Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETANOL NIKOTIN EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) ASAL GAYO DENGAN METODE GC-MS Ulmi, M Rayhan; Supiyani, Supiyani; Daulay, Anny Sartika; Lubis, Minda Sari
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6672

Abstract

Latar Belakang: Tembakau merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia, terutama sebagai bahan baku rokok, dan diketahui mengandung nikotin. Selain itu, potensi tembakau sebagai agen antibakteri juga perlu dieksplorasi mengingat kandungan senyawa bioaktif di dalamnya. Tujuan: untuk menetapkan kadar nikotin pada daun tembakau Gayo (Nicotiana tabacum L). Metode: skrining fitokimia, penetapan kadar secara kuantitatif dengan titrasi asidimetri dan secara kualitatif spektrofotometri GC-MS. Hasil: penentuan penetapan kadar nikotin pada daun tembakau gayo yaitu 1,3% pada serbuk dan 2,9 % pada ekstrak .Uji kualitatif dengan GC-MS diperoleh hasil alkaloid (Nicotine), Golongan heterosiklik nitrogen ( Quinazoline, 8-methoxy-) , eter dan turunan fenol (p-Acetoxyanisole), terpenoid (Neophytadiene, Phytol ,  (+)-Nerolidol , beta-elemene , alpha-Farnesene , dihidroionon) , Alkohol (threo-2-Deuterio-1, 2 – diphenylethanol , Cyclohexanol ) Hidrokarbon Trisiklik (2,2,3,7-Tetramethyltricyclo (5.2.0.0. (1,6)) Undec-3-Ene ) , Diterpenoid( Torreferol).
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SERBUK SARI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE HEAT AND CONGEALING Metami Sihombing, Juliana; Puteri, Cut Intan Annisa; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6909

Abstract

Tablet hisap ialah sediaan yang dapat memuat satu atau lebih zat aktif dengan pemberian bahan tambahan dan pemanis serta dapat larut di dalam mulut. Tablet hisap memiliki berbagai keuntungan yaitu rasanya manis dan penggunaanya mudah. Penelitian ini mengunakan metode heat and congeling yang memenuhi syarat karakteristik tablet hisap yang baik. Pengujian dilakukan menggunakan serbuk sari buah pepaya (SSP) yang diformulasikan mengunakan pengikat gom arab dan putih telur dengan formula F1 (SSP 3 gram dan gom arab 7,5%), F2 (SSP 3 gram dan gom arab 10%), F3 (SSP 3 gram dan putih telur 5%), dan F4 (SSP 3 gram dan putih telur 7%). Selanjutnya dilakukan penilaian fisik untuk tablet hisap yang mencakup sifat-sifat, konsistensi berat, konsistensi ukuran, tingkat kekerasan, tingkat kerapuhan, dan waktu pembubaran. Berdasarkan formula F1, F2, F3, dan F4 yang dibuat dalam penelitian ini, tablet hisap yang dihasilkan yaitu dari formula F1 dan F2. Evaluasi fisik tablet hisap dari formula F1 dan F2 menghasilkan sifat fisik tablet hisap yang baik serta menghasilkan waktu hancur yang cepat yaitu selama 12 menit dan 10 menit. Menggunakan metode heat and congeling memiliki karakteristik tablet hisap yang baik serta dapat hancur di dalam mulut dalam waktu yang singkat. Hal ini menunjukan bahwa waktu hancur tablet hisap serbuk sari buah pepaya telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.
FORMULASI NANOGEL TABIR SURYA EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. f. Oktavia, Zela; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Pulungan, Ainil Fithri
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6242

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm. f.) dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat karena kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanogel tabir surya berbahan dasar ekstrak etanol lidah buaya untuk melihat kemampuan sebagai tabir surya dengan cara menghitung nilai sun protection factor. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuji senyawa metabolit sekunder. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji nilai SPF sebagai penanda aktivitas tabir surya. Sediaan nanogel diformulasikan ke dalam tiga konsentrasi berdasarkan hasil pengujian antioksidan ekstrak lidah buaya. Hasil menunjukkan bahwa sediaan nanogel memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan sediaan topikal. Nilai IC50 dari ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 116,148 µg/ mL. Nilai SPF dari sediaan nanogel berada dalam rentang proteksi sedang dan memiliki nilai tertinggi pada konsentrasi 2500 ppm pada setiap formula. Dengan demikian, nanogel ekstrak lidah buaya berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan cara meningkatkan konsentrasi ekstrak sebagi zat aktif yang efektif melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan radikal bebas. Kata Kunci: Lidah buaya, nanogel, antioksidan, tabir surya. ABSTRAC Aloe vera (Aloe vera (L.) Burm. f.) is known as a herbal plant with strong antioxidant activity due to its secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. This study aims to develop a sunscreen nanogel formulation based on aloe vera ethanol extract to assess its efficacy as a sunscreen by calculating the sun protection factor (SPF) value. The extract was obtained through maceration using 96% ethanol solvent, followed by testing for secondary metabolites. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, and SPF value was determined as an indicator of sunscreen efficacy. The nanogel formulation was prepared in three concentrations based on the antioxidant activity test results of the aloe vera extract. The results showed that the nanogel formulation had physical characteristics consistent with the requirements for topical formulations. The IC50 value of the extract indicated moderate antioxidant activity with an IC50 value of 116.148 µg/mL. The SPF value of the nanogel formulation falls within the moderate protection range and reaches its highest value at a concentration of 2500 ppm in each formulation. Thus, aloe vera extract nanogel has the potential to be developed as a natural sunscreen formulation by increasing the concentration of the extract as an effective active ingredient to protect the skin from the harmful effects of UV rays and free radicals. Keywords: Aloe vera, nanogel, antioxidant, sunscreen.
KARAKTERISASI SIMPLISIA, SKRINING FITOKIMIA, DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) Lubis, Asira; Rani, Zulmai; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Lubis, Minda Sari
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6272

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu tanaman yang dikenal mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dengan potensi sebagai antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif serta berbagai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor. Sampel daun kelor diperoleh dari Binjai, Sumatera Utara, kemudian diolah menjadi simplisia kering, diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan dilakukan skrining fitokimia serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada panjang gelombang 516 nm dengan spektrofotometer visible. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, serta steroid yang berperan sebagai antioksidan. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 122,6791 µg/mL, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC₅₀ sebesar 4,8253 µg/mL. Berdasarkan nilai IC₅₀, aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kelor termasuk dalam kategori sedang. Kesimpulannya, daun kelor mengandung metabolit sekunder dengan kemampuan antioksidan yang dapat berpotensi digunakan sebagai sumber alami penangka radikal bebas.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN TANIN SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIAK-SIAK (Dianella ensifolia (L.) Redoutè) Rifqi, M. Ainur; Yuniarti, Rafita; Lubis, Minda Sari; Nasution, Haris Munandar
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6294

Abstract

Daun siak-siak (Dianella ensifolia (L.) Redoutè) merupakan tanaman obat tradisional yang secara empiris digunakan dalam pengobatan penyakit infeksi, namun kajian ilmiah terkait kandungan metabolit sekunder dan aktivitas biologisnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total, tanin, serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun siak-siak terhadap Staphylococcus epidermidis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis melalui pereaksi AlCl₃ dan natrium asetat, sedangkan kadar tanin ditentukan dengan metode Folin–Ciocalteu menggunakan asam galat sebagai standar. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi ekstrak 10%, 15%, dan 20%, dengan antibiotik sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun siak-siak mengandung flavonoid total sebesar 52,98 ± 0,26 mg/g dan tanin sebesar 196,47 ± 118,78 mg/g. Aktivitas antibakteri meningkat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan zona hambat pada konsentrasi 20% masing-masing sebesar 22,8 mm, 24,167 mm, dan 27,067 mm yang tergolong aktivitas antibakteri sangat kuat. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa daun siak-siak memiliki potensi sebagai sumber antibakteri alami yang kaya senyawa polifenol dan berpeluang dikembangkan sebagai bahan fitofarmaka.
EFEKTIVITAS JUS JAMBU BIJI MERAH DAN JUS APEL DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Hutagalung, Victor H; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6341

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat, termasuk di Indonesia. Upaya pengendalian kadar glukosa darah tidak hanya melalui terapi medis tetapi juga melalui intervensi nutrisi berbasis pangan lokal yang kaya antioksidan. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas pemberian jus jambu biji merah (Psidium guajava L.) dan jus apel (Malus domestica) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien rawat jalan di praktik dokter. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental non-randomized pre–post test dengan dua kelompok perlakuan, masing-masing 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kedua kelompok mendapatkan perlakuan konsumsi jus buah masing-masing, dan kadar glukosa darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat Easy Touch GCU dan metode enzimatik GOD-PAP. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat untuk menilai perbedaan kadar glukosa sebelum dan sesudah pemberian jus. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi jus jambu biji merah dan jus apel secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah (p<0,05). Penurunan rata-rata kadar glukosa darah lebih besar pada kelompok jus apel (163,83 mg/dL) dibanding kelompok jus jambu biji merah (198,20 mg/dL). Temuan ini menegaskan bahwa kedua jus berpotensi sebagai intervensi nutrisi alami dalam membantu pengelolaan kadar glukosa darah, dengan jus apel menunjukkan efektivitas lebih tinggi. Kesimpulannya, konsumsi jus jambu biji merah dan jus apel dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang bermanfaat untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP BUNGA LAWANG (Illicium verum Hook.f.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA RONGGA MULUT Dama Yanti, Fradilla; Sari Lubis, Minda; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6365

Abstract

Karies gigi adalah salah satu isu kesehatan yang berkaitan dengan gigi dan mulut, yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, khususnya Streptococcus mutans. Bunga lawang (Illicium verum Hook. f.) dikenal memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri alami. Penggunaan tanaman herbal ini dalam bentuk tablet hisap diharapkan dapat menjadi pilihan terapi alternatif untuk mempertahankan kebersihan serta kesehatan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi tablet hisap dari simplisia bunga lawang dan menguji efek antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat simplisia bunga lawang, diikuti dengan pengujian karakterisasi fisik dan fitokimia. Formula yang menggunakan bahan tambahan untuk penghancur dicampurkan secara proporsional yaitu 10%:10% melalui metode granulasi basah. Evaluasi dilakukan terhadap karakter fisik granul (sudut diam, laju alir, indeks tap) dan tablet (keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur, kerapuhan), serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap Streptococcus mutans. Temuan penelitian menunjukkan bahwa formula tablet hisap memenuhi standar fisik yang ditentukan oleh Farmakope Indonesia, kecuali untuk kekerasan tablet yang sedikit di bawah batas minimal. Pengujian aktivitas antibakteri mengindikasikan bahwa simplisia bunga lawang mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans dan menunjukkan efek antibakteri yang baik.
AKTIVITAS ANTIJAMUR TERHADAP KOMBINASI EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Willd.) DAN SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) Puspita, Dinda Dila; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6917

Abstract

Antijamur merupakan senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme, khususnya dari golongan fungi (jamur), yang dapat menghambat atau memusnahkan mikroba lainnya, serta memiliki kemampuan membunuh atau menegah pertumbuhan kuman, dengan tingkat toksisitas yang relatif rendah bagi manusia. Di antara tanaman yang mampu menghambat pertumbuhan jamur candida albicans adalah Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd. ) dan Sereh Dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf). Metode penelitian ini menggunakan eksperimental, yang mencakup pengumpulan bahan tanaman, pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, analisis karakteristik simplisia, skrining fitokimia, serta uji aktivitas terhadap jamur candida albicans. Hasil penelitian terhadap jamur Candida albicans menunjukkan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, dan pengujian aktivitas antijamur ekstrak sereh dapur pada konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25%, dengan kontrol positif berupa flukonazol yang menunjukkan daya hambat sebesar 12,8 dan kontrol negatif menggunakan dmso yang tidak menunjukkan daya hambat.
The Relationship Between Medication Compliance and Treatment Outcomes in Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Patients at Pirngadi Hospital, Medan Rkt, Chairunnisa; Rinda Sari, Syilvi; Wahyuni, Sri; Sari Lubis, Minda
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v23i1.31534

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) remains a major global health burden, ranking among the leading causes of morbidity and mortality. In Indonesia, the increasing prevalence of COPD is closely linked to smoking behavior, air pollution, and low treatment adherence, which collectively diminish patients’ quality of life and treatment success. Despite various pharmacological advancements, non-adherence to prescribed medication regimens continues to impede optimal therapeutic outcomes. This study aims to analyze the relationship between medication adherence and therapeutic outcomes among outpatient COPD patients at Pirngadi Hospital Medan, as well as to identify factors contributing to non-adherence. The research adopts a quantitative correlational design with a cross-sectional approach, involving 70 respondents selected through quota sampling. Primary data were collected using structured questionnaires, including the General Medication Adherence Scale (GMAS) and the St. George’s Respiratory Questionnaire (SGRQ). Data were processed using IBM SPSS Statistics version 25 and analyzed through univariate and bivariate (Chi-square) tests. The results revealed a significant relationship between medication adherence and therapeutic outcomes (p < 0.05). Patients with higher adherence levels demonstrated better treatment responses and higher health-related quality of life scores. The findings also indicate that smoking status, education level, and duration of illness significantly influence adherence behavior. In conclusion, strengthening patient adherence is essential to improving COPD management outcomes. The study contributes to clinical practice by emphasizing the integration of behavioral and educational interventions into pharmacological therapy. Its novelty lies in combining adherence measurement with quality-of-life assessment in an Indonesian hospital context, offering empirical evidence that supports the development of patient-centered, technology-assisted adherence monitoring systems.
Co-Authors A'dilah, Nur Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Alfi Wahyudi Nasution Alma Dhita Shafira Amaliana, Amaliana Andjelie, Tiara Anggraini, Dea Puspa Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Ariandi Arianti, Sellin Arina Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Ayuningrum, Annisa Bambang Hermanto Bilal, Mohd. Chairina Milda Cindy Marlina Tambunan Cut Dian Mala Luthfia D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D.Elysa Putri Mambang Dama Yanti, Fradilla Debi Meilani Dena, Mutia Denni Bahari Dewa, Fasca Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Efendi, Tania Tiara Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Husna, Miftahul Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Hutagalung, Victor H Ika Fitriani Indah Nasution Inna Myesha Junia Fitri Hayani Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khoyrill Muttiin Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Asira Lubis, Nadya Frestika Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Metami Sihombing, Juliana Meutia, Cut Meylisa Pratami Br Sinaga Miftahul Jannah Milwani Harahap Miranza, Nona Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Nadia Salsabilla Nasri Nasri, Nasri Nasution , Muhammad Amin Nasution, M Pandapotan Nasution, M. Pandapotan Nasution, Vevi Sarah Nia Novranda Pertiwi Ningtias, Anggitha Novi Yuliandari Novita Sari, Helsa Novriani Putri Santia Nur Asia, Nur Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurul Salsa Abya Ritonga Nurwijayanti Oktavia, Zela Pulungan, Anili Fithri Purba , Intan Sabila Putri Purba, Juvantri Fablo Puspita, Dinda Dila Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Rahayu, Yayuk Rafita Yuliarti Rahma Maulidia Fitri Rahmi, Sofia Ramadhan , Yusril Rambe, Sitiapsah Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rezky , Deswita Ina Riani, Nur Aslin Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Rinda Sari, Syilvi Ritonga , Nur Sakina Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia Rkt, Chairunnisa Rohmah, Roihanah Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga Safitri , Nurhaliza Sagita Marina Simatupang Sandika, M Teguh Sari, Syilvi Rinda Satri Situmorang, Rati Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sinaga, Rosalinda Mahdalena Sindi, Sindi Siregar , Misbah Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Aisyah Jamil Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Slamet Indarjo Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Surendro, Yasmeen Nazhifah Amani Syafa Nadira Ashiilah Syafira, Nona Syafirna, Nada Tia Nazilla Titin Agustina Trisha Wulan Erja Ulmi, M Rayhan Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Vera Kristiana Wan Dian Safina Widya, Rizka Wilda Septia Winda Aulia Yadi, Hervi Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Yuliana Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Fitria Siti Zahira Ahmad, Madani Zannah , Muhamad Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani