Moneca Diah Listiyaningsih
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendewasaan Usia Perkawinan ( PUP ) Dengan Pendekatan Active Learning di SMK PGRI 1 Salatiga Listiyaningsih, Moneca Diah; Veftisia, Vistra; Ismiriyam, Fiktina Vifri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.2 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.034 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i2.755

Abstract

Teenage marriage is still common in Indonesia, even though the impact of it is obvious. This marriage can also cause mental, social and economic problems that may lead to domestic violence. The factor of teenagers’ less knowledge about the age of safe marriage has not been widely understood, so many teenagers are easily influenced by unhealthy relationship, and some of them decide not to continue their study. The implementation of the activity was carried out at SMK PGRI 1 Salatiga with the method of providing health education about PUP by using an active learning approach divided into 3 stages of implementation. The data collection instrument was questionnaires. Before being given the health education about PUP, a small proportion of them had less knowledge about the age of marriage with the score of 67, namely 13 students (14.3%), 2 students (2.2%) got 50 and 58 score (2.2%), most students or 31 students (34.1%) got 75 score, 18 students (19.8%) got 83 score, 20 students (22.0%) got 92 score, and 4 students (4.4%) got 100 score. After getting the health education, 35 students (38.5%) got 83 score, 32 students (35.2%) got 92 score, and 3 students (3.3%) got 100 score. However there were still some students who had less knowledge getting 67 score as many as 4 students (4.4%) and 58 score as many as 3 students (3.3%). Marriage Age Maturing (PUP) is a program that can be implemented to increase students’ knowledge about marriage.AbtrakPernikahan remaja masih banyak terjadi, meskipun dampak pernikahan pada usia remaja ini sudah nyata terlihat. Masalah lainnya adalah masalah mental,sosial dan ekonomi yang bisa berdampak pada kekerasan dalam rumah tangga. Faktor pengetahuan remaja tentang usia perkawinan yang aman belum banyak dipahami, sehingga banyak remaja yang mudah terpengaruh oleh pergaulan yang bebas, dan banyak juga yang memutuskan untuk tidak melanjukankan sekolah. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di SMK PGRI 1 Salatiga dengan metode pemberian promosi kesehatan Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) dengan pendekatan active learning yang terbagi menjadi 3 tahap pelaksanaan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Sebelum diberikan promosi kesehatan pendewasaan usia perkawinan sebagian kecil memiliki pengetahuan kurang tentang usia perkawinan dengan nilai 67 yaitu 13 siswa (14.3%), nilai 50 dan 58 sebanyak 2 siswa (2.2%), siswa memiliki pengetahuan baik tentang usia perkawinan paling banyak siswa mendapat nilai 75 sebanyak 31 siswa (34.1%), nilai 83 sebanyak 18 siswa (19.8%), nilai 92 sebanyak 20 siswa (22.0%) dan ada yang mendapat nilai 100 sebanyak 4 siswa (4.4%)’. Sesudah diberi promosi kesehatan yang memiliki pengetahuan baik tentang usia perkawinan dengan nilai 83 sebanyak 35 siswa (38.5%), nilai 92 sebanyak 32 siswa (35.2%), dan yang mendapat nilai 100 sebanyak 3 siswa (3.3%). Namun masih ada siswa dengan pengetahuan kurang yang mendapat nilai 67 yaitu sebanyak 4 siswa (4.4%) dan nilai 58 3 siswa (3.3%). Pendewasaan Usia Pernikahan ( PUP ) merupakan salah satu program yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pernikahan.
