Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat dengan Sistem Informasi Laporan Imunisasi (SILIMUN) Bayi dan Balita di Posyandu Way Layap Desa Hajimena Aryastuti, Nurul; Perdana, Agung Aji; Isnaini, Nurul; Antika, Bernadeta Ramah; Ningtyas, Febrianti Harum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12587

Abstract

ABSTRAK Penyakit menular seperti penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) masih menjadi masalah di Indonesia. Daerah yang beresiko mengalamai penyakit PD3I adalah daerah dengan pelayanana kesehatan yang kurang memadai dan beresiko mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Imunisasi diberikan sebagai upaya pemeliharaan kesehatan agar anak tersebut terhindar dari penyakit PD3I. Permasalahan yang masih terjadi pada pelaksanaan program imunisasi adalah pada tahap penyelenggaran imunisasi yaitu terkait kualitas pencatatan dan pelaporan di tingkat Posyandu.  Kegiatan Utama Posyandu mencakup Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Imunisasi, Gizi. Pencatatan dan pelaporan register kohort bayi dan anak balita di Posyandu masih dilakukan menggunakan buku register yang rentan hilang, tidak lengkap dan sering terjadi kesalahan penulisan. Oleh sebab itu tujuan utama dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah membantu Posyandu untuk menghasilkan data yang tepat dan lengkap agar informasi yang dihasilkan valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan berbasis Masyarakat dengan membuat Sistem Informasi Laporan Imunisasi (SILIMUN) Bayi dan Balita dengan menggunakan makro pada aplikasi excel, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan aplikasi SILIMUN serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Sistem Informasi tersebut di aplikasikan di Posyandu Way Layap Desa Hajimena. Kader dilatih bagaimana cara penggunaan Sistem Informasi tersebut dan juga dilakukan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi pada kader dan seluruh masyarakat yang datang di lokasi mitra. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat ini didapatkan peningkatan pengetahuan kader terkait imunisasi berdasarakan nilai pre-test dan post-test, kedua adanya peningkatan keterampilan kader dalam penggunaan aplikasi SILIMUN.Kesimpulan aplikasi SILIMUN dapat dijadikan salah satu alternatif dalam perbaikan pencatatan dan pelaporan data di Posyandu. Kata Kunci: SILIMUN, Imunisasi, PD3I  ABSTRACT Infectious diseases that can be prevented by immunization (PD3I) remain a problem in Indonesia. High-risk areas for PD3I diseases are those with inadequate healthcare services and are at risk of causing outbreaks. Immunization is given as a health maintenance effort to protect children from PD3I diseases. The issue that still exists in the implementation of the immunization program is related to the quality of recording and reporting at the Posyandu level. Posyandu's main activities include Maternal and Child Health, Family Planning, Immunization, and Nutrition. Recording and reporting of baby and toddler cohort registers at Posyandu are still done using paper registers that are susceptible to loss, incomplete, and often have writing errors. Therefore, the main objective of this community empowerment activity is to assist Posyandu in generating accurate and complete data so that the resulting information is valid and accountable. The implementation method of the empowerment activity is based on Community by creating the Immunization Report Information System (SILIMUN) for Babies and Toddlers using macros in the Excel application, socialization and education, SILIMUN application training, and monitoring and evaluation of activities. This information system will be applied at Posyandu Way Layap in Hajimena Village. Cadres will be trained on how to use the Information System, and there will also be education on the importance of immunization for cadres and all community members who visit the partner location. Posyandu Way Layap will serve as the pilot project for this activity, and if effective, it will be replicated in other Posyandu in Hajimena Village. Keywords: SILIMUN, Immunization, PD3I
Kegiatan observasi status gizi dan kesehatan pada penyandang disabilitas Sari, Fitri Eka; Perdana, Agung Aji; Aryawati, Wayan
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i8.1576

Abstract

Backghround: Meeting nutritional needs in children and adolescents is a key component of growth and development, particularly for persons with disabilities who have physical limitations. A 2023 UNICEF report revealed that children with disabilities in Indonesia face higher rates of malnutrition than children without disabilities. The prevalence of underweight and wasting is also higher in this group. Purpose: To describe the nutritional status of persons with disabilities aged 15–30 years at the Lampung Province Social and Disability Service Unit. Method: Observation activities to collect data by directly observing behavior or phenomena without intervention were conducted using a descriptive observational design at the Lampung Province Social and Disability Service Unit. Data collection was carried out through a survey with observation and interviews. The population in this study was all persons with disabilities aged 15–30 years in Bandar Lampung City, specifically those registered with the Uptd Disability Service Unit. Using a random sampling technique, 30 respondents were selected, consisting of individuals with hearing impairments, blindness, and physical disabilities. The instruments used have been designed to elicit relevant information regarding the experiences and needs of people with disabilities. Results: The majority of persons with disabilities at the Lampung Province Social and Disability Service Unit (UPTD) experience nutritional problems, primarily being underweight, likely due to low consumption of nutritious food and physical activity. Data shows that 69.9% of respondents are underweight, with low consumption of fruits, vegetables, protein (meat, fish, eggs, milk), and water. Seventy-three percent of respondents skip breakfast, with nearly half (46.7%) experiencing difficulty accessing nutritious food, lacking regular physical activity, and most only exercising once or twice a week. Common health problems include anemia, dizziness, fatigue, and digestive disorders. The majority (73.4%) of respondents have never received nutrition counseling, but consumption of supplemental vitamins remains uneven. Conclusion: This observation indicates that the majority of persons with disabilities at the Lampung Province Social and Disability Service Unit experience nutritional problems, with 69.9% of respondents categorized as underweight based on their body mass index (BMI). Furthermore, only 26.7% of respondents have received counseling on nutrition and healthy eating patterns. These findings indicate an urgent need for better nutritional interventions for people with disabilities, particularly in terms of education, food access, and nutritional status monitoring. Suggestion: Regular nutritional counseling programs, particularly on balanced nutrition and healthy eating patterns, are needed for people with disabilities in social institutions, using a friendly and easy-to-understand approach. Providing healthy food assistance by the government or social institutions is essential to ensure the availability and easy access of nutritious food for people with disabilities through subsidies or nutritional food assistance programs. As a follow-up program, health services are expected to conduct regular health monitoring, including nutritional and health status checks, for early detection of malnutrition and related diseases. Keywords: Disability health check-up; Nutritional needs; Nutritional status; People with disabilities Pendahuluan: Pemenuhan kebutuhan gizi pada anak dan remaja merupakan wujud utama dari proses pertumbuhan dan perkembangan. Khususnya bagi penyandang disabilitas