breastfeeding self efficacy of postpartum mothers in PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. KebAbstrak Breastfeeding self efficacy merupakan keyakinan diri yang dimiliki oleh ibu dalam hal menyusui yang dapat memprediksi apakah ibu akan memutuskan untuk menyusui, sebesar apa upaya yang dilakukan untuk menyusui, apakah mempunyai pola pikir yang membangun atau merusak dan bagaimana cara merespon berbagai masalah dan kesulitan selama menyusui. Penelitian menunjukan bahwa breastfeeding self efficacy adalah faktor penting yang berhubungan dengan inisiasi, durasi dan keeksklusifan menyusui. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan breastfeeding self efficacy pada ibu postpartum.  Penelitian ini dilaksanakan di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb, Desa Kandangan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan sampel 30 ibu postpartum. Analisis data dengan metode descriptive analysis  Hasil penelitian didapatkan uji Chi Square diperoleh p-value sebesar 1,000, karena p-value 1,000>α (0,05), maka tidak ada hubungan secara signifikan antara umur ibu dengan breastfeeding self efficacy. Hasil uji Chi Square diperoleh p-value sebesar 0,011. Oleh karena p-value 0,011<α (0,05), maka ada hubungan secara signifikan antara paritas dengan breastfeeding self efficacydi PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb Desa Kandangan. Hasil nilai Odd Rasio diperoleh sebesar 10,83. Ini menunjukkan bahwa ibu primipara memiliki resiko 10,83 kali lebih besar memiliki breastfeeding self efficacy rendah, dibandingkan ibu multipara Simpulan dari penelitian ini usia ibu menunjukkan tidak ada hubungan dengan breast feeding Self Efficacy ibu postpartum sedangkan paritas menunjukan ada hubungan yang signifikan terhadap Breastfeeding Self Efficacy ibu postpartum di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb.
Pekerjaan dan Dukungan Sosial Terhadap Breastfeeding Self Efficacy Ibu Post Partum Risma Aliviani Putri; Moneca Diah Listiyaningsih; Fiktina Vifri Ismiryan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.938 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1934

Abstract

The exclusive breastfeeding program continues to be intensified as one of the efforts to reduce stunting in Indonesia. Data on exclusive breastfeeding in babies 0-6 months in Indonesia in 2019 amounted to 66.69% and decreased to 66.1% in 2020. Many factors affect exclusionary breastfeeding including work and social support to breastfeeding mothers. The purpose of this study is to determine the relationship between work and social support to the self-efficacy of post partum mothers.The research design uses descriptive studies with a cross-sectional approach. The sampling technique uses Purposive Sampling based on inclusion and exclusion criteria. The study population was all postpartum mothers treated at PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb. The sample in this study was a puerperal mother who gave birth at PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST. Keb. The results of this study showed that working mothers mostly had low Breastfeeding Self Efficacy, a total of 11 people (61.1%). While mothers with good social support mostly have high Breastfeeding Self Efficacy, a total of 14 people (82.4%). It is hoped that postpartum mothers and breastfeeding mothers can increase their self-efficacy as a result of the success of exclusive breastfeeding.Abstrak Program pemberian ASI eksklusif terus digencarkan sebagai salah satu upaya menurunkan stunting di Indonesia. Data pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Indonesia tahun 2019 sebesar 66,69% dan terjadi penurunan menjadi 66,1% pada tahun 2020. Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif diantaranya pekerjaan dan dukungan sosial kepada ibu menyusui. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pekerjaan dan dukungan sosial terhadap self efficacy ibu post partum. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling yang berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu postpartum yang dirawat di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb sejumlah 33. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu post partum yang melahirkan di PMB Ignasia Tripuji Astuti, S.ST.Keb. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang bekerja sebagian besar memiliki Breastfeeding Self Efficacy yang rendah, sejumlah 11 orang (61,1%). Sedangkan ibu dengan dukungan sosial baik sebagian besar memiliki Breastfeeding Self Efficacy tinggi, sejumlah 14 orang (82,4%). Diharapkan ibu nifas dan ibu menyusui dapat meningkatkan self efficacynya sebagai upanya keberhasilan pemberian ASI Ekslusif
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Sopan Santun Mahasiswa Baru Prodi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo Tahun 2022 Wahyu Kristiningrum; Moneca Diah Listiyaningsih; Risma Aliviani Putri