Penguatan Literasi Media Sosial Bagi Perkembangan Anak Usia Dini Putri, Risma Aliviani; Diah, Moneca; Fauziah, Syifa
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.822 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.1108

Abstract

 Technology is getting more and more developed well such as gadgets, laptops, household electronics, electronic devices to work and so on, for the last few most trending at this time is gadgets. It seems that gadged itself can have such a huge impact on value and culture. Social media literacy must be planted early, because with social media literacy, children will understand what the benefits and impacts of social media and children are farthest from the negative impacts.  Implementation of activities held at TK Pelangi Nusantara 05 with the method of providing health education and strengthening about early childhood development and social media divided into 2 stages of implementation. Data collection instruments in the form of questionnaires.  The knowledge of parents after being given early childhood development information mostly has good knowledge of 27 people (69.23%) and enough knowledge of 12 people (30.77%). knowledge of parents after being given social media education is mostly knowledgeable 28 (71.8%)  (28.2%).  This social media literacy strengthening activity becomes a means of communication, education and discussion that is able to provide education and forgiveness for parents in efforts to supervise, mentor and provide solutions for the use of social media that is appropriate and effective for early childhood development.AbstrakTeknologi semakin lama semakin berkembang dengan baik seperti gawai, laptop, alat elektronik rumah tangga, alat elektronik untuk bekerja dan lain sebagainya, untuk beberapa terakhir yang paling trend pada saatini adalah gawai. Sepertinya gadged sendiri dapat memberikan dampak yang begitu besar pada nilai dan kebudayaan.Literasi media sosial harus ditanam sejak dini, karena dengan adanya literasi media sosial, anak akan memahami apa manfaat dan dampak dari media sosial dan anak pun terjauh dari dampak negatifnya.  Pelaksanan kegiatan dilaksnakan di TK Pelangi Nusantara 05 dengan metode pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan dan penguatan  tentang perkembangan anak usia dini dan media sosial yang terbagi menjadi 2 tahap pelaksanaan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner.  Pengetahuan orang tua sesudah  diberikan informasi perkembangan anak usia dini sebagian besar memiliki pengetahuan baik sejumlah 27 orang  (69,23%) dan  pengetahuan cukup 12 orang (30,77%). pengetahuan orang tua sesudah  diberikan edukasi media sosial sebagian besar berpengetahuan baik 28 (71,8%)  cukup (28,2%).  Kegiatan penguatan literasi media sosial ini menjadi sarana komunikasi, edukasi dan diskusi  yang  mampu  memberikan edukasi dan maafaat bagi orangtua dalam  upaya pengawasan, pendampingan dan memberikan solusi penggunaan media sosial yang tepat dan efektif bagi perkembangan anak usia dini.
Skrinning Status Gizi Remaja dan Upaya Pencegahan Anemia di SMK Perintis 29 Widyaningsih, Ari; Isfaizah; Moneca Diah Listiyaningsih; Yulia Nur Khayati; Wahyu Kristiningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2564

Abstract

Iron deficiency anemia is estimated to be the single largest cause of morbidity and mortality in adolescents. Anemia that occurs can cause decreased reproductive health, motoric and mental development, hampered intelligence, decreased learning achievement, decreased fitness levels and not achieving maximum height. The results of interviews with the school principal and guidance and counseling teachers at SMK Perintis 29 showed that the problem currently faced by partners is that cases of anemia in adolescent girls have not been identified because Hb screening examinations have never been carried out which are known to be effective in identifying the incidence of anemia in adolescent girls. The solution to the problem is Hemoglobin screening to increase adolescent awareness about the importance of anemia and the factors that influence it. The anemia screening activity began with registration of 30 young female screen participants, followed by TB and BB checks, Hb and blood pressure checks. The results of the activity showed that all teenage girls in grades X and The next community service activity focuses on empowering students with adolescent anemia to increase adolescent diet knowledge and skills.   ABSTRAK                 Anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi satu-satunya penyebab terbesar kesakitan dan kematian pada remaja. Anemia yang terjadi dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental, kecerdasan terhambat, menurunnya prestasi belajar, tingkat kebugaran menurun dan tidak tercapainya tinggi badan maksimal. Hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru BK di SMK Perintis 29 didapatkan data bahwa masalah yang dihadapi mitra saat ini adalah belum teridentifikasinya kasus anemia pada remaja putri karena belum pernah dilakukan pemeriksaan skrinning Hb yang diketahui efektif mengidentifikasi kejadian anemia remaja putri. Solusi permasalahan yang dilakukan adalah skrinning Hemoglobin untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya anemia serta faktor yang mempengaruhinya. Kegiatan skrinning anemia dimulai dengan registrasi peserta skrinnin sebanyak 30 remaja putri, dilanjutkan dengan pemeriksaan TB dan BB, Pemeriksaan Hb dan tekanan darah. Hasil kegiatan didapatkan bahwa semua remaja putri kelas X dan XI (100 %) di SMK Perintis 29 mengikuti kegiatan screening, 8 diantaranya mengalami anemia dan sebanyak 10 remaja berstatus gizi kurus. Kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya berfokus pada pemberdayaan siswa dengan anemia remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diet remaja.