yang memiliki kekurangan fisik. Laporan UNICEF tahun 2023 mengungkapkan bahwa anak penyandang disabilitas di indonesia menghadapi tingkat malnutrisi yang lebih tinggi dibandingkan anak tanpa disabilitas. Prevalensi underweight dan wasting juga lebih tinggi pada kelompok ini. Tujuan: Menggambarkan kondisi gizi penyandang disabilitas usia 15–30 tahun di Uptd Dinas Sosial Disabilitas Provinsi Lampung Metode: Kegiatan observasi untuk mengumpulkan data dengan mengamati langsung perilaku atau fenomena tanpa intervensi, yang dilakukan dengan disain deskriptif observasional yang dilaksanakan di Uptd Dinas Sosial Disabilitas Provinsi Lampung. Merupakan kegiatan pengambilan data melalui survei dengan observasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penyandang disabilitas usia remaja hingga dewasa (15–30 tahun) yang berada di wilayah Kota Bandar Lampung, khususnya mereka yang terdaftar di Uptd Dinas Sosial Disabilitas. Dengan menggunakan teknik random sampling mendapatkan 30 orang sebagai responden yang terdiri dari individu dengan kondisi tuna rungu, tuna netra, dan tuna daksa. Instrumen yang digunakan telah dirancang untuk menggali informasi yang relevan terkait pengalaman dan kebutuhan penyandang disabilitas. Hasil: Mayoritas penyandang disabilitas di Uptd Dinas Sosial Disabilitas Provinsi Lampung mengalami masalah gizi, terutama kekurangan berat badan dan besar kemungkinan karena konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik yang masih rendah. Data menunjukkan sebanyak 69.9% responden tergolong underweight, konsumsi buah, sayur, protein (daging, ikan, telur, susu), dan air putih masih rendah. Sebanyak 73.4% responden tidak sarapan setiap pagi dimana hampir setengah responden (46.7%) mengalami kesulitan mengakses makanan bergizi, aktivitas fisik rutin masih kurang, dan sebagian besar hanya olahraga 1-2 kali seminggu. Masalah kesehatan yang sering dialami antara lain anemia, pusing, mudah lelah, dan gangguan pencernaan. Sebagian besar (73.4%) responden belum pernah mendapat penyuluhan gizi tetapi konsumsi vitamin tambahan masih belum merata. Simpulan: Berdasarkan kegiatan observasi ini menunjukkan bahwa mayoritas penyandang disabilitas di Uptd Dinas Sosial Disabilitas Provinsi Lampung mengalami masalah gizi, dengan 69.9% responden berada dalam kategori underweight berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). Di samping itu, hanya 26.7% responden yang pernah mendapatkan penyuluhan tentang gizi dan pola makan sehat. Temuan ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan intervensi gizi yang lebih baik bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam hal edukasi, akses pangan, dan pemantauan status gizi. Saran: Perlunya dilakukan penyuluhan gizi dengan program yang berkala terutama mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat bagi penyandang disabilitas di lembaga sosial, dengan pendekatan yang ramah dan mudah dipahami. Pemberian bantuan pangan sehat oleh pemerintah atau lembaga sosial sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan dan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas terhadap makanan bergizi berupa subsidi atau program bantuan pangan bergizi. Sebagai program lanjutan, diharapkan pihak dinas kesehatan untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkala meliputi pemeriksaan status gizi dan kesehatan untuk mendeteksi dini masalah malnutrisi dan penyakit terkait.  
Penerapan aplikasi SIJENTIK DBD dalam pencegahan demam berdarah dengue Perdana, Agung Aji; Nuryani, Dina Dwi; Santoso, Angga Bayu; Pratama, Muhammad Putra; Kartini, Maharani
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1584

