Moneca Diah Listiyaningsih
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Parenting Self Efficacy pada Periode Awal Postpartum di Puskesmas Bergas Listiyaningsih, Moneca Diah; Nirmasari, Chichik
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v3i2.34

Abstract

Abstrak Periode postpartum merupakan situasi krisis bagi ibu, pasangan, dan keluarga akibat berbagai perubahan yang terjadi baik secara fisik, psikologis, maupun struktur keluarga yang memerlukan proses penyesuaian. Pencapaian peran seorang ibu dipengaruhi oleh parenting self-efficacy. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Parenting self efficacy antara lain usia, tingkat pendidikan, paritas, dukungan, pengalaman masa kecil, tingkat kesiapan kognitif, dan karakteristik anak. Parenting self-efficacy berhubungan positif dengan kepuasan menjalankan peran sebagai orang tua dan berbanding terbalik dengan resiko stress, kecemasan, dan depresi postpartum. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan parenting self efficacy pada periode awal postpartum di Puskesmas Bergas. Penelitian ini dilakukan pada ibu nifas pada periode awal postpartum yaitu 40 ibu di ruang nifas. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan metode descriptive analysis dan Uji -Chi-Square menggunakan program SPSS (Statistical Packages for Social Sciences). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan parenting self efficacy dimana p- value 0,000. Untuk faktor pendidikan tidak terdapat hubungan dengan parenting self efficacy dimana nilai p-value 0,888. Untuk faktor paritas terdapat hubungan dengan parenting self efficacy dengan nilai p-value 0,000. Sedangkan untuk faktor dukungan sosial menunjukkan terdapat hubungan dengan parenting self efficacy dengan nilai p-value 0,009. Sehingga dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan parenting self efficacy pada periode awal postpartum adalah umur, paritas dan dukungan sosial, dimana masing-masing nilai p-value
Pengaruh Senam Nifas Terhadap Kualitas Tidur Ibu Nifas : The Effect of Postpartum Exercise on the Sleep Quality of Postpartum Women Nelli Anggriyani; Moneca Diah Listiyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2234

Abstract

Physical fatigue due to activities of babysitting, breastfeeding, bathing the baby, cradling the baby at any time can cause new mothersto have less rest so that the mother's sleep or rest can be disrupted. Adequate sleep will make them fitter and healthier so they can do their activities properly. Sleep disturbances may decrease the health condition of the postpartum women, make them get angry easily, do activities unenthusiastically,  inhibit hormonal function, or trigger depression and stress. In addition, the stress experienced by them will affect breast-milk production.This study aimed to determine the effect of postpartum exercise on the sleep quality of postpartum women at PMB Fitri Hayati, S.ST in Bandar Lampung. It used one Quasy experimen one group pre test-post test. The population in this study was all postpartum women who gave birth at PMB Fitri Hayati S.ST in January 2023 as many as 15 people. The research sample used total sampling. Postpartum exercise was carried out for 7 days, then sleep quality was measured by using PSQI sleep quality instrument. Test analysis used Wilcoxon test. The results showed that before doing postpartum exercise, the average sleep quality of 11 postpartum women (73.3%),  while after doing postpartum exercise the quality of sleep was good showed by 15 postpartum mothers (100%) having an average decrease in quality score sleep from 1.87 (bad) to 1.00 (good). The results of the Wilcoxon test showed p-value of 0.000 <0.05 so that there was an effect between before and after doing postpartum exercise on the sleep quality of postpartum women at PMB Fitri Hayati, S.ST in Bandar Lampung. The conclusion from this study is that postpartum exercise affects the sleep quality in postpartum women. It is expected that postpartum women to do postpartum exercise routinely so that the sleep quality during the postpartum period can still be fulfilled and will not interfere with postpartum recovery and breast-milk production.   Abstrak Kelelahan fisik karena aktivitas mengasuh bayi, menyusui, memandikan bayi, menimang bayi setiap saat dapat menyebabkan istirahat ibu kurang sehingga tidur/istirahat ibu dapat terganggu.  Tidur yang cukup akan membuat ibu nifas lebih bugar dan sehat sehingga dapat beraktifitas dengan baik. Dampak dari gangguan tidur kondisi kesehatan ibu nifas menurun, emosional gampang meledak, tidak semangat melakukan aktifitas, menghambat fungsi hormonal, depresi dan stress yang dapat berdampak buruk pada dirinya. Selain itu, stress yang juga dialami oleh ibu nifas akan mempengaruhi produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap kualitas tidur ibu nifas di PMB Fitri Hayati Kota Bandar Lampung. Desain penelitian Quasy experimen one group pre test-post test. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu nifas yang melahirkan di PMB Fitri Hayati S.ST pada bulan Januari 2023 sebanyak 15 orang. Sample penelitian yaitu menggunakan total sampling. Senam nifas dilakukan selama 7 hari, kemudian di lakukan pengukuran kualitas tidur dengan Instrumen kualitas tidur PSQI. Uji analisis menggunakan uji wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan senam nifas rata-rata kualitas tidur buruk yaitu 11 ibu nifas (73,3%), setelah diberikan senam nifas kualitas tidur menjadi baik yaitu 15 ibu nifas (100%), dengan rata-rata penurunan skor kualitas tidur dari 1,87 (buruk) menjadi 1,00  (baik). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000< 0,05 sehingga terdapat pengaruh antara senam nifas terhadap kualitas tidur ibu nifas di PMB Fitri Hayati, S.ST Bandar Lampung. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu senam nifas berpengaruh terhadap kualitas tidur pada ibu nifas. Diharapkan ibu nifas melakukan senam nifas secara rutin sehingga kualitas tidur pada saat masa nifas tetap terpenuhi, dan tidak mengganggu pemulihan pasca melahirkan serta produksi ASI.
Penanaman Nilai – Nilai Anti Korupsi Melalui Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi di Lingkungan SMK: Instilling Anti-Corruption Values Through Socialization of Anti-Corruption Education in Vocational Schools Kristiningrum, Wahyu; Moneca Diah Listiyaningsih; Ika Nilawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2353

Abstract

Anti-corruption values are integrity values that are the basic values of personality that must continue to be carried out in every form of life, especially in the world of education. Therefore,  this study aims to determine the picture of knowledge and students' attitudes towards the cultivation of anti-corruption values through the socialization of anti-corruption education within SMK 29 Perintis Ungaran. This study used a quantitative descriptive research design. Population: in this study, There were 44 respondents. The total sample size used in this study was 44 respondents from the entire population. Data are collected through the use of questionnaires in the form of statements. On January 11, 2023, It's time to fill out the questionnaire. The data analysis used in this study is a univariate analysis, which aims to obtain an overview of students' knowledge and attitudes about instilling anti-corruption values through socialization of anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran. Pictures of knowledge and attitudes obtained about students' knowledge and attitudes regarding the socialization of anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran, namely good knowledge possessed by 52.3% of respondent students, sufficient knowledge by 43.2% of respondent students, and lack of knowledge by 4.5% of respondent students, and positive and negative attitudes towards the socialization of anti-corruption values cultivation at SMK Perintis 29 Ungaran: 86.36% of respondent students have a positive attitude, and 13.64% of respondent students have a negative attitude towards planting anti-corruption values through this socialization. This study concludes that teaching anti-corruption values through socialization Anti-corruption education at SMK Perintis 29 Ungaran is very good and appropriate, even though there is still a lack of knowledge and negative attitudes. This encourages anti-corruption education to be important because students will become the nation's successors. Suggestion: Changing times and technology, especially digital technology, can affect the behavior of students with good character. Therefore, studies on the influence of digital technology advances on anti-corruption education in the school environment are still needed. Abstrak Nilai-Nilai anti korupsi merupakan nilai integritas yang menjadi nilai dasar kepribadian yang harus terus di lakukan dalam setiap bentuk kehidupan, terutama dalam dunia Pendidikan oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap siswa terhadap penanaman nilai-nilai anti korupsi melalui sosialisasi pendidikan anti korupsi  di lingkungan SMK 29 Perintis Ungaran Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu berjumlah 44 responden. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah 44 responden dari keseluruhaan populasi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dalam bentuk pernyataan yang dilaksanakan pada 11 Januari 2023. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan dan sikap siswa tentang menanamkan nilai-nilai anti-korupsi melalui sosialisasi pendidikan anti-Korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran Hasil penelitian yaitu gambara pengetahuan dan sikap yang diperoleh  tentang pengetahuan dan sikap siswa mengenai sosialisasi pendidikan anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran  yaitu pengetahuan yang baik dimiliki oleh 52,3%,  siswa responden, serta pengetahuan yang cukup terdapat 43,2% siswa responden dan pengetahuan yang kurang 4,5% siswa responden, dan sikap positi dan negative terhadap sosialisasi penanaman nilai-nilai anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran  adalah  86,36% siswa responden memiliki sikap positif dan 13,64%  siswa responden memiliki sikap negatif terhadap penanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui sosialisasi ini.Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengajarkan nilai-nilai anti korupsi melalui sosialisasi Pendidikan anti-korupsi di SMK Perintis 29 Ungaran  sangat baik dan tepat, meskipun masih ada kurangnya pengetahuan dan sikap negative, hal ini mendorong Pendidikan anti korupsi menjadi penting karena siswa-siswa yang akan mejadi penerus bangsa. Saran: Perubahan zaman dan teknologi, khususnya teknologi digital, dapat mempengaruhi perilaku siswa dengan karakter yang baik; oleh karena itu, studi tentang pengaruh kemajuan teknologi digital pada pendidikan anti korupsi di lingkungan sekolah masih diperlukan.
Pemanfaatan Instrumen DASS dan EPDS Guna Deteksi Dini Penyimpangan Psikologis Ibu Bersalin dan Pasca Salin pada Bidan Kabupaten Semarang Moneca Diah Listiyaningsih; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Ari Andayani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4476

Abstract

Postpartum mental disorders are a global health problem with the prevalence of postpartum depression reaching 17.22% globally. The level of knowledge of midwives in Semarang Regency regarding the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instruments is still low, with approximately 65% ​​of midwives not understanding the use of these instruments comprehensively. This Community Service aims to empower midwives in Semarang Regency to utilize and apply the DASS and EPDS instruments for early detection of psychological abnormalities during labor and postpartum. Community Service is carried out by providing health education about the DASS and EPDS Instruments for early detection of psychological abnormalities in mothers during labor and postpartum, involving 34 midwives working at the Delima Midwifery Center (TPMB) in Semarang Regency. The implementation of the activity was carried out in five systematic stages including location surveys, material preparation, pre-tests, socialization and training, and post-test evaluation. The results of the community service show a significant increase in midwives' knowledge from an average pre-test score of 7.97 to 9.59 in the post-test, an increase of 20.3%. The percentage of respondents with good knowledge increased from 38.2% to 94.1%. The analysis showed a highly significant difference (p < 0.001). The Community Service Program significantly improved midwives' competency in using the DASS and EPDS instruments. It is recommended to replicate the program across all TPMB in Semarang Regency and other regions, as well as develop an ongoing monitoring system to ensure program sustainability.   ABSTRAK Gangguan mental pascamelahirkan merupakan permasalahan kesehatan global dengan prevalensi depresi postpartum mencapai 17,22% secara global. Tingkat pengetahuan bidan di Kabupaten Semarang tentang instrumen Depression Anxiety Stress Scales (DASS) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) masih rendah yaitu sekitar 65% bidan belum memahami penggunaan instrumen tersebut secara komprehensif. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan bidan di Kabupaten Semarang dalam memanfaatkan dan menerapkan instrumen DASS dan EPDS untuk deteksi dini penyimpangan psikologis pada masa persalinan dan pascasalin. Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang Instrumen DASS dan EPDS guna deteksi dini penyimpangan psikologis ibu bersalin dan pasca salin dengan melibatkan 34 bidan yang bekerja di TPMB Bidan Delima Kabupaten Semarang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam lima tahap sistematis meliputi survei lokasi, persiapan materi, pretest, sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi posttest. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan bidan yang signifikan dari rata-rata skor pretest 7,97 menjadi 9,59 pada posttest dengan peningkatan 20,3%. Persentase responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 38,2% menjadi 94,1%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,001). Program Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kompetensi bidan dalam menggunakan instrumen DASS dan EPDS secara signifikan. Disarankan untuk melakukan replikasi program ke seluruh TPMB di Kabupaten Semarang dan wilayah lain, serta mengembangkan sistem monitoring berkelanjutan untuk memastikan sustainability program.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. S Usia 26 Tahun G1P0A0 di Desa Dersansari Nurida Dyah Andarini; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain critical indicators in evaluating maternal and neonatal health status. The implementation of Continuity of Care (CoC) through Comprehensive Midwifery Care plays an essential role in preventing complications and improving the quality of services. This case study aims to describe the implementation of Comprehensive Care for Mrs. S, 26 years old, G1P0A0, who received continuous care at Dersansari Village, covering pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborn care, as well as family planning counseling and services. The care approach was carried out in accordance with midwifery practice standards, encompassing integrated antenatal monitoring, safe childbirth management, postpartum evaluation, monitoring of neonatal adaptation, and the provision of education and family planning counseling. The results indicate that continuity of care enables early detection of risk factors, prevents complications, and enhances the mother’s utilization of health services. The baby was born in good condition with normal physiological adaptation, and the mother completed the postpartum period without complications. This study highlights that the application of CoC within Comprehensive Care contributes significantly to preventing maternal and neonatal morbidity and supports efforts to reduce MMR and IMR at the primary healthcare level.   Abstrak Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih menjadi indikator kritis dalam evaluasi derajat kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan Continuity of Care (CoC) melalui Asuhan Komprehensif berperan penting dalam upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan kualitas layanan. Studi kasus ini bertujuan memberikan gambaran implementasi Asuhan Komprehensif pada Ny. S, usia 26 tahun, G1P0A0, yang mendapatkan pelayanan berkesinambungan di Desa Dersansari mulai dari kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga konseling dan pelayanan keluarga berencana. Pendekatan asuhan dilakukan sesuai standar praktik kebidanan, mencakup pemantauan antenatal terpadu, penatalaksanaan persalinan aman, evaluasi masa nifas, pemantauan adaptasi neonatus, serta pemberian edukasi dan perencanaan KB. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kesinambungan pelayanan memungkinkan deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan oleh ibu. Bayi lahir dalam kondisi baik, adaptasi fisiologis normal, dan ibu berhasil melalui masa nifas tanpa komplikasi. Studi ini menegaskan bahwa penerapan CoC dalam Asuhan Komprehensif memberikan kontribusi signifikan terhadap pencegahan morbiditas maternal dan neonatal serta mendukung pencapaian target penurunan AKI dan AKB di tingkat layanan primer.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny D Umur 25 Tahun di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan Fitriyatul Munawaroh; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain important indicators of national health status. Although efforts to reduce MMR and IMR continue, maternal deaths are still predominantly caused by hemorrhage, hypertensive disorders, infection, and postpartum complications, while infant mortality is closely related to prematurity, asphyxia, infection, and congenital abnormalities. Continuity of Care (CoC) is a comprehensive midwifery care model that integrates services from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, to family planning. CoC enables early detection of risks, prevention of complications, and improved maternal–infant health outcomes. This descriptive case study involved Mrs. D, 25 years old, who received comprehensive midwifery care at Karanganyar Public Health Center, Pekalongan. The care included antenatal assessment following the 10T standard, monitoring of physiological pregnancy, labor management using the APN steps, postpartum care, newborn care, breastfeeding support, and family planning counseling. Complementary care, including breastfeeding education and maternal comfort measures, was provided according to the client’s needs. Results: Pregnancy, labor, postpartum, and newborn care all progressed physiologically without complications. The mother showed good understanding of danger signs, childbirth preparation, postpartum self-care, and exclusive breastfeeding. The newborn demonstrated normal adaptation, received standard essential newborn care, and showed normal growth during follow-up. The mother successfully selected an appropriate postpartum contraceptive method. Comprehensive Continuity of Care services effectively supported early risk detection, improved maternal knowledge, and optimized maternal–neonatal outcomes. Strengthened breastfeeding support contributed to improved maternal confidence, especially for primipara mothers. CoC implementation should be continued as a key strategy to help reduce maternal and infant mortality.