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.07 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1954

Abstract

Introduction: Polite. Courtesy is a desirable trait and a fair value. The term "politeness" refers to the attitude or behavior of individuals who respect other people and are friendly in communicating with people who are interacting with them. (Djuwita, 2017). Respect for others can be shown through one's words, deeds, or actions. Lately, many teenagers who behave politely at school have started to disappear. Like when a teenager talks to a teacher, he doesn't use polite language and treats the teacher like a friend. Often we hear someone swearing and saying dirty words in the family, neighborhood, and local area, and sometimes even in the educational environment. This impolite attitude and behavior are usually in uenced by friends, neighbors, and people who are older than students, as well as by families or environments that are used to using foul language. It is even in uenced by unscrupulous persons who can be provoked through social media, such as television dramas or serial lms on YouTube, Facebook, Instagram, and other platforms. Politeness is an attitude or behavior that is orderly and follows customs or norms. It is a daily gesture of mutual respect, kindness, humility, and a willingness to help others. Manners are part of ethical terminology, which is always associated with moral terminology or moral philosophy. From two Greek words, the word ethics comes from its etymology: ethos as well as ethos The term "ethos" refers to nature, "customs". character," and "ordinary location." Etichos refers to conduct, good deeds, decency, and morality. Mores, meaning "is," is the Latin word for morals. Lately, many teenagers have lost manners in the school environment. For example, a teenager speaks the polite language to a teacher and considers a teacher like a friend so that he is free to speak without using polite language. (Kompasiana.com, 2022). This impolite attitude and behavior are usually in uenced by the family or environment that used to say dirty or obscene words, the in uence of friends, neighbors, and people who are older than students. Even the in uence of immoral people who provoke them through social media such as drama/ lm series on television, youtube, Facebook, Instagram, WhatsApp, and so on. This research uses a quantitative descriptive research design, namely to describe the characteristics of the population or phenomenon being studied. The population in this study were all new students of the undergraduate midwifery study program with a total of 29 respondents. Research Sample: Sampling using total sampling with a total sample of 29 respondents. The method of collecting data is using a questionnaire that has been adopted in the form of a statement. Time to ll out the questionnaire on August 26, 2022. The data analysis used in this study was univariate analysis which aimed to nd out the description, knowledge, attitudes, and polite behavior of new students of the midwifery study program, Faculty of Health, Ngudi Waluyo University. The results of the courtesy study for new students of the Midwifery Study Program Undergraduate Program, Faculty of Health, Ngudi Waluyo University, namely good knowledge with a positive attitude of 93.3%, good knowledge with a negative attitude of 6.7%. Good knowledge with positive behavior of 86.67%, good knowledge with negative behavior of 13.33%. The study obtained an overview of the conclusion that the manners of new students are mostly in the category of good knowledge and have positive attitudes and behavior. although there is still a lack of knowledge and negative attitudes and behaviors, this is a joint effort to build each other up so that when you become a midwife, good attitudes and behaviors are formed for all students. The development of the times and technology, especially digital can affect students' polite behavior. For this reason, research still needs to be carried out on the in uence of the times and digital technology on student politeness.Abstrak Sopan santun adalah sifat yang disukai dan nilai yang wajar. Istilah “kesopanan” mengacu pada sikap atau perilaku individu yang menghormati orang lain dan ramah dalam berkomunikasi kepada orang yang sedang berinteraksi dengannya. (Djuwita, 2017). Menghargai dan memahami orang lain dapat ditunjukkan melalui ucapan, perbuatan, atau tindakan seseorang. Belakangan ini banyak remaja yang berperilaku sopan santun di kampus sudah mulai menghilang. Seperti ketika seseorang mahasiswa berbicara dengan seorang dosen, dia tidak menggunakan bahasa yang sopan dan memperlakukan dosen seperti seorang temannya. Sering kita mendengar seseorang mengumpat dan mengatakan perkataan kotor di lingkungan keluarga, tetangga dan daerah setempat, dan kadang-kadang