Abstract

Background: Indonesia, as a tropical country, faces a high burden of vector-borne infectious diseases, particularly dengue fever (DHF), transmitted by the Aedes aegypti mosquito. The high number of DHF cases in Indonesia, including in South Lampung, is influenced by environmental factors, community behavior, and the limitations of manual recording systems for monitoring mosquito larvae. Vector control efforts through national strategies such as 3M Plus and mosquito nest eradication have been implemented, but their effectiveness remains hampered by data accuracy and community participation. In the digital era, the innovative mobile application-based Larvae Recording System (SIJENTIK) offers a solution to improve accuracy, speed, and community engagement in dengue prevention. A community service program in Hajimena Village, South Lampung, aims to empower residents as independent mosquito larvae monitors through the application of SIJENTIK, enabling real-time mosquito larvae monitoring and supporting more targeted health interventions. Purpose: Increase public awareness of dengue fever (DHF) and promote the use of the SIJENTIK DBD application. Method: The activity was conducted in 2025 in Hajimena Village, South Lampung, involving health cadres, health workers, and the community as respondents. The activities included education on dengue hemorrhagic fever (DHF), photo recording of invasive species, manual recording of SIJENTIK data from Aedes aegypti survey forms, and ovitrap construction. The recording was carried out using the SIJENTIK digital application, an interface application that can be installed on smartphones and used in real time. The SIJENTIK DBD application was used as a substitute for the observational technique of recording mosquito larvae through inputting data into the application dashboard, where input data would be directly processed, accumulated, and accessed in real time. Results: This demonstrated a 14.6% increase in knowledge and skills of health workers in recording mosquito larvae. Descriptive data showed that manual recording was slow, data was inaccurate, reporting time was required, and interventions were not timely. Meanwhile, with the SIJENTIK DBD application, the recording process is faster, the data is more accurate, data can be input directly digitally, reports are updated at any time, and intervention actions are faster and more targeted. Conclusion: The SIJENTIK DBD program's educational activities effectively increased the knowledge of healthcare workers, strengthened their ability to record mosquito larvae, and facilitated community monitoring and health education. This digital reporting system accelerated communication, increased transparency, and encouraged community participation, enabling SIJENTIK DBD to become an efficient community-based intervention model for dengue control. Suggestion: Expanding education and implementing SIJENTIK DBD in schools and ensuring its continued implementation at the district level is necessary, along with training for cadres and support from local government policies. Active community involvement as independent mosquito larvae monitors (jumantik) also needs to be increased to ensure consistent monitoring and more effective reduction in dengue cases. Keywords: Community empowerment; Dengue fever; Healthcare workers; SIJENTIK DBD application Pendahuluan: Indonesia sebagai negara tropis menghadapi beban tinggi penyakit menular berbasis vektor, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Tingginya kasus DBD di Indonesia, termasuk di Lampung Selatan, dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku masyarakat, serta keterbatasan sistem pencatatan manual dalam pemantauan jentik. Upaya pengendalian vektor melalui strategi nasional seperti 3M Plus dan pemberantasan sarang nyamuk telah dilaksanakan, namun efektivitasnya masih terkendala oleh akurasi data dan partisipasi komunitas. Di era digital, inovasi Sistem Pencatatan Jentik (SIJENTIK) berbasis aplikasi seluler hadir sebagai solusi untuk meningkatkan akurasi, kecepatan, dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan DBD. Program pengabdian masyarakat di Desa Hajimena, Lampung Selatan, bertujuan memberdayakan warga sebagai jumantik mandiri melalui penerapan SIJENTIK, sehingga pemantauan jentik dapat dilakukan secara realtime dan mendukung intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang demam berdarah dengue (DBD) dan sosialisasi penerapan aplikasi SIJENTIK DBD pada masyarakat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2025 di Desa Hajimena, Lampung Selatan, dengan melibatkan kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat sebagai responden. Kegiatan berupa penyuluhan mengenai demam berdarah dengue (DBD), pencatatan foto spesies invasif, pencatatan manual SIJENTIK dari formulir survei aedes aegypti, serta konstruksi ovitrap. Pelaksanaan pencatatan menggunakan aplikasi digital SIJENTIK yang merupakan suatu aplikasi interface, dapat diinstalasi pada smartphone dan dapat digunakan secara realtime. Penggunaan aplikasi SIJENTIK DBD adalah sebagai pengganti dalam teknik pencatatan jentik nyamuk hasil observasi yaitu dengan cara menginput pada dashboard aplikasi, dimana data input akan secara langsung diproses, di akumulasi, dan di akses secara realtime. Hasil: Menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan pekerja kesehatan sebesar 14.6% dalam mencatat jentik nyamuk. Secara deskriptif menunjukkan bahwa dengan pencatatan manual dalam proses pelaksanaan lambat, datanya kurang akurat, diperlukan waktu tertentu untuk membuat laporan, dan tindakan intervensi tidak tepat waktu. Sedangkan, dengan aplikasi SIJENTIK DBD mendapatkan proses pencatatan lebih cepat, datanya lebih akurat, data dapat dinput langsung secara digital, update laporan setiap saat, dan tindakan intervensi menjadi lebih cepat dan tepat sasaran. Simpulan: Kegiatan edukasi program SIJENTIK DBD efektif meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan, memperkuat kemampuan pencatatan jentik, serta memudahkan masyarakat memantau laporan dan memperoleh edukasi kesehatan. Sistem pelaporan digital ini mempercepat komunikasi, meningkatkan transparansi, dan mendorong partisipasi komunitas, sehingga SIJENTIK DBD dapat menjadi model intervensi berbasis masyarakat yang efisien dalam penanggulangan DBD. Saran: Perlunya perluasan edukasi dan penerapan SIJENTIK DBD ke sekolah serta penerapan berkelanjutan di tingkat kabupaten, disertai pelatihan kader dan dukungan kebijakan pemerintah daerah. Keterlibatan aktif masyarakat sebagai jumantik mandiri juga perlu ditingkatkan agar sistem pemantauan berjalan konsisten dan mampu menekan angka kasus DBD secara lebih efektif.
Analisis Spasial Kasus Diare Pada Balita Berdasarkan Penerapan Pilar 1 Dan Pilar 5 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Puskesmas Labuhan Ratu Dinarti, Wita; Amirus, Khoidar; nuryani, Dina Dwi; Perdana, Agung Aji
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.21745