Pijat Oksitosin pada Ibu Postpartum sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Asi Feni Noviyani; Moneca Diah Listiyaningsih; Munasifah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3140

Abstract

Breast milk not coming out is a condition where breast milk is not produced or there is little milk production. This is due to the influence of the oxytocin hormone which is not working enough due to the lack of stimulation from the baby's sucking which activates the work of the oxytocin hormone. One of the actions that need to be taken to maximize the quality and quantity of breast milk is back massage. Problems of postpartum mothers in the Sakura Room RST dr. Asmir Salatiga lacks knowledge about how to increase breast milk production with oxytocin massage. The activities were carried out in the Sakura Room, RST. Dr. Asmir Salatiga by providing health education about oxytocin massage as an effort to increase breast milk production. During the health education, oxytocin massage demonstrations were also carried out on 20 postpartum mothers. The instrument used was a questionnaire regarding knowledge of oxytocin massage. Knowledge of postpartum mothers before health education was in the good category of 13 mothers (65%), in the sufficient category of 7 mothers (35%). After health education was carried out, there was an increase in knowledge, namely 20 mothers (100%) mothers with good knowledge about oxytocin massage as an effort to increase breast milk production.This health education activity about oxytocin massage as an effort to increase breast milk production is a means of education and discussion that can provide many benefits for postpartum mothers. Because with this activity, mothers' knowledge about oxytocin massage has increased and they can overcome the problem of inadequate breast milk production that they experience independently by doing oxytocin massage.   ABSTRAK                 ASI tidak keluar adalah kondisi tidak diproduksinya ASI atau sedikitnya produksi ASI. Hal ini disebabkan pengaruh hormon oksitosin yang kurang bekerja sebab kurangnya rangsangan isapan bayi yang mengaktifkan kerja hormon oksitosin. Salah satu tindakan yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas ASI, yaitu pemijatan punggung. Permasalahan ibu postpartum di Ruang Sakura RST dr. Asmir Salatiga adalah kurangnya pengetahuan tentang cara meningkatkan prouksi ASI dengan pijat oksitosin Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Ruang Sakura , RST. Dr.Asmir Salatiga dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produkasi ASI. Pada saat melakukan pendidikan kesehatan juga dilakukan demonstrasi gerakan pijat oksitosin pada 20 ibu postpartum. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pengetahuan pijat oksitosin. Pengetahuan ibu postpartum sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dalam kategori baik  13 ibu ( 65%), kategori cukup 7 ibu (35%). Pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan yaitu 20  ibu (100%) ibu dengan pengetahuan baik tentang pijat oksitosin sebagai upaya untuk meningkatkan produksi ASI. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang pijat oksitosin sebagai upaya meningkatkan produksi ASI  ini menjadi sarana edukasi dan diskusi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi ibu postpartum . Karena dengan adanya kegiatan ini pengetahuan ibu  tentang pijat oksitosin mengalami peningkatan dan dapat mengatasi masalah kurang lancarnya produksi ASI yang di alami secara mandiri dengan melakukan pijat oksitosin.
Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam Melakukan Surveilan pada Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sragen Mulyasari, Indri; Puji Afiatna; Moneca Diah Listiyaningsih; Anisa Puspitasari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3189

Abstract

Nutrition surveillance data related to stunting is important as a basis for program formulation. The skills of the data collection team in nutrition surveillance determine the quality of the data. One of the roles of the family assistance team is to collect data using both interviews and anthropometric measurements. Lack of skill in collecting data can lead to misinterpretation, which can lead to ineffective nutrition programs. Training activities for family support teams related to interview techniques and anthropometric measurements were carried out to overcome these problems. The methods used were lectures, demonstrations, and simulations. The results of the activity are expected to improve the skills of the family support team in collecting nutrition surveillance data. After the activity, the knowledge of the family support team increased. The skills of the family support team still need to be refreshed regularly because there are still misperceptions related to interview techniques. In addition, anthropometric measurement errors were still found, especially in measuring mid-upper arm circumference and height.   ABSTRAK Data surveilan gizi terkait stunting penting sebagai dasar perumusan program. Keterampilan tim pengumpul data dalam surveilan gizi menentukan kualitas data. Salah satu peran TPK adalah mengumpulkan data baik menggunakan metode wawancara maupun pengukuran antropometri. TPK yang kurang terampil dalam mengumpulkan data dapat menyebabkan interpretasi yang keliru yang dapat menyebabkan program gizi menjadi kurang efektif. Kegiatan pelatihan bagi TPK terkait teknik wawancara dan pengukuran antropometri dilaksanakan untuk mengatasi masalah tersebut. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan simulasi. Hasil kegiatan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan TPK dalam mengumpulkan data surveilan gizi. Setelah kegiatan pengetahuan TPK meningkat. Keterampilan TPK masih perlu mendapatkan penyegaran secara berkala karena masih ditemukan kesalahan persepsi terkait teknik wawancara. Selain itu, masih ditemukan kesalahan pengukuran antropometri terutama pada pengukuran lingkar lengan atas dan tinggi badan. 
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. R Usia 32 Tahun GIIPIA0 di RSIA Asih Balikpapan Muzayarah; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of pregnancy and childbirth is still something that is risky and can be life-threatening for mothers and babies in Indonesia. Comprehensive and complete services for a woman from pregnancy preparation, pregnancy, postpartum and family planning as well as care for neonates are provided continuously through continuity of care (CoC) midwifery care, which emphasizes that promotive and preventive efforts are as important as curative and rehabilitative efforts in each life cycle and at each level of service. During the pregnancy process, health problems can arise and pose a risk to the mother and fetus. Problems related to lack of amniotic fluid called oligohydramnios are one of the risks during pregnancy because amniotic fluid is very important for fetal growth and development. For this reason, skilled midwives are needed to carry out clinical procedures with analytical, critical and precise abilities in managing care for women through a continuity of care approach. The case study research method on Mrs. R, 32 years old, GIIPIA0, 38 weeks of pregnancy with a cesarean section delivery. Case study of comprehensive care for Mrs. I was conducted since Antenatal Care in the third trimester, Intranatal Care (INC) Pre-Cesarean and Newborn (BBL), Postnatal Care (PNC) Post-Cesarean, Neonatal Care until  using 3-month injection contraception. ANC care, INC Pre-Cesarean and BBL, PNC Post-Cesarean, and Neonatal Care were continuous according to the midwifery care plan. There was no gap between theory and practice in providing care to Mrs. R with Continuity of Care (CoC) Midwifery Care.   Abstrak Proses kehamilan dan persalinan masih merupakan sesuatu yang berisiko dan dapat mengancam nyawa bagi ibu dan bayi di Indonesia. Pelayanan yang menyeluruh dan paripurna pada seorang wanita sejak dari persiapan kehamilan, hamil, nifas dan KB serta asuhan pada neonates di berikan secara berkesinambungan melalui asuhan kebidanan continuity of care (CoC), yang menekankan bahwa upaya promotif dan preventif sama pentingnya dengan upaya kuratif dan rehabilitatif pada tiap siklus kehidupan dan pada tiap level pelayanan.Selama proses kehamilan gangguan kesehatan dapat muncul dan memberikan resiko bagi ibu dan janin. Masalah yang berkaitan dengan kurangnya cairan amnion yang disebut oligohidramnion merupakan salah satu resiko selama kehamilan karena cairan amnion sangat penting bagi tumbuh kembang janin. Untuk itu dibutuhkan tenaga bidan yang terampil melakukan prosedur klinis dengan kemampuan analisis, kritis dan tepat dalam penatalaksanaan asuhan pada perempuan melalui pendekatan continuity of care. Metode penelitian studi kasus pada Ny. R usia 32 Tahun GIIPIA0 Usia Kehamilan 38 minggu dengan persalinan sectio caesarea. Studi kasus asuhan komprehensif pada Ny.I dilakukan sejak Antenatal Care pada trimester III, Intranatal Care (INC) Pra sectio caesarea dan Bayi Baru Lahir (BBL), Postnatal Care (PNC) Post sectio caesarea,  Neonatal Care hingga menggunakan KB suntik 3 bulan. Asuhan ANC, INC Pra sectio caesarea dan BBL, PNC Post sectio caesarea, dan Neonatal Care berkesinambungan sesuai dengan rencana asuhan kebidanan. Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik dalam pemberian asuhan kepada Ny. R dengan Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC).
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. S Umur 28 Tahun G2P1A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Damai Ratna Ningrum, Riana; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate showed an increase from 3,572 deaths in 2022 to 4,482 deaths in 2023 in Indonesia (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2023). Continuity of Care (COC) is continuous midwifery care provided to mothers and babies starting at the time of pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. Therefore, COC is one of the efforts to reduce the Maternal Mortality Rate (AKI) and the Infant Mortality Rate (AKB) (Diana, 2017). The purpose of this care is to provide comprehensive obstetric care (Continuity Of Care) to Mrs. S. The method used in this study is the data collection method, namely using interviews, observations with primary and secondary data through KIA books, physical examinations. This research started from July-August 2024. Documentation of the study using SOAP. Based on the results of a comprehensive case study on Mrs. S, it was found that the problem was 32 weeks and 2 days gestation, namely low back pain, Mrs. S gave birth spontaneously at Balikpapan Baru Hospital and the newborn was in good condition, the postpartum period was normal and Mrs. S decided to use the Lactation Amenorrhea Method (MAL). It is hoped that clients can apply the counseling that has been provided during pregnancy, postpartum, newborn, neonatal and family planning visits so that they can provide health benefits to mothers and babies and increase maternal knowledge about pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, neonates and family planning.   Abstrak Jumlah kematian ibu menunjukkan peningkatan dari 3.572 kematian pada 2022 menjadi 4.482 kematian pada tahun 2023 di Indonesia (Kementrian Kesehatan RI, 2023). Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC)  merupakan  asuhan  kebidanan  berkesinambungan yang  diberikan  kepada  ibu  dan  bayi  dimulai  pada  saat kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana. Oleh karena itu, asuhan kebidanan  secara  COC  adalah  salah  satu  upaya  untuk menurunkan   Angka   kematian   Ibu  (AKI)   dan   Angka Kematian Bayi (AKB) (Diana, 2017). Tujuan asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komperehensif (Continuity Of Care) pada Ny S. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik. Penelitian ini dimulai sejak bulan Juli-Agustus 2024. Pendokumentasian penelitian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komperehensif pada Ny S didapatkan masalah saat usia kehamilan 32 minggu 2 hari yaitu nyeri pinggang, Ny. S bersalin secara spontan di Rumah Sakit Balikpapan Baru dan bayi baru lahir dalam keadaan baik, masa nifas berlangsung normal dan Ny. S memutuskan menggunakan KB Metode Amenorea Laktasi (MAL). Diharapkan klien bisa menerapkan konseling yang telah diberikan selama kunjungan hamil, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan KB sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan pada ibu dan bayi dan menambah ilmu pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan keluarga berencana.