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai kualitas kesehatan suatu negara. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, kematian ibu masih banyak disebabkan oleh perdarahan, preeklamsia/eklamsia, infeksi, dan komplikasi masa nifas, sedangkan kematian bayi sering berkaitan dengan prematuritas, asfiksia, infeksi, dan kelainan bawaan. Pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) merupakan model asuhan komprehensif yang diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Pelayanan ini terbukti penting untuk deteksi dini risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada Ny. D, usia 25 tahun, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Asuhan meliputi pemeriksaan antenatal sesuai standar 10T, pemantauan kehamilan fisiologis, penatalaksanaan persalinan dengan langkah APN, perawatan masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dukungan menyusui, serta konseling keluarga berencana. Asuhan komplementer seperti edukasi menyusui dan teknik kenyamanan ibu diberikan sesuai kebutuhan. Seluruh proses kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan KB berjalan fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memiliki pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, dan pemberian ASI eksklusif. Bayi menunjukkan adaptasi normal dan mendapatkan pelayanan esensial neonatal lengkap. Ibu memilih metode kontrasepsi pascasalin yang sesuai kondisinya. Simpulan asuhan kebidanan Continuity of Care terbukti efektif dalam mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung optimalisasi kesehatan maternal dan neonatal. Dukungan menyusui berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan diri ibu, terutama pada ibu primipara. Penerapan CoC perlu terus diperkuat sebagai strategi utama dalam menurunkan AKI dan AKB.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. J Umur 27 Tahun di Klinik Ibu Alam Salatiga Nova Fitria Salzabila; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of maternal deaths in Semarang Regency during 2019 was 6 cases, a decrease compared to 2018 with 12 maternal deaths. Trend in the number of maternal deaths in 2015-2019. The aim of providing midwifery care to Mrs. J comprehensively (Continuity Of Care) covers the pregnancy period, delivery period, postpartum and newborn babies, neonates to family planning. In this research method, the author used data collection methods, namely using interviews, observations using primary and secondary data through KIA books, physical examinations and this research began in June- September 2025 and this research instrument used SOAP. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) obtained from Mrs. A 27 year old G1P0A0 gestational age 38 weeks no problems found. Mrs. J's delivery took place at the Ibu Alam Health Center. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perineal abrasions, the mother received vitamin A. In the newborn the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative and Mrs. J decided to use 3-month injectable birth control   Abstrak Jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Semarang selama tahun  2019 adalah  6 kasus, menurun bila dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah kematian ibu 12 kasus. Trend jumlah kematian ibu tahun 2015-2019. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. J secara komprehensif (Continuity Of Care) meliputi masa kehamilan, masa persalinan, nifas dan bayi baru lahir, neonatus sampai KB. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak Juli September 2025 dan instrumen penelitian ini menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif (Continuity of Care) didapatkan pada Ny. J usia 27 tahun G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu tidak ditemukan masalah. Persalinan Ny.J dilakukan di Klinik Ibu Alam . Masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perinium, ibu mendapatkan vitamin A. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan Ny. J memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan.
Penyuluhan Terapi Akupresure untuk Mengatasi Mual Muntah pada Ibu Hamil Nainggolan, Julita Br; Damayanty, Thisna; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting (morning sickness) are common and common symptoms in the first trimester of pregnancy. Nausea and vomiting during pregnancy are usually caused by changes in the endocrine system that occur during pregnancy. One non-pharmacological treatment to reduce nausea and vomiting is acupressure on the pericardium 6 (P-6) point for 30 seconds to 2 minutes. Acupressure is a simple, easy-to-perform therapy with no side effects because it is non-invasive. Objectives: This educational activity aims to provide insight to pregnant women, prepare the tools and materials used, and demonstrate the acupressure technique at the P-6 point to reduce nausea and vomiting that will be given to pregnant women. The methods used include providing counseling and completing a questionnaire to gain knowledge about acupressure therapy education. The results of community service activities that have been carried out at the integrated health post (Posyandu) in the working area of the Selumit Village Community Health Center, Central Tarakan Beach, which was carried out on November 2, 2025. In carrying out the activities, the community service officers conducted lectures and Q&A sessions with pregnant women who were assessed, with the results obtained that after the counseling, the majority had good knowledge, namely 9 people out of 10 others. This can be caused by the increase in knowledge of pregnant women so that they are motivated to practice at home.   Abstrak Mual (nause) dan muntah (morning sickness) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester pertama. Mual dan muntah saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan dalam sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis untuk mengurangi mual dan muntah yaitu Akupresur pada titik perikardium 6 (P-6) selama 30 detik sampai 2 menit. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, mudah dilakukan, tidak memiliki efek samping karena tidak melakukan tindakan invasive. Tujuan Kegiatan pemberian penyuluhan dan edukasi ini bertujuan memberi wawasan terhadap ibu hamil, menyiapkan alat dan bahan yang digunakan, serta mendemonstrasikan teknik akupresur pada titik P-6 dalam penurunan mual dan muntah yang akan diberikan pada ibu hamil. Metode yang digunakan yaitu memberikan penyuluhan dan mengisi kuesioner untuk menggali pengetahuan tentang edukasi terapi akupresur. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di posyandu wilayah kerja puskesmas Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah yang terlaksana pada tanggal 2 November 2025. Dalam pelaksanaan kegiatannya pengabdi melakukan ceramah serta tanya jawab kepada ibu hamil yang dilakukan pengkajian, dengan didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan penyuluhan yang terbanyak adalah pengetahuan baik yaitu 9 orang dari 10 orang lainnya. Hal ini dapat disebabkan karena bertambahnya pengetahuan ibu hamil sehingga termotivasi untuk mempraktikkan di rumah.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Ny. S Usia 22 Tahun G1P0A0, di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Siswati; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain crucial indicators for assessing the quality of healthcare services. According to the 2022 data from the Indonesian Ministry of Health, the MMR was 207 per 100,000 live births, while the IMR was 22 per 1,000 live births, both still above the national targets. The main causes of maternal death include hemorrhage, preeclampsia/eclampsia, infection, prolonged labor, and postpartum complications. Infant mortality is influenced by prematurity, asphyxia, infection, and congenital anomalies. Efforts to reduce MMR and IMR are implemented through the Safe Motherhood program and the Continuity of Care (CoC) approach, which provides integrated midwifery services from pregnancy, labor, postpartum, newborn care, to family planning. Comprehensive and continuous care contributes to early risk detection, complication prevention, and improved maternal and neonatal health. This study employed a descriptive case study method