Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perkembangan Tahap Individual Anak Usia Sekolah Dasar dalam Memahami Nilai-Nilai Agama Siti Marwah; Khairunnisa Khairunnisa; Halimah Halimah; Hidayati Ramadhani; Surawan Surawan
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jurip.v5i1.1834

Abstract

The development of children at the elementary school age is a continuous and systematic process of change that includes physical, cognitive, socio-emotional, and religious aspects, with the age range of 6–12 years being a crucial stage in shaping values, attitudes, and spiritual identity. This study aims to examine the stages of individual development of elementary school children in understanding religious values using a qualitative approach with a literature study method by reviewing various relevant sources such as books and journals. The collected data are analyzed descriptively to illustrate child development and its implications for religious values education, and the findings show that children’s religious development is influenced by internal factors, as well as family and school environments; therefore, the roles of parents and teachers are essential in instilling religious values from an early age through habituation, role modeling, and guidance
Dinamika Interaksi Teman Sebaya dalam Pembentukan Kebiasaan Keagamaan Siswa di SMP Islam Darussalam Palangka Raya Helma Hidayati; Fatma Izzatun Najwa; Hilya Izatillah; Puput Syahara Hibatullah; Surawan Surawan
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 11 No 03 (2026)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v11i03.183

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan kebiasaan keagamaan siswa yang tidak hanya dipengaruhi oleh program sekolah, tetapi juga oleh interaksi sosial dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi teman sebaya serta perannya dalam pembentukan kebiasaan keagamaan siswa di SMP Islam Darussalam Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya berlangsung dalam bentuk saling mengajak, mengingatkan, dan berpartisipasi bersama dalam kegiatan keagamaan. Interaksi tersebut berperan sebagai faktor sosial yang memperkuat terbentuknya kebiasaan keagamaan siswa, meskipun tidak bersifat mutlak karena tetap dipengaruhi oleh kesadaran dan motivasi pribadi.
Religiusitas Intrinsik dan Psychological Well-Being Remaja: Peran Mediasi Coping Spiritual Putri Riani; Anna Noprianty; Uzdma Latifah; Preti Preti; Surawan Surawan
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2710

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat religiusitas intrinsik yang tinggi hingga sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh keyakinan yang kuat dalam menjalankan ajaran agama, konsistensi dalam beribadah, dan menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam kehidupan. Hasilnya menunjukkan bahwa responden telah menginternalisasikan nilai-nilai agama secara mendalam, sehingga agama tidak hanya dipahami secara teoretis tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kondisi kesehatan mental responden berada pada kategori cukup tinggi hingga tinggi, dengan aspek yang paling menonjol termasuk kemandirian dalam pengambilan keputusan, kemampuan untuk menjalin hubungan sosial yang baik, dan adanya tujuan hidup yang jelas. Namun demikian, aspek penguasaan lingkungan tetap berada pada kategori cukup, yang menunjukkan bahwa sebagian responden masih menghadapi kesulitan dalam mengelola kehidupan sehari-hari, terutama dengan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Sebaliknya, coping spiritual tampaknya sangat penting bagi penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat coping spiritual yang tinggi hingga sangat tinggi, yang ditandai dengan keseimbangan antara upaya pribadi, doa, dan kepercayaan kepada Tuhan saat menghadapi masalah. Ini menunjukkan bahwa coping spiritual membantu memperkuat hubungan antara religiusitas intrinsik dan kesehatan mental, yang memungkinkan responden untuk mengelola stres dengan lebih baik dan mempertahankan keadaan pikiran yang stabil.
FEAR OF MISSING OUT (FOMO), INSTAGRAM USE, AND THE DYNAMICS OF SELF-ESTEEM AMONG STUDENTS AT ISLAMIC RELIGIOUS UNIVERSITIES Norheni Aulia Aulia; Rahma Sita Aulia Fahrida; Rafi Ihsan Al-Baihaqi; Surawan Surawan
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v9i1.6189

Abstract

The rapid development of social media has influenced the psychological dynamics of students, particularly related to Fear of Missing Out (FoMO) and the formation of self-esteem. Instagram is one of the most widely used platforms among students and facilitates social comparison that may influence individual self-evaluation. This study aims to analyze the influence of FoMO and Instagram usage on the self-esteem of students at Islamic religious universities. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 82 students from the State Islamic University of Palangka Raya who were selected through purposive sampling with the criterion of actively using Instagram. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale measuring FoMO, Instagram usage, and self-esteem. Instrument validity was tested using Pearson Product Moment correlation, while reliability was examined using Cronbach’s Alpha coefficient. The data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that the regression model was significant (F = 11.657; p < 0.05) with a coefficient of determination (R² = 0.229), indicating that 22.9% of the variance in self-esteem could be explained by FoMO and Instagram usage. Partial testing showed that FoMO had a negative and significant effect on self-esteem (t = -3.173; p = 0.002), whereas Instagram usage did not significantly affect self-esteem (t = -1.258; p = 0.211). These findings indicate that digital social anxiety such as FoMO plays an important role in shaping students’ self-esteem in the social media era.  
Memaafkan Sebagai Faktor Penguat Kesehatan Mental Mahasiswa PAI Angkatan 22: Tinjauan Psikologis Muhammad Khair; Surawan Surawan; Nabihah Husna Razali
Cakrawala: Journal of Religious Studies and Global Society Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/cakrawala.v2i1.229

Abstract

Mental health has become an increasingly relevant issue in modern society, particularly due to the influence of technology and social media, which tend to exacerbate individuals' psychological conditions. This study aims to examine the effect of forgiveness on the mental health of students in the Islamic Religious Education (PAI) Study Program, class of 2022. A quantitative approach with a correlational method was employed, involving 30 respondents selected through purposive sampling. The instrument used to measure forgiveness was the Heartland Forgiveness Scale, while mental health was assessed using the Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scale. Pearson correlation test results indicated a very strong and significant relationship between forgiveness and mental health, with a correlation coefficient of 0.990 and a p-value of <0.001. These findings suggest that the higher the level of forgiveness, the better the students’ mental health condition. This research emphasizes the importance of forgiveness as a factor that strengthens psychological well-being and contributes to the development of more holistic psychological interventions. It is hoped that the results of this study can serve as a foundation for educational institutions to design programs that enhance students' mental health through the practice of forgiveness.
Pro Social Behavior dalam Animasi Upin & Ipin Membangun Pendidikan Karakter yang Selaras dengan Nilai-Nilai Islam Salsabila Hady Ningsih; Alya Fitriani; Surawan Surawan
Cakrawala: Journal of Religious Studies and Global Society Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/cakrawala.v2i2.293

Abstract

Character education is a form of human activity in which there is an educational action intended for the next generation, which in spreading it in this era can use the media. In this modern era, media has a great influence on the way children learn when imitating social behavior. One effective way is to use animation that can help children understand and model good behavior in an interesting and easy-to-understand way. One animation that can help children imitate social behavior is Upin & Ipin, which contains various prosocial behaviors. This makes Upin & Ipin cartoons a potential medium in conveying character education messages that are in line with Islamic values. The method used in this research is library research. The results showed a discussion by taking three episodes of Upin & Ipin animation, namely: Rumah Rasa Sayang, Ijat Sudah Berani Naik Sepeda and Gerobok Rezeki, where these three episodes contain pro-social behavior values in building childrens character education that is in line with Islamic values. The conclusion is that character education can be built through children's animated shows such as Upin & Ipin which contain various pro-social behaviors that are easy for children to imitate and understand.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Berkebutuhan Khusus di Kelas Inklusif Sekolah Dasar 2 Desa Lampasa Alya Iriyanti; Restu Juliyana; Suci Fitriyani; Oktaviani Yusliana; Lisa Gunawan; Surawan Surawan
EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia) Vol 6, No 1 (2026): EUNOIA (Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia)
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/eunoia.v6i1.5373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca anak berkebutuhan khusus di kelas inklusif SDN 2 Desa Lampasa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas II dan satu siswa berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang cukup baik tentang konsep pembelajaran inklusif dan menerapkan berbagai strategi, seperti penggunaan media visual (kartu kata, gambar, dan buku cerita), pendekatan pembelajaran fleksibel, serta kolaborasi dengan orang tua. Namun pelaksanaan pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana prasarana, kurangnya pelatihan guru, dan belum adanya program inklusif formal di sekolah. Meskipun demikian, inisiatif dan kreativitas guru menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembelajaran membaca bagi siswa berkebutuhan khusus. 
Echo Chamber, Identitas Keagamaan, dan Kematangan Beragama Remaja: Studi Psikologi Perkembangan Agama Digital Reyza Ayu Qomaria; Firda Nazirah; Lipur Ninda Ningtyas; Nabila Sakina Putri; Surawan Surawan
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol. 18 No. 1 (2026): ANALITIKA JUNE
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v18i1.17586

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara remaja memperoleh dan memahami informasi keagamaan. Melalui algoritma personalisasi, pengguna cenderung lebih sering terpapar pada konten yang sejalan dengan preferensi dan keyakinannya sehingga memunculkan fenomena echo chamber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena echo chamber terhadap pembentukan identitas keagamaan dan kematangan beragama pada remaja generasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 20 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Namun, penelitian juga menemukan bahwa sebagian informan tetap menunjukkan sikap reflektif dengan mempertimbangkan pandangan yang berbeda sebagai tambahan wawasan. berusia 18–21 tahun yang aktif mengakses konten keagamaan melalui media sosial. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi sumber utama informasi keagamaan melalui konten ceramah singkat, motivasi Islami, serta penjelasan akhlak dan ibadah. Algoritma media sosial mendorong terbentuknya pola konsumsi informasi yang homogen, ditandai dengan kecenderungan informan mengikuti akun dan tokoh agama yang memiliki pandangan sejalan dengan keyakinan mereka. Kondisi tersebut memperkuat identitas keagamaan yang dibangun dari sumber informasi yang relatif seragam dan membatasi paparan terhadap perspektif keagamaan alternatif. Temuan ini menunjukkan bahwa echo chamber tidak secara langsung menghasilkan sikap eksklusif, tetapi berpengaruh terhadap kematangan beragama dengan membentuk preferensi informasi yang homogen sehingga proses refleksi dan eksplorasi pemahaman keagamaan menjadi lebih terbatas.
LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PEMBENTUKAN KESADARAN RELIGIUS SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH: STUDI KASUS DI MIS AL-HUNAFA PALANGKA RAYA Khoirulloh Luthfi Muhammad; Iqbal Nur Hilmi; Muhammad Fazry; Andika Putra; Surawan Surawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10159

Abstract

Character education at the Madrasah Ibtidaiyah level is a crucial formative phase, yet it is often confined to controlled classroom environments. This creates a sociological gap regarding how public open spaces can serve as catalysts for character building amidst the challenges of urban modernity in Palangka Raya. This study aims to analyze the utilization of the schoolyard at MIS Al-Hunafa Palangka Raya as a prophetic pedagogical instrument in shaping students' religious awareness. The primary focus is to describe the decentralization of religious activities through the "Gema Qur’ani" program in open spaces. Using a qualitative intrinsic case study method, data were gathered through participant observation, in-depth interviews with teachers and upper-level students, and visual documentation. Data analysis was conducted inductively through reduction, display, and verification to validate value transformation. The results indicate that routine collective murajaah every morning in the schoolyard effectively trains students' self-regulation and focus despite a dynamic environment. The presence of teachers as interactive tajwid facilitators strengthens the internalization of values, ensuring the activity is not merely mechanistic. This study concludes that the synergy between the physical environment and pedagogical guidance successfully transforms oral routines into real-life principles, manifested in increased worship discipline, honesty, and noble character in students' daily lives. ABSTRAK Pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah merupakan fase krusial yang menentukan struktur kognitif dan afektif siswa, namun sering kali hanya difokuskan pada ruang kelas yang terkendali. Hal ini memicu kekosongan sosiologis mengenai bagaimana ruang terbuka publik dapat berfungsi sebagai katalisator karakter di tengah tantangan modernitas kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan halaman sekolah di MIS Al-Hunafa Palangka Raya sebagai instrumen pedagogi profetik dalam membentuk kesadaran religius siswa. Fokus utama penelitian adalah mendeskripsikan strategi desentralisasi kegiatan keagamaan melalui program "Gema Qur’ani" di ruang terbuka. Menggunakan metode kualitatif studi kasus intrinsik, data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa kelas atas, serta dokumentasi visual. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk memvalidasi transformasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rutinitas murajaah kolektif setiap pagi di halaman sekolah efektif melatih regulasi diri dan fokus siswa meski dalam lingkungan yang dinamis. Kehadiran guru sebagai fasilitator tajwid interaktif memperkuat internalisasi nilai sehingga kegiatan tidak bersifat mekanistik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi lingkungan fisik dan bimbingan pedagogis berhasil mentransformasi rutinitas lisan menjadi prinsip hidup nyata yang bermanifestasi pada peningkatan disiplin ibadah, kejujuran, serta akhlakul karimah siswa dalam kehidupan sehari-hari.    
Internalisasi Nilai Keagamaan dalam Menumbuhkan Kesadaran Beragama di Kalangan Remaja di MA Raudhatul Jannah Palangka Raya Barikatul Hikmah; Musytari Lildia; Zahroul Firdausy; Eka Wulandari; Surawan Surawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7297

Abstract

Perkembangan sosial dan kemajuan teknologi pada era modern membawa berbagai perubahan dalam kehidupan remaja, termasuk dalam cara mereka memahami dan menjalankan nilai-nilai keagamaan. Remaja sebagai kelompok usia yang berada pada tahap pencarian jati diri sering menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sosial, pergaulan, maupun media digital yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku keberagamaan mereka. Dalam kondisi tersebut, proses internalisasi nilai-nilai keagamaan menjadi sangat penting sebagai upaya untuk menanamkan pemahaman, kesadaran, serta penghayatan terhadap ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Internalisasi nilai keagamaan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pengetahuan agama, tetapi juga mencakup proses pembentukan sikap, kebiasaan, dan perilaku religius yang dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai keagamaan dalam menumbuhkan kesadaran beragama di kalangan remaja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap remaja serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan keagamaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai keagamaan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pembiasaan kegiatan keagamaan, pemberian keteladanan oleh guru dan orang tua, serta pembinaan dan bimbingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Proses tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman ajaran agama, menumbuhkan kesadaran dalam menjalankan ibadah, serta membentuk sikap dan perilaku religius pada remaja dalam kehidupan sehari-hari