Breastfeeding Self Efficacy dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Menyusui di Desa Margorejo Kabupaten Pati: The Relationship of Breastfeeding Self Efficacy With Exclusive ASI Providing to Breastfeeding Mothers In Margorejo Village, Pati District Moneca Diah Listiyaningsih; Wahyu Indah Lestari
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.496

Abstract

Exclusive breastfeeding is very important for babies. In Central Java there is low breastfeeding coverage, namely in Pati Regency at 75.6%. The lowest breastfeeding coverage is at the Margorejo Community Health Center, namely 15.1% (Pati District Health Profile, 2022). In Margorejo Village, exclusive breastfeeding coverage is 3.39%. 9 out of 10 mothers who have babies aged 6 to 12 months in Margorejo Village do not breastfeed exclusively because the mothers feel unsure that they can breastfeed exclusively. Apart from that, other factors in the failure of exclusive breastfeeding include the mother's job, knowledge and social culture. To find out the relationship between Breastfeeding Self Efficacy and Exclusive Breastfeeding for Breastfeeding Mothers in Margorejo Village, Pati Regency The approach used uses a cross sectional approach. The population of this study consisted of 54 mothers with samples using total sampling. The data collection tool uses a questionnaire. Data normality test used the Shapiro-Wilk test, data analysis used the Chi-Square test. Of the 54 respondents of breastfeeding mothers, there were 30 respondents who had a high category of breastfeeding self-efficacy with exclusive breastfeeding, 16 respondents (53.3%) and 14 respondents (26.3%) in the non-exclusive breastfeeding category, while 24 respondents had low breastfeeding self-efficacy with exclusive breastfeeding. a total of 3 respondents (12.5%) and 21 respondents (84.5%) were not exclusively breastfed. The Chi-Square test shows the p value = 0.005 < α (0.05) that there is a relationship between breastfeeding self-efficacy and exclusive breastfeeding for breastfeeding mothers in Margorejo Village, Pati Regency.There is a relationship between breastfeeding self-efficacy and exclusive breastfeeding for breastfeeding mothers in Margorejo Village, Pati Regency   ABSTRAK ASI eksklusif sangat pentingbagibayi. Di Jawa Tengah terdapat cakupan ASI yang rendah yaitu di Kabupaten Pati sebesar 75,6%. Cakupan ASI terendah terdapat di Puskesmas Margorejo yaitu sebesar 15,1% (Profil Kesehatan Kabupaten Pati, 2022). Di Desa Margorejo cakupan ASI eksklusifnya yaitu sebesar 3,39%. Sembilan dari sepuluh ibu yang memiliki bayi di usia 6 sampai 12 bulan di Desa Margorejotidak ASI eksklusif karena ibu merasa tidak yakin bahwa dapat memberikan ASI secara eksklusif. Selain itu, factor lain gagalya ASI eksklusif ada pekerjaan ibu, pengetahuan, dan social budaya. Untuk mengetahui bagaimana Hubungan Breastfeeding SelfEfficacy dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Desa Margorejo Kabupaten Pati. Pendekatan yang dilakukan menggunakan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian ini berjumlah 54 ibu dengan sampel yang menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakankuesioner. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk, analisis data menggunakan uji Chi-Square. Dari 54 responden ibu menyusui terdapat30 responden yang memiliki breastfeeding self efficacy kategori tinggi dengan ASI eksklusif sejumlah 16 responden (53.3%) dan 14 responden (26.3%) kategori tidak ASI eksklusif sedangkan dari 24 responden yang breastfeeding self efficacy rendah dengan pemberian ASI eksklusif sejumlah 3 responden (12.5%) dan 21 responden (84.5%) kategoritidak ASI eksklusif. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p value = 0,005 < α (0,05) bahwa ada hubungan breastfeeding self efficacy dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Desa Margorejo Kabupaten Pati. Ada hubungan antara breastfeeding self efficacy dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Desa Margorejo Kabupaten Pati
Pendidikan dan Pekerjaan Ibu Merupakan Faktor yang Berpengaruh Langsung terhadap Praktik Pemberian Makanan pada Anak (PMBA): Mother's Education and Work Are Factors That Have a Direct Influence on The Practice of Child Feeding (PMBA) Isfaizah; Ari Widyaningsih; Moneca Diah Listiyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i2.2676

Abstract

Complementary feeding practices can cause malnutrition which contributes to the incidence of child malnutrition. Many factors influence complementary feeding (CF) practices, including biological factors, socio-economic status, and local culture. This research aims to analyze the influence of bio-socioeconomic status and culture on Complementary Feeding (CF) practices in Semarang Regency. The research design is observational analytic with a cross-sectional approach. The population is all mothers who have toddlers aged 12-60 months in West Ungaran District, totaling 776 toddlers. The sampling technique used was accidental sampling with a sample size of 198 respondents. The independent variables are the mother's age, child care provider, number of children, mother's education, mother's occupation, child's gender, child order, and culture while the dependent variable is child feeding practices (IYCF) which are measured using the Complementary Feeding Practice Questionnaire (CFPQ), while the independent variable uses a questionnaire whose validity and reliability have been tested. The data analysis that will be used is univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis with logistic regression. The results of the bivariate analysis showed that the age of the mother, child caregiver, number of children, order of children, gender of the child and culture were not significant to CF practices. Multivariate analysis with logistic regression shows that maternal education and maternal employment influence CF practices, where mothers with higher education tend to provide better CF practices by 2.77 than mothers with low education. Working mothers also tend to increase CF practices better by 2.17 compared to mothers who do not work. It is best for health workers and educational institutions to work together to increase the accessibility of information about good CF practices for children.   Abstrak Praktik pemberian makan yang kurang tepat dapat menyebabkan malnutrisi yang berkontribusi dalam kejadian gizi buruk anak. Banyak faktor yang mempengaruhi praktik Pemberian Makan Bagi Anak (PMBA) diantaranya faktor biologis, sosial ekonomi status dan budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bio-sosial ekonomi status dan  budaya dengan praktik Pemberian Makan Bagi Anak (PMBA) di Kabupaten Semarang. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 12-60 bulan di Kecamatan Ungaran Barat sebanyak 776 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel sebesar 198 responden. Variabel independen adalah umur ibu, pengasuh anak, jumlah anak, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jenis kelamin anak, urutan anak dan budaya sedangkan variabel dependennya adalah praktik pemberian makan bagi anak (PMBA) yang diukur dengan menggunakan Complementary Feeding Practice Questionare (CFPQ), sedangkan variabel independen menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang akan digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat dengan regresi logistic. Hasil analisis bivariat diperoleh umur ibu, pengasuh anak, jumlah anak, urutan anak, jenis kelamin anak dan budaya tidak signifikan dengan praktik PMBA. Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa pendidikan ibu dan pekerjaan ibu berpengaruh terhadap praktik PMBA, di mana ibu dengan pendidikan tinggi cenderung memberikan PMBA yang lebih baik sebesar 2,77 dibandingkan ibu berpendidikan rendah. Ibu yang bekerja juga cenderung meningkatkan praktik PMBA yang lebih baik sebesar 2,17 dibandingkan ibu yang tidak bekerja. Sebaiknya tenaga kesehatan dan instansi pendidikan bersinergi dalam meningkatkan keterjangkauan informasi tentang praktik PMBA yang baik bagi anak.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. R Usia 31 Tahun G3P2A0 di Rumah Sakit Balikpapan Baru Kota Balikpapan Tahun 2024 Hanum, Puspita; Listiyaningsih, Moneca Diah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (COC) Midwifery Care is continuous care from pregnancy to Family Planning (KB) as an effort to reduce the Maternal Mortality Rate (AKI) and Infant Mortality Rate (AKB) where data from East Kalimantan Province in 2019-2021 found that the maternal mortality rate increased from 79 people to 168 people. This increase also occurred in infants, from 600 to 702 (BPS, 2021). The purpose of providing obstetric care to Mrs. R at the age of 31 years comprehensively (Continuity of Care) includes pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal to family planning (KB). The method used in this study is a descriptive research method and the type of descriptive research used is a case study where the author takes cases of pregnant women, maternity mothers, newborns, neonates, postpartum mothers