bahkan dalam lingkungan pendidikan. Sikap dan perilaku tidak sopan ini biasanya dipengaruhi oleh teman, tetangga, dan orang yang lebih dewasa dari mahasiswa, juga seperti oleh keluarga atau lingkungan yang terbiasa menggunakan bahasa kotor. Bahkan dipengaruhi oleh oknum yang tidak bermoral yang dapat memprovokasi melalui media sosial, seperti drama televisi atau film serial di YouTube, Facebook, Instagram, dan platform lainnya. Kesopanan adalah sikap atau perilaku yang tertib dan sesuai dengan adat atau norma. Itu adalah sikap sehari-hari untuk saling menghormati, kebaikan, kerendahan hati, dan kesediaan untuk membantu orang lain. Sopan santun ialah istilah bagian dari terminologi etika, yang selalu dapat dikaitkan dengan istilah terminologi moral atau filsafat moral. Dari dua kata Yunani, kata etika berasal dari etimologinya: etos dan juga ethikos Istilah "ethos" mengacu pada alam, "kebiasaan". karakter," dan "lokasi biasa." Etikhos mengacu pada perilaku, perbuatan baik, kesopanan, dan moralitas. Mores, yang berarti "adalah," adalah kata Latin untuk moral. Akhir-akhir ini banyak seorang remaja yang sikap sopan santun dilingkungan kampus hilang. Contoh seorang remaja. berbicara dengan seorang dosen. tidak menggunakan bahasa yang sopan dan menganggap seorang dosen tersebut seperti temannya sendiri sehingga mereka beba berbicara tanpa menggunakan bahasa yang sopan.(Kompasiana.com, 2022). Perbuatan sikap dan perilaku yang tidak sopan ini, seringnya dipengaruhi oleh keluarga atau lingkungan yang terbiasa berkata kotor atau jelek, pengaruh teman, tetangga, orang-orang yang lebih tua dari mahasiswa. Bahkan pengaruh dari orang-orang tidak berakhlak yang memprovokasi. Lewat media sosial seperti drama/ film cerita bersambung di televisi, youtube, facebook, instagram, whats'up dan lain sebagainya. dalam pelaksanaan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif yaitu untuk menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru prodi kebidanan program sarjana sejumlah 29 responden. Sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden. Metode pengumpulan data adalah menggunakan kuesioner yang telah diadopsi berupa pernyataan. Waktu pengisian kuesioner pada tanggal 26 Agustus 2022. Analisis data yang digunakan dalam.penelitian ini adalah analisis univariat yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku sopan santun mahasiswa baru Prodi Kebidanan Program Sarjana, Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo.
Yoga Ibu Hamil TM III untuk Mengurangi Nyeri Punggung dan Membantu Persalinan Aman dan Nyaman Moneca Diah Listiyaningsih; Nurul Khomariah; Azelia Dwijayanti; Yulia Nur Khayati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2299

Abstract

Prenatal yoga is a skill to cultivate the mind, in the form of a comprehensive personality development technique and readiness for pregnant women both physically, psychologically and spiritually. Pregnant women are said to be physically ready if they are not easily tired, weak, have increased flexibility and endurance and decreased back pain. Problems of third trimester pregnant women at PMB Fatma Baradja, STr.Keb Most mothers complain of lower back pain and feel anxious before delivery. Implementation at PMB Fatma Baradja, STr.Keb by providing health education about third trimester yoga for pregnant women to reduce back pain and help deliver safe and comfortable deliveries. At the time of conducting health education, demonstrations of third trimester yoga movements were also carried out for 15 pregnant women. The instrument used was a questionnaire about third trimester yoga knowledge in pregnant women. The knowledge of third trimester pregnant women about yoga before health education was carried out was still lacking, namely 10 mothers (66.67%), while 5 mothers (33.33%) had good knowledge. Knowledge after health education has increased knowledge, namely 15 mothers (100%) mothers with good knowledge about third trimester yoga as an effort to reduce back pain and mothers have understood and can practice third trimester yoga movements. Health education activities about yoga in the third trimester as an effort to reduce back pain and help safe and comfortable deliveries are a means of education and discussion that can provide many benefits for third trimester pregnant women so they can deal with back pain problems that are experienced independently. ABSTRAK Prenatal yoga merupakan keterampilan mengolah pikiran, berupa teknik pengembangan kepribadian secara menyeluruh dan kesiapan ibu hamil baik fisik, psikologis dan spiritual. Ibu hamil dikatakan siap secara fisikapabila tidak mudah lelah, lemas, fleksibilitas dan daya tahan tubuh meningkat dan penurunan nyeri punggung. Permasalahan ibu hamil Trimester III di PMB Fatma Baradja, STr.Keb sebagian besar ibu mengeluh nyeri punggung bawah dan merasa cemas saat menjelang persalinan. Pelaksanaan di PMB Fatma Baradja, STr.Keb dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang yoga ibu hamil Trimester III  untuk mengurangi nyeri punggung dan membantu persalinan aman dan nyaman. Pada saat melakukan pendidikan kesehatan juga dilakukan demonstrasi gerakan yoga trimester III pada 15 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan yoga trimester III pada ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil trimester III tentang yoga pada ibu hamil sebelum dilakukan pendidikan kesehatan masih kurang yaitu 10 ibu (66,67%), sedangkan 5 ibu (33,33%) pengetahuan baik. Pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan yaitu 15 ibu (100%) ibu dengan pengetahuan baik tentang yoga trimester III sebagai upaya mengurangi nyeri punggung serta ibu telah memahami dan dapat mempraktikkan gerakan yoga trimester III. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang yoga trimester III sebagai upaya mengurangi nyeri punggung dan membantu persalinan aman dan nyaman ini menjadi sarana edukasi dan diskusi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil trimester III sehingga dapat mengatasi masalah nyeri punggung yang di alami secara mandiri
Penanaman Nilai – Nilai Anti Korupsi Melalui Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan SMK Wahyu Kristiningrum; Moneca Diah Listiyaningsih; Ika Niilawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2333

Abstract

UU No. 30 of 2002, Article 13, states that the KPK has the authority to organize anti-corruption education programs at every level of education. Efforts to implement an anti-corruption education program were followed up by establishing cooperation between the Ministry of National Education and several educational institutions (elementary, junior high, and high school) and universities. Students will be the next generation of the nation, so they must be introduced to the application of anti-corruption educational values starting from small things: examples of daily habits that turn out to be seeds of committing acts that lead to acts of corruption without them knowing it, for example, cheating during exams, skipping classes, collecting assignments not on time, arriving late to school, and others. To cultivate anti-corruption education among students, good cooperation is needed from all parties, including educators, who must become role models for their students by being anti-corruption. The implementation of the activity was carried out at SMK Perintis 29 Ungaran using the method of implementing socialization about instilling anti-corruption values. The data collection instrument is a questionnaire. Characteristics of adolescents based on gender, mostly women (77.3%) and men (22.7%) Knowledge about instilling anti-corruption values before being given health promotion, namely that most of them are knowledgeable enough (59.09%), and after being given health promotion, most of them experienced an increase in becoming well-informed (65.91%). Instilling anti-corruption values among students is an important thing to do so that they get used to doing the right things, not against anti-corruption values.   ABSTRAK UU No. 30 tahun 2002 pasal 13 menyatakan bahwa KPK memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program pendidikan anti korupsi pada setiap jenjang pendidikan. Upaya penyelenggaraan program pendidikan anti korupsi ditindaklanjuti dengan dilakukannya kerjasama antara Depdiknas dengan beberapa lembaga pendidikan  (SD, SMP, SMA) maupun perguruan tinggi. Pelajar akan menjadi generasi penerus bangsa sehingga harus dikenalkan penerapan nilai-nilai pendidikan anti korupsi mulai dari hal-hal kecil dari contoh kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa menjadi bibit melakukan perbuatan yang mengarah pada perbuatan korupsi tanpa mereka menyadarinya, misalnya mencontek ketika ujian, membolos, mengumpulkan tugas tidak tepat waktu, datang terlambat ke sekolah dan lain lainnya. Untuk membudayakan pendidikan antikorupsi di kalangan pelajar, maka diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk pendidik untuk menjadi role model bagi siswanya dengan berprilaku antikorupsi.Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SMK Perintis 29 Ungaran dengan metode pelaksanaan sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai antikorupsi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan (77,3%) dan laki-laki (22,7 %.) Pengetahuan tentang penanaman nilai-nilai anti korupsi sebelum diberi promosi kesehatan yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup (59,09%) dan setelah diberikan promosi kesehatan sebagian besar menagalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (65,91%). Penanaman nilai-nilai anti korupsi dikalangan pelajar merupakan hal yang penting untuk dilakukan supaya membiasakan diri agar pelajar melakukan hal-hal benar tidak bertentangan dengan nilai-nilai anti korupsi.
Prenatal Yoga sebagai Upaya Mengurangi Kecemasan pada Ibu Hamil Trimester II dan III Natalia Ice; Moneca Diah Listiyaningsih; Cici Prizkila; Agan Sridewi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is the result of a mature egg cell then fetus (Nurhayati &Dartiwen, 2019). A woman has a lot of physical and psychological changes, due to psychological changes to pregnant women so that pregnantwomen experience anxiety in dealing with childbirth and others, so here the community service team provides counseling and exercise about Prenatal Yoga in an effort to reduce anxiety in pregnancy in the second and third trimesters. , because Prenatal Yoga can convert stress and anxiety into energy. The purpose of this community service is to find out whether there is an effect of Prenatal Yoga on the level of anxiety in pregnant women in the second and third trimesters. And to find out changes in pregnant women, the community service team made a pre test and post test to determine the knowledge of pregnant women before being given counseling and after prenatal yoga and the pre test results were good 9 (50%,) , 6 (30%) and less 5 (20%) of the results of this pre test, it was found that pregnant women still need to improve their knowledge of Prenatal Yoga in an effort to reduce anxiety in the second and third trimesters of pregnancy, after being given counseling and Prenatal Yoga exercises, respondents are relaxed and their anxiety is reduced. good test 12 (70%) enough 8 (30%). AbstrakKehamilan adalah akibat sel telur yang telah matang bertemu spermatozoa dari pria sehingga terjadilah proses pembuahan yang kemudian menghasilkan janin (Nurhayati & Dartiwen, 2019). Seorang wanita banyak memiliki perubahan secara fisik maupun psikologis, karena perubahan psikologis terhadap ibu hamil sehingga membuat ibu hamil mengalami kecemasaan dalam menghadapi persalinan dan yang lainnya, maka disini tim pengabdian masyarakat memberikan penyuluhan dan senam tentang Prenatal Yoga upaya mnengurangi kecemasaan pada kehamilan Trimester II dan III, karena Prenatal Yoga bisa mengubah stress dan kecemasaan menjadi energi. Tujuannya dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh Prenatal Yoga terhadap tingkat kecemasaan pada ibu hamil Trimester II dan III. Dan untuk mengetahui perubahan terhadap ibu hamil tim pengabdi masyarakat membuat pre test dan post tes untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan dan sesudah terhadap Prenatal Yoga dan didapatkan hasil pre test baik 9 (50%,) , cukup 6 (30%) dan kurang 5 (20%) dari hasil pre test ini didapatkan bahwa ibu hamil masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam pengetahuan Prenatal Yoga upaya mengurangi kecemasaan pada kehamilan trimester II dan III, setelah diberikan penyuluhan dan senam Prenatal Yoga ibu hamil sudah rileks dan kecemasaanya berkurang didapatkan dari hasil post test baik 12 (70%) cukup 8 (30%).
Penyuluhan Pijat Bayi pada Kelas Ibu Balita Anggraini Khoirum Ningdiah; Moneca Diah Listiyaningsih; Hairunisa; Mardianita Aulia Icwanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

works outside the home, through toddler classes, mothers can improve the quality of early childhood growth and development and the readiness of children to enter formal education. The purpose of this activity is to provide education to parents, especially those with toddlers, in order to optimize the way to stimulate child development through baby massage. Many mothers of toddlers think that the implementation of baby massage can only be done by a masseur or shaman, even though baby massage can be done by parents in order to further increase the closeness between babies and parents.Implementation of activities carried out in PKD Susukan with the method of implementing health education about healthy baby massage. The instrument of data collection is in the form of a questionnaire. before the health education was carried out, the knowledge of parents before being given information on healthy baby massage mostly had very good knowledge of 3 people (15%), good knowledge 3 people (15%), enough knowledge 3 people (15%), moderate knowledge 6 people (30% ) and less knowledge of 5 people (25%). With the average knowledge of parents about healthy baby massage obtained 69%. The knowledge of parents after being given information on healthy baby massage mostly had very good knowledge of 10 people (50%), moderate knowledge of 2 people (10%) and good knowledge of 8 people (40%) Health education activities are a means of communication, education and discussion that are able to provide education and benefits for parents in an effort to improve the health and welfare of babies through healthy baby massage. AbstrakDi desa Susukan merupakan penduduk dengan latar belakang ibu muda yang bekerja diluar rumah, melalui kelas balita maka ibu dapat meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan formal. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pada orang tua khususnya yang memiliki balita agar dapat mengoptimalkan cara stimulasi perkembangan anak melalui pijat bayi. Banyak ibu balita mengganggap bahwa pelaksanaan pijat bayi hanya dapat dilakukan oleh tukang pijat atau dukun, padahal pijat bayi dapat dilakukan oleh orang tua agar lebih meningkatkan kedekatan antara bayi dan orangtua. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di PKD Susukan dengan metode pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan tentang pijat bayi sehat. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. sebelum di lakukan penkes pengetahuan orang tua sebelum diberikan informasi pijat bayi sehat sebagian besar memiliki pengetahuan sangat baik 3 orang (15%), pengetahuan baik 3 orang(15%), cukup 3 orang (15%), pengetahuan sedang 6 orang (30%)dan pengetahuan kurang 5 orang (25%). Dengan rata-rata pengetahuan orang tua tenteang pijat bayi sehat didapat 69%. Pengetahuan orang tua sesudah diberikan informasi pijat bayi sehat sebagian besar memiliki pengetahuan sangat baik sejumlah 10 orang (50%), pengetahuan sedang sebanyak 2 orangorang (10%)dan pengetahuan baik 8 orang (40%). Kegiatan pendidikan kesehatan menjadi sarana komunikasi, edukasi dan diskusi yang mampu memberikan edukasi dan manfaat bagi orangtua dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bayi melalui pijat bayi sehat
Pijat Oksitosin sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI di Desa Kemawi Hanifah Khoeriah; Moneca Diah Listiyaningsih; Lisa Komalasari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Exclusive breastfeeding is breast milk given to the baby from birth for 6 months, without adding or replacing other foods or drinks. The cause of not achieving exclusive breastfeeding is influenced by several factors, one of which is not smooth milk production. The purpose of this dedication is to increase knowledge and understanding of oxytocin massage as an effort to increase breast milk production. The method used is counseling and demonstration with 10 respondents. Devotion to the mother contains the problem of lack of knowledge about the mother oxytocin massage as an effort to increase breast milk production, with the solution: Stage 1 Determine the target postpartum mothers to be given information, through Puskesmas Sumowono information class postpartum mothers to provide health education oxytocin massage, Stage 2 :provide health education about oxytocin massage as an effort to increase breast milk production, oxytocin massage practice to one postpartum mother, Stage 3 :evaluate postpartum mothers by giving some questions. From the results before counseling by postpartum mothers found that the lowest value is 60 and the highest is 100, while the average value is 83. These results indicate that there is still a lack of knowledge of participants counseling about health education massage oksitosinsebagai efforts to increase breast milk production.While from the results after the counseling obtained that there is a change in the lowest value to 40 and the highest to 100 while the average value achieved to 88, from these results indicate that there is an increase in maternal knowledge after the provision of information on health education about oxytocin massage as an effort to increase breast milk production. Abstrak ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak lahir selama 6 bulan, tanpa menambahkan atau menggantikan makanan atau minuman lain. Penyebab belum tercapainya pemberian ASI ekslusif dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah tidak lancar produksi ASI. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi dengan 10 responden ibu. Pengabdian pada ibu berisi permasalahannya tentang kurangnya pengetahuan ibu mengenai pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi asi, dengan solusi : Tahap 1 Menentukan sasaran ibu nifas yang akan diberikan informasi, melalui Puskesmas Sumowono informasi kelas ibu nifas untuk melakukan pemberian pendidikan kesehatan pijat oksitosin, Tahap 2 :Memberikan Pendidikan Kesehatan tentang Pijat Oksitosin sebagai upaya Meningkatkan produksi ASI, mempraktikkan pijat oksitosin ke salah satu ibu nifas, Tahap 3 :Melakukan evaluasi kepada ibu nifas dengan memberikan beberapa pertanyaan. Dari hasil sebelum dilakukan penyuluhan oleh ibu nifas didapatkan bahwa nilai terendah yaitu 60 dan tertingginya yaitu 100, sementara nilai rata- ratanya yaitu 83. Hasil ini menunjukan bahwa masih kurangnya pengetahuan peserta penyuluhan tentang pendidikan kesehatan pijat oksitosinsebagai upaya meningkatkan produksi asi.Sedangkan dari hasil setelah dilakukan penyuluhan didapatkan bahwa ada perubahan nilai terendah menjadi 40 dan tertingginya menjadi 100 sedangkan nilai rata-rata yang diraih menjadi 88, dari hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pada pengetahuan ibu setelah diberikanya informasi mengenai pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi asi.
