Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 dapat menimbulkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular yang meningkatkan angka kesakitan, kematian, dan beban pembiayaan kesehatan. Prevalensi DM di Provinsi Lampung terus meningkat, namun penelitian mengenai determinan kejadian komplikasi berbasis data survei kesehatan nasional pada tingkat provinsi masih terbatas. Menganalisis determinan kejadian komplikasi pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Provinsi Lampung berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder SKI 2023. Sampel sebanyak 214 responden diperoleh melalui teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square, Complex Samples), dan multivariat (regresi logistik ganda) dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebanyak 9,3% responden mengalami komplikasi DM Tipe 2. Analisis bivariat menunjukkan jenis kelamin (p=0,028; OR=3,297), pola makan (p=0,008; OR=0,156), aktivitas fisik (p<0,001; OR=17,006), dan hipertensi (p<0,001; OR=7,637) berhubungan signifikan dengan kejadian komplikasi. Analisis multivariat menunjukkan pola makan sebagai faktor paling dominan (p=0,042; OR=3,893; 95%CI=1,051–14,425), diikuti jenis kelamin, aktivitas fisik, dan hipertensi. Disimpulkan bahwa jenis kelamin, pola makan, aktivitas fisik, dan hipertensi merupakan determinan kejadian komplikasi DM Tipe 2 di Provinsi Lampung, dengan pola makan sebagai faktor dominan. Tenaga kesehatan disarankan memperkuat promosi pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan pengendalian hipertensi guna mencegah komplikasi.