and family planning. The location and time of this case will be carried out from May 29, 2024 to September 24, 2024. This research was conducted at Balikpapan Baru Hospital. The method used in this study is a data collection method in the form of primary data through interviews, observations and secondary data through KIA books, physical examinations and research starting from May – September 2024 where documentation uses SOAP. Based on the results of a comprehensive case study of Mrs. R from pregnancy to birth control, Mrs. R was 31 years old G3P2A0 with a gestational age of 40 weeks and often performed routine ANC > 6x according to the recommendations of Integrated ANC, Childbirth by SC due to KPD and fetal distress, Babies were born healthy and received immunizations according to schedule, as well as birth control MOW services. There is no gap between theory and case in Mrs. R's Comprehensive Care from pregnancy to family planning.   Abstrak Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) merupakan asuhan secara berkesinambungan dari hamil sampai dengan Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dimana data Provinsi Kalimantan Timur tahun 2019- 2021 didapatkan bahwa angka kematian ibu mengalami peningkatan dari 79 jiwa menjadi 168 jiwa. Peningkatan ini juga terjadi pada bayi yakni dari 600 jiwa menjadi 702 jiwa (BPS, 2021). Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. R usia 31 tahun secara komprehensif (Continuity of Care) meliputi masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai keluarga berencana (KB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus dimana penulis mengambil kasus ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, neonatus, ibu nifas dan KB. Lokasi dan waktu kasus ini dilakukan pada Tanggal 29 Mei 2024 sampai dengan 24 September 2024. Penelitian ini dilakukan di RSU Balikpapan Baru. Metode pengumpulan data berupa data primer melalui wawancara, observasi dan data sekunder melalui buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian yang dimulai sejak bulan Mei – September 2024 dimana pendokumentasian menggonakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif terhadap Ny. R dari kehamilan hingga KB didapatkan Ny. R usia 31 Tahun G3P2A0 usia kehamilan 40 Minggu sering melakukan ANC rutin > 6x sesuai anjuran ANC Terpadu, Bersalin secara SC dikarenakan KPD dan fetal distres, Bayi lahir sehat dan mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, serta pelayanan KB MOW. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif Ny. R dari masa kehamilan hingga keluarga berencana.
Co-Authors Agan Sridewi Agan Sridewi Aice Bela Fitriyani Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andini Putri, Andini Andy Ulmi Aprilani Anggraini Khoirum Ningdiah Anggun Mita Arismaya Anis Pravitasari Anisa Puspitasari Ari Andayani Ari Andayani Ari Andayani Ari Widyaningsih Ari Widyaningsih Arismaya, Anggun Mita Arrachim, Sakinah Atika Rizki Suryani Azelia Dwijayanti Bq. Yulia Sri A Cahyaningrum Chichik Nirmasari Chicin Jesika Ardiyanti Chusnul Khotimah Cici Prizkila Damayanty, Thisna Devitasari Yulistian Dewi Nurani Suci Dinianti, Ayustin Eni Tri Sudarman Eti Salafas Feni Noviyani Fiktina V Fiktina Vifri Ismiriyam Fitriyani, Aice Bela Fitriyatul Munawaroh Fransiska Bertha Verdiawati Gresloan, Anny Hairunisa Hanifah Khoeriah Hanum, Puspita hapita Hapsari Windayanti Heni Mardalena Heni Setyowati Ida Nur Ramadhana Ida Ristiani Ika Niilawati Ika Nilawati Indri Mulyasari Irmasari - Isfaizah Isri Nasifah Isri Nasifah Kurniawati Lestari, Puji Lestari, Wahyu Indah Lilis Jayanti Lisa Komalasari Mardianita Aulia Icwanti Misnawati Munasifah Murniati Sari Mursini Muzayarah Nainggolan, Julita Br Natalia Adhy Wulandari Natalia Ice Nelli Anggriyani Ni Kadek Cahyaningsih ningsih, Diah ayu Ninik Christiani Ninik Christiani, S.Si T., M.Kes Nova Fitria Salzabila Nova Oktaviani Noviyani, Feni Nurida Dyah Andarini Nurul Khomariah Oni Elena P. R, Arina Manasika Puji Afiatna Putri Alifia Akhmad Putri Alifia Akhmad Putri, Risma Aliviani Qomaril Andrea Sani , Nur Qonitatun, Anisa Rahmadhani, Tesa Dwiputri Ratna Ningrum, Riana Retno Sari Oktapianti Riandari, Dian Ayu Rini Septianasari Ryan Nabela Maha Rani Sari, Eva Desita Shofiula, Niswatul Jannah Sinta Nuryah Siswati Siti Hardi Yanti Cahyati Susi Purwanti Susi Purwanti Syifa Fauziah Syifa Fauziah TATI NURHAYATI Uli Amri Ma’rifah Veftisia, Vistra Vivi Wulandar Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Widyaningsih, Ari Yola Sartika Yola Sartika yosi febri Yulia Nur Khayati