on Mrs. S, 22 years old, P1A0, who received comprehensive midwifery care at Puskesmas Kaliwungu. The care included pregnancy assessment, labor monitoring, postpartum care, newborn care, and family planning counseling. Interventions followed standard protocols, including ANC examination, normal labor management, physiological newborn care, breastfeeding education, and postpartum family planning. All stages of care—from pregnancy, labor, postpartum, newborn care, to family planning—proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated good understanding of pregnancy warning signs, labor preparation, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, and newborn care. She chose postpartum contraception (3-month injectable) according to her condition. The newborn adapted well and showed normal growth and development. Comprehensive Continuity of Care (CoC) midwifery services are effective in early risk detection, increasing maternal knowledge, supporting maternal and neonatal health, and optimizing breastfeeding and maternal comfort. Continuous implementation of CoC services is crucial to support efforts in reducing MMR and IMR. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan data Kemenkes Indonesia tahun 2022, AKI tercatat sebesar 207 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup, masih di atas target Renstra. Penyebab kematian ibu umumnya meliputi perdarahan, preeklamsia/eklamsia, infeksi, partus lama, dan komplikasi nifas, sementara kematian bayi dipengaruhi oleh prematuritas, asfiksia, infeksi, dan kelainan bawaan. Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood dan penerapan Continuity of Care (CoC), yaitu pelayanan kebidanan berkesinambungan mulai kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Pelayanan yang komprehensif dan terintegrasi berkontribusi dalam deteksi dini risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Ny. S, usia 22 tahun, P1A0, yang menerima asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Kaliwungu. Asuhan meliputi pengkajian kehamilan, pemantauan persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, dan konseling keluarga berencana. Tindakan yang diberikan sesuai standar, antara lain pemeriksaan ANC, manajemen persalinan normal, perawatan bayi baru lahir fisiologis, edukasi menyusui, serta konseling dan pemberian KB pasca persalinan. Seluruh proses asuhan berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu menunjukkan pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, dan perawatan bayi. Pemberian KB pasca persalinan dipilih sesuai kondisi ibu (KB suntik 3 bulan). Bayi baru lahir menunjukkan adaptasi yang baik dan tumbuh kembang normal. Asuhan kebidanan berkesinambungan (CoC) terbukti efektif dalam mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, mendukung kesehatan maternal dan neonatal, serta membantu optimalisasi pemberian ASI dan kenyamanan ibu. Penerapan layanan CoC secara komprehensif perlu terus dilakukan untuk mendukung penurunan AKI dan AKB.
Pijat Commond Cold untuk Mengatasi Batuk Pilek pada Bayi Balita di Posyandu Anggrek Biru Lilis Jayanti; Qomaril Andrea Sani , Nur; Listiyaningsih, Moneca Diah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Common cold is an upper respiratory tract disorder that most often affects children. One of the negative effects of common cold in children is that the germs that cause it will enter the lower respiratory tract, namely the bronchi and alveoli. One way to relieve the symptoms of common cold is with massage therapy. Objective: This activity is to increase mothers' knowledge about common cold massage to relieve cough and cold symptoms in toddlers. Method: Community Service will be implemented in 3 stages: The First Stage is preparation by collaborating with partners and determining the target of community service. The Second Stage is the implementation stage, before the counseling, a pretest is conducted to explore mothers' knowledge about common cold massage. Next, education and training on common cold massage are carried out with direct demonstrations. The Third Stage is an evaluation by giving a posttest questionnaire. Results: This activity was attended by 20 mothers who have children aged 0-59 months. Before the counseling about baby massage, it was found that most of the mothers' knowledge was in the poor category, namely 16 people (80%), and after the counseling, 20 mothers had knowledge in the good category, namely 100%. There was an increase in knowledge before and after the common cold massage counseling. Suggestion: Health workers make common cold massage education a regular topic in the Mother and Toddler Class activities or during Posyandu visits to increase the knowledge of mothers of toddlers about relieving common cold symptoms, thereby reducing dependence on the use of chemical drugs (polypharmacy) for self-limiting diseases.   Abstrak Common cold merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling sering mengenai anak dan anak. Salah satu efek negatif commond cold pada anak adalah kuman penyebabnya akan masuk ke bagian bawah saluran pernapasan, yaitu bronkus dan alveoli. Salah satu cara untuk meredakan gejala common cold adalah dengan terapi pijat. Tujuan : kegiatan ini adalah meningaktkan pengetahuan ibu tentang pijat common cold untuk meredakan gejala batuk pilek pada balita. Metode : Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra dan menentukan sasaran pengabdian masyarakat. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat common cold. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat common cold dengan demonstrasi secara langsung. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan kuesioner posttest. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang ibu yang memiliki anak usia 0-59 bulan. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat bayi didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori kurang yaitu sebanyak 16 orang (80%) dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 20 orang (100%). Kesimpulan: terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pijat common cold.  petugas kesehatan menjadikan edukasi pijat common cold sebagai materi tetap dalam kegiatan Kelas Ibu Balita atau saat kunjungan Posyandu guna meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang meredakan gejala common cold sehingga mengurangi ketergantungan pada penggunaan obat-obatan kimia (polifarmasi) untuk penyakit yang bersifat self-limiting.
Co-Authors Agan Sridewi Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andini Putri, Andini Andy Ulmi Aprilani Anggraini Khoirum Ningdiah Anggun Mita Arismaya Anis Pravitasari Anisa Puspitasari Ari Andayani Ari Andayani Ari Andayani Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Arismaya, Anggun Mita Arrachim, Sakinah Atika Rizki Suryani Azelia Dwijayanti Bq. Yulia Sri A Cahyaningrum Chichik Nirmasari Chicin Jesika Ardiyanti Chusnul Khotimah Cici Prizkila Damayanty, Thisna Devitasari Yulistian Dewi Nurani Suci Dinianti, Ayustin Eni Tri Sudarman Eti Salafas Feni Noviyani Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani, Aice Bela Fitriyatul Munawaroh Fransiska Bertha Verdiawati Gresloan, Anny Hairunisa Hanifah Khoeriah Hanum, Puspita hapita Hapsari Windayanti Heni Mardalena Heni Setyowati Ida Nur Ramadhana Ida Ristiani Ika Niilawati Ika Nilawati Indri Mulyasari Irmasari - Isfaizah Isri Nasifah Isri Nasifah Kurniawati Lestari, Puji Lestari, Wahyu Indah Lilis Jayanti Lisa Komalasari Mardianita Aulia Icwanti Misnawati Munasifah Murniati Sari Mursini Muzayarah Nainggolan, Julita Br Natalia Adhy Wulandari Natalia Ice Nelli Anggriyani Ni Kadek Cahyaningsih ningsih, Diah ayu Ninik Christiani Ninik Christiani, S.Si T., M.Kes Nova Fitria Salzabila Nova Oktaviani Noviyani, Feni Nurida Dyah Andarini Nurul Khomariah Oni Elena P. R, Arina Manasika Puji Afiatna Putri Alifia Akhmad Putri Alifia Akhmad Putri, Risma Aliviani Qomaril Andrea Sani , Nur Qonitatun, Anisa Rahmadhani, Tesa Dwiputri Ratna Ningrum, Riana Retno Sari Oktapianti Riandari, Dian Ayu Rini Septianasari Ryan Nabela Maha Rani Sari, Eva Desita Shofiula, Niswatul Jannah Sinta Nuryah Siswati Siti Hardi Yanti Cahyati Susi Purwanti Susi Purwanti Syifa Fauziah Syifa Fauziah TATI NURHAYATI Uli Amri Ma’rifah Veftisia, Vistra Vivi Wulandar Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Widyaningsih, Ari Yola Sartika Yola Sartika yosi febri Yulia Nur Khayati