Implementasi Asuhan Pranikah, Hamil, Nifas, Balita pada Praktik Komunitas di Desa Jenar Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah Heni Mardalena; Moneca Diah Listiyaningsih; yosi febri; Uli Amri Ma’rifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a collection of people who have at least one characteristic in common such as geography, occupation, ethnicity, interests and others. Alternative complementary medicine is non-conventional treatment aimed at improving public health status including promotive, curative, preventive and rehabilitative efforts. Public health can be improved by providing information about health through counseling activities. Providing information during pregnancy, childbirth, postpartum can increase the mother's knowledge so that it influences her behavior in the care of pregnancy, childbirth and postpartum. Implementation is by counseling about complementary therapies in midwifery services, namely prenatal yoga, breast care, oxytocin massage. This activity involved health workers from the Jenar Village Midwife and the community, especially pregnant women and postpartum women. This community was carried out in Jenar Village, Jenar District, Sragen Regency. implementation time in November 2022. Participants in this Community activity were catin women with a total of 1 person, pregnant women with a total of 16 people, toddlers with a total of 98 people and postpartum mothers with a total of 1 person. The activity is carried out in stages (1) providing an explanation of the purpose of the activity; (2) provide education about complementary therapies and their benefits for maternal health (3) train pregnant women and postpartum mothers to do prenatal yoga, and breast care, oxytocin massage (4) provide explanations of knowledge about pregnancy planning to prospective brides (5) provide explanations and education about stimulation of growth and development in toddlers. The activity showed that there was an increase in the knowledge of the bride and groom regarding pregnancy planning, mothers of toddlers regarding stimulation of child growth and development, pregnant women and postpartum mothers about complementary therapy, after counseling and education for prospective brides and toddlers, then prenatal yoga, breast care and oxytocin massage for pregnant women and postpartum women who feel that there are benefits for physical and psychological health. After carrying out this community activity, there was an increase in public knowledge, especially prospective brides, mothers under five, pregnant women, postpartum mothers about counseling on pregnancy planning, stimulation of growth and development in children, classes for pregnant women, prenatal yoga, counseling for postpartum mothers, breast care, oxytocin massage, and after counseling the bride and groom, mothers of toddlers, pregnant women, postpartum mothers want to take part in this community activity. Abstrak Komunitas adalah kumpulan orang yang memiliki minimal satu karakteristik yang sama seperti geografi, pekerjaan, etnik, minat dan lain-lain. Pengobatan komplementer alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, kuratif, preventif dan rehabilitatif. Kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan dengan pemberian informasi pada tentang kesehatan melalui kegiatan penyuluhan. Pemberian informasi selama kehamilan, persalinan, nifas dapat meningkatkan pengetahuan ibu sehingga mempengaruhi perilakunya dalam perawatan kehamilan, persalinan dan nifas. Pelaksanaan adalah dengan penyuluhan tentang terapi komplementer dalam pelayanan kebidanan yaitu prenatal yoga, perawatan payudara (breast care), pijat oksitosin. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan Bidan Desa Jenar dan masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu nifas. Komunitas ini dilakukan di Desa Jenar Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen. waktu pelaksanaan pada bulan November tahun 2022. Peserta kegiatan Komunitas ini adalah catin wanita dengan jumlah 1 orang, ibu hamil dengan jumlah 16 orang, balita dengan jumlah 98 orang dan ibu nifas dengan jumlah 1 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan (1) memberikan penjelasan tentang tujuan kegiatan; (2) memberikan edukasi tentang terapi komplementer dan manfaatnya bagi Kesehatan ibu (3) melatih ibu hamil dan ibu nifas melakukan prenatal yoga, dan perawatan payudara, pijat oksitosin (4) memberi penjelasan pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada calon pengatin wanita (5) memberi penjelasan dan edukasi tentang stimulasi tumbuh kembang pada balita. Kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan calon pengantin wanita mengenai perencanaan kehamilan, ibu balita mengenai tentang stimulasi tumbuh kembang anak, ibu hamil dan ibu nifas tentang terapi komplementer, setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi untuk calon pengantin wanita dan balita, kemudian prenatal yoga, perawatan payudara dan pijat oksitosin ibu hamil dan ibu nifas merasakan ada manfaat bagi kesehatan fisik dan psikis. Setelah dilakukan kegiatan komunitas ini terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya calon pengamtin wanita, ibu balita, ibu hamil, ibu nifas tentang penyuluhan perencanaan kehamilan, stimulasi tumbuh kembang pada anak, kelas Ibu Hamil prenatal yoga, penyuluhan ibu nifas perawatan payudara, pijat oksitosin, dan setelah dilakukan penyuluhan calon pengantin wanita, ibu balita, ibu hamil, ibu nifas mau mengikuti kegiatan komunitas ini.
Co-Authors Agan Sridewi Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andini Putri, Andini Andy Ulmi Aprilani Anggraini Khoirum Ningdiah Anggun Mita Arismaya Anis Pravitasari Anisa Puspitasari Ari Andayani Ari Andayani Ari Andayani Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Arismaya, Anggun Mita Arrachim, Sakinah Atika Rizki Suryani Azelia Dwijayanti Bq. Yulia Sri A Cahyaningrum Chichik Nirmasari Chicin Jesika Ardiyanti Chusnul Khotimah Cici Prizkila Damayanty, Thisna Devitasari Yulistian Dewi Nurani Suci Dinianti, Ayustin Eni Tri Sudarman Eti Salafas Feni Noviyani Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani, Aice Bela Fitriyatul Munawaroh Fransiska Bertha Verdiawati Gresloan, Anny Hairunisa Hanifah Khoeriah Hanum, Puspita hapita Hapsari Windayanti Heni Mardalena Heni Setyowati Ida Nur Ramadhana Ida Ristiani Ika Niilawati Ika Nilawati Indri Mulyasari Irmasari - Isfaizah Isri Nasifah Isri Nasifah Kurniawati Lestari, Puji Lestari, Wahyu Indah Lilis Jayanti Lisa Komalasari Mardianita Aulia Icwanti Misnawati Munasifah Murniati Sari Mursini Muzayarah Nainggolan, Julita Br Natalia Adhy Wulandari Natalia Ice Nelli Anggriyani Ni Kadek Cahyaningsih ningsih, Diah ayu Ninik Christiani Ninik Christiani, S.Si T., M.Kes Nova Fitria Salzabila Nova Oktaviani Noviyani, Feni Nurida Dyah Andarini Nurul Khomariah Oni Elena P. R, Arina Manasika Puji Afiatna Putri Alifia Akhmad Putri Alifia Akhmad Putri, Risma Aliviani Qomaril Andrea Sani , Nur Qonitatun, Anisa Rahmadhani, Tesa Dwiputri Ratna Ningrum, Riana Retno Sari Oktapianti Riandari, Dian Ayu Rini Septianasari Ryan Nabela Maha Rani Sari, Eva Desita Shofiula, Niswatul Jannah Sinta Nuryah Siswati Siti Hardi Yanti Cahyati Susi Purwanti Susi Purwanti Syifa Fauziah Syifa Fauziah TATI NURHAYATI Uli Amri Ma’rifah Veftisia, Vistra Vivi Wulandar Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Widyaningsih, Ari Yola Sartika Yola Sartika yosi febri Yulia Nur Khayati