Abstract

Diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di Indonesia. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), namun efektivitasnya perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial kasus diare pada balita serta keterkaitannya dengan penerapan STBM pilar 1 (Stop Buang Air Besar Sembarangan) dan pilar 5 (Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga) di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Ratu tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 99 rumah tangga yang memiliki balita. Data diperoleh melalui survei dan catatan puskesmas, kemudian dianalisis secara univariat dan spasial menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil menunjukkan bahwa seluruh kelurahan telah mencapai status Open Defecation Free (ODF) dengan capaian lebih dari 75%, namun penerapan pilar 5 masih rendah di beberapa kelurahan, yaitu Labuhan Ratu (41,9%), Labuhan Ratu Raya (42,9%), dan Sepang Jaya (45,8%). Analisis spasial memperlihatkan bahwa kasus diare cenderung terkonsentrasi di wilayah dengan pengelolaan limbah yang belum optimal serta drainase terbuka yang rusak akibat banjir. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan STBM pilar 1 belum cukup untuk menurunkan kejadian diare apabila tidak diikuti dengan penerapan pilar 5 secara komprehensif.
THE IMPLEMENTATION OF THE POSKESTREN PROGRAM AT DARUL HUFFAZH ISLAMIC BOARDING SCHOOL, PESAWARAN REGENCY, IN 2025 Wahyudi, Anang; Riyanti, Riyanti; Perdana, Agung Aji
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.21061

Abstract

The Islamic Boarding School Health Post (Poskestren) is a form of community-based health effort (UKBM) implemented within Islamic boarding schools, based on the principle of being initiated by, from, and for the pesantren community. Poskestren plays a significant role in delivering promotive and preventive health services, without neglecting curative and rehabilitative aspects. Preliminary observations at Darul Huffazh Islamic Boarding School revealed that self-assessment surveys and community discussions—activities that should be conducted routinely—had only been held once, at the beginning of the Poskestren establishment. This gap has resulted in the absence of reports related to personal hygiene improvement, environmental health, and students’ health literacy, both at the pesantren and the local community health center (Puskesmas). Moreover, the number of health cadres—only nine for a total of 450 students—does not meet the proportional standard stated in the Poskestren implementation guidelines. This study aimed to analyze the implementation of the Poskestren program at Darul Huffazh Islamic Boarding School, Pesawaran Regency. A qualitative descriptive method was employed, involving seven informants, including pesantren administrators, Poskestren staff, health cadres, and students. The findings indicate that most input, process, and output indicators were adequately fulfilled, such as the availability of health cadres, facilities, policy support, and funding. The implementation process—covering planning, execution, and evaluation—was in place, although supervision from Puskesmas officers remained suboptimal. The program outcomes showed improvements in students’ health knowledge and clean and healthy living behavior (PHBS). In conclusion, the Poskestren program at Darul Huffazh has been implemented fairly well, although further efforts are needed to strengthen cross-sectoral guidance and improve health facilities.
SPATIAL ANALYSIS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER CASES IN RELATION TO POPULATION DENSITY IN BANDAR LAMPUNG CITY Kurnia Ramayudha; Agung Aji Perdana; Nurhalina Sari; Dina Dwi Nuryani
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.21446

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health burden in Indonesia, particularly in densely populated urban areas. Bandar Lampung City is classified as an endemic region, with fluctuating case numbers each year. This study aims to analyze the relationship between population density and the distribution of DHF cases using a spatial analysis approach. A cross-sectional ecological design was employed. Secondary data were obtained from the Lampung Provincial Health Office regarding DHF cases and from the Central Bureau of Statistics regarding population density. The analysis involved Pearson’s correlation test to examine the association between population density and case numbers, as well as spatial mapping using QGIS 3.4.11 to illustrate distribution patterns. The findings revealed that DHF cases occurred not only in highly populated areas but also in subdistricts with moderate population density, particularly where the larva-free index (LFI) was low. Correlation tests demonstrated a significant negative relationship in 2022 (r = –0.341; p = 0.049) and 2023 (r = –0.327; p = 0.043), while the result for 2021 was not statistically significant (r = –0.276; p = 0.061). This study concludes that population density is not the primary determinant of DHF incidence. Environmental conditions, sanitation, and community behavior appear to play a more substantial role in disease transmission within Bandar Lampung City.
Pengaruh Container Index Dan Analisis Spasial Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Jovasco Allenfaza; Agung Aji Perdana; Khoidar Amirus; Fitri Ekasari
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.22475

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada tahun 2023, Kabupaten Pringsewu mencatat 297 kasus dengan IR sebesar 67,2 per 100.000 penduduk, menjadikannya salah satu kabupaten dengan kasus tertinggi di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indikator entomologi Container Index dan analisis spasial terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Pagelaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 55 rumah yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist, dianalisis dengan uji chi-square dan pemetaan spasial. Hasil menunjukkan 51% rumah terdeteksi positif jentik, dan 40% rumah memiliki Container Index tinggi. Uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara Container Index dengan kejadian DBD (p-value = 0,018). Pemetaan spasial menunjukkan pola persebaran kasus bersifat clustered. Penelitian ini menunjukan pentingnya pengendalian lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya pencegahan DBD yang efektif.
Kesiapan Sumber Daya Manusia Dalam Integrasi Layanan Primer : Studi Kasus Posyandu Kenanga II Syahdila Nur Izzati; Agung Aji Perdana; Wayan Aryawati; Trio Adiwibowo
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.22254

Abstract

Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan transformasi layanan primer merupakan salah satu pilar utama reformasi sistem kesehatan nasional. Salah satu wujud implementasinya adalah integrasi layanan kesehatan primer melalui Posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan Posyandu Kenanga II dalam mendukung integrasi puskesmas, dengan fokus pada aspek sumber daya manusia. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Informan terdiri atas kepala desa, tim pembangunan desa, bidan desa, kepala puskesmas, empat kader, serta dua anggota masyarakat pengguna posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kader terkait konsep Posyandu   masih terbatas, khususnya dalam komunikasi efektif, kunjungan rumah, pencatatan, dan pelaporan. Kesiapan sumber daya manusia di Posyandu Kenanga II dinilai belum optimal dalam mendukung pelaksanaan integrasi layanan primer. Sebagian besar kader belum memahami SOP ILP secara komprehensif dan pencatatan masih manual. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, pengawasan rutin, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
ANALISIS PELAKSANAAN PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS (TB) DI PUSKESMAS ROWOREJO PESAWARAN TAHUN 2024 Puspita, Elvia; Perdana, Agung Aji; Wayan Aryawati, Wayan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v15i1.454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses dan hasil pelaksanaan program penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Puskesmas Roworejo, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi TB masih banyak dilakukan secara individual dan belum terjadwal secara massal, disebabkan oleh kurangnya koordinasi antar program. Strategi promosi kesehatan mengandalkan media sosial, temu langsung, serta pemberdayaan kader. Penemuan kasus dilakukan secara pasif melalui kerja sama dengan jejaring fasilitas kesehatan swasta dan secara aktif melalui tracing kontak oleh kader, namun belum berjalan optimal karena belum adanya jadwal rutin. Sistem pencatatan dan pelaporan menggunakan aplikasi SITB telah berjalan dengan baik, meskipun masih menghadapi kendala dalam integrasi data dari fasilitas swasta. Dari sisi keluaran, cakupan penemuan kasus TB masih di bawah target nasional dan mengalami penurunan, yang disebabkan oleh kurangnya dukungan masyarakat, terbatasnya sumber daya, dan lemahnya koordinasi antar program. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi edukasi, peningkatan peran kader, serta perbaikan sistem koordinasi lintas sektor guna mendukung efektivitas program pengendalian TB
The Relationship Factors of Peers and the Role of Parents in Adolescent Smoking Behavior Renna Oktavia Rudi; Wayan Aryawati; Agung Aji Perdana; Samino Samino
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3630

Abstract

One of the problems that often occur in adolescents is smoking-related problems. Smoking, seen from any point of view, is very harmful, both for oneself and those around one. Peer factors and the role of parents can influence adolescent smoking behavior. This study aimed to determine the relationship between peer factors and the part of parents and teenage smoking behavior at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency, in 2023. The type of research in this research is quantitative, using analytic methods with a cross-sectional approach. The population in this study were all male students at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency, in 2023, with a total of 127 students. The sampling technique used is total sampling. This research instrument uses a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate (chi-square). The results of this study indicate that 80 (63%) of respondents have positive behavior, 84 (66.1%) of respondents get support from peers, and 86 (67.7%) of respondents have a parental role. The chi-square test results found a relationship between peer factors (p-value 0.011 and OR = 2.875) and the part of parents (p-value 0.036 and OR = 2.423) with adolescent smoking behavior at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency in 2023. Suggestions need to be supervised by strict regulations by the school regarding students' smoking habits and the provision of severe sanctions for those who are caught smoking.
Co-Authors Achmad Farich Ade Sinta Purnama Adelita, Audrey AHMAD ANSORI Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Anang Wahyudi Andoko Andoko Angga Bayu Santoso Annisa Mayang Soliha Antika, Bernadeta Ramah Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Audrey Adelita Aulyya Rahmah Bella Tania Putri Billal Anugrah Putra Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Cipta Nengsih Cristin Angelina Febriani Damayanti, Septiyana Dedy Heriyanto Delima Selviyani Putri Diah Adelia Emilda Dian Yunita Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dinarti, Wita Dinda Rachma Syarifah Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Eko Kurniawan Erna Listyaningsih F, Christin Angelina Farich, Achmad Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Fitri Ekasari Giri, Dewi Dwipayanti Hermawan, Dessy Humairoh Humairoh Husnul Khotimah Irianto, Torry Duet Jovasco Allenfaza Kapitan, Rifki Karbito Karbito Kartini, Maharani Khoidar Amirus Kuntoro, Selamet Kurnia Ramayudha Leni Hartati Lolita Sary Maharani Kartini Maryam, Riyanti Meliyana, Rossy Muhammad Putra Pratama Muhammad Putra Pratama Muhani, Nova Nina Okta Rina Ningtyas, Febrianti Harum Nova Muhani Nova Nur Aziyah Zamil Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Novita Eka Rahmawati Nurhalina Sari Nurul Isnaini Oktarina, Devi Oktavia, Mutiara Pratama, Muhammad Putra Prayoga Yushananta Puspita, Elvia Puspitasari, Frida Putri, Delima Selviyani Rahmat Agung Renna Oktavia Rudi Restina Sapta Risa Retnaningsih, Agustina Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Rossy Meliyana Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Santoso, Angga Bayu Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Selamet Kuntoro Sembiring, Rinawati Sepriyani Sepriyani Setiawati Setiawati Siska Aulia Sari Siti Helmyati Siti Mariam Surtini, Surtini Syafik Arisandi Syahdila Nur Izzati Syarifah, Dinda Rachma Tati Diana sari Trio Adiwibowo Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy Wayan Aryawati Wayan Aryawati Wayan Aryawati, Wayan Winahyu, Diah Astika yani, cindri Yanti, Dhiny Easter Yohanes, Efriza Yolan Sasana Putra Yuliati Amperaningsih Yulyani, Vera Zelda